batampos.co.id – Akibat cuaca ekstrim sejumlah kapal domestik batal barangkat, yakni fery dengan rute Jagoh-Tanjungpinang seperti MV Lintas Kepri, MV Lingga Permai dan MV Super Jet, begitu juga dengan kapal rute Jagoh – Batam MV Sabang Marindo juga tidak dapat berangkat.
Tidak hanya kapal Fery domestik, Syahbandar Dabo Singkep juga melarang keberangkatan kapal Roll on Roll off (Roro) tujuan Batam. Namun hingga berita ini ditulis Petugas Syahbandar Dabo Singkep masih memastikan kondisi cuaca apakah sudah pada kategori layak untuk perjalanan kapal.
“Info dari BMKG ketinggian ombak mencapai empat meter. Sekarang kami masih di lapangan (pelabuhan Jagoh, red) untuk memeriksa kondisi,” kata Petugas Syahbandar Dabo Singkep, M Tamrin, Jumat (12/1) pagi.
Dia menambahkan, jika kondisi cuaca atau ombak telah setabil, pada posisi aman untuk dilakukan pelayaran, maka mereka akan memberikan izin kepada kapal yang ada untuk melakukan perjalanan menuju rute yang telah ditentukan.
Tamrin melanjutkan, dirinya telah mendapat kabar dari luar Lingga kalau kapal Batam tujuan Jagoh juga batal berangkat dikarenakan hal yang sama yakni kondisi cuaca yang tidak memungkinkan. Sehingga Tamrin memastikan seluruh kapal Fery tidak berangkat hari ini dan menunggu cuaca membaik esok hari (hari ini red).
“Tinggal kapal Roro lah, kalau kapten memetuskan dapat berangkat malam ini yah silahkan. Tapi jika ombak juga masih tinggi tentunya tidak berangkat,” kata Tamrin.
Tamrin merincikan penumpang yang batal berangkat berjumlah sekitar 140 lebih, dengan rincian 40 lebih penumpang Roro dan 100 lebih penumpang fery domestik yang gagal berangkat. Sedangkan jumlah truk dan kendaraan yang batal menyeberang dengan Roro sekitar 10 unit kendaraan. (wsa)
Abdul Malik (kiri) tersangka pelaku pedofilia terhadap anak di bawah umur ditangkap polisi
batampos.co.id – Sat Reskrim Polres Karimun terus melakukan pemeriksaan untuk melengkapi berkas penyidikan kasus pedofilia yang dilakukan oleh seorang kakek, AM (Abdul Malik, red), 56 terhadap delapan orang korban remaja pria yang masih di bawah umur.
”Untuk melengkapi berkas penyidikan, kita juga telah membawa tersangka AM untuk diperiksa secara kejiwaan atau mentalnya. Dan, hasilnya belum keluar. Dari hasil pemeriksaan mental atau kejiwaan ini juga dapat dijadikan kelengkapan berkas. Memang, selama proses pemeriksaan, tersangka selalu menjawab sesuai dengan pertanyaan dari penyidik,” ujar Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara, Jumat (12/1).
Sementara itu, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Karimun, Erwan secara terpisah menyebutkan, salah satu tugas dari lembaganya memang melakukan pendampingan terhadap korban pedofilia yang diketahui ada 8 orang anak.
”Kita bekerja sama dengan Polres Karimun, Polda Kepri dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Sejak munculnya kasus ini, kita langsung turun mendampingi para korban. Seperti pada saat membuat laporan polisi dan juga ketika menjalani pemeriksaan oleh penyidik,” paparnya.
Termasuk juga, katanya, ketika trauma healing atau penyembuhan trauma yang dilakukan oleh tim psikolog pihaknya dilibatkan. Untuk hasil pemeriksaan psikolog terhadap 8 korban belum ada. Dari hasil pemeriksaan psikolog terhadap para korban dapat diketahui nanti. Termasuk tingkat traumanya seperti apa. Yakni, apakah perlu dilakukan trauma healing untuk selanjutnya atau tidak.
”Kita sangat berharap, para korban ini benar-benar pulih. Untuk itu, jika harus dilakukan terapi berulang-ulang, maka itu harus dilakukan. Dari peristiwa ini, kita semua dapat mengambil pelajaran. Khususnya, agar selalu berhati-hati dalam pergauloan. Orang tua juga harus berperan, yakni mengetahui dengan siapa anak-anaknya bergaul. Sehingga, dapat mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan,” paparnya.
