Minggu, 26 April 2026
Beranda blog Halaman 12580

Obat Bantuan Pemprov hanya Bertahan Sebulan, Manajemen RSUD Batam Mencari Vendor Penyuplai Obat

0
Pegawai RSUD Embung Fatimah, Batuaji menyusun kotak kardus yang berisi obat bantuan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Rabu (24/1). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Obat bantuan dari Pemerintah Provinsi Kepri sebanyak 26 koli, Rabu (24/1) lalu, sudah mulai dinikmati oleh masyarakat yang berobat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji. Kesulitan masyarakat mendapat obat di rumah sakit bertipe B itu mulai teratasi meskipun belum semuanya.

Pantauan Batam Pos, Kamis (25/1), pelayanan medis di RSUD mulai berangsur membaik. Keluhan pasien atas kekosongan obat mulai berkurang. Obat generik untuk penyakit umum sudah bisa didapatkan pasien di apotek rumah sakit tersebut. Obat gangguan pernapasan atau asma misalkan sudah lengkap tersedia di sana. “Iya baru ada hari ini katanya. Empat-empat (jenis obat asma sesuai resep dokter) ada semua. Minggu lalu saya ke sini tak ada,” kata Evalia, pasien yang menderita penyakit Asma, kemarin.

Senada disampaikan, Erwin pasien lainnya. Obat tekanan darah tinggi yang dibutuhkanya juga sudah tersedia di rumah sakit tersebut.

Situasi tersebut berbeda dengan hari-hari sebelumnya yang mana, pasien umum ataupun BPJS yang berobat di rumah sakit berpelat merat itu cukup kesulitan mendapatkan obat-obatan di sana. Itu karena stok obat di rumah sakit tersebut banyak yang habis. Warga harus membeli obat-obatan di luar rumah sakit.

Sumber dari sejumlah petugas medis di RSUD, mengakui memang ketersedian obat-obatan di rumah sakit itu mulai normal. Meskipun belum semua jenis obat tersedia dengan baik namun bantuan dari Pemprov itu setidaknya bisa mencukupi kebutuhan pasien sampai sebulan kedepan. “Sebulan kedepan masih cukup ini. Tapi harus tetap ada penambahan. Kalau nggak ya habis obat ini kembali lagi persoalan itu (krisis obat-obatan),” ujar sumber petugas medis, kemarin.

Sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Tjetjep Tjetjep Yudiana yang datang bersama Gubernur Kepri Nurdin Basirun menyerahkan bantuan obatan ke manajemen RSUD, Rabu (24/1) lalu, mengakui jika 26 koli obat bantuan dari Pemprov itu hanya bertahan untuk sebulan ke depan. Untuk itu kepada pihak manajemen RSUD dan Pemko Batam, Tjetjep berharap agar tetap fokus mengurai persoalan yang terjadi di RSUD agar proses pengadaan obatan-obatan kedepannya tak terkendala lagi.

“Kita (Pemprov) masih tetap akan bantu jika masih begini, tapi pemko dan manajemen rumah sakit tetap harus bisa selesaikan persoalan ini secepatnya,” ujar Tjetjep.

Menanggapi itu, Direktur RSUD Embung Fatimah Batam Ani Dewiyana menuturkan, saat ini pihaknya masih terus berusaha keras untuk mengadakan kembali obat-obatan tersebut. Bahkan pihaknya juga sudah memasukan penawaran melalui e-Katalog ke sejumlah perusahaan farmasi yang ada di Kepri dengan harapa agar segera ada perusahaan atau vendor yang mau memasokan obat ke RSUD.

“e-Katalog kita sudah banyak diklik (dilihat) oleh beberapa perusahaan (penyalur obat-obatan), kami masih menunggu hasilnya. Secepatnya akan kami bereskan persoalan ini,” ujar Ani.

Upaya ini dilakukan kata Ani karena vendor-vendor yang menyuplai obat ke RSUD sebelumnya sudah tak lagi mau bekerja sama. Itu karena RSUSD sendiri masih memiliki utang ke vendor-vendor tersebut sekitar Rp 7,6 miliar.

“Ya tak apa-apa. Kita upayakan ( ke Vendor) yang lain. Persoalan mereka (vendor-vendor sebelumnya) tetap akan diselesaikan sesaui prosedur yang ada,” tutur Ani.

