Kamis, 23 April 2026
Beranda blog Halaman 12577

Disduk Siap Cetak 10 Ribu Tumpukan KTP Elektronik

0
ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Batam kembali mendapatkan tambahan 10 ribu keping blanko Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el).

“Kemarin kami sudah terima tambahan, minggun ini akan mulai cetak,” kata Kepala Disdukcapil Batam, Said Khaidar, Senin (22/1).

Ia menjelaskan saat ini jumlah tumpukan berkas siap cetak mencapai 60 ribu pengajuan yang tersebar di 12 kecamatan.

“Besok kami mulai kumpulkan camat untuk mengajukan berkas yang akan dicetak,” ujar mantan kepala bagian tata pemerintahan kota Batam ini.

Said menambahkan sebanyak 10 ribu keping blanko ini akan mulai dicetak minggun ini dan langsung dikirim ke masing-masing kecamatan untuk diinformasikan kepada warga.

“KTP yang sudah jadi akan diberitahukan melalui pesan singkat. Mohon warga untuk mengambil,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Sekupang Muhammad Arman mengatakan kebutuhan blanko KTP el di Sekupang mencapai tujuh ribu keping. Adanya penambahan ini diharapkan bisa mengurangi tumpukan yang ada saat ini.

“Yang penting ada, berapapun banyaknya semoga bisa mengurangi pengajuan yang masih menumpuk,” terangnya.

Sepanjang tahun 2017 hingga saat ini jumlah pengajuan siap cetak mencapai 12 ribu, dan lima ribu diantaranya sudah selesai. “Sisanya ini yang tengah diupayakan,” sebutnya. (yui)

PTT dan THL Ikut Ujian Kompetensi

0

batampos.co.id – Pada tahun ini Pemkab kembali melakukan uji kompetensi dan pemetaan terhadap seluruh Pekerja Tidak Tetap (PTT) dan Tenaga Harian Lepas (THL) di seluruh OPD yang dilakukan oleh tim yang berisikan petugas Badan Kepagawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP).

“Kami hanya melakukan tugas untuk memetakan seluruh PTT dan THL ke depan apakah mereka masih punya kompetensi melaksanakan tugas mereka masing-masing sesuai dengan tugas dari atasan mereka,” ujar Kabid Status Kepegawaian dan Pensiun BKPP, Kabupaten Lingga Sopian, ketika ditemui di Dinas Ketenaga Kerjaan, Dabo Singkep, Senin (22/1) saat melakukan pengujian terhadap PTT dan THL.

Sopian menambahkan, pemetaan atau pengujian kompetensi PTT dan THL ini telah berjalan selama lima hari, di mulai dari OPD yang ada di Daik Lingga. Di sana, sambung Sopian, tim yang turun telah melakukan uji kopentensi terhadap 90 persen lebih PTT dan THL.

Sopian juga memastikan untuk seluruh OPD yang berada di Singep, tiga tim penguji telah diterjunkan.

“Setiap tim berisikan empat orang, tim kami telah melakukan pengujian di Bapenda, sekarang ini Dinas Tenaga Kerja. Selanjutnya kami akan melakukan pengetesan di Kelurahan Sungai Lumpur dan Kelurahan Dabo,” kata Sopian.

Lebih lanjut Sopian mengatakan, kegiatan ini lebih menekankan kepada efisiensi terhadap penggunaan PTT dan THL di tubuh Pemerintahan Kabupaten Lingga. Sehingga pengujian ini bertujuan memetakan tenaga PTT dan THL agar lebih bermanfaat pada tahun ini.

Namun, tim yang turun bersifat hanya memastikan nilai yang telah diajukan setiap OPD kepada mereka. Apakah nilai terhadap PTT dan THL yang telah diserahkan kepada BKPP sesuai dengan kenyataan yang ada.

“Kami sudah menerima laporan terhadap PTT dan THL yang ada dari setiap OPD. Saat ini kami memastikan nilai tersebut sesuai atau tidak,” kata Sopian.

Sebelumnya, sejumlah PTT dan THL di Kabupaten Lingga telah banyak yang mengundurkan diri. Saat ini jumlah PTT dan THL di Kabupaten Tanah Bunda Melayu mencapai angka seribu lebih. (wsa)

Pemerintah Diminta Atasi Nelayan dari Luar

0

batampos.co.id – Nelayan asing yang melakukan pencurian ikan di perairan Anambas sudah berkurang setelah banyak yang sudah ditangkap dan diledakkan. Namun kini justru muncul masalah baru. Setelah nelayan asing berkurang, nelayan asal daerah lain banyak masuk ke perairan Anambas dan mengeruk kekayaan ikan di perairan Anambas.