Seperti berita di koran, tersangka AM ditangkap polisi setelah menerima laporan dari orang tua Ks pada Kamis (5/1) yang menjadi korban pedofilia. Tidak lama kemudian, polisi langsung mendatangi tempat kerja tersangka AM yang berada disalah satu restoran di Coastal Area. Namun, tersangka sedang tidak ada di tempat kerjanya. Sehingga, polisi menghubungi dan tersangka akhirnya datang ke tempat kerja. Ketika itu, belum diketahui jika korban pedofilia ada 8 orang anak, melainkan setelah sampai di Polres Karimun tersangka mengaku telah berbuat asusila kepada 8 anak remaja di bawah umur. (san)
batampos.co.id – Verifikasi faktual terhadap empat partai politik (Parpol) baru yang dilakukan KPU Kabupaten Karimun sejak bulan lalu telah selesai dilaksanakan. Salah satu hasilnya, ada 10 persen nama-nama masyarakat yang masuk ke dalam Parpol tidak mengetahui dirinya dijadikan anggota Parpol.
”Verifikasi faktual yang kita lakukan ini hanya untuk 4 Parpol baru yang ada di Karimun. Yakni, Partai Garuda, Berkarya, PSI dan Perindo. Selama tim tim turun ke lapangan melakukan verifikasi faktual. Khususnya, pendataan terhadap data anggota Parpol yang diserahkan ke KPU. Ketika tim mendatangi anggota Parpol berdasarkan fotokopi KTP yang diserahkan ke KPU tidak mengetahui telah masuk sebagai salah satu Parpol baru. Dan, setelah kita rangkum persentasenya mencapai 10 persen,” ujar Ketua KPU Kabupaten Karimun, Ahmad Sulton kepada Batam Pos, Jumat (12/1).
Bahkan, katanya, ada juga salah seorang masyarakat yang ketika didatangi tim untuk melakukan verifikasi marah-marah dan mengancam akan membuat laporan polisi. Hal ini disebabkan, orang yang namanya masuk sebagai anggota salah satu Parpol tersebut mempertanyakan darimana KPU memperoleh fotokopi KTP. Tentu saja tim yang turun sempat terkejut mendengar ancaman akan dilaporkan, meski sudah dijelaskan.
”Ada juga yang marah-marah sambil mengatakan suruh ketua partainya menjumpai orang yang bersangkutan. Namun, ada juga yang awalnya tidak masuk anggota Parpol, tapi akhirnya bersedia masuk. Temuan di lapangan yang namanya masuk sebagai Parpol, tapi ketika diverifikasi tidak bersedia masuk sebagai anggota Parpol kita anggap tidak memenuhi syarat. Dan, nanti akan dilaporkan ke Parpol. Meski demikian, masih parpol masih bisa melakukan perbaikan,” jelas Sulton.
Menyinggung tentang putusan mahkamah konstitusi (MK) tentang harus melakukan verifikasi faktuan untuk semua Parpol, Sulton menyebutkan, memang verifikasi faktual berdasarkan Undang-Undang Pemilu Tahun 2017 hanya dilakukan terhadap Parpol baru. ”Tapi, dengan adanya putusan MK, maka kita sudah dapat pemberitahuan pusat agar melakukan verfikasi terhadap 12 parpol lama. Hanya saja, untuk melaksanakan hal tersebut menunggu perubahan anggaran dari KPU Pusat,” ungkapnya. (san)
Dua Puluh unit kendaraan roda dua yang terjaring operasi rutin, Jumat kemarin. F. Sandi/Batam Pos.
batampos.co.id – Sebanyak 20 unit kendaraan roda dua terjaring razia, dan operasi rutin, Jumat (12/1) kemarin. Kendaraan yang ditilang petugas Satlantas Polres Karimun dibantu unit lantas Polsek Kundur, dikarenakan pengendara tidak melengkapi surat kendaraan.
Kini kendaraan tersebut diamankan di Mapolsek Kundur sebagai barang bukti.
Kapolsek Kundur Kompol Wisnu Edhi Sadono mengatakan, operasi rutin dilakukan dengan pengecekan kelengkapan surat kendaraan. Selain itu juga penertiban bagi pengendara yang tidak menggunakan helm standar (SNI), tidak membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) maupun tidak Surat Izin Mengemudi (SIM).
