Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12711

Pater Al Gesu, Rohaniwan Indonesia yang Bertugas di Israel

0

Panggilan untuk menjadi gembala umat itu baru dia dengar pascagempa Jogja 2006, saat menjadi salah seorang relawan di sana. Kini, bekerja di jalan-Nya, Pater Al Gesu justru berkarya jauh dari kampung halaman.

”KALAU kamu sungguh-sungguh ingin bersekolah di sana, hanya satu kuncinya. Saat ditanya apa cita-citamu, maka kamu harus menjawab: menjadi pastor.”

Itulah kalimat Maria Goreti Du’e yang tidak pernah bisa dilupakan Erens Albertus Novendo Gesu. Berkat kalimat itu, impian Al Gesu –sapaannya– untuk bersekolah di SMP Seminari St Yohanes Berchmans, Mataloko, Ngada, Nusa Tenggara Timur, tercapai.

Di daerah tempat tinggalnya, SMP Seminari itu biasa disebut seminari kecil. Selama tiga tahun, Al Gesu bersekolah di sana.

Rabu (27/12), di Hotel Rimonim, Nazareth, Israel, Al Gesu mengatakan bahwa sebenarnya motivasi bersekolah di seminari kecil bukanlah untuk menjadi rohaniwan. Dia hanya ingin punya banyak teman pria. Dengan permainan-permainan khas lelaki. Lebih menantang.

”Saya ini sulung dari lima bersaudara. Adik saya yang nomor dua perempuan. Tiap kali pulang sekolah dan sampai rumah, maka saya terpaksa bergaul dengan teman-teman adik saya yang semuanya perempuan. Sebab, anak-anak tetangga kami kebetulan perempuan semua,” ungkap lelaki yang berulang tahun tiap 15 November tersebut.

Karena SMP Seminari St Yohanes Berchmans merupakan bagian dari kompleks SMP-SMA dengan nama yang sama, Al Gesu melanjutkan SMA di sana. Jadilah pemuda yang kini berumur 30 tahun itu bersekolah di seminari selama enam tahun. Yakni seminari kecil dan seminari menengah.

Sebagaimana para siswa seminari yang lain, Al Gesu pun seperti punya beban untuk melanjutkan pendidikannya di seminari. Tepatnya seminari tinggi. Sekolah calon pastor.

Tapi, sebelum itu, para lulusan seminari menengah punya kesempatan untuk menimbang-nimbang panggilannya sebagai rohaniwan dalam masa postulat. Masa pengenalan awal pada kehidupan calon rohaniwan.

Pada 2005, Al Gesu menjadi postulan. Postulan adalah sebutan bagi para lulusan seminari menengah yang sedang menjalani masa postulat. Ketika itu, dia melewati masa penting tersebut di Postulat OFM Papringan di Jogjakarta.

Sebagai postulan, Al Gesu juga wajib melewati masa live-in. Yakni hidup bersama komunitas masyarakat tertentu dan membaur di sana. Seperti seorang mahasiswa yang mengikuti KKN (kuliah kerja nyata), dia pun menginap di kediaman salah seorang warga dan menjalani kehidupan normal layaknya keluarga di rumah tersebut.

Ketika itu, dia live-in di rumah seorang penderita kusta di Pati, Jawa Tengah. Pada masa itu, Al Gesu mulai dihadapkan pada pertentangan batin. Meski jalannya menuju seminari tinggi mulus, karena sudah menjadi siswa seminari kecil dan seminari menengah, ternyata dia juga menyimpan keinginan untuk menjadi mahasiswa biasa. Artinya, tidak melanjutkan pendidikan ke seminari tinggi.

”Ketika itu, saya sudah mendaftar ke UPN Veteran dan cari kos di daerah sana juga,” ujar Al Gesu. Tapi, di tengah pergolakan batinnya itu, Jogjakarta diguncang gempa.

Putra Anselmus Waja itu pun langsung tergerak. Dia menjadi sukarelawan di kota pelajar tersebut. Saat itu juga, dia merasa seperti mendapatkan jawaban. Yakni, bahwa dia memang terpanggil untuk menjadi pelayan Tuhan. Sebab, jauh di dalam lubuk hatinya, dia memang selalu suka melayani.

