Kamis, 7 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12713

Pajak Terdongkrak Harga Komoditas

0

batampos.co.id – Membaiknya harga komoditas di pasar global turut mendongkrak penerimaan pajak tahun lalu. Pertambangan menjadi sektor yang pertumbuhannya paling besar.

Selain perluasan basis pajak, pemulihan ekonomi tahun lalu menjadi faktor penentu penerimaan pajak. Dirjen Pajak Kemenkeu Robert Pakpahan mengatakan, kontribusi sektor pertambangan terhadap penerimaan pajak mencapai 5,3 persen. Pertumbuhannya mencapai 39,3 persen.

Sementara itu, sektor perkebunan dan pertanian memberikan kontribusi 1,7 persen dengan angka pertumbuhan penerimaan pajak sebanyak 27,6 persen.

”Ini memang karena perbaikan ekonomi,” kata Robert di kantornya, Jumat (5/1).
Pertumbuhan penerimaan yang terbesar ketiga berasal dari sektor perdagangan sebesar 22,9 persen. Kontribusinya terhadap penerimaan pajak mencapai 19,3 persen.
Kemudian, di sektor manufaktur, pertumbuhan penerimaannya juga lumayan. Yaitu, 17,1 persen dengan kontribusi terhadap penerimaan pajak sebesar 31,8 persen.

Robert menuturkan, dengan capaian penerimaan pajak tahun 2017 tersebut, dirinya optimistis dalam mencapai target penerimaan Rp 1.424 triliun. Dia menekankan, fokus Ditjen Pajak pada tahun ini adalah mengamankan target penerimaan serta melanjutkan reformasi perpajakan untuk membangun kepatuhan jangka panjang yang berkelanjutan.

Secara umum, meski lagi-lagi tidak mencapai target, realisasi penerimaan pajak hingga 31 Desember 2017 lebih baik daripada dua tahun sebelumnya. Berdasar data Ditjen Pajak, hingga akhir tahun, total penerimaan mencapai Rp 1.151 triliun atau 89,7 persen dari target dalam APBNP 2017 yang sebesar Rp 1.283,6 triliun. Jumlah tersebut tumbuh 4,08 persen dari tahun sebelumnya.

Ilustrasi

Robert menambahkan, angka pertumbuhannya bisa lebih tinggi lagi jika tidak menyertakan tambahan penerimaan dari program pengampunan pajak. Pada 2016, tambahan penerimaan dari program tersebut mencapai Rp 104,0 triliun. Selain itu, ada tambahan penerimaan dari revaluasi aktiva tetap yang sebesar Rp 18,7 triliun. Sementara tahun 2017, dari program amnesti pajak, terkumpul peneriman Rp 12,0 triliun.

”Supaya apple-to-apple, kita akan keluarkan uang tebusan dari pengampunan pajak dan revaluasi aset. Kalau kita keluarkan pengeluaran tidak berulang itu, pertumbuhan PPh nonmigas adalah 15,27 persen. Sehingga sebenarnya cukup bagus pertumbuhannya kalau dibandingkan apple-to-apple,” papar Robert.

Pakar pajak dari MUC Consulting Group Wahyu Nuryanto menuturkan, ada beberapa sektor yang akan memberikan kontribusi besar tahun ini. Yakni, sektor pengolahan dan sektor perdagangan, khususnya terkait pesatnya perkembangan e-commerce. ”Kemudian, sektor informasi dan teknologi juga pertumbuhannya akan bagus. Lalu, sektor transportasi juga cukup bagus tahun ini,” imbuhnya.

Wakil Ketua Komite Tetap Bidang Perpajakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Herman Juwono menyebutkan, kontribusi besar dari suatu industri terhadap realisasi pajak mengindikasikan bahwa industri tersebut tumbuh dengan baik. Dia berharap pemerintah dan pengusaha dapat bekerja sama dengan baik dalam hal perpajakan. Pengusaha berharap tidak ada siklus dinamisasi penarikan pajak ke pengusaha supaya penerimaan di tahun berikutnya tidak melambat.

