Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 12738

Industri Batam Kena Imbas Penguatan Dolar Singapura

0
ilustrasi

batampos.co.id – Penguatan dolar Singapura terhadap rupiah memberikan dampak yang cukup signifikan kepada aktivitas industri di Batam. Terutama industri pendukung dan industri yang hanya memiliki pasar lokal di Batam.

“Mereka terkena imbasnya karena mendatangkan bahan baku dari luar negeri. Tentu saja membelinya dengan mata uang asing,” kata Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hoeing atau yang biasa disapa Ayung, Jumat (24/11) di Gedung BP Batam.

Aturan dari Bank Indonesia memang melarang transaksi di dalam negeri dengan mata uang asing. Kecuali jika memang sudah terikat perjanjian sebelum aturan tersebut berlaku dan adanya transaksi karena perdagangan internasional.

Ayung mengatakan, selama ini kurs jual dolar Singapura selalu stabil sehingga industri di Batam bisa mengatur biaya produksinya dengan seksama. Namun karena penguatan mata uang asing ini, maka biaya produksi mendadak berubah.

Dengan kenaikan dolar Singapura ini, maka biaya produksi bertambah. Sementara pihak perusahaan tak bisa menjual dengan harga yang lebih tinggi karena sudah terikat kontrak. Sedangkan untuk membuat kontrak baru dengan konsumen yang baru pula, saat ini sangat susah.

“Jadinya merugi,” ujarnya.

Penguatan dolar Singapura memang sewaktu-waktu dapat terjadi karena adanya tren perbaikan ekonomi negeri jiran tersebut. Namun di sisi lain, persoalan utama adalah Batam kekurangan bahan baku sehingga memaksa industri lokal untuk mengimpor dari luar negeri.

“Nah ini sebenarnya yang harus dipikirkan, apalagi Batam merupakan wilayah perbatasan,” jelasnya.

Pendapat berbeda diungkapkan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Lukita Dinarsyah Tuwo. Mantan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian ini mengatakan depresiasi rupiah terhadap dolar Singapura masih dalam tahapan wajar. Sehingga ia memperkirakan kondisi ini tidak akan memukul sektor usaha di Batam.

“Ini batasan wajar, masih biasa,” ungkapnya.

Kecuali, kata Lukita, jika kenaikan nilai tukar dolar Singapura terhadap rupiah sangat ekstrem. Sehingga terjadi devaluasi rupiah, maka dunia industri perlu cemas. “Para pelaku usaha tidak akan khawatir kalau belum besar sekali, kecuali devaluasi,” pungkasnya. (leo)

Bayar Tagihan Air ATB Kini Semakin Mudah

0

PT Adhya Tirta Batam (ATB) terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

Dahulu pelanggan yang ingin membayar tagihan air ATB fasilitasnya cukup terbatas. Pembayaran air saat itu hanya bisa dilakukan di kantor pelayanan pusat ATB Sukajadi. Namun sejak Februari 2013 PT. ATB menggandeng PT. Pos Indonesia untuk bekerjasama sehingga pembayaran air bisa dilakukan diseluruh kantor pos yang ada diseluruh Indonesia.

Hal ini dilakukan mengingat PT Pos Indonesia memiliki cabang, agen pos dan pos pay yang tersebar di seluruh Batam bahkan Indonesia.

Pada awal Maret 2015 pelanggan dipermudah lagi dengan fasilitas pembayaran air yang bisa dilakukan lewat ATM Bank CIMB Niaga. Semua itu untuk lebih memanjakan pelanggan, sehingga layanan pembayaran tagihan air hadir semakin luas.

Merasa perlu terus meningkatkan pelayanan dalam hal kemudahan pembayaran, pada Agustus 2016, perusahaan air minum terbaik di Indonesia tersebut kembali menjalin kerjasama Host to Host (H2H) ATB Payment dengan Bank Mandiri dan BNI 46, sehingga pelanggan dapat membayar tagihan air ATB melalui ATM kedua bank tersebut.

