Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 12951

Peserta Wonderful Sail 2 Indonesia 2017 Enjoy di Pantai Riung

0

Menjelang matahari tenggelam di Pantai Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) kapal-kapal pesiar mini (yacht) mulai berdatangan. Para yachter dari belahan dunia ini mendapatkan sambutan hangat dari masyarakat dan Kementerian Pariwisata.

Dari 70 kapal layar tak bermesin ini, sebanyak 34 kapal yang memutuskan menyandarkan kapalnya di Pantai Riung. Sisanya, langsung meneruskan perjalanan menuju Labuan Bajo. Kunjungan ke Pantai Riung ini menjadi bagian reli bahari berskala internasional bertajuk Wonderful Sail 2 Indonesia 2017.

Saat menginjakkan kaki di daratan pantai, wisatawan mancanegara (wisman) yang kebanyakan berasal dari Swiss, Australia dan Kanada ini langsung disambut dengan tarian tradisional Jai Laba Go, tarian yang paling sering dipentaskan pada saat pembuatan Ngadhu, Bhaga, Peo, Ture dan upacara-upacara penting lainnya, atau pada penjemputan tamu-tamu penting.

Setelah itu, mereka juga dipertunjukan tari Caci sambil menikmati welcome drink kelapa muda. Dalam kesempatan ini, beberapa wisman sempat mencoba serunya pertempuran dalam Tari Caci.

Mereka mendapatkan sambutan hangat dari penduduk lokal berupa jamuan gala dinner dengan menu khas Ngada. Di sela makan malam ini, wisman juga asik dansa bersma pasangan dan menari bersama dengan masyarakat diiringi musik khas NTT serta suasana pantai yang menawan.

“Mereka sudah menikmati keindahan Wakatobi, Maumere, Pulau Buru dan Ende. Sekarang mereka akan menjelajahi pulau-pulau indah di Riung yang jumlahnya ada 17 pulau,” kata Raymond Lesmana, organizer event Wonderful Sail 2 Indonesia, di Pantai Riung, Sabtu (2/9).

Raymond menambahkan, kapal-kapal tanpa mesin tersebut berasal dari berbagai negara seperti Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Inggris, Belanda, Belgia, Italia, Spanyol dan Perancis.

“Totalnya akan mencapai 70 kapal layar, tapi sebagian hanya berhenti sejenak dan langsung menuju Labuan Bajo. Yacht-yacht ini membawa sedikitnya 150-an turis mencanegara yang berasal dari beberapa negara,” ungkap Raymond.

Staff Menteri Pariwisata Bidang Percepatan Borobudur Hari Untoro Drajat menjelaskan, sambutan terhadap para yachter ini bentuk atensi luas masyarakat Riung terhadap kegiatan pariwisata di Ngada. Kegiatan ini untuk menyambut para pelayar sejak berlayar sejak Juli dan mereka kini berada di Riung.

“Sambutan ini bagian dari karakter masyarakat setempat menyambut turis asing dan kegiatan pariwisata di Ngada,” ujar Hari Untoro.

Dalam kesempatan ini, Hari Untoro sekaligus mempromosikan wisata-wisata di Bajawa, Ngada. Yachter bisa menjelajahi destinasi wisata di Ngada yang indah, natural dan tradisional dalam waktu singkat.

“Dari Riung, Anda bisa menjelajahi banyak tempat selama perjalanan satu hari. Sekitar Riung banyak sekali atraksi budaya, serta wisata alam. Silakan expore,” ujar Hari Untoro.

Dia melanjutkan, di tengah perkembangan zaman, Ngada telah mempertahankan kearifan lokal dan budaya nenenk moyang melalui kehidupan di Kampung Bena. Kampung megalitikum ini terletak di Desa Tiwuriwu, Kecamatan Aimere, sekitar 19 km selatan Bajawa. Kampung yang terletak di puncak bukit dengan view gunung Inerie. Keberadaannya di bawah gunung merupakan ciri khas masyarakat lama pemuja gunung sebagai tempat para dewa.

“Saya kemarin datang ke kampung Bena, kampung ini sama sekali belum tersentuh kemajuan teknologi. Arsitektur bangunannya masih sangat sederhana yang hanya memiliki satu pintu gerbang untuk masuk dan keluar. Hingga kini pola kehidupan serta budaya masyarakatnya tidak banyak berubah. Dimana masyarakatnya masih memegang teguh adat istiadat yang diwariskan oleh nenek moyang mereka,” jelas Hari Untoro.

Selain itu, wisata tracking di bukit Wolobolo juga patut dicoba. Dengan suasana yang sangat damai, pengunjung sekaligus menikmati dua pemandangan yaitu gunung dan kaldera di dua sisinya.

Di kesempatan sama, Wakil Bupati Ngada Paulus Soliwoa menambahkan, Ngada memiliki segudang potensi daya tarik wisata di mana arus dan pergerakan para pelaku wisata dunia di perairan ini mesti dianggap sebagai peluang mengangkat dan mendayagunakan berbagai potensi sumber daya alam dan budaya Indonesia.

“Karena itu, saya mengajak para sailors mengunjungi berbagai obyek wisata di wilayah ini selain Pantai Riung dari berbagai sisi berbeda,” ujarnya dalam kata sambutan.

Paulus menjelaskan, ada 17 pulau kecil bisa diakses dari Pantai Riung seperti pulau Kelelawar, Pasir, Kolong, Bangko, Pata, Wawi, Batu, Meja, Wire, Laingjawa, Wingkureo, Rutong, Bampa, Telu, Sua, Mborong, Ontoloe, Sui, Taor.

Pulau yang ramai dikunjungi wisatawan yakni, Pulau Kelelawar dan Pulau Pasir. Di Pulau Kelelawar, mata para pelancong akan dimanjakan dengan puluhan ribu ekor kelelawar yang terbang mengelilingi pulau tersebut.

