Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 12868

Festival Wonderful Indonesia Siap Menusuk ke Jantung Wisman Oman di Muscat

0

Kunjungan Raja Saudi, Salman bin Abdulazis Al Saud, ke Indonesia pada Maret silam masih menjadi ‘oase’ bagi pariwisata di Tanah Air. Pasalnya, setelah kunjungan kenegaraan berakhir, nama Indonesia terus mencuat di negeri Timur Tengah tersebut.

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pun cepat membidik opportunity itu dengan terus mempromosikan kedatangan Raja Salman ke negara-negara Timur Tengah agar Wisman datang ke tanah air. Salah satunya melalui perhelatan Festival Wonderful Indonesia (FWI) di Oman yang akan digelar pada tanggal 2 hingga 6 Oktober 2017.

Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Profesor I Gde Pitana menjelaskan, selain dalam rangka upaya pencapaian target jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 20 juta pada tahun 2019, kegiatan ini juga memperkenalkan kekayaan budaya serta daya tarik keindahan alam destinasi Indonesia. Sehingga dapat memperkuat Branding Wonderful Indonesia dan mengikis citra negatif Indonesia sebagai negara penyedia tenaga kerja tidak profesional.

“Kita buktikan bahwa Indonesia negara sangat potensial dan memilki keindahan berkelas dunia. Festival ini nantinya akan menggelar aktivitas industrial gathering (table top) tanggal 3 Oktober 2017 di Sheraton Muscat Hotel. Nanti di acara itu akan menjadi tempat terjadinya transaksi bisnis serta memperluas jaringan antara industri pariwisata asal Indonesia dengan industri pariwisata asal Oman,” ujar Pitana yang didampingi Asisten Deputi Promosi Pariwisata Eropa, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Nia Niscaya.

Saat ini, lanjut Nia, Indonesia tengah berupaya mengejar perolehan Malaysia yang sukses mendatangkan 300 ribu wisatawan Timur Tengah atau Thailand yang mampu mendatangkan 800 ribu wisatawan dari Timur Tengah.

“Pasar Timur Tengah masih besar, apalagi, pengeluaran mereka di atas rata-rata. Umumnya, durasi plesiran wisatawan Timur Tengah 8,5 hari dengan pengeluaran rata-rata per pengunjung 1.190 dolar AS. Di Oman, kami membidik wisatawan keluarga dari Timur Tengah yang bisa berlibur dua hingga tiga bulan selama musim panas, dengan mengajak seluruh anggota keluarga,” kata wanita yang terkenal supel tersebut.

Sementara itu, Nia juga memaparkan, Kemenpar menggandeng empat industri yaitu: Astadala Tour, PT Indonesia Tur Arabia / Go Indonesia, PT. Tambatan Hati Tour & Travel dan Travel In Style. Semua diberi misi menjual produk destinasi pariwisata Indonesia secara terintegrasi kepada calon wisatawan Timur Tengah.
Selain terdapat pameran, Kemenpar juga akan membawa tim kesenian sejumlah tujuh orang yang siap mengisi acara selama kegiatan FWI di Oman. Tim kesenian tersebut juga akan mengisi acara resepsi diplomatik yang akan diselenggarakan oleh KBRI di Oman pada tanggal 2 Oktober 2017. Tidak cukup sampai disitu, pertunjukan kesenian, pelayanan informasi, dan distribusi bahan-bahan promosi pariwisata Indonesia juga akan terus berlangsung pada tanggal 5 hingga 6 Oktober 2017 di Muscat Avenue Mall.

“Tarian yang akan disajikan mewakili Destinasi Bali, Jawa Barat, Sumatera barat dan Jakarta. Ada empat tarian yang dibawakan seperti Tari Bajidor (kolaborasi antara tari jaipong sunda dan tari Bali), lalu Tari Gebyar Bali yang merupakan tari kreasi baru yang menggambarkan keceriaan pemuda- pemudi Indonesia dalam sebuah pesta rakyat. Juga ada Tari Galenyek yang merupakan gubahan baru dari tradisional minang dan yang terakhir Tari Lenggang betawi, kita akan pukau mereka dengan kesenian kita,” beber Nia.

Menpar Arief Yahya mengingatkan jajarannya lebih banyak menggenjot penjualan, selain branding dan iklan. “Jalankan dengan optimal untuk membawa wisatawan mancanegara lebih banyak ke Tanah Air, termasuk Timur Tengah,” kata Menpar Arief Yahya.

Khusus untuk pasar Timur Tengah, Arief Yahya mengingatkan untuk memperkuat jualan ke destinasi-destinasi yang sudah menjadi jawara “World Best Halal Destination” dan yang sangat cocok dengan wisatawan asal Timur Tengah.

Kemenpar menargetkan bisa menarik kunjungan 5 juta Wisman di segmen wisata halal pada 2019. Kata Menpar, saat ini jumlah kunjungan Wisman di segmen wisata halal mencapai 2 juta hingga 3 juta wisatawan.

