Sabtu, 9 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12700

Belum Dilantik, BUP Kepri Bergejolak

0
Dari kiri, Rio Onasis, Guntoro dan Darmansyah, beberapa waktu lalu. F.Jailani/Batam Pos.

batampos.co.id – Belum dilantik, Direksi Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT Pelabuhan Kepri (PK) yang baru saja terpilih sudah terlihat kurang harmonis. Terkesan ada arogansi Direksi terpilih, yakni enggan untuk bekerjasama antara satu dengan yang lain.

Berdasarkan hasil tes uji kelayakan dan kepatuhan calon Direktur BUP PT.Pelabuhan Kepri Dua direksi terpilih, Guntoro dan Rio Onasis merasa kecewa dengan sikap calon Direktur PT. Pelabuhan Kepri yang baru, Darmansyah.

“Kita berusaha untuk menerima hasil seleksi yang memutuskan Darmansyah dengan nilai tertinggi. Tetapi, kita sangat tidak sepakat dengan sikap arogansinya. Karena jika ia dilantik menjadi Direktur, tidak sudi untuk bekerjasama dengan kami,” ujar Guntoro didampingi Rio Onasis usai menyampaikan kekesalannya kepada Gubernur Kepri, Nurdin Basirun di Gedung Daerah, Tanjungpinang, Jumat (12/1)

Menurut Guntoro, setelah keluarnya Surat Keputusan (SK) Panitia Seleksi (Pansel) ia langsung coba berkomunikasi dengan saudara Rahmansyah. Yakni untuk bertanya pada posisi apa ia akan ditempat. Karena latar belakangannya adalah orang perbankan, ia berharap sesuai dengan kapasitasnya. Disebutkannya, bukan jawaban positif yang ia terima. Tetapi Darmansyah tidak akan bekerjasama dengan dirinya maupun Rio Onasis.

“Mendengarkan perkataan ini, semua nomor kontaknya sudah saya hapus. Karena hasil keputusan Pansel yang menetapkan tiga nama terpilih adalah harus bekerjasama untuk menjalankan roda BUP,” papar Guntoro yang merupakan akademisi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Pembangunan Tanjungpinang tersebut.

Hal senada juga disampaikan Rio Onasis, menurutnya jika tidak bisa saling bekerjasama bagaimana satu perusahaan bisa maju. Meskipun ada keraguan dengan hasil seleksi, ia tidak terlalu mempersoalkan hal itu. Karena niatnya untuk ikut bursi Direksi BUP Kepri adalah ingin memberikan yang terbaik. Karena tidak dinafikan, baik dirinya maupun Guntoro sudah sama-sama berbuat untuk mendukung Gubernur pada Pilgub lalu.

“Jelas kami tidak terima dengan sikap oragansi saudara Darmansyah. Untuk apa kita dipilih, jika tidak bisa bekerjasama. Kami terima pada jabatan lain selain Direktur Utama,” papar Rio.

Dikatakannya, dari pembicaraan mereka dengan Gubernur Nurdin, terkait persoalan ini akan ada pertimbangan yang sedang dilakukannya. Menurut Rio, keputusan final untuk menentukan siapa yang akan menjadi Direktur berada di tangan Gubernur. Disinggung apakah Darmansyah adalah orang kepercayaanya Huzrin Hood, sehingga mendapatkan tempat khusus.

“Kalau masalah itu, kita no komenlah. Yang jelas background kita semua adalah pelaut. Kalau ingin lebih fair, boleh diadu. Siapa punya kapasitas yang lebih,” tegas Rio dengan nada kesal.

Capten Darmasyah akan menggantikan Huzrin Hood sebagai Direktur Utama (Dirut) Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Pelabuhan Kepri. Setelah sebelumnya dalam uji kelayakan dan kepatutan atau Fit And Proper Test menyingkirkan dua kandidat lainnya.

