Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 12738

Jelang Tahun Baru, Kunjungan Wisnus ke Batam Melorot

0
Sejumlah pesawat terbang saat parkir di Bandara Hang Nadim Batam, beberapa waktu lalu, F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Petugas Bandara International Hang Nadim Batam mencatat wisatawan nusantara (wisnus) ke Batam saat menjelang perayaan tahun baru turun bila dibandingkan tahun 2016. Turunnya penumpang yang masuk ke Batam melalui Hang Nadim diperkirakan mencapai 2-7 persen.

“Turun banget dibandingkan tahun lalu, apakah ekonomi atau gimana saya kurang tahu juga,” kata General Manager Operasional Hang Nadim Batam, Suwarso, Kamis (28/12).

Ia mengatakan wisnus datang ke Batam, biasanya berlibur sembari menikamti pergantian tahun baru.

“Ada yang di Batam saja, ada juga ke Singapura,” ucapnya.

Dekatnya Batam dari Singapura, membuat Wisnus menjadikan Kota Bandar Madani ini sebagai tempat transit sebelum berlayar ke luar negeri. Dan ini sudah menjadi hal yang lumrah setiap tahunnya.

“Setiap tahun baru selalu seperti itu, saat turun melihat di terminal selalu menanyakan apa maksud tujuan datang ke Batam. Kebanyakan mereka menjawab ingin berlibur atau merayakan tahun baru di Singapura,” ucap Suwarso.

Salah seorang yang ditanya Suwarso yakni wisnus asal Denpasar, Bali. “Katanya penerbangan langsung dari Bali ke Singapura padat. Jadi dia masuk ke Singpura melalui Batam. Katanya ingin merayakan tahun baru di sana,” ujar Suwarso.

Dari datang dimilikinya, dalam penumpang yang datang ke Batam dalam beberapa hari belakangan ini setiap harinya lebih dari 8 ribu orang. “27 Desember datang itu 8.727 orang, berangkat 7.189 orang. Lalu perhitungan kami di 28 Desember hingga pukul 14.00 datang 3.756 dan berangkaat 4.011. Tapi kami prediksi yang datang lebih dari 8 ribu orang juga,” ucapnya.

Pantauan Batam Pos di kedatangan Bandara International Hang Nadim, terlihat penumpang penuh sesak keluar dari terminal. Penumpang ini datang dari berbagai daerah, Jakarta, Surabaya, Bali, Pekanbaru dan Padang. Salah seorang penumpang yang temui Batam Pos di Terminal Kedatangan, Budi Satria mengatakan kunjungannya ke Batam untuk berlibur.

“Sama teman-teman mas, dari Batam bentar aja. Setelah itu nyebrang ke Singapura,” kata pemuda 30 tahun asal Jakarta itu.

Ia mengatakan sudah cukup lama dirinya dan teman-temannya menabung, agar bisa merayakan pergantian tahun di Singapura. “Baru kali ini kesampaian,” tuturnya diselingi dengan senyum. (ska)

2018, Hunian Vertikal Jadi Tren

0

batampos.co.id – Dua tahun terakhir, kinerja properti secara umum belum mencatat pertumbuhan yang menggembirakan. Namun, pengembang (developer) properti tetap memandang tahun depan dengan optimistis.

Tahun 2018 merupakan tahun politik. Meski demikian, peluang sektor properti untuk tumbuh masih terbuka. Kekhawatiran terhadap tahun politik hendaknya tidak menjadi kendala bagi pengembang.

”Berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, momen politik, termasuk pilkada, cenderung landai,” kata Senior Director PT Ciputra Development Tbk Sutoto Yakobus.

Untuk menjaga pertumbuhan, pihaknya menyiapkan program yang sebenarnya dijalankan sejak beberapa tahun terakhir. Yakni, skema cicilan uang muka jangka panjang.

Program tersebut dinilai masih relevan dengan kondisi saat tahun politik. Yaitu, ketika konsumen dibayangi kekhawatiran untuk membelanjakan dananya.

”Nah, dengan cicilan uang muka jangka panjang, risiko konsumen menjadi kecil. Harapan kami, mereka tidak takut menginvestasikan uangnya di properti,” tutur Sutoto.