Karena itu, setelah menuntaskan lakon hidupnya sebagai sukarelawan di Jogjakarta, Al Gesu melanjutkan proses menjadi pastor. Pada 2006, dia menjadi novis (siswa di masa pendidikan awal) di Novisiat OFM, Depok, Jawa Barat.

Tahun berikutnya, dia mantap melanjutkan studi di Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara, Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta. Empat tahun kemudian, lelaki yang suka guyon tersebut menjalani TOP (tahun orientasi pastoral) di Seminari Stella Maris, Kota Bogor, Jawa Barat.

Di Bogor itulah dia pernah mendapatkan pengalaman menarik. Al Gesu, yang mengaku paling sering terlambat mengikuti doa pagi di seminari tersebut, ketiban sampur menjadi pendamping seminaris muda.

Sebagai pendamping, dia harus bisa menjadi teladan bagi para seminaris muda tersebut. Karena merasa tidak sanggup mengemban tugas itu, dia kemudian protes kepada pimpinan.

Di hadapan pimpinan, Al Gesu menyatakan bahwa dirinya tidak layak menjadi pendamping. Sebab, sebelumnya dia tidak pernah punya pengalaman menjadi panutan atau sosok pemimpin. Terutama karena dia suka bicara apa adanya dan gemar bercanda.

”Tapi, ternyata pimpinan malah berkata, ’Justru karena kamu seperti itulah, maka saya tunjuk. Supaya saat para seminaris itu mengenalmu, mereka akan berpikir, orang seperti ini saja bisa jadi pastor, apalagi saya,’” papar rohaniwan yang ditahbiskan sebagai imam pada 8 Desember 2014 tersebut.

Tanpa jubah cokelat yang menjadi identitasnya sebagai pastor OFM (Ordo Fratrum Minorum atau Fransiskan), Al Gesu menjelma sebagai pemuda sederhana yang murah senyum. Dia juga ramah dan sangat suka berkelakar. Selain itu, dia tampak jauh lebih muda saat tak memakai atribut rohaniwannya.

Dalam balutan jubah cokelat OFM-nya, Al Gesu lebih cocok menjadi pastor yang akrab dengan orang-orang tua. Seperti saat dia mendampingi para peziarah Indonesia selama enam hari pada 23–28 Desember lalu di Israel.

Dari hari ke hari, dia menjadi telinga yang selalu siap mendengarkan kisah atau bahkan curhat para ibu. Juga para bapak. Tapi, setiap petang, saat rangkaian ziarah harian berakhir, dia berubah menjadi teman bagi para kaum muda dalam rombongan ziarah yang sama.

Al Gesu berubah menjadi sosok yang energik. Meskipun penampilannya tetap kalem, saat menjadi teman jalan rombongan para peziarah muda yang rata-rata mahasiswa itu, sang pastor terlihat jauh lebih santai. Lebih ngenomi.

Bahkan, sambil berjalan meninggalkan hotel, kepala dan badannya bergoyang ketika dari telepon genggamnya terdengar lagu Buttons milik The Pussycat Dolls.

Al Gesu, yang oleh para peziarah Indonesia disapa dengan sebutan Pater Al, sudah hampir dua tahun tinggal di Israel. Tepatnya di Kota Tua Jerusalem.

Saat ini, dia sedang menjalani peran sebagai mahasiswa S-2 Kitab Suci dan Arkeologi di Studium Biblicum Fransiscanum (SBF) di Jerusalem. Selama menuntut ilmu, dia tinggal di Flagellation Monastery di kompleks Church of Flagellation.

Maka, selain menjadi mahasiswa, dia juga menjadi abunah di paroki yang terletak di dalam tembok Kota Tua Jerusalem tersebut. Sebagai abunah, sebutan untuk pastor dalam bahasa setempat, Al Gesu memimpin misa, melayani konseling, juga menerima pengakuan dosa umatnya.

Tapi, pada hari libur, dia juga boleh libur dari segala urusan gereja. Termasuk menjadi pemandu ziarah.

”Saya masih sekitar tiga tahun lagi lulus,” kata Al Gesu. Di kelasnya, pria yang mengaku ngefans Agnez Mo (Agnes Monica) itu adalah satu-satunya mahasiswa asal Indonesia.

Memang hanya ada enam mahasiswa dalam satu angkatan. Tapi, semuanya berasal dari enam negara yang berbeda. Lima mahasiswa lain berasal dari Slovakia, Polandia, Portugal, Rumania, dan Kroasia.