“Kerjasama ATB dengan sejumlah perbankan sudah mulai luas, sudah jauh lebih banyak sehingga pelanggan lebih banyak pilihan untuk membayar tagihan air. Dengan adanya kerjasama ini, pelanggan diharapkan lebih nyaman dan leluasa memilih tempat untuk membayar tagihan ATB,” ujar Enriqo Moreno, Corporate Communication Manager ATB, Jumat(24/11)

Disiapkannya beberapa pilihan tempat pembayaran tagihan air tentunya sangat berguna bagi pelanggan, selain bisa lebih menghemat waktu, pelanggan bisa lebih tepat waktu dalam membayar tagihan air sehingga bisa terhindar dari denda keterlambatan setiap tanggal 20 setiap bulannya. Dimanapun dan kapanpun, pelanggan bisa lebih mudah membayar tagihan air.

Kelebihan lain yang didapat dengan adanya pilihan fasilitas pembayaran adalah pelanggan tidak perlu menghabiskan waktu untuk antri terlalu lama hanya untuk membayarkan tagihan air ATB. Dengan menggunakan layanan fasilitas perbankan seperti ATM dan yang lainnya, hanya membutuhkan waktu sekitar dua menit.

“Layanan pembayaran ATM ini cukup mudah. Selain menyiapkaan nomor pelanggan, pelanggan cukup mengikuti tahapan-tahapan yang tersedia di ATM. Cukup mudah dan cepat dan tidak perlu antri lama seperti yang terjadi selama ini. Jadi pelanggan memiliki banyak pilihan sesuai dengan kebutuhannya,” jelas Enriqo Moreno. (*)

Lagi, WN Malaysia Bawa Sabu ke Karimun

0
Tersangka Lee Tze Jie (tengah), WNA asal Kuala Lumpur, Malaysia yang ditangkap di Pelabuhan Internasional Karimun karena membawa sabu yang disembunyikan di Pakaian dalamnya, Jumat (24/11). F. Sandi/Batam Pos.

batampos.co.id – KARIMUN (BP) – Lee Tze Jie, 29 warga negara asing (WNA) asal Kuala Lumpur, Malaysia dengan nomor paspor A38298844 kemarin (24/11) pukul 08.30 WIB ditangkap petugas BC di Pelabuhan Internasional Tanjungbalai Karimun, karena ketahuan membawa dan menyimpan narkotika jenis sabu di pakaian dalam.

“Petugas kami yang ada di Pelabuhan Internasional melihat tersangka Lee Tze Jie yang baru tiba dari Pelabuhan Internasional Kukup, Malaysia seperti orang kebingungan. Seperti gelisah ketika akan melewati pemeriksaan mesin pemindai BC yang ada di pelabuhan,” ujar Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Kantor Pengawasan dan Pelayanan BC Tipe Madya Pabean B Tanjungbalai Karimun, Donny Akhmad, kemarin.

Lalu pada saat tersangka melewati mesin pemindai, petugas langsung mengarahkan tersangka untuk masuk ke dalam ruang pemeriksaan. Penggeledahan pun dilakukan pada tubuh tersangka. Pada saat pemeriksaan di pakaian dalam yang dikenakan, tersangka semakin terlihat gugup. “Ternyata memang benar tersangka menyembunyikan bungkusan plastik yang berisi sabu,” jelas Donny.

Dengan ditemukannya barang bukti narkoba, tersangka langsung dibawa ke kantor untuk menjalani pemeriksaan. Selain itu, juga ditemukan alat isap dalam bentuk pipet sedotan yang sudah dipotong-potong. “Pada saat menjalani pemeriksaan, tersangka Lee Tze Jie memberikan keterangan yang berbelit-belit,” kata Donny.

Penyebabnya diduga yang bersangkutan terlebih dulu mengonsumsi sabu sebelum berangkat ke Tanjungbalai Karimun. Dugaan tersebut diperkuat oleh pengakuan tersangka yang mengaku menggunakan sabu sebelum berangkat. Rencananya, sabu yang dibawanya juga akan digunakannya selama berada di Tanjungbalai Karimuun.
“Saat ini tersangka dan barang bukti sudah kami serahkan ke Sat Res Narkoba Polres Karimun untuk diproses lebih lanjut,” paparnya. (san)

Calon Independen, Minimal Kantongi 14.621 KTP Dukungan

0

batampos.co.id – Sejak Sabtu (25/11) pagi ini hingga lima hari ke depan, masyarakat Tanjungpinang punya waktu menanti akankah ada seorang terpilih yang berani mendaftarkan diri sebagai calon kepala daerah independen ke Komisis Pemilihan Umum (KPU) Tanjungpinang.

