Minggu, 19 April 2026
Beranda blog Halaman 12576

Bea Cukai Andalkan Sinergi dengan Aparat Lain untuk Cegah Penyelundupan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kepala Bidang (Kabid) Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai Batam (BC) Batam, Sulaiman menegaskan, untuk menekan maraknya penyelundupan di Batam, antisipasi yang akan dilakukan pihaknya yakni dengan cara memperkuat sinergi dengan instansi lainnya seperti TNI AL serta pihak-pihak lain yang berkompeten.

“Jumlah personel kami dari P2 BC Batam sangat terbatas sekali untuk memback-up atau pengawasan mengenai aksi penyelundupan. Kalau hanya mengandalkan personel yang ada sekarang, tak akan mampu melakukan pengawasan dan penindakan di seluruh Batam. Personel yang ada sekarang hanya berjumlah 90 orang saja yang idealnya harusnya dua kali lipatnya jumlah sekarang atau sekitar 200 personel. Ini yang sedang kami ajukan penambahan jumlah personel ke pusat,” ujar Sulaiman kepada Batam Pos, Senin (15/1) sore.

Selain itu, lanjut Sulaiman, pihaknya juga akan memperkuat fungsi intelejen di lapangan dalam mengumpulkan data sebanyak-banyaknya dan sevalid mungkin terkait misalnya keberadaan jalur tikus atau pelabuhan rakyat yang biasa digunakan oleh penyelundup, kemudian data terkait di mana landing poinnya penyelundup dalam menurunkan barang selundupan.

“Hal tersebut kami perkuat lagi untuk memfokuskan upaya penindakan dalam menekan praktek penyelundupan di Batam,” terang Sulaiman.

Selain itu P2 BC Batam tahun ini juga akan mengoptimalkan sarana yang ada seperti radar, kamera serta peralatan penunjang lainnya. Begitu juga peningkatan kemampuan personel juga akan ditingkatkan lagi untuk menekan praktek penyelundupan di Batam dengan cara memberikan pelatihan lebih intens.(gas)

Meski Diminati Investor Asing, Rempang – Galang belum Dialokasikan

0
ilustrasi lahan. foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Banyaknya pernyataan dari pejabat yang menyebut lahan di Rempang-Galang (Relang) sudah menjadi KEK menjadi daya tarik tersendiri bagi investor. Banyak investor yang niat berinvestasi di Rempang-Galang mulai dari industri manufaktur hingga pariwisata.

“Sejak tahun lalu, Investor sangat banyak yang ingin berinvestasi di sana. Bahkan yang datang ke kami, bukan hanya dari lokal saja. Dari luar negeri banyak yang ingin investasi di sana,” kata kepala dinas Penananam Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Gustian Riau, Senin (15/1).

Ia mencontohkan perusahaan manufaktur dari Cina yang sudah bertanya kepada pemerintah daerah terkait Rempang-Galang. Juga perusahaan dari Jakarta yang ingin membuat perusahaan pengolahan ikan.

“Dari Pepang juga ada yang datang ke pemerintah daerah untuk bertanya itu. Dan bukan sekali dua kali mereka menghubungi kita.Dan memang mereka serius ingin berinvestasi di sana,” katanya.

Selain itu, menurut Gustian, ada juga perusahaan lokal yang ingin mengembangkan pariwisata di sana. “Jadi sebelum adanya pernyataan bahwa itu memang sudah KEK sudah ramai juga yang bertanya-tanya. Tetapi setelah dinyatakan KEK, semakin serius investor untuk menanamkan modalnya di sana,” tambahnya.

Ia mengatakan dalam waktu dekat, dalam pengelolaan Relang diharapkan ada koordinasi yang baik dengan BP Batam. Di mana diharapkan ada payung hukum yang sah dari pemerintah pusat, sehingga pemerintah bisa langsung bergerak.

“Kami menunggu itu (payung hukum, red). Dan terkait ini, Pemko terus berkoordinasi dengan BP Batam. Ini menjadi peluang pengembangan Batam,” katanya.

Hal yang sama diungkapkan Direktur Humas dan Promosi BP Batam Purnomo Andiantono. Ia mengatakan sejak dulu, memang sudah sangat banyak investor yang ingin bangun investasi di Relang. Apalagi dengan adanya pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang menyebut, Batam dan Rempang serta Galang akan dibuat KEK.