“Para yacther bisa mengelilingi kepulauan ini dalam waktu satu hari. Sambil mengelilingi pulau, mereka juga bisa melihat keindahan alam bawah laut dari atas perairan yang tenang. Namun jika tak puas dengan hanya melihat pemandangan dan kehidupan kelelawar, wisatawan bisa snorkeling dan diving di perairan ini. Saksikan sendiri keanekaragaman hayati bawah lautnya dan nikmati berenang di perairan yang jernih ini,” papar Paulus.

Salah satu dari 17 pulau itu, lanjut Paulus, juga terdapat hewan Komodo yang jenisnya berbeda dengan yang ada di Pulau Komodo di Labuan Bajo. Keberadaan komodo di Pulau Mboa ini masih sangat liar dan alami sehingga masih agak susah ditemui.

“Nanti akan kami kembangkan bagaimana caranya komodo-komodo ini terbiasa di satu titik, sehinhga bisa disaksikan para wisatawan dari atas kapal di pinggiran laut. Kami juga terus melakukan riset terhadap hewan langka ini,” ungkap Paulus.

Sejak berangkat dari Opua di New Zealand pada awal Juli, puluhan yachter ini masuk ke Indonesia via Papua Nugini. Dari Royal Papua Yacht Club di Port Moresby di Papua Nugini, kapal berlayar dan memasuki perairan Indonesia dan telah mengeksplore beberapa persinggahan seperti Debut (23-27 Juli), Banda (30 Juli-2 Agustus), Buru Selatan (5-8 Agustus), Buton Utara (11-14 Agustus) dan Wakatobi (16-19 Agustus).

Rute selanjutnya, para peserta reli menyisir dan singgah di Maurole Pulau Buru (27-30 Agustus) dan Riung (1-4 September) dan singgah di Labuan Bajo (4-7 September). Peserta kemudian akan berlayar menuju Lombok Utara (10-13 September) dan Lovina Bali (16-19 September). Kemudian kapal-kapal tersebut juga akan menambatkan jangkarnya di daratan Kalimantan yaitu Kumai, Kotawaringin Barat (22-25 September).

Usai Kutai berlanjut ke Belitung (27-30 September), Parai Beach (02-05 Oktober), Penuba (7-10 Oktober), Benan (11-14 Oktober) dan Petualangan rally akbar akan berakhir di Tanjung Pinang pada tanggal 16-20 oktober.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengucapkan selamat datang untuk para wisatawan yachter. “Selamat menikmati bahari negara kami, dan keramahan masyarakat Indonesia,” ujar Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menyadari betul, peningkatan pelayanan menjadi mesin penggerak untuk menarik yachter dari seluruh dunia datang ke Indonesia. Sekarang sudah jauh lebih baik, tinggal klik http://yachters-indonesia.id dan mengisi form tersedia, yachter sudah bisa masuk ke Indonesia.

“Mulai dari clearance in and out, custom, Immigration Stamp Passport, karantina, dan Syahbandar harus all out membantu ini bila ingin wisata yacht Indonesia berkompetisi dengan global player lain,” pungkas Menpar Arief Yahya.(*)

 

Indonesia Sustainable Tourism Awards Indonesia Sustainable Tourism Awards (ISTA).

0

batampos.co.id – Kementerian Pariwisata untuk pertama kalinya menggelar ajang penghargaan Indonesia Sustainable Tourism Awards (ISTA).

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Kementerian Pariwisata, Dadang Rizki Ratman mengatakan, ajang ini merupakan wujud komitmen kementerian pariwisata untuk mengembangkan sektor pariwisata dengan pendekatan pariwisata berkelanjutan.

“ISTA adalah ajang pemberian penghargaan kepada destinasi-destinasi di Indonesia yang sudah berproses dan menunjukkan adanya hasil dari penerapan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan,” ujar Dadang Rizki didampingi Asdep Pengembangan Infrastruktur, Frans Teguh.

ISTA sendiri merupakan ajang penghargaan bagi destinasi serta entitas pemangku kepentingan (stakeholder) pariwisata yang telah berkomitmen menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) dalam pengelolaan pariwisata di daerahnya. ISTA 2017 pun mengusung tema “People and Nature Based Tourism”.

Entitas tersebut adalah para pemangku kepentingan dalam suatu destinasi pariwisata yang berkolaborasi dan memenuhi kriteria pengelolaan destinasi pariwisata berkelanjutan. Hal ini khususnya bagi pengelola desa wisata, pengelola kawasan, Organisasi Tata Kelola Destinasi (Destination Management Organization/DMO), Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), Badan Otorita Pariwisata (BOP), yayasan dan Perseroan Terbatas (PT).

“Pemberian penghargaan ini sejalan dengan rencana strategis pembangunan pariwisata nasional, regional, dan global yang menjadikan pariwisata berkelanjutan sebagai dasar dan arahan pengembangan,” ujar Dadang.

ISTA 2017 nantinya akan memberi penghargaan dalam empat kategori. Yakni kategori Pengelola Destinasi Pariwisata, Pemanfaatan Ekonomi untuk Masyarakat Lokal, Pelestarian Budaya bagi Masyarakat dan Pengunjung dan kategori Pelestarian Lingkungan. Selain itu juga akan dipilih satu destinasi sebagai juara umum, yaitu destinasi yang memperoleh nilai tertinggi di seluruh kategori.

Sementara Frans Teguh mengatakan, kriteria penilaian dalam ajang penghargaan ini menggunakan standar dari Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan untuk Indonesia, sebagai komitmen dan keseriusan pelaksanaan Sustainable Tourism Destination (STD) di Indonesia.

