Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 12952

PLN Batam Kunjungi Pelanggan pada Hari Pelanggan

0
Tim PLN Batam berkunjung pada salah satu pelanggan.

batampos.co.id – Hari Pelanggan Nasional jatuh setiap tanggal 4 September.

PLN Batam turut serta memperingati hari pelanggan tersebut. Caranya, hari ini PLN Batam memberikan apresiasi berupa pemberian bingkisan/cinderamata kepada pelanggan yang datang ke unit retail PLN Batam di Batam Centre, Nagoya, Batuaji, Tiban dan Corporate Customer.

Bingkisan diberikan langsung oleh jajaran Manajemen PLN Batam.

Yang menarik ialah melakukan Customer Visit.

“Kunjungan Pelanggan adalah salah satu upaya bright PLN Batam untuk terus meningkatkan pelayanan bagi pelanggan. Dengan berinteraksi langsung kepada masyarakat selaku pelanggan listrik bright PLN Batam merupakan wujud apresiasi bright PLN Batam terhadap pelanggan,” ujar Direkut Bisnis dan Pengembangan Usaha bright PLN Batam, Khusnul Mubien saat melakukan kunjungan.

Khusnul juga menekankan bahwa memberikan pelayanan yang baik kepada para pelanggan bukan hanya di Hari Pelanggan Nasional saja.

Perusahaan yang ingin berkembang sehat, harus berupaya untuk memberikan pelayanan yang baik, pelayanan yang mampu menciptakan kepuasan dan loyalitas pelanggan sepanjang tahun.

Salah satu pelanggan rumah tangga yang dikunjungi tim PLN Batam di perumahan Golden Prime, Bengkong.

Asep, pelanggan di perumahan itu mengatakan, “pelayanan PLN Batam dari tahun ke tahun meningkat, harapannya jika ada padam akibat gangguan atau pemeliharaan diinformasikan terlebih dahulu kepada pelanggan.”

“Core business kami adalah pelayanan. Kami terus meningkatkan kualitas pelayanan kami terhadap pelanggan,” tegas Khusnul.

Pada kesempatan tersebut pelanggan pun dapat menuliskan masukan/saran/kritik dan keluhan secara langsung kepada Direksi bright PLN Batam serta melalui sebuah kanvas besar yang tersedia pada masing-masing unit. Saran dan kritik serta harapan pelanggan menjadi masukan yang sangat berharga bagi bright PLN Batam dan menjadi komitmen bersama untuk meningkatkan pelayanan pelanggan secara terus menerus.

Kegiatan Hari Pelanggan Nasional di lingkungan PLN pada tahun ini, dilaksanakan secara masif dan serentak di seluruh unit dan Anak Perusahaan PLN se-Indonesia.

Beberapa sarana terus ditingkatkan agar pelanggan merasa nyaman,antara lain website bright PLN Batam, Contact Centre 123, Quick Response, pembayaran rekening melalui ATM, aplikasi bright123 dan lain sebagainya. (ptt/rilis)

Nokia Diproduksi di Batam

0

batampos.co.id – Nokia, ponsel ikonik yang digemari di Indonesia akan diproduksi di PT SatNusa Persada, Batam, Provinsi Kepri.

Senin, (4/9/2017) menjadi hari bersejarah bagi HMD Global, rumah bagi ponsel Nokia, dengan menegaskan kembali komitmennya terhadap pasar Indonesia dengan mengumumkan pemenuhan persyaratan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dan dimulainya produksi smartphone Nokia di Indonesia.

Acara pengumuman ini dihadiri oleh I Gusti Putu Suryawirawan, Direktur Jenderal untuk Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika; H. Nurdin Basirun, Gubernur Provinsi Kepulauan Riau; Florian Seiche, Chief Executive Officer HMD Global dan para tamu kehormatan lainnya.

“Bagi HMD, Indonesia merupakan pasar yang sangat penting di Asia,” jelas Florian Seiche, Chief Executive Officer HMD Global.

Untuk itu Nokia berkomitmen mengembangkan bisnis, dan mematuhi kebijakan dan peraturan-peraturan pemerintah yang ada.

Merek Nokia telah lama dikenal melalui inovasi dan keberagaman desain ponselnya. Di era ponsel pintar (smartphone) saat ini,
Nokia memasuki babak baru dimana HMD menggabungkan merek Nokia yang ikonik dengan penggunaan sistem operasi Android terbaru.

Florian Seiche, Chief Executive Officer HMD Global saat memberi sambutan.

