Rabu, 20 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12622

Mensyukuri 11 Tahun Hati Baru

0

Mumpung hari itu ke laboratorium, saya “titip” untuk sekalian dites kadar tacrolimus saya. Agar seminggu lagi tidak perlu ke laboratorium hanya khusus untuk itu. Itulah tes untuk melihat apakah kerjasama antara hati orang yang sudah 11 tahun di dalam tubuh saya itu masih baik.

Hasilnya membuat saya terperangah. Untuk pertama kali dalam 11 tahun hasilnya begini: < 2. Berarti tidak sampai 2.
Padahal bulan-bulan sebelumnya atau tahun-tahun sebelumnya selalu antara 2,3 sampai 3,5. Bahkan tahun-tahun awal setelah transplant hati dulu angka itu sekitar 5.

Pertanda apa itu? Saya tidak tahu. Saat hasil laboratorium itu masuk ke email saya, hari lagi hujan. Tidak deras tapi cukup membahagiakan. Terutama bagi yang percaya hujan di malam tahun baru Imlek menandakan tahun yang baik.

Bagi saya malam tahun baru Imlek itu seperti mengaduk-aduk rasa. Saya sangat bahagia saat melihat tidak ada indikasi munculnya kanker. Seperti dapat angpao segebok. Tapi langsung kaget manakala melihat hasil tacrolimus yang <2. Menurut standar laboratorium harusnya antara 5 sampai 7.

Di bidang tacrolimus, laboratorium tidak bisa mendeteksi kalau hasilnya kurang dari 2. Jadi dengan <2 saya tidak tahu apakah itu berarti 1,5 atau 1 atau 0,5.

Ini benar-benar mengagetkan. Belum pernah terjadi seperti ini selama 10 tahun saya memiliki hati baru.

Apakah ini pertanda kerjasama antara badan saya dan hati milik pemuda Tianjin itu mulai bermasalah? Akibat aorta dissection dan pengobatannya?

Saya ingin segera menghubungi dokter saya di RS Tianjin, Tiongkok. Saat itu juga. Tapi mustahil. Itu malam tahun baru. Yang di Tiongkok ditandai dengan libur 2 minggu. Yang 450 juta orang berebut mudik.

Saya pun langsung kontak teman baik saya, Robert Lai, di Singapura. Sekalian mengucapkan 新年快乐。 Selamat tahun baru. Robert akan meneruskan fakta baru itu ke RS Tianjin yang dulu mengganti hati saya.

Robert juga tahu di malam tahun baru Imlek orang Tiongkok pada mudik. Bahkan saat saya kontak itu Robert juga lagi siap-siap merayakan Imlek bersama keluarganya.

Saya pun tidak berharap akan mendapat tanggapan dalam waktu tiga hari ke depan.

Seperti yang sering saya tulis, hati (liver) yang ada di tubuh saya sekarang ini adalah milik seorang anak muda yang meninggal dunia mendadak. Saat dia, waktu itu, berumur 21 tahun. Berarti saat ini umur hati saya 32 tahun.

Hati baru itu oleh tubuh saya tetap dianggap benda asing. Yang harus ditolak. Tidak boleh diterima oleh sistem tubuh saya. Tiap hari tubuh saya berusaha menolak hati baru itu.

Tapi tidak berhasil. Itu karena saya selalu minum obat tacrolimus. Yang fungsinya melemahkan daya tolak tubuh saya.

Kalau saja saya lupa minum obat itu daya tolak tubuh saya menguat. Hati baru itu akan berhasil ditolak. Kalau hal itu sampai terjadi hati itu tidak mau berfungsi. Artinya: meninggal.

Karena itu tiap bulan saya harus ke laboratorium untuk memeriksakan level daya tolak tubuh saya. Level yang dianggap baik adalah 5 sampai 7.

Kalau hasil laboratorium menunjukkan angka di atas 7 saya harus waspada. Harus ada penyesuaian obat. Pernah level tacrolimus saya mencapai 9. Saya panik. Langsung terbang ke Tianjin.

Di malam tahun baru Imlek kemarin, level tacrolimus saya justru sebaliknya. Di bawah 2.

Saya betul-betul tidak tahu harus berbuat apa. Mau langsung terbang ke Tianjin di sana hiruk-pikuknya masih luar biasa. Arus baliknya pun tidak tertahankan.