Terkait utang obat-obatan kepada Vendor- Vendor sebelumnya yang mencapai Rp 7,6 miliar diakui Ani merupakan persoalan dari manajemen yang lama. “Utang itu dari tahun 2015, tapi bagaimanapun tetap harus diselesaikan,” katanya. (eja)

Gaji Bulan Desember Belum Cair, Pegawai RSUD Batam Galau

0
Warga berjalan di taman RSUD Embung Fatimah, Batuaji. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kemelut yang terjadi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam kian meluas. Belum selesai dengan persoalan krisis obat-obatan serta peralatan medis, kini rumah sakit berpelat merah itu kembali dihadapkan dengan persoalan tunggakan gaji pegawai. Gaji pegawai bulan Desember lalu masih menunggak sampai saat ini.

Informasi yang didapat di lapangan, tunggakan gaji satu bulan itu dialami hampir seluruh pegawai dan karyawan di rumah sakit tersebut.

“Hampir semua. Baik honor ataupun PNS. Sampai sekarang gaji bulan Desember belum cair,” ujar Sn, seorang pegawai, kemarin.

Sampai Kamis (25/1), kemarin pegawai di sana belum mendapat kepastian kapan tunggakan gaji mereka itu keluar. Bahkan dengan adanya persoalan-persoalan yang mencuat belakangan ini, Pegawai di sana kembali kuatir jika gaji bulan Januari ini juga tak dibayar.

“Itu yang kami kuatirkan. Ini sudah mau akhir bulan, belum ada kepastian lagi. Takutnya bulan ini begitu juga (tak dibayar),” kaya Sn lagi.

Pegawai di sana berharap agar persoalan yang mereka hadapi segera ditanggapi pihak manajemen.

“Apapun persoalan jangan sampai hak kami diabaikan. Kami butuh makan, bayar sekolah anak dan lain sebagainya. Kalau sampai dua bulan tak gaji, gimana kami mau kerja mamksimal. Beras di rumah habis mana bisa mikir kerja lagi,” kata As, pegawai lainnya.

Direktur RSUD Embung Fatimah Batam Ani Dewiyana saat dikonfirmasi mengakui adanya tunggakan gaji pegawainya itu. Namun demikian Ani menuturkan tunggakan gaji itu tetap akan dibayar dalam waktu dekat ini. “Tetap akan dibayar. Uangnya ada cuman belum bisa dicairkan karena masih diaudit (BPKP). Nanti kalau sudah clear akan segera dibayar,” ujar Ani. (eja)

Akan Ada Mutasi Kepsek Batam Besar-besaran pada Pertengahan Tahun

0
ilustrasi. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Pendidikan Provinsi Kepri berencana mutasi besar-besaran kepala sekolah se Kepri pada pertengahan tahun nanti. Ada sekitar 40 kepala SMK, SMA dan sederajat yang akan dimutasikan.

Kadisdik Kepri Arifin Nasir mengatakan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan pengganti kepala sekolah yang akan dimutasikan itu.

“Ada 34 orang (calon kepsek) yang sudah lulus akademik dan bimbingan teknis. Mereka sudah siap dan memenuhi persyaratan jadi kepsek,” ujar Arifin saat meresmikan SMAN 19, di Sagulung, Rabu (25/1).

Wacana mutasi kepsek itu kata Arifin merupakan, upaya dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk terus mendongkrak mutu pendidikan di Kepri.

“Yang mau dimutasikan itu mereka (kepsek) yang sudah menjabat diatas delapan tahun. Bukan tak baik mereka tapi memang harus ada penyegaran biar semakin baik lagi,” ujar Arifin.

Untuk itu, kepada kepsek-kepsek yang sudah menjabat selama delapan tahun, Arifin berharap agar segera membenahi persoalan ataupun kekurangan-kekurangan yang dialami sekolah selama enam bulan kedepan ini.

“Tinggalkan kesan yang baik. Bagaimanapun tetap akan ada penilaian. Kalau yang baik akan dipromosikan jadi pengawas, tapi yang kurang bisa jadi guru biasa lagi. Makanya enam bulan kedepan harus dibenahi kekurang-kekurangan yang ada,” imbau Arifin.

