Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12712

2017, Penumpang Hang Nadim Naik 3,1 Persen

0
Para penumpang keluar dari pintu kedatangan Bandara Hang Nadim Batam, Kamis (4/1/2017). Selain pintu kedatangan pintu juga keberangkatan penumpang masih terlihat ramai pasca liburan tahun baru. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Bandara Internantional Hang Nadim mencatat ada kenaikan jumlah penumpang di tahun 2017, bila dibandingkan 2016. Tercatat kenaikan itu sebesar 3,1 persen.

“Tahun 2016 penumpang di Hang Nadim hanya 6,1 juta. Namun tahun 2017 naik menjadi 6,3 juta orang,” kata General Manager Operasional Hang Nadim Batam, Suwarso, Sabtu (6/1).

Ia mengatakan jumlah ini sesuai dengan target Hang Nadim. Karena awal tahun 2017, pihak Hang Nadim menargetkan jumlah penumpang yang datang, pergi dan transit hanya 6,3 juta orang.

“Kami tidak mamatok target terlalu tinggi. Karena melihat pergerakan penumpang di 2017, tahun 2018 kami hanya menargetkan jumlah penumpang 6,5 juta orang saja,” ucapnya.

Salah satu penyebab tidak tingginya target Hang Nadim, disebutkan Suwarso tidak adanya penambahan rute baru secara masif.

“Tahun 2014, masih banyak penambahan rute. Tiap bulan ada. Tapi sekarang tidak seperti itu lagi,” ucap Suwarso.

Saat ini, kata Suwarso rute yang dilayani Hang Nadim sudah cukup lengkap. Penambahan rute nantinya tergantung tinggi atau rendahnya permintaan dari masyarakat.

“Tentunya pihak maskapai menghitung untung dan rugi. Kalau tinggi permintaan pasti buka rute baru,” ucapnya.

Ia memprediksi di tahun ini, penambahan rute juga tidak banyak. “Tetap ada, tapi satu-satu aja,” ucapnya.

Saat ini maskapai yang melayani penerbangan di Hang Nadim yakni Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air, Wings Air, Malindo Air, Srwijaya Air, Nam Air, dan Susi Air.

“Ke depan pelayanan dan fasilitas akan terus kami tingkatkan. Agar dapar memberikan rasa nyaman ke para calon penumpang,” pungas Suwarso. (ska)

Mengenang Kepergian Anggota Band Legendaris Koes Plus, Yon Koeswoyo

0

Di Tuban, kebesaran Koes Plus diabadikan melalui museum. Keturunan ningrat yang tak membeda-bedakan teman.

MATA Hari Sunarno tampak berbinar. Dengan saksama diamatinya deretan foto dan gambar album itu. ”Yon ini pendiam, tak seperti adiknya, Yok,” kata Hari kepada Jawa Pos (Grup Batam Pos) Radar Tuban sembari menunjuk sebuah foto.

Ada empat pemuda gondrong bercelana klowor-klowor (lebar di bagian bawah) di foto tersebut. Dua di antaranya adalah Yon dan Yok Koeswoyo, personel band legendaris Indonesia Koes Plus.

Foto itu merupakan koleksi Museum Koes Plus yang berada di Tuban. Di kabupaten di pesisir utara Jawa Timur bagian barat itulah, persisnya di Sendangharjo, Koes Plus dilahirkan dengan nama awal Koes Bersaudara.

Para personel pertamanya adalah kakak beradik anak-anak pasangan R Koeswoyo dan Rr Atmini. Masih di Tuban pula, banyak koleksi Koes Plus yang diabadikan di Museum Kambang Putih.

Hari tahu banyak soal Yon yang meninggal Jumat (5/1) pagi lalu, Yok (satu-satunya personel tersisa), dan Koes Plus sendiri karena masih terhitung saudara dengan keluarga Koeswoyo. Munaryo, ayah Hari, adalah kakak Koeswoyo, ayah Tonny, Nomo, Yon, dan Yok (personel Koes Bersaudara).

Usia Hari dengan almarhum Yon Koeswoyo memang terpaut sangat jauh, 20 tahun. Sehingga kenangan Hari bersama sang maestro banyak dirajut ketika Yon berkunjung ke Tuban.

