Rabu, 1 April 2026
Beranda blog Halaman 12962

Pelni Tambah Paket Wisata Bahari

0

PT Pelni, BUMN yang fokus pada bisnis angkutan pelayaran menaruh besar terhadap dunia pariwisata Indonesia. Terlebih setelah pariwisata diberi “kehormatan” oleh Presiden Joko Widodo sebagai salah satu leading sector dan core economy bangsa ke depan.

Setelah meluncurkan paket wisata bahari pada tahun lalu, saat ini PT Pelni akan kembali meluncurkan paket serupa. Bocorannya, paket yang ditawarkan lebih beragam. Lebih banyak destinasi yang ditawarkan. Dan tentunya lebih banyak promosi yang bisa diserbu wisatawan.

Hal tersebut dikatakan langsung Corporate Secretary PT Pelni Didik Dwi Prasetio. Ia menuturkan, besarnya minat masyarakat selain karena daya tarik destinasinya yang sudah tinggi, ditambah dengan pengalaman wisata yang berbeda yang ditawarkan Pelni.

“Banyak masyarakat menunggu tanggal perjalanan wisata bahari sejak awal tahun. Besarnya minat masyarakat dikarenakan Pelni menawarkan pengalaman wisata yang berbeda,” ujar Didik Dwi Prasetio.

Paket wisata bahari Pelni dicetuskan sejak tahun 2014 dan terus digiatkan setiap tahunnya guna menjadi pendukung program 10 destinasi unggulan yang dicanangkan pemerintah.

Paket wisata bahari bertema “Ship Experience: New Way to Explore Wonderful Indonesia itu menyuguhkan sebuah perjalanan wisata bahari yang menjanjikan sensasi tersendiri.

Ada lima destinasi unggulan yang ditawarkan. Dari Raja Ampat, Wakatobi, Karimun Jawa, Labuan Bajo, Bandaneira serta Derawan.

Dalam paket wisata tersebut wisatawan diajak berlayar ke masing-masing destinasi dengan menggunakan kapal Pelni selama empat hari tiga malam. Perjalanan wisata dimulai dari titik pertemuan yang telah ditentukan.

Labuan Bajo misalnya. Wisatawan terbang dulu ke Labuan Bajo untuk kemudian check-in di atas kapal Pelni yang telah menanti di Pelabuhan Labuan Bajo.

“Konsep yang kami tawarkan mirip-mirip dengan live on board. Kapal Pelni punya fasilitas lengkap, jadi wisatawan tidak perlu khawatir. Kami menyediakan shower dengan air panas, makanan dengan beragam menu bervariasi, dan tentunya sumber listrik atau colokan agar urusan selfie-selfie tetap lancar,” kata Didik.

Paket perjalanan tersebut sudah termasuk fasilitas di atas kapal, meals tiga kali, perlengkapan snorkling dan perahu cepat.

Lalu, destinasi mana saja yang akan ditawarkan Pelni tahun ini?

Selain destinasi Kepulauan Raja Ampat dan Karimun Jawa, paket wisata bahari Pelni yang baru di tahun ini antara lain Pulau Komodo di NTT, Pulau Bandaneira di Ambon, dan Selat Lembeh di Bitung, Sulawesi Utara.

Menurut Didik, destinasi-destinasi yang ditawarkan dalam paket tersebut adalah destinasi yang memiliki kekayaan alam bawah laut yang indah dengan terumbu karang yang sehat dan biota laut yang beragam.

“Contohnya gugusan pulau karang Wayag yang merupakan spot paling terkenal di Kepulauan Raja Ampat dan Komodo di Pulau Komodo. Selain itu, di Bandaneira ada Benteng Belgica dan rumah pengasingan Bung Hatta. Sementara Selat Lembah telah dikenal luas di kalangan pecinta selam memiliki banyak spot diving yang memikat,” kata Didik.

Melalui paket wisata bahari ini Pelni diharapkan lebih banyak wisatawan domestik yang lebih memilih mengeksplorasi destinasi lokal ketimbang ke luar negeri.

“Pelni sebagai perusahaan transportasi laut ingin mengambil peran terdepan dalam mempopulerkan destinasi-destinasi bahari yang diunggulkan pemerintah” ungkapya.

Lalu kapan paket wisata bahari akan diluncurkan? Soal ini Didik masih merahasiakan. Yang jelas, paket wisata bahari tahun 2017 segera diluncurkan dan dipublikasikan melalui media sosial milik Pelni.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat mengapresiasi yang dilakukan PT Pelni. Sebagai BUMN yang “ahlinya” dalam bisnis pelayaran, cerdik menangkap peluang pasar.

Wisata bahari Pelni diharapkan mampu memberikan sensasi berwisata yang unik dan berbada dari yang sudah ada. Menpar Arief Yahya menyebut industri pariwisata akan terus berkembang, makin pesat dan paling sustainable.

“Saya juga ingin suatu ketika kapal Pelni bergerak seperti bus Hop and Off yang keliling dari satu pulau ke pulau lain, secara rutin dan sudah diatur waktunya. Jadi keliling dari destinasi satu ke destinasi yang lain,” kata Menpar Arief Yahya.

Dia mencontohkan di Sydney, di seputar Opera House itu ada banyak marina dan dermaga kapal cruise, ada yang besar dan ada juga yang kecil. Mereka ada yang keliling, dari satu destinasi ke destinasi lain, dari satu titik ke titik lain. Nanti kembali lagi ke titik semula.