Begitu juga dengan guru-guru muda lainnya, Arifin juga berharap agar jalani tugas dan fungsinya sebagai guru yang baik dan berdedikasi untuk mencerdaskan anak Bangsa. “Kalau ada prestasi tentu ada rewardnya. Bisa jadi diangkat jadi Kepsek,” tuturnya.

Wacana mutasi kepsek itu diakui Arifin merupakan wujud komitmen Pemprov untuk terus mendongkrak mutu pendidikan di Kepri. Selain membangun unit sekolah baru (USB) ataupun penambahan ruangan kelas baru (RKB), peningkatan sumber daya pengajar dan kepala sekolah juga perlu.

“Biar seimbang. Jangan gedung saja yang ditambah tapi SDM juga,” katanya.

Gubernur Kepri Nurdin Basirun mendukung wacana Kadisdik Kepri itu. Dia berharap agar kebijakan-kebijakan yang dijalankan Disdik Kepri mampu menunjukan hasil yang baik nantinya.

“Apapun itu kalau untuk kemajuan (pendidikan) kami dukung. Pendidikan adalah investasi yang besar bagi kemajuan bangsa. Ini harus diperjuangkan bersama,” ujar Nurdin. (eja)

Ribuan Pencaker Berebut 21 Lowongan

0
Ribuan pencakar memadati Kantor Disnaker Kota Batam di Sekupang, Kamis (25/1). PT MES Machinery Indonesia membuka lowongan melalui kantor Disnaker di Sekupang. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Ribuan pencari kerja berebut 21 lowongan pekerjaan yang disediakan PT MES Machinery Indonesia (MMI), sebuah perusahaan baru yang bergerak di bidang manufacturing yang berada di Tanjunguncang.

Tidak tanggung-tanggung perusahaan ini bahkan membuat persyaratan yang cukup tinggi, mereka yang diterima nanti harus memiliki pengalaman kerja minimal 15 tahun dimasing-masing bidang yang dibuka.

Kepala Bidang Penempatan, Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Syafrialdi mengatakan lowongan yang dibuka diperuntukkan bagi mereka yang akan ditempatkan sebagai leader. “Perusahaan belum beroperasi, makanya untuk tahap awal ini mereka mencari pemimpin masing-masing bidang,” kata dia, Kamis (25/1).

Untuk penerimaan kali ini, perusahaan meminta bantuan pihaknya untuk menerima lamaran pencari kerja, serta memastikan pelamar memenuhi kriteria yang ditentukan. “Jadi kami membantu seleksi administrasi saja, selebihnya diserahkan ke perusahaan untuk memilih 21 orang tersebut,” jelasnya.

Ia menyebutkan ada enam bidang yang dibuka untuk saat ini yakni, welder, fiter, maintenance, cutting, rigger dan warehouse. Surat lamaran yang diterima adalah mereka yang memiliki pengalaman minimal 15 tahun, AK1, serta memiliki sertifikat di bidangnya.

Pendaftaran yang telah dibuka sejak Selasa (23/1) ini diikuti sedikitnya 1200 lebih pelamar yang sudah berpengalaman. “Hari ini (kemarin, red) terakhir, dan paling banyak pelamar yang mengajukan lamarannya,” terang dia.

Syafrialdi mengungkapkan meskipun tenaga yang dibutuhkan tidak banyak untuk level leader ini, dia sangat berharap saat perusahaan ini sudah aktiv bisa menyerap ribuan tenaga kerja yang ada di Batam tentunya.

“Ya semoga dalam waktu dekat ini ada pembukaan lagi, jadi bisa menyerap tenaga kerja,” sebutnya.

Berdasarkan informasi yang didapatkan pelamar yang diterima akan menerima gaji pokok Rp 5,3 juta perbulannya. Hasil seleksi akan diumumkan Jumat (26/1).

Salah seorang pelamar, Ghafur menuturkan mendapatkan informasi dari pesan singkat teman sesama kerjanya dulu. Pria yang sudah memiliki pengalaman selama 20 tahun ini dan sebelumnya pernah bekerja di Mc Dermot hingga Nippon Steel ini sangat berharap bisa mendapatkan pekerjaan di PT MMES ini.