Sebagaimana yang telah dijadwalkan, 25-29 November adalah tenggat waktu yang disediakan KPU Tanjungpinang bagi pihak-pihak yang ingin berpartisipasi pada kontestasi Pilkada Tanjungpinang melalui jalur independen alias perseorangan alias non-partai politik.

“Kami akan menunggu sampai 29 November pukul 23.59 WIB, jika memang ada yang hendak mendaftar lewat jalur perseorangan,” kata Ketua KPU Tanjungpinang, Robby Patria, Jumat (24/11).

Namun mesti diingat, bahwasanya persyaratan pendaftaran jalur perseorangan ini berbeda dengan jalur partai politik. Perbedaan itu diatur dalam undang-undang dengan kewajiban melampirkan paling sedikit 10 persen KTP dari total penduduk Tanjungpinang sebagai bukti dukungan.

Robby menjelaskan, dalam lingkup Tanjungpinang, dibutuhkan setidaknya 14.621 KTP yang harus dilampirkan sebagai bukti dukungan pasangan kepala daerah yang maju via jalur perseorangan atau non-partai politik.

Pada penyerahan dukungan ini, lanjut Robby, diharapkan tidak mendekati batas akhir penerimaan. Guna memberikan waktu lebih dalam mengantisipasi adanya persyaratan yang kurang lengkap. Sehingga terdapat sisa waktu yang cukup untuk memenuhi persyaratan.

“Selama proses pencalonan kami juga membuka help desk. Dan bagi pendukung perseorangan dan parpol agar datang ke KPU Tanjungpinang dengan membawa surat mandat utuk mendapatkan user id SILON,” terang Robby. (aya)

Enam Proyek APBN Bermasalah, Nilainya Fantastis

0
Gedung Network Operator Center Palapa Ringa Barat di Natuna yang proyeknya tengah diselidiki Jaksa. F. Aulia Rahman/Batam Pos.

batampos.co.id – Kejaksaan Negeri Natuna mulai mengendus proyek bermasalah di Natuna. Dugaan proyek bermasalah tersebut hingga saat ini tidak difungsikan semestinya dan terbengkalai meski habiskan anggaran ratusan miliar rupiah.

Menurut informasi di lapangan, Kejaksaan Negeri Natuna tidak hanya mengendus proyek bermasalah di Natuna, termasuk di Anambas. Bahkan Kajari Natuna sudah mengeluarkan surat perintah penyelidikan 6 proyek bernilai ratusan miliar rupiah.

Di Natuna terdapat tiga proyek mulai dilakukan penyelidikan, diantaranya proyek pembangunan pelabuhan Pelni di Pulau Subi. Pelabuhan tersebut ditargetkan selesai tahun 2015 lalu, namun hingga saat ini belum rampung.

Kajari Natuna Juli Isnur membenarkan, sudah mengeluarkan surat perintah penyeledikan enam proyek yang dibangun Pemerintah Pusat di Natuna dan Anambas. Di Natuna adalah proyek pemasangan fiber optik Palapa Ring di Natuna, proyek perumahan nelayan Seminte di Batubi dan proyek pembangunan pelabuhan

Pelni di Pulau Subi. Sementara di Anambas, terdapat proyek pasar miring, pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dan pembangunan kantor Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas.

“Betul, kami mulai penyelidikan enam proyek, terutama proyek pusat yang dikucurkan ke Natuna dan Anambas. Kami selidiki, jika ada indikasi kerugian negaranya akan kasus ini akan dilanjutkan,” kata Kajari Natuna, saat dikomfirmasi dikantornya, Kamis (23/11).

Seperti diberitakan, menurut data di Dinas perhubungan Kabupaten Natuna, tahun 2015 lalu Kementerian Perhubungan sudah menggelontorkan anggaran sebesar Rp 700 miliar untuk pembangunan pelabuhan Pelni di Natuna termasuk pelabuhan pelni di Kecamatan Subi dan pelabuhan Pelni di Pulau Laut. Namun hingga saat belum selesai.