”Karena bisa jadi April nanti slowdown jika ada penarikan lebih awal,” tambah Herman. (ken/agf/c10/sof/jpg) 

Proyek Fisik 2018, Baru Sebagian Dilelang

0
Pekerja menggesa pengaspalan jalan.. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Sejumlah proyek fisik yang dikerjakan tahun 2018 sudah ada yang dilelang, namun sebagiannya lagi belum masuk tahap pelelangan karena masih lelang perencanaan.

Udah mulai lelang, cuma memang belum semua. Bertahap,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBM SDA), Jumat (5/1).

Tahap awal ini, beberapa yang sudah mulai dilelang adalah ruas jalan yang tahun sebelumnya sudah mulai dikerjakan, seperti di Planet Holiday Hotel ke The Hill Hotel (Tanah Longsor), Underpass ke Simpang Irinco (Pelita), serta dari Simpang Baloi ke Simpang Apartemen Harmoni.

“Yang lain juga sudah ada, tapi saya tak hafal satu-satu. Yang jelas yang lanjutan sudah dilelang karena perencanaannya sebelumnya sudah ada,” imbuhnya.

Sementara proyek pelebaran yang baru ada beberapa yang sudah mulai dilelang seperti ruas jalan dari Simpang Jam ke Simpang BNI. Dan sebagiannya belum dikerjakan seperti Simpang Apartemen Harmoni ke Simpang Polsek Lubuk baja serta dari Simpang Baloi ke Polsek Lubukbaja.

“Yang (proyek) baru masih lelang perencanaan itu, namanya baru kan,” ucapnya.

Ia menyampaikan, hal ini terjadi bukan karena ada kendala namun karean tahapan memang demikian. Ia menyampaikan, setelah lelang perencanaan akan dilelang untuk dikerjakan.

“Yang suah siap lelang, akhir Januari ini bisa kita kerjakan,” katanya.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi juga menyampaikan hal sertupa terkait tahapan proyek fisik baru ini. Menurutnya, proyek baru memang belum ada banyak yang dilelang.

“Belum. Nanti saya dulu progresnya sama Pak Yumasnur lagi. Saya memang harap cepat,” ujarnya.

Awalnya, pasca persetujuan APBD November lalu Rudi mewanti pimpinan OPD untuk menyiapkan administarsi lelang, dan rencananya lelang sudah mulai Desember 2017. Bahkan saat itu ia membantah pernyataan beberapa anggota DPRD Batam bahwa lelang tak bisa disegerakan karean harus menunggu evaluasi Gubernur terkait APBD>

Rudi menyampaikan, percepatan lelang bukan tanpa alasan. Ia ingin pengerjaan proyek fisik tahun depan dan tahun-tahun setelahnya dapat selesai lebih cepat, minimal tepat waktu.

“Supaya tiap tahun itu selesai Oktober atau November tidak tunggu sampai 30 Desember,” pungkasnya. (cr13)

MPP Batam Tambah Tiga Instansi dan Badan Usaha

0
foto: agus bagjana / posmetro batam

batampos.co.id – Januari 2018 ini, ada tiga instansi dan badan usaha yang bakal bergabung di Mal Pelayanan Publik (MPP) Batam. Di antaranya Telkom, PT Pos Indonesia, dan Telkomsel.

Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM PTSP) Batam, Gustian Riau menyebutkan dengan demikian jumlah layanan di MPP Batam akan semakin banyak. “Mereka tinggal bawa perlengkapannya, tempat udah kami siapkan,” ucap dia, kemarin.

Namun seiring bertambahnya perizinan tersebut, MPP tersebut belum kunjung diresmikan. Ia menyampaikan, seperti rencana awal pihaknya akan tunggu informasi jadwal presiden. ” Tetap tunggu beliau, sekarang kami tidak ada kendala lagi tinggal diresmikan,” imbuhnya.