“Pengalaman saya sudah memenuhi, tinggal seleksi saja lagi,” ujar pria yang membuka usaha mini market pasca di PHK tahun 2014 lalu ini.

Sementara itu, ratusan pelamar berdesakan di kantor Disnaker Batam, Kamis (25/1). Tidak sedikit yang memaksa agar berkas mereka diterima, meskipun waktu pendaftaran sudah tutup. (yui)

Daftar Berobat di RSUD Diusulkan Pakai SMS

0
Pasien mengantre untuk berobat di RSUD Embung Fatimah, Batuaji.
Foto Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pelayanan medis di RSUD Embung Fatimah Batam di Batuaji juga mendapat sorotan dari Gubernur Kepri Nurdin Basirun. Saat meninjau RSUD, Rabu (24/1) lalu, Nurdin prihatin dengan antrean panjang pasien di loket pendaftaran rawat jalan. Kepada pihak manajemen Nurdin berharap ada terobosan baru untuk mengatasi persoalan itu.

“Bisa nggak pakai sistem SMS saja. Biar tak lama orang nunggu seperti ini,” ujar Nurdin kepada pihak manajemen RSUD.

Jika menggunakan pendaftaran melalui via SMS, kata Nurdin, pasien yang hendak berobat di RSUD setidaknya sudah tahu jadwal kapan dia akan dilayani.

“Biar tak lama nunggunya. Kalau tahu antrean masih jauh bisa darang sejam atau dua jam kedepan. Tidak harus duduk nunggu disini,”ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Tjetjep Tjetjep Yudiana mendukung usulan gubernur itu. Kepada pihak manajemen RSUD, Tjetjep menuturkan sistem serupa sudah berhasil diterapkan disejumlah rumah sakit lain.

“Jangankan rumah sakit, di Tanjungpinang saja ada puskesmas yang daftar pakai SMS. Ini bagus biar teratur dan tertib,” tuturnya.

Direktur RSUD Embung Fatimah Batam Ani Dewiyana juga sependapat dengan usulan gubernur tersebut. Usulan itu akan dijadikan pertimbangan pihaknya kedepan.

“Iya pak nanti kami kaji bagaimana teknisnya,” kata Ani.

Antrean pendaftaran pasien di RSUD memang masih menerapkan sistem manual. Pasien yang hendak mendapatkan pelayanan medis di rumah sakit bertipe B itu harus melalui loket pendaftarandi lantai satu gedung rawat jalan. Meskipun tersedia empat loket pendaftaran namun pasien kerap menunggu lama sebab antrean pandaftaran cukup panjang. Satu pasien minimal harus menunggu waktu sekitar 30 menit untuk bisa daftar di loket pendaftaran itu. Sesudah mendaftar pasien juga belum tentu langsung dilayani oleh petugas medis sebab harus antre lagi di ruangan klinik.

“Memang harus begitu (pendaftaran via SMS) biar tahu kita jam berapa harus datang kesini. Kalau beginikan tak pasti, kadang datang pukul 07.00 WIB baru dilayani pukul 11.00 WIB,” ujar Ahmadi, seorang pasien. (eja)

Panen Perdana Padi Gogo, Bupati Lingga Optimis Pertanian Potensial

0

batampos.co.id – Bupati Lingga Alias Wello memberikan aparesiasi terhadap keberhasilan seluruh Mahasiswa Program Diplomq I Istitut Pertanian Bogor (IPB) dengan menghadiri panen perdana padi gogo di Desa Batu Kacang, Kecamatan Singkep, Jumat (26/1) pagi.

“Saya ucapkan selamat kepada seluruh Mahasiswa yang tidak lain adalah purta daerah yang telah berhasil memanfaatkan lahan untuk menanam padi kualitas gogo di kawasan kering,” ujar Alias Wello, Jumat (26/1) pagi.

Bupati yang akrab disapa Awe ini menekankan, sejak lima bulan terakhir Pemerintah Kabupaten Lingga terus mengawal pendidikan anak daerah yang mengikuti program Diploma I IPB ini. Sehingga pada kesempatan tersebut, seluruh Mahasiswa telah memperlihatkan hasil kerja mereka dengan panen perdana.