Menurut laporan terkini terkait pembangunan pelabuhan Pelni di pulau Subi, progres sejak tahun 2015 lalu masih sebatas pembangunan disisi laut, belum menyelesaika sisi darat. Meski Pemerintah Pusat merencanakan pelabuhan yang terbengkalai diselesaikan tahun 2018 mendatang.

Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Natuna Iskadar DJ mengatakan, menurut laporan terkini, pembangunan pelabuhan Pelni di Pulau Subi masih sebatas pemancangan tiang pelabuhan. Pembangunan pelabuhan Pelni di Subi sepenuhnya dilaksanakan Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan.

Pelabuhan di Pulau Subi katanya, saat ini belum difungsikan. Karena belum selesai dibangun. Menurut informasinya baru diselesaikan progres fisik sekitar 60 persen, namun informasinya akan diselesaikan tahun 2018 mendatang.

“Pelabuhan Pelni di Subi itu sudah mulai dibangun dari tahun 2011 lalu. Sampai sekarang setahu saya baru sebatas tiang pelabuhan yang dipancang,” sebut Iskandar, Jumat (24//11). Selain proyek pelabuhan Pelni di pulau Subi, proyek pembangunan perumahan nelayan di kampung Seminte

Kecamatan Bunguran Batubi yang diendus Kejaksaan, hingga saat ini belum difungsikan dan ditempati nelayan sejak dibangun tahun 2015 lalu oleh Kementerian PUPR. Seperti diketahui, proyek tersebut untuk menunjang program transmigrasi sektor perikanan di Natuna.

Kepala Dinas perizinan pemkab Natuna Minwardi, sebelumnya menjabat Kepala Dinas PU Pemkab Natuna mengatakan, pembangunan perumahan nelayan di Seminte adalah proyek Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Dalam penggangaran, Pemerintah menyediakan 50 unit rumah, namun hanya direalisasi 39 unit rumah yang dibangun.

Kurangnya jumlah rumah tersebut, alasannya lokasi yang perlu pembersihan atau perapian sehingga jumlah unit perumahan dikurangi. Sementara pemerintah daerah menyediakan lahan dan dihibahkan untuk pembangunan perumahan nelayan tersebut.

“Memang sampai sekarang belum ada penyerahan perumahan yang dibangun itu dari pemerintah pusat ke daerah,” sebut Minwardi.

Sementara Kacabjari Anambas Bayan Nullah mengatakan, pembangunan kantor Bupati Anambas sudah mulai dibangun bertahap sejak tahun 2015 lalu, saat ini sudah tahapa finising. Namun terdapat dugaan tidak pidana pada tahap dua dalam pembangunannya atas laporan konsultas pengawas. Selain itu pasar miring dan PLTS, hingga saat ini belum
difungsikan.

“Kita lihat nanti hasil penyelidikan, jika ada temuan kerugian atau tidak,” sebut Bayan.(arn)

Maya Siap Maju Pilkada

0
Pilwako Pinang

batampos.co.id – Kehadiran Maya Suryanti pada seremoni peresmian pemilihan kepala daerah (Pilkada) Tanjungpinang yang ditaja Komisi Pemilihan Umum, tengah pekan lalu, menyiratkan sejumlah hal.

Kini semakin kentara bahwasanya putri mantan wali kota Suryatati A Manan ini semakin percaya diri akan terpilih sebagai pendamping wali kota petahana Lis Darmansyah pada pilkada tahun depan. Terlebih, kini Maya tinggal menunggu berkas rekomendasi dari Dewan Pengurus Pusat PDI Perjuangan setelah menempuh uji kelayakan dan kepatutan beberapa waktu lalu.

“Saya masih menunggu rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan. Kalau ditanya siap atau tidak (maju ke pilkada, red), insyallah saya siap,” kata Maya.

Kesiapan yang disampaikan Maya ini juga bahkan hingga menyangkut dokumen-dokumen administratif yang kelak harus dilampirkan ketika melakukan pendafataran di KPU Tanjungpinang pada Januari mendatang. “Semua syaratnya pasti saya penuhi, tapi ya itu, saya tunggu rekomendasinya dulu. Sejauh ini, keluarga juga sudah mendukung keputusan ini,” ujar Maya.