Yang membuat nelayan sangat marah, nelayan dari luar daerah tersebut mencari ikan dengan peralatan yang canggih sehingga hasil tangkapan mereka jauh lebih banyak. Namun sayangnya tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku yakni diatas 12 mill. Mereka justru mencari ikan dibawah 12 mill bahkan hingga 0 mill dan masuk ke wilayah tangkap nelayan lokal.

Akibatnya, nelayan lokal mengeluh lantaran hasil tangkapan mereka jauh menurun. Oleh karena itu mereka menggelar unjuk rasa di pasar ikan Siantan pada hari ini Senin (22/1). Mereka meminta kepada pemerintah daerah untuk melakukan aksi nyata untuk agar nelayan dari luar daerah tersebut kembali menangkap ikan sesuai dengan aturan yang berlaku dan menindak tegas kepada kapal luar daerah yang sudah melanggar aturan tersebut.

“Tak masalah jika nelayan luar daerah mencari ikan di Anambas asal sesuai aturan yakni diatas 12 mill. Tapi mereka beroperasi diwilayah dinelayan tangkap tradisional ini tidak bisa. Selama ini eksekusi dari pemerintah juga belum ada,” ungkap salah satu orator Dedy Sahputra dalam unjuk rasa kemarin.

Pihaknya meminta agar ada pos gabungan yang terdiri dari TNI, Polri dan satpol pp agar bisa mengawasi mereka. Menurutnya saat ini sudah darurat. Bukan hanya nelayan luar daerah saja tapi pengeboman ikan juga terjadi di perairan Anambas. “Ini bukan hanya membunuh anak ikan tapi juga akan merusak ekosistem laut, karena karang untuk persembunyian ikan ikut rusak,” ungkapnya lagi.

Sementara itu ada nelayan lain yang tak menyebutkan namanya mengatakan, masalah ini sudah darurat dan harus dicarikan solusinya. “Jika tidak ada solusi, maka nelayan sendiri yang akan bertindak. Kami akan tangkap dan kami bakar,” ungkap nelayan berperawakan tinggi dengan mengenakan kaos Orange.

Menanggapi hal ini, Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas Abdul Haris, mengatakan, perlu di ketahui jika saat ini kewenangan daerah sudah tidak ada lagi dalam pengawasan wilayah kelautan karena sudah diambil oleh pemerintah provinsi. Namun demikian pemerintah daerah juga tidak tinggal diam. Pemerintah Daerah tetap akan berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk mengatasi masalah ini.

“Memang kewenangan ada di Provinsi, tapi apakah kami tinggal diam, tidak. Kami tetap koordinasi dengan provinsi, mudah-mudahan kedepan tak ada lagi pukat dari luar yang mencari ikan dibawah 12 mill,” ungkapnya ditengah masyarakat nelayan kemarin.

Pihaknya sudah meminta kepada pemerintah Provinsi untuk membentuk cabang Dinas kelautan dan perikanan di Anambas supaya bisa melakukan pengawasan. Karena kewenangan Itu punya provinsi, maka pihaknya harus koordinasi dan hati-hati dalam menentukan kebijakan. “Kalau kami salah bisa diperiksa bahkan dipengaruhi,” ungkapnya lagi.

Lanjutnya, dalam waktu dua atau tiga hari ini mudah-mudahan ada kapal pengawas yang dikirim ke Anambas supaya masyarakat cepat sampaikan info kepada mereka jika melihat pelanggaran dilaut. “Kita berjuang supaya pukat mayang sesuai aturan dalam menangkap ikan,” ungkapnya.

Haris, mengimbau agar dalam menyampaikan aspirasi seperti ini tetap dalam kepala dingin supaya tidak terjadi hal anarkis. “Jangan anarkis karena bisa menimbulkan masalah baru itu harus dipertimbangkan,” ungkap Haris. (sya)

BP Kawasan Karimun, Tunggu Peralihan Lahan

0
Akses menuju Pelabuhan Malarko segera di aspal oleh BP Kawasan Karimun. F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Badan Pengusahaan Kawasan Karimun Perdagangan Bebas dan Pelabuhan bebas Karimun (BP Kawasan Karimun), akan melakukan pengaspalan jalan pelabuhan Malarko dengan biaya mencapai Rp20 Miliar dari APBN 2018. Yang diperkirakan panjang 800 meter dengan lebar 40 meter.