Sehingga Alias Wello menginginkan pada September tahun ini Mahasiswa yang akan kembali ketengah-tengah masyarakat dapat menjadi pelopor dalam memperaktekkan ilmu mereka di dunia pertanian maupun peternakan.

“Keberhasilan panen kali ini jangan dilihat dari seberapa luas lahan yang digarap, namun seberapa besar keberhasilan mereka dalam menerapkan ilmu mereka, merubah tanah yang kering menjadi lahan menghasilkan ekonomi,” kata Alias Wello.

Program pertanian ini, sambung Alias Wello, salah satu fokus utama Pemerintahan Kabupaten Lingga untuk menjadikan wilayah Bunda Tanah Melayu ini menjadi salah satu kawasan lumbung pangan nasional di daerah perbatasan.

Dengan panennya padi gogo perdana buah karya Mahasiswa DI IPB ini, Alias Wello mengaku, kerjanyata ini menjadi salah satu bukti bahwasannya lahan di Kabupaten Lingga jelas memiliki potensi pertanian yang cukup tinggi. Hal ini juga menjadi fokus bagi Pemkab Lingga untuk mendapatkan sejumlah perhatian dan bantuan dari Kementerian Pertanian nantinya.

“Untuk tahun ini, Kementerian Pertanian juga memberikan target sebesar 500 hektare lahan pertanian di Kabupaten Lingga,” kata Alias Wello.

Bupati Lingga juga mengucapkan terimaksih kepada seluruh jajaran dosen pembimbing yang telah membahikan ilmu mereka kepada seluruh Mahasiswa. Begitu juga dengan Direktur Program D1 IPB yabg bersusah payah untuk hadir dalam kegiatan panen perdana kali ini. (wsa)

Masyarakat Rela Rumahnya Dirobohkan Tim Terpadu

0
Tim terpadu Kota Batam melakukan penertiban bangunan kios liar di jalan bangunan di atas Right Of Way jalan pinggir Jalan Laksamana Bintan, Kamis (25/1). sedikitnya ada 78 bangunan yang ditertibkan diarea tersebut. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Puluhan bangunan yang berdiri di di atas Right Of Way jalan yang berada di pinggir jalan Laksamana Bintan dari simpang Frengky ke simpang Gelael ditertibkan tim terpadu, Kamis (25/1) pagi.

Di lapangan, tidak ada perlawanan dari masyarakat terkait penggusuran ini. Seluruh masyarakat yang rumahnya dibongkar setelah mendapatkan surat peringatan dari tim terpadu terkait penertiban ini.

“Mereka sadar kalau ini row jalan. Kalau dibilang keberatan macam mana mau bilang keberatan apalagi yang belum punya tempat tinggal,” ujar salah seorang warga Holden.

Kepala Bidang Ketentraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) Satpol PP Batam Imam Tohari mengatakan, dalam penertiban kali ini ada sebanyak 15 rumah permanen dan 78 kios liar yang beridiri di sepanjang sisi kiri dan kanan jalan Laksamana Bintan.

“Rumah permanen itu ada yang pagarnya kita bongkar dan ada yang dindingnya kita bongkar karena masuk ke dalam row jalan yang akan dilebarkan ini,” kata Iman.

Diakui Imam, tidak ada komplain dari masyarakat terkait penertiban ini. Menurutnya, masyarakat telah mengerti bahwa penertiban ini dilakukan untuk kepentingan orang banyak. Sehingga penertiban bisa berjalan dengan lancar.

“Kita juga mengucapkan terima kasih kepada pihak yang melakukan sosialisasi. Sehingga penertiban ini tidak ada komplain dari masyarakat,” tuturnya.

Iman menambahkan, untuk selanjutnya tim terpadu akan melanjutkan penertiban pada Selasa (30/1) mendatang tehadap bangunan-bangunan liar yang berada di belakang Hotel Novotel.

“Penertiban ini merupakan pembebasan lahan dalam mendukung program pemerintah untuk pembangunan pelebaran jalan,” imbuhnya. (gie)

Tak Ada Wagub, Gubernur Tunda Niat Umroh

0

batampos.co.id – Gubernur Kepri, Nurdin Basirun mengaku belum mengetahui perkembangan proses Wakil Gubernur (Wagub) Kepri yang sekarang berada di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Belum lama ini, Gubernur mengatakan terpaksa menunda niat Umroh lantaran tidak ada Wagub.