Walau belum diresmikan, kini di pusat layanan perizinan tersebut digelar apel pagi rutin yang dipimpin secara bergiliran oleh kepala instansi di MPP Batam. Tiap kepala instansi diberi kesempatan untuk menjadi pembina apel di hadapan para pegawai.

“Ada jadwalnya setiap hari. Senin Walikota, Selasa Kepala BP Batam, Rabu Kapolresta Barelang, Kamis Kepala Imigrasi, Jumat diambil Walikota lagi atau Wakil Walikota,” ucap Gustian.

Menurutnya apel ini bertujuan untuk menyampaikan informasi terbaru dari tiap unit kerja. Misal ada peraturan terbaru terkait pelayanan instansi tertentu, dapat disampaikan saat apel.

Pada Jumat (5/1) kemarin dalam jadwalnya dipimpin oleh Wali Kota Batam Muhammad Rudi, namun karean ada agenda mendadak di Polda Kepri, wali kota diwakiliki Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Batam, Firmansyah.

Dalam kesempatan tersebut, Firmansyah, menyampaikan harapan walikota terkait dukungan dan kerjasama seluruh petugas yang melayani masyarakat dan investor. Petugas di MPP sebagai garda terdepan diharap dapat bekerja sebagaimana mestinya sesuai standar operasional prosedur dan standar pelayanan minimum.

“MPP merupakan cerminan, pintu gerbang bagi masyarakat yang ada di Kota Batam. Bukan hanya membawa nama Pemerintah Kota Batam tapi juga seluruh institusi di Batam bahkan Kepulauan Riau,” ujarnya.

Firmansyah mengatakan MPP ini merupakan pilot project nasional. Dan menjadi satu-satunya yang terlengkap serta terintegrasi dari pusat ke daerah.

Pemerintah Kota Batam yakin dengan komitmen para petugas dalam memberikan pelayanan. Karena petugas di MPP merupakan pegawai pilihan dari instansi masing-masing. Sehingga bisa melaksanakan tugas sebagaimana mestinya dan sebagaimana yang diharapkan.

“Pemerintah daerah bangga, meski belum diresmikan, pelayanan sudah berjalan. Dan kita tetap punya semangat, integritas, dalam mengelola MPP. Mudah-mudahan ke depan, ini bisa berjalan baik dan bisa diresmikan sesuai rencana,” kata dia. (cr13)

Kembangkan Kampung Tua untuk Objek Wisata

0
Kepala BP Batam Lukita Dinarsah Tuwo memberikan legalitas kepada Kampung Tua, Bengkong Sadai.
foto: Rifki / batampos

batampos.co.id – Niat Badan Pengusahaan (BP) Batam untuk mengembangkan pariwisata di Batam sangat serius. Karena institusi pengelola lahan di Batam ini ingin mengembangkan kampung tua sebagai salah satu destinasi wisata.

“Disini tak ada kampung batik atau kampung kue. Makanya saya akan minta masyarakat untuk buat konsep tentang kampung wisata,” kata Deputi V BP Batam, Bambang Purwanto, Jumat (5/1).

Dengan usulan dari masyarakat, maka BP Batam akan semakin yakin ketika diminta oleh DPRD Batam untuk memaparkan konsepnya tentang pengembangan pariwisata di kampung tua.

Dalam mengembangkan konsep wisata kampung tua, BP Batam akan mengerahkan seluruh karyawannya untuk ikut berpartisipasi.

“Jadi, karyawan di BP Batam diajak peduli ke masyarakat lewat banyak event. Biar makin akrab, apalagi dengan warga kampung tua,” ungkapnya.

Tapi sebelum melakukan itu, kampung tua yang ada di Batam harus ditata terlebih dahulu. Setelah tertata dengan baik, maka BP Batam akan memberikan legalitasnya.