Saya harus sabar satu-dua hari ini. Sambil terus berusaha kontak-kontak yang belum juga berhasil.

Saya jelajah internet. Tidak membantu. Di balik kegelisahan itu saya tawakkal saja. Siapa tahu ada keajaiban Allah: hati baru itu justru sudah diterima secara permanen oleh badan saya.

Tidak akan ditolak-tolak lagi oleh badan saya. Karena toh sudah 11 tahun terbukti berhasil bekerjasama secara baik.

Tapi, dalam sejarah transplantasi hati tidak begitu. Tidak ada kejadian seperti itu. Walllahualam. Berarti saya harus segera lari ke Tianjin. Sambil menunggu redanya arus mudik dan arus balik.

Yang membuat saya tidak terlalu panik adalah: hati saya ini berfungsi dengan sangat baik. Tandanya: level SGOT dan SGPT saya (19 dan 19) sangat-sangat baik.

Saya bersedia membagi copy hasil laboratorium terbaru saya itu ke mahasiswa kedokteran. Atau kepada yang lagi mendalami spesialis bidang ini. Atau pada peneliti kesehatan.

Silakan ajukan permintaan ke alamat email disway.id ini: [email protected]. Satu copy hasil lengkap tes darah saya akan dikirim ke email Anda.

Atau, karena Gramedia akan menerbitkan catatan saya ini dalam bentuk buku, copy hasil test tersebut bisa di dapat di situ karena akan dilampirkan di dalam buku.

Alhamdulillah ya Allah hidupku penuh dinamika dan warna. Saya terima dengan sepenuh syukur.

(selesai)

 

Oleh Dahlan Iskan

Diskotek Pacific, Batam, Tutup, Sebabnya….

0
ilustrasi

batampos.co.id – Diskotek terbesar di Batam, ditutup. Diskotek yang mampu menampung pengunjung 3.000 hingga 4.000 orang itu, resmi ditutup sejak 18 Februari lalu. Alasan ditutupnya diskotek itu karena pengunjungnya sepi.

Diskotek Pacifik mulai beroperasi sejak tahun 2003 atau sekitar 15 tahun yang lalu. Diskotek yang lebih dulu hadir dibanding hotel Pacific Palace, satu-satunya hotel berbentuk kapal pesiar di Batam.

Selain menjadi diskotek terbesar di Batam, Diskotek Pacifik juga merupakan tempat hiburan malam teratas dalam dunia hiburan malam. Selain para clubber, Diskotek Pacific dikenal oleh tamu-tamu dari berbagai kota yang datang ke Batam.

General Manager Pacific Charlie mengatakan, pihaknya keberatan dengan adanya anggapan Diskotek Pacific sarang narkoba.

“Belum tentu tempat hiburan malam menjual narkoba. Dengan ditutupnya Diskotek Pacific, kalau masih ada yang bilang tempat kami sarang narkoba, akan kami tuntut secara hukum,” ujar Charlie.

Karena dituding sebagai sarang narkoba, kata Charlie, aparat sering sekali mengadakan razia. Akibatnya, pengunjung dan tamu merasa terganggu dan tidak nyaman.

“Tamu yang mencari hiburan terganggu. Akibatnya, diskotek makin sepi. Padahal, di luar tempat hiburan masih banyak penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Diskotek Pacific yang bisa menampung 3.000 hingga 4.000 pengunjung itu, makin lama makin sepi sehingga tidak bisa menutupi biaya operasional. Selain itu, merosotnya perekonomian Batam juga berpengaruh terhadap bisnis dunia hiburan malam. Selama ini, selain menjadi pilihan penikmat dunia hiburan malam, Diskotek Pacific juga kerap menampilkan artis-artis papan atas dari ibukota.

Meski diskotek ditutup, operasional Hotel Pacific Palace tetap berjalan normal seperti biasa. Hotel berbintang empat dengan arsitektur seperti kapal pesiar seluas 11 hektare memiliki 180 kamar dengan 61 kamar superior, 57 kamar deluxe, 44 kamar eksekutif, 17 suite dan 1 presidensial suite. Interiornya didesain ala mitologi Yunani.