“Penumpang boleh turun di semua titik, nanti naik dari kapal yang berbeda dan cukup sekali bayar paketnya,” jelasnya.(*)

Festival Pacu Jalur Kearifan Lokal Riau yang Mendunia

0

Festival Pacu Jalur di Provinsi Riau resmi dibuka, Rabu (23/8). Lebih dari 12 ribu pedayung yang tergabung dalam 193 jalur, istilah untuk tim yang ikut berlomba, akan beradu kekuatan dalam mendayung perahu untuk menjadi yang tercepat dari babak penyisihan yang dimulai pada 23 Agustus hingga berakhir 26 Agustus 2017 mendatang di Tepian Narosa Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi, Kepulauan Riau.

Gubernur Provinsi Riau Arsyadjuliandi Rachman saat membuka secara resmi Festival Pacu Jalur mengatakan,kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang sangat diminati masyarakat. Sebab Pacau Jalur tradisional milik Kuansing dan masyarakat Riau ini memang kental dengan kearifan lokal.

“Hal itu menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik lokal, nasional maupun mancanegara,” kata Arsyadjuliandi Rachman.

Karena itu Gubernur mengatakan, pemerintah baik kabupaten maupun provinsi akan terus melakukan berbagai langkah promosi guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan pada masa mendatang.

“Pariwisata tugasnya promosinya dan dorongan promosi ini yang terus menerus dilakukan. Kami bersama Kementerian Pariwisata memberikan dukungan penuh agar event pacu jalur ini semakin dikenal dunia,” tuturnya

Lomba Pacu Jalur tahun ini begitu fenomenal, betapa tidak sebanyak 193 Jalur (istilah untuk tim yang ikut berlomba) sudah dipastikan akan melewati perjuangan babak penyisihan hari pertama yang dimulai 23 hingga 26 Agustus 2017.

Sebanyak 193 jalur (perahu) akan diisi pendayung sekitar 50-60 setiap perahu, jadi akan terdapat total sekitar 12 ribu pedayung siap memperebutkan Piala Bergilir Menteri Pariwisata RI dan total hadiah sebesar Rp 65 juta.

Hadiah belum termasuk dari sponsor yang biasanya menyediakan ternak untuk para pemenang. Uniknya, tahun ini Piala Menteri Pariwisata RI tersebut tak hanya diperebutkan oleh Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) dan Indragiri Hulu (Inhu), tapi juga kabupaten lainnya di Riau.

Seperti Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Pelalawan dan yang paling jauh datang dari Kabupaten Siak. Mereka ikut memeriahkan iven nasional ini. Kabupaten Inhu mengutus 33 jalur untuk berjuang membawa Piala Menteri Pariwisata dan Gubernur Riau tersebut. Jalur-jalur dari Inhu cukup punya nama dan ditakuti oleh lawan-lawannya seperti Buaya Kuning dan Tuah Kalojengking Muda Indragiri.

Sementara, untuk Kabupaten Kuansing sendiri yang paling banyak mengutus adalah Kecamatan Kuantan Tengah sebanyak 26 jalur. Disusul oleh Kecamatan Kuantan Tengah sebanyak 19 jalur.Begitu juga dengan Kecamatan Pangean dan Benai yang sama-sama mengutus 18 buah jalur. Sedangkan Kecamatan Gunung Toar mengutus 15 jalur dan Inuman sebanyak 14 jalur serta Kecamatan Hulu Kuantan sebanyak 12 jalur.

Untuk Kecamatan Kuantan Hilir diwakili oleh sembilan jalur, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Sentajo Raya dan Cerenti sama-sama 8 jalur. Sedangkan Kecamatan Logas Tanah Darat dan kabupaten tetangga masing-masing satu jalur

Menteri Pariwisata Republik Indonesia Arief Yahya saat mendapatkan laporan jumlah peserta dan penontong yang sangat fantastis itu langsung minta jajarannya untuk segera mengabadikan momen fenomenal ini.

“Pacu jalur ini fenomenal, tidak ada di dunia selain di Kuansing. Event ini berkelas dunia, saya sudah minta segera buat dokumentasi baik foto, video untuk dapat segera di viralkan. Insya Allah, tahun depan kita akan kemas lomba ini menjadi lebih besar dan mengglobal sesuai dengan temanya “Riau Menyapa Dunia”,” ujar Menpar Arief Yahya.(*)

Festival Budaya Tua Buton 2017 Memantik Investor Timur Tengah

0

Puncak perhelatan Festival Budaya Tua Buton 2017 akhirnya sampai klimaks. Acara yang digelar di Buton Sulawesi Tenggara itu berhasil memukau banyak wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara yang hadir pada festival yang dihelat sejak tanggal 19 hingga 25 Agustus 2017.

“Alhamdulillah, konsistennya acara ini membuat kami kedatangan investor asal Timur Tengah, kami menawarkan mereka tanah seluas 1070 Hektar di dekat pantai di Buton untuk dijadikan apa saja, menampung wisatawan, menambah atraksi, akses dan amenitas untuk menunjang pariwisata kami,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kabupaten Buton La Ode Zainudin Napa.

Rencananya, tanah seluas itu akan dijadikan Dive Center, Hotel, Cafe dan segala penunjang untuk wisatawan mancanegara yang mencintai bahari dan yang bersandar ke pantai Buton berwarna Hijau Toska tersebut.

“Karena Buton dekat dengan 10 destinasi prioritas yang telah ditetapkan Kemenpar yakni Wakatobi, naik kapal menuju Wakatobi hanya butuh waktu 40 menit saja. Jadi kami bisa bekerjasama dengan semua elemen pariwisata Wakatobi termasuk membuat paket wisatanya, kini proses sedang kami tindak lanjuti terus,” ujar pria berambut putih itu.