“Smartphone Nokia dengan fitur-fiturnya yang unik akan menghadirkan pengalaman baru yang sesuai dengan harapan pelanggan smartphone Nokia – yaitu kualitas, kehandalan dan kemudahan dalam penggunaan,” imbuh Florian Seiche.

Pada kesempatan selanjutnya I Gusti Putu Suryawirawan, Direktur Jendral Untuk Industri Metal, Mesin, Peralatan Transportasi dan Elektronik, Kementrian Perindustrian Republik Indonesia mengkorfirmasi pemenuhan HMD akan persyaratan komponen lokal minimum 30 %.

Ia menghargai upaya yang dilakukan HMD untuk bekerja sama dengan para mitra lokal dalam memenuhi persyaratan TKDN.

Dengan adanya fasilitas produksi baru di pabrik PT. Sat Nusapersada Tbk. (Satnusa) di Pulau Batam serta kolaborasi dengan PT. Tata Sarana Mandiri (TSM) sebagai mitra desain lokal, HMD telah memenuhi persyaratan TKDN sebesar 30,52%.

“Kami merasa sangat terhormat menjadi mitra lokal pembuatan smartphone Nokia di Indonesia,” ungkap Abidin,
Presiden Direktur PT Sat Nusapersada Tbk. (ptt/rilis)

 

Tangan Risa Patah Akibat Dilanggar Motor

0
Anak motor dengan umur masih usia remaja melakukan standing bersama kawan wanitanya di Jalan Marinacity, Tanjungriau, Sekupang, Minggu (4/9).F. Dalil Harahap/Batam Pos

 

batampos.co.id – Risa, 37, pengendara motor patah tangan kanannya ditabrak geng motor di Jalan Marinacity, Tanjungriau, Sekupang, Minggu (3/9/2017).

Risa saat itu melintas pelan-pelan mengambil jalan tepi sebelah kiri, tiba-tiba datang motor dengan posisi ban depan terangkat menimpa kendaraan Risa dengan nomor polisi BB 42xx FG.

‘Tiba-tiba brak menimpa saya dari belakang ban depan geng motor tersebut. Lalu saya jatuh dan terseret di aspal dan mengalami patah tangan dan pinggang sakit sekali,” katanya sambil menangis menahan kesakitan.

Begitu jatuh ke aspal remaja yang melanggarnya segera berdiri dan berkata”maaf bu..maaf ya bu saya tidak sengaja’ sambil mendirikan motor Risa dan motornya sendiri. Seketika warga langsung berkerumun menolongnya.

Risa saat itu dibonceng oleh adiknya saat mencari anaknya yang main bersama kawannya di Sekupang. (ali)

Risa, 37, baju merah yang ditabrak pembalap liar dengan standing di Jalan Marinacity, Sekupang, Minggu (4/9). Tangan Rasi patah dan pinggang sakit akibat ditimpa motor serta motor Rasi rusak parah. F. Dalil Harahap/Batam Pos

 

 F. Dalil Harahap/Batam Pos

 

Sebab Listrik Padam di Tanjungsengkuang, Siang Tadi

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pembaca batampos.co.id di Tanjungsengkuang mengeluhkan pemadaman listrik tanpa pemberitahuan oleh PT PLN Batam, Senin (4/9) siang.

Aliena warga Tanjungsengkuang mengatakan listrik sudah padam sejak pukul 10.30. Pemadaman listrik dirasakannya secara mendadak saat ia ingin mencuci baju.

“Padahal mau mencuci baju dan masak nasi. Eh lampunya mati,” kata wanita berusia 27 tahun ini, Senin (4/9).

Menurut dia, padamnya listrik di wilayah tempat tinggalnya cukup lama. Ia pun harus menunda seluruh pekerjaan rumah yang berhubungan dengan listrik.

“Jam empat sore belum nyala. Sampai hape saya tak ada baterai,” terang Aliena.

Sementara, Humas PLN Batam, Yoga Perdana Sulastama membenarkan adanya pemadaman listrik khusus untuk daerah Tanjungsengkuang. Hal itu dikarenakan adanya perbaikan atau pemasangan kubikel di gardu induk.

Kubikel sendiri ialah suatu perlengkapan atau peralatan listrik yang berfungsi sebagai pengendali, penghubung dan pelindung serta membagi tenaga listrik dari sumber tenaga listrik.

“Ada pergantian rutin kubikel untuk wilayah Tanjungsengkuang, makanya listrik daerah tersebut padam,” terang Yoga.