“Target kami di 2019 itu 5 juta atau dua kali lipat dari posisi sekarang,” ujarnya.Pria asli Banyuwangi ini menambahkan, untuk mendongkrak kunjungan, Kemenpar bakal gencar menggarap pasar Timur Tengah dengan mendorong pembukaan rute penerbangan langsung.

Sekadar informasi, berdasarkan laporan Global Muslim Travel Index (GMTI) jumlah wisatawan di segmen ini diperkirakan bakal menyentuh angka 168 juta dari posisi 2015 sebanyak 117 juta.Laporan GMTI juga melansir, Indonesia menempati peringkat keempat sebagai negara tujuan wisata halal paling diminati di antara negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI).(*)

 

Dari Laut ke Gunung, Hingga Pawai Mobil Hias, Ada di ITdBI

0

International Tour de Banyuwangi Ijen (ITdBI) 2017 memasuki etape ketiga, Jumat (29/9). Jika di etape sebelumnya para pembalap diajak untuk beradu sprint, kali ini pembalap dari 29 negara ditantang melahap berbagai tanjakan.

Pemandanganya pun berbeda. Semakin cantik. Dari laut ke gunung. Semua sangat oke. Etape ketiga ITdBI 2017 memulai dari Pelabuhan Ikan Muncar sebagai titik start dan finish di Paltuding, Kawah Ijen, yang memiliki ketinggian 1.880 meter.

Bagi sebagian pembalap, terutama dari negara-negara luar, ini menjadi pengalaman hal yang sangat unik. Karena menurut mereka, sangat jarang perlombaan balap sepeda mengambil titik start dari pelabuhan ikan. Mungkin hanya di Tour de Banyuwangi Ijen yang menyajikan hal demikian.

Belum lagi masyarakatnya yang sangat antusias memeriahkan balapan. Di setiap titik start atau finish, semua masyarakat berkumpul. Tidak jarang dari mereka yang memberikan semangat para pembalap.

Di Pelabuhan Ikan Muncar misalnya. Tadi pagi, kapal-kapal nelayan berjejer di sisi dermaga. Semuanya berbaris rapi. Kapal yang dihias warna-warni dan berbagai hiasan lainnya menambah kemeriahan perlombaan. Belum lagi suguhan kesenian yang ditampilkan jelang start dimulai. Menambah kemeriahan acara.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, penyelenggaraan event sport tourism ini memang berbeda dengan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Titik start dipilih di tempat-tempat yang dekat dengan masyarakat.

“Karena Tour de Ijen ini bukan sekadar ajang sport tourism, tapi sebagai bagian dari alat konsolidasi merubah masyarakat. Salah satunya pariwisata,” kata Azwar Anas.

Lebih jauh bupati mengatakan, konsolidasi juga menyentuh seluruh perangkat pemerintahan yang ada. Mulai dari tingkat kabupaten sampai desa. Mulai dari Babinsa hingga Kamtibmas. Semua, bersama masyarakat, dikerahkan untuk dapat terlibat andil lebih jauh dalam kegiatan ini. Mulai dari mengamankan jalan dan memeriahkan acara.

“Tak ayal akan selalu terlihat bagaimana antusiasme masyarakat,” ujar Bupati.

Keterlibatan masyarakat dan juga komunitas dalam International Tour de Banyuwangi Ijen tahun ini juga terlihat dari konvoi (cavalcade) mobil hias dengan beragam model dan bentuk.

Ada 14 mobil yang di bagian atasnya dipasang beragam hiasan. Mulai dari ikan raksasa, replika pembalap peserta dari berbagai mancanegara dan lainnya. Konvoi mobil ini dilakukan pada satu jam sebelum para pembalap adu cepat di lintasan.

Sehingga selain menjadi suguhan yang menarik, juga sebagai iring-iringan pembuka jalan yang akan dikintasi para pembalap.

Bupati mengatakan, ide menghadirkan cavalcade ini datang saat pihaknya diundang secara resmi untuk hadir di pembukaan atau start awal pada etape pertama Tour de France lalu. Hal tersebut tidak lepas dari nilai excellence yang didapat Tour de Banyuwangi oleh federasi balap sepeda internasional (UCI).

“Cavalcade ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari Tour de France. Sehingga juga menjadi suguhan yang menarik untuk dapat kami terapkan di Tour de Ijen,” kata Azwar Anas.

Cavalcade ini juga menjadi bagian promosi untuk memperkemalkan para pihak pendukung dalam International Tour de Banyuwangi Ijen 2017.

“Cavalcade ini juga masih akan mengiringi hingga etape terakhir nanti,” kata dia.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memuji langkah yang dilakukan pemerintah kabupaten Banyuwangi serta pelaksana event yang selalu melakukan penyempurnaan event setiap tahunnya. Tidak hanya dari siai teknis perlombaan, tetapi juga pada kemasan acara.

Sehingga sebagai ajang sports tourism, ITdBI mampu menyuguhkan suasana kompetisi yang ketat dan juga suguhan menarik dan menjadi daya tarik wisata.