Pria yang biasa disapa Pak Zainudin itu juga mengucapkan terima kasih kepada Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti yang menyempatkan diri menghadiri acara puncak festival dan membantu promosi festival yang sudah digelar untuk kelima kalinya tersebut.

Dalam acara tersebut, Deputi disambut sangat meriah dan juga disediakan baju adat Buton. “Yang menggunakan baju adat itu adalah kelas darah biru dan petinggi di Buton,” kata Zainuddin.

Selanjutnya Esthy disambut dengan Festival Pekande-Kandea yang merupakan tradisi menyambut para pejuang dari medan pertempuran. Dalam bahasa Buton, kegiatan itu sering juga disebut Bongkaana Tao. Ini semacam makan bersama. Tempat makannya unik bernama talang, yakni nampan berkaki, sangat unik dan menarik bagi wisatawan.

Dalam sambutannya, Esthy berharap kepada seluruh masyarakat dan stake holder di Buton untuk menjaga festival ini dan melaksanakannya dengan konsisten.

“Terutama menambah nama acara dengan Festival Pesona Budaya Tua Buton 2017, jadi kami mudah mempromosikannya, selain itu harus dijaga dengan konsisten penentuan tanggal pelaksanaan. Misalnya saja, sejak sekarang tanggalnya sudah ditetapkan dan kami mudah mempromosikannya dengan baik. Tentunya dengan semangat agar budaya Buton yang menarik ini bisa didatangi oleh wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara, karena sangat unik, seperti makan bersama ini, wisatawan pasti suka,” ujar dia.

Ada beberapa event unik dan menarik yang disajikan dalam festival ini. Ada Festival Dole Dole, yang merupakan tradisi tua berupa imunisasi alamiah masyarakat Buton yang diwariskan secara turun temurun. Esthy juga menyaksikan langsung prosesi tersebut. Prosesi ini dilaksanakan untuk anak yang berumur di bawah lima tahun. Biasanya, dilengkapi pemberian nama bagi anak. Tahun ini, penyelenggaraan Festival Dole Dole menyentuh 200 anak balita.

Kegiatan lain yang sama-sama menarik adalah Festival Posuo (Pingitan). Festival yang satu ini merupakan tradisi pingitan bagi gadis remaja sebelum memasuki usia dewasa. Pada masa lampau, kegiatan pingitan dilaksanakan selama 40 hari, setelah itu menjadi 7 hari, dan saat ini dapat dilaksanakan hanya empat hari lamanya. Festival Posuo diikuti 200 gadis remaja.

Semua itu untuk melestarikan tradisi tua masyarakat Buton yang diwariskan turun temurun. Di 2017 ini, Festival Posuo diikuti 200 gadis remaja. Mereka akan tampil menarik dan mengikuti upacara ritual secara seksama.

Selanjutnya ada pelaksanaan Ritual Tandaki, yang merupakan sunatan tradisi Buton. Ritual Tandaki diperuntukkan bagi anak laki-laki yang telah memasuki masa akil balig, yang melambangkan anak laki-laki tersebut berkewajiban untuk melaksanakan segala kebaikan dan menghindari yang terlarang.
Sunatan ini sudah dilakukan ribuan tahun silam bahkan sebelum Islam masuk ke Buton.

Di zaman dulu pakai bambu, tetapi kini sudah memakai tenaga medis. Di 2017 ini yang disunat 200 anak. Selain atraksi budaya, festival Buton juga menyuguhkan kuliner yang dijamin ketagihan. Seperti ikan dole, ikan kecil-kecil dan ditumbuk dengan kelapa. Lalu ada ayam nasuwolio, bentuknya ayam goreng dengan kelapa. Belum lagi kue-kue tradisional dari bolu sampai baruasa.

Pada puncak festival, ada tarian kolosoal yang diperagakan 10 ribu orang. Lokasinya berada di panggung utama yang bisa disaksikan pengunjung dari ketinggian. Dalam rangkaian festival juga ada pameran Buton Expo. Malam harinya, ada malam hiburan rakyat berupa lomba-lomba kesenian daerah dan penampilan artis Ibu Kota dan lokal.

Pulau Buton, memang memiliki panorama alam yang indah dan mempesona. Dan Kota Baubau sebagai Kota Wisata karena ditempat ini banyak ditemui Tempat Wisata bahari, alam, peninggalan sejarah, dan wisata tradisi yang sangat menakjubkan. Kota Baubau banyak menawarkan banyak tempat wisata menarik.

Ada 15 Tempat Wisata Menarik Di Baubau Buton. Dari total destinasi yang ada, memang wisata bahari yang paling banyak. Tercatat ada lima Pantai Nirwana, Pantai Lakeba, Pantai Kolagana, Pantai Sulaa, Pantai Kamali yang masing-masing memiliki ciri khas tersendiri.

Memiliki pasir pantai berwarna putih bersih dan lembut, dengan air lautnya yang memiliki tiga kombinasi warna yakni putih, biru kehijauan dan biru muda dengan ombaknya yang tenang tanpa karang sangat cocok buat yang ingin menikmati suasana pantai.

Selain itu ada, Benteng Keraton Buton, Masjid Kuba, Cagar Alam Wakonti, Pemandian Alam Bungi, Bukit Kalampa, Air Terjun Samparona, Air Terjun Lagawuna, Gua Lakasa, Gua Kaisabu, dan Batu Poaro.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga sepakat bahwa acara Festival Budaya Tua Buton 2017memiliki arti penting dalam mewartakan potensi pariwisata Provinsi Buton pada masyarakat Indonesia dan dunia. Sebab sejauh ini, banyak potensi pariwisata yang belum digali dan diarahkan pada selera pasar.