Dikatakan Yoga, pergantian kubikel listrik hanya menyebabkan listrik padam selama tiga jam. Info pemadaman juga telah disebar di website PLN Batam.

“Ini pemeliharaan rutin. Bisa jadi besok untuk daerah lain. Tergantung dari kondisi kubikelnya,” jelas Yoga. (she)

 

Rp 20 Miliar Benahi Sarana Olahraga

0
Dua tim Sepak bola saling berhadapan di Stadion Sulaiman Abdullah Tanjungpinang, belum lama ini. F.Yusnadi/Batam Pos
batampos.co.id – Perhatian Pemerintah Tanjungpinang terhadap peningkatan kualitas sarana olahraga sebenarnya sudah dimulai pada pengganggaran tahun ini. Sekda Kota Tanjungpinang, Riono menyebutkan, sudah dialokasikan Rp 20 miliar untuk pembenahan sejumlah fasilitas olahraga yang ada di Tanjungpinang. 
Hanya saja pelaksanaan itu diurungkan pada tahun ini dan diagendakan baru bisa dilaksanakan tahun depan. “Karena melihat kondisi keuangan daerah yang masih terkena defisit tahun ini. Tapi tetap kami usahakan bisa terlaksana tahun depan,” kata Riono, kemarin.
Jika memang nantinya bisa kembali dianggarkan, sambung Riono, yang akan jadi fokus Pemko Tanjungpinang adalah renovasi Stadion Sepak Bola Sulaiman Abdullah di Tanjungpinang Barat. Stadion ini merupakan stadion kebanggaan masyarakat Tanjungpinang dan sudah begitu lama tidak mendapatkan perawatan atau rehabilitasi.
Diharapkan dengan adanya renovasi peningkatan kualitas sarana olahraga, turut sejalan pula dengan peningkatan kualitas atlet-atlet Tanjungpinang untuk bisa lebih berprestasi di ajang tingkat provinsi maupun nasional.
“Saya percaya ada banyak atlet Tanjungpinang yang bisa berprestasi di kancah nasional, sebab itu akan kita dorong dengan menyediakan sarana olahraga terbaik buat mereka,” ujar Riono.
Sebelumnya, Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menyatakan, kerja-kerja kepemudaan termasuk di dalamnya adalah pembinaan atlet-atlet dan perbaikan sarana olahraga masih menjadi kerja yang perlu lekas digesa sebelum habis jabatan pada periode pertama.
Karena itu, jika terpilih nanti, sektor ini, dijanjikan Lis, akan menjadi kerja utama yang tidak lagi akan ditunda-tunda. “Bagaimana pun kerja-kerja semacam itu perlu waktu dan tidak bisa dilangsungkan dengan instan,” ungkapnya. (aya)