“Terlebih benchmarking-nya level internasional. Tour de France. Kalau ingin menjadi pemain dunia harus gunakan standar global. Tour de Ijwn sudah melakukanya. Kalau sudah demikian, makabpwngakuan internasional yang akan banyak didapat,” ujar Menpar Arief Yahya. (*)

Wayang Ajen Semarakkan Puncak Hari Jadi Kuningan ke-519

0

Pertunjukan Kolaborasi Wayang Ajen Spektakuler akan memeriahkan Hari Jadi Kuningan ke-519 di Lapangan Bola Desa Cijemit, Keca Ciniru, Kab Kuningan, Jawa Barat, Sabtu 30 September 2017. Dalam pertunjukannya, wayang yang sudah tampil di 50 negara itu akan bersinergi dengan berbagai unsur seni baik tradisi maupun modern.

“Banyak warna baru. Nanti akan ada perpaduan seni tradisi dan modern,” ujar Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara, Jumat (29/9).

Sekretaris Kementerian Pariwisata Ukus Kuswara menjelaskan, kegiatan ini untuk memberikan kontribusi pada program Pesona Indonesia yang tahun ini menargetkan 260 juta perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) dan akan meningkat menjadi 275 juta wisnus pada 2019 dan 20 juta wisman di tahun 2019.

“Ini juga untuk mancapai target wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia dengan motif wisata Budaya. Karena sebesar 12 juta orang dengan sekitar 5,4 juta wisman tersebut adalah untuk menikmati atraksi budaya. Ini akan menjadikan Indonesia sebagai destinasi wisata favorit di dunia yang berdaya saing,” tambah Ukus Kuswara yang diamini Kabid Promosi Wisata Budaya Wawan Gunawan.

Ukus menjelaskan, berbagai sumber daya yang unik dan langka dapat dijadikan sebagai objek daya tarik wisata yang atraktif, reaktif, imajinatif, edukatif, dan bahkan religius bagi para pengunjung wisata di Kabupaten Kuningan. Salah satu di antaranya adalah event peringatan Hari Jadi Kuningan.

“Peringatan Hari Jadi Kuningan ke-519 ini dikemas menjadi media promosi daerah untuk lebih mengenalkan Kabupaten Kuningan di kancah regional dan international, sehingga berdampak kepada kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kuningan. Dampak lain adalah tumbuhnya beragam usaha ekonomi kreatif yang mendukung pariwisata daerah,” jelas Ukus Kuswara.

Bagi yang penasaran, silakan ke Kuningan. Di sana Anda bisa menyaksikan show spektakuler dari Wawan Gunawan, dalang yang telah mendapatkan apresiasi dari UNESCO 2010. Tema lakon yang diangkat juga sangat menarik. Nanti akan ada pesan moral dari berbagai arahan dan gagasan kreatif Menteri Pariwisata Arief Yahya tentang prioritas program Kementerian Pariwisata.

Itu artinya, Go digital, Homestay desa wisata, dan konektivitas udara bakal ikut diangkat. Dan semuanya, akan dibalut dengan jurus sakti Menteri Pariwisata yaitu 3A (Atraksi, Aksesibilitas, dan Amenitas), jurus 3S (Solid, Speed, dan Smart) yang dikemas dalam wujud monolog dan dialog tokoh wayang oleh Ki Dalang Wawan Ajen secara luwes, dan mudah dipahami penonton.

“Shownya juga menerapkan konsep pemanggungan dengan mengedepankan sentuhan teknologi modern dalam bentuk penataan panggung dan artistik, penataan sound system dan tata cahaya sesuai kebutuhan panggung. Itulah ciri khas Wayang Ajen dengan menunjukan derajat pertunjukan wayang lebih modern,” timpal Wawan Gunawan.

Dalam pertunjukan wayang spektakuler yang sudah melanglang ke 50 negara ini, Ki Dalang Wawan Ajen menyajikan lakon yang dikemas secara aktual. Tema cerita yang diangkat juga sangat kekinian. Selain isu pariwisata, Dalang Wawan juga akan mengangkat tatanan dan kesejahteraan daerah dan masyarakat. “Diperlukan penguatan diri melalui pendekatan agama, pendidikan serta keluarga. Tema tersebut dimunculkan dengan lugas dan penuh humor melalui tiap tokoh yang dihadirkan,” tambah Wawan.

Pesan Moral Menteri Pariwisata Arief Yahya yang akan disampaikan oleh Ki Dalang Wawan Ajen dalam pertunjukan Wayang Ajen adalah meningkatkan kreativitas garapan seni pertunjukan bercirikan budaya lokal dan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap budaya Indonesia. Selain itu, menciptakan gelombang kreatif di daerah untuk bersaing di tingkat nasional.

“Juga menciptakan event yang menjadi Ikon kreatif sebagai ataraksi masyarakat sebagai daya tarik Pariwisata budaya. Melestarikan, mengembangkan, mempromosikan sehingga masyarakat sekitar khususnya mendapatkan manfaat banyak dari kegiatan ini,” papar Wawan.