Selain menyiratkan kepercayaan diri Maya akan maju kembali pada pilkada, kehadiran Maya tengah pekan lalu juga menguak hubungan personal dan politisnya dengan Lis Darmansyah yang semakin harmonis. Urusan pernah berkompetisi pada Pilkada Tanjungpinang 2013 silam, bagi Maya, adalah bagian dari masa lalu dan sekarang, tegas Maya, ia ingin sepenuhnya menatap masa depan.

“Yang lalu, biarlah berlalu. Pak Lis ketika mengajak, niatnya baik. Kalau niatnya untuk membuat Tanjungpinang menjadi lebih baik lagi, tidak ada salahnya kami bersinergi,” ujarnya.

Pilkada kedua ini tentu tidak lagi sama bagi Maya ketimbang pilkada 2013 silam. Kala itu, Maya mencalonkan diri sebagai calon wali kota berdampingan dengan Tengku Dahlan. Sementara kini, jika mendampingi Lis Darmansyah yang berstatus sebagai wali kota petahana, hampir dapat dipastikan Maya hanya akan menduduki kursi nomor dua. Perihal ini, Maya pun sudah tidak lagi mau memusingkannya.

“Sekali lagi, tidak lagi penting siapa yang jadi wali kota atau wakil wali kota. Yang penting tujuannya bekerja untuk membangun Tanjungpinang lebih baik lagi kan,” kata Maya.

Atmosfer kompetisi pada pilkada 2013 silam seolah telah dilupakan Maya. Kini, ia sedang menatap lembar baru petualangan hidupnya menghadapi pilkada kedua. Dan untuk itu, Maya mempersiapkan diri sebaik-baiknya mendampingi Lis yang, sepenuturannya, memang datang dengan permintaan dan niat baik untuk bersinergi membangun Tanjungpinang.

“Saya menghargai permintaan baik masyarakat, dan itu juga disampaikan Pak Lis. Komunikasi kami lancar, baik sekali. Sudah tak terhitung lagi bertemu dengan beliau. Doakan saja,” pungkas Maya. (aya)

RSAL Hadirkan Chamber Hyper Baric

0
Kepala Dinas Kesehatan Angkatan laut Laksma TNI drg. R.A. Nora Lelyana didampingi Gubkepri Nurdin Basirun , Walikota Tanjungpinang Lis Darmasyah, Dirjen Kuthan Kemhan Mayjen Bambang Hartawan (2 kanan) dan Karumkital Kolonel Ahmad Samsulhadi (kanan), menandatangani prasasti peresmian dan penggunaan Hyperbaric Centre di RSAL dr. Midiyato Tanjungpinang, Jumat (24/11). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Dr. Midiyato Suratani, Tanjungpinang terus berinovasi untuk memberikan pelayanan prima di bidang kesehatan. Yakni dengan menghadirkan Chamber Hyper Baric yang berfungsi untuk mempercepat penyembuhan berbagai jenis penyakit. Alat medis tersebut resmi diluncurkan, Jumat (24/11).

Kepala RSAL Midiyanto Suratani Tanjungpinang, Kolonel Laut Ahmad Samsul Hadi juga menyampaikan rasa terimakasih nya kepada seluruh stakeholder yang ikut berperan dalam terwujudnya kelengkapan fasilitas di RSAL ini. Menurutnya, peran rumah sakit ke depan semakin kompleks dan untuk menjalankan hal tersebut diperlukan bantuan dan kerjasama antar semua pihak.

“Karna terwujudnya kelengkapan fasilitas yang ada di Rumkital ini adalah berkat sumbangsih dan dukungan dari berbagai stakeholder di Kepri,” ujar Samsul dalam sambutannya.

Hyperbaric Chamber, fasilitas unggulan di RSAL dr. Midiyato Tanjungpinang. F.Yusnadi/Batam Pos

Sementata itu, Kepala Dinas Kesehatan Angkatan Laut Laksma TNI drg. R.A. Nora Lelyana dalam sambutannya mengatakan dengan diresmikannya Hyperbaric Centre ini keberadaan Fasilitas RSAL Tanjungpinang semakin lengkap. Ia berharap, dengan adanya alat medis ini, RSAL bisa terus memberikan pelayanan kesehatan yang prima kepada masyarakat.