“Ada perusahaan dari Rusia, perusahaan dari Jepang dan Korea yang memang selalu bertanya mengenai Relang. Mereka sangat serius,” katanya.

Selain pengembang properti, perusahaan manufaktur, ada juga perusahaan yang ingin mengembangkan pariwisata di sana. Banyak perusahaan tersebut yang menanyakan status KEK yang digaungkan di Batam.

“Tetapi terkait KEK ini memang sudah digaungkan. Tetapi jujur, saya belum pernah melihat suratnya bahwa itu KEK. Makanya kami tidak bisa mengalokasikan. Harus ada payung hukum, paling tidak surat dari menteri terkait,” katanya.

Menurut Andi, kendala ini lah yang menghambat investasi di sana. Apalagi tanah yang ada di mainland sudah habis. Pengembangan Batam adalah ke arah Relang.

“Kalau ada produk hukum dari pusat bahwa itu KEK, maka sudah bisa langsung kerja. Ini hanya dikatakan lisan. Saya ulangi, belum ada saya pernah baca mengenai status KEKnya,” katanya.

Sebelumnya, beberapa pihak termasuk Walikota Batam HM Rudi, Sekda Batam, Jefridin kompak mengatakan bahwa kawasan Relang sudah jadi KEK. Ini setelah ada pertemuan kepala daerah, BP Batam dan pejabat terkait dengan Darmin Nasution.

“Barelang jadi KEK sudah ditetapkan, tinggal bagi wewenang saja,” kata Jefridin beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan itu, Jefridin mengatakan Darmin yang juga Ketua Dewan Kawasan (DK) menyampaikan tiga opsi tentang pengelolaan KEK Barelang.

Ketiga opsi yang diajukan tersebut diantaranya, pertama pengelolaam KEK secara keseluruhan menjadi kewenangan BP Batam (Rempang dan Galang, dan Batam), kedua pengelolaan Batam oleh BP Batam sedangkan Rempang-Galang dikelola bersama, dan opsi yang ketiga yakni BP Batam mengelola Batam, dan Rempang-Galang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Batam.

“Hasilnya kita pilih opsi yang ketiga, yang penting perekonomian Batam terus membaik, dan maju,” sebutnya.

Dia menegaskan, apapun keputusan yang nantinya dikeluarkan Menteri Perekonomian, Darmin Nasution pastinya terbaik untuk Batam, dan bisa memberikan dampak yang baik bagi perkembangan Batam ke depannya.

“Yang jelas kita ingin pengelolaan nantinya tetap bepegang pada Undang-Undang nomor 39 tahun 2009 tentang Kawasan Ekonomi Khusus,” tutupnya. (ian)

Diskon untuk Pebisnis Bahari

0
Ilustrasi. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Proses revisi Peraturan Kepala (Perka) Nomor 17/2016 masih menunggu usulan BP Batam mengenai perubahan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 148/2016 yang menjadi landasannya disetujui Kementerian Keuangan.

Dalam usulannya, BP Batam ingin memberikan diskon kepada pengusaha pelayaran lewat revisi Perka tersebut. Namun terlebih dahulu harus menyelaraskan PMK 148 dengan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) 15/2016 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di Kementerian Perhubungan.

“Tugas kami adalah meyakinkan kepada Kementerian Keuangan mengenai pengenaan diskon akan lebih fleksibel ditetapkan Kepala BP Batam setelah melihat kondisi lapangan,” kata Kepala BP Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo, Selasa (16/1).

Lukita menyadari kondisi dan fasilitas di Batam seperti Pelabuhan Batuampar tidak memadai. Sehingga pengenaan tarif jasa pelabuhan yang cukup tinggi ataupun tarif yang sesuai dengan Permenhub 15/2016 belum tepat dan pasti akan mematikan sektor maritim di Batam. Makanya pemberian diskon dinilai sebagai solusi yang tepat.

“Di PMK pengenaan diskon tersebut dibatasi. Kalau tak usulkan perubahan PMK ya tidak bisa. Apalagi saat ini situasi ekonomi terbatas dan kami harus bisa beri insentif,” paparnya.