Menpar Arief Yahya ikut merespon positif. Semua yang berbau budaya, menurutnya, punya daya tarik tinggi untuk menyedot banyak wisatawan ke daerah.

“Di berbagai kesempatan saya selalu konsisten berpesar agar selalu lestarikan adat dan budaya lokal. Inilah yang akan membawa Indonesia terbang di era cultural industry atau creative industry. Semakin dilestarikan semakin mensejahterakan,” katanya. (*)

Rebut Destination of The Year 2017 Asia Pasifik Menpar Arief Yahya Panen Pujian di Bangkok

0

Menpar Arief Yahya panen pujian di acara 28th Annual TTG Travel Awards 2017. Malam gala dinner di Hotel Grand Centara at CentralWorld, 28 September 2017 itu seolah-olah menjadi malam perayaan akan sukses Wonderful Indonesia.

Nama Wonderful Indonesia diulang-ulang, disebut-sebut oleh MC. Juga dibicarakan dari meja ke meja. Dan Menpar Arief Yahya seolah-olah menjadi host-nya.

Tiga “kebanggaan” mampir bersama kehadiran menteri kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur itu ke Bangkok. Pertama, Indonesia ditetapkan sebagai penerima piala no 1, Destination of the Year 2017 Asia Pasifik. Posisi yang sejak 2010 selalu didudukki Thailand (3x) dan Singapore (2). “Terima kasih TTG, kami makin bangga dengan penghargaan ini,” kata Arief Yahya.

Bali sudah menjadi destinasi no 1 dunia versi Trip Advisor 2017. Kini Indonesia nomor 1 versi TTG, sebagai Destination of the Year 2017 Asia Pacific.

Kedua, begitu Menpar Arief turun stage, lima LED back drop acara di ballroom langsung diputar video juara kompetisi pariwisata UNWTO. David dan Widika tampil lagi di video terbaik dunia, yang berjudul The Journey of a Wonderful Worlds itu.

Selama 3 menit seluruh audience yang hampir semuanya berjas, dasi dan bergaun pesta itu dibuat terdiam. Tertegun dan seolah tak berkedip menunggu video itu berakhir. Begitu sampai di ujung voice Louis Armstrong dengan lagu What a Wonderful itu, sekitar 500 audience bertepuk tangan riuh.

Ketiga, sebagai tokoh pariwisata dunia, nama Arief Yahya bahkan mendapat kehormatan untuk memberikan piala kepada para jawara Kategori Travel Hall of Fame. Perusahaan yang sudah 10 kali juara. Ada 15 daftar travel hall of fame yang piala gold plate berdesain Hermes, pembawa pesan para dewa, dalam mithologi Romawi itu.

Para CEO dan GM perusahaan yang bergerak di bidang pariwisata di Asia pun bangga, yang menyerahkan penghargaan itu eksklusif langsung dan bersalaman dengan Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya didampingi CEO TTG Darren Ng.

Dari pimpinan Singapore Airlines, Singapore Changi Airport, Hertz Asia Pacific, Royal Cliff Beach Resort, Star Cruises, Abacus International, Silk Air, Lotte Tour, Hongkong International Airport, Raffles Hotel, Regal Airport Hotel, Banyan Tree Spa, Qatar Airways, Thai Airways, Thailand Convention & Exhibition Bureau,

Malam Penghargaan the 28th Annual
TTG Travel Awards 2017 itu menjadi amat berkelas, berkesan, dan punya bobot. Sekitar 500 audience, yang semua berasal dari prlaku bisnis pariwisata, hadir di sana. Dari Indonesia yang mendapatkan penghargaan juga ada Panorama Tour untuk kategori best travel agency di Indonesia, dan Best City Hotel The Ritz Carlton Jakarta.

TTG adalah media yang khusus pariwisata dan eksis di setiap travel mart di seluruh dunia. Sebagai media, TTG tergolong sudah berusia senior. Media ini didirikan sebagai Travel Trade Gazette tahun 1953, dan bergerak di liputan pariwisata.

TTG Travel Awards adalah penghargaan bergengsi bagi industri travel se-Asia Pasifik sejak tahun 1989. Acara tahunan itu bertujuan untuk menghormati organisasi dan individu dalam 4 kategori.

Diantaranya, travel supplier, travel agency, outstandimg achievement and travel hall of famr. Acara ini digelar oleh TtG Asia dengan dukungan dari TTG India, TTg China, TTG Mice, TTg Associations, TTC BT Mice China dan TTG Asia Luxury.

Sejak pertama kali penghargaan dimulai, acara ini tumbuh secara signifikan dari industri dan jumlah penghargaan yang diberikan. Dari hanya 10 kategori tahun 1989, sekarang lebih dari 80 awards yang dibagi dalam 4 kategori.

Sistem pungutan suara atau voting dilakukan selama 2 bulan dari Mei sampai Juli 2017. Mereka meminta para profesional industri, termasuk pembaca TTG Asia, TTG Mice, TTg China, TTG India, TTG Bt Mice China, TTG associations dan TTG Asia Luxury untuk memberikan suaranya.