Batam Terganggu, Semua Daerah Terseret

0
batampos.co.id – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Dirjen Perbendaharaan Keuangan Negara Provinsi Kepri, Heru Pudyo Nugroho mengatakan berdasarkan kesimpulan yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri kepada pihaknya, nafas perekonomian Kepri masih bergantung erat dengan Batam. Ini yang menjadi persoalan krusial yang harus segera diselesaikan Pemerintah Daerah. 
“Saat ini, Batam penyumbang 71 persen ekonomi Kepri. Sedangkan 6 kabupaten/kota lainnya hanya menyumbang 29 persen saja. Artinya ketika ekonomi Batam bergejolak, maka sangat mempengaruhi tingkat pertumbuhan ekonomi Kepri,” ujar Heru Pudyo Nugroho menjawab pertanyaan Batam Pos, Minggu (3/9) di Tanjungpinang.
Menurutnya, data yang disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri pada kegiatan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Anggaran Pusat dan daerah Tahun 2017 di Hotel CK Tanjungpinang, Senin (28/8) lalu menjelaskan, meskipun pertumbuhan ekonomi daerah lain tidak terganggu, namun perannya tidak besar untuk mengangkat angka pertumbuhan ekonomi Kepri.
“Karena ekonomi Kepri itu 71 persen disumbang Batam. Kalau ekonomi Batam sakit, maka sakit lah ekonomi Kepri,” papar Heru.
Masih kata Heru, untuk menyiasati hal ini, Pemerintah Daerah harus mengubah arah kebijakan pengembangan ekonomi Kepri dengan menguatkan ekonomi kabupaten/kota lainnya di Kepri. Lebih lanjut katanya, yang membuat ekonomi Batam anjlok adalah tiga sektor utama yang selama ini menjadi penopang yakni sektor industri pengolahan, sektor konstruksi dan sektor pertambangan dan penggalian.
Tiga sektor ini menyumbang 68,68 persen. Tiga-tiganya turun. Seperti sektor industri pengolahan turun 0,44 persen (peran 36,62 persen). Sektor konstruksi turun 0,06 persen (peran 17,7 persen) dan sektor pertambangan/penggalian turun 4,32 persen (peran 14,36) persen. Hal inilah yang membuat ekonomi Batam makin jauh anjloknya. Sehingga menyeret angka terendah pertumbuhan ekonomi Kepri sepanjang sejarah provinsi ini berdiri.
Ekonomi Kepri tumbuh 2,02 persen di Triwulan I tahun 2017 menjadi 1,52 persen di Triwulan II. Provinsi Kepri berada di posisi 33 se-Indonesia. Di bawahnya posisi 34 adalah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Untuk mengobati Batam, maka pemerintah harus memberi banyak kemudahan termasuk mempermudah perizinan dan hal lainnya yang bisa membuat investor dan calon investor nyaman.
Selain mempertahankan ekonomi Batam, maka kekuatan ekonomi daerah lainnya harus diperkuat agar ke depan bisa berimbang. Sehingga, ke depan semua daerah bisa menjadi penopang ekonomi Kepri. Industri pengolahan di Batam, jangan sampai kolaps. Ini akan memperlebar krisis ekonomi Batam. Karena itu, sektor tersebut harus benar-benar diperhatikan.
Sektor konstruksi, kata dia, juga tidak membantu mendongkrak ekonomi Kepri di Semester I tahun ini. Apalagi, banyak proyek fisik pemerintah belum dibangun. Ia mengakui, APBD dan APBN bukan segala-galanya untuk membangun ekonomi Kepri. Meski demikian, tetap bisa menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi meski persentasenya tidak begitu besar.
Serapan APBD/APBN harus tinggi di awal tahun supaya bisa menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi. Karena itulah Pemerintahan Presiden RI Joko Widodo selalu berusaha mengesahkan UU APBN di akhir tahun. Tujuannya agar anggaran pemerintah bisa diserap di awal tahun. Jangan seperti selama ini, serapan APBD tidak menjadi stimulus pertumbuhan ekonomi di Triwulan I dan II.
“Makanya kami tidak mau hanya menyalurkan anggaran ke Satker dan pemerintah daerah tanpa melihat manfaat uang yang diberikan ke masyarakat. Maka perlu dilakukan evaluasi, Tujuannya untuk mengetahui sejauh mana kendala yang dihadapi hingga serapan anggaran kecil,” jelasnya.
Semester Pertama Serapan Anggaran Rp 2,3 Triliun
Sementara itu, terkait serapan anggaran Kepala Kanwil DJPBN Prov Kepri, Heru Pudyo Nugroho mengatakan sampai dengan akhir semester 1 pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri mengalami tantangan berat. Sesuai data BPS, ekonomi Kepri Triwulan II 2017 hanya tumbuh sebesar 1,16 Persen atau hanya setara 1,52. Peroleha tersebut turun jika dibandingkan dengan Semester I tahun 2016 sebesar 4,69 persen dan pada tahun 2015 sebesar 7,08 persen. Sementara pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,01 persen pada semester I 2017.
Di tengah kondisi lesunya sektor pertumbuhan ekonomi di Kepri tersebut, perlu upaya serius dari berbagai pihak untuk membantu menggairahkan kembali ekonomi Kepri. Sektor belanja pemerintah (pemerintah) diharapkan bisa menjadi stimulus yang optimal bagi perekonomian. Adapun capaian kinerja pelaksanaan anggaran satker K/L (pemerintah pusat) di Provinsi Kepri sampai akhir semester I Tahun 2017 hanya 3 atau setara Rp 2,367 triliun dari pagu Anggaran (DIPA) sebesar Rp 7,098 triliun atau masih di bawah target nasional sebesar 40 persen.
Selain itu, Heru juga menyebutkan, untuk satker daerah hanya sebesar 33,54 persen dari pagu APBD 2017. Menurutnya, untuk mengkoordinasikan capaian kinerja di semester II 2017, Kanwil Ditjen Perbendaharaan selaku perwakilan Kementerian Keuangan di Provinsi Kepri menyelenggarakan rakor itu. Tujuan kegiatan tersebut adalah untuk menentukan arah kinerja kedepan.
“Hasil akhir yang kita harapkan adalah, penyerapan anggaran optimal. Sedangkan outputnya maksimal dan memberikan manfaat kepada masyarakat,” tutup Heru.(jpg)

Ada 11 Peserta Lelang Pengelolaan Air Bersih di Batam tapi Mereka…

0
ilustrasi

batampos.co.id – Proses pelelangan air belum menunjukkan tanda-tanda peminat yang serius dalam pengelolaan air di Batam.