BP Batam katanya saat ini tidak lagi berupaya memaksimalkan PNBP tapi mengoptimalkan aset-aset miliknya untuk bisa mendapatkan PNBP.

“Harapan kami wewenang pengenaan diskon bisa diberikan ke BP. Toh nanti BP juga diikat oleh suatu perjanjian komitmen kinerja,”katanya.

Sedangkan Ketua Indonesia National Shipowners Association (INSA) Batam, Osman Hasyim mengatakan Presiden sudah memerintahkan agar Kementerian Perhubungan segera meninjau ulang tarif PNBP-nya karena dianggap lebih tinggi dari negara tetangga.

“Presiden sudah perintahkan untuk tinjau kembali mengapa tarif di Indonesia lebih mahal dari engara lain,” katanya.

Sehingga langkah pemberian diskon pada tarif jasa pelabuhan sebagai insentif sangat didukung oleh pengusaha pelayaran. “Ya benar dari sisi tarif jika diringankan sehingga dapat menarik kapal-kapal untuk datang ke Batam,” paparnya.

Dan hal yang paling penting adalah penyerapan tenaga kerja akan terbuka lebih besar sehingga akan mengerek pertumbuhan ekonomi Batam.

Osman mengaku ia dan teman-teman akan bersabar menunggu proses revisi Perka 17.

“Karena proses pengubahan peraturan di pemerintah pusat itu tak mudah. Kami tak perlu galau karena yang terpenting BP Batam sudah berusaha,” pungkasnya.(leo)

Pak Wali, Jalan Berlubang Semakin Banyak

0
Pengendara ekstra hati-hati melintasi jalan rusak di Jalan Brigjen Katamso arah Pelabuhan Sagulung, Senin (15/1). Jalan di arah Pelabauhan Sagulung ini banyak yang berlubang dan membahayakan pengendara dan pemerintah diharap segera memperbaikinya sebelum memakan korban jiwa.

batampos.co.id – Kondisi Batam yang masih sering diguyur hujan menyebabkan sejumlah titik jalan berlubang. Hal itu tentunya dikhawatirkan pengendara terutama roda dua karena bisa mengalami kecelakaan akibat jalan berlubang.

Mirisnya, kondisi jalan berlubangterlihat di jalan protokol besar tak jauh dari Traffic Light Simpang Kabil atau akrab disebut Simpang Kepri Mal. Jalan dari arah Simpang Mukakuning ke arah Batamcenter itu berlubang dan berkerikil. Tak jarang, pengendara harus melambatkan laju kendaraan mereka meski traffic light sudah hijau.

“Jalannya berkerikil dan berlubang. Meski sudah hijau, saya sendiri memilih melaju pelan, takut jatuh,” ujar Kiki warga Tembesi yang tiap hari melalui jalur tersebut karena bekerja di kawasan Indusri Batamcenter, kemarin.

Ia menduga, kerikil-kerikil jalanan itu muncul akibat terbawa arus air hujan. Apalagi setiap hujan turun, jalanan tersebut selalu tergena air hujan.

“Beberapa bulan lalu lubang jalannya tak terlalu besar, sekarang sudah semakin besar. Begitu juga dengan pasirnya bertambah banyak,” jelasnya.

Hal senada juga dirasakan Yulian warga Batuaji. Yulian mengaku selalu was-was ketika melaju di jalur tersebut. Apalagi jika hujan gerimis yang menyebabkan jalanan jadi licin dan beberapa pengendara pernah jatuh.

“Saya pernah juga pernah jadi korban, untungnya tak ada kendaraan di belakang. Saya hanya luka ditangan, tapi stang motor saya bengkok,” jelasnya.

Jalan berlubang juga terlihat di ruas jalan Taman Kolam yang ada di Belakang Gedung Graha Pena Batam Center. Terdapat belasan titik lubang, mulai yang kecil hingga besar. Jalanan berlubang juga menyebabkan kerikil berserakan.

“Kadang kalau sudah hujan, lubang itu tertutup. Kita yang lewat pun tak sadar dan akhirnya kendaraan masuk lubang,” terang Agus.