Buton memiliki budaya yang sangat layak untuk dinikmati oleh wisatawan. “Wisatawan yang datang ke Indonesia Indonesia itu 60 persen karena budaya, 32 persen karena alam, dan sisanya karena buatan manusia. Karena itu wisata Buton yang yang berbasis budaya dan alam sangat potensial,” kata pria asli Banyuwangi tersebut. Buton harus segera mentransformasikan diri menjadi Provinsi yang berbasiskan pariwisata.(*)

Maumere Bakal Disinggahi 58 Yacht di Wonderful Sail 2 Indonesia 2017

0
 Foto: kemenpar/twitter

Maumere menjadi incaran rute 58 yachter internasional. Di 24-26 Agustus 2017, pulau berjuluk ‘Cape of Flower’ itu ‘diserbu’ 58 yacht. Puluhan yacht ini datang ke Maumere sebagai bagian dari tradisi acara layar internasional tahunan melintasi lautan Indonesia bertajuk Wonderful Sail 2 Indonesia 2017.

“Usai menyinggahi Wakatobi, peserta reli ini akan kembali berlayar dan akan singgah di Maumere selama 3 hari. Nantinya sebelum menjelajahi pulau indah lain di Indonesia,” kata Raymond Lesmana, organizer event Wonderful Sail 2 Indonesia, Kamis (24/8).

Raymond menambahkan, sedikitnya 58 kapal-kapal tanpa mesin tersebut berasal dari berbagai negara itu berlayar dari persinggahan sebelumnya Wakatobi menuju Maumere.

“Totalnya akan mencapai 70 kapal layar karena akan bertambah setelah dari Wakatobi. Yacht-yacht ini membawa sedikitnya 150-an turis mencanegara yang berasal dari beberapa negara seperti Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Kanada, Jerman. Inggris, Belanda, Belgia, Italia, Spanyol dan Perancis,” lanjutnya.

Selama 3 hari, seluruh peserta konvoi kapal yatch ini secara bertahap akan masuk ke Maumere, ibukota kabupaten Sikka dan akan diterima secara resmi oleh pemerintah daerah pada tanggal 24 Agustus 2017.

“Pemerintah Kabupaten Sikka yang didukung Kementerian Pariwisata telah menyiapkan berbagai atraksi budaya untuk menyambut peserta konvoi kapal-kapal layar yang singgah di Maumere tersebut. Dan kami akan sambut dengan gala dinner pada tanggal tersebut, bertempat di pantai Sea World Waiara” kata Yoseph Ansar Rera, Bupati Sikka.

Yoseph menambahkan, kedatangan kapal yacht ini sangat mengangkat citra Maumere sebagai destinasi wisata minat khusus ke dunia internasional. Ini sekaligus mempromosikan wilayah Nusa Tenggar Timur ke tingkat internasional sebagai destinasi wisata yang membanggakan.

Soal keindahan, Yoseph memang tak perlu khawatir. Rute yang dilalui puluhan yachter ini sangat eksotis. Sejak berangkat dari Opua di New Zealand pada awal Juli, puluhan yachter ini masuk ke Indonesia via Papua Nugini. Dari Royal Papua Yacht Club di Port Moresby di Papua Nugini, kapal berlayar dan memasuki perairan Indonesia dan telah mengeksplore beberapa persinggahan seperti Debut (23-27 Juli), Banda (30 Juli-2 Agustus), Buru Selatan (5-8 Agustus), Buton Utara (11-14 Agustus) dan terakhir Wakatobi (16-19 Agustus).

Rute selanjutnya, para peserta reli akan menyisir dan singgah di Maurole Pulau Buru (27-30 Agustus) dan Riung (1-4 September) dan singgah di Labuan Bajo (4-7 September). Labuan Bajo merupakan kawasan destinasi prioritas dan akan menikmati petualangan melihat binatang purba Komodo

Peserta kemudian akan berlayar menuju Lombok Utara (10-13 September) dan Lovina Bali (16-19 September). Kemudian kapal-kapal tersebut juga akan menambatkan jangkarnya di daratan Kalimantan yaitu Kumai, Kotawaringin Barat (22-25 September).

Usai Kutai berlanjut ke Belitung (27-30 September), Parai Beach (02-05 Oktober), Penuba (7-10 Oktober), Benan (11-14 Oktober) dan Petualangan rally akbar akan berakhir di Tanjung Pinang pada tanggal 16-20 oktober.

Potensi besar ini tak dibiarkan berlalu begitu saja oleh Kementerian Pariwisata. Lewat Sail 2 Indonesia ini, Kemenpar makin pede untuk menarik kunjungan 1.000 yacht pada tahun ini.

“Selain itu juga membangun segitiga yachtdan cruise antara Sabang-Langkawi-Phuket, tiga negara dalam satu aktivitas sailing, Kemenpar juga ikut menyiapkan program reli layar kapal yacht. Pariwisata itu borderless. Semua harus saling support,” ujar Menteri Pariwisata Arief Yahya. (*)

Jamrud dan Cokelat Bakal Kembali Panaskan Crossborder Atambua

0

Setelah sukses ‘membakar’ animo masyarakat Atambua dan Timor Leste 2016 silam, Jamrud dan Cokelat bakal kembali ke Atambua. Tentu nuansa kali ini akan dibuat beda dengan tahun lalu.

Ya, Jamrud dan Cokelat bakal kembali diboyong Kementerian Pariwisata ke crossborder area di Atambua. Kesuksesan menyedot sekitar 25 ribu penonton di 2016 menjadi bahan bakar utamanya.