“Kayaknya belum ada yang signifikan. Belum ada tambahan,” kata Deputi IV BP Batam, Robert Purba Sianipar, Sabtu (2/9).

Hingga berita ini diturunkan, Robert mengatakan sudah ada 11 perusahaan yang menyatakan ketertarikan mengikuti lelang pengelolaan air pada 2018 nanti. Namun semuanya masih sekedar minat, belum menunjukkan keseriusan berarti.

Meskipun begitu, BP Batam tetap akan jalan dengan lelang tersebut, karena konsesi dengan ATB akan berakhir pada 2020 nanti.

“Sebelumnya kami akan meminta pendapat dari salah satu instansi Kementerian PUPR, yakni Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum (BPP-SPAM),” tambah Robert.

Selain meminta pendapat, BP Batam juga akan meminta fatwa kepada BPP SPAM tentang status penyediaan air minum di Batam.

“Jadi kami mau dapat fatwa dulu, apakah ATB itu setara PDAM atau tidak,” katanya mengakhiri.(leo)

Ekonomi Lesu, Pemprov Siapkan Tiga Paket Kebijakan

0
Syamsul Bahrum. F. Dok Batam Pos,

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepri, sudah menyiapkan tiga paket kebijakan dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kepri terutama di kota Batam yang sedang lesu. Tiga paket kebijakan Pemerintah Provinsi Kepri nantinya diharapkan bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi di Kepri dalam beberapa bulan kedepan.

”Ketiga paket kebijakan ini ada kaitannya satu sama yang lainnya,” jelas Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemprov Kepri Syamsul Bachrum, di Tanjungbalai Karimun beberapa waktu lalu.

Ketiga paket kebijakan tersebut, pertama mempercepat proses penyerapan anggaran pembangunan yang ada di APBD Provinsi Kepri maupun Kabupaten/Kota. Agar bisa mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dari berbagai sektor usaha. Seperti, proyek-proyek strategis yang dibiayai oleh Pemerintah sudah harus mulai dikerjakan.

”Di Tanjungpinang pusat Pemerintahan Provinsi Kepri, sudah mulai pengerjaan pembangunan insfrastruktur mulai dari gedung, jalan dan sebagainya. Termasuk di kabupaten/kota yang ada di Kepri, semua sudah mulai mengerjakan,” tuturnya.

Kemudian lanjut Syamsul lagi kedua yaitu penerapan kebijakan penggunaan APBD Perubahan 2017 ini. Yaitu berorientasi pada percepatan pembangunan dengan mengurangi, bahkan menghapuskan kegiatan yang tidak urgen seperti seminar maupun kegiatan seremonial.

”Di perubahan kita juga gantikan kegiatan seminar dengan kegiatan fisik yang dapat bisa menggerakan ekonomi di masyarakat langsung,” ungkapnya.

Dan terakhir yaitu, meredistribusikan kembali pola-pola pembangunan untuk tiga bulan ke depan guna mengamankan kawasan. Salah satunya mempercepat pemberlakuan status kawasan ekonomi khusus (KEK) pada beberapa kawasan, seperti Pulau Asam di Kabupaten Karimun dan Galang Batang di Kabupaten Bintan. Agar dapat segera dibangun secara fisik, yang bisa berdampak terhadap pergerakan ekonomi kerakyatan langsung.

”Ketiga paket kebijakan tersebut, sudah dilakukan dengan berbagai macam kegiatan di kabupaten/kota maupun provinsi kepri sendiri,” terangnya.