“Karna selain peran manusia yang profesional dalam menangani para pasien juga dibutuhkan alat-alat yang mumpuni dalam menunjang kinerjanya, Hyperbaric Chambers merupakan alat yang paling dibutukan apalagi di daerah bahari. Sebuah kebanggaan yang didapat jika kita memiliki Hyperbaric Chambers tersebut,” ujar Nora.

Dijelaskannya, satu unit Hyperbaric Chambers berstandar internasional dihadirkan dengan ukuran yang dapat memuat 8 orang . Adapun kegunaannya adalah untuk penyelaman atau efek penyakit dari penyelaman tersebut juga dapat digunakan untuk menyembuhkan beragam penyakit dengan cara menghirup oksigen murni yang berguna untuk perbaikan sel-sel di dalam tubuh.

“Alat tersebut berfungsi dan diperlukan untuk menangani stroke, luka bakar, luka pada kencing manis, patah tulang dan penyakit akibat penyeleman atau dekompresi,” paparnya.

Ditambahakannya, seiring perkembangannya, alat tersebut juga berfungsi untuk meningkatkan kebugaran pada tubuh, mengencangkan kulit, dan menjadikan tubuh menjadi lebih sehat. Fungsi secara medis adalah untuk terapi pengobatan utama pada kasus penyakit penyelaman seperti kelumpuhan setelah menyelam tanpa prosedur yang benar, dan untuk pengobatan penyerta penyakit klinis.

“Pasien-pasien dengan penyakit klinis, bisa dipercepat penyembuhannya dengan terapi ini,” tutup Nora.

Pada Kesempatan tersebut Gubernur Nurdin juga disematkan Brevet Kehormatan Penyelaman dan Hyperbaric bersama Sekretaris Daerah Provinsi Kepri TS. Arif Fadillah dan Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah setelah meninjau dan mencoba langsung Hyperbaric Centre.

Hadir juga pada kegiatan itu adalah Dirjen Kuathan Kemhan Mayjen TNI Bambang Hartawan, Danlantamal IV Tanjungpinang Laksmana Pertama TNI R. Eko Suyatno, Asisten I Bidang Pemerintahan Raja Ariza, Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Kepri Dr Muchtar Munawar, dan Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro.(jpg)

Bupati Ingatkan OPD, Awasi Kegiatan Fisik

0

batampos.co.id – Bupati Natuna Abdul Hamid Rizal mengingatkan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) teliti dan mengawasi kegiatan fisik yang dijalankan pemerintah. Agar hasil pembangunan lebih dapat dimanfaatkan masyarakat.

Dikatakan Hamid, pemerintah daerah sudah banyak menerima masukan dan keluhan masyarakat, terkait kualitas pembangunan fisik. Misalnya pembangunan jalan, belum lama dibangun aspal sudah terkelupas.

“Soal pembangunan jalan, Dinas PU saya harap lebih teliti mengawasi di lapangan. Kualitas harus diutamakan, Dinas juga harus tegas,” kata Hamid saat meninjau proses pembangunan infrastruktur di Ranai kemarin.

Hamid Rizal didampingi sejumlahlah kepala OPD dan Sekda juga tinjau pembangunan jembatan Tok Ibeh Desa Ceruk Kecamatan Bunguran Timur Laut yang masih dalam tahap pengerjaan yang bersumber dari anggaran dana alokasi khusus dan pembangunan jalan Desa Sebadai Ulu.

Hamid Rizal juga meninjau pembangunan Taman Wisata Gerbang Utara Tourist Informasi Center (TIC) yang merupakan sebuah gagasan oleh Dinas Pariwisata dalam rangka menciptakan sebuah icon Wisata Natuna yang diharapkan mampu mendukung peningkatan mutu pembangunan pada sektor pariwisata daerah dan pendapatan masyarakat terutama bagi pelaku usaha pariwisata.

Dikatakan Hamid, Natuna pada RPJMD hingga tahun 2021 mendatang memperiotaskan dua program unggulan, yakni pariwisatanya perikanan. Sehingga berbagai pendukung baik sarana dan prasarana serta sumber daya manusia harus disiapkan.