“Jika masyarakat sudah menatanya sendiri, maka bisa ajukan ke BP Batam. Kami membuka pintu selebar-lebarnya untuk memperoleh legalitas yang sama seperti Bengkong Sadai,” ujarnya.

Sebelumnya, BP Batam telah memberikan legalitas kepada Kampung Tua Bengkong Sadai. Dan target berikutnya setelah melewati hasil survey adalah Kampung Tua Bengkong Laut dan Kampung Tua Belian. (leo)

HSBL 2018 Kembali Digelar

0
ilustrasi

batampos.co.id – Batam Pos bekerjasama dengan Honda kembali menggelar ajang kompetisi bola basket antar pelajar SMA sederajat se-Kota Batam tahun 2018.

Turnamen yang bertajuk Honda Student Basketball League (HSBL) ini akan digelar mulai 26 Januari hingga 4 Februari 2018.

Sales Manager Capella Honda, Harry Sutiono mengatakan pada turnamen tahun ini target pesertanya akan ditingkatkan. Bila pada tahun 2017 lalu hanya diikuti 20 tim putra, tahun 2018 ini bakal diikuti 20 tim putra dan delapan tim putri.

“Ini bukti bahwa antusias pecinta basket di Batam sangat bagus dan kami ingin mewadahinya,” ujar Harry kepada Batam Pos, Jumat (5/1).

Pihaknya juga memberikan kesempatan kepada sekolah-sekolah di luar Batam untuk ikut mendaftarkan diri di ajang ini.

“Kami juga sudah membuka pendaftaran di Tanjungpinang dan Karimun untuk menambah gengsi dan meningkatkan persaingan turnamen di tahun 2018 ini,” sebut Harry.

Babak penyisihan sendiri akan dilangsungkan pada 26-31 Januari di Sekolah Yos Sudarso Batam. Sedangkan babak semifinal hingga final bakal digelar 2-4 Februari di Hi Test Arena Batam.

Tak hanya itu, HSBL 2018 juga bakal dimeriahkan lomba modern dance dan test ride berhadiah sekaligus sosialisasi safety riding serta memperkenalkan produk-produk terbaru motor Honda.

Ia berharap, gelaran tahun 2018 ini bisa lebih meriah dan sukses dibanding tahun 2017 sebelumnya.

“Jika peserta bertambah, sudah pasti turnamen bakal lebih seru dan meriah,” katanya.

Untuk pendaftaran peserta paling lambat pada 20 Januari 2018 mendatang.

Dengan menyelenggarakan HSBL ini, Capella Honda ingin berkontribusi dengan menggalakkan dan menggairahkan olahraga basket di Batam yang dapat memajukan basket di Batam dan bisa bersaing di tingkat nasional. (cr16)

Viral di Medsos, Kini Dikunjungi Ribuan Orang

0
Sejumlah pengunjung berdesakan saat menaiki objek wisata alam Buket Patong. F. Imam Soekarno/Batam Pos.

batampos.co.idPulau Kundur memang banyak menyediakan objek wisata yang layak dikunjungi. Salah satunya adalah Buket Patong di Desa Teluk Radang, Kecamatan Kundur Utara. Apa yang menarik dari objek wisata yang banyak dikenal lewat media sosial ini?

Nama Buket Patong, menjadi perbincangan sejak mantan Kepala Desa Teluk Radang, Ngadino, memposting lokasi Buket Patong melalui media sosial. Selain menyajikan pemandangan nan indah, dan asri, udara di lokasi yang dulunya merupakan hutan inipun lebih sejuk.

Dari postingan Ngadino itu, Buket Kampong mulai ramai didatangi pengungung. Baik yang datang dari Pulau Kundur, maupun luar. Terlebih saat pergantian tahun, diperkirakan lebih dari dua ribu pengunjung memadati areal wisata alam Buket Kampong.