Biasanya, jangka waktu cicilan uang muka yang diterapkan adalah 36 bulan atau tiga tahun. Dengan jatuh tempo yang panjang itu, cicilan uang muka bakal berakhir ketika pilkada selesai. Memang, untuk menerapkan skema tersebut, tidak semua developer mampu.

”Sebab, perlu modal kerja yang besar,” tandas Sutoto.

Setelah cicilan uang muka selesai, sisa pembayaran bisa dilanjutkan dengan kredit perbankan. Saat itulah, developer bisa bernapas lega.

”Sekarang pembayaran yang paling diminati adalah kredit perbankan. Hanya sebagian kecil yang in house dan cash,” ungkap Sutoto.

Pihaknya akan menyiapkan beberapa produk baru, terutama untuk high-rise. Ke depan, permintaan terhadap apartemen atau hunian vertikal diyakini masih tinggi dan tetap menjadi tren.

”Kami akan kembangkan variasi baru,” ujarnya.

Ilustrasi apartemen mewah (Dok. Jawa Pos)

Selain premium high-rise, dikembangkan apartemen yang menyasar segmen menengah. Adapun untuk komersial, pihaknya bakal melanjutkan pengembangan kawasan CitraLand CBD melalui lifestyle mal.

Wakil Presiden Direktur dan Chief Operating Officer PT Intiland Development Sinarto Dharmawan menuturkan, kinerja Intiland pada 2017 tertolong oleh bisnis kawasan industri. Sementara itu, penjualan untuk hunian (residensial) dan perkantoran (office) malah tidak setinggi tahun sebelumnya.

”Secara overall, masih baik dan mencapai target,” katanya.

Tahun depan, pencapaian target tidak lepas dari pedoman untuk memberikan nilai tambah pada tiap produk yang dipasarkan. Dengan begitu, produk bisa berdaya guna untuk konsumen maupun masyarakat.

”Filosofinya, kalau produk itu berdaya guna, tentu bisa bertahan,” terang Sinarto.

Dia mencontohkan, suatu kawasan dengan luasan terbatas menjadi tidak efisien apabila dibangun ruko. Yang menempati hanya sedikit orang. Berbeda bila dibangun gedung perkantoran. Kapasitasnya bisa menjadi lebih besar.

Meski terlihat luas, utilitas ruko untuk ruang kerja rendah. Sebab, masih harus dikurangi ruangan untuk fasilitas penunjang seperti toilet dan pantry.

”Sementara itu, kalau gedung perkantoran, ruang yang dibeli atau disewa tersebut seluruhnya untuk ruang kerja. Fasilitas penunjang tersedia di dalam gedung,” jelasnya.

Meski dibayangi penurunan penjualan pada hunian dan perkantoran pada 2017, tahun depan pihaknya berencana menyiapkan beberapa produk baru. Salah satu tujuannya adalah memperluas segmen pasar. Misalnya, di Graha Golf akan dikembangkan tahap ketiga setelah sebelumnya dipasarkan tahap pertama dan kedua.

”Kami akan kembangkan tahap tiga,” ucapnya.

Khusus segmen premium, dari sisi harga jual, Intiland sudah menyasar semua level. Selain Graha Golf, ada proyek apartemen The Rosebay.

”Kami juga akan kembangkan mixed use baru,” kata Sinarto.

Sebagai pengembang yang berfokus pada proyek properti premium, pemberlakuan PPNBM (pajak penjualan atas barang mewah) untuk hunian vertikal dinilai memberatkan.

”Karena trennya mengarah ke vertikal,” terang Sinarto.

Dengan kondisi lahan yang kian terbatas, daripada membeli lahan untuk membangun landed house, akan lebih baik dibelanjakan apartemen atau hunian bertingkat lain.

”Jadi, kalau ada orang kaya yang sebenarnya mampu beli lahan, tapi memilih untuk membeli apartemen, harus dihargai,” lanjut Sinarto. (res/c25/fal/jpg)

Merefleksikan Penyelenggaraan Pelayan Publik di Kepri

0

Pada tahun 2017 ini Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau menerima 154 laporan dugaan maladministrasi. Setiap tahunnya laporan tersebut naik signifikan. Peningkatan laporan masyarakat tersebut tentunya tidak terlepas dengan masih adanya permasalahan-permasalahan pelayanan publik yang dirasakan masyarakat apabila berurusan untuk mendapatkan layanan.