Lantas, bagaimana cara enam mahasiswa itu berinteraksi satu sama lain? ”Pelajaran di kelas menggunakan bahasa Italia. Karena itulah, bahasa tersebut menjadi semacam bahasa persatuan bagi kami, para mahasiswa,” kata Al Gesu.

Selain bahasa Italia, dia dan teman-temannya juga sering berinteraksi dalam bahasa Inggris. Tapi, tidak semua mahasiswa angkatan Al Gesu bisa berbahasa Inggris dengan lancar.

Untuk menunjang kemampuan berbahasa para pastor yang menuntut ilmu di sana, SBF Jerusalem mewajibkan para mahasiswanya belajar bahasa Italia dulu sebelum tahun ajaran dimulai. Tidak terkecuali Al Gesu.

Pastor penyuka makanan pedas yang mengaku sering kangen sambal Indonesia itu terbang ke Roma, Italia, untuk belajar bahasa mulai Mei 2016. ”Oktober 2016, saya mulai masuk Jerusalem dengan visa studi yang saya urus di Roma,” tutur dia.

Selama hampir dua tahun menjadi mahasiswa, kemampuan bahasa Al Gesu bertambah. Selain bahasa Indonesia, bahasa Inggris, dan bahasa Italia, dia juga bisa bahasa Yunani, bahasa Latin, dan bahasa Ibrani.

”Tapi, bahasa Ibrani saya adalah bahasa Ibrani kuno. Bahasa Ibrani yang banyak saya jumpai pada naskah-naskah kuno tentang kekristenan yang saya pelajari di kelas. Saya ingin sekali bisa menguasai bahasa Ibrani modern yang dipakai sehari-hari oleh penduduk Israel,” harapnya.

Baru kali ini ada pastor asal Indonesia yang tercatat sebagai mahasiswa S-2 di SBF Jerusalem. Sebelumnya, memang ada beberapa pastor yang pernah bertugas di Jerusalem, tapi bukan sebagai mahasiswa seperti Al Gesu.

Kendati demikian, dia tidak merasa bahwa dirinya hebat. ”Saya kan hanya menjalankan tugas dari pimpinan,” katanya, merendah. Setelah lulus nanti, dia berharap bisa pulang dulu ke tanah air meskipun nanti kembali ditugaskan di luar Indonesia. (INDRIA PRAMUHAPSARI, Nazareth)

Puskesmas Tanjunguncang Segera Beroperasi

0
Pekerja menggesa pembangunan Puskesmas Tanjunguncang, Batuaji, Senin (4/12). Pembangunan puskesmas ini sudaj mencapai 70 persen. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam akan segera mengoperasikan pusat layanan masyarakat (Puskesmas) Tanjunguncang pertengahan tahun ini. Puskesmas yang dibangun diatas lahan seluas 3.500 m2 ini sudah rampung desember lalu.

“Bangunan fisiknya sudah siap, namun belum bisa kami operasionalkan karena masih kosong,” kata Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmardjadi, Sabtu (6/1).

Didi menambahkan saat ini, pihaknya tengah mempersiapkan tenaga medis yang akan bertugas melayani pasien di daerah tersebut. Selain itu puskesmas juga belum memiliki fasilitas medis apapun.

“Nah ini yang tengah kami persiapkan,” ujar pria yang berprofesi sebagai dokter kandungan ini.

Tahun ini pihaknya menganggarkan sedikitnya Rp 1,5 miliar untuk membeli beberapa peralatan medis yang akan mengisi puskesmas yang pembangunannya mencapai Rp 6 miliar ini. Untuk pengadaan peralatan medis tersebut, pihaknya akan memesan melalui e-Katalog.

“Peralatan medis tengah didata, dan secepatnya akan kita pesat, guna menunjang operasional puskesmas nantinya,” ujanrya.

Menurutnya semakin cepat beroperasi tentu akan sangat baik, karena akan berdampak pada pelayan di daerah tersebut. Keberadaan puskesmas Batuaji saat ini dinilai sudah tidak cukup untuk melayani jumlah penduduk yang ada.

“Disana sudah padat sekali, bahkan pelayanan bisa tembus 100 ribu jiwa,” kata Didi.