“ISTA adalah tindaklanjut atau langkah nyata untuk mengimplementasikan Peraturan Menteri 14 tahun 2016,” jelas Frans.

Standar Destinasi Pariwisata Berkelanjutan yang digunakan sudah direkognisi oleh UNWTO dan diadopsi dari standar GSTC yang terdiri dari empat standar. Yakni pengelolaan destinasi pariwisata berkelanjutan, pemanfaatan ekonomi untuk masyarakat lokal, pelestarian budaya bagi masyarakat dan pengunjung.

“Serta pelestarian lingkungan,” ujar Frans.

Penilaian ISTA terdiri dari tiga tahapan. Yaitu tahapan seleksi administrasi, desk evaluation dan visitasi lapangan. Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat antuasias dengan penyelenggaraan ISTA 2017.

Penyelenggaraan ISTA yang diinisiasi Kemenpar, ujar Arief Yahya, dimaksudkan untuk memberikan rekognisi kepada pihak-pihak yang telah berupaya menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan, mendorong lahirnya berbagai inovasi atas produk produk pariwisata berkelanjutan dan partisipasi serta kerjasama sektor publik maupun swasta dalam pembangunan pariwisata di tingkat destinasi.

“Tidak ketinggalan, menstimulasi agar semakin banyak destinasi yang menerapkan prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan sekaligus menjadi ajang promosi maupun branding di tingkat nasional maupun internasional dalam rangka mengakselerasi kunjungan wisata ke Indonesia,” ujar Menpar Arief.

Menurutnya ajang penghargaan ini guna memastikan dan mengukur penerapan indikator pariwisata berkelanjutan yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata melalui Peraturan Menteri Pariwisata No. 14 tahun 2016 dengan GSTC recognition tahun 2016.

“Pariwisata memiliki keunggulan dalam menjaga lingkungan dengan menerapkan environment sustainability atau tourism sustainability dengan prinsip yakni ‘Semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan’,” kata Menpar Arief Yahya.

Arief Yahya berulang kali mengatakan, dengan nature and culture resources yang tinggi, menjadikan Indonesia memiliki peluang yang besar untuk bersaing di level dunia. Bukan di bidang teknologi, atau manufacturing.

“Saya tidak mampu membayangkan bangsa ini mampu memenangkan persaingan di manufacturing. Tapi kita bisa menang di pariwisata, atau paling tidak bisa membayangkannya untuk menang. Kalau kamu bisa membayangkan, maka kamu bisa mencapainya,” ujar Menpar.

Karena itu ia berharap pendekatan pengelolaan pariwisata berkelanjutan dapat berjalan dengan baik di Indonesia. Dan Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) menjadi salah satu tonggak penguat keberlangsungan pengelolaan pariwisata berkelanjutan.

“Para pemenang di Indonesia Sustainable Award (ISTA) ini akan diajukan ke penghargaan serupa di tingkat ASEAN, yaitu ASEAN Sustainable Tourism Award (ASTA),” kata Arief Yahya.

Pengumuman pemenang ISTA 2017 akan dilakukan pada 29 September 2017 dalam ajang Apresiasi Destinasi Pariwisata 2017 (ADPI) yang digelar dalam rangka memperingati Hari Pariwisata Dunia. Selain ISTA, di ajang ADPI 2017 juga akan diserahkan penghargaan untuk lima ajang penghargaan lain.(*)

 

800 Pesepeda dari 32 Negara Ikut Grand Fondo New York Indonesia 2017 di Lombok

0

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengucapkan selamat atas sukses Ajang Grand Fondo New York Indonesia 2017 di Lombok, Minggu (3/9). Ajang gowes lintas alam internasional ini diikuti 800 peserta dari 32 negara.

“Selamat atas penyelenggaraan di Lombok, sebagai sport tourism! Juga selamat pada para juara! Salam Wonderful Indonesia,” kata Arief Yahya Menpar RI dari Jakarta.

Dalam lomba ini, Pemenang GFNY Malaysia 2017 Raziff Jafaar dari Malaysia menjadi yang tercepat di Top 3 Overall dengan waktu bersih atau net time 4 jam 17 menit 49 detik.

Sementara untuk Top 3 Overall Female, podium pertama dinaiki oleh Shirley Teo dari Singapore dengan waktu 5 jam 53 menit 18 detik.

Untuk podium pertama Overall Category Male dan Female mendapat privilege untuk berada di first coral dengan start di depan pada GFNY yang berlangsung di New York. Pemenang GFNY Indonesia 2017 juga sekaligus menyabet gelar GFNY Asia Championship.

Ada dua rute yang dilombakan pada GFNY Indonesia 2017 ini. Yakni rute Grand Fondo sejauh 165 kilometer dan rute Medio Fondo dengan jarak 80 kilometer. Titik start dimulai di Mangsit, depan Holiday Resort dan finish di tempat yang sama.

Rute Grand Fondo, jalur pertama yang dilalui adalah jalur datar Gunung Sari sejauh 27 kilometer yang merupakan jalur pemanasan bagi peserta lomba. Setelah itu masuk jalur menanjak sampai daerah Pusuk Pass dengan ketinggian 332 meter. Jalur tersebut melewati Hutan Monyet, sehingga banyak ditemukan monyet di sepanjang jalan.

100 kilometer berikutnya melewati pinggiran pantai utara dengan titik balik di Anyar pada km 94. 24 kilometer terakhir adalah kilometer yang terindah dengan tanjakan curam di pinggiran tebing dengan pemandangan laut menakjubkan.