Diskotek pertama di Indonesia adalah Tanamur yang berdiri tahun 1970-an, di Jakarta seiring dengan maraknya demam disko. Musik dari piringan hitam, dimainkan oleh Disc Jockey (DJ) beraliran tekno dan belakangan house music. Perkembangan kota metropolitan dan dibukanya keran investasi sehingga tempat hiburan malam juga menjamur. Diskotek kemudian berkembang di berbagai kota, termasuk Batam.(mta)

Kuota Taksi Online Ditentukan, Pagi ini

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pagi ini Dinas Perhubungan Provinsi Kepri akan menggelar pembahasan sekaligus penentuan jumlah kuota angkutan sewa khusus atau akrab disebut taksi online atau dalam jaringan (daring).

Pembahasan sendiri akan digelar di gedung Graha Kepri yang akan dipimpin langsung oleh Kadishub Kepri, Jamhur Ismail.

“Pada pembahasan penentuan kuota angkutan sewa khusus atau taksi online besok (pagi ini), Rabu (21/2), yang akan dihadiri semua pihak terkait seperti forum taksi konvensional di Batam, asosiasi angkutan sewa khusus seperti ADO, Dishub Batam, kepolisian, Ombudsman, Organda Provinsi kepri, Organda Batam serta dihadiri langsung dari Organda Pusat,” ujar Jamhur Ismail, Selasa (20/2).

Apakah nantinya jumlah kuota angkutan sewa khusus bisa langsung keluar dan disepakati pada pertemuan hari ini, Jamhur menegaskan hal itu tergantung kesepakatan di forum pertemuan nantinya.

“Kalau untuk jumlah kuota sementara angkutan sewa khusus di Kepri ini sudah keluar angkanya dari hasil kajian tim di lapangan yang terdiri dari berbagai pihak seperti akademisi, forum taksi konvensional maupun angkutan sewa khusus, dishub sendiri. Jumlah kuota yang sudah ada ini belum tentu bisa langsung dipakai patokan atau disetujui,” terang Jamhur.

Nantinya jumlah kuota yang ada sementara berdasarkan hasil kajian seluruh pihak, lanjut Jamhur, akan disampaikan ke forum pertemuan pembahasan jumlah kuota besok (hari ini).

“Kami tak mau sampaikan hasil sementaranya. Sekalian besok (hari ini) kami sampaikan semuanya biar media tahu semua,” terang Jamhur.

Sementara Ketua Organda Batam, Hardi Syam Harun membenarkan pihaknya besok (hari ini) diundang untuk ikut membahas penentuan jumlah kuota angkutan sewa khusus.

“Ya, kami akan datang besok pagi (hari ini). Tapi saya pesimis jumlah kuota angkutan sewa khusus itu akan bisa disepakati dalam rapat nanti di Graha Kepri,” ujar Hardi.

Berdasarkan hitung-hitungan, Hardi Syam Harun mengatakan, idealnya jumlah kuota angkutan sewa khusus (taksi online) di Batam ini sebanyak 2.500 unit.

“Itu hitungan kami ya. Tapi apakah nanti disetujui atau tidak, itu tergantung kesepakatan semua pihak yang mengikuti pembahasan penentuan kuota angkutan sewa khusus,” terang Hardi.

Info yang didapat Batam Pos, hasil penghitungan sementara dari kajian lapangan tim yang dibentuk Dishub Kepri, jumlah kuota angkutan sewa khusus yang keluar di angka sekitar 1.800 dari rumusan berbagai aspek. (gas)

Taman Jodoh Boullevard Mulai Dibongkar

0
Kawasan taman Jodoh Bouevard terlihat lenggang namun sebagian pendagang jualan dengan menggunakan tenda, Senin (19/2). Pemko berencana akan membongkar dan menata kawasan tersebut. F. Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Taman Jodoh Boulevard Batuampar mulai diratakan hari ini, Selasa (19/2) pagi. Kegiatan ini merupakan progres dari penertiban PKL dilokasi tersebut September 2017 lalu.

“Tamannya kita bongkar, besok pagi. Beton-betonnya kita bongkar,” kata Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban Umum Satpol PP Batam, Imam Tohari, Senin (18/2) siang.