Masalah pelayanan pada birokrasi Pemerintah Daerah baik provinsi, kabupaten/kota yang disampaikan ke Ombudsman Kepri dari tahun ke tahun cukup tinggi seperti pelayanan perizinan, kependudukan, kesehatan, infrastruktur sarana/prasarana pelayanan publik, dan lain-lain yang mencapai 66 laporan.

Dilihat dari jumlah laporan yang diterima Ombudsman tersebut menandakan penyelenggara pelayanan publik yang ada saat ini belum sepenuhnya memperhatikan aksesibilitas kepada masyarakat seperti layanan penyampaian pengaduan serta belum ditetapkannya standar pelayanan publik sebagai hak yang harus dipenuhi kepada masyarakat. Sehingga sering kita mendengar stigma apabila berurusan dengan aparatur pemerintah itu tidak mudah, tidak cepat dan tidak murah.

Sebagaimana UU Nomor 25 Tahun 2009 memuat bahwa Pelayanan Publik adalah kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan bagi setiap warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan/atau pelayanan administratif yang disediakan oleh penyelenggara pelayanan publik.

Terkait hal pemenuhan kebutuhan pelayanan publik itu sendiri tidak terlepas dari standar pelayanan yang menjadi tolak ukur dan pedoman penyelenggaraan yang berkualitas, cepat, mudah dan terjangkau.

Mengingat pentingnya penyelenggaraan pelayanan publik, maka pemimpin atau kepala daerah tidak boleh mengesampingkan hal tersebut. Pengabaian terhadap standar pelayanan publik berpotensi memburuknya kualitas pelayanan.

Hal ini dapat kita perhatikan melalui indikator-indikator kasat mata. Misalnya, dengan tidak terdapat maklumat pelayanan yang dipampang, maka potensi ketidakpastian hukum terhadap pelayanan publik akan sangat besar.

Untuk standar biaya yang tidak tercantum, maka praktek pungli, calo, dan suap menjadi semakin menjamur di instansi pelayanan publik tersebut. Dan tentu saja apabila tidak dilakukan perbaikan seperti masalah-masalah tersebut masyarakatlah yang dirugikan akan haknya yang telah diatur oleh undang-undang.

Hasil Penilaian Kepatuhan Ombudsman RI

Penilaian kepatuhan oleh Ombudsman Republik Indonesia pada tahun 2017 yang telah dilakukan secara serentak pada 22 Kementerian, 6 Lembaga, 22 Provinsi, 45 Pemerintah Kota, dan 107 Pemerintah Kabupaten yang bertujuan untuk meningkatkan kewajiban penyelenggarakan pelayanan publik agar memberikan layanan yang terbaik kepada masyarakat. Hasil penilaian kepatuhan menunjukkan bahwa pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau masih pada posisi predikat sedang (zona kuning) termasuk Pemerintah Kota Batam dan Pemerintah Kota Tanjungpinang. Selain itu masih ada penyelenggaraan pelayanan publik yang mendapatkan predikat rendah (zona marah) antara lain Kabupaten Bintan dan Kabupaten Karimun.

Penilaian kepatuhan Ombudsman RI tersebut didapati bahwa beberapa komponen standar pelayanan publik yang paling sering dilanggar. Terutama yang berkaitan dengan hak masyarakat untuk memperoleh informasi dalam menyampaikan pengaduan masalah pelayanan publik, belum ketersediaan pelayanan sarana berkebutuhan khusus (rambatan, kursi roda, jalurpemandu, ruang menyusui, toilet khusus dan lain-lain.

Mekanisme/prosedur, biaya/tarif dan persyaratan yang belum jelas.Pengabaian terhadap standar pelayanan publik pastinya akan mendorong terjadinya potensi perilaku maladministrasi dan perilaku koruptif yang dilakukan oleh aparatur secara individu. Bahkan sistematis terjadi dalam instansi pelayanan publik apabila pengabaian tersebut tetap dibiarkan.