Tiap kali mudik ke Bumi Wali, julukan Kota Tuban, hampir pasti Yon selalu menuju rumah Hari. Hari mengaku terakhir bertemu Yon di Tuban pada 2015. Dan tiap kali berada di kota kelahirannya itu, Yon selalu mengajak ke tempat kuliner ayam panggang.

”Yang selalu dipesan tiap ke Tuban ayam panggang sama minum legen,” kenang Hari yang mengaku tak sempat melayat ke Jakarta.

Dari Koes Bersaudara ke Koes Plus, ada proses evolusi yang cukup panjang. Hanya Yon (vokal dan gitar pengiring) serta sang kakak Tonny (keyboard, gitar melodi, dan vokal) yang terus bertahan. Formasi terbaik Koes Plus dari periode 1969 sampai 1987 terdiri atas Tonny, Yon, Yok, dan Murry.

Yon pula yang terus mengibarkan panji Koes Plus sepeninggal Tonny pada 1987 dan setelah Yok serta Murry tak aktif lagi karena alasan kesehatan. Vokal khasnya juga sangat identik dengan Koes Plus meski semua personel sebenarnya juga turut menyumbangkan karya dan suara.

Tak mengherankan kalau kemudian begitu banyak fans Koes Plus yang turut mengantarkan Yon ke peristirahatan terakhir di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, kemarin. ”Mas Yon itu sangat ramah kepada para penggemarnya,” kata Bambang Riyanto, penasihat KPK (Komunitas Pecinta Koes Plus), kepada Jawa Pos.

Semasa kecil di Tuban, Yon dan keluarga Koeswoyo tinggal di Jalan W.R. Supratman 46, Kelurahan Sendangharjo. Dia bersekolah di SD Kebonsari. Tapi, ketika belum lulus SD, pada 1950-an, Yon dan kedelapan saudaranya diboyong ayah-ibunya ke Jawa Barat dan kemudian ke Jakarta.

Rr Atmini, sang ibu, merupakan kerabat Bupati Tuban (waktu itu) RM Soemobroto. Sedangkan Koes diambil dari nama ayah mereka, Raden Koeswoyo.

”Meskipun lahir dari keluarga ningrat, Yon dan saudara-saudaranya dikenal ramah dan tidak membeda-bedakan teman bermain,” kata Hari yang juga kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Tuban.

Kini jejak Yon dan saudara-saudaranya yang telah melahirkan salah satu band paling berpengaruh dalam sejarah musik Indonesia itu masih bisa dinikmati melalui museum. Sebab, rumah keluarga Koeswoyo telah dijual dan berpindah tangan sejak lama.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Tuban Agus Wijaya mengapresiasi penuh para penggemar Koes Plus di Bumi Wali. Karena itu pula, pihaknya membuat Museum Koes Plus beberapa pekan yang lalu.

Museum yang menempati lantai 2 Dome Rest Area tersebut nanti tidak hanya menyimpan kenangan-kenangan tentang Koes Plus. Tapi sekaligus menjadi tempat berkumpul dan berkarya para penggemar.

”Koes Plus ini sudah menjadi salah satu ikon Kota Tuban,” tuturnya. (*/len/c9/ttg)

Kebohongan yang Tingkatkan Reputasi

0

batampos.co.id – Jika ada pemimpin negara yang patut diberi gelar raja kebohongan, Donald Trump mungkin bisa menjadi salah seorang kandidatnya. Berdasar pengecekan fakta yang dilakukan The Washington Post pada Oktober, presiden Amerika Serikat (AS) itu telah melontarkan 1.318 kebohongan maupun pernyataan yang menyesatkan selama 263 hari menjabat.

Sejak awal kampanye, popularitas Trump memang dibangun dari kebohongan dan ujaran kebencian yang dilontarkannya. Begitu seringnya kebohongan meluncur dari mulutnya, banyak media yang punya aplikasi pengecekan kebenaran atas pernyataan sang presiden.

Banyak pakar menilai bahwa terpilihnya Trump adalah salah satu efek era post-truth alias pasca kebenaran. Yaitu, era ketika keyakinan dan opini pribadi lebih memengaruhi publik daripada fakta yang ada.