”Kemarin, kita sudah rapat dengan Pemkab Karimun membahas jalan pelabuhan Malarko. Dimana, Pemkab Karimun harus menyerahkan lahan tersebut ke BP Kawasan Karimun menjadi aset. Baru dilakukan pengaspalan jalan,” jelas Ketua BP Kawasan Karimun H Cendra, kemarin (22/1).

Sebab, kondisi lahan tersebut berada ditepi pantai. Sehingga, biaya Rp20 Miliar tersebut sudah masuk dalam pengerasan jalan maupun penambahan penimbunan. Yang nantinya, jalan tersebut menjadi jalan utama untuk akses menuju pelabuhan Malarko dengan dua jalur. Dengan demikian, nanti Pemkab Karimun apabila akan melakukan penambahan jalan untuk akses ketempat lain bisa menjadi acuan jalan utama yang sudah terbangun.

”Yang jelas kita (BP Kawasan Karimun), terus meningkatkan prasaranan infrastruktur jalan didaerah FTZ. Termasuk pelabuhan Malarko”, tegasnya.

Dengan demikian, khusus untuk wilayah FTZ akses jalan darat terus dibangun dan diaspal. Dimana, pada tahun 2018 ini pihaknya mendapatkan anggaran dari Pusat mencapai Rp103 Miliar dalam bentuk pembangunan fisik. Termasuk jalan pelabuhan Malarko, selain itu jalan selatan ke Roro dilanjutkan pengaspalan dan dari Oiltanking ke PT Saipem Indonesia Karimun Branch (SIKB) juga.

Alhamdulillah, setiap tahunnya BP Kawasan Karimun mendapatkan bantuan dari pusat terus meningkat sampai 100 persen,” kata Cendra.(tri)

Ardiansyah Ditetapkan Tersangka dan Ditahan

0
Lulik Febyantara. F. Sandi/Batam Pos.

batampos.co.id – Penyidik tindak pidana korupsi di Sat Reskrim Polres Karimun terus melakukan pemeriksaan terkait dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di Dinas Sosial (Dinsos) periode 2014-2016 yang menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 3 miliar lebih. Setelah sebelumnya pada akhir tahun lalu menetapkan mantan Kepala Dinsos, berinisial IG (Indra Gunawan, red) sebagai tersangka pada akhir pekan lalu penyidik kembali menetapkan satu tersangka lagi.

”Memang benar, kita sudah menetapkan satu orang lagi sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi di Dinsos. Satu orang yang kita tetapkan sebagai tersangka adalah mantan bendahara di OPD tersebut periode 2014-2016 berinisial Ar (Ardiansyah, red). Penetapan tersangka ini pada pekan lalu dan kemudian langsung dilakukan penahanan untuk 20 hari,” ujar Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara kepada Batam Pos, Senin (22/1).

Sebelum ditahan, kata Lulik terlebih dulu tersangka Ar dipanggil untuk datang menghadap penyidik Tipidkor Sat Reskrim Polres Karimun untuk menjalani pemeriksaan. Setelah selesai menjalani pemeriksaan langsung kita tetapkan sebagai tersangka dan kemudian dilakukan penahanan. Alasan melakukan penahanan disebabkan penyidik mendapatkan informasi bahwa tersangk akan kabur atau melarikan diri meninggalkan Indonesia.

”Karena kita dapat informasi bahwa tersangka akan meninggalkan Indonesia lagi seperti beberpa bulan lalu. Sehingga, kita panggil lagi untuk diperiksa. Setelah itu, langsung kita tetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan. Bahkan, ketika ditanya oleh penyidik Ar mengaku memang akan berangkat ke luar negeri pekan lalu. Untuk itu, kita mengambil langkah melakukan penahanan. Sehingga, proses penyidikan bisa segera diselesaikan,” jelasnya.