Seperti diketahui, berdasarkan hasil uji kelayakan dan kepatutan calon Direktur BUP PT. Pelabuhan Kepri dimana Capt. Darmansyah meraih nilai tertinggi 15 point, sedangkan kandidat lainnya yakni Capt. Rio Onasis dan Windarso Dwi Guntoro meraih nilai 14 point. Pengumuman kelulusan calon Dirut PT. Pelabuhan Kepri ini dikeluarkan pada tanggal 4 Januari 2018 lalu, surat keputusan sendiri ditandatangani oleh Sekretaris Tim Uji Kelayakan dan Kepatutan calon Direktur BUMB PT. pelabihan Kepri Syamsul Bahrum yang juga sebagai Asisten II Bidang Pembangunan Pemprov Kepri.(jpg)

Warga Panik Selang Gas Elpiji Lepas

0

batampos.co.id – Seorang warga Dabo Singkep panik setelah menemukan selang gas elpiji lepas dari tungku di rumahnya, sementara di sebelah rumah tersebut bengkel las sedang beroperasi. Panik, pemilik rumah langsung berhamburan menuju Pos Damkar Dabo Singkep meminta bantuan.

Seorang Jufrizal yang sedang bertugas langsung menuju lokasi dengan membawa alat pemadam api ringan (Apar). Sesampai di lokasi, pria yang akrab disapa Juf langsung menyemprotkan Apar dan menghentikan gas yang masih menyembur.

Dari kejadian tersebut, Kabid Penegakan Perda Satpol PP Kabupaten Lingga Febrizal Taupik menyarankan kepada masyarakat agar menyediakan Apar di setiap rumah terlebih di toko, kios dan yang lebih rawan dengan terhadap kebakaran.

“Semestinya setiap kios, toko dan hotel memiliki Apar yang sesuai dengan kondisi kebutuhan masing-masing,” kata Taupik ketika ditemui di Pos Damkar Dabo Singkep, Jumat (12/1) pagi.

Sementara itu di tempat yang sama, Danton Damkar Dabo Singkep, Dirgahayu Sentosa mengatakan, Damkar telah melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat agar memiliki Apar. Namun banyak yang tidak merespon dan menanggapi hal tersebut.

Dirgahayu menyarankan agar seluruh kios atau pelaku usaha yang berhubungan dengan api agar memiliki Apar dengan ukuran yang sesuai dengan kebutuhan.

“Apar kan ada golongannya, dari berat 1,5 kg hingga 100 kg juga ada. Beli saja sesuai dengan kondisi dan kebutuhan,” ujar Sentosa.

Selain itu, Sentosa juga meminta kepada warga agar lebih waspada dengan kondisi listrik di rumah masing-masing. Hal ini disampaikan Sentosa mengingat akhir-akhir ini kondisi cuaca yang tidak menentu sering terjadi hujan deras disertai angin kencang.

Menghindari arus pendek terjadi, Sentosa menyarankan agar memadamkan listrik jika berada di luar rumah atau hendak berpergian. (wsa)

Listrik dan Internet Lumpuh

0
batampos.co.id – Sejak  Kamis (11/1) Natuna dilanda cuaca buruk, hujan lebat disertai angin kencang. Meski tidak menyebabkan banjir, namun listrik dan jaringan internet lumpuh, Jumat (12/1).
Angin kencang menyebabkan gangguan jaringan, lantaran sejumlah tempat banyak pohon kelapa disekitar jaringan.
“Sehari ini sudah lebih lima kali mati lampu. Angin dari semalam sangat kencang,” ujar Windra, warga Ranai, Jumat (12/1).
Parahnya, jaringan internet baik operator seluler hingga jaringan Telkom lumpuh. Warga pun mengeluhkan kesulitan berkomunikasi.
“Listrik padam, internet pun lumpuh, hanya bisa kirim SMS, internetan tak bisa,” ujar Windra.
Sejak Jumat malam, di Natuna terus diguyur hujan lebat hingga sore. Berbagai aktifitas masyarakat pun terbatas, termasuk nelayan tradisional.
“Pompong nelayan akan naikkan ke pantai. Kalau cuaca buruk tidak reda dalam beberapa ke depan,” ujar Imam nelayan di Ranai.
Sementara kepala dinas Kominfo Pemkab Natuna Raja Darmika mengatakan, berdasarkan informasi dari pihak Telkomsel, terjadi gangguan jaringan long haul pada koneksi di Pulau Subi. Gangguan signal terjadi diwilayah Ranai hingga Sedanau dan sekitarnya.
“Menurut informasinya tim radio long haul sedang ke Subi memperbaiki antena,” ujar Darmika.(arn)