Profesor ilmu komunikasi dari Illinois State University John Huxford mengungkapkan bahwa maraknya fake news alias hoax merupakan gejala era post-truth.

Gejala itu jelas tampak begitu nyata saat ini. Dia menegaskan, di era post-truth, kebenaran tidak lagi dianggap penting. Kebohongan tidak lagi merusak reputasi politikus maupun institusi yang melakukannya.

”Kebohongan dan kepalsuan, tampaknya, malah meningkatkan reputasi dan kemampuan politik seseorang di antara para pendukung setianya,” terangnya.

Trump adalah contoh nyata. Dia tetap dipuja para pendukungnya meski sudah berulang-ulang melontarkan kebohongan. Selasa (2/1) Trump malah mencuit bahwa dirinya bakal memberikan penghargaan untuk media yang paling tidak jujur.

Tapi, istilah fake news bagi Trump dan bagi orang normal kebanyakan tentu berbeda. Bagi Trump, fake news adalah berita yang paling dibencinya dan bisa membuatnya marah luar biasa. Terlepas berita itu benar atau tidak.

”Jadi, ketika Anda mendengar orang seperti Donald Trump meneriakkan kata fake news, mereka sebenarnya menolak untuk memercayai berita sebenarnya karena itu bertentangan dengan keyakinan mereka,” tegasnya.

Huxford berharap agar istilah fake news tak lagi digunakan. Sebab, itu seakan menyatakan semua media membuat berita bohong. Padahal, media-media mainstream tidak menulis berita bohong, berita semacam tersebut hanya ditulis media ekstrem tertentu.

Andrew M. Guess, asisten profesor bidang politik dan hubungan publik di Princeton University, mengungkapkan bahwa ada dua kelompok orang yang bakal terpengaruh dengan fake news. Yaitu, orang yang literasi media online-nya rendah dan orang yang mendukung kelompok tertentu.

Sebagai contoh, para pendukung Trump jauh lebih banyak terpapar berita bohong daripada pendukung lawannya. Pada Pilpres AS 2016, mayoritas berita bohong lebih menguntungkan Trump.

Guess menambahkan, berita-berita bohong berdampak pada banyak orang. Berdasar penelitiannya, secara kasar, 1 di antara 4 penduduk AS mengunjungi website yang berisi berita-berita bohong dalam 5 pekan. Berdasar penelitian The Economist, selama masa kampanye, setiap orang dewasa di AS setidaknya terpapar berita bohong sekali. Sekitar 8 persen dari mereka percaya isi berita tersebut. (sha/c10/dos)

Ujaran Kebencian dan Hoax yang Makin Merajalela Sulit Hilang karena Jadi Uang

0
ilustrasi

batampos.co.id – Teknologi informasi membawa efek samping. Kemudahan penyebaran berita ternyata membuat berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian ikut merajalela. Bak penyakit menular yang menjadi epidemi.

BABY Asel dianggap istimewa. Dia adalah bayi pertama di Wina, Austria, yang lahir pada 1 Januari 2018 pukul 00.47. Beberapa media lokal memberitakannya. Bukannya ucapan selamat, justru lontaran ujaran kebencian yang didapat orang tua Asel. Mulai harapan agar keluarga tersebut dideportasi hingga agar Asel mati saja.

”Ini adalah dimensi baru dari kebencian di dunia maya. Yaitu, menyasar bayi baru lahir yang tidak berdosa,” ujar Klaus Schwertner dari lembaga amal Caritas di Wina.

Penyebab kebencian tersebut satu. Ibu Asel mengenakan jilbab yang menandakan bahwa dia seorang muslim. Xenophobia dan sentimen antimuslim di Austria dan negara-negara Eropa lainnya memang terus merangkak naik sejak arus pengungsi mengalir ke benua biru tersebut.

Sebagian besar pengungsi berasal Syria, Iraq, dan Afghanistan. Tingginya serangan militan Islamic State (IS) alias ISIS ikut memperkuat kebencian itu. Peningkatan ujaran kebencian juga berbanding lurus dengan kasus kejahatan atas dasar kebencian. Mereka yang tidak puas hanya dengan mencaci secara online memilih melakukan penyerangan di dunia nyata.