Ada dua sistem pemungutan suara, yakni Pertama, Travel Supplier Awards, suara yang diberikan oleh konsultan perjalanan, operator tour dan perusahaan pengelola perjalanan.

Kedua Travel Agency Awards, suara yang diberikan oleh para pelaku bisnis perhotelan, staf penerbangan, penyewaan mobil, operator penyiaran, organisasi pariwisata nasional, perusahaan GDS dan semua profesional perjalanan lainnya.

Masih ada dua kategori lagi, yakni Outstanding Achivement Awards yang paling bergengsi. “Tahun lalu juaranya Thailand! Sejak 2010, Thailand juara 3 kali (2012, 2013, dan 2016). Lalu Singapore 2 kali (2010 dan 2011). Tahun ini Wonderful Indonesia yang bakal naik panggung,” kata Arief Yahya.

Kategori ke-4 adalah Travel Hall of Fame, bagi mereka yang sudah 10 kali juara. Ada 15 daftar travel hall of fame yang sudah tidak dipertandingkan lagi, karena konsisten juara.

“Terima kasih TTG, kami mendapatkan Destination of the Year 2017 untuk Asia Pasifik , itu penghargaan paling bergengsi dalam Outstanding Achievement Awards ini. Dengan award itu, semakin memperkuat 3C kita, Calibration, Confidence, dan Credibility,” jelas Arief Yahya.

Salah satu yang membuat Indonesia memperoleh penghargaan ini, karena dinilai bahwa pariwisata Indonesia sangat progresif, sangat pro aktif dan punya inisiatif kuat, dalam memajukan industri pariwisata.

Soal award TTG di Bangkok ini, Arief Yahya memang punya misi lain lagi. Dia penasaran, untuk mempelajari sukses Thailand dalam membangun pariwisatanya. “Kalau ibarat Indonesia, Thailand itu seperti Bali-nya. Ikon pariwisata ASEAN,” jelas Menpar Arief Yahya.

“Terus terang saja, bahasa jelasnya saya ingin belajar dari Thailand. Karena itu saya sudah meminta Pak Ahmad Rusdi, Dubes RI di Bangkok untuk mempelajari keunggulan Thailand dari sektor pariwisata. Kita benchmark, yang baik dan cocok buat Indonesia kita pakai, yang tidak ya tidak kita pakai,” jelas Arief Yahya.

Benchmark, kata Arief Yahya, adalah cara yang paling tepat, paling baik, paling cepat, untuk maju dan menjadi yang terbaik. Benchmark itu membandingkan dengan yang sudah hebat, sudah kuat, dengan kita sendiri, agar tahu kelemahan dan kelebihan kita.

“Itulah patokan untuk bergerak dan melangkah, benchmark! Yang ringan-ringan dulu yang bisa menjadi quick win. Soal Kuliner, Street Food, keamanan, kebersihan, dll. Saya mau belajar dari sukses Thailand mendatangkan 30 juta wisman 2016,” ungkap Arief Yahya. (*)

Menpar Arief Yahya “Mencuri Award” di Kandang Thailand

0

Malam Wonderful Indonesia Tourism Award 2017 pada puncak Rakornas III, 27 September 2017, sukses digelar di Bhirawa Assembly, Hotel Bidakara Jakarta. Pagi ini, 28 September 2017, Menpar Arief Yahya langsung terbang ke Bangkok Thailand.

Ada satu lagi, penghargaan yang siap disematkan ke pariwisata Indonesia. Kemenpar mendapat undangan khusus di Malam Penghargaan the 28th Annual
TTG Travel Awards 2017. “Kami sudah cek, media pemberi award ini adalah media spesialis pariwisata,” kata Menpar Arief Yahya.

TTG adalah tabloid khusus pariwisata yang selalu eksis di setiap travel mart di seluruh dunia. Sebagai media, TTG tergolong sudah berusia senior. Media ini didirikan sebagai Travel Trade Gazette tahun 1953, dan bergerak di liputan pariwisata.

TTG Travel Awards adalah penghargaan bergengsi bagi industri travel se-Asia Pasifik sejak tahun 1989. Acara tahunan itu bertujuan untuk menghormati organisasi dan individu dalam 4 kategori.

Diantaranya, travel supplier, travel agency, outstandimg achievement and travel hall of famr. Acara ini digelar oleh TtG Asia dengan dukungan dari TTG India, TTg China, TTG Mice, TTg Associations, TTC BT Mice China dan TTG Asia Luxury.

Sejak pertama kali penghargaan dimulai, acara ini tumbuh secara signifikan dari industri dan jumlah penghargaan yang diberikan. Dari hanya 10 kategori tahun 1989, sekarang lebih dari 80 awards yang dibagi dalam 4 kategori.

Sistem pungutan suara atau voting dilakukan selama 2 bulan dari Mei sampai Juli 2017. Mereka meminta para profesional industri, termasuk pembaca TTG Asia, TTG Mice, TTg China, TTG India, TTG Bt Mice China, TTG associations dan TTG Asia Luxury untuk memberikan suaranya.