Sementara di perempatan Bengkong Indah juga terlihat lubang cukup besar. Lubang itu dirasa sangat menganggu pengendara karena jalur tersebut padat. Pengendara pun harus hati-hati jika tak ingin kendaraan mereka masuk lubang. (she)

Pembunuh Deli Cinta Menangis

0
Dedi Pebrianto, 28, saat di Mapolsek Batuaji usai diperiksa, Rabu (27/12). Dedi Pebrianto adalah pelaku tunggal pembunuh Deli Cinta. Saat ini polisi memburu hp Dedi Pebrianto yang dijual ke temannya di Legenda dengan RP 650. Dari HP tersebut nantinya polisi bisa mendapatkan alat bukti baru saat mereka berkomunikasi. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Dedi Febrianto, mengaku sangat menyesal telah menghabisi nyawa Deli Cinta Sihombing warga perumahan Central Raya, kelurahan Tanjunguncang, Batuaji, Kamis (21/12) lalu.

Pria 28 tahun itu mengaku pasrah dan siap menjalani hukuman yang akan diterimanya.

Ini disampaikan Dedi saat dia dibezuk oleh ibu dan teman wanitanya di sel tahanan Mapolsek Batuaji, Selasa (16/1). Saat didatangi dua wanita itu Dedi sempat menitikan air mata.

“Saya menyesal Bu. Saya sudah salah. Saya siap jalani hukuman ini. Ibu yang kuat ya,” ujarnya seraya memeluk ibunya.

Begitu juga kepada kekasih yang datang bersama ibunya, Dedi juga memohon maaf telah menghianatinya.

“Nggak tahu lagi mau ngomong apa saya. Beginilah keadaan saya,” tutur Dedi kepada teman wanitanya itu.

Cukup lama ketiganya bertemu dan mereka sama-sama menangis. Sebelum mengakhiri pertemuan singkat itu ibu Dedi dan kekasihnya berpesan agar Dedi kuat dan tabah menjalani hukuman yang akan diterimanya.

Saat ditanya terkait pendampingan kuasa hukum kepada Dedi, kedua wanita yang tak mau menyebutkan nama mereka itu, mengaku tidak ada. Mereka pasrah sepenuhnya kepada pihak kepolisian yang menangani perkara pembunuhan itu.

“Nggak ada,” ujar ibu Dedi.

Kepada wartawan Dedi menyampaikan hal sama. Dia mengaku menyesal telah membunuh Deli. Dia siap menerima hukuman yang akan diberikan kepadanya. Dia juga memintah maaf kepada suami dan keluarga Deli atas perbuatan kejinya itu.

“Saya sudah minta maaf ke keluarganya. Saya sudah bertemu dengan suaminya (Alfius Agustinus) dan saya sudah sampaikan itu meskipun saya sempat ditampar,” ujar Dedi.

Terkait proses hukum terhadap Dedi, Kanit Reskrim Polsek Batuaji Ipda Yanto menuturkan, berkas perkara kasus pembunuhan Deli Cinta Sihombing itu kini sudah hampir rampung. Dalam waktu dekat ini mereka akan menggelar rekontruksi ulang kasus pembunuhan dengan tersangka tunggal Dedi itu.

“Biar secepatnya dilimpahkan ke Kejaksaan,” ujar Yanto.

Terkait motif pembunuhan, sampai saat ini polisi masih menyimpulkan seperti yang disampaikan pelaku bahwa dia membunuh korban karena imbalannya sebagai gigolo tak dibayar penuh oleh korban.

“Masih sama seperti kemarin. Karena hasil penyelidikan alat bukti (ponsel korban dan pelaku) belum menunjukan adanya motif lain,” tutur Yanto.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Deli Cinta Sihombing, 28 ditemukan tewas dengan posisi setenga telanjang di kamar tidur di rumahnya di perumahan Centra Raya, RT04/RW08, kelurahan Tanjunguncang, Batuaji, Kamis (21/12). Tangan dan kaki ibu muda itu juga diikat tali gorden. Disampingnya juga terkurung Dw, putera pertamanya yang masih berusia tiga tahun. Dw selamat namun saat dijumpai warga kondisinya sudah lemas. Diduga dia sudah seharian dia terkurung bersama jenazah sang ibu di dalam kamar rumah tersebut.