Dihantam Ombak, Rumah Pelantar Ambruk

0
Rumah Pelantar Ambruk tak jauh dari pos jaga PPLP Tanjunguban di Jalan Raya RE Martadinata Kecamatan Bintan Utara, Jumat (12/1) pagi. F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Rumah pelantar tidak jauh dari pos jaga Pangkalan Penjaga Laut dan Pantai (PPLP) Tanjunguban, Jalan RE Martadinata, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan Jumat (12/1) sekitar pukul 07.20 wib ambruk. Diduga ambruknya rumah kosong tersebut karena dihantam ombak.

“Tidak langsung ambruk, mulanya terdengar suara kretek-kretek lalu goyang baru ambruk,” kata petugas jaga PPLP Tanjunguban Sahala, Jumaat (12/1) pagi.

Ia mengatakan, rumah yang ambruk milik pengusaha bernama Ongku dan kabarnya sudah dijual ke masyarakat Batam. “Sudah lama sudah lebih 20 tahun rumah ini,” katanya.

Petugas jaga PPLP Tanjunguban lainnya, Suradi yang ditemui Batam Pos menambahkan, pagi itu angin bertiup kencang dan ombak tinggi. Ia menduga, rumah itu dihantam ombak sebelum ambruk dan tenggelam. “Selain pengaruh cuaca, kayu rumah juga lapok,” katanya.

Masyarakat setempat, Heri Sugianto mengatakan, saat kejadian dia sedang duduk di pelabuhan penumpang Bulang Linggi Tanjunguban, tak jauh dari lokasi rumah ambruk. Pagi itu, terdengar suara yang cukup keras.

“Saya langsung berlari ke lokasi dan melihat rumah sudah tenggelam. Meteran listrik sudah masuk ke dalam air lalu keluar api dari kabel listrik dan menyala di dalam air, makanya saya langsung telepon PLN,” katanya.

Tidak hanya itu, ia juga meminta petugas PPLP agar mengawasi masyarakat agar tidak memegang pagar besi di dekat lokasi. “Takutnya kesetrum karena aliran listrik masih menyala. Saya juga minta masyarakat yang tinggal dekat pelantar agar keluar semua, khawatir rumah lainnya ikutan ambruk,” katanya.

Pengusaha Penginapan Ongku kepada Batam Pos mengakui dulu rumah itu memang miliknya, namun sudah dijual ke masyarakat Batam. “Sudah dijual, saya tidak tahu lagi namanya,” katanya.

Ia juga mengaku kalau kayu di rumah itu sudah lama tidak diganti. “Sudah setahun lebih, mungkin sudah lapok,” katanya.

Petugas PLN, Cuel mengatakan, usai menerima laporan, PLN langsung memadamkan sebagian rumah yang berada di kawasan di Jalan Raya RE Martadinata. “Kita amankan dulu biar bebas dari arus dan tidak konslet,” tukasnya. (cr21)

Polisi Dilarang Foto Bersama dengan Paslon Pilkada

0
Pilwako Pinang

batampos.co.id – Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga mengimbau jajaran kepolisian di Kepulauan Riau, untuk tidak berswafoto atau foto bersama dengan pasangan calon (paslon) yang akan bertarung di pemilihan kepala daerah.

Hal ini demi menjaga netralitas polisi saat proses pilkada berlangsung. “Sesuai dengan arahan dari Kapolri Jendral Tito Karnavian,” katanya, Jumat (12/1).

Ia mengatakan instruksi Kapolri ini berlaku untuk seluruh jajaran polisi aktif di Kepulauan Riau. Larangan ini dikeluarkan, supaya foto-foto anggota Polri dengan paslon pilkada tidak dimanfaatkan untuk kampanye.

“Nanti takutnya, seolah-olah anggota Polri mendukung salah satu paslon. Padahal tidak, kami hanya ingin menjaga netralitas,” ucapnya.