Berdasarkan data, perekonomian Kepri pada triwulan I 2017 hanya 2,02 persen, dan triwulan II 1,52 persen serta berada pada posisi terendah kedua di Indonesia.(tri)

 

Siapkan Rp300 Juta, Bidik 2.000 Peserta

0
batampos.co.id – Dinas Pemuda dan Olaharaga (Dispora) Provinsi Kepri membidik 2.000 peserta untuk terlibat dalam Annual Event, Kepri 10 K pada akhir September mendatang. Kegiatan untuk menyemarakan Hari Lahir (Harlah) Provinsi Kepri ke-15 tahun tersebut bertabur hadiah, dengan total lebih kurang Rp300 juta. 
“Kepri 10 K adalah annual event yang kita kemas untuk menyemarakan Harlah Provinsi Kepri. Kegiatannya rutin kita gelar di Tanjungpinang yang merupakan Ibu Kota Provinsi Kepri,” papar Kadispora Kepri, Meifrizon, Minggu (3/9) di Tanjungpinang.
Mantan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, kegiatan Kepri 10 K dibagi dalam tiga kategori. Yakni untuk kategori nasional, umum, dan pelajar. Adapun rutenya adalah dari Gedung Daerah, melewati Tepi Laut, Jalan Usman Harun, Jalan Wiratno, Jalan Basuki Rahmat, lalu kembali dengan rute yang sama dan finish di Gedung Daerah.
“Dalam penjurian kegiatan itu nanti, kami akan bekerjasama dengan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kepri,” paparnya.
Pria yang terlibat dalam Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kepri itu mengatakan, hajata lomba lari Kepri 10 K pada tahun lalu berhasil menyedot animo masyarakat. Tercatat sekitar 2.000 peserta mengikuti lomba lari tersebut. Oleh karena itu, dirinya menargetkan jumlah yang lebih banyak pada gelarannya tahun ini.
“Target kami bisa lebih dari 2 ribu tahun ini. Kegiatan ini tentunya menjadi media pembinaan bagi atletik-atletik di Provinsi Kepri ,” paparnya lagi.
Ditambahkannya, pihaknya tidak memungut biaya pendaftaran bagi peserta yang mendaftar. Adapun lokasi pendaftaran adalah Kantor Dispora Kepri, di Komplek Pertokoan D’Green City KM 8 Atas, Tanjungpinang.
“Kami juga mewacanakan lomba lari yang sama, khusus bagi para jurnalis. Dengan catatan, apabila banyaknya banyak, kategori tersebut kita buat,” tutup Meifrizon.(jpg)

Industri Batam Butuh Infrastruktur Memadai

0
Pelabuhan Batuampar, Batam.
foto: cecep mulyana / batampos

batampos.co.id – Pelaku usaha di kawasan industri butuh dukungan pemerintah untuk bisa berkembang. Salah satu harapan mereka adalah adanya kepastian hukum dan ketersediaan infrastruktur yang memadai.

“Selain insentif dan kemudahan yang diberikan, kami juga perlu kepastian hukum dan infrastruktur,” ungkap General Manager PT Batamindo Investment Cakrawala, Mook Soi Wah, Sabtu (2/9).

Dengan kepastian hukum dan infrastruktur yang memadai disertai dengan jaminan keamanan maka dapat meningkatkan daya saing dengan negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Senada dengan Mook, Direktur Utama PT Kabil Citranusa, Peters Vincent juga mengungkapkan dukungan dari pemerintah khususnya dalam pembangunan kawasan infrastruktur sangat diperlukan bagi industri yang bergerak dalam penyediaan energi.

Dengan penurunan harga gas saat ini, maka diperlukan kompensasi dalam bentuk konektivitas yang cepat.”Konektivitas seperti jalan yang bagus sangat diperlukan dalam meningkatkan daya saing,” harapnya.

Sedangkan General Manager Puri Industrial Park 2000, Jasman Ang menyatakan keberhasilan kawasan industri harus didukung semua pihak termasuk pemerintah.

“Sehingga terjadi pemerataan ekonomi dengan baik karena adanya kesamaan pandangan,” ungkapnya.

Penyatuan visi dan misi itu dapat dinilai dari segi perencanaan serta kebijakan antara pengelola kawasan dengan pengambil keputusan di tingkat pusat maupun daerah.

Terpisah, Pimpinan PT Tritunas Bangun Perkasa, Doly mengatakan peran pemerintah sangat penting dalam menciptakan hubungan yang harmonis antara buruh dan pemberi pekerjaan.

“Peran pemerintah dalam hubungan industrialisasi sangat dibutuhkan sehingga konflik ketenagakerjaan dapat dideteksi sedini mungkin,” ungkapnya.

Dan terakhir, Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hoeing menyatakan kunci utama dalam mengembangkan industri adalah menciptakan kebijakan yang pro investasi.

“Memberikan kenyamanan pada investor, responsif terhadap keluhan investor dan ketersediaan SDM yang terampil,” pungkasnya.(leo)