Ia menambahkan ke depan pihaknya berencana membangun dua puskesmas lagi. Sesuai dengan RPJMD Walikota-Wakil Walikota yakni target ada lima pembangunan puskesmas. “Sekarang baru tiga, jadi kami masih hutang dua puskesmas lagi yang harus dibangun. Untuk lokasi kami masih melihat kebutuhan,” tutupnya.(cr17)

Gelombang Laut Tinggi Picu Inflasi Tinggi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Memasuki Januari, inflasi diperkirakan tetap terkendali. Meski demikian perlu diwaspadai sejumlah risiko inflasi yakni angin musim utara yang menyebabkan gelombang tinggi di lautan.

“Angin musim utara yang masih berlangsung sebabkan gelombang tinggi dan dapat memicu kelangkaan pasokan ikan segar serta menghambat jalur distribusi bahan makanan pokok,” kata Anggota Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kepri, Eko Waluyo Purwoko, Sabtu (6/1).

Angin musim utara yang masih tinggi juga diperkirakan akan mengganggu pasokan lokal yakni komoditas bahan makanan pokok.

Pada bulan Desember lalu, inflasi di Kepri sebesar 4,02 persen (yoy) atau 0,73 persen (mtm). Dan dari kelompok bahan makanan pokok mencatatkan inflasi sebesar 2,31 persen (mtm) lebih tinggi dibanding inflasi bulan sebelumnya sebesar 0,16 persen (mtm). Kenaikan harga terutama berasal dari komoditas cabai merah sebesar 13,61 persen (mtm) dan cabai rawit sebesar 31,03 persen (mtm).

Peningkatan tersebut terjadi karena perayaan hari Natal dan Tahun Baru. Sehingga harga cabai merah di sentra produksi seperti di Yogyakarta, Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang menjadi tinggi dan berimbas pada Kepri.

Ada sejumlah rekomendasi yang ditawarkan TPID kepada pemerintah untuk mengendalikan inflasi yang bersumber dari bahan makanan pokok.

“Pertama yakni menekan biaya pengangkutan barang dari daerah penghasil, agar dilakukan koordinasi dengan kantor pemasaran dari daerah tersebut,” paparnya.

Kemudian, pemerintah harus melakukan pemetaan pulau yang berpotensi untuk dijadikan daerah pertanian. Lalu segera merealisasikan pembentukan pasar induk sesuai instruksi Presiden.

“Dan menyusun rencana barang komoditas untuk keakuratan data yang lebih baik,” ungkapnya.(leo)

Restrukturisasi BP Batam selesai Bulan Februari

0
Deputi V BP Batam, Bambang Purwanto

batampos.co.id – Konsep restrukturisasi Badan Pengusahaan (BP) Batam akan segera rampung dalam waktu dekat.

“Konsep restrukturisasi telah jadi. Kelanjutannya adalah tinggal melapor ke Dewan Kawasan (DK) saja,” kata Deputi V BP Batam, Bambang Purwanto, Sabtu (6/1).

Saat memaparkan konsep restrukturisasi ke DK nanti, BP Batam akan memaparkan sejumlah landasan mengapa restrukturisasi tersebut penting. Salah satu alasannya adalah penempatan posisi penting sesuai dengan kapabilitas masing-masing.

“Ada pengurangan, penambahan dan penggabungan di divisi tertentu. Setelah disepakati baru disepakati dengan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Menpan),” tambah Bambang lagi.

Lalu tugas berikutnya adalah menganalisa beban kerja yang terjadi setelah restrukturisasi ini.

“Setelah sepakat dengan Menpan mengenai jumlah eselonnya, maka dianalisa beban kerjanya,” paparnya.

Kemudian BP Batam akan mengeluarkan Peraturan Kepala (Perka) baru mengenai perubahan susunan organisasi tata kerja (SOTK) dan juga fungsi tugas pokok.

“Nanti posisi penting diisi oleh pejabat sesuai dengan hasil verifikasi (assestment,red). Ditargetkan pertengahan Februari selesai,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan saat ini adalah delapan pejabat pelaksana tugas (Plt) di BP Batam.