Tugas pokok kepolisian, kata Erlangga sangat jelas, menjaga suasana Pilkada berjalan lancar dan aman. Ia meminta jajaran Polda Kepri agar menjaga suasana kondusif di Kepulauan Riau. Agar pilkada berlangsung tanpa hambatan.

“Polisi menjaga suasana kondusif pesta demokrasi selama pilkada. Jadi tidak ada saling dukung,’ ucapnya.

Erlangga mengatakan pihaknya akan mengusut jika ada keberpihakan anggota Polri dalam Pilkada. Selain itu, ia meminta semua pihak memantau Pilkada kali ini dan netralitas Polri. “Silahkan informasikan ke kami, jika ada ditemukan,” ucapnya.

Saat ini pihak kepolisian juga sudah memiliki Satgas Black Campaign. Satuan tugas ini memantau aktivitas kampanye hitam yang dilancarkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab. “Juga Gakumdu akan aktif memantau money politik juga,” pungkasnya. (ska)

Cawako Biasa Jalani Tes Psikis

0
Tiga Calon Walikota Tanjungpinang, Syahrul, Edi Syafrani dan Lis Darmansyah usai menjalani tes psikologi di RSUD Kepri, Jumat (12/1). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Tiga bakal pasangan calon kepala daerah mulai menjalankan rangkaian tes kesehatan sebagai persyaratan mutlak mengikuti kontestasi Pilkada Tanjungpinang 2018. Dimulai Jumat (12/1) kemarin, pasangan Lis-Maya, Syahrul-Rahma, dan Dua Edi telah melakoni tes psikis dari pagi hingga petang bersama psikolog dari Himpunan Psikolog Indonesia (HIMPSI) Kepri di Rumah Sakit Ahmad Thabib, Batu 8, Tanjungpinang.

Ada ratusan soal dan serangkaian wawancara yang harus dijalani. Nyatanya, tidak ada satu pun bakal paslon yang mengeluhkan jalannya tes psikis. Dengan lain kata, psikotes yang dijalani mudah belaka. Memang sebab yang ingi diuji adalah kepribadian dari masing-masing bakal paslon kepala daerah.

Wali kota petahana, Lis Darmansyah mengaku senang saja menempuh psikotes. Bahkan ia membeberkan tahapan yang sudah dijalaninya di ruang tes. “Lancar-lancar aja kok tadi di dalam. Selain psikotes tertulis, tadi juga ada disuruh menggambar,” ungkap Lis.

Hal yang sama dilontarkan wakil wali kota petahana, Syahrul yang kini maju sebagai bakal calon wali kota. Psikotes, kata dia, tidak jauh berbeda dengan yang pernah dijalaninya lima tahun lalu. Ketimbang mengomentari psikotes, Syahrul lebih fokus menyiapkan diri untuk tahapan tes selanjutnya. “Ya sekarang mempersiapkan fisik saja, karena besok (hari ini, red) itu tes kesehatan,” ujarnya.

Sementara sang penantang petahana dari jalur perseorangan, Edi Syafrani juga tak kalah santai melakoni psikotes. Profesinya sebagai aparatur sipil negara telah membiasakannya mengikuti serangkaian tes sedemikian. “Kami kan sudah biasalah kalau tes-tes macam ini. Tadi yang ditanyakan di dalam lebih dari 500 pertanyaan juga,” ungkap Edi.

Psikotes yang dilakoni tiga pasang bakal paslon kemarin baru awalan. Sebagaimana yang telah dijadwalkan KPU Tanjungpinang, tes kesehatan akan dilangsungkan 12-15 Februari 2018.

Wakil Ketua Tim Kesehatan Paslon, dr. Sunarto menjelaskan, usai menempuh tes kejiwaan, tiga pasang bakal paslon akan mengikuti tahapan tes kesehatan komprehensif di tempat yang sama, Sabtu (13/1) pagi ini. “Tes medis itu meliputi kesehatan menyeluruh, kesehatan jantung yang semua dilaksanakan di laboratorium. Kalau ada yang tidak selesai akan dilanjutkan sampai Minggu,” beber dr. Sunarto.