Polsek Batuaji yang menanangi kasus kematian Deli itu akhirnya menetapkan dan membekuk Dedi Febrianto sebagai pelaku tunggal. Kepada polisi Dedi yang sehari-hari bekerja sebagai bar tender itu mengaku nekad membunuh Deli karena upahnya sebagai gigolo tak dibayar penuh oleh korban. (eja)

Kerukunan Keluarga Masyarakat Bugis Bone di Kepri Nonton Bareng Film Maipa Deapati dan Datu Museng

0

batampos.co.id – Nonton Bareng (Nobar) gratis film Maipa Deapati dan Datu Museng yang Dewan Pengurus Provinsi (DPP) Kerukukan Keluarga Masyarakat Bugis Bone (KKMB) Kepri di XXI Mega Mall Batam Centre, Senin (15/1) malam berjalan sukses dan semarak.

Sedikitnya tak kurang dari 250 pasang mata asal Bugis Makassar menyaksikan film Indonesia bergenre aksi drama kolosal yang mengangkat kisah cinta dalam sejarah kerajaan di Makassar, Sulawesi Selatan itu. Bahkan sebagian ada yang hanya sekadar berdiri dan duduk di tangga teater karena sudah tidak bisa tertampung di seat yang disediakan. Namun demikian, warga tetap antusias, dan tak bergeser dari tempatnya hingga acara nonton bareng batul-betul sudah selesai.

Selain itu, juga ada perwakilan dari komunitas Sulawesi Selatan di Kota Batam yang ikut menyaksikan nobar ini. Seperti,Ikatan Anak Bugis Rantau Batam (IKABRB), Kerukunan Keluarga Turatea (KKT) Kabupaten Jeneponto, Luwu Raya, Pinrang, Enrekang, dan Kerukukan Keluarga Masyarakat Bugis Bone (KKMB), Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), serta komunitas lainnya.

Ketua Ketua DPP KKMB Prov Kepri Sirajudin Nur mengaku sangat senang melihat antusias warga Bugis dan Makassar yang ada di Kota Batam menyaksikan film tersebut. “Kita berharap, kedepannya juga akan hadir film legenda yang mengisahkan tentang Lima Putra Bugis yakni Opu Daeng Parani, Opu Daeng Marewa, Opu Daeng Manambung, Opu Daeng Cellak, dan Opu Daeng Kamase saat menginjakkan kaki di zaman kerajaan Riau Lingga,” ungkap anggota DPRD Provinsi Kepri asal PKB ini.

Film yang digarap Syahrir Arsyad Dini atau dikenal sebagai Rere Art2tonic juga terasa nuansa sejarahnya. Film kolosal Maipa Deapati Datu Museng karya Paramedia Indonesia sendiri tayang perdana di seluruh bioskop tanah air sejak Kamis, 11 Januari 2018 lalu.

Sebelum Nobar digelar, juga akan diawali Jumpa Fans bersama Pameran Utama Wanita (Fildzah Burhan), sutrada Syahrir Arsyad Dini di Atrium Barat Mega Mall, Senin (15/1) pukul 14.45 hingga pukul 16.00. Setelah jumpa fans dilanjutkan dengan Nobar pukul 16.15 hingga pukul 18.30.

Pria yang biasa dipanggil Bang Siraj mengatakan, kegiatan juga dimaksudkan untuk mempererat tali silaturahim antar masyarakat Bugis Makasar yg ada di Kepulauan Riau dan Batam khususnya.

Selain itu, juga untuk memperkenalkan budaya Indonesia khususnya budaya Bugis Makassar dan Sulawesi Selatan pada umumnya kepada masyarakat.

“Ini juga dimaksudkan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap budaya tradisional Indonesia yang penuh dengan nilai sejarah. Mari kita cinta warisan budaya negeri ini,” ajaknya.