Saat itu, Jamrud dan Cokelat yang manggung di dua waktu berbeda sukses mendatangkan banyak penonton. Tak hanya Atambua dan sekitarnya. Wisman asal Dili, Timor Leste, juga ikutan menyeberang ke Atambua dalam jumlah yang tidak sedikit.

Nah, di 2017 ini, dua band itu digabungkan dalam satu panggung. Dua-duanya manggung di waktu yang sama. Jamrud dan Cokelat bakal sama-sama tampil di festival bertajuk Wonderful Indonesia Crossborder di Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 27 Agustus 2017 di Lapangan Simpang Lima, Atambua – Kab. Belu, NTT.

“Even ini untuk mendukung Nawacita Presiden Jokowi dan juga menjaring lebih banyak wisatawan mancanegara (wisman) asal Timor Leste. Ini sekaligus meningkatkan aktivitas industri pariwisata di kawasan perbatasan,” ujar Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko Astuti. Saat didampingi Kabid Promosi Wisata Buatan, Ni Putu G. Gayatri, Rabu (23/8).

Esthy menambahkan, perhelatan ini merupakan rangkaian kegiatan Penyelenggaraan Festival Crossborder Atambua di tahun 2017 yang terus konsisten digelar oleh Kemenpar. “Ini daerah paling dekat dengan perbatasan antara Indonesia dengan Timor Leste. Ada pintu perbatasan Mota¡¯ain yang menghubungkan antara Indonesia dengan Timor Leste. Jadi sangat berpotensi mendatangkan wisatawan,” ujar Esthy yang diamini Gayatri.

Lantas mengapa harus Jamrud dan Cokelat? Kenapa juga Kementerian Pariwisata dan Pemkab Belu sampai mau repot-repot memboyong dua band papan atas Indonesia itu ke crossborder area?

“Karena basis penggemar mereka di wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste sangat kuat dan solid. Bahkan boleh dibilang fanatik,” ungkap wanita berkerudung itu.

Dan Esthy tak asal bicara. Saat tampil terpisah di 2016 silam, Atambua langsung heboh diserbu sekitar 25 ribu penonton. Detak ekonominya berdetak sangat kencang. Hotel, pedagang kecil, rental mobil, restoran, semuanya panen raya.

Bagi Menpar Arief Yahya, membalut wisata perbatasan lewat musik memang sangat pas. Atambua yang tadinya sepi kini mulai dilirik wisman Timor Leste. Kota yang tadinya menjadi pusat penampungan pengungsi dari Timor Timur saat 1999 itu sudah naik kelas. Artis-artis tampil di sana tak lagi didominasi band-band lokal ataupun bintang kelas dua nasional. Semua sudah artis papan atas Indonesia.

“Musik itu universal. Dan kebetulan, Jamrud dan Cokelat punya basis fans yang besar di Atambua dan Timor Leste. Untuk menciptakan crowd memang perlu bahasa universal dan musik adalah salah satu jawabannya. Bahkan saat launching event daerah yang berskala nasional, Kemenpar selalu menyisipi musik berkelas dengan home band Purwacaraka. Kekuatan musik sangat dahsyat,” tutur Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Pria peraih penghargaan “Marketeer of the Year” 2013 tersebut memang sudah sering membuktikan keampuhan musik di wilayah perbatasan. Di Atambua, Kemenpar sukses mendatangkan ribuan wisman Timor Leste setelah memboyong Juara Rising Star Indonesia Andmesh Kamaleng dan Mahadewi akhir bulan Juni yang lalu.

Hasilnya, penonton dibuat terkesima. Masyarakat Atambua, Malaka, Timur Tengah Utara hingga wisman Timor Leste terlihat sangat senang. Semua menyisakan cerita indah di media sosial dan diviralkan kemana-mana.

“Tunggu apalagi. Tanggal 27 Agustus 2017 Jamrud dan Cokelat siap menghentak mulai jam 7 malam waktu setempat. Ayo berwisata ke ke Atambua,” promosi Menpar Arief Yahya. (*)

Kereta Pancasila Presiden Jokowi Akan Pimpin Pawai Karnaval Kemerdekaan di Bandung

0

Besok, ya besok, Sabtu, 26 Agustus 2017 puncak peringatan HUT RI ke-72 di Bandung.

Ada #KarnavalPesonaParahyangan yang bakal heboh dan diikuti Presiden Joko Widodo pukul 09.00 WIB.

“Jangan lupa penonton pakai baju-baju adat ya? Kenakan Busana Nusantara, biar penontonnya keren, peserta karnavalnya juga keren! Foto dan Video nya juga keren,” ungkap Arief Yahya Menpar.

Ini akan menjadi karnaval paling unik. Penonton menyaksikan peserta karnaval. Sebaliknya peserta karnaval juga bisa melihat penonton yang berpakaian tradisional, dari mana saja asal sukunya.

“Silakan yang perempuan pakai selendang, yang laki-laki mengenakan ikat kepala atau blangkon (Joglosemar), totopong (Sunda), udeng (Bali), sortali (Batak). Pasti seru!” ungkap Arief Yahya sambil mengingatkan untuk menyisakan space di memmory smart phone-nya untuk memotret karnaval ini.

Sejuta Pesona Karnaval Kemerdekaan yang akan digelar di Bandung, Jawa Barat, Sabtu 26 Agustus 2017 sepertinya sudah siap ditampilkan. Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana akan menaiki mobil hias bertemakan Pancasila. Mobil hias itu akan bersatu dalam arak-arakan dengan mobil hias lainnya.

“Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana akan ikut berpartisipasi sebagai peserta karnaval dengan menaiki mobil hias Kereta Pancasila yang menyiratkan makna budaya kerja dan gotong royong dalam laku budaya berupa kebersamaan,” kata Menteri Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya menjelaskan, penyelenggaraan karnaval kemerdekaan ini sebagai tradisi yang dimulai 2015 lalu sebagai acara penutup puncak perayaan kemerdekaan. Karnaval kemerdekaan kali ini melibatkan lebih dari 1.115 peserta berlatar belakang seniman dan berbagai komunitas anak muda di Jawa Barat, serta perwakilan budaya dari 12 provinsi yang berkolaborasi dan bekerja bersama untuk menghadirkan pesta rakyat yang meriah.

Karnaval kemerdekaan ini menjadi pesta rakyat yang menampilkan arak-arakan budaya nusantara sebagai representasi dari keberagaman suku dan budaya di Tanah Air dengan semangat api kerja bersama untuk mengisi kemerdekaan.

“Bandung dikenal sebagai kota kreatif dan budaya, pemilihan Bandung sebagai tempat penyelenggaraan akan semakin menguatkan posisi Bandung sebagai pusat industri kreatif dan destinasi karnaval berkelas dunia,” kata Menpar Arief Yahya.

Budayawan yang juga ditunjuk menjadi ketua tim kurator Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan 2017 yang merupakan puncak perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-72, Aat Suratin menjelaskan, Kereta Pancasila yang akan dinaiki Presiden Jokowi beserta Ibu Negara Iriana di Kota Kembang nanti, dirancang khusus oleh lima seniman yang diketuai Tisna Sanjaya, perupa asal Bandung yang karya-karyanya sudah mendunia.

“Kereta Pancasila tidak berkuda, beda dengan saat beliau diarak saat pelantikan Presiden lalu. Kereta Pancasila ini merupakan mobil hias sejenis truk yang didesain sedemikian rupa. Bagian depannya berbentuk hiasan kepala Burung Garuda. Sedangkan bagian belakangnya ada ruang khusus untuk berekspresi,” terang Aat.

Tisna Sanjaya adalah seniman berkebangsaan Indonesia kelahiran lahir di Bandung, Jawa Barat. Pria berusia 59 tahun ini namanya dikenal secara luas melalui karya-karyanya berupa lukisan yang terpajang di puluhan kali pameran yang diselenggarakan baik dalam negeri maupun luar negeri.

Tisna juga salah satu penerima Anugrah Adhikarya Rupa untuk kategori personal tahun 2014. Bakat seninya terlihat sejak usia muda. Ia sering menggambar di tembok-tembok rumah. Kendati orangtuanya pedagang ayam, namun mereka sangat mendukung bakat seninya. Ini karena lingkungan rumahnya tak jauh dari kesenian.

Kereta Pancasila yang dinaiki Presiden Jokowi ini akan memimpin pawai dan berada paling terdepan. “Presiden Jokowi dengan Kereta Pancasila akan jadi pelatuk, kata urang Sunda atau kepala arak-arakan. Kemudian beliau akan turun dari Kereta Pancasila tepat di panggung kehormatan untuk menyaksikan peserta karnaval berpawai dari atas panggung,” jelas Aat.

Rangkaian kegiatan karnaval di Bandung akan dimulai pukul 08.00 WIB dengan panjang lintasan karnaval 2,2 km. Jalur karnaval membentang dari Gedung Sate sampai Balai Kota Bandung. Kegiatan karnaval akan diramaikan dengan tampilnya Rombongan Rebana dari Pondok Pesantren Nurul Iman, Karaton Kapangeranan Gebang Kinatar Cigugur Kuningan, Kuda Renggong Sumedang, Kesenian Gotong Garuda, Reog Ponorogo, kesenian Sisingaan asal Subang, serta perwakilan budaya dari 12 provinsi di Indonesia.

Selain itu, juga melibatkan berbagai komunitas anak muda dan komunitas budaya di Bandung, seperti Paguyuban Sepeda Baheula Bandung, Komunitas Historia Van Bandung, Pemain Engrang Jack Obin, Mojang Lenjang dan Jajaka Gandang Parahyangan, Atlet Sepatu Roda KONI Bandung, dan Komunitas Cosplay Bandung.

Untuk membuat karnaval ini makin meriah yaitu pihaknya juga akan melibatkan penyelenggara karnaval-karnaval terkenal lainnya di Indonesia, seperti Jember Fashion Carnaval, Solo Batik Carnival, dan Tomohon International Flower Festival. (*)

 

Siap Sambut Era Jaringan Fiber Optik

0
Suasana pelatihan instalasi jaringan fiber optil di SMKN 4 Tanjungpinang, Rabu (23/8).

batampos.co.id – Kemajuan teknologi jaringan yang mengunakan jaringan fiber optik membuat SMK Negeri 4 Tanjungpinang berbenah. Sebagai sekolah kejuruan yang memiliki jurusan teknologi jaringan SMK di Tanjungpinang Timur ini ingin menyiapkan sumber daya manusia yang mumpuni di bidang ini.

Untuk itu, selama enam hari pada 21-26 Agustus ini digelar lokakarya dan sertifikasi jaringan berbasis teknologi fiber optik yang merupakan kerja sama DitPSMK dan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (APJATEL). Pelatihan diberikan kepada guru produktif kompetensi keahlian TKJ di SMKN 4 Tanjungpinang.