Ia menyampaikan sedikitnya dua pleton anggota Satpol PP diturunkan untuk meratakan lokasi yang sempat jadi ikon Batam namun lama terbengkalai tersebut. Soal lama waktu pembongkaran, Imam mengungkapkan akan disesuaikan dengan kebutuhan.

“Kalau tak bisa selesai satu hari, kita tambah lagi (harinya),” ucap Imam.

Pasca penertiban PKL September 2017 lalu, Pemko Batam sempat melakukan gotong royong membersihkan taman ini. Turut serta puluhan anggota Satpol PP Batam. Terkait aktivitas jualan, di lokasi tersebut masih ada beberapa aktivitas yakni di sore hari.

“Kami pastikan pagi tidak ada, sore ada beberapa, sejatinya di sana tidak boleh ada lagi PKL yang jualan,” imbuhnya.

Menurutnya, PKL di lokasi itu akan dipindahkan ke Pasar Induk. Untuk diketahui seperti diberitakan Batam Pos, belum lama ini proses peralihan Pasar Induk kini telah sampai ke meja Presiden Joko Widodo.

“Pak Wali (Wali Kota Batam Muhammad Rudi) targetkan para PKL akan ditata ke pasar itu nanti,”ucapnya.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyampaikan, eks taman ini akan dibangun jalan. Tak hanya itu, ada rencana pembuatan atap untuk menghubungkan sisi kanan dan kiri deretan toko kawasan tersebut.

“Jadi kalau belanja orang akan nyaman, sambil jalan-jalan. saya berpikiran nanti akan seperti contohnya di Turki,” ucap di, tak lama ini.

Namun ia mengaku pesimis penuntasan penataan lokasi ini tak terkejar pada masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad hingga 2020 mendatang.

“Dugaan saya tak keburu zaman saya atau periode ini, tapi yang penting kami bersihkan dulu,” imbuhnya.

Ia menyampaikan, kalaulah Pasar Induk selesai dirombak tahun 2019 mendatang, sudah pasti pada tahun 2020 seluruh Pedagang Kaki Lima (PKL) Nagoya dan Jodoh harsu direlokasi ke pasar. “Nah 2020 kan saya sudah habis juga (selesai jadi Wali Kota),” terangnya.

Namun demikian, ia mengatakan penataan tersebut akan dikunci dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Batam. Dengan demikian, penataan akan dilanjutkan oleh kepemimpinan selanjutnya.

“Siapapun Wali Kotanya wajib laksanakan, kita sususn DED nya,” pungkasnya. (adi)

Aturan Baru Bertamu ke Kantor Pemko Batam

0
ilustrasi

batampos.co.id  – Tata cara bertamu di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Batam diperketat. Pengunjung diminta untuk meninggalkan kartu identitas dan diganti dengan badge khusus selama bertamu.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemko Batam Yudi Admaji menyampaikan pemberlakukan sistem ini seiring perkembangan keamanan yang terjadi beberapa waktu terakhir. “Apalagi beberapa waktu lalu didapati satu ton sabu,” kata Yudi, kemarin.

Ia memastikan hal ini bukan dalam rangka memperberat siapapun yang bertamu ke Pemko Batam. Setelah aktivitas bertamu usai para tamu diperkenankan untuk kembali mengambil identitasnya masing-masing. Menurutnya sistem tersebut akan berlaku permanen hingga seterusnya.

“Tidak lagi berubah, akan berlaku terus,”ucap dia.

Sementara itu, seorang warga Reni mengaku sempat kaget dengan sistem yang baru tersebut. Namun demikian ia menghargai sistem tersebut merupakan langkah pencegahan yang diambil Pemko Batam.

“Cuma terkesan tiba-tiba saja, sebelum-sebelumnya kan tidak. Tapi ini bagus juga,” kata dia.

Untuk diketahui, para tamu akan diberhentikan terlebih dahulu para petugas Sapol PP yang bertugas di samping pintu masuk kantor Pemko Batam. Para tamu diwajibkan untuk meninggalkan kartu identitas, sebagai gantinya akan dibekali bdge khusus tamu. Aturan ini tak terkecauali untuk wartawan, namun wartawan akan dibekali dengan badge khusus wartawan.

Tata cara berpakaian pun tidak diperkenankan memakai kaos juga sandal jepit.