Ia juga berterima kasih kepada pihak-pihak yang ikut membantu suksesnya kegiatan nobar ini, khususnya Majelisna Ugie Kota Batam dan Ikatan Anak Bugis Rantau Batam (IABRB), tim Kepri Berkompang. Begitu juga dari KKSS Kota Batam yang juga ikut membantu suksesnya kegiatan. (jaq)

Polisi Telusuri Jejak Pembuang Bayi di Parit

0
Anggota Polsek Batuampar berpakaian preman mengevakuasi mayat bayi yang ditemukan di parit samping Dana Graha Nagoya, Senin (15/1). Orok bayi yang tak berdosa ini dibawa pihak kepolisian ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri untuk dilakukan proses penyelidikan lebih lanjut. F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Jajaran Polsek Batuampar belum menemukan petunjuk jelas untuk mengidentifikasi pelaku pembuangan bayi laki-laki yang ditemukan telah meninggal dunia di selokan samping gedung Dana Graha, Senin (15/1) lalu. Bukti-bukti masih ditelusuri dan sejumlah saksi masih dimintai keterangan.

Kanit Reskrim Polsek Batuampar Ipda Bonar Hutapea mengatakan, sejumlah saksi yang dimintai keterangan di antaranya saksi yang menemukan peratama kali dan satpam yang bertugas di Dana Graha. Bukti yang masih ditelusuri antara lain rekaman kamera pemantau (CCTv) di sekitar lokasi penemuan bayi tersebut.

“Kita belum bisa pastikan apakah bayi itu dibuang di lokasi itu atau dibuang dari atas kemudian terbawa arus sampai di TKP (Tempat Kejadian Perkara). Untuk petunjuk di lokasi penemuan juga minim petunjuk,” ujarnya, Selasa (16/1) siang.

Dijelaskan Bonar, berdasarkan hasil penyelidikan awal, dugaan sementara jasad bayi itu merupakan hasil hubungan gelap dan sengaja dibuang oleh orangtuanya. Selain itu, bayi itu juga diduga bukan bayi hasil aborsi atau bayi prematur yang kemudian dibuang oleh orang tuanya. Sebab, anggota tubuh bayi itu sudah terbentuk dan tali pusarnya masih menempel di perutnya.

“Kita terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini. Kita intensifkan pemeriksaan saksi dan pencarian informasi terkait lainnya,” jelasnya.

Dalam berita sebelumnya, jasad bayi laki-laki ini ditemukan pertama kali oleh Nasrul, 37. Saat itu ia sedang duduk istirahat di tepian parit di samping Gedung Dana Graha, Nagoya, Senin (15/1/2018) sekitar pukul 11.25 WIB. Saat bersantai sambil melepas lelah, Nasrul melihat sesosok bayi dalam kondisi terpung.

Untuk memastikan bahwa yang dilihatnya itu memang mayat bayi, Nasrul mencoba melihat lebih dekat lagi. Setelah didekati, ternyata yang ia lihat itu memang merupakan sesosok mayat bayi berjenis kelamin laki-laki dalam keadaan tertelungkup. Selanjutnya, Nasrul langsung memberitahu satpam Dana Graha dan memberitahu pihak kepolisian.

Usai mendapat laporan dari Nasrul, selanjutnya pihak kepolisian langsung mengevakuasi bayi itu dan dibawa ke Rumah Sakit untuk dilakukan identifikasi dan mencari siapa orang tua bayi tersebut. Hingga Selasa (16/1) kemarin, jasad bayi laki-laki itu masih berada di ruang jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri. (gie)

Mencari Ibu Biologis Bayi Rosinta

0

batampos.co.id – Penemuan bayi perempuan di Ruli Pemda, Kelurahan Buliang, Batuaji, masih menjadi teka-teki. Polsek Batuaji belum bisa mengungkapkan siapa pelaku pembuangan bayi yang terjadi pada Senin (15/1) lalu.

Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Ipda Yanto mengatakan, saat ini pihaknya masih menyelidiki kasus pembuangan bayi yang baru berusia lima hari itu.

“Masih diselidiki. Saksi sudah diperiksa dan belum ada yang dicurigai,” ujar Yanto kepada Batam Pos, Selasa (16/1).

Dia mengaku memiliki kendala hingga kasus pembuangan bayi itu belum terungkap. Yakni, saat buang bayi ini, tidak ada saksi mata di sekitar lokasi. Di lokasi juga tidak ada CCTV.

“Kejadiannya jam 4 pagi. Orang pada tidur, makanya minim petunjuk,” katanya.