“Operasi rutin sifatnya memberikan peringatan, teguran, dan menilang bagi pengendara yang ternyata tidak dapat menunjukan surat kelengkapan kendaraan seperti STNK ataupun SIM. Dan yang tak kalah penting operasi rutin untuk mengingatkan agar pengendaraan patuh peraturan lalulintas dan mengenakan helm standar (SNI),” terang Wisnu yang ditemui di sela-sela operasi di Tanjungbatu Kota.
Sementara Pawas Lantas Polres Karimun Ipda Sadi mengatakan jika operasi rutin sebagai upaya menekan angka kecelakaan lalulintas di jalan raya. Selain itu tujuannya agar pengendara bermotor patuh, dan taat terhadap peraturan lalulintas jalan raya.
“Kami akan menertibkan bagi pengendara yang melanggar dengan sanksi tilang di tempat kendaraanya diamankan. Dari 20 lembar surat tilang 14 untuk kendaraan roda dua, 5 lembar tidak ada STNK dan 1 lembar tidak membawa SIM,” bebernya. (ims)
Dari kiri, Rio Onasis, Guntoro dan Darmansyah, beberapa waktu lalu. F.Jailani/Batam Pos.
batampos.co.id – Belum dilantik, Direksi Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Pelabuhan Kepri (PK) yang baru saja terpilih sudah terlihat kurang harmonis. Terkesan ada arogansi Direksi terpilih, yakni enggan untuk bekerjasama antara satu dengan yang lain.
Berdasarkan hasil tes uji kelayakan dan kepatuhan calon Direktur BUP PT.Pelabuhan Kepri Dua direksi terpilih, Guntoro dan Rio Onasis merasa kecewa dengan sikap calon Direktur PT. Pelabuhan Kepri yang baru, Darmansyah.
“Kita berusaha untuk menerima hasil seleksi yang memutuskan Darmansyah dengan nilai tertinggi. Tetapi, kita sangat tidak sepakat dengan sikap arogansinya. Karena jika ia dilantik menjadi Direktur, tidak sudi untuk bekerjasama dengan kami,” ujar Guntoro didampingi Rio Onasis usai menyampaikan kekesalannya kepada Gubernur Kepri, Nurdin Basirun di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Jumat (12/1)
Menurut Guntoro, setelah keluarnya Surat Keputusan (SK) Panitia Seleksi (Pansel) ia langsung coba berkomunikasi dengan saudara Rahmansyah. Yakni untuk bertanya pada posisi apa ia akan ditempat. Karena latar belakangannya adalah orang perbankan, ia berharap sesuai dengan kapasitasnya. Disebutkannya, bukan jawaban positif yang ia terima. Tetapi Darmansyah tidak akan bekerjasama dengan dirinya maupun Rio Onasis.
“Mendengarkan perkataan ini, semua nomor kontaknya sudah saya hapus. Karena hasil keputusan Pansel yang menetapkan tiga nama terpilih adalah harus bekerjasama untuk menjalankan roda BUP,” papar Guntoro yang merupakan akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan Tanjungpinang tersebut.
Hal senada juga disampaikan Rio Onasis, menurutnya jika tidak bisa saling bekerjasama bagaimana satu perusahaan bisa maju. Meskipun ada keraguan dengan hasil seleksi, ia tidak terlalu mempersoalkan hal itu. Karena niatnya untuk ikut bursi Direksi BUP Kepri adalah ingin memberikan yang terbaik. Karena tidak dinafikan, baik dirinya maupun Guntoro sudah sama-sama berbuat untuk mendukung Gubernur pada Pilgub lalu.
“Jelas kami tidak terima dengan sikap oragansi saudara Darmansyah. Untuk apa kita dipilih, jika tidak bisa bekerjasama. Kami terima pada jabatan lain selain Direktur Utama,” papar Rio.
Dikatakannya, dari pembicaraan mereka dengan Gubernur Nurdin, terkait persoalan ini akan ada pertimbangan yang sedang dilakukannya. Menurut Rio, keputusan final untuk menentukan siapa yang akan menjadi Direktur berada di tangan Gubernur. Disinggung apakah Darmansyah adalah orang kepercayaanya Huzrin Hood, sehingga mendapatkan tempat khusus.