Seperti berita di koran ini beberapa waktu lalu, Ar mantan bendahara Dinsos Kabupaten Karimun periode 2014-2016 sempat menghilang beberapa bulan. Dan, diketahui yang bersangkutan bekerja di negara Cina. Hal ini diketahui ketika yang bersangkutan ketika itu pernah meminta izin kepada Sekretaris Dinsos, namun tidak diberikan izin. Karena, status Ar merupakan ASN. Meski tidak mendapatkan persetujuan, yang bersangkutan tetap berangkat ke Cina melalui Singapura. (san)

Motor Tanpa Plat Nomor Diamankan

0
 Jajaran Polsek Kundur gencar laksanakan kegiatan Cipta Kondisi antisipasi balapan liar, Minggu (21/1) malam. F. Imam Soekarno

batampos.co.id – Jajaran Polsek Kundur kembali mengamankan dua unit sepeda motor tanpa plat nomor, dan menggunakan knalpot racing saat razia Cipta Kondisi, Minggu (21/1) malam. Ditengarai, motor tersebut digunakan untuk aksi balapan liar.

“Saya prihatin masih saja ada warga yang mengendari sepeda motor tanpa dilengkapi plat nomor. Bahkan tidak ada kelengkapan surat kendaraan. Parahnya lagi sepeda motor menggunakan knalpot racing, dan pengendaranya masih pelajar,” ungkap Kapolsek Kundur Kompol Wisnu Edhi Sadono.

Dikatakan, kegiatan Cipta Kondisi rutin dilaksanakan setiap akhir pekan untuk mengantisipasi terjadinya balapan liar. Sasaran kegiatan, selain aksi balapan liar, juga disasar masalah senjata tajam (sajam), senjata api (senpi), dan narkoba.

“Selama kegiatan tidak ditemukan benda yang mencurigakan hanya ada beberapa remaja, pelajar dan pemuda tidak dapat menunjukan kelangkapan surat kendaraan,” tuturnya.

Wisnu juga mengatakan kegiatan Cipta Kondisi akan terus dilakukan setiap malam terlebih pada akhir pekan dengan cara memeriksa identitas serta kendaraan yang digunakan. Bagi remaja maupun pelajar yang kebetulan yang diamankan selanjutnya menghubungi orang tua dan menyerahkan kembali mereka yang diamankan.

“Kita harapkan peran aktif orang tua terhadap pergaulan anak saat di luar rumah agar terhindar dari pergaulan yang menjerumuskan anak mereka,” katanya. (ims)

Jaga Netralitas dan Sukseskan Pilwako

0
Pelantikan Penjabat Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza oleh Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Senin (22/1). F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun meminta kepada Penjabat Walikota yang baru dilantik agar menjalankan tugas pemerintahan dengan baik dan penuh amanah. Ada dua tugas utama yang diprioritaskan oleh penjabat Walikota Tanjungpinang. Yakni menjalankan pemerintahan dan menfasilitasi suksesnya penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah di Kota Tanjungpinang.

“Tugas utama penjabat Walikota sebagaimana tertuang dalam Keputusan Mendagri mesti menjadi prioritas. Saudara bertugas melanjutkan penyelenggaraan pemerintahan di Kota Tanjungpinang,” kata Nurdin saat melantik dan mengambil sumpah Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Kepri Drs.Raja Ariza, MM sebagai Penjabat Walikota Tanjungpinang di Gedung Daerah, Senin (22/01).

Sebelum dilantik dan diambil sumpah, Gubernur mengingatkan Raja Ariza bahwa sumpah dan janji yang akan diucapkan tersebut tidak hanya disaksikan para undangan yang hadir, diri sendiri tetapi juga disaksikan oleh Tuhan Yang Maha Esa dan akan diminta pertanggungjawaban di kemudian hari.

Setelah diambil sumpah, Nurdin bersama Raja Ariza kemudian menandatangani Pakta integritas sebagai Penjabat Walikota Tanjungpinang. Turut hadir pada acara ini Sekda Provinsi Kepri, FKPD Provinsi Kepri, OPD Provinsi Kepri, FKPD Kota Tanjungpinang, Sekda Kota Tanjungpinang, Mantan Walikota dan wakil Walikota Tanjungpinang 2013-2018 Lis-Syahrul, serta Noorlizah Nurdin dan Aisyah Sani.

Bersamaan dengan itu, Nurdin juga meminta Raja Ariza untuk bekerja keras membantu suksesnya penyelenggaraan pilwako. “Saya minta kepada Raja Ariza agar membantu dan memfasilitasi penyelenggaraan Pilwako Wali kota dan Wakil Wali kota agar aman, tertib dan damai serta tidak ada terjadi adu domba. Disamping itu agar juga menjaga netralitas ASN dalam kegiatan lima tahunan ini,” pinta Nurdin.