“Untuk bagian Plt akan diisi tanpa menunggu Perka SOTK selesai,” pungkasnya.(leo)

Subsidi Energi Membengkak

0
ilustrasi

batampos.co.id – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat realisasi subsidi energi pada 2017 mencapai Rp 97,6 triliun (unaudited). Angka tersebut lebih tinggi 8,7 persen dari target subsidi energi dalam APBN-P 2017 sebesar Rp 89,9 triliun.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan membengkaknya subsidi tidak terlepas dari penambahan subsidi listrik bagi 2,44 juta pelanggan rumah tangga tidak mampu dengan daya 900 VA pada Juli 2017. Sehingga jumlahnya meningkat menjadi 6,54 juta pelanggan.

“Keputusan tersebut dilatarbelakangi atas keseriusan pemerintah dalam upaya mewujudkan keadilan dan pemerataan akses listrik bagi seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya kemarin (6/1).

Menurutnya, kebijakan penambahan subsidi listrik diambil melalui kesepakatan bersama Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pada Juli 2017. Pada 2017 subdisi energi yang disepakati oleh pemerintah dalam APBN-P 2017 hanya mencapai Rp 89,9 triliun. Jumlah itu terdiri dari subsidi bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji tiga kilogram (kg) Rp 44,49 triliun serta subsidi listrik sebesar Rp 45,38 triliun.

“Besaran penyaluran subsidi energi tersebut tentu tidak signifikan dibanding kontribusi pendapatan sektor ESDM,” imbuhnya.

Penerimaan negara dari sektor ESDM meningkat signifikan di tahun 2017 mencapai Rp 178,1 triliun. Penerimaan tersebut mencakup pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp. 129,1 triliun dan Pajak Penghasilan migas sebesar Rp. 49 triliun. Nilai PNBP sektor ESDM mengalami kenaikan 61,6 persen dari capaian 2016 sebesar Rp 79,9 persen. Besaran angka tersebut didapat dari subsektor minyak dan gas bumi (migas) mencapai Rp 85,64 triliun.

Lalu sektor mineral dan batubara (minerba) Rp 40,61 triliun, EBTKE Rp. 0,91 triliun dan lainnya sekitar Rp 1,89 triliun.

“Apabila kita menghitung keuangan negara tahun 2017 khusus sektor ESDM, yaitu membandingkan antara PNBP sektor ESDM dengan subsidi energi maka terdapat surplus sekitar Rp. 31,5 triliun,” terangnya.

Jika PNBP sektor ESDM ditambah dengan PPh migas dibandingkan dengan subsidi energi maka akan surplusnya membesar menjadi Rp 80,5 triliun. Melihat capaian tersebut, Jonan menekankan bahwa sektor ESDM menjadi sektor penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.

“Sektor ESDM memegang peranan penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” tegas Jonan dalam beberapa waktu lalu. (vir)

Warga Singapura Beri Bantuan Sembako kepada Warga Ngenang, Kecamatan Nongsa

0
Warga bersama dengan turis Singapura berjoget bersama usai pemberian sembako (Bobi Bani/JawaPos.com)

batampos.co.id – Sejumlah warga Singapura memberi bantuan sembako kepada Warga Kelurahan Ngenang, Kecamatan Nongsa, Batam berpesta, Sabtu (6/1/2017).

Sebagai ucapan terima kasih, mereka mengajak para turis berjoget bersama dengan iringan musik khas masyarakat Melayu.

Meski sempat kaget dengan permintaan warga, turis-turis ini akhirnya ikut berjoget bersama, mereka membaur mengimbangi warga yang nampak antusias.

Sesekali nampak para turis saling berbagi pandang. Meskipun tampak canggung dan kaku, mereka nampak menikmati kegembiraan bersama warga yang hadir.

Ketua RW 01 Ngenang, Abdullah Muhammad, mengaku sangat senang dengan perhatian para turis kepada mereka. Bantuan ini diakuinya memang menjadi kebutuhan masyarakat, karena kondisi perairan di Ngenang sedang tidak bersahabat.

Angin kencang yang biasa terjadi setiap akhir tahun memang berpengaruh pada pendapatan warga yang rata-rata adalah nelayan.

“Senang sekali kita dapat dibantu, kita tidak bisa kasih apa-apa buat mereka, cuma buat kenang-kenang saja,” kata Abdullah usai berjoget bersama.

Warga sebelumnya memang sudah mendapat kabar akan kedatangan turis yang membawa bantuan 500 paket sembako. Bersama warga, ia mengaku tidak mempersiapkan apa-apa untuk menyambut kedatangan mereka.