Meski demikian, pihaknya akan berupaya mendalami lokasi pembuangan bayi. Misalnya, bertanya kepada warga tentang adanya perempuan yang hamil akhir-akhir ini. Demikian juga dengan pasangan suami-istri yang pertama kali menemukan bayi tersebut.

“Siapa tahu keluarga pasangan ini ada yang hamil. Sebab, pelaku buang bayi itu memilih rumah dia,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) khusus Kepri. Hal itu guna menemukan klinik tempat bayi tersebut lahir. Sebab, menurutnya, bayi yang ditemukan di teras rumah Robinson Sinaga dan Rauli Ritonga itu, tali pusarnya sudah rapi dan menggunakan penjepit yang biasa digunakan oleh bidan pada umumnya.

“Sekarang kami sedang mengembangkan dimana kliniknya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa ungkap siapa ibu biologis dari anak tersebut,” tuturnya.

Seperti diberitakan penemuan bayi terjadi di ruli Pemda II RT02/RW26, pada pukul 04.30 WIB. Bayi mungil tersebut ditemukan dalam kondisi sehat dengan balutan kain handuk putih. Ditangan bayi mungil itu juga terselip sepucuk surat yang diduga sengaja diletakan oleh pelaku pembuang bayi mungil itu. Surat itu menjelaskan alasan pelaku membuang bayi tersebut. Pelaku yang diduga adalah ibu dari bayi itu agar bayinya dirawat oleh sang pemilik rumah sebab setahun kemudian dia akan kembali mengambil bayi mungil itu. (une)

32 Tim Ikuti HSBL 2018

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pendaftaran peserta Batam Pos Honda Student Basketball League (HSBL) 2018 telah resmi ditutup Senin (15/1) kemarin. Sebanyak 20 tim putra dan 12 tim putri bakal menyemarakkan ajang kompetisi bola basket antar pelajar SMA/SMK se-Kepri ini.

“Sebelumnya, kami hanya membatasi kuota 8 tim putri untuk peserta HSBL 2018, namun karena antusias yang sangat luar biasa, kuota peserta kami tambahkan menjadi 12 tim putri,” ujar Sales Manager Honda Capella, Harry Sutiono kepada Batam Pos, Selasa (16/1).

20 tim putra tersebut yakni sang juara bertahan SMA Maitreya, runner up 2017 SMA Ananda, SMA Bodhi Darma, SMA Djuwita, SMK Maitreya, SMA Yos Sudarso, SMKN 1 Batam, SMKN 5 Batam, SMAN 17 Batam, SMK BBS, SMKN 2 Batam, SMAN 3 Batam, SMKN 4 Batam, SMA Maha Bodhi Tanjung Balai Karimun, SMK Kartini, SMA Mondial, SMA Harapan Utama, SMK Permata Harapan, SMAN 4 Batam dan SMK Harmoni.

Sementara itu 12 tim putri yang menjadi peserta HSBL 2018 yaitu SMA Bodhi Darma, SMA Yos Sudarso, SMKN 5 Batam, SMAN 17 Batam, SMKN 2 Batam, SMA Maha Bodhi, SMA Maitreya, SMA Harapan Utama, SMK Kartini, SMA Mondial, SMK Permata Harapan dan SMA Ananda.

Harry mengatakan, Teknikal Meeting (TM) HSBL 2018 akan dilaksanakan tanggal 20 Januari 2018 di Dealer Capella Honda, Kompleks Mahkota Raya Batamkota.

“Semua tim peserta wajib hadir untuk mengundi pembagian grup,” katanya.

Babak penyisihan sendiri akan dilangsungkan pada 26-31 Januari di Sekolah Yos Sudarso Batam. Sedangkan babak semifinal hingga final bakal digelar 2-4 Februari di Hi Test Arena Batam.

Tak hanya itu, HSBL 2018 juga bakal dimeriahkan lomba modern dance dan test ride berhadiah sekaligus sosialisasi safety riding serta memperkenalkan produk-produk terbaru motor Honda. (oza)

Kapal TNI AL Tabrak Speedboat Penyelundup Sabu di Perairan Batam

0

batampos.co.id – Kapal milik pangkalan TNI Angkatan Laut (lanal) Batam menabrak speedboat penyelundup sabu dari Sei Renggit, Malaysia, Selasa (16/1) dini hari. Sehabis menabrak speedboat itu, anggota Lanal melakukan pengecekan.