Ada dua sistem pemungutan suara, yakni Pertama, Travel Supplier Awards, suara yang diberikan oleh konsultan perjalanan, operator tour dan perusahaan pengelola perjalanan.

Kedua Travel Agency Awards, suara yang diberikan oleh para prlaku bisnis perhotelan, staf penerbangan, penyewaan mobil, operator penyiaran, organisasi pariwisata nasional, perusahaan GDS dan semua profesional perjalanan lainnya.

Masih ada dua kategori lagi, yakni Outstanding Achivement Awards yang paling bergengsi. “Tahun lalu juaranya Thailand! Sejak 2010, Thailand juara 3 kali (2012, 2013, dan 2016). Lalu Singapore 2 kali (2010 dan 2011). Tahun ini Wonderful Indonesia yang bakal naik panggung,” kata Arief Yahya.

Kategori ke-4 adalah Travel Hall of Fame, bagi mereka yang sudah 10 kali juara. Ada 15 daftar travel hall of fame yang sudah tidak dipertandingkan lagi, karena konsisten juara.

Yakni, Singapore Airlines, Singapore Changi Airport, Hertz Asia Pacific, Royal Cliff Beach Resort, Star Cruises, Abacus International, Silk Air, Lotte Tour, Hongkong International Airport, Raffles Hotel, Regal Airport Hotel, Banyan Tree Spa, Qatar Airways, Thai Airways, Thailand Convention & Exhibition Bureau.

“Kita akan mendapatkan Destination of the Year, itu penghargaan paling bergengsi dari TTG untuk negara. Dengan award itu, semakin memperkuat 3C kita, Calibration, Confidence, dan Credibility,” jelas Arief Yahya.(*)

Bidik Kenderaan Politik, Syahrul Lobi Dua Koalisi

0
Syahrul mendeklrasikan diri sebagai bakal calon Walikota Tanjungpinang priode 2018-2023. F. Jailani/Batam Pos

batampos.co.id – Kandidat Walikota petahana, Syahrul mulai memanaskan mesin politik. Meskipun belum ada mendapatkan kendraan untuk maju, Wakil Walikota Tanjungpinang tersebut bersama Tim Syahrul Bersama Rakyat (SABAR) sudah bulat dengan menggelar deklarasi sebagai Calon Walikota Tanjungpinang priode 2018-2023, Jumat (29/9)

“Masyarakat menunggu sudah begitu lama, makanya deklarasi ini adalah untuk menjawab pertanyaan masyarakat selama ini,” ujar Syahrul menjawab pertanyaan media setelah deklarasi, kemarin.

Pria yang akrab disapa Ayah Syahrul tersebut menyampaikan permohonan maaf, selama duduk sebagai Wakil Walikota Tanjungpinang belum bisa berbuat banyak terkait kebijakan-kebijakan yang pro rakyat. Karena sebagai Wakil Walikota kewenangannya sangat terbatas.

“Persoalan-persoalan tersebut menjadi motivasi saya untuk maju. Dengan harapan bisa memberikan yang terbaik untuk Tanjungpinang lebih baik lagi kedepan,” papar Syahrul.

Ketua Dewan Masjid, Kota Tanjungpinang itu menyebutkan, perbedaan pendapatan maupun silang kata memang ada terjadi dengan Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah. Akan tetapi, hal itu bukan penyebab dirinya memutuskan untuk berpisah.

Adapun komitmen dirinya adalah untuk memajukan dunia pendidikan di Tanjungpinang. Selain itu adalah pembangunan kesehatan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Ditanya apakah pelaksanaan deklarasi ini, sudah disampaikan kepada Lis Darmansyah.

“Meskipun kami sudah membuat keputusan untuk tidak bersama. Tetapi hubungan baik, terus kami jaga. Karena tujuan kita sama, yakni ingin menjadikan Tanjungpinang lebih baik. Siapapun yang menang nanti adalah untuk Tanjungpinang,” jelas Syahrul.

Disinggung mengenai kehadiran Ketua DPD II Partai Golkar Tanjungpinang, Ade Angga apakah sinyal akan bersadingnya mereka pada Pilwako nanti. Mengenai hal itu, pria yang pernah membidani Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tanjungpinang mengatakan dirinya saat ini tengah intens membangun komunikasi politik dengan Koalisi Anak Pinag (Golkar-Demokrat-PPP),dan Koalisi Setara (PKS-Gerindra).

“Selain itu, saya juga berkomunikasi dengan Partai Politik diluar itu. Baik itu Parti Amanat Nasional (PAN) maupun Partai Hanura. Mudah-mudahan dalam beberapa waktu kedepan, ada progres dan membangun sebuah koalisi yang lebih solid,” harapnya.