Para turis hanya meminta kepastian keamanan selama mereka berada di pulau dan membaur bersama warga. Ia mengaku hanya bisa memberikan sedikit kenang-kenangan berupa souvenir kepada para turis yang telah berbaik hati kepada mereka.

Sementara itu, Nancy, salah satu dari 150 turis yang ikut dalam rombongan ini mengaku sangat senang bisa memberikan bantuan ini. Ia mengatakan bahwa bantuan ini tidak seberapa jika dibandingkan dengan sambutan warga kepada mereka.

Bisa menikmati alam dan membaur bersama masyarakat menjadi petualangan yang sangat menarik buatnya.

“Semua karena kerja keras kita semua, kami harap semua enjoy kita nikmati acara ini,” kata Nancy yang disambut tepuk tangan warga.

Wali Kota Batam, HM Rudi yang turut hadir dalam acara ini mengatakan, apa yang didapat warga memang hak yang dititipkan melalui para turis.

Merupakan bentuk kepedulian yang seyogyanya terjalin antara dua negara yang berdekatan.

Meskipun berbeda secara kultur, Rudi mengatakan bahwa Singapura dan Indonesia memiliki hubungan yang tidak terpisahkan. Ada banyak keterikatan dari kedua negara yang pada prosesnya mendatangkan keuntungan antara satu dengan lainnya.

“Ini memang hal biasa, sebab kita sama saling membutuhkan, Singapura bisa hidup bergantung dari indonesia, begitu juga indonesia. Barang-barang di Batam banyak yang dari singapura,” kata Rudi.

Lebih lanjut, Rudi menjelaskan kalau pemerintah tidak akan lepas tangan meskipun warga Ngenang telah mendapatkan bantuan. Jatah sembako dari pemerintah tetap akan diberikan kepada warga.

Rudi menjanjikan warga Kelurahan Ngenang akan mendapatkan jatah 700 sembako, sesuai dengan data penduduk yabg ada.

“Bulan April nanti kita akan berikan paket sembako, sesuai jumlah KK yang ada,” kata Rudi. (bbi/JPC)

HSBL 2018 Lebih Meriah

0

batampos.co.id – Ajang kompetisi bola basket antar pelajar SMA atau sederajat, yakni Batam Pos Honda Student Basketball League (HSBL) 2018 siap digelar.

Turnamen yang rutin digelar Batam Pos bekerjasama dengan Honda ini mulai dilangsungkan pada 26 Januari hingga 4 Februari 2018.

Sales Manager Capella Honda wilayah Kepri, Harry Sutiono mengatakan pada turnamen tahun ini target pesertanya akan ditingkatkan. Bila pada tahun 2017 lalu hanya diikuti 20 tim putra, tahun 2018 ini bakal diikuti 20 tim putra dan delapan tim putri.

“Tujuannya untuk memberi kesempatan ke sekolah lain yang belum pernah ikut serta di HSBL. Soalnya hampir sebagian besar sekolah-sekolah di Batam sudah ada tim basket putrinya,” kata Harry kepada Batam Pos (6/1).

Tidak hanya Batam, kesempatan tersebut juga terbuka untuk SMA sederajat di wilayah Kepri. Ia menjelaskan, pihaknya ingin menggalakkan basket dalam semangat anak muda di Kepri. Seperti diketahui, Honda Astra Motor (HAM) memang terfokus dalam penyelenggaraan kompetisi basket di Indonesia dan tetap menggandeng kerjasama dengan Jawa Pos Grup.

Pendaftaran peserta tidak dikenakan biaya dan paling lambat tanggal 20 Januari 2018 mendatang.

“Kami juga sudah membuka pendaftaran di Tanjungpinang dan Karimun untuk menambah gengsi dan meningkatkan persaingan turnamen di tahun 2018 ini,” sebut Harry.

Babak penyisihan sendiri akan dilangsungkan pada 26-31 Januari di Sekolah Yos Sudarso Batam. Sedangkan babak semifinal hingga final bakal digelar 2-4 Februari di Hi Test Arena Batam.

Tak hanya itu, HSBL 2018 juga bakal dimeriahkan lomba modern dance dan test ride berhadiah sekaligus sosialisasi safety riding serta memperkenalkan produk-produk terbaru motor Honda.