Ngadino, mantan Kades Teluk Radang menyebutkan, dibukanya wisata alam Buket Patong bermula dari rasa iseng pemuda setempat. Yang mana dulunya Buket Patong merupakan hutan rimba dengan berbagai tumbuhan pohon ukuran besar. Lalu, para pemuda yang difasilitasi desa, mencoba membersihkan lokasi hingga ke puncak. Kemudian, mereka membuat tempat duduk untuk peristirahatan.

Dari atas puncak Buket Patong yang berhadapan ke Pulau Karimun, dan Tanjungbatu Kota, para pemuda mengabadikan lewat kamera ponsel. Hasilnya diposting ke media sosial FB, IG, dan Tweeter, dan mendapat respon positif dari netizen.

“Sejak diposting awal November 2017 itu, Buket Kampong menjadi viral. Puncaknya, saat pergantian tahun 2018 ramai dikunjungi. Sekitar dua ribuan pengunjung yang datang ke Buket Kampong,” ungkap Ngadino, Jumat (5/1) kemarin.

Dikatakan, Buket Patong memiliki tebing yang lumayan tinggi. Untuk mencapai puncak, pengunjung harus melewati jalan setapak yang dipenuhi semak belukar, dan licin. Namun setelah ramai dikunjungi, telah disiapkan tali sebagai pegangan untuk membantu pengunjung ke puncak.

“Meski capek dan letih karena harus menaiki bukit yang curam, segera sirna begitu tiba di puncak Buket Patong. Karena terhampar pemandangan alam yang indah dari puncak,” tutur Ngadino.

Jika cuaca cerah, akan terlihat jelas Pulau Karimun, Kota Tanjungbatu dan sekitarnya dari atas Buket Patong. Diyakini, wisata alam Buket Patong masih ada kaitannya dengan wisata Selendang Delima Kota Virus di Desa Kundur. “Rencananya, objek wisata Buket Patong bakal dilengkapi berbagai fasilitas dan wahana permainan untuk menarik lebih banyak pengunjung,” tegas Ngadino. (ims)

Berkas Kurir Sabu di Bandara Hang Nadim Masuki Tahap I

0

batampos.co.id – Berkas kasus penangkapan seorang kurir narkotika jenis sabu di Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Anwar Sakdan, 32 telah masuk tahap satu Jumat (5/1). Saat ini, berkas hasil pemeriksaan telah ditangan Kejaksaan Negeri Batam.

“Kasus ini sudah kami kirimkan ke kejaksaan. Hari ini (Jumat, Red) kami kirimkan berkasnya ke Jaksa,” ujar Kasat Res Narkoba Polresta Barelang Kompol Agung Gima Sunarya, Jumat (5/12) sore.

Dijelaskan Gima, rencananya barang haram itu akan dibawa oleh Anwar ke Aceh dengan upah sebesar Rp 16 juta. Adapun sabu seberat 169 gram itu berasal dari Malaysia yang langsung dibawa oleh Anwar dengan dikemas menjadi 4 paket dan disimpan dalam anus.

“Dari pengakuannya dia sudah dua kali bawa dari Malaysia. Untuk yang kedua ini pelaku ditangkap petugas Avsec,” tuturnya.

Gima menambahkan, usai mengirimkan berkas tahap satu tersebut kepada pihak kejaksaan, selanjutnya Satres Narkoba Polresta Barelang menunggu hasil pemeriksaan oleh jaksa. Apakah berkas itu dikembalikan dengan beberapa perbaikan atau dinyatakan lengkap.

“Kalau dikembalikan, tentunya berkas itu akan kita perbaiki sesuai dengan petunjuk jaksa. Tapi kita berharap nantinya tidak banyak perubahan,” imbuhnya.

Dalam berita sebelumnya, petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Internasional Hang Nadim Batam mengamankan Anwar dari kecurigaan petugas yang meilihat gerak gerik Anwar yang mencurigakan. Dari kecurigaan itu, kemudian dilakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap Anwar.