Pelayanan Publik Di Kepri Kedepannya

Laporan masyarakat yang diterima Ombudsman dan hasil penilaian kepatuhan penyelenggara tersebut menggambarkan tingkat keberhasilan pelayanan publik yang diselenggarakan di Kepri perlu diperhatikan dan dibenahi. Pemerintah Daerah masih harus bekerja keras dalam membenahi sistem penyelenggaraan pelayanan publiknya agar ke depan ada perubahan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

Hal ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019 berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2015 yang menuntut Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk mematuhi UU No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik.

Maka ada beberapa hal yang setidaknya harus dibenahi dalam birokrasi pelayanan publik. Pertama, pimpinan penyelenggara pelayanan harus mampu bersikap tegas dalam mendisiplinkan para aparatur pemerintah.

Kedua, semua jajaran yang ada di birokrasi harus mengubah mindset bahwa mereka hadir sebagai pelayan masyarakat, bukan sebagai penguasa. Ketiga, menyusun dan menetapkan standar pelayanan publik dengan jelas.

Keempat, dalam format birokrasi, pimpinan penyelenggara dapat memberikan reward dan punishment sesuai dengan kinerja masing-masing aparatur pemerintah.

Dengan adanya hal tersebut, diharapkan pelayanan publik yang dijalankan oleh birokrasi bisa mendapatkan apresiasi yang positif dari masyarakat. Masyarakat mendambakan pemerintahan yang mampu memberikan pelayanan prima bagi masyarakat. Pelayanan yang profesional dan bebas KKN, serta pelayanan yang mengutamakan kepuasan masyarakat, pelayanan yang mudah, cepat dan murah.

 

Agung Setio Apriyanto
(Asisten Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau)

 

Awal Januari ASN Diwajibkan Masuk

0

 

BUPATI Bintan Apri Sujadi menyalami ASN Pemkab Bintan setelah apel di Kantor Bupati Bintan, belum lama ini. F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos.co.id – Bupati Bintan Apri Sujadi melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bintan bolos kerja tanpa alasan yang jelas pada 2 Januari 2018 mendatang. Mereka diwajibkan masuk dan memberikan pelayanan bagi masyarakat.

Apri menjelaskan, larangan itu berdasarkan surat keputusan bersama (SKB)yang ditandatangani Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri pada 22 September lalu.

Dalam SKB Nomor 256 Tahun 2017 tersebut telah ditetapkan 16 hari libur nasional dan cuti bersama selama tahun 2018. “Tanggal 2 Januari 2018 tidak termasuk dalam hari libur nasional atau cuti bersama tahun 2018,” ungkapnya.

Menindaklanjuti surat keputusan bersama tiga kementerian tersebut, ia sudah menginstruksikan Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Bintan untuk meneruskan imbauan tersebut kepada seluruh ASN melalui Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Bintan.

“Sehingga jelas, tanggal 2 Januari mendatang, ASN harus kembali bekerja seperti biasa,” tegasnya.

Sebelumnya, Apri juga meminta tidak memperpanjang libur Natal 2017. Seluruh ASN diwajibkan masuk kantor, Rabu (26/12).”Bagi ASN yang sengaja menambah libur atau mengambil cuti tanpa alasan yang jelas akan diberikan sanksi,” kata Apri.

Karena, lanjut Apri, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan sebelum akhir tahun. Diantaranya pertanggungjawaban keuangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Selain itu OPD yang berhubungan dengan pelayanan langsung terhadap masyarakat seperti pelayanan di rumah sakit, puskesmas hingga kebersihan harus selalu siaga. “Supaya pelayanan berjalan maksimal dan dan berjalan sebagaimana semestinya,” ungkapnya. (cr21)

Wabup Resmikan Kantor Kas Keliling BPR Bintan

0
WABUP Bintan Dalmasri Syam memotong tumpeng saat peresmian kantor BPR Bintan di Kecamatan Seri Kuala Lobam, Bintan, Kamis (28/12). F. Slamet Nofasusanto/Batam Pos.

batampos.co.id – Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam meresmikan kantor kas keliling Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Bintan di Kelurahan Teluk Lobam, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Kamis (28/12). Peresmian kantor kas keliling ditandai pemotongan tumpeng dan pita.