“Kalau masalah itu, kita no komenlah. Yang jelas background kita semua adalah pelaut. Kalau ingin lebih fair, boleh diadu. Siapa punya kapasitas yang lebih,” tegas Rio dengan nada kesal.
Capten Darmasyah akan menggantikan Huzrin Hood sebagai Direktur Utama (Dirut) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Pelabuhan Kepri. Setelah sebelumnya dalam uji kelayakan dan kepatutan atau Fit And Proper Test menyingkirkan dua kandidat lainnya.
Seperti diketahui, berdasarkan hasil uji kelayakan dan kepatutan calon Direktur BUP PT. Pelabuhan Kepri dimana Capt. Darmansyah meraih nilai tertinggi 15 point, sedangkan kandidat lainnya yakni Capt. Rio Onasis dan Windarso Dwi Guntoro meraih nilai 14 point. Pengumuman kelulusan calon Dirut PT. Pelabuhan Kepri ini dikeluarkan pada tanggal 4 Januari 2018 lalu, surat keputusan sendiri ditandatangani oleh Sekretaris Tim Uji Kelayakan dan Kepatutan calon Direktur BUMB PT. pelabihan Kepri Syamsul Bahrum yang juga sebagai Asisten II Bidang Pembangunan Pemprov Kepri.(jpg)
batampos.co.id – Seorang warga Dabo Singkep panik setelah menemukan selang gas elpiji lepas dari tungku di rumahnya, sementara di sebelah rumah tersebut bengkel las sedang beroperasi. Panik, pemilik rumah langsung berhamburan menuju Pos Damkar Dabo Singkep meminta bantuan.
Seorang Jufrizal yang sedang bertugas langsung menuju lokasi dengan membawa alat pemadam api ringan (Apar). Sesampai di lokasi, pria yang akrab disapa Juf langsung menyemprotkan Apar dan menghentikan gas yang masih menyembur.
Dari kejadian tersebut, Kabid Penegakan Perda Satpol PP Kabupaten Lingga Febrizal Taupik menyarankan kepada masyarakat agar menyediakan Apar di setiap rumah terlebih di toko, kios dan yang lebih rawan dengan terhadap kebakaran.
“Semestinya setiap kios, toko dan hotel memiliki Apar yang sesuai dengan kondisi kebutuhan masing-masing,” kata Taupik ketika ditemui di Pos Damkar Dabo Singkep, Jumat (12/1) pagi.
Sementara itu di tempat yang sama, Danton Damkar Dabo Singkep, Dirgahayu Sentosa mengatakan, Damkar telah melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat agar memiliki Apar. Namun banyak yang tidak merespon dan menanggapi hal tersebut.
Dirgahayu menyarankan agar seluruh kios atau pelaku usaha yang berhubungan dengan api agar memiliki Apar dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan.
“Apar kan ada golongannya, dari berat 1,5 kg hingga 100 kg juga ada. Beli saja sesuai dengan kondisi dan kebutuhan,” ujar Sentosa.
Selain itu, Sentosa juga meminta kepada warga agar lebih waspada dengan kondisi listrik di rumah masing-masing. Hal ini disampaikan Sentosa mengingat akhir-akhir ini kondisi cuaca yang tidak menentu sering terjadi hujan deras disertai angin kencang.
Menghindari arus pendek terjadi, Sentosa menyarankan agar memadamkan listrik jika berada di luar rumah atau hendak berpergian. (wsa)
batampos.co.id – Sejak Kamis (11/1) Natuna dilanda cuaca buruk, hujan lebat disertai angin kencang. Meski tidak menyebabkan banjir, namun listrik dan jaringan internet lumpuh, Jumat (12/1).
Angin kencang menyebabkan gangguan jaringan, lantaran sejumlah tempat banyak pohon kelapa disekitar jaringan.
“Sehari ini sudah lebih lima kali mati lampu. Angin dari semalam sangat kencang,” ujar Windra, warga Ranai, Jumat (12/1).
Parahnya, jaringan internet baik operator seluler hingga jaringan Telkom lumpuh. Warga pun mengeluhkan kesulitan berkomunikasi.
“Listrik padam, internet pun lumpuh, hanya bisa kirim SMS, internetan tak bisa,” ujar Windra.
Sejak Jumat malam, di Natuna terus diguyur hujan lebat hingga sore. Berbagai aktifitas masyarakat pun terbatas, termasuk nelayan tradisional.