Dari hasil pemeriksaan, didapatkan empat paket sabu yang disimpan Anwar di dalam anusnya dengan total barang bukti sabu seberat 169 gram. Selanjutnya, Anwar diserahkan petugas Bea dan Cukai ke Satres Narkoba Polresta Barelang untuk diproses lebih lanjut.

Atas perbuatannya itu, Anwar tersangka dikenakan pasal 114 ayat (2) junto pasal 112 ayat (2) junto pasal 132 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dia diancam hukuman paling singkat lima tahun penjara dan paling lama hukuman penjara seumur hidup atau mati. (cr1)

Di Batam Ada Pelajar Belajar di Lantai

0
Siswa dan siswa SMPN 37, Tembesi, Sagulung belajar dilantai akibat tidak memiliki kursi dan meja, Jumat (5/1/2018). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Ratusan siswa kelas tujuh SMPN 37 Batam, Tembesi terpaksa mengikuti proses belajar mengajar dengan melantai. Hal itu, lantaran sekolah tersebut tidak memiliki kursi dan meja.

Wakil Kepala Sekolah SMP 37, Devi Susanti mengatakan kondisi itu sudah berlangsung selama empat hari belakangan ini. Meja dan kursi yang mereka gunakan sebelumnya merupakan milik SMA 18 yang menumpang di sekolah mereka. Karena SMA 18 pindah dan sudah memiliki gedung sekolah sendiri, mereka pun membawa seluruh meja, kursi, papan tulis dan lainnya ke sekolah barunya.

“Ada empat kelas yang belajar ngedrop ke lantai,” ujar Devi saat dikonfirmasi, Jumat (5/1).

Karena hal itu, pihak sekolah pun meminta kepada komite untuk mencarikan solusi. Oleh komite, orang tua siswa diminta untuk berkumpul, guna membahas permasalahan yang sekolah alami. Setelah berdiskusi selama satu hari, akhirnya mereka memutuskan dan sepakat untuk mengumpulkan dana masing- masing Rp 75 ribu per orang. Namun, bagi orang tua yang memiliki dana lebih, dapat menyumbang jumlah uang yang disepakati.

“Itu merupakan putusan pihak sekolah, komite dan orang tua siswa dan mereka tidak keberatan,” katanya.

Ia mengatakan dana yang terkumpul itu akan dibelikan kursi, meja dan fasilitas lainnya. Bila dikalikan dengan jumlah siswa 240 orang, dana yang terkumpul adalah sebesar Rp 18 juta. Jika nominal yang terkumpul lebih dari yang diperkirakan, pihaknya pun berinisiatif untuk memperbaiki sejumlah kursi dan meja kayu milik sekolah yang telah rusak.

“Kursi dan meja itu untuk menambah jika ada kekurangan,” jelasnya.

Di tanya apakah kekurangan fasilitas tersebut sudah pernah diajukan ke pihak Dinas Pendidikan Kota Batam? Perempuan berjilbab ini mengaku belum. Sebab, kekosongan meja dan kursi baru terjadi usai libur panjang Natal dan tahun baru.

“Persoalan itu saya tak tahu. Itu wewenang kepala sekolah. Mereka yang tahu,” jelasnya.

Salah satu anggota komite sekolah SMPN, Armiardi mengatakan pungutan tersebut merupakan kesepakatan bersama dengan orang tua murid.

“Jadi tidak ada unsur pemaksaan. Yang punya uang lebih bisa membayar lebih, begitu pun sebaliknya,” jelasnya.

Pungutan itu, katanya untuk memudahkan proses belajar siswa. Sebab, selama empat hari melantai, banyak siswa yang mengeluh.

“Kan kasian kalau mereka belajar dengan kondisi itu,” ucapnya.

Sementara itu, orang tua siswa, Desi Ermasari mengaku tak keberatan dengan pungutan itu. ” Kami setuju aja, itu demi anak, agar mereka memperoleh fasilitas yang memadai saat proses belajar mengajar berlangsung,” ujarnya.