Kemudian setelah merampungkan serangkaian tes kesehatan di sepanjang akhir pekan ini, tim kesehatan yang terdiri dari IDI, HIMPSI, dan BNN ini akan memplenokan hasil tes tiga pasang bakal paslon. “Baru setelah itu diserahkan ke KPU Tanjungpinang,” ujarnya. (aya)

Pinang Ingin Pertahankan Adipura

0
Riono. F. Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Kerja mempertahankan, nyatanya lebih sukar ketimbang meraih. Jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang sepakat dengan itu dalam kaitannya Piala Adipura. Tahun ini, ibu kota provinsi ini dicanangkan tetap mampu mempertahankan anugerah di bidang kebersihan tingkat nasional tersebut.

Agar kerja mempertahankan Adipura jadi semakin lebih matang, Sekretaris Daerah Riono mengimbau agar setiap kelurahan mulai kembali menggiatkan gotong-royong di sekitar lingkungannya. “Area jalan utama lebih diutamakan, perhatikan gulma di parit dan bahu jalan,” ujar Riono.

Disebutkan Riono, penilaian kebersihan sebuah kota sudah akan dilangsungkan. Riono memperkirakan, tim penilai tahap pertama sampai di Tanjungpinang pada triwulan pertama tahun ini.

Kerja mempertahankan Adipura, sambung Riono, akan semakin sulit. Mengingat setiap tahun tahun syarat-syarat yang harus dipenuhi semakin diperketat. Saat ini, tim penilaian tidak menentukan titik pantau yang akan dinilai.

“Karena itu, kita harus siap, jadi ketika titik pantau yang menjadi penilaian oleh tim Adipura, dinilai telah memenuhi standar,” ujarnya.

Selain kebersihan di seputar jalan utama, Pasar Bintan Centre juga menjadi perhatian. Termasuk pula kompos di sekitar kantor wali kota. Yang tidak kalah penting, sambung Riono, adalah pemantauan di beberapa titik lokasi yang masih ada tumpukan sampahnya. “Penilaian bukan hanya bersih dan teduh saja, tetapi sampah terolah. Pengolahan sampah di perumahan kelemahannya komposter, jika ini dimanfaatkan sisa sampah rumah tangga bisa diolah agar punya nilai ekonomi,” pungkasnya. (aya)

Polisi Menindak Tegas Aksi Persekusi Taksi Pangkalan

0
Potongan video aksi pengrusakan pada taksi online.

batampos.co.id – Taksi pangkalan kembali berulah. Rabu (10/1) lalu, oknum taksi pangkalan merusak kendaraan yang diduga sebagai taksi online. Aksi sewenang-sewenang beberapa orang oknum taksi pangkalan ini, disaksikan oleh masyarakat yang berada di seputaran Nagoya.

Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Erlangga menegaskan pihak kepolisian tidak akan mentolerir aksi sepihak ini.
“Ini aksi persekusi, akan kami tindak secara hukum. Sekarang sedang ditangani di Polresta Barelang,” katanya, Jumat (12/1).

Aksi persekusi yang dilakukan oleh taksi pangkalan ini sebelumnya sudah diperingatkan pihak kepolisian. Tapi terulang kembali. Erlangga mengatakan pihaknya tidak akan mentolerir lagi.

“Ini sudah pernah kami sampaikan, tindakan polisi sangat tegas akan perbuatan ini,” ucapnya.

Ia mengatakan saat ini pihak kepolisian telah memeriksa pelaku, serta korban dari aksi ini.

“Sedang diproses,” ujarnya.

Erlangga menghimbau kepada taksi pangkalan jangan main hakim sendiri. Bila pihak taksi pangkalan merasa terjadi pelanggaran, bisa melaporkannya ke instansi yang berwenang. Dan untuk taksi online, kata Erlangga agar bisa bersabar menunggu izin resmi dikeluarkan.

“Sabar, saat ini kan regulasinya sedang dalam proses,” tuturnya.

Erlangga berharap tidak ada aksi-aksi persekusi selanjutnya. Tindakan persekusi yang terjadi di seputaran Nagoya menjadi aksi yang terakhir.