Di dalam tata tertib tertulis, petugas pelayanan memiliki kewenangan untuk menolak tamu masuk jika tak memenuhi aturan yang berlaku. Dan jika bagde hilang akan diminta uang ganti rugi sebesar Rp 25 ribu. (adi)

Pemko Batam Ajukan Hibah Tanah 119 Persil kepada BP batam

0
Pengendara sepeda motor melintasi lahan kosong di Kelurahan Seibinti, Sagulung
Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Selama tahun 2017, Pemko Batam telah mengajukan permohonan hibah lahan sebanyak 119 persil kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam. Diantara permohonan hibah tersebut, Pemko Batam mengajukan sembilan persil untuk membangun sekolah.

“Untuk sekolah, ada sembilan persil yang diajukan. Paling banyak mengajukan permintaan untuk bangun sekolah SMA,” kata Kepala Bagian Administrasi dan Informasi Lahan Kantor Pengelolaan Lahan BP Batam, Yarmanis, Senin (19/2).

Peruntukan beserta lokasinya antara lain SD Negeri (SDN) di Buliang Batuaji seluas 4000 meter persegi, SDN di Sei Pelenggut Sagulung seluas 4000 meter persegi, SDN di Belian Batamkota seluas 4000 meter persegi.

Lalu SMP Negeri (SMPN) di Sei Binti Sagulung seluas 6.000 meter persegi, SMPN di Kabil Nongsa seluas 6000 meter persegi, SMA/SMK di Sei Jodoh Batuampar seluas 10.000 meter persegi, SMA/SMK di Tanjunguncang Batuaji seluas 10.000 meter persegi, SMA/SMK di Seibinti Sagulung seluas 10.000 meter persegi dan SMA/SMK di Tanjungbuntung Bengkong seluas 10.000 meter persegi.

“Untuk sekolah diurus sama Dinas Pendidikan,” imbuhnya.

Disamping sekolah, Pemko juga mengajukan 36 persil untuk membangun kantor kelurahan di seluruh penjuru Batam dengan total luas mencapai 72.000 meter persegi. Dan juga delapan persil untuk membangun kantor kecamatan dengan total luas lahan 32.000 meter persegi. Untuk pembangunan kantor aparatur pemerintahan ini, Pemko menyerahkannya kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah.

Selain itu, Dinas Kesehatan juga mengajukan empat persil untuk pembangunan puskesmas dan puskesmas pembantu dengan total luas lahan 12.000 meter persegi. Lokasinya ada di Baloipermai Batamkota, Tembesi Sagulung, Tibanindah Sekupang dan Teluktering Batamkota.

Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat juga meminta hibah persil seluas 200.000 meter persegi di Temiang untuk bangun taman pemakaman umum (TPU).

Lalu Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan Pemko juga meminta hibah lima persil untuk dibangun rusunawa. Total luas lahan mencapai 250.000 meter persegi. Lokasinya antara lain di Mukakuning Seibeduk, Tanjunguncang Batuaji, Kabil Nongsa, Tanjungsengkuang Batuampar, Sagulung Kota Sagulung.

Dinas Tenaga Kerja juga berencana membangun kantor baru di Tanjungpinggir Sekupang dengan luas lahan 8000 meter persegi dan balai latihan kerja di Batubesar Nongsa seluas 10.000 meter persegi.

Kemudian Dinas Kepemudaan dan Olahraga yang meminta hibah dua persil untuk dibangun gedung olahraga dan lapangan bola dengan total luas lahan mencapai 60.000 meter persegi. Lokasinya ada di Baloipermai Batamkota dan Seilangkai Sagulung.

Selanjutnya, Dinas Pemadam Kebakaran juga ingin membangun pos damkar baru di Belian dengan total luas lahan 10.000 meter persegi.

Dan terakhir Dinas Lingkungan Hidup yang meminta 20 persil di wilayah ROW jalan untuk dilakukan penghijauan. Hingga berita ini diturunkan, BP Batam masih dalam tahap evaluasi permohonan hibah sebelum bisa mengambil keputusan.