“Tahun depan, pemerintah daerah sudah menyiapkan regulasi untuk menambah pendapatan retribusi daerah dari sektor perikanan, karena sentra kelautan dan perikanan terpadu sudah beroperasi,” ujar Hamid.(arn)

Berobat Gratis di Pasar Puan Maimun

0
Warga bisa mendapatkan layanan kesehatan gratis di Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) Pasar Maimun setiap Selasa. F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) Pasar Maimun dari Puskesmas Tanjungbalai Karimun yang dibuka setiap Selasa, telah berjalan selama tiga minggu. Pos UKK tersebut dibuka untuk memberikan pelayanan medis kepada para pedagang di pasar tersebut.

Kepala Puskesmas Tanjungbalai Karimun dr Ade mengungkapkan, selain memberikan pemeriksaan kesehatan, pengobatan dan penyuluhan kesehatan secara gratis, pihaknya juga memberikan motivasi kepada para pedagang agar senantiasa menjaga kesehatan.

“Rata-rata sakit ringan saja, seperti batuk, flu, demam akibat perubahan cuaca. Layanan berupa pemeriksaan dan pemberian obat yang diberikan secara gratis kepada para pedagang di pasar Puan Maimun,” jelasnya, kemarin (24/11).

Pemanfaatkan Pos UKK tersebut, selain untuk memperluas jangkauan pelayanan Puskesmas, juga untuk mengoptimalkan fungsi Puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada publik. Layanan tersebut hasil kerja sama dengan pihak Perusda Karimun, dengan harapan para pedagang rutin untuk mengecek kesehatan seminggu sekali.

“Walaupun seminggu sekali, pelayanan kesehatan di pasar Puan Maimun cukup diterima oleh warga,” ungkap dr Ade. (tri)

Realisasi Bus Perintis 8 Unit

0

batampos.co.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karimun yang mengusulkan bantuan bus perintis melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) yang bersumber dari APBN 2018 untuk membantu para pelajar yang ada di 5 kecamatan sebanyak 10 unit, akhirnya terealisasi walaupun jumlahnya hanya 8 unit.

Alhamdulillah, meski dari yang kita ususlkan 10 unit dan direalisasikan hanya 8 unit sudah cukup membantu,” kata Kepala Dishub Kabupaten Karimun, Fajar Horizon Jumat (24/11).

Sebelumnya Dishub Karimun mengusulkan ke Kementerian Perhubungan, tapi di kementerian tersebut sudah tidak ada lagi anggaran untuk bus perintis. “Lalu usulan kami masuk dan diterima di Kementerian Desa. Hal ini tidak ada masalah, yang penting usulan kami diterima dengan nilai anggaran Rp 3,9 miliar,” ujarnya lagi.

Meski disetujui, kata Fajar, peruntukkannya berbeda yakni tidak boleh untuk kecamatan, melainkan untuk desa-desa. Karena DAK bersumber dari Kementerian Desa. Untuk itu, kemarin Fajar yang sedang berada di Bogor, akan kembali membahas dengan staf Kementerian Desa tentang perubahan alokasi bus dari tingkat kecamatan ke tingkat desa. Jumlah desa yang akan menerima bantuan disesuaikan dengan jumlah bus.

“Sebelumnya kami usulkan 5 kecamatan dengan masing-masing kecamatan dua unit. Tapi karena alokasi dana itu dari Kementerian Desa, maka harus diubah lagi penerimaanya tidak boleh kecamatan tapi desa yang ada di kecamatan,” jelasnya.

Dari 12 kecamatan yang ada di Kabupaten Karimun, dua kecamatan tidak masuk dalam prioritas. Yakni, Kecamatan Durai dan Kecamatan Kundur Barat. Fajar menyebutkan, dalam pertemuan terakhir nanti pihaknya akan menyiapkan nama-nama desa yang akan mendapatkan alokasi bus. “Yakni desa yang ada di Kecamatan Karimun, Moro, Buru, Kundur Utara, Belat, Ungar, Meral Barat dan Kecamatan Tebing,” ungkapnya.

8 unit bus ini tidak dikelola oleh pihak kecamatan. Pengelolaannya akan dilakukan di bawah Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar mendapatkan pendapatan untuk desa. Hal ini sesuai dengan visi dan misi Kementerian Desa, untuk meningkatkan sumber pendapatan di desa. Bantuan bus peristis ini dapat digunakan untuk mengangkut para pelajar atau masyarakat desa dan pendapatannya masuk ke kas BUMDes. (san)