“Kami berharap turnamen tahun ini bakal lebih seru dan meriah sehingga bisa berdampak kepada kemajuan olahraga basket di Kepri,” pungkasnya. (cr16)

Februari ISSI Kepri Gelar Kejuaraan Sepeda Downhill

0
Salah satu atlet sepeda Batam Downhill, Aho Jay saat beraksi mengendarai sepedanya di Hutan Duriangkang Batam, beberapa waktu lalu. F. Octo Zainul Ahmad/Batam Pos

batampos.co.id – Atlet-atlet sepeda gunung harus bersiap-siap pada 2018 ini. Pasalnya, Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Kepri menjadwalkan Kejuaraan International Downhill Open Championship 2018 pada 16-18 Februari 2018.

ISSI Kepri menjanjikan turnamen yang baru pertama kali diadakan di Kepri ini adalah ajang sepeda terbesar yang pernah dilangsungkan di provinsi ini.

Sekretaris ISSI Kepri, Fadli mengatakan, saat ini pihaknya masih mengkaji dan menentukan rute-rute mana saja yang siap untuk dijadikan trek downhill.

Selain tingkat kesulitan medan, ISSI Kepri menginginkan trek-trek yang digunakan mampu menonjolkan keindahan alam Batam sekalian mempromosikan wisata alam di Kota Batam.

“Alternatif trek yang digunakan antara lain kawasan hutan Duriangkang dan kawasan Nongsa,” kata Fadli kepada Batam Pos, Sabtu (6/1).

Kejuaraan International Downhill Open Championship 2018 diyakini bakal meriah karena pembalap dari negara-negara tetangga akan diundang ISSI Kepri.

Ajang ini juga bertujuan untuk mengangkat kembali cabang olahraga (cabor) balap sepeda di Kepri yang selama ini belum memperlihatkan prestasi yang mentereng. Sehingga perlu ada pembinaan dan kejuaraan-kejuaraan bertaraf nasional dan internasional.

“Karena ini sifatnya terbuka, jadi siapa saja boleh ikut ambil bagian,” ujar Fadli.

Dari gelaran tersebut, pihaknya juga akan memetakan pembalap-pembalap Kepri. Karena selama ini belum ada data yang konkrit untuk kembali melakukan pembinaan atlet sepeda secara terstruktur dan terorganisir.

“Tahun 2018, kami benar-benar ingin meningkatkan kualitas cabor balap sepeda di Kepri baik itu untuk atlet maupun pelatih dengan aktif melaksanakan kejuaraan-kejuaraan ataupun pelatihan untuk para pelatih,” ungkap Fadli. (cr16)

Walikota Batam Tunggu Laporan Disdik Terkait Sekolah Lesehan

0
Siswa dan siswa SMPN 37, Tembesi, Sagulung belajar dilantai akibat tidak memiliki kursi dan meja, Jumat (5/1). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Walikota Batam, Muhammad Rudi mengatakan siswa lesehan yang berada di SMPN 37 Batam disebabkan kursi dan meja mereka diangkut sekolah SMA 18 yang sebelumnya berada sekolah tersebut.

“Detailnya saya belum tahu, saya belum terima laporan dari Dinas pendidikan,” kata Rudi, Sabtu (6/1).

Ia menjelaskan dahulu seluruh jenjang pendidikan mulai dari SD, SMP hingga SMA berada di bawah tanggung jawab Pemko Batam, namun karena adanya kebijakan dari Kementerian Penddikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terkait pengelolaan SMA yang berada di bawah provinsi, membuat pihak SMA mengangngkut semua fasilitas seperti kursi dan meja belajar ke gedung sekolah mereka.

“Inikan tidak boleh. Main angkut-angkut saja,” tegas Rudi.

Untuk itu, dia meminta Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin untuk mengecek dan turun ke lapangan mencari tahun anggaran yang digunakan untuk membeli peralatan pendukung tersebut.

“Ini yang belum saya terima dari Pak Muslim,” ujarnya.

Mengenai pungutan yang dilakukan pihak sekolah, Rudi menegaskan tidak membernarkan hal tersebut. Meskipun ada peraturan Kemendikbud yang mengatur membolehkan pungutan, itu tidak bisa diterapkan.

“Dari dulu sudah saya gratiskan mulai dari SD, SMP, hingga SMA. Karena SMA di provinsi itu bukan kewenangan saya. Yang jelas SD-SMP itu tak ada iuran atau apapun itu,” bebernya.