Demi menangkal ujaran kebencian itu, United Nations Alliance of Civilizations (UNAOC) dan Uni Eropa (UE) menggelar simposium di Kairo 13 Desember lalu. Simposium tersebut dihadiri berbagai perwakilan lembaga internasional, jurnalis, akademisi, dan berbagai tokoh lainnya.

Kepala UNAOC Nassir Abdulaziz Al Nasser mengungkapkan bahwa simpati para pengungsi sama tingginya dengan tingkat xenophobia yang diarahkan ke mereka.

”Media sosial menjadi platform yang terbuka lebar untuk ujaran kebencian serta memfasilitasi penyebaran ide dan narasi negatif dengan cepat di dunia maya,” tegasnya.

Maraknya penggunaan media sosial memang membuat orang dengan mudah meluapkan kebenciannya di dunia maya. Berbeda dengan di dunia nyata yang masih ada rasa malu atau segan, di dunia maya orang bebas menjadi ”orang lain”. Menjadi pribadi yang berbeda. Alter ego. Sosok yang tersembunyi.

Negara-negara anggota UE serta perusahaan sosial media berusaha keras agar ujaran kebencian bisa ditekan. Berbagai alat baru digunakan Twitter, Facebook, WhatsApp, dan berbagai aplikasi media sosial lainnya untuk menekan ujaran kebencian.

Pada 1 Januari, UU anti ujaran kebencian juga mulai diterapkan di Jerman. Media sosial diminta memblokir akun-akun yang menyebarkan kebencian. Data tentang akun yang diblokir atau unggahan yang dihapus akan dirilis setelah UU itu berjalan selama enam bulan.

Namun, sebelum UU itu diterapkan, The Guardian melansir bahwa per bulan Facebook sudah menghapus 15 ribu konten yang dinilai melanggar aturan.

Dalam hitungan hari, akun milik Wakil Ketua Partai Alternative for Germany (AfD) Von Storch langsung menjadi korban penutupan. Anggota parlemen yang seharusnya menjadi contoh masyarakat itu malah melontarkan ujaran kebencian kepada umat Islam hanya gara-gara kepolisian Kota Koeln menulis ucapan selamat tahun baru dengan berbagai bahasa. Termasuk bahasa Arab.

Di akun Twitter-nya, Storch menyebut pria muslim adalah barbar yang senang memerkosa ramai-ramai. Akun Twitter dan Facebook-nya akhirnya diblokir.

Ujaran kebencian memang sulit dihentikan. Sebab, partai-partai dengan paham ekstrem, politikus, dan para pendukungnya getol menggunakan medsos untuk menyebarkan pesan-pesan berbau rasisme dan intoleransi. Storch hanyalah salah satu contoh kecil.

Tak semua senang dengan usaha Jerman meloloskan UU anti ujaran kebencian itu. Beberapa menganggap UU hal tersebut sebagai alat untuk membungkam oposisi. Mereka tidak bisa lagi nyinyir ke pemerintah dan jajarannya. Akun Twitter majalah satire The Titanic yang memarodikan pernyataan Storch ikut diblokir.

”Perusahaan swasta berbasis di AS memiliki kuasa untuk memutuskan batas-batas kebebasan pers dan opini di Jerman,” ujar Pemimpin Asosiasi Jurnalis Jerman (DVJ) Frank Ueberall menanggapi pemblokiran akun The Titanic.

Kanada yang menjadi surga para imigran dan pengungsi mengalami hal serupa. Perusahaan marketing media Cision mengungkapkan bahwa terdapat kenaikan ujaran kebencian dan intoleransi 600 persen pada November 2015–November 2016.

Tagar #banmuslims, #whitegenocide, dan #whitepower kerap dipakai di media sosial. Hingga saat ini pemerintah Kanada belum memiliki rencana untuk menerapkan UU yang sama dengan Jerman.

Ibarat virus yang telanjur menyebar luas, ujaran kebencian dan berita bohong alias hoax susah dihilangkan. Sebab, banyak pihak yang meraih keuntungan dengan menyebarkan unggahan-unggahan berbau negatif itu.

