Kementerian Pariwisata menghelat event sport tourism lari marathon Batam Balerang Bridge, Minggu, (10/12).
Memiliki konstruksi seperti jembatan Golden Gate di San Fransisco, Amerika Serikat, bangunan ini menjadi simbol Kota Batam.
Jembatan Barelang terdiri dari enam jembatan di mana bangunan baju bertulang ini menghubungkan tiga pulau besar dan beberapa pulau kecil termasuk dalam provinsi Kepulauan Riau. Nama Barelang akronim dari tiga kepulaun besar di Batam; Batam-Rempang-Galang.
Obyek vital ini praktis menjadi urat nadi perekonomiam di Batam. Bukan cuma mendongkrak sektor ekonomi, resmi beroperasi pada 1997, Jembatan Balerang menjadi salah satu destinasi wisata di Kepulauan Riau (Kepri).
Event lari marathon Batam Bridge ini langsung diserbu pelari-pelari internasional. Mereka penasaran berkompetisi di atas jembatan sambil menikamti dengan panorama indah tiga pulau besar di Batam.
Sampai Senin, atau H-6, sudah ratusan peserta dari 11 negara sudah mendaftar untuk berpartisipasi dalam lari marathon ini. Para peserta itu berasal dari Singapura, Malaysia, Cina, India, Turki, Kenya, Jepang, Perancis, Mongolia dan Finlandia serta, tuan rumah Indonesia.
Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti berani menjamin, para peserta bakal mendapat pengalaman seru mengikuti event ini.
“Bukan cuma berlari, peserta nanti bisa sambil menikmati keindahan alam Jembatan Balerang, ikon Kepri. Penasaran? silahkan datang ke Batam dan ikuti event ini,” papar Esty berpromosi.
Dia merasa, jumlah peserta masih bisa membengkak, karena daftar peserta di meja panitia belum termasuk masyarakat dari
Kepri dan daerah-daerah lain di Indonesia. “Besar kemungkinan, peserta bakal bertambah,” ucap wanita berkacamata ini.
Peserta kemudian melintasi Jembatan II alias Jembatan Narasinga sepanjang 420 meter menghubungkan Pulau Tonton dan Pulau Nipah. Jembatan III alias Jembatan Raja Ali Haji sepanjang 270 meter menghubungkan Pulau Nipah dan Pulau Setokok. Struktur dari Jembatan II dan Jembatan III lurus dan memiliki panjang lebar tinggi 420 x 160 x 15 meter.
Jembatan IV alias jembatan Sultan Zainal Abidin sepanjang 145 meter menghubungkan Pulau Setokok dan Pulau Rempang. Bentuk dari Jembatan IV persis seperti Jembatan II dan III hanya lurus tanpa lengkungan tetapi tetap mampu menghadirkam pemandangan alam dan kepulauan nomor satu.
“Kontur jalur sangat variatif, berupa tanjakan dan turunan panjang, terpaan angin laut, dan alam khas kepulauan. Lari marathon ini jelas, menjadi tantangan tidak terlupakan,” papar Danang.
Terdapat beberapa kategori lomba lari, 42 kilometer, 21 kilometer dan 10 kilometer. Selain itu, panitia juga membuka kategori 10 kilometer untuk personel TNI-Polri dan pelajar-mahasiswa. Hadiah untuk para peserta tidak main-main, dengan total hadiah uang tunai mencapai Rp Rp 250 juta!.
Menpar Arief Yahya menilai, perlu inovasi untuk menghelat atraksi wisata seperti event sport tourism, seperti lari marathon di atas jembatan ikon Kota Batam, agar peserta merasa tertantang. Terpenting, peserta bisa membuang rasa bosan sehingga mereka dapat berkunjung lagi ke jembatan ini dalam kesempatan berbeda.
“Apresiasi untuk kerja keras panitia. Kami siap memberikan dukungan. Kami berharap ajang ini sebagai program tahunan kalender even pariwisata Kota batam,” kata Arief Yahya.(*)

batampos.co.id – Sempat vakum dan berhenti selama dua tahun, Disk Jockey (DJ) Maya Chan siap beraksi lagi menghibur penikmat lagu remix di Kota Batam lewat kepiawaiannya dalam memainkan musik dengan menggunakan alat-alat DJ.
Yuk seru-seruan di Banyuwangi Night Festival atau Festival Kuwung (Pelangi) Banyuwangi. Acaranya dijamin paten. Dengan rute sejauh 2,5km, wisatawan akan dibius beragam seni dan budaya dari dalam dan luar Banyuwangi. Diikuti 500 pelaku seni yang akan menghadirkan pelangi di Banyuwangi, Sabtu (9/12/2017) malam ini.



batampos.co.id – Gelombang protes terhadap pengakuan Amerika Serikat atas Jerussalem sebagai ibukota Israel terus mengalir. Klaim sepihak negeri Paman Sam itu dinilai akan mengancam stabilitas keamanan di Timur Tengah, bahkan dunia.
Sementara di Tanah Air, Kantor Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, jadi sasaran kemarahan massa. Ratusan masa dari Ikatan Pemuda Nahdatul Ulama (IPNU), Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), serta jaringan aktivis kampus dan alumni 212 terlihat memadati seberang jalan depan Kedubes AS di siang yang terik, Jumat (8/12).
Dia juga menuntut Presiden Joko Widodo lebih serius untuk mengecam tindakan Presiden Amerika Serikat. Misalnya dengan memulangkan Dubes AS ke negaranya bila AS tetap bersikukuh mengakui Jerusalem sebagai ibukota Israel. ”Kami minta pemerintah meninjau kembali hubungan diplomatik dengan Amerika. Harus tegas Jokowi kalau usir, usir sekalian,” tegas dia.
Pagi harinya, JK bertemu dengan Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman AL Thani di Istana Wakil Presiden sekitar pukul 09.00. Pada pertemuan itu juga dibahas tentang rencana pertemuan Organisasi Kerjasama Islam yang digelar dalam waktu dekat. Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan menghadiri pertemuan tersebut.
Sementara, untuk pembaruan alutsista, Hadi menyatakan TNI sudah punya pedoman, yakni Minimum Essential Force (MEF). Saat ini, MEF sudah masuk pada rencana strategis tahap kedua periode 2014-2019.