Dalam kesempatan itu, Dalmasri mengimbau kepada pelaku usaha mikro kecil menengah yang ada di kecamatan tersebut supaya memanfaatkan jasa perbankan untuk pengembangan usaha. “Silakan manfaatkan kemudahan jasa perbankan yang ada BPR Bintan untuk mengembangkan usaha,” katanya.

Direktur Utama BPR Bintan Radhiah mengatakan, dibukanya kantor kas keliling menjadikan BPR Bintan sebagai kantor perbankan pertama di Kecamatan Seri Kuala Lobam. Selain kantor kas keliling, BPR Bintan telah memiliki kantor cabang di Tanjungpinang, kantor kas di Kawal, Tambelan serta Kijang.

Untuk memudahkan pelayanan jasa perbankan, tahun depan ia akan membuka kantor kas keliling di Kecamatan Teluk Sebong. “Targetnya sampai tahun 2020, semua kecamatan di Bintan telah berdiri kantor kas keliling BPR Bintan,” harapnya.(cr21) 

 

 

Setahun Baznas Karimun Salurkan Rp 2,3 M

0
Bupati Karimun Aunur Rafiq foto bersama Baznas Karimun. F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Karimun, tahun 2017 ini telah menghimpun dana umat dan menyalurkan dana zakat lebih Rp 2,3 miliar. Pada pendistribusian Zakat periode ke-4 atau terakhir tahun ini, sebesar Rp 550 juta.

Pendistribusian terakhir ini di Pulau Karimun untuk 4 kecamatan. Terbagi untuk fakir miskin di Kecamatan Karimun sebanyak 280 orang, Kecamatan Tebing 257 orang, Kecamatan Meral 182 orang dan Kecamatan Meral Barat 156 orang. Kemudian fisabilillah ada 158 orang, pendidikan 371 orang. Selain itu untuk bantuan kebakaran 31 orang dan bantuan pembangunan rumah tidak layak huni ada 2 orang serta bantuan biaya pengobatan.

Sebelumnya, dana didistribusikan kepada kaum duafa dan fakir miskin di Pulau Moro 134 orang dan fisabilillah 3 orang. Kemudian, di Pulau Parit, Selat Mendaun dan Tulang 120 orang untuk fakir miskin, serta 12 orang fisabilillah.

Alhamdulillah, setiap tahun zakat dari masyarakat melalui Baznas Kabupaten Karimun terus meningkat. Ini artinya, masyarakat yang menyisihkan penghasilannya untuk berzakat terus bertambah,” jelas Ketua Baznas kabupaten Karimun H Atan AS, di Masjid Agung Karimun, kemarin (28/12).

Masih kata Atan lagi, sebelumnya Baznas sudah mengukuhkan pengurus Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) di Pulau Kundur untuk 5 Kecamatan dan UPZ di Pulau Moro untuk 3 kecamatan. Diharapkan pada tahun 2018 mendatang, masyarakat yang belum melaksanakan zakat diharapkan untuk berzakat di Baznas Karimun, agar bisa membantu masyarakat yang kurang mampu nantinya, serta memberikan bantuan usaha dan sebagainya.

“Ayo silakan berzakat. Dengan berzakat kita sejahterakan umat muslim,” pesannya,
Sementara Bupati Karimun, Aunur Rafiq mengucapkan terima kasih atas penyaluran dana umat kepada orang yang kurang mampu. Sehingga bisa membantu pengentasan kemiskinan di Kabupaten Karimun. Terutama bantuan dunia pendidikan dan wirausaha, yang terus bertambah bantuannya, sebagai bentuk kepedulian sesama umat muslim melalui Baznas Kabupaten Karimun.

“Program ini sangat membantu Pemerintah dalam program pengentasan kemiskinan, yang menjadi program secara nasional termasuk di Kabupaten Karimun,” tuturnya. (tri)

Andi Minta Nurdin Segera Surati Mendagri

0

batampos.co.id – Akademisi hukum, Andi Muhammad Asrun meminta kepada Gubernur Kepri Nurdin Basirun untuk segera mengirimkan surat yang ditujukan kepada Kementrian Dalam Negeri (Mendagri) terkait kisruh pemilihan Wakil Gubernur (Wagub) disisa masa jabatan 2016-2021.