CEO AppNexus Brian O’Kelley mengakui, ujaran kebencian dan hoax menyebar dengan begitu cepat beberapa bulan belakangan ini. Akun-akun yang bertujuan menggali keuntungan memanfaatkan kebencian yang menguar di masyarakat untuk menghasilkan uang.

Setiap kali ada orang yang membuka akun tersebut, si pemilik akan mendapatkan penghasilan dari iklan yang menyertai unggahannya. Headline berita di situs abal-abal bakal dibuat sangat dramatis.

”Penelitian menunjukkan bahwa konten yang paling sering diklik dan dibagikan adalah yang menggerakkan emosi pembaca,” terang O’Kelley seperti dilansir Forbes. (sha/c10/dos)

Diskon UWTO hanya untuk Sektor Terpuruk

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo menekankan diskon UWTO hanya diperuntukkan bagi sektor usaha yang tengah terpuruk. Selain itu juga diberlakukan untuk kawasan yang pengembangan infrastrukturnya belum memadai.

Disamping itu, BP Batam akan memberikan insentif baru untuk dunia industri. Setiap fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) yang terdapat di dalam kawasan industri tidak akan dikenakan tarif UWTO industri melainkan tarif UWTO untuk fasum dan fasos.

“Diskon UWTO lihat kondisi lapangan, seperti shipyard. Kami ingin shipyard bertahan. Tapi jika kondisi ekonomi sudah membaik, maka tarifnya akan normal kembali,” ungkapnya.

Dengan kata lain, diskon UWTO hanya bisa diberikan dengan melihat situasi dan kondisi ekonomi teraktual di lapangan. Dan untuk memberikannya, Kepala BP Batam perlu mengajukannya terlebih dahulu ke Dewan Kawasan (DK) sebelum diterbitkan dalam SK.

Sedangkan untuk tarif fasum dan fasos di kawasan industri diberikan sebagai bentuk insentif untuk menggairahkan kembali dunia industri.

“Sekarang kami bukan memaksimalkan pendapatan dari UWTO lagi, tapi hanya mengoptimalkan. Konsekuensinya adalah kami harus mengendalikan belanja dan optimalkan aset,” jelasnya.

Sedangkan praktisi hukum sekaligus Ketua Dewan Pakar Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, Ampuan Situmeang mengatakan pedoman dalam menetapkan penurunan tarif UWTO harus ada.

“Supaya ada kepastian dan dapat memberikan kenyamanan dalam berinvestasi,” harapnya.(leo)

Dinkes Bangun Tujuh IPAL

0
ilustrasi

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam berencana membangun tujuh instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di tujuh pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas).

“Dari 19 Puskesmas, baru ada empat yang telah dibangun IPAL, sedangkan yang lainnya belum,” kata Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmardjadi, Jumat (5/1).

Saat ini limbah yang dihasilkan puskesmas ditampung di tempat pembuangan sederhana, sedangkan limbah padat menggunakan pihak ketiga.

Untuk itu, tahun ini dia menargetkan tujuh puskesmas akan dibangun IPAL agar memiliki pengolahan dan mengurai limbah yang dihasilkan dari aktivitas puskesmas.

“Kami dahulukan puskesmas yang akan diakreditasi, karena itu merupakan salah satu yang menjadi penilaian ,” terangnya.

Untuk satu IPAl menghabiskan dana hingg Rp 200 juta, jadi total yang dianggarkan tahun ini sebesar Rp 1,4 miliar yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) tahun 2018.

Pria yang berprofesi sebagai dokter kandungan ini menyebutkan sebelumnya sudah ada empat puskesmas yang memilki IPAL diantaranya, Puskesmas Belakangpadang, Lubukbaja, Sungaipanas dan Sekupang.(cr17)

Pesan Kapolres untuk Pecinta Medsos

0
ilustrasi

batampos.co.id – Selama tahun 2017 lalu, Polresta Barelang telah menangani kasus kejahatan di media sosial yang berujung pada sanksi pidana. Kapolresta Barelang Kombes Hengki mengimbau kepada masyarakat Kota Batam agar bijak dalam menggunakan media sosial (medsos).