Sementara rute Medio Fondo sejauh 80 kilometer memiliki jalur yang sama dengan Grand Fondo. Melewati Pusuk Pass. Namun titik balik hanya sampai Tanjung kemudian kembali melintasi sepanjang pesisir pantai utara yakni di kilometer 52. Pada 24 kilometer terakhir adalah bagian trek terindah dengan pemandangan laut menakjubkan (lebih lengkap lihat grafis).

“GFNY Indonesia 2017 merupakan tuan rumah GFNY Championship Asia. 20 persen pertama finisher mendapat penghargaan berupa start di First Corral di GFNY Championship di New York City,” ujar Ketua Panitia GFNY, Tene Permata Sari.

Kesuksesan Grand Fondo New York (GFNY) menjadikan Lombok untuk kesekian kalinya berhasil menjadi tuan rumah penyelenggaraan ajang internasional. Tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, Lombok juga sukses memberikan pengalaman serta kesan yang menyenangkan bagi para peserta yang hadir berkat pesona dan keindahannya. Hal inilah yang menjadi salah satu daya tarik GFNY di Lombok.

Gubernur NTB yang diwakili Sekda NTB Rosyadi H. Sayuti saat membuka gelaran GFNY menyambut gembira kehadiran para peserta. Tercatat dari 800 peserta, 40 persen berasal dari mancanegara.

“Saya bahagia menyambut anda semua di Pulau Lombok yang eksotik ini,” ujar Rosyadi.

Lombok dikatakan Rosyadi memiliki keindahan alam yang sangat indah. Karena itu ia mempersilakan para atlet membuktikannya langsung saat melintasi jalur perlombaan maupun setelah lomba dengan mengunjungi berbagai destinasi menarik di Lombok.

“Rutenya cenderung datar sehingga akan lebih mudah bagi anda untuk menikmati keindahan Lombok,” ujar Rosyadi.

Ia mengatakan bahwa GFNY merupakan salah satu event bergengsi kelas dunia. Sehingga bisa mendatangkan peserta dari banyak negara.

“Bagi kami sebagai daerah wisata, ini merupakan salah satu yang diharapkan dan diperlukan. Semakin banyak peserta dari luar negeri tentu akan mendapatkan dampak positif untuk pariwisata NTB,” ujar Rosyadi.

“Target wisatawan di NTB tahun ini adalah 3,5 juta wisatawan. Sampai bulan ini pencapaian sudah lebih dari 50 persen. Kemungkinan besar akan tercapai,” lanjut Rosyadi.

Dalam kesempatan tersebut turut hadir Kapolda NTB Brigjen Pol Firli, Kadispar NTB Lalu Moh Faizal, serta Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti. Grand Fondo New York 2017 mendapat dukungan dari Kementerian Pariwisata.

Sementara Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti Kementerian Pariwisata mengatakan, ajang GFNY Indonesia 2017 akan semakin meningkatkan citra Lombok sebagai salah satu tujuan destinasi sport-tourism. Karena itu ia berharap ajang ini terus berkembang dan menjadi bagian dari kalender tetap pariwisata di Lombok.

Ia mengatakan, para peserta tentunya hadir tidak seorang diri. Mereka turut membawa serta keluarga, kerabat atau tim yang akan meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan.

“Mereka juga akan berkunjung ke destinasi wisata. Juga belanja berbagai keperluan atau juga souvenir. Inilah efek lanjutan dari sebuah event terhadap pariwisata,” kata Esthy.

Belum lagi saat mereka mengunggah foto atau video di media sosial yang akan menjadi promosi gratis bagi Lombok.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi Lombok NTB yang menjadi tuan rumah yang baik pada penyelenggaraan event berskala internasional. Ajang internasional sekelas GFNY akan memberikan dampak ekonomi, komersial dan sosial.

“Setelah kembali ke negara-negaranya mereka akan menjadi duta pariwisata NTB,” ujar Arief Yahya.

Dampak lainnya adalah datang dari media value yang tinggi. Lombok jelas Arief punya nilai strategis dalam pengembangan destinasi wisata. Brand Lombok sudah dikenal, mulai dari Halal Destination, Halal Honeymoon Destination dan juga Mandalika yang merupakan satu dari 10 Bali baru.

“Dan kini sebagai lokasi sport-tourism kelas dunia,” ujar Arief Yahya.(*)

Berikut daftar lengkap untuk Top 3 Overall Category:

Male

1. Raziff Jafaar (Malaysia) dengan catatan waktu 4 Jam 17 Menit 49 Detik
2. Michael Naert (Singapura) dengan catatan waktu 4 Jam 16 Menit 50 Detik
3. Alexander Ivakov (Rusia) dengan waktu 4 Jam 17 Menit 12 Detik.

Female

1. Shirley Teo (Singapura) dengan catatan waktu 5 Jam 53 Menit 18 Detik
2. Fransisca Harlijanto (Indonesia) dengan catatan waktu 6 jam 45 menit 21 detik
3. Jcy Ho (Hongkong) dengan catatan waktu 6 Jam 57 Menit 39 Detik

 

100 SDM Pariwisata di Kepri Ikut Uji Kompetensi dari Kemenpar

0
ilustrasi

Kemenpar melaksanakan Uji Kompetensi kepada 100 Sumber Daya Manusia (SDM) Kepatiwisataan di Hotel Aston Karimun, Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, 2 September 2017.

Deputi Bidang Pengembangan Kelembagaan Kepariwisataan Ahman Sya mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan oleh LSP Pariwisata Bali. Uji kompetensi ini perlu pemantauan terhadap SDM yang sudah tersertifikasi dan beberapa informasi terkait Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang saat ini terjadi di Indonesia.

“Uji kompetensi ini diperuntukan untuk membangun kesiapan masyarakat di sekitar destinasi pariwisata untuk menyambut peningkatan jumlah wisman dan wisnus. Industri, Akademisi, siswa SD dan SMP juga dipersiapkan untuk membangun kesadaran pentingnya sektor Pariwisata Indonesia,” ujar Ahman Sya yang didampingi Asisten Deputi Pengembangan SDM Kepariwisataan Wisnu Bawa Tarunajaya, Sabtu (2/9).