“Belum tahu apa perkembangannya. Karena prosesnya masih ditangani Kemendagri,” ujar Gubernur Nurdin menjawab pertanyaan media di Gedung Daerah, Tanjungpinang belum lama ini.

Beberapa waktu lalu, Gubernur sempat mengungkapkan dirinya terpaksa menunda keinginan untuk melaksanakan ibadah Umroh. Lantaran tidak adanya Wakil Gubernur. Menurut Gubernur, niat tersebut sudah ada sejak terpilih menjadi Wakil Gubernur lalu.

“Niat untuk umroh ada, tetapi belum bisa,” papar Gubernur.

Terpisah, Akademisi Magister Hukum, Universitas Pakuan, Bogor, Andi Muhammad Asrun mengatakan dirinya terus mengikuti perkembangan proses Wagub Kepri sampai ke Kemendagri. Disebutkannya, dari informasi-informasi yang ia dapat terbuka peluang diulangnya proses pemilihan Wagub Kepri.

“Diskusi-diskusi yang berkembang seperti itu. Bagaimana keputusan pastinya, Kemendagri akan memberikan penjelasan khusus kepada Gubernur melalui surat,” ujar Andi Muhammad Asrun, kemarin.

Menurut pria yang akrab disapa Asrun tersebut, apabila keputusan Mendagri adalah pemilihan ulang, maka proses akan diulang kembali dari awal. Sehingga ia melihat, polemik yang terjadi sekarang ini, akan menyita waktu yang cukup panjang. Ia yakin, Kemendagri juga tidak akan sembarangan dalam membuat keputusan.

“Kemendagri berpotensi menjadi objek gugatan, jika menerima keputusan DPRD Kepri, tanpa adanya dasar hukum yang jelas,” papar Asrun.

Sebelumnya, Dirjen Otonomi Daerah (OTDA), Soni Sumarsono mengatakan, sampai saat ini, Kemendagri masih menelaah hasil keputusan DPRD Kepri yang menetapkan Isdianto sebagai Wagub Kepri terpilih. Mantan Penjabat Gubernur DKI Jakarta tersebut menjelaskan, bagaimana sikap Kemendagri selanjutnya akan disampaikan secara resmi kepada Gubernur Kepri, Nurdin Basirun melalui surat.

“Kita tidak mau gegabah dalam bertindak. Tentu harus mengikuti semua peraturan dan ketentuan yang ada. Maka kita telaah secara mendalam sebelum dilaporkan ke Presiden,” tegas Soni.(jpg)

Warga Sekupang Bisa Bayar Pajak Kendaraan di Kantor Camat

0
Ilustrasi motor. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Warga yang tinggal di daerah Sekupang bisa membayar pajak kendaraan di Kantor Camat Sekupang mulai Rabu (31/1) mendatang.

Sekretaris Camat Sekupang, Delferi mengatakan Sekupang menjadi salah satu tempat yang dipilih untuk memberikan pelayanan pembayaran pajak yang dilaksanakan Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Provinsi Kepri.

“Karena kantor camat bersentuhan langsung dengan masyarakat, jadi mereka bisa urus lebih dari satu dokumen, dan sekarang bertambah bisa bayar pajak kendaraan bermotor tahunan,” jelas Delferi, Kamis (25/1).

Ia mengungkapkan, kecamatan bertugas memberikan kemudahan dan membantu kelancaran pembayaran pajak kendaraan tahunan ini, sedangkan untuk petugas tetap dari mereka.

“Tadi mereka sudah mengecek jaringan, dan sudah oke, jadi warga Sekupang bisa bayar di sini,” ujar pria yang pernah berprofesi sebagai guru ini.

Sementara itu, Kepala Kantor Pelayanan Pajak Daerah (KPPD) Batam, Badan Pengelolaan dan Retribusi Provinsi Kepri, Teddymar mengatakan program ini merupakan upayan pemerintah dalam memaksimalkan pendapatan khususnya dari pajak kendaraan.