“Kami ingin meningkatkan kompetensi guru-guru kami agar kelak dapat menghasilkan SDM yang andal di bidang instalasi fiber optik,” ujar Kepala SMKN 4 Tanjungpinang, Sulasmi, Rabu (23/8) kemarin.

Pelatihan ini, sambung Sulasmi, diharapkan dapat memberikan hasil terbaik berupa guru-guru kompeten yang kelak jakan disertakan mengikuti pelatihan instruktur di SMKN 4 Tasikmalaya. Setelah itu mereka kembali ke daerah dan menjadi instruktur instalasi fiber optik.

Selain itu, juga bertujuan menjadikan SMKN 4 Tanjungpinang sebagai pusat pelatihan guru yang belum sempat mendapatkan pelatihan serupa.

“Dengan begitu SMKN 4 Tanjungpinang juga ikut memberikan kontribusi nyata bagi pendidikan Tanjungpinang,” ungkap Sulasmi.

Sementara itu, Ketua Komite SMKN 4 Tanjungpinang, Tarsan Setyo Budi mengapresiasi kegiatan pelatihan ini. Bagi Budi, pelatihan semacam ini dapat menjadikan SMKN 4 sebagai sekolah kejuruan yang keberadaannya semakin diperhitungkan di Tanjungpinang. Apalagi, sambung dia, jika kelak benar-benar menjadi pusat pelatihan guru-guru agar semakin kompeten menjadi instruktur instalasi fiber optik.

“Sekarang teknologi semakin maju. Kalau tidak mengejar ya akan ketinggalan. Fiber optik ini kan teknologi terkini dan SMKN 4 siap menyambutnya dengan mencetak generasi andal di bidang ini,” pungkas Budi. (aya)

Jalan Tak Diperhatikan, Dilintasi Gubernur dan Dilewati DPRD

0
Jalan Tanjung Duku Dompak yang belum di aspal. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Meskipun berada di kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Kepri, tak menjamin Tanjungduku, Dompak, Tanjungpinang mendapatkan perhatian pembangunan infrastruktur. Bahkan untuk jalan yang panjangnya seratusan meter tersebut kondisinya semakin memprihatinkan.

“Kami juga heran, Tanjungduku ini selalu dilintasi Gubernur dan dilewati DPRD Kepri. Tetapi kenapa untuk pembagusan jalan tidak bisa mereka bantu,” ujar Badris warga Tanjungduku menjawab pertanyaan Batam Pos, Rabu (23/8) di Dompak, Tanjungpinang.

Menurut Badris, kondisi jalan yang menurun, dan berbatu sangat mengancam bagi pengendara yang melintas. Apalagi bagi mereka yang menggunakan sepeda motor. Tentu harus sangat berhati-hati. Lantaran kondisi jalan yang tidak baik, bahkan banyak lobang.

“Kalau jalannya bagus, tentu masyarakat disini (Tanjungduku,red) akan sangat senang. Karena aksesnya sudah baik,” paparnya.

Masih kata Badris, kapal cepat milik DPRD Kepri maupun Pemprov Kepri yang akan membawa rombongan ke Batam selalu parkir di Pelabuhan Tanjungduku ini. Disebutkannya, Pelabuhan Tanjungduku adalah merupakan akses utama saat berlangsungnya pembangunan Pusat Pemerintahan Kepri di Dompak.

“Kita berharap banyak tentunya, mulusnya jalan disini mungkin sudah cukup. Karena nanti yang ikut menikmati adalah Gubernur dan DPRD Kepri juga,” papar Badris.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang dan Pertanahan, Pemprov Kepri, Abu Bakar mengatakan pihaknya sudah mendapatkan tugas dari Gubernur untuk masalah jalan di Tanjungduku tersebut. Menurutnya, untuk tahap awal pihak berencana melakukan perataan.

“Kalau untuk pembangunan infrastruktur jalannya tentu harus kita selesaikan dulu persoalan lahannya. Tapi yang penting, keinginan masyarakat disana sudah masuk dalam daftar kerja kami,” ujar Abu Bakar, belum lama ini.(jpg)

Industri Dukung Rencana Bikin Balai Latihan Kerja di Nongsa

0

batampos.co.id – Rencana Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) yang akan membangun Balai Latihan Kerja (BLK) di Nongsa pada tahun 2018 mendapat apresiasi dari kalangan industri.

“Kita berikan apresiasi terhadap ide tersebut. Jika BLK tersebut dapat dimanfaatkan dengan benar pasti akan banyak memberikan peluang bagi tenaga kerja dalam meningkatkan keterampilannya,” kata Wakil Ketua Koordinator Himpunan Kawasan Industri (HKI) Kepri, Tjaw Hoeing atau yang biasa sering dipanggil Ayung, Rabu (23/8) di Wisma Batamindo, Batam.

BLK tersebut nanti harus dikelola oleh tangan-tangan profesional. Salah satu BLK yang bisa dijadikan contoh adalah BLK yang berada di Penang, Malaysia.

“Disana banyak industri berteknologi tinggi kan. Mereka punya namanya Penang Skills Development Centre yang membantu perusahaan disana supaya tenaga kerjanya dilatih menjadi terampil,” ungkapnya.

Kemudian, BLK di Johor yang bernama Johor Skill Development Centre. “Mereka banyak program dalam membantu perusahaan untuk mendapatkan tenaga kerja terampil,” jelasnya.

Menurutnya, BLK yang memiliki standar profesional sudah saatnya dimiliki oleh Batam yang notabene merupakan kota industri.

Keberadaan BLK sangat penting dalam menghadapi persaingan dunia usaha kerja. Tenaga kerja lokal di Batam perlu mengasah kemampuan dan kompetensi sesuai yang dibutuhkan oleh industri.