Kepala Dinas Perhubungan Pemerintahan Kota Batam Yusfa Hendri menutarakan hal yang sama dengan Kabid Humas Polda Kepri. Ia mengatakan pihaknya tidak mentoleri aksi persekusi ini. “Ini masuk ranah hukum, biar pihak kepolisian yang menyelesaikan ini,” ucapnya.

Ia menyebutkan belum ada satupun taksi online di Batam yang memiliki izin, hingga saat ini. Terkait penyebabnya belum adanya terbit izin dari Dinas Perhubungan Provinsi, Yusfa mengakui kurang mengetahui penyebabnya.

“Kan disana (Dishub Provinsi Kepri, red). Kalau sudah ada kami juga tidak melarang,” katanya.

Yusfa mengatakan pihaknya sangat mengerti dengan kebutuhan masyarakat atas keberadaan taksi online. Tapi permasalahannya, kata Yusfa taksi online tidak mengantongi izin sebagai syarat kelengkapan berusaha di bidang transportasi. “Kami tida menutup mata atas kemajuan teknologi. Taksi online jadi pilihan yang baik, menguntungkan serta efisien. Tapi uruslah izin dulu,” tuturnya.

Dari Desember 2017 hingga sekarang, kata Yusfa sudah ratusan taksi online yang mereka tilang. “Banyak yang kami tahan,” tuturnya.

Ia berharap semua pihak bisa saling mengerti, taksi pangkalan tidak berbuat anarkis, taksi online tidak beroperasi hingga ada izin. “Dan masyarakat harus memahami kami hanya menerapkan aturan yang berlaku. Kalau sudah ada izin, silahkan beroperasi,” pungkasnya. (ska)

Normalisasi Drainase belum Rampung, Batuaji masih Dikepung Banjir

0

batampos.co.id – Proyek normalisasi drainase sebagai upaya untuk mengatasi persoalan banjir di wilayah Batuaji dan Sagulung belum berjalan maksimal. Masih banyak drainase yang bermasalah sehingga pemukiman jalan dan jalan raya terus terendam banjir sampai saat ini. Warga berharap agar proyek tersebut dirampungkan di tahun 2018 ini.

Tahun 2017 lalu, Pemko Batam melalui Dinas Bina Marga telah mengeruk sejumlah titik drainase induk yang ada di dua wilayah padat penduduk itu. Namun pengerukan itu belum disertai dengan seminisasi ataupun pemasangan batu miring. Saat ini titik-tidik drainase yang sudah dikeruk itu kembali bermasalah sebab kembali tertutup tanah ataupun sampah. Drainase kembali tak berfungsi normal dan imbasnya jalan dan pemukiman warga masih terendam banjir.

Ini yang terjadi di jalan Marina City, Tanjunguncang. Setiap kali hujan jalan tersebut tak luput dari genangan banjir. Itu karena sistem drainase di sepanjang jalan tersebut belum tertata dengan baik. Kondisi ini diperparah dengan badan jalan yang lebih rendah dari lahan di sekitarnya sehingga air dengan mudah menggenani badan jalan.

“Padahal sudah baru dibangun gorong-gorong dan peninggian jalan tapi tetap saja banjir. Tak ada perbuhan sama sekali,” ujar Zulkarnaen, warga Marina City, Kemarin.

Keluhan yang sama juga disampaikan warga di belakang kawasan Mitra Mall, kelurahan Buliang, Batuaji. Sekalipun drainase induk di kawasan tersebut telah dikeruk dan dilebarkan namun persoalan banjir masih belum diatasi dengan baik. Itu karena drainase induk atau premier tersebut belum disemenisasi. Lambat laun drainase kembali tertutup tanah ataupun material sampah lainnya.

“Kemarin katanya juga mau dijadikan bendungan (drainase induk depan perumahan Sierra), tapi sampai saat ini belum ditindak lanjut. Batumiring ataupun semenisasi belum juga,” kata Handoko, warga perumahan Sierra.

Jika itu dibiarkan maka kata Handoko, persoalan banjir tetap tidak bisa diatasi. Air yang mengalir melalui drainase itu tetap akan menggenangi pemukiman warga di sana.