Pria berkacamata itu menjelaskan, peserta yang ikut program sertifikasi diharapkan akan mendapatkan perubahan, yaitu perubahan pola pikir dan perubahan pola perilaku. Seluruh peserta sertifikasi secara tidak langsung akan menjadi seorang Kader Wisata dan harus memiliki beberapa kriteria.

“Pertama, memiliki kualitas individu yang baik, kedua memiliki minat di bidang pariwisata, ketiga memiliki bakat yang dapat dikembangkan di bidang pariwisata, yang keempat memiliki potensi di bidang pariwisata serta memiliki hasrat dan motivasi yang kuat di bidang pariwisata,” ujarnya.

Wisnu Bawa Tarunajaya menambahkan, program sertifikasi sangat penting agar SDM pariwisata dapat mengukur sejauh mana kemampuan mereka dalam melaksanakan kerja sehari-hari. Berdasarkan hasil analisis mengenai keuanggulan tenaga kerja yang bekerja di sektor pariwisata.

“SDM pariwisata memiliki 3 keunggulan, yaitu sikap persahabatan yang tinggi, sikap persahabatan kepada rekan kerja, dan mampu memiliki hubungan kerja yang baik antar sesama manusia dan lingkungan kerja,” kata Wisnu.

Lebih lanjut, Wisnu memaparkan, kegiatan ini dilaksanakan atas amanat UU ketenagakerjaan no 13 tahun 2013, PP no 52 th 2012, Pasal 55 UU no 10 th 2009, Permen Pariwisata no 19 tahun 2016.

“Pemerintah terus mendorong usaha percepatan program fasilitasi pelaksanaan uji kompetensi kompetensi, khususnya bidang Hotel dan Restoran di seluruh wilayah Indonesia. Khusus wilayah Dumai, Kemenpar memberikan fasilitasi uji kompetensi kepada 200 tenaga kerja di bidang hotel dan restoran,” ujar Wisnu.

Hal itu telah berimbas dan warga Indonesia mengalami arus bebas barang, arus bebas jasa, arus bebas investasi, arus modal yang bebas, dan juga arus tenaga kerja terampil yang bebas di antara negara ASEAN. Termasuk sektor pariwisata yang merupakan salah satu Priority Integration Sector (PIS) bidang jasa.

“Dalam kesepakatan ASEAN MRA on Tourism Professionals terdapat 6 divisi (Front Office, Housekeeping, Food Production, Food and Beverage Services, Tour Operator dan Tour Agencies) dengan 32 job title yang akan diberlakukan standar kompetensi dan pengakuan sertifikasinya di 10 negara ASEAN,” ujarnya

Menteri Pariwisata Arief Yahya selalu berpesan, SDM pariwisata nanti harus menggunakan standar global, mengacu pada standar regional disebut ASEAN MRA (Mutual Recognition Arrangement) atau kompetensi selevel ASEAN.

“Kalau ingin bersaing di level global, gunakan global standard juga,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya paham betul bahwa SDM adalah kunci dari semua persoalan mendasar bidang pariwisata. Karenanya, membangun SDM pariwisata tidak bisa ditunda.

“Untuk mencapai target kunjungan wisatawan yang ditetapkan pemerintah, perlu didukung sumber daya manusia yang profesional. Istilahnya menentukan ‘who’ dulu, baru menjelaskan ‘what’. Memastikan siapa driver-nya dulu, baru menentukan arah hendak kemana,” tutur Menpar Arief Yahya.(*)

Pengusaha Optimis Batam akan Kembali Berjaya

0

batampos.co.id – Pernyataan keluarga presiden ketiga BJ Habibie yang menyebut masa depan Batam akan cerah diamini oleh pengusaha di Batam. Kini pengusaha lebih optimis Batam akan kembali berjaya seperti beberapa tahun lalu setelah adanya komitmen dari pemerintah pusat untuk memudahkan perizinan.

“Kita makin optimis dengan Batam. Tetapi intinya permudah semua proses perizinan yang menyangkut operasional perusahaan, sesuai dengan yang disampaikan presiden melalui Perpres Percepatan Pelaksanaan Berusaha yang dalam waktu dekat akan diluncurkan,” kata Wakil Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hoeing, Senin (4/9).

Ia juga mengapresiasi langkah pusat yang akan mengeluarkan kebijakan FTA di kawasan FTZ Batam, Bintan dan Karimun (BBK). Dengan keluarnya kebijakan tersebut, existing tenant yang ada bisa melakukan perluasan.

“Jika yang dulu hanya sewa atau beli satu pabrik, nantinya bisa beli dua. Atau melakukan perluasan lagi,” katanya.

Arus masuk-keluar barang dan orang juga harus disesuaikan dengan kondisi sekarang. Meski diakui Tjaw, dari tahun ke tahun pelayanan arus masuk keluar juga mengalami peningkatan.
Koordinasi dari semua pemegang kepentingan juga harus terus ditingkatkan.

“Jangan ada lagi ego sektoral antara instansi yang mengeluarkan perizinan. Semuanya harus sinergi. Saatnya bekerja sama sesuai tema HUT kemerdekaan RI ke 72 lalu, Indonesia kerja bersama,” katanya.

Menurutnya, saingan Batam saat ini bukan sesama provinsi di Indonesia. Beberapa calon investor yang datang ke Batam selalu membandingkan Batam dengan negara-negara ASEAN lainnya. Yang saat ini memanjakan mereka (investor).