“Saya menyampaikan ini terkait dengan kapasitas saya sebagai penasehat Gubernur Kepri. Saya harus menyampaikan terkait kisruh pemilu Wagub disisa masa jabatan ini,” katanya.

Menurut dia, kisruh pemilihan Wagub telah mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat di Jakarta. Yakni, dengan pernyataan Mendagri yang mengaku tidak pernah menerima tembusan surat dari DPRD Provinsi Kepri tentang calon tunggal Wagub Isdianto. Sehingga, nantinya tidak akan diproses oleh Kemendagri dan Kepres Wagub untuk Isdianto.

“Terlebih lagi adanya pendapat di Kemendagri tentang pelanggaran hukum dan undang-undang atas penetapan Isdianto sebagai calon tunggal sebagai Wagub Kepri,” tuturnya.

Menurut akademisi dari Universitas Pakuan tersebut, tidak adanya informasi yang sampai ke Medagri tentang Wagub Kepri, cepat atau lambat Mendagri pun akan bertanya langsung kepada Nurdin. Maka dari itu, Nurdin harus segera menulis surat kepada Mendagri terkait kisruh Pemilu Wagub yg cacat hukum itu dengan setiap perkembangan terbaru sikap negatif publik Kepri.

“Setidaknya diperlihatkan melalui gugatan-gugatan warga, partai pengusung dan calon-calon Wagub yg gagal,” bebernya.

Ia menambahkan, bila Nurdin tidak segera menyampaikan terkait permasalahan pemilihan Wagub kepada Mendagri, tentunya akan membuat publik marah dan memberikan penilaian negatif terhadap Nurdin.

“Sampai saat ini, bahkan LSM dan calon-calon Wagub lainnya telah menyurati Presiden Jokowi terkait permasalah pemilihan Wagub ini,” imbuhnya. (cr1)

BPOM Sidak Sejumlah Swalayan di Tanjungpinang

0
Petugas BPOM memeriksa gudang swalayan Bintan 21 Tanjungpinang, Kamis (28/12). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Dalam momen perayaan Natal 2017 dan Tahun Baru 2018, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke beberapa Swalayan di Kota Tanjungpinang, Kamis (28/12) pagi.

Sasaran dalam sidak yang dilakukan BPOM ini adalah makanan, obat dan kosmetik yang tidak memiliki izin edar dan terdaftar di BPOM.

Sidak ini dipimpin langsung oleh salah satu staf dari BPOM, Angga. Ia mengaku, pihaknya belum menemukan adanya kosmetik, obat maupun makanan yang tidak memiliki izin edar.

Selain itu, BPOM juga tidak menemukan adanya barang-barang yang sudah tidak layak dikonsumsi oleh masyarakat. “Pengawasan hari hanya pengawasan rutin terkait momen natal dan tahun baru. Kami melakukan pemeriksaan ke distributor dan market-market di wilayah Tanjungpinang. Sampai saat ini belum ada temuan, dan masih baik kondisinya,” ujarnya.

Menurut dia, pengawasan ini dilakukan rutin menjelang perayaan hari-hari besar maupun hari lainnya. Sebelumnya pengawasan di Tanjungpinang, BPOM telah lebih dulu melakukan sidak di dua daerah, yakni Tanjungbalai Karimun dan Batam. Usai dari daerah itu dilanjutkan ke Tanjungpinang.