“Untuk saat ini prosesnya tengah berlangsung dan akan berkoordinasi dengan Pemko dan dinas-dinas terkait,” pungkasnya.(leo)

Serah Terima Aset Belum Jelas, Pansus Minta Perpanjangan Waktu

0
Pasar induk, salah satu aset BP Batam yang diminta Pemko Batam.
F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) pengelolaan barang milik daerah masih akan diperpanjang untuk beberapa bulan ke depan. Ada kemungkinan pembahasan ini bakal molor hingga tiga bulan ke depan, mengingat Panitia Khusus (Pansus) meminta perpanjangan waktu untuk pembahasan lebih lanjut.

“Pansus mulai ditetapkan sejak 16 Oktober lalu, karena masih ada pembasahan yang belum selesai kita minta perpanjangan waktu,” ujar Wakil Ketua Pansus, Mesrawati Tambubolon pada Rapat Paripurna, Senin (19/2).

Pembahasan yang belum selesai, sebut Mesrawati terkait penyerahan aset yang diminta Pemko yang sampai saat ini belum diserahkan BP Batam. Begitu juga mengenai aset hibah lainnya yang belum kejelasannya. “Untuk invetarisir aset, kita harus tahu mana-mana saja aset kita. Makanya kami minta penambahan waktu,” katanya.

Paripurna dengan agenda pengesahan ranperda aset ini sempat berjalan alot. Sebab, sebelum memutuskan penambahan waktu pembahasan, beberapa anggota dewan intrupsi menyampaikan pendapatnya. Semisal Mulia Rindo Purba yang menilai penambahan waktu tidak akan berpengaruh jika secara legismasi belum diserahkan ke pemko.

“Ditambah waktupun ini bakalan gak akan selesai. Karena dari hulunya (BP Batam) tidak selesai,” sesalnya.

Menurut Mulia, Hal ini akan menjadi masalah besar ketika pemko bermasalah dengan finansil, aset apa yang dijadikan jaminan. “Mengingat hampir semua gedung pemerintahan, tanah serta TPA semuanya dimiliki BP Batam dan belum ada kejelasan serah terimanya. Seharusnya penyerahan aset ini yang harus kita gesa,” kata Mulia.

“Saya khawatirnya nanti aset kita tidak legal,” lanjut Mulia.

Sementara itu, Firman Ucok Tambusai melihat molornya pembasahan pansus aset bukan sepenuhnya kesalahan pemerintah kota. Ia secara tegas meminta anggota pansus lebih konsisten. Hal ini bukan tanpa sebab, karena pada pembahasan pansus hanya sebagian kecil saja anggota pansus yang hadir, itupun hanya unsur pimpinan.

“Saya melihat Pemko Batam serius cuma teman-teman DPRD kurang serius bahas Perda ini,” sindir politisi PAN itu.

Wakil Ketua I DPRD Batam, Zainal Abidin angkat bicara. Menurutnya sebelum paripurna dilaksanakan, unsur pimpinan fraksi sudah menggelar rapat pimpinan. “Kita sudah sepakat untuk memperpanjang pembahasan pansus hingga 90 hari lagi. Jadi tak masalah. Karena agenda kita hari ini memang untuk itu,” jelas Zainal.

Sebelumnya, ketua pansus pengelolaan barang milik daerah, Udin P Sihaloho mengatakan, banyak aset Pemko Batam yang tidak jelas statusnya. Oleh karena itu, pihaknya akan memeriksa administrasi dan pendataan ulang seluruh aset yang dimiliki pemerintah. Aset yang dimaksud, yakni aset bangunan, tanah, mesin serta lainnya.

Selain itu, dalam sekali pertemuan antara Pansus dan Pemko Batam, Ketua Pansus Ranperda Pengelolaan Barang Milik Daerah, Udin P. Sihaloho, menilai bahwa masih terdapat aset Pemko berbentuk sepeda motor tahun 1998 yang tetap dibiayai perawatannya. Melihat hal ini, Udin ingin tahu apakah benar aset tersebut masih ada.

“Masih banyak aset yang masih abu-abu dan belum jelas. Semuanya kita data dulu,” kata Udin. (rng)

Kolaborasi Apik Polisi dan Bea Cukai Ungkap Penyelundupan Sabu 1,6 Ton

0
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – 1,6 ton Narkoba jenis sabu berhasil digagalkan beredar oleh Tim Gabungan dari Satgasus Polri, Direktorat IV Tipidnarkoba, Bea Cukai Pusat dan Bea Cukai Batam.