Disela-sela kegiatan tersebut, Syahrul mengharapkan panggung Pilkada Tanjungpinang nanti hendaknya dijaga supaya tetap aman dan kondusif. Jauhkan isu-isu yang berbau Suku Agama Ras dan Antar Golongan (SARA). Karena isu-isu negati, sangat berpotensi merusak stabilitas Tanjungpinang yang merupakan Ibu Kota Provinsi Kepri.

“Menjaga ketertiban dan kondusifitas daerah adalah tanggungjawab bersama. Meskipun berbeda pilihan, jangan kita terpecah belah,” tutup Syahrul. (jpg)

Waspada, DBD Meningkat di Akhir Tahun

0
Petugas melakukan fogging di daerah Batu 8 Tanjungpinang, belum lama ini. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu golongan penyakit menular utama di Kota Tanjungpinang. Namun ketika DBD masih endemis Ibu Kota provinsi, kasusnya justru mengalami penurunan, selama Januari hingga September ini.

“Penurunan memang sangat signifikan dibandingkan pada tahun lalu,” tutur Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam, saat di ruang kerjanya kemarin.

Sejak Januari hingga jelang penutupan bulan September ini, terdata 61 kasus DBD yang terjadi di Kota Tanjungpinang. Penurunan jauh terlihat jika dibandingkan data tahun sebelumnya yang mencapai angka 300 kasus.

Kendati angka pada kasus penyebaran DBD terlihat mengalami penurunan, Rustam masih memperingatkan masyarakat untuk tetap mewaspadai gigitan nyamuk aides agyptie ini. Peringatan yang disampaikan Rustam berkaitan dengan dua fakta yang masih terjadi.

“Ini berkaitan dengan angka bebas jentik dan cuaca pada akhir tahun,” ujar Rustam.

Melihat angka bebas jentik Kota Tanjungpinang, dinilai Rustam, masih diperlukan kerja keras bersama untuk menekan angkanya. “Saat ini angka bebas jentik Tanjungpinang, masih 85 persen. Sementara agar tak terjadi penyebaran itu harusnya mencapai 95 persen,” terang dia.

Hal ini masih menjadi pekerjaan rumah baik bagi tenaga medis. Terlebih kalangan masyarakat. Yang diharapkan mampu meningkatkan kesadaran akan bahaya jentik yang memicu tingginya kasus DBD yang dapat terjadi.

Dengan alasan tersebut, Dinkes Tanjungpinang pun lantas mengerahkan adanya pengawasan jentik di tiap-tiap rumah warga. Dengan gerakan, satu rumah satu jumantik.

“Tiap keluarga punya kewajiban memantau dan mengendalikan jentik. Dan tiap bulannya akan ada jumantik kelurahan yang mengontrol ke rumah-rumah,” papar Rustam.

Hal ini dinilai efektif. Dikarenakan jumantik di masing-masing keluarga dapat memantau jentik hampir setiap hari. Dan didukung dengan kehadiran jumatik kelurahan, mampu meningkatkan pengawasan persebaran jentik di tiap kelurahan.

Selain memperhatikan angka bebas jentik. Kewaspadaan masyarakat juga perlu ditingkatkan pada bulan-bulan jelang akhir tahun. Dikarenakan keadaan cuaca yang kerap kali terjadi hujan terus menerus.

“Yang kami khawartirkan adanya peningkatan kausus justru di bulan-bulan “ber” terakhir ini. Makanya mulai saat ini, masyarakat harus tingkatkan kewaspadaan pada nyamuk bahkan pada jentik,” pungkas Rustam. (aya)

WFQR Koarmabar Amankan 1 Kilogram Sabu di Karimun

0
Danlantamal IV Laksamana Pertama Ribut Eko Suyatno memperlihatkan barang bukti sabu 1 kg besama dua tersangka pemilik dan kurirnya yakni Muslim dan Ramli di Mako Lantamal IV Tanjungpinang, Jumat (29/9). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) melalui Tim Western Fleet Quick Response (WFQR)-4 Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang, berhasil menangkap speed boat bermesin 40 PK yang membawa narkoba jenis sabu-sabu seberat 1 kilogram di perairan Karimun Anak, Tanjungbalai Karimun, Kamis (28/9).

Komandan Lantamal (Danlantamal) IV Tanjungpinang Laksamana Pertama TNI R Eko Suyatno mengatakan, peristiwa penangkapan speed boat bersama 1 kilogram sabu-sabu tersebut merupakan hasil kerja keras Tim WFQR-4 dan Lanal Tanjung Balai Karimun yang melakukan penyamaran, guna mengungkap dan menangkap pelaku jual beli narkoba di perairan Pulau Buru.

“Kapal tersebut merupakan target operasi (TO) dari Lantamal IV sejak lama,’ ujar Eko.

Ia menjelaskan Tim WFQR-4 dalam penyamaran sebagai pembeli berhasil melakukan transaksi dengan meyakinkan penjual narkoba. “Selanjutnya tim melaksanakan transaksi Kamis (28/9) dini hari di perairan Pulau Buru, dengan transaksi 1 kilogram sabu seharga Rp 600 juta,” paparnya.