“Di Tanjungpinang ada beberapa retail yang kami lakukan pengawasan. Dalam pengawasan ini, kami tidak hanya satu tim. Tetapi ada beberapa tim yang melakukan pengawasan di lokasi lainnya,” imbuhnya. (cr1)

Rumah Yati Nyaris Terbakar

0
Petugas berusaha memadamkan api yang membakar rumah di jalan Terong Tanjungpinang, Kamis (28/12). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Satu unit rumah di Jalan Terong nomor 13 Rt 03 Rw 03, Kelurahan Bukit Cermin, Kecamatan Tanjungpinang Barat nyaris terbakar, Kamis (28/12) siang. Beruntung api tidak cepat membesar. Pasalnya, beberapa orang warga yang mengetahui kejadian ini langsung memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Pemilik rumah, Yati ,48, yang ditemui di lokasi kejadian mengatakan, api diketahui pertama sekali oleh seorang warga sekitar pukul 11.45 WIB. Pada saat kejadian itu, Yati yang sedang menonton televisi di ruang keluarga mendengar ada seseorang yang memberitahu adanya asap tebal yang keluar dari gudang rumahnya tersebut.

“Saya langsung keluar dan melihat asap tebal. Jadi saya langsung teriak minta tolong sama warga. Jadi warga di sini membantu mematikan apinya,” ujar Yati yang masih tampak pucat atas kejadian ini.

Dijelaskan Yati, tidak ada barang-barang berharga di dalam gudangnya tersebut. Namun, beberapa kasur dan barang yang mudah terbakar tampak hangus dilalap api.

Ia menduga api berasal dari petasan yang dimainkan anaknya, Niko, 20 di dalam gudang tersebut. “Tadi orang ramai-ramai di sini (gudang,red). Siap (selesai,red) main mercon (petasan) itu dia langsung ditinggalkannya pergi main,” tuturnya.

Yati mengaku, anak kedua dari dua bersaudara itu merupakan anak yang memiliki gangguan mental yang tidak parah. Pasalnya, sejauh ini Niko masih bisa mengikuti jenjang pendidikan sekolah layaknya seperti anak lainnya.

Saat ini, Niko tengah berjuang untuk menyelesaikan kuliahnya di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).”Dia autis, tapi tidak parah. Cuma dia hanya kesulitan sosialsisasi. Dia di dalam gudang itu main sendiri, cuma saya tidak tahu dia dapat mercun itu dari mana,” imbuhnya.

Sementara itu, Komandan Pleton Pemadam Kebakaran Tanjungpinang, Suhardi mengatakan bahwa api dapat dipadamkan hanya dalam kurun waktu lima menit. Sementara, di dalam gudang itu hanya ada beberapa barang mudah terbakar yang hangus dilalap sijago merah. “Menurut informasi dari beberapa orang disini dan keluarga, api berasal dari mercun. Saat dilakukan pemadaman, api sudah tidak besar. Untuk kejadian ini, kami menurunkan dua unit mobil pemadam kebakaran,” ujarnya. (cr1)

PT Palindo Marine Sukses Bangun Lima Kapal Kanavigasian

0

batampos.co.id – PT Palindo Marine Batam sukses mengerjakan lima unit kapal kenavigasian kelas satu pesanan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan. Empat dari lima kapal tersebut diserahkan kepada Dirjen Perhubungan Laut Agus H Purnomo yang didampingi Direktur Kenavigasian, I Nyoman Sukayadnya, Kamis (28/12).

Lima kapal kenavigasian pesanan Kemenhub tersebut masing-masing KN Yefyus, KN Edam, KN Miangas, KN Berhala, dan KN Rupat. KN Edam sudah diserahkan ke Kemenhub beberapa waktu lalu dan saat ini sudah beroperasi di distrik kenavigasian kelas I Tanjungpriok. Sementara empat kapal lainnya baru diserah-terimakan kemarin.

Agus H Purnomo dalam arahannya mengatakan, empat kapal yang sudah diserah-terimakan kemarin akan ditempatkan di distrik kenavigasian yang berbeda. KN Miangas akan ditempatkan di distrik kenavigasian Belitung, KN Miangas di Belawan, KN Berhala di Sorong, dan KN Rupat di Dumai.

Agus mengakui kelima kapal buatan PT Palindo Marine itu dikerjakan sangat baik. Kondisi kapal sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan sejak awal. “Sudah saya cek tadi dan memang hasilnya sangat memuaskan. Ini harus dipertahankan agar galangan lokal tak kalah bersaing dengan galangan luar,” tutur Agus.