Kepada Lis-Syahrul Nurdin mengucapkan terimakasih atas pengabdiannya selama lima tahun membangun Kota Tanjungpinang. Banyak yang telah dilakukan pasangan ini sehingga Ibukota Provinsi ini menjadi lebih indah dan asri.

“Banyak pembangunan telah dilakukan oleh Adinda saya Lis-Syahrul meskipun ada beberapa program pembangunan yang belum terselesaikan namun saya berharap masyarakat perlu memahaminya karena pembangunan adalah proses yang tiada henti dan tidak dalam sekejap mata,” ujar Nurdin.

Pelantikan Raja Ariza ini dilakukan menyusul berakhirnya masa jabatan Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang Lis- Syahrul periode 2013-2018. Raja Ariza dilantik sebagai penjabat Walikota Tanjungpinang berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dengan Nomor 131.21-85 tanggal 19 Januari Tahun 2018. (bni)

Melahirkan Setelah 10 Hari Meninggal

0
ilustrasi

Percaya atau tidak, seorang wanita di Afrika Selatan yang melahirkan bayi setelah 10 hari dinyatakan meninggal dunia.

Mengutip situs berita Afsel, Dispatch Live, peristiwa ini terjadi terhadap jasad wanita bernama Nomveliso Nomasonto Mdoyi, 33, asal Desa Mthayisi dekat Mbizna. Mdoyi baru saja akan dimakamkan ketika pengurus jenazah menemukan mayat bayi di antara kaki jasad tersebut.

“Ketika kami akan memindahkan mayat Mdoyi ke peti mati, kami menemukan mayat bayi yang baru lahir di kedua kakinya,” ujar pemilik rumah pemakaman Lindokuhle Funeral, Fundile Makalana.

Menurut Makalana, selama 20 tahun dirinya berkecimpung di bisnis pemakaman, ia tak pernah mengalami kejadian seperti itu.

Ibunda Mdoyi, Mandzala,76, mengatakan putrinya meninggal dunia di kediamannya sendiri akibat sesak napas. Kepergian putrinya membuat Mandzala terpukul, ditambah kini ia harus melihat fakta bahwa Mdoyi meninggal dalam keadaan hamil dan bayinya meninggal dunia.

“Pertama, saya hancur oleh kematian putri saya dan sekarang saya mendapat kejutan dalam hidup saya dengan mengetahui bahwa dia telah melahirkan saat telah meninggal selama 10 hari. Apa itu? Tuhan tolong berikan petunjuk? ” ujar Mandzala.

Patrick Hutchinson, doktor asal London Timur mengatakan kepada Dispatch Live bahwa kelahiran bayi dalam keadaan ibu yang sudah meninggal dunia memang merupakan hal yang tidak biasa, tapi bisa dijelaskan secara ilmiah.

Penjelasan pertama, bayi tersebut keluar dari jasad ibunya akibat gas yang terbentuk dari dalam perut dan area pinggul jenazah. Gas tersebut kemudian memberikan tekanan yang kuat sehingga janin bisa terdorong keluar dari tubuh ibunya yang sudah meninggal dunia.

Penjelasan kedua, janin dapat keluar dari rahim ibunya yang telah meninggal diduga karena bakteri atau kontraksi dan relaksasi otot.

Dalam istilah medis, peristiwa semacam itu disebut ‘Coffin Birth’, yang jika diterjemahkan secara bebas bisa berarti ‘beranak dalam kubur’. Biasanya kondisi ini terjadi beberapa hari atau minggu setelah perempuan hamil meninggal dunia.

Kini jenazah Mdoyi dan bayinya dikuburkan bersama. Sedihnya, banyak penduduk desa yang beranggapan peristiwa tersebut adalah kasus sihir dan meminta untuk membakar kedua jenazah tersebut. (jpg)

RSUD M Sani, Hadirkan Instalasi Radiologi

0
Dokter spesialis Radiologi ketika melakukan pengecekan penyakit kepada pasien. F. Dok RSUD M Sani untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani terus, melakukan pembenahan dalam meningkatkan pelayanan medis bagi masyarakat yang berobat di rumah sakit milik kabupaten Karimun. Ada penambahan berbagai alat medis termasuk dokter spesialis. Dan di tahun 2018 ini, RSUD M Sani menambah peralatan medis di instalasi Radiologi untuk mendiagnosa penyakit pasien yang lebih akurat.