“Ini harus secepatnya disemenisasi atau batu miring. Ini rawa-rawa jadi mudah tertutup kembali,” ujarnya.

Alat berat membuat drainase untuk mencegah banjir di Jalan Marian City, Tanjunguncang, Batuaji, Kamis (11/1/2018). Jalan ini sering banjir dan tergenang bila hujan datang. F. Dalil Harahap/Batam Pos

Menanggapi itu pihak Pemko Batam mengaku, upaya mengatasi persoalan banjir masih terus dilanjutkan di tahun 2018 ini. Kabag Humas Pemko Batam Yudi Atmadji mengatakan, khusus untuk wilayah Batuaji dan Sagulung tahun ini memang ada rencana untuk merampung proyek normalisasi drainase yang bermasalah itu dengan melakukan semenisasi ataupun pemasangan batu miring di lokasi drainase yang sudah dikeruk.

“Tetap dilanjutkan. Tahun ini total ada 11 titik drainase yang akan dirampungkan,” ujarnya.

Dari 11 titik tersebut sambung Yudi, dua titik diantaranya; di wilayah Sagulung yakni di kelurahan Seilekop dan Seilangkai berupa semenisasi dan pemasangan Batumiring. Untuk proyek tersebut Pemko Batam menggandeng kerja sama dengan satuan Kerja Balai Wilayah Sungai (BWS).

“Satu lagi di Marina, itu baru pengerukan awal. Program (normalisasi drainase) ini tetap dilanjutkan secara bertahap tiap tahun,” kata Yudi.

Proyek-proyek lanjutan normalisasi drainase itu terang Yudi, fokus untuk drainase utama atau primer. Sementara drainase perumahan atau lingkungan (sekunder) juga akan diatasi namun menggunakan anggaran Percepatan Infrastruktur Kelurahan (PIK) yang dianggarkan Rp 1,1 miiar setiap tahun untuk satu kelurahan. “Untuk mendukung proyek-proyek tersebut tahun ini kami juga tambah tiga alat berat. Jadi Pemko terus berupaya untuk mengatasi persoalan banjir ini,” tutur Yudi. (eja)

Disdik Batam Bangaun Dua SMP

0
ilustrasi. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Pendidikan Kota Batam tahun ini akan membangun dua sekolah menengah pertama (SMP) negeri di dua lokasi di Sekupang.

Sekretaris Disdik Batam, Hendri Arulan mengatakan dua sekolah tersebut yakni SMPN 56 yang berada di Tibanlama dan SMPN 57 di Kelurahan Patam Lestari.

Ia menjelaskan pembangunan dua sekolah ini merupakan prioritas karena belum memiliki gedung sekolah sama sekali. Selama ini menurutnya siswa menumpang di sekolah lain, dan sebagian memanfaatkan gedung serbaguna milik kelurahan.

“Kami prioritaskan yang tak ada gedung dulu, karena melihat kondisi murid yang terus bertambah, sedangkan gedung tak punya,” kata Hendri, Kamis (11/1).

Ia menambahkan, selain prioritas karena masih menunpang, faktor lain yakni sudah ada lahan untuk membangun sekolah, karenannya tidak ada alasan menunda pembangunan gedung sekolah.

“Ini yang penting, kalau lahan sudah ada pasti dibangun,” sebutnya.

Sebelumnya, Lanjut Hendri Disdik Batam berencana membangun empat sekolah tahun ini, karena belum jelasknya status lahan yang akan dijadikan untuk lokasi pembangunan sekolah, pihaknya menunda pembangunan di tahun selanjutnya.

“Iya, selain tidak terkejar di rencana pembahasan anggaran, lahannya juga belum jelas, jadi ditunda dulu,” terangnya.

Saat ini, pembangunan sekolah sudah masuk tahap lelang perencanaan. Pihaknya berharap proses lelang berjalan dengan baik, agar pembangunan gedung sekolah bisa selesai dengan cepat.

“Dan siswa bisa belajar di gedung tersebut, dan tidak menumpang lagi,” ujarnya.(cr17)