Dijelaskan Agus, pengadaan lima kapal kenavigasian ini merupakan upaya dari Dirjen Perhubungan Laut untuk melengkapi armada kapal kenavigasian di dalam negeri. Saat ini jumlah kapal kenavigasian di seluruh Indonesia memang mencukupi, yakni sekitar 70 unit. Namun 40 di antaranya sudah termasuk tua dan perlu diremajakan.

“Banyak buatan tahun 1952 sampai 1967, jadi ini (pengadaan lima kapal kanavigasian, red) regenerasi kapal-kapal tua itu,” tuturnya.

Dengan adanya kapal-kapal kenavigasian yang baru itu, petugas kenavigasian di masing-masing distrik diharapkan untuk bekerja lebih maksimal lagi untuk mengamankan alur pelayaran di masing-masing wilayah. “Wilayah kita ini wilayah perairan, ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin agar aktivitas pelayaran di masing-masing wilayah terjaga dengan baik,” harapnya.

Sementara Direktur Kenavigasian Kemenhub, I Nyoman Sukayadnya, menjelaskan peluncuran empat kapal itu merupakan tindak lanjut penandatangan kontrak pembangunan kapal kelas I Kenavigasian tahap II Paket A sebelumnya. “Secara umum tahun ini ada 15 kapal serupa yang dipesan, sembilan di antaranya dipercayakan kepada perusahaan galangan kapal di Batam termasuk di sini (PT Palindo Marine) lima unit,” tuturnya.

Dari kiri, Direktur Perhubungan Laut, Agus H Purnomo, Direktur Kenavigasian Ir. I Nyoman Sukayadnya mendapat penjelasan dari Direktur Utama PT Palindo Marine, Harmanto di galangan kapal PT Palindo Marine, Sagulung, Kamis (28/12). F Dalil Harahap/Batam Pos

Kapal kenavigasian yang dipesan oleh Ditjen Kenavigasian tahun ini semuanya memiliki spesifikasi yang sama. Yakni panjang 60 meter dan lebar 15 meter. Kapal-kapal tersebut dilengkapi dengan peralatan kenavigsian terbaru dengan mesin berkecepatan 15 knot. “Keunggulan lain kapal ini memiliki kapasitas crane 30 ton. Kapal-kapal lama sebelumnya hanya 12 ton. Ini kapal baja jadi kecepatan 15 knot,” terang I Nyoman.

Nyoman menambahkan, penyerahan lima kapal tersebut membuktikan bahwa PT Palindo Marine berpegang pada komitmen sesuai kesepakatan kerja awal untuk menyelesaikan kapal-kapal pesanan Ditjen Kenavigasian tepat waktu. Dia bahkan mengapresiasi jika kapal-kapal tersebut dikerjakan dengan baik dan lebih cepat dari jadwal kerja yang ada.

“Harapan kami semoga kedepan PT Palindo Marine selalu berpegang pada komitmen yang sama. Selalu menjadi yang terbaik agar bisa bersaing baik dengan perusahaan galangan lokal ataupun mancanegara,” harapnya.

Direktur Utama PT Palindo Marine Harmanto dalam arahannya menuturkan, hasil kerja yang maksimal sudah merupakan komitmen jajaran PT Palindo Marine untuk membuktikan bahwa PT Palindo Marine bisa dipercaya dan mampu bersaing di kancah internasional. “Seperti yang bapak-bapak sudah cek sendiri, memang kualitas (kapal) yang kami utamakan. Kami selalu mempersembahkan yang terbaik untuk negeri ini,” ujar Harmanto.

Harmanto juga mengaku bangga, karena kelima kapal kenavigasian berteknologi canggih itu murni merupakan hasil karya anak bangsa. Mulai dari proses perancangan, pembuatan, sampai pada penyerahaan kelima kapal tersebut dikerjakan putra-putri daerah.

Untuk itu ke depannya Harmanto berharap agar kerja sama dan kepercayaan serupa tetap terjaga dengan baik. Sehingga saat pihak Ditjen Perhubungan Laut membutuhkan armada kapal serupa bisa dipercayakan ke PT Palindo Marine lagi.

“Harapan kami kerja sama ini terus terjaga dengan baik. Kami akan terus berupaya menjadi yang terbaik,” tuturnya. (eja)