“Sebelum membagikan atau share konten, berita atau informasi apapun harus dipikirkan secara matang, apakah perlu di-share atau tidak, bermanfaat atau tidak dan apakah perlu dikomentari atau tidak,” kata Kapolres Hengki.

Terhadap berita atau informasi yang didapatkan melalui media sosial, ia meminta masyarakat untuk tidak cepat percaya dan melakukan pengecekan terlebih dahulu terhadap berita atau informasi yang disebarkan melalui medsos.

“Baik itu informasi atau berita melalui media sosial seperti Facebook, Instagram, Path dan sebagainya. Apalagi berita yang berbau SARA,” katanya.

Sebab, menurut Hengki jika berita atau informasi itu disebarkan dapat mengganggu dan berdampak pada hal yang lebih meluas lagi. Baik itu terjadinya perpecahan ditengah-tengah masyarakat maupun perpecahan yang lebih meluas lagi.

“Dewasa lah dalam menggunakan media sosial supaya tidak terjadi kesalah pahaman. Karena berdampak pada sesuatu yang kurang baik tentunya,” tuturnya.

Selain itu, kepada masyarat Kota Batam yang menemukan berita atau informasi yang tidak jelas untuk segera melaporkan ke kantor polisi terdekat. Selain itu, masyarakat juga bisa menghubungi 110 dengan layanan bebas pulsa.

“Cek kepada aparat. Karena dimana-mana ada aparat seperti di desa ada bhabinkamtibmas, pospol, polsek maupun di polres. Atau bisa menghubungi 110 kalau ada informasi apapun,” tegasnya. (cr1)

Pelebaran Jalan Tahap II Mulai Dilelang

0
ilustrasi, .F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Pengembangan infrastruktur jalan masih jadi program prioritas Pemerintah Kota Batam di tahun 2018.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSD) Kota Batam, Yumasnur mengatakan, ada beberapa proyek pengerjaan jalan yang akan dilanjutkan di awal tahun ini.

Seperti pelebaran jalan tahap II dari Simpang Lampu Merah BNI ke Simpang Jam, Simpang Planet ke The Hills Batam, kemudian lanjut ke arah terowongan Pelita ke Simpang Irinko dan Simpang Baloi menuju Apartemen Harmoni Batam.

“Keempat pelebaran jalan ini lagi kami lelang,” kata Yumasnur, Jumat (5/1).

Sementara untuk pelebaran jalan di kawasan Bengkong dan sekitarnya diakui dia, masih proses perencanaan dan penataan.

“Setelah penataan selesai baru dilanjutkan pelelangan,” sebut Yumasnur.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Batam akan melebarkan sepuluh ruas jalan selama tahun 2018 ini. Tahap persiapan, Pemko akan melakukan penertiban bangunan liar di sepanjang sisi jalan yang akan diperlebar.

“Yang kita harap hari ini pada saudara saya yang ada di pinggir jalan untuk tertibkan. Kalau bisa jalan sendiri, jalan sendiri. Kalau tidak, kita turunkan tim. Surat sudah masuk, tinggal (surat peringatan) SP3,” kata Walikota Batam, Muhammad Rudi

Menurutnya pelebaran jalan ini harus dilakukan supaya pembangunan berkelanjutan. Penataan dilaksanakan Pemko untuk mempersiapkan Batam menjadi kota yang indah dan cantik.

“Kita ingin betul, orang datang menikmati apa yang kita sajikan. Orang menikmati jalan yang lebar, ada tempat pejalan kakinya yang nyaman, pedagangnya tertib,” kata dia.

(rng)

Investor Pertama Datang dari China yaitu Hongsheng Plastic Industry

0

batampos.co.id – PT Hongsheng Plastic Industry menjadi perusahaan asing yang pertama kali menanamkan modalnya di Batam. Perusahaan ini berasal dari China dan akan bergerak di sektor industri barang plastik.

“Rencana bidang usahanya adalah industri barang plastik dengan nilai investasi mencapai 3,75 juta Dolar Amerika atau Rp 50 miliar,” kata Kasubdit Pelayanan Penanaman Modal BP Batam, Ady Soegiharto, Jumat (5/1) di Gedung Mall Pelayanan Publik (MPP).