Alhamdulillah, kita sudah operasikan Radiologi. Ini bentuk keseriusan kita, dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” jelas Direktur RSUD M Sani dr Zulhadi, kemarin (22/1).

Dan ada dua spesialis Radiologi, untuk mengoperasikan alat tersebut. Sehingga, pasien dapat memastikan pendeteksi penyakit yang dideritanya secara akurat. Yang selanjutnya, akan dilakukan proses pengobatan oleh dokter spesialis sesuai dengan hasil Radiologi jenis penyakitnya.

”Kalau pelayanan terus kita lakukan peningkatan. Yang penting, ikuti prosedur saja bagi yang menggunakan kartu KIS, BPJS maupun SKTM. Kita tidak akan mempersulit bagi pasien yang ingin berobat,” pesannya.

Hingga saat ini, fasilita medis yang ada di RSUD M Sani sudah bertambah diantaranya, Multi Slide CT-Scan ( CT Scan dg 16 slide ), Rontgen dg sistim CR ( Computed Radiografi ) dimana hasil rontgen dpt diolah mjd gambar yg lbh baik dan disimpan di komputer. Kemudian, USG LOGIQ E-9 kelebihan alat USG ini menggunakan tekhnologi USG dengan type High End atau paling mutakhir yang baru ada di Kepri hanya RSUD M Sani.

Selain itu juga bisa dimanfaatkan untuk pemeriksaan organ dalam, untuk mengetahui tumor ( soft tissue ) atau benjolan. Mengetahui cirosis hepatis lebih dini dengan pemeriksaan fibro scan liver, yang bisa melihat langsung pembuluh darah lebih jelas. Dan pemeriksaan tumor payudara lebih dalam.

”Kita juga terus memberikan pelatihan terhadap perawat, sebagai bentuk peningkatan SDM dalam memberikan pelayanan kesehatan. Yang sudah terbentuk komite keperawatan untuk menstrandarisasi pelayanan kesehatan kepada pasien dengan moto cepat, ramah dan senyum,” paparnya.

Sementara salah seorang pasien Seha warga Sungai Ayam mengungkapkan, saat dirinya memeriksakan kandungan dengan menggunakan alat medis USG. Keakuratan waktu kelahiran tidak berbeda jauh yang diprediksi dari bidan.

”Diagnosanya cukup baguslah. Mudah-mudahan melahirkan lancar, hasil dari USG kondisi kandungan saya cukup bagus,” katanya.(tri)

BUP Siap Bangun Landing Craft Tongkang

0

batampos.co.id – Badan Urusan Kepelabuhanan (BUP) Karimun segera membangun pelabuhan landing craft tongkang. Tingginya permintaan dari perusahaan shipyard menjadi alasan utama BUP segera mewujudkan landing craft tongkang tersebut.

Bupati pun mengapresiasi serta mendungkung langkah BUP itu. Di mana site plan, dan rancangan anggaran biaya (RAB) pembangunan landing craf tongkang dalam tahap penyusunan.

“Pada semester tiga ini, kita dalam tahap mendesain. Karena kita inginkan pembangunan landing craft tongkang disesuaikan dengan financial BUP,” ungkap Dirut BUP, M Syahrizal, kemarin.

Begitu site plan, dan RAB diketahui, pembangunan landing craft tongkang sudah bisa dimulai. Dan lokasi yang dibangun berhampiran dengan pelabuhan kargo Parit Rempak.
Melihat potensi yang ada, Syahrizal memperkirakan, empat hingga tujuh tahun baru bisa dihitung keuntungan atau break event point (BEP). Dengan asumsi, landing craft tongkang dibangun full fasilitas, dan minimal 12 kali sandaran tongkang perbulan.

“Untuk pembangunan landing craft tongkang diperkirakan menghabiskan anggaran Rp3,5 hingga Rp5 miliar. Artinya, dibangun full fasilitas dengan konstruksi yang mapan. Sebab, pelabuhan yang digunakan nanti dilewati kapal berbobot mati 2000 dwt, atau bobot berat barang yang dibawa mencapai 10 ton,” ujar Ijal yang percaya landing craft tongkang akan memberikan kontribusi dalam bentuk pendapatan daerah. (enl)