“Kami jemput bola, bersama Samsat bergerak, jadi warga yang ada urusan ke kantor kecamatan bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk membayar pajak kendaraan mereka,” ungkapnya.

Selain itu, aksi jemput bola ini untuk memudahkan warga yang memiliki kesibukan cukup tinggi, atau tidak sempat mendatangi loket pembayaran pajak kendaraan.

“Ini memudahkan pastinya, jadi warga yang jauh dan tidak memiliki waktu cukup ke kantor kecamatan saja,” ujarnya.

Ia menambahkan selain Sekupang, pihaknya juga membuka pelayanan ini di tiga kecamatan lainnya yakni Bengkong, Seibeduk dan Nongsa.

“Jadwal pertama kami di Sekupang dulu, kami berharap warga yang pajak kendaraanya belum dibayar bisa datang. Cukup bawa STNK dan KTP saja,” tutupnya.(yui)

Anak Berseragam Sekolah Masih Banyak Main di Warnet

0
Pelajar di Karimun ketika digiring oleh Satpol PP untuk dilakukan pendataan. F Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Satpol PP Karimun, Kamis (25/1), melakukan razia terhadap pelajar yang tidak melakukan aktivitas belajar di sekolah. Di mana hasil razia di tempat warnet, didapat 19 pelajar tingkat SMP, SMA/Sederajat, dan 2 anak putus sekolah.

“Benar, pihak Satpol PP Karimun melakukan razia. Dari hasil razia rata-rata pelajar yang ada di Pulau Karimun dengan berbagai alasan mereka sampaikan kepada petugas saat razia,” kata Camat Karimun Arpan.

Sebab, lanjutnya, saat dirazia para pelajar tersebut sedang asyik main warnet di wilayah Kecamatan Karimun. Ada juga yang jalan-jalan ke pantai, dengan berbagai alasan. Setelah dilakukan pendataan, pelajar tersebut dipulangkan ke sekolahnya masing-masing.

“Yang jelas saya imbau kepada para orangtua, agar dipantau aktivitas anak-anaknya. Terutama keluar pada malam hari, pastikan apakah ada kegiatan diluar atau hanya memanfaatkan untuk mengambil tugas belajar ditemannya,” pesannya.

Selain itu kata Arpan lagi, pihaknya sudah sering memberitahukan kepada pihak pengelola warnet agar para pelajar tidak diperbolehkan masuk dengan alasan apapun. Sebab, mereka rata-rata alasannya mengambil tugas belajar. Apalagi di jam belajar, perlu dipertanyakan kepada para pelajar tersebut.

“Sama-samalah, kita melakukan pemantauan terhadap para pelajar yang melakukan bolos sekolah. Mereka (Pelajar-red) calon penerus kita, jadi siapa lagi kalau bukan kita yang peduli,” tuturnya.

Sementara itu praktisi pendidikan Karimun R Zurantiaz ketika dimintai tanggapannya mengungkapkan, harus ada formula yang tepat bagi para pelajar yang kecanduan game online. Sebab, rata-rata yang melakukan bolos sekolah maupun putus sekolah mereka asyik dengan dunia maya melalui game online.

“Kita tidak menyalahkan teknologi zaman sekarang, tapi bagaimana memberikan pemahaman kepada para pelajar dampak terhadap kecanduan game online,” ujarnya.
Mengingat, zaman sekarang para pelajar rata-rata sudah bisa bermain game online dengan mudah. Mulai dari SD sudah terbiasa, bermain game online yang berakibat kecanduan hingga ke tingkat SMP dan SMA.

“Katanya zaman now, tapi kita sebagai orangtua harus bisa membatasi anak menggunakan telepon pintar. Anda bisa lihat sendirikan, mereka tujuannya ke warnet untuk bermain game onlie,” katanya.

Pantauan di lapangan, para pelajar tersebut setelah dilakukan pendataan oleh Satpol PP Karimun. Langsung diserahkan kepada Dinas Pendidikan Karimun yang akandi kembalikan ke sekolah masing-masing.

“Berbagai alasan disampaikan pelajar. Ada yang berusaha mau kabur setelah naikmobil patroli kita,” ucap Kepala Seksi Perlindungan Masyarakat (Linmas) Satpol PP Kabupaten Karimun, Denny. (tri)