Aksi penyeludupan sabu tersebut, dilakukan dengan menggunakan kapal berbendera Singapura yang berisikan empat orang anak buah kapal (ABK) warga negara China.

Keempat ABK tersebut diketahui bernama Tan Merhai,69; Tan Yi,33; Tan Hui,43 sebagai nakhoda kapal; dan Liu Yin Hua, 63.

Berdasarkan infomasi yang diperoleh, kapal tersebut ditangkap saat berada di perairan Kepulauan Anambas, Kepri.

Dalam penangkapan itu, petugas gabungan menemukan 81 karung yang berisikan Methampetamine yang masing-masing karung kurang lebih berisikan 20 kilogram sabu.

Pengungkapan ini dilakukan bermula dari patroli yang dilakukan tim gabungan menggunakan Kapal Bea Cukai dengan Nomor Lambung BC 2005. Dimana patroli lakukan di perairan Anambas, Kepri, pada Minggu (18/2/2018).

Sehari kemudian, pada Senin (19/2/2018), tim mendapat informasi mengenai koordinat kapal target yang berlokasi di 01.09.227 U / 103.48.023 T. Setelah mendapatkan koordinat, selanjutnya dilakukan koordinasi dengan Bea Cukai Kanwil Kepri untuk dilakukan penyisiran dan pengejaran kapal target yang diinformasikan membawa sabu.

Selanjutnya, pada Selasa (20/2) sekira pukul 02.00 WIB dinihari dilakukan penangkapan oleh Satgassus Polri dan Bea Cukai dengan menggunakan Kapal BC 7005 di perairan Karang Helen Mars yang berdekatan dengan Karang Banteng.

Tim berhasil mengamankan satu unit kapal ikan berisi jaring ketam asal Taiwan dengan bendera Singapura. Dalam pemeriksaan yang dilakukan, kapal tersebut juga tidak memiliki dokumen serta surat-surat kapal.

Setelah ditangkap, sekira pukul 08.00 WIB, kapal digiring menuju Pangkalan Bea Cukai Sekupang bersamaan dengan Kapal Bea Cukai 20007 yang turut serta Tim Bareskrim Polri.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan ini. Ia mengatakan bahwa, Kapolda Kepri Irjen Didid Widjanardi bahkan sudah berada di lokasi pelabuhan untuk melihat langsung tangkapan ini.

Namun demikian, Erlangga belum memberikan keterangan lebih terkait dengan hasil tangkapan ini.

“Kita tunggu Kapolda (Irjen Didid Widjanardi) nanti yang memberikan keterangan,” jelasnya.

(bbi/JPC)

Batam Darurat Jalan Berlubang

0

batampos.co.id – Sejumlah titik jalan di Batam mengkhawatirkan meski sudah ada perbaikan dan pelebaran jalan oleh Pemerintah Kota Batam. Dimana masih banyak titik jalan yang berlubang dan dinilai rawan kecelakaan.

Bahkan lubang besar masih terlihat di jalan protokol. Seperti yang terlihat di jalan Laksamana Bintan atau Simpang Gelael ke Underpass (Pelita, red). Terdapat belasan lubang menganga di tengah jalan. Diameter lubang pun cukup besar sehingga tak jarang pengendara, terutama roda dua menjadi korban.

Siatuasi jalan berlubang ini sudah sering dikeluhkan warga, namun belum ada respon dari pemerintah. Bahkan dari lubang yang awalnya kecil sekarang sudah menjadi besar.

“Kami sudah sering berkoar-koar di Medsos yang ada pemerintahnya juga agar didengar pemerintah. Namun sampai sekarang belum ada respon. Apa menunggu jatuh korban dulu,” terang Ramses warga Bengkong yang selalu menggunakan jalan tersebut setiap hari.

Menurut dia, situasi jalan tersebut harus segera diperbaiki, mengingat jalan itu juga kerap dilalui trailer dan mobil besar lainnya. Ia khawatir jalan berlubang itu nantinya makan korban dari pengendara karena tak bisa mengengendalikan laju kendaraan.

“Kalau dengar yang jatuh sering di kawasan itu. Lihat saja, lubangnya setiap hari makin besar dan itu berada ditengah jalan,” imbuh pria berusia 26 tahun ini.