Hongsheng akan menggunakan pabrik di kawasan industri Puri Industrial Park, Batam sebagai basis produksinya. Dalam setahun, produksi perusahaan asal China ini akan mencapai 50 ribu ton dengan nilai ekspornya mencapai 4 juta Dolar Amerika. Target pemasarannya adalah di dalam negeri dan sebagiannya lagi akan diekspor keluar negeri.

Ady mengatakan dalam tempo dua minggu kedepan, ada dua investor asing asal China yang juga akan menggunakan i23J untuk berinvestasi di Batam.

“Ada dua masih dari China. Bidang usahanya masih tetap di manufaktur,” katanya.

Pada tahun 2017, investasi masuk ke Batam sebesar 1,1 miliar Dolar Amerika. Nilainya meningkat 136 persen dari tahun 2016 yang mencapai sekitar 471 juta Dolar Amerika. Sedangkan perusahaan yang menggunakan jasa i23J ada 13 perusahaan dengan nilai investasi sebesar 233 juta Dolar Amerika.

Semua perusahaan asing yang masuk pada tahun lalu menggunakan jasa i23J dan hampir semuanya sudah beroperasi.

“Sedangkan satu perusahaan terkait LNG mengundurkan diri karena belum tentukan tempat. Contohnya Blackmagic, Senin mereka sudah bisa masukkan mesin,” paparnya.

Sedangkan perwakilan dari Hongsheng, Mr Chem Po mengatakan pihaknya akan segera beroperasi. Dan untuk tahap awal akan merekrut 160 tenaga kerja lokal dan mungkin sekitar 40 tenaga kerja asing.

“Kami pakai lokal karena bawa dari China akan kurang familiar dengan daerah Batam,” ungkapnya.

Mereka juga akan mempelajari konsep industri hijau yang diterapkan di Batam untuk diaplikasikan segera. “Jika bisa diikutin akan diikuti karena produksi kami juga untuk bantu lingkungan,” paparnya.

Dalam proses produksinya, Hongsheng mengambil limbah plastik yang kemudian dihancurkan untuk dijadikan sebagai biji plastik.

Sedangkan alasan memilih Batam sebagai tempat berinvestasi adalah karena lingkungan dan orang-orangnya lebih ramah daripada di negara lain seperti Vietnam.

“Mereka pekerja disini lebih ramah dibanding Vietnam, makanya memilih di Batam,” pungkasnya.(leo)

Pemko Batam Optimis Pajak Unggulan Tercapai

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Pemerintah Kota Batam tetap optimis menaikan target pajak unggulan tahun 2018, meski 2017 target pajak unggulan itu tak tercapai. Diantara pajak unggulan Pemko adalah Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB), Pajak Bumi Bangunan (PBB), dan Pajak Penerangan Jalan Umum (PPJU).

Sekretaris Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Batam, Efrius optimis tahun 2018 akan lebih baik dari tahun 2017. Ke optimisan itu dilakukan dengan cara menaikan target beberapa jenis pajak, terutama pajak unggulan.

“Target beberapa jenis pajak 2017 memang banyak yang tak tercapai. Namun tahun 2018, kami tetap optimis bisa mencapainya. Bahkan Target PAD (pendapatan asli daerah) tahun 2018 Rp 1,3 triliun,” kata Efrius di Batamkota, Jumat (5/1).

Dijelaskannya, untuk tahun 2018 target BPHTB naik menjadi Rp 300 miliar dari target di APBDP Rp 250 miliar. Begitu juga dengan target PBB naik menjadi Rp 150 miliar dari target 2017 lalu yakni Rp 131 miliar.

“Kedua target ini 2017 memang tak tercapai, namun tahun 2018 kami optimis bisa mencapai target. Dibawah pajak ini juga ada pajak restoran, hiburan dan hotel,” imbuh pejabat yang baru dilantik pekan lalu.

Karena itu ia berharap pelayanan pembayaran pajak di pelayanan di Mal Pelayanan Publik (MPP) dapat terlaksana dengan baik. Sehingga para wajib pajak bisa membayar pajak dengan mudah.

“Yang berkaitan dengan BPHTB seperti IPH (Izin Perolehan Hak) semoga lancar perizinannya,” pungkasnya. (she)