Ketua Komisi IV DPRD kota Batam, Djoko Mulyono mempertanyakan pengelolaan penganggaran di SMPN 37 Batam. Hal ini menyusul masih adanya siswa di sekolah tersebut yang belajar di lantai tanpa menggunakan meja dan kursi.

“Harusnya saat penganggaran satu paket, sekolah termasuk didalamnya meja dan bangku belajar,” kata Djoko, Jumat (5/1).

Namun demikian ia meminta kondisi ini jangan berlarut-larut. Dinas Pendidikan (Disdik) kota Batam harus cepat tanggap merespon. “Bagaimana solusi itu yang kita cari bersama. Tak mungkin dianggarkan, karena APBD sudah disahkan,” tuturnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPRD Batam, Aman, menilai ada perencanaan yang tidak matang di sekolah tersebut. Hampir setiap kali membangun sekolah, penganggarannya termasuk untuk pengadaan bangku, kuris dan perabotan sekolah lainnya.

Wakil Kepala Sekolah SMP 37, Devi Susanti

“Lucu juga sekolah tidak ada meja dan bangku. Ini perencanaannya seperti apa sih dari disdik,” kata Aman.

Dan jika pun mereka memakai fasilitas di SMAN 8 harusnya disdik sudah mengantisipasi ketika fasilitas tersebut diambil alih oleh SMAN 8. Bukan sebaliknya, ketika fasilitas itu diambil alih yang dirugikan siswa, mereka belajar tanpa bangku.

“Disini ada dua kemungkinan, dianggarkan tapi barangnya tak ada atau memang tidak dianggarkan karena waktu itu SMAN 8 meminjamkan fasilitasnya karena sekolah itu belum memiliki bangunan,” terang Aman.

Ricky Indrakari, anggota Komisi IV lain menambahkan, harusnya kepala sekolah sudah mengantisipasi hal ini jauh-jauh hari. Salah satunya dengan mengusulkan rancangan anggaran belanja sekolah Pada disdik, sehingga bisa dianggaran di DPRD.

“Pernah gak kepala sekolah mengusulkan anggaran belanja sekolah. Kalau tak itu kesalahan kepala sekolahnya,” kata Ricky.

Namun begitu, untuk mengetahui secara pasti kondisi sekolah itu, Komisi IV berencana akan melakukan sidak di SMPN 37.

“Senin, (8/1) kita sidak kesana. Karena bagaimana pun harus ada solusinya,” jelas Djoko.(rng)

Sekretaris Komisi IV DPRD Menilai BPJS Kesehatan Minim Sosialisasi

0
Sejumlah warga sedang menunggu antrian saat mengurus kartu BPJS Kesehatan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Batam. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sekretaris Komisi IV DPRD kota Batam, Udin P. Sihaloho menilai, sosialisasi mengenai Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan belum optimal. Sebab, masih ada beberapa aturan baru BPJS yang sampai saat ini belum dipahami oleh masyarakat.

“Sosialisasi yang dilakukan BPJS kesehatan masih terkesan minim,” kata Udin, Jumat (5/1).

Salah satunya, kata Udin mengenai kepesertaan BPJS kesehatan. Ketika kepala keluarga mengajukan untuk menjadi peserta BPJS, secara otomatis istri dan anak yang ada di kartu keluarga diwajibkan menjadi peserta BPJS. Namun tidak disitu saja, masih ada syarat-syarat lain yang harus dipenuhi, apabila anak itu sudah berumur di atas 21 tahun dan belum bekeluarga ternyata harus melaporkan kepada BPJS.

“Ini yang belum disosialisasikan. Karena kalau misal anak tersebut masih kuliah dia harus melampirkan surat kuliah dari kampus dan diserahkan ke BPJS. Kalau ini tidak dilakukan, kartu kepesertaan BPJS yang ia miliki tidak bisa dipergunakan,” sebut Udin.