“Nah ini kesempatan bagi para pencaker yang sudah lulus dari BLK dapat menjadi tenaga kerja yang tidak hanya kompeten dan punya daya saing tapi juga tersertifikasi,” ungkapnya.

Wacana pembangunan BLK dibenarkan oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja (Kadisnaker) Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Rudi Sakyakirti.

Ia mengatakan BLK tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 5 hektare di Nongsa. Pemko Batam sudah berbicara dengan BP Batam untuk memastikan pengalokasian lahan berjalan mulus.

“BLK ini dikelola nantinya oleh Kemenaker. Mereka akan membentuk semacam Unit Pelaksana Teknis Pusat (UPTP) di daerah,” jelasnya.

BLK ini nantinya menyesuaikan kurikulum ajar dengan kebutuhan industri di Batam yang didominasi oleh industri manufaktur dan maritim seperti migas.

Saat ini Rudi mengungkapkan terjadi ledakan welder atau orang yang ahli dalam pengelasan. Momennya tidak tepat karena industri lagi lesu.”Sehingga banyak welder yang menganggur,” terangya.

Alasan lainnya mengapa Batam membutuhkan BLK adalah karena ketika industri di Batam lagi lesu, banyak tenaga kerja berkompetensi tinggi malah lompat keluar negeri.

Rudi juga menjelaskan BLK ini akan diprioritaskan untuk lulusan SMK di Batam.

Bahkan sejak SMK sekalipun, Pemko Batam telah bekerjasama dengan Citra Tubindo dari Kawasan Industri Terpadu Kabil (KITK) untuk membuka kelas Citra Tubindo. “Kurikulumnya disesuaikan dengan kebutuhan industri di Batam,” katanya.

ilustrasi

Pernyataan Rudi tersebut dibenarkan oleh Humas Kawasan Industri Terpadu Kabil (KITK), Naradewa.

Naradewa mengungkapkan saat ini pihaknya telah menjalin kerjasama dengan SMK 6 Batam.

“Lulusan SMK itu begitu lulus belum siap kerja,” katanya.

Namun, KITK melihat peluang tersebut, kemudian mencoba berbicara dengan Kemenaker dan Disnaker Pemko Batam bagaimana cara mempersiapkan lulusan SMK agar bisa bekerja di kawasan industri.

“Apalagi pemerintah saat ini sudah memulai program revitalisasi SMK, dimana kurikulum SMK dapat diubah sesuai kebutuhan industri,” ungkapnya.

Citra Tubindo mencoba untuk memanfaatkan momen tersebut dengan membuka kelas Citra Tubindo dengan merangkul pelajar dari SMK 6 Batam.

“Masa pendidikan SMK itu 3 tahun. Dan kami sumbang 1000 jam pendidikan,” jelasnya.

Kurikulum ajar dibuat Citra Tubindo, begitu juga dengan pengajarnya.

“Jadi begitu lulus siap kerja. Kemudian akan diatur lagi kebutuhan kerjanya sehingga semuanya dapat kesempatan bekerja,” pungkasnya.(leo)

10 Saksi Diperiksa Kasus Korupsi Rumah Dinas DPRD

0

batampos.co.id – Pemeriksaan saksi terhadap kasus dugaan korupsi tunjangan rumah dinas DPRD Natuna tahun 2011 yang merugikan negara Rp 7,7 miliar hampir rampung. Tim penyidik pun tinggal memintai keterangan sebanyak 10 orang saksi lagi sebelum melanjutkan pemeriksaan terhadap saksi.

Asisten tindak pidana khusus (Aspidsus) Kejati Kepri, Ferrytas, mengatakan 10 orang saksi yang akan diambil keterangannya tersebut diantaranya terdapat sejumlah pejabat di Pemkab Natuna dan juga anggota DPRD Natuna.

“Pokoknya mereka yang mengetahui terkait tunjangan rumah dinas DPRD Natuna itu,” ujar Ferytas.

Dikatakan Ferytas, lambannya proses pemeriksaan saksi dalam kasus tersebut. Karena para saksi diambil keterangannya untuk lima orang tersangka.

“Lamban tapi pasti. Demi penanganan perkara yang berkualitas. Intinya semua kami tangani secara porposional dan profesional,” kata Ferytas.

Seperti diketahui sebelumnya, penetapan tersangka terhadap kelima orang tersebut dilakukan pihaknya setelah ditemukan dua alat bukti dugaan korupsi dana tunjangan Rumah Dinas DPRD Natuna tahun 2011 hingga 2015.

“Pemberian tunjangan rumah dinas tersebut tidak menggunakan aturan yang jelas sehingga negara dirugikan Rp 7,7 miliar,” ujar Yunan.

Dikatakan Yunan, dalam kasus tersebut. Pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 30 orang saksi sebelum menetapkan tersangka. Sedangkan pengalokasian anggaran untuk rumah dinas sendiri ditandatangani dua mantan Bupati yakni Ilyas Sabli dan Raja Amirullah dalam Surat Keputusannya.

“Tunjangan yang diterima ini berbeda. Untuk unsur pimpinan Rp 14 juta perbulan, wakil Ketua Rp 13 Juta, sedangkan anggota Rp 12 juta. Ini berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan,” kata Yunan.

Untuk kasus ini, sambung Yunan, tidak menutup kemungkinan tersangka akan bertambah. Hal ini tergantung dari hasil penyidikan yang sedang berlangsung.

Akibat perbuatannya, terang Yunan, para tersangka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan korupsi jo Pasal 55 KUHP.(ias)