“Pompong nelayan akan naikkan ke pantai. Kalau cuaca buruk tidak reda dalam beberapa ke depan,” ujar Imam nelayan di Ranai.
Sementara kepala dinas Kominfo Pemkab Natuna Raja Darmika mengatakan, berdasarkan informasi dari pihak Telkomsel, terjadi gangguan jaringan long haul pada koneksi di Pulau Subi. Gangguan signal terjadi diwilayah Ranai hingga Sedanau dan sekitarnya.
“Menurut informasinya tim radio long haul sedang ke Subi memperbaiki antena,” ujar Darmika.(arn)
Rumah Pelantar Ambruk tak jauh dari pos jaga PPLP Tanjunguban di Jalan Raya RE Martadinata Kecamatan Bintan Utara, Jumat (12/1) pagi. F. Slamet/Batam Pos.
batampos.co.id – Rumah pelantar tidak jauh dari pos jaga Pangkalan Penjaga Laut dan Pantai (PPLP) Tanjunguban, Jalan RE Martadinata, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan Jumat (12/1) sekitar pukul 07.20 wib ambruk. Diduga ambruknya rumah kosong tersebut karena dihantam ombak.
“Tidak langsung ambruk, mulanya terdengar suara kretek-kretek lalu goyang baru ambruk,” kata petugas jaga PPLP Tanjunguban Sahala, Jumaat (12/1) pagi.
Ia mengatakan, rumah yang ambruk milik pengusaha bernama Ongku dan kabarnya sudah dijual ke masyarakat Batam. “Sudah lama sudah lebih 20 tahun rumah ini,” katanya.
Petugas jaga PPLP Tanjunguban lainnya, Suradi yang ditemui Batam Pos menambahkan, pagi itu angin bertiup kencang dan ombak tinggi. Ia menduga, rumah itu dihantam ombak sebelum ambruk dan tenggelam. “Selain pengaruh cuaca, kayu rumah juga lapok,” katanya.
Masyarakat setempat, Heri Sugianto mengatakan, saat kejadian dia sedang duduk di pelabuhan penumpang Bulang Linggi Tanjunguban, tak jauh dari lokasi rumah ambruk. Pagi itu, terdengar suara yang cukup keras.
“Saya langsung berlari ke lokasi dan melihat rumah sudah tenggelam. Meteran listrik sudah masuk ke dalam air lalu keluar api dari kabel listrik dan menyala di dalam air, makanya saya langsung telepon PLN,” katanya.
Tidak hanya itu, ia juga meminta petugas PPLP agar mengawasi masyarakat agar tidak memegang pagar besi di dekat lokasi. “Takutnya kesetrum karena aliran listrik masih menyala. Saya juga minta masyarakat yang tinggal dekat pelantar agar keluar semua, khawatir rumah lainnya ikutan ambruk,” katanya.
Pengusaha Penginapan Ongku kepada Batam Pos mengakui dulu rumah itu memang miliknya, namun sudah dijual ke masyarakat Batam. “Sudah dijual, saya tidak tahu lagi namanya,” katanya.
Ia juga mengaku kalau kayu di rumah itu sudah lama tidak diganti. “Sudah setahun lebih, mungkin sudah lapok,” katanya.
Petugas PLN, Cuel mengatakan, usai menerima laporan, PLN langsung memadamkan sebagian rumah yang berada di kawasan di Jalan Raya RE Martadinata. “Kita amankan dulu biar bebas dari arus dan tidak konslet,” tukasnya. (cr21)
batampos.co.id – Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga mengimbau jajaran kepolisian di Kepulauan Riau, untuk tidak berswafoto atau foto bersama dengan pasangan calon (paslon) yang akan bertarung di pemilihan kepala daerah.
Hal ini demi menjaga netralitas polisi saat proses pilkada berlangsung. “Sesuai dengan arahan dari Kapolri Jendral Tito Karnavian,” katanya, Jumat (12/1).
Ia mengatakan instruksi Kapolri ini berlaku untuk seluruh jajaran polisi aktif di Kepulauan Riau. Larangan ini dikeluarkan, supaya foto-foto anggota Polri dengan paslon pilkada tidak dimanfaatkan untuk kampanye.
“Nanti takutnya, seolah-olah anggota Polri mendukung salah satu paslon. Padahal tidak, kami hanya ingin menjaga netralitas,” ucapnya.