Selanjutnya, setelah menerima informasi dari jaring agen bahwa penjual barang tersebut sedang bergerak menuju Malaysia untuk mengambil narkoba, tim penyamar kemudian menghubungi penjual dan disepakati bahwa transaksi dilaksanakan pada sore hari diperairan Pulau Karimun Anak.

Akhirnya, Gabungan WFQR-4 dan Lanal Tanjungbalai Karimun berhasil menangkap pelaku pada posisi 1° 9′ 127″ LU – 103° 24′ 316″ BT di perairan Karimun Anak, Tanjungbalai Karimun. “Adapun pelaku atas nama Ram, 36, yang merupakan kurir. Sementara, pemilik barang atas nama Muselm alias Panjang berhasil ditangkap di pantai Pongkar Tanjungbalai Karimun,” terang Eko.

Dari hasil penangkapan tersebut, Tim WFQR-4 berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 kilogram sabu dan 2 paket sabu dengan jumlah total sebanyak 1005 gram, satu buah tas, tiga unit ponsel dan uang sebesar Rp 516 ribu. “Saat ini kedua tersangka berada di Mako Lantamal IV untuk proses pemeriksaan lebih lanjut,” sebutnya.

Adapun modus kejahatan yang dilakukan yakni tidak secara face to face atau berhadapan antara pembeli dan penjual. “Pemasok narkoba atau operator yang mengatur komunikasi perdangan barang haram tersebut, kebanyakan menyebar alamat pengambilan barang ke pengecer di level bawah melalui pesan singkat,” pungkasnya. (nji)

Apa Enaknya Menikahi Diri Sendiri….

0

Semua orang –yang sedang tidak jomblo sekalipun– tahu bahwa mencari jodoh bukan urusan gampang. Laura Mesi, 40, mungkin sudah desperate mencari pendamping hidup yang sesuai kehendak hatinya. Saking putus asanya, dia menikahi diri sendiri. Dengan ritual dan upacara lengkap.

”Aku yakin kita harus mencintai diri sendiri. Kita bisa bikin dongeng indah tanpa pangeran,” tegasnya.

Ada alasan mengapa Mesi melakukan sologamy. Instruktur fitnes itu putus dengan kekasihnya dua tahun lalu. Padahal, keduanya sudah pacaran 12 tahun. Ngenes, bukan?

”Aku bilang ke keluarga dan temanku, kalau sampai umur 40 tahun aku nggak dapat jodoh, aku bakal menikahi diri sendiri,” kata Mesi kala itu. Ucapannya menjadi kenyataan. Tahun ini dia menggelar pesta mewah.

Pada hari bahagianya, perempuan Italia itu memakai gaun putih. Mengundang pengiring mempelai dan 70 tamu. Bikin cake tiga susun. Dan berpesta layaknya wedding sungguhan. Tentu saja, pernikahan itu tidak dicatat secara hukum.

”Kalau nanti nemu pasangan, aku bakal menikah beneran. Tapi, kebahagiaanku tidak ditentukan oleh itu,” tegasnya

Kaum jomblo sejenis Mesi rupanya eksis di mana-mana. Mei lalu Nello Ruggiero menikah solo di Naples, Italia. Sejak 2014 Jepang memfasilitasi pesta nikah buat perempuan lajang. Di Amerika Serikat dan Kanada ada agen khusus yang menyediakan jasa pernikahan sendiri. Nah, daripada tiap Lebaran mumet ditanya kapan nikah, coba ini saja! (BBC/fam/c10/na)

Sato Gagal Curi Mobil sebab di Dalam Mobil Itu Ada Polisi Nongkrong

0
Ilustrasi (Wahyu Kokang/Jawa Pos/JawaPos.com)

Sebelum mencuri, seorang maling tentu melakukan riset terhadap barang yang diincar. Kalau tidak, bakal gagal. Bahkan jadi tertawaan.

Misalnya, yang dialami Ushio Sato, 23. Rencana pria asal Shizuoka, Jepang, itu untuk mencuri mobil gagal total. Sebab, di dalam mobil incarannya ada beberapa polisi yang sedang asyik nongkrong.

’’Pencurian itu dilakukan dini hari. Mobil saat itu tidak terkunci,’’ ujar juru bicara kepolisian Kota Numazu sebagaimana dikutip Sankei. Dia menyatakan, mobil yang diincar Sato memang polos. Bebas dari sirene dan logo polisi. Diparkir di lokasi umum, pula. Sayang, Sato tidak mengecek bagian dalam mobil.

Sato hanya tahu bahwa mobil itu tidak terkunci. Tanpa susah payah, dia membuka pintu pengemudi. Begitu pintu terbuka, baaa si bapak polisi menatapnya bingung. Karena sangat kaget, dia langsung kabur. Tentu, usaha itu gagal. Langkahnya terkejar polisi. Sato pun diamankan. Juru bicara kepolisian tidak menyebut berapa lama ancaman hukuman atau denda yang bakal diterima si maling gagal. Mungkin, dia sudah cukup terhukum oleh rasa malu.  (Global Times/fam/c15/na)