“Jadi perlakuan di Batam juga harus terus ditingkatkan. Bagaimana mengambil hati investor. Intinya di perizinan,” katanya.

Ilustrasi ekspor. Foto: istimewa

Ketua Kadin Batam Jadi Rajagukguk juga yakin masa depan Batam akan cerah. Tetapi dengan syarat di Batam ada kepastian hukum dalam berinvestasi. Pemerintah pusat juga harus cepat menyelesaikan persoalan dualisme kewenangan antara Pemko Batam dan BP Batam.

Kemudian menurutnya, sistem pelayanan perizinan harus benar-benar dipermudah di Batam.

“Paket kebijakan ekonomi sudah ada 16. Sekalipun belum berdampak signifikan utk Batam,” katanya.

Ia berharap mudah-mudahan di paket ekonomi 16 ini yg memuat tentang single submission dengan penerapan sistem perizinan usaha terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah dapatpt direalisasikan. Termasuk pembentukan satuan tugas (satgas) pengawal investasi dapat menjadi tempat pengaduan dan pengawalan proses integrasi tersebut

“Dan kita berharap promosi Batam gencar dilakukan. Bisa dilakukan promosi bersama peluang investasi mulai dari Pemko Batam, BP Batam dan Kadin Batam ke luar negeri,” katanya.(ian)

 

 

Turis ke Batam; Target 2,7 Juta, Baru Terealisasi 1,1 Juta

0

batampos.co.id – Realisasi wisman yang berkunjung ke Kepri masih jauh dari harapan. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri hingga Juli 2017, jumlah kunjungan wisman baru mencapai 1.143.470. Jumlah tersebut sangat jauh dari target wisman Kepri pada tahun 2017 yang mencapai 2,7 juta.

“Masih jauh panggang dari api. 50 persen pun belum sampai. Sehingga lebih baik jika kunjungan wisman diusahakan agar lebih baik dari tahun lalu,” ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, Panusunan Siregar, Senin (4/9).

Untuk bulan Juli sendiri, jumlah wisman yang berkunjung mencapai 166.260 kunjungan. Turun 5,16 persen dibanding jumlah wisman bulan sebelumnya yang mencapai 175.309 kunjungan.”Namun naik 19,9 persen dibanding periode sebelumnya,” imbuhnya.

Panusunan pesimis target bisa tercapai. Untuk bisa mencapai target pada akhir tahun, maka pemerintah provinsi Kepri harus mendatangkan sekitar 290 ribu wisman perbulannya.”Sedangkan jumlah wisman per bulan paling tinggi hanya 200 ribu perbulan. Itupun terjadi pada akhir tahun lalu,” ujarnya singkat.

Makanya cara terbaik adalah mengusahakan agar jumlah kunjungan bisa lebih baik dari tahun lalu.”Tahun lalu realisasinya 2,1 juta dan tercapai 2 juta. Makanya kalau bisa lebih baik dari angka ini,” katanya lagi.

Sedangkan mengenai negara asal wisman yang paling banyak berkunjung pada tahun 2017 masih didominasi oleh Wisman Singapura dengan persentase 49,78 persen.

“Untuk tingkat penghunian kamar (TPK) hotel berbintang di Kepri pada Juli 2017 mencapai rata-rata 53,73 persen. Naik dari bulan sebelumnya sebesar 52,71 persen,” katanya.

Menanggapi rendahnya realisasi wisman ini, akademisi dari Politeknik Batam, Muhammad Zaenuddin mengatakan pemerintah daerah harus menerapkan strategi yang tepat untuk mengerek pertumbuhan wisman di Kepri.

Sejumlah turis memadati pintu kedatangan Pelabuhan Ferry Internasional Sekupang, Sabtu (8/7). Biasanya setiap libur akhir pekan wisman asal Singapura dan Malaysia mengunjungi Kota batam untuk mengisi liburannya. F Cecep Mulyana/Batam Pos

“Caranya ada tiga yakni menentukan keunggulan pariwisata daerah, siapkan infrastrukturnya dan ciptakan event sebagai alat menarik minat wisatawan,” ujarnya.

Ia mencontohkan Bali. Menurutnya daerah wisata yang dikenal dengan nama pulau dewata ini memiliki keindahan yang menjadi daya tarik wisatanya. Batam sebenarnya memiliki potensi yang bagus, namun belum digarap secara optimal oleh pemerintah daerah.

“Contohnya Pulau Penyengat yang merupakan situs warisan dunia. Mungkin akses untuk kesana harus dikembangkan. Begitu juga dengan penambahan infrastruktur disana,” pungkasnya.(leo)

Dicari, Pengelola Sampah paling Cantik di Batam

0
Sejumlah pengepul barang bekas sedang mencari barang bekas sesaat setelah truk sampah menumpahkan sampah muatannya di Tempat Pembuangan Akhir Punggr, Jumat (20/1). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam akan menjaring perusahaan-perusahaan terbaik untuk pengelolaan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) Kota Batam. Kepala DLH Kota Batam, Dendi Purnomo menamai penjaringan itu dengan sebutan “Beauty Contest”.

“Sebelumnya kita memakai konsep lelang terbuka, namun gagal. Makanya tahun ini kami pakai sistem Beauty Contest,” ujar Dendi di Batamcenter, Senin (4/9).

Dijelaskan Dendi, ‘beauty kontes’ bertujuan untuk mendapatkan calon pemengang tender terbaik. Sebab, mereka akan mempersentasikan seperti apa program yang akan dilakukan dalam mengelola sampah di Kota Batam.

“Dari beauty kontes itu akan dipilih beberapa nominasi dari misalnya belasan peserta. Setelah itu barulah dilelang berdasarkan nominasi. Jadi semuanya bertahap,”jelas Dendi.