Buruknya kondisi jalan juga dapat terlihat di kawasan Bengkong. Bahkan ada lubang besar yang hanya ditutupi kerikil. Yang lama-lama kerikil itu berserak keluar dan menjadikan jalanan licin.

“Ditambal pake kerikil aja, tapi tahannya sebentar. Jalan tersebut tetap berlubang bahkan membahayakan pengendara karena kerikil bertebaran dimana-mana,” ujar Ramses lagi.

Kondisi jalan berlubang juga terlihat di depan Kawasan Industri Batamcenter. Lubang cukup besar menganga ditengah jalan dan selalu menganggu pengendara yang melintas. Bahkan pengendara kerap memelankan laju kendaraan karena lubang tersebut.

Sementara, Wakil Walikota Batam, Amsakar Achmad tak bisa menjawab banyak terkait banyaknya jalan berlubang di Batam.

“Coba tanya ke pak Yu (Yumasnur) langsung, dialah yang lebih paham,” ujar Amsakar, kemarin .

foto: cecep mulyana / batampos

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM-SDA) Kota Batam, Yumasnur mengatakan jalan berlubang yang tersebar di beberapa ruas jalan seperti yang terjadi di Jalan Laksamana Bintan atau arah Batam Center menuju Sungaipanas, Costarina, hingga jalan Orchard Boulevard perlahan akan diperbaiki.

“Jalan itu milik provinsi, nanti akan kami koordinasikan,” kata dia, Selasa (19/2).

Yumasnur menambahkan, untuk jalan Laksamana Bintan tahun ini akan dilakukan pelebaran juga, otomatis jalan yang rusak tersebut juga akan diperbaiki.

Ia menyebutkan ruas jalan tersebut merupakan salah satu jalan yang padat dilalui kendaraan. Saat ini pengerjaan jalan tengah berjalan, dia berharap dalam waktu dekat ini jalan berlubang bisa segera diperbaiki.

“Kami cek dulu, kalau bisa dikerjakan cepat kenapa tidak,” imbuhnya.

Untuk jalan lainnya yang berada di bawah tanggung jawab provinsi. Selain pembangunan jalan, pihaknya juga akan memperbaiki jalan-jalan yang rusak. Sebelumnya, DBM-SDA juga telah menambal jalan berlubang yang ada di Green Land, Batamcenter.

“Bertahap permasalahan ini akan kami selesaikan,” ujarnya.

Pantauan Batam Pos di jalan Laksamana Bintan, jalan berlubang menyebabkan pengendara harus berhati-hati. Lubang yang menganga bisa mengancam pengendara yang melalui jalan tersebut. (yui/she)

Ekonomi Picu Aksi Kejahatan

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kasus kejahatan jalanan saat ini masih jadi tindak kriminal yang dominan terjadi di Batam. Walaupun pihak kepolisian mengakui sudah melakukan patroli, para begal masih tetap saja berkeliaran memangsa korbannya.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga menyebutkan tindakan kriminal ini akibat faktor ekonomi Batam yang masih belum tumbuh. Pengangguran yang makin banyak, juga menjadi penyebab kejahatan jalanan masih tetap ada sampai sekarang. Dari data Polda Kepri, tren kejahatan umum meningkat.

“Kami tetap mengkedepankan patroli, baik itu patroli Batara biru maupun Engku Putri. Lalu juga blue light yang selalu melintasi daerah-daerah rawan,” katanya, Senin (19/2/2018).

Ia mengatakan kejahatan jalanan ini, sudah menjadi atensi Polda Kepri. Dan hal ini sudah diberitahukan ke jajaran Polda Kepri, untuk menuntaskan kejatanan jalanan. Sehingga membuat masyarakat aman dan nyaman saat berkendara, baik siang maupun malam.

Terkait dengan mulai banyaknya masyarakat yang dibegal di daerah Temiang, Erlangga menuturkan telah mengatahui hal itu. “Kami sudah perintahkan jajaran di Polresta dan Polsek untuk meningkatkan patroli,” ucapnya.

Patroli yang dilakukan jajaran Polda Kepri ini, kata Erlangga akan terus dievaluasi setiap harinya. Agar mengetahui seberapa efektif patroli ini.

“Evaluasi juga berguna untuk melihat apakah perlu meningkatkan pengawasan atau operasi cipta kondisi,” tuturnya. (ska)