Hal inilah yang belum banyak diketahui masyarakat, sehingga ketika terjadi permasalahan yang dirugikan masyarakat juga.

“Dan itu saya rasakan sendiri. Saya rasa hal ini juga dialami masyarakat lain. Kan sayang karena kurang sosialisasi, kita tak bisa mempergunakan kartu BPJS. Padahal masyarakat membayarnya setiap bulan,” sesal Udin.

Selain itu, ia menyoroti pelayanan BPJS kepada warga khususnya medis dan puskesmas serta rumah sakit yang mitra BPJS dalam menjalankan Jaminan Kesehatan Nasional. Dinilai minim sosialisasi karena banyak warga yang tak paham prosedur menggunakan jaminan sosial tersebut.

“Hal-hal seperti ini seharusnya disampaikan sehingga masyarakat paham,” terang dia.

Terkait kepesertaan BPJS bayi yang belum dilahirkan, Udin menghimbau agar jauh hari sebelum bayi tersebut lahir sudah didaftarkan sehingga ketika terjadi permasalahan yang tak diinginkan ia sudah bisa langsung diikutsertakan di BPJS.

“Minimal ketika sudah bernyawa usia 5-7 bulan sudah didaftarkan di BPJS, karena itu sudah sesuai aturannya,” jelas Udin. (rng)

Pilot Malaysia Itu Sudah Pernah Berurusan Dengan Aparat

0
Pilot Malindo Air, Amad Syahman (tengah) positif mengkonsumsi sabu dan ditemukan juga barang bukti sabu dengan berat 1,9 gram, Sabtu (30/12/2017). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pilot Malindo, Ahmad Syahman ternyata sudah pernah berurusan dengan pihak aparat sebelum diamankan BNNP Kepri. Hal itu ditunjukan oleh orang tua Ahmad ke BNNP Kepri. “Sudah bertemu mereka (orangtua Ahmad dengan anaknya,red). Dia menunjukan ke kami, anaknya pernah mendapatkan surat yang menerangkan dirinya mengalami kecanduan narkoba,” kata Kabid Brantas BNNP Kepri, Bubung Pramiadi, Jumat (5/1).

Surat itu,menurut Bubung tidak akan mengubah keputusan dari BNNP Kepri. Ia mengatakan pihak BNNP Kepri tidak melakukan tindakan rehabilitasi ke Ahmad Syahman.

“Dia bukan orang Indonesia, tapi WN Malaysia. Rehabilitasi itu untuk orang Indonesia saja,” ucapnya.

Bubung mengatakan seharusnya Ahmad sedari awal jujur. Tidak hanya pada keluarganya saja, tapi juga maskapai tempat dirinya berkerja. Sehingga Ahmad tidak diperbolehkan untuk menerbangan pesawat.

“Akibatnya apa, maskapai tempat dia bernaung dirugikan atas prilakunya,” ujarnya.

Hingga kini, kata Bubung pihaknya masih terus melengkapi berkas-berkas Ahamad Syahman. Dijelaskan Bubung, hal ini untuk menuntaskan kasus ini dan mengirim tersangka menuju ke persidangan. “Kami masih menunggu hasil laboratorium, pemeriksaan saksi dan penetapan atas barang bukti (1,9 gram sabu yang dibuang Ahmad,red). Prosesnya masih lama,” tuturnya.

Ahmad Syahman, Pilot asal Malaysia yang diamankan BNNP Kepri, Sabtu (30/12) saat digelar operasi bersinar. Operasi tersebut tidak hanya menyasar ke penumpang saja, tapi juga para pilot. Pria berusia 35 tahun ini tes urinnya dinyatakan positif terindikasi narkoba. Dan petugas BNNP Kepri menangkap basah Ahmad berusaha membuang sabu yang disimpan dalam kotak kacamata.

Atas perbuatan Ahmad ini, BNNP Kepri menjeratnya dengan pasal 112 dan 115 Undang-undang no 35 tentang narkotika. (ska)