Tak hanya itu, Dendi juga menjelaskan 6 syarat calon pemegang tender untuk pengelolaan sampah. Diantaranya maju dalam teknologi, berkemampuan finansial, bisa menjabarkan seperti apa luas lahan yang dipakai, menjabarkan konsep kerjasama dengan Pemko Batam, serta jangka waktu.

“Paling penting masalah tiping fee. Kami minta tiping fee itu serendah-rendahnya. Kalau bisa dibawah Rp 200 ribu pertonnya, sebab kemarin ada yang mengajukan Rp 300 ribu, namun kami masih ingin kurang,” terang Dendi.

Menurut Dendi, beauty kontes akan dilaksanakan pada akhir bulan September. Beberapa perusahaan sudah mengajukan nama mereka untuk mengelola sampah di TPA.

“Jangka waktu kapan dilaksanakan belum bisa dipastikan. Namun kita mengikuti program pemerintah jika Batam bebas sampah tahun 2020. Jadi sebelum tahun itu, harus sudah dapat,” ungkapn Dendi. (she)

Pemko Batam Rogoh Rp 1,3 Miliar untuk Pagar Dataran Engku Putri

0
Seorang pekerja sedang melakukan pengerjaan pagar lapangan Engku Putri di Pemko Batam, Senin (4/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Cipta Karya Kota Batam tengah membangun pagar setinggi 2,6 meter di Dataran Engku Putri. Nilai anggaran pembuatan 204,7 meter pagar itu bernilai Rp 1.399.231.000.

Awalmnya, alun-alun Kota Batam ini tak berpagar, kemudian dipagar setinggi sekira 1 meter.

Pantauan Batam Pos, Senin (4/9) beberapa pekerja nampak sibuk memasang pagar besi di sebelah Selatan Dataran Engku Putri. Tinggi pagar yang dipasang menyamai tinggi pagar Kantor Walikota Batam. Pemasangan pagar tinggi itu dilaksanakan oleh PT Zoe Pesona Abadi.

Kabag Humas dan Protokol Pemko Batam, Ardi Winata mengatakan kontrak pembangunan pagar dilakukan sejak 7 Juni 2017 lalu. Dalam tender, diperkirakan bangunan pagar tersebut akan selesai pada 3 November depan.

“Selesai bulan November mendatang. Tinggi pagar tersebut, 2,6 meter. Menyamai dengan tinggi pagar Kantor Walikota. Agar terlihat indah,” terang Ardi, Senin (4/9).

Dikatakannya, proses pemasangan pagar dataran Engku Putri dilakukan secara bertahap. Pengerjaan pertama dilakukan untuk bagian selatan Dataran Engku Putri dengan nilai kontrak Rp 1.399.231.000.

“Pembangunan untuk sebelah sisi saja. Tahun depan dianggarkan untuk sisi lainnya. Jadi bertahap,” ungkap Ardi.

Dijelaskan Ardi, pembangunan bertujuan untuk memberi ruang lebih nyaman untuk masyarakat. Apalagi saat ini Engku Putri sudah termasuk ikon nya Batam, sehingga harus lebih diperindah.

“Selain keindahan, untuk keamanaan juga. Kita juga menjaga agar nilai estetika taman itu tak jelek. Sebab, banyak yang sering meloncati pagar dan akhirnya merusak tanaman sekitar,’ pungkas Ardi. (she)

Kisah Gadis Remaja, Korban Pelecehan Lelaki Dewasa

0
ilustrasi

batampos.co.id – Usianya baru menginjak 12 tahun, tapi Sa sudah harus menanggung malu seumur hidup akibat perbuatan dari Suhu Vihara Purnama Mahayana Hendra alias Yo Chu Hi. Setiap kali ditanya, ia tak berani memandang mata lawan bicaranya. Ia menjawab setiap pertanyaan, sembari mengarahkan pandanganya ke tempat lain.

“Mau pulang, ke rumah nenek,” katanya saat ditemui Batam Pos, Senin (4/9).

Saat ditanya tentang peristiwa yang menimpanya. Sa memilih diam sesaat. Lalu bicara dengan nada pelan, sembari mendudukan kepalanya. Ia menceritakan saat itu, agen penyalur tenaga kerja mengambil dirinya dan menyerahkan ke Suhu Yo.Untuk pertama kalinya ia bertemu suhu Yo di salah satu hotel di Jakarta.

Orang tua yang sudah bercerai, ibu menikah lagi dan ayah yang tidak tau dimana rimbanya. Membuat Sa harus mengambil tanggungjawab atas hidupnya sendiri di umur yang masih belia. Atas restu neneknya yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tani di Bogor, ia menerima ajakan Suhu Yo bekerja di Vihara Purnama Mahayana.

“Satu bulannya itu, nanti dikasih uang dua juta,” tuturnya.

Tapi Suhu Yo seharusnya jadi penyelamat, jadi malapetaka bagi hidupnya. Dengan terbata-bata, sembari lirik kanan kiri, ia menceritakan peristiwa yang tak akan dilupakannya seumur hidupnya. Suaranya pelan sekali, menuturkan rangkaian peristiwa itu.
Berapa kali? “Dua kali,” ujarnya lirih.

Ia mengatakan setelah Suhu Yo melancarkan aksi bejatnya, Sa hanya bisa menangis tersedu-sedu. Lalu suhu cabul itu, mengatakan sesuatu ke Sa. “Jangan dibilangin ke siapa-siapa. Nanti kita dibawa ke kantor polisi,” katanya menirukan perkataan Yo.

Gadis putus sekolah sejak kelas 5 SD, hanya bisa manut dan diam mendengarkan perkataan Yo. Tapi saat pagi hari, ia berniat untuk kabur.