Tugas pokok kepolisian, kata Erlangga sangat jelas, menjaga suasana Pilkada berjalan lancar dan aman. Ia meminta jajaran Polda Kepri agar menjaga suasana kondusif di Kepulauan Riau. Agar pilkada berlangsung tanpa hambatan.
“Polisi menjaga suasana kondusif pesta demokrasi selama pilkada. Jadi tidak ada saling dukung,’ ucapnya.
Erlangga mengatakan pihaknya akan mengusut jika ada keberpihakan anggota Polri dalam Pilkada. Selain itu, ia meminta semua pihak memantau Pilkada kali ini dan netralitas Polri. “Silahkan informasikan ke kami, jika ada ditemukan,” ucapnya.
Saat ini pihak kepolisian juga sudah memiliki Satgas Black Campaign. Satuan tugas ini memantau aktivitas kampanye hitam yang dilancarkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. “Juga Gakumdu akan aktif memantau money politik juga,” pungkasnya. (ska)
Tiga Calon Walikota Tanjungpinang, Syahrul, Edi Syafrani dan Lis Darmansyah usai menjalani tes psikologi di RSUD Kepri, Jumat (12/1). F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Tiga bakal pasangan calon kepala daerah mulai menjalankan rangkaian tes kesehatan sebagai persyaratan mutlak mengikuti kontestasi Pilkada Tanjungpinang 2018. Dimulai Jumat (12/1) kemarin, pasangan Lis-Maya, Syahrul-Rahma, dan Dua Edi telah melakoni tes psikis dari pagi hingga petang bersama psikolog dari Himpunan Psikolog Indonesia (HIMPSI) Kepri di Rumah Sakit Ahmad Thabib, Batu 8, Tanjungpinang.
Ada ratusan soal dan serangkaian wawancara yang harus dijalani. Nyatanya, tidak ada satu pun bakal paslon yang mengeluhkan jalannya tes psikis. Dengan lain kata, psikotes yang dijalani mudah belaka. Memang sebab yang ingi diuji adalah kepribadian dari masing-masing bakal paslon kepala daerah.
Wali kota petahana, Lis Darmansyah mengaku senang saja menempuh psikotes. Bahkan ia membeberkan tahapan yang sudah dijalaninya di ruang tes. “Lancar-lancar aja kok tadi di dalam. Selain psikotes tertulis, tadi juga ada disuruh menggambar,” ungkap Lis.
Hal yang sama dilontarkan wakil wali kota petahana, Syahrul yang kini maju sebagai bakal calon wali kota. Psikotes, kata dia, tidak jauh berbeda dengan yang pernah dijalaninya lima tahun lalu. Ketimbang mengomentari psikotes, Syahrul lebih fokus menyiapkan diri untuk tahapan tes selanjutnya. “Ya sekarang mempersiapkan fisik saja, karena besok (hari ini, red) itu tes kesehatan,” ujarnya.
Sementara sang penantang petahana dari jalur perseorangan, Edi Syafrani juga tak kalah santai melakoni psikotes. Profesinya sebagai aparatur sipil negara telah membiasakannya mengikuti serangkaian tes sedemikian. “Kami kan sudah biasalah kalau tes-tes macam ini. Tadi yang ditanyakan di dalam lebih dari 500 pertanyaan juga,” ungkap Edi.
Psikotes yang dilakoni tiga pasang bakal paslon kemarin baru awalan. Sebagaimana yang telah dijadwalkan KPU Tanjungpinang, tes kesehatan akan dilangsungkan 12-15 Februari 2018.
Wakil Ketua Tim Kesehatan Paslon, dr. Sunarto menjelaskan, usai menempuh tes kejiwaan, tiga pasang bakal paslon akan mengikuti tahapan tes kesehatan komprehensif di tempat yang sama, Sabtu (13/1) pagi ini. “Tes medis itu meliputi kesehatan menyeluruh, kesehatan jantung yang semua dilaksanakan di laboratorium. Kalau ada yang tidak selesai akan dilanjutkan sampai Minggu,” beber dr. Sunarto.
Kemudian setelah merampungkan serangkaian tes kesehatan di sepanjang akhir pekan ini, tim kesehatan yang terdiri dari IDI, HIMPSI, dan BNN ini akan memplenokan hasil tes tiga pasang bakal paslon. “Baru setelah itu diserahkan ke KPU Tanjungpinang,” ujarnya. (aya)