Rudi menambahkan diperaturan tersebut jelas dituliskan harus ada surat dari Dinas Pendidikan untuk iuran tersebut. Hingga saat ini dia belum menerima satupun informasi seperti ini.

“Jadi jangan salah pengertian. Walikota tidak pernah membolehkan hal ini. Saya sudah minta Pak Muslim untuk mencari tahu ini,” tegasnya.

Jika laporan yang diterima sudah jelas, pihaknya akan memikirkan bagaimana siswa ini belajar dengan baik dan menggunakan kursi dan meja. “Nanti kami coba carikan solusinya, bagaimana anak bisa nyaman belajar,” sebutnya.

Sebelumnya, sebanyak 240 siswa belajar tanpa menggunakan meja dan kursi di SMPN 37 Batam. Kondisi ini disebabkan karena kursi dan meja mereka diangkut oleh SMAN 18 yang sebelumnya menggunakan SMPN 37 Batam.

Oleh komite, orang tua siswa diminta untuk berkumpul, guna membahas permasalahan yang sekolah alami. Setelah berdiskusi selama satu hari, akhirnya mereka memutuskan dan sepakat untuk mengumpulkan dana masing- masing Rp 75 ribu per orang. Namun, bagi orang tua yang memiliki dana lebih, dapat menyumbang jumlah uang yang disepakati.(cr17)

Imigrasi Tegaskan Informasi Bikin Paspor di Kepri Mall Gratis Itu ialah Hoax

0
Dalam Bulan Bakti Imigrasi Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam membuka stand khusus permohonan atau penggantian paspor elektronik di Kepri Mall. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Stand khusus permohonan atau penggantian papsor elektronik di Atrium Kepri Mall diserbu warga, Sabtu (6/1). Adanya informasi pembuatan paspor gratis diduga menjadi penyebab utama stand tersebut diserbu warga.

Ratusan warga terlihat menunggu di pintu masuk Kepri mal sekitar pukul 09.00 WIB. Mereka rela menunggu di luar meski mal tersebut belum buka.

Aisyah warga Batuaji mengaku sengaja datang lebih awal dari mal dibuka karena adanya informasi pembuatan paspor gratis. Informasi itu ia dapatkan melalui pesan whatsaap di ponselnya.

“Katanya hari ini buat paspor gratis, makanya datang kesini. Taunya dari WA,” ujar wanita yang datang bersama dua anak dan suaminya.

Menurut Aisyah, tak hanya dia yang datang. Beberapa tetangga sebelah rumahnya juga datang karena informasi buat paspor gratis.

“Tetangga yang belum punya paspor juga datang. Kami sudah membawa syarat lengkap,” imbuh Aisyah.

Namun saat mal dibuka, Aisyah dan puluhan orang lainnya harus menelan kekecewaan. Petugas menegaskan jika tak ada pembuatan paspor gratis. Stand tersebut sengaja dibuka Sabtu-Minggu hanya untuk pembuatan paspor eletronik. Bahkan, protes warga sempat membuat petugas disana kewalahan.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam, Lucky Agung Binarto juga membantah informasi pembuatan paspor gratis. Ia heran warga bisa dapat informasi pembuatan paspor darimana.

“Stand Imigrasi diserbu karena informasi hoax tentang paspor gratis. Kalau gratis saya pun mau,” ujar Lucky kepada Batam Pos, kemarin.

Menurut dia, petugas sudah menjelaskan jika stand tersebut dibuka khusus untuk pembuatan paspor elektronik dalam rangka hari bakti Imigrasi. Stand tersebut di buka setiap Sabtu dan Minggu hingga tanggal 21 Januari mendatang.

“Tadi ada juga yang datang untuk buat paspor biasa. Jelas ditolak oleh petugas, karena stand itu khusus untuk paspor elektronik,” tegas Lucky.

Karena itu, ia menegaskan agar warga lebih teliti dalam menerima informasi apapun. Jangan telan bulat-bulat informasi apapun sehingga merugikan diri sendiri.

“Jadi saya tegaskan Imigrasi tak ada mengratiskan pembuatan paspor. Stand di Kepri Mal khusus Sabtu-Minggu dan untuk paspor elekronik,” pungkas Lucky. (she)