“Sudah tidak ada ditemukan orang lagi. Kami mengira saat kejar-kejaran itu mereka terjun ke laut,” Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Batam Kolonel Laut (E) Iwan Setiawan, Selasa (16/1).

Dari penuturan Iwan,kronologis kejadian ini bermula dari informasi intelijen yang didapat oleh pihak TNI AL. Informasi itu menyebutkan akan ada pengantaran narkoba jenis sabu dan ekstasi dari Malaysia ke Batam. Berdasarkan informasi ini, Lanal Batam meningkatkan patroli.

“Dalam seminggu belakangan, kapal kami terus patroli di sekitar perairan Nongsa,” ucapnya.

Sehari sebelum aksi kejar-kejaran ini. Iwan menyebutkan intelijen TNI AL menginfokan dalam waktu dekat pengiriman narkoba akan dilakukan.

“Anggota kami siagakan,” ujarnya.

Ternyata info itu benar. Selasa (16/1) Kapal Lanal Batam melihat speedboat yang melaju tidak cukup kencang. Tapi ada bagian speedboat itu yang membuat pihak TNI AL curiga.

“Haluannya berbentuk tak biasa. Dan speedboat di sini tak ada bentuknya seperti itu, sedikit memanjang. Anggota langsung tahu itu buatan Malaysia,” tuturnya.

Iwan mengatakan anggotanya meminta speedboat itu berhenti. Tapi peringatan dari anggota Lanal Batam, tidak digubris oleh dua orang yang berada di speedboat itu.

“Malah kabur, kami kejar. Aksi kejar-kejaran berakhir, dengan tabrak bagian buritan kapalnya. Mesinnya pecah, kapal berhenti, tapi orangnya sudah tidak ada,” ungkapnya.

Tidak hanya dua orang yang memiliki ciri berperawakan seperti keturunan India. Narkoba yang dibawa oleh dua orang ini juga ikut hilang. Pihak Lanal melakukan penelusuran di sekitar lokasi.

“Tapi pagi harinya kami mendapatkan informasi. Satpam Palm Spring menemukan steroform yang sama dengan di speedboat kami amankan itu. Kami cek ternyata isinya narkoba,” ucapnya.

Sebelum narkoba ini ditemukan di Palm Spring Hole 9, Iwan mengatakan masyarakat sekitar sana melihat dua laki-laki memiliki perawakan seperti orang keturunan India.

“Orang ini tidak main golf, juga tidak menginap di Palm Spring. Kecurigaan kami, dua orang inilah yang kami cari dini hari tadi,” ujarnya.

Karena narkoba yang ditemukan sudah berada di darat. Iwan mengatakan temuan satpam Palm Spring ini diserahkan ke Polresta Barelang.

“Saya koordinasikan dengan teman angkatan satu letting saya di Polresta, Kapolresta Barelang, Pak Hengki,” tuturnya.

Iwan mengatakan pihaknya telah mengirimkan dua anggotanya, yang ikut dalam aksi kejar-kejaran itu. Terkait jumlah pastinya narkoba itu, Iwan mengatakan kurang mengetahuinya. Karena sudah berada di tangan pihak kepolisian.

“Tapi dari info awal masuk ke kami, ada sekitar 3-5 kg sabu,” ucapnya.

Dari informasi diterima Iwan. Bandar sabu asal Malaysia, mulai mengurangi ketergantungan menggunakan kurir asal Indonesia.

“Mereka ini sudah mulai beralih memberdayakan orang-orang mereka. Agar kesuksesan tingkat pengiriman barang haram ini semakin besar,” ucapnya.

Tidak ingin kecologan. Iwan mengatakan pihaknya akan lebih meningkatkan patroli di perairan Batam. Selain itu informasi intelijen akan lebih ditingkatkan juga.

“Kami bergerak, berawal dari informasi agen di lapangan. Kamis udah punya satgas narkoba, yang konsen memberantas penyelundupan narkoba,” pungkasnya. (ska)