Hal itu dibenarkan oleh Ls,15. Gadis yang juga korban pelecahan Suhu Yo ini, menuturkan saat pagi hari Sa berkelakuan aneh. Dimana menanyakan keberadaan tasnya. ”

Katanya mau kabur,” tuturnya.

Tapi Sa mengurungkan niatnya, setelah dibujuk Ls. Ia mengatakan belum mengetahui ada peristiwa pelecehan itu terjadi.

“Waktu itu Sa, belum cerita. Tapi saat di Batam ia cerita,” ungkapnya.

Ls cukup kaget mendengar cerita Sa, tapi saat ia melihat tak ada yang aneh dari tingkah laku suhu Yo. Tetap seperti biasanya.

Apakah kamu juga pernah dilecehkan? Ls cukup lama mengelak pembahasan mengenai hal itu. Namun akhirnya ia mengakui, beberapa kali pernah diraba-raba Yo. Dan saat itu dirinya sedang tertidur, tiba-tiba ada tangan yang menggerayanginya. “Kaget, dan saya marah ke dia,” tuturnya.

Saat melihat reaksinya, Ls mengatakan Yo langsung meminta maaf. Dengan muka memelas, ia mengatakan telah berbuat khilaf. Selain itu Yo, meminta Ls agar tak keras-keras memarahi dirinya. “Katanya takut didengar orang lain,” ujarnya.

Ls yang sudah ikut Yo semenjak usianya 12 tahun, menuturkan hal itu terjadi beberapa kali terhadap dirinya. “Sekarang usia saya 15,” tuturnya.

Tak hanya itu, gadis yang sehari-hari menggunakan hijab ini. Pernah diminta oleh Yo menggunakan baju yang terbuka. “Saya gak malu, tapi diminta terus,” ungkapnya

Sementara itu hal yang senada diungkapkan oleh Sp,17. Ia pernah satu kali dipegang-pegang Yo. Modusnya hampir mirip dengan yang dialami oleh Ls. “Saat saya tidur, tapi cuman sekali. Saya kan baru di sana (Vihara Purnama Mahayana,red),” katanya.

Sedangkan Dw,16 gadis asal suku badui ini, juga menuturkan dirinya dilecehkan suhu Yo. “Saya hanya dicium-cium saja,” tuturnya terbata-bata.

Baik itu Sa, Ls, Sp dan Dw mau ikut suhu Yo karena kebutuhan hidup. Asal bisa memenuhi kebutuhan hidupnya, mereka ikut dengan orang-orang yang baru mereka kenal. Sa digaji sebesar Rp 2 juta, Ls Rp 1,8 juta, Sp Rp 2 juta dan Dw 1,8 juta. Pekerjaan yang mereka lakukan sehari-hari adalah membersihkan Vihara, melayani kebutuhan suhu Yo seperti memasak atau membuat teh, mencuci, mengepel lantai dan berbagai pekerjaan rumah lainnya.

Ketua Paguyuban Pasundan Kepri Dede Suparman, mengatakan pihaknya akan meminta bantuan perkumpulan pasundan Indonesia. “Akan ada pengacara Pasundan Indonesia yang membantu kami mengawal kasus ini,” ujarnya.

Ia berharap kepada pihak kepolisian agar dapat menuntaskan kasus ini. Selain itu, ia meminta juga pihak kepolisian agar menarik kasus pencabulan ini ke Batam saja. Disebabkan korban dari kasus ini banyak ada di Batam. “Polisi bilang mau selesaikan di Eksploitasi anaknya dulu. Tapi kami ingin pencabulannya juga diusut disini saja,” tuturnya.

Saat ini korban ekploitasi dan pencabulan suhu Yo, berada dalam pengawasan Paguyuban Pasundan Kepri. Mereka ditempat disebuah rumah, dan identitasnya dirahasiakan dari pihak-pihak yang tak bertanggungjawab. (ska)

Kate Middleton Hamil Anak Ketiga

0
Pangeran William bersama Duchess of Cambridge dan dua anak mereka Pangeran George dan Putri Charlotte. (Daily Mail)

batampos.co.id – Duchess of Cambridge, Kate Middleton sedang hamil anak ketiga mereka.

Informasi mengejutkan itu diumumkan Istana Kensington hari ini (4/9). Dalam pengumuman itu disebutkan juga kalau Ratu Elizabeth dan keluarga sangat bahagia.

Seperti dua kehamilan sebelumnya, Duchess, 35, menderita hyperemesis gravidarum atau morning sickness yang parah. Bahkan, sejatinya, pihak istana berniat untuk menyimpan berita kehamilan ini dari sorotan media. Namun, karena morning sickness yang berat itu akhirnya pengumuman ini dibuat.

Pasalnya, istri Pangeran William dari Inggris ini harus melewati banyak acara yang harus dihadirinya. Termasuk mengunjungi Pusat Anak-anak Hornsey Road di London, Inggris, hari ini. Tetapi, itu tidak bisa dilakukan karena morning sickness tersebut.

”Catherine dirawat di Istana Kensington,” tulis pernyataan tersebut.

Pangeran William dan Kate memiliki satu anak laki-laki, George, dan satu anak perempuan, Charlotte, yang berusia empat dan dua tahun. Pada dua kehamilan sebelumnya, Kate pun mengalami morning sickness yang parah.

Sangking parahnya itu pun istana harus mengeluarkan pengumuman kehamilan karena Kate tidak bisa menjalankan tugas-tugas resminya. Pada Desember 2012, saat kehamilan pertama, dia bahkan harus menginap di RS karena morning sickness itu.

Pun saat kehamilan keduanya. Tidak berbeda jauh, Kate yang sedang mengandung Putri Charlotte juga harus dirawat karena kondisi tersebut. (tia/CNN/Daily Mail/BBC/JPC)