Rabu, 1 April 2026
Beranda blog Halaman 12964

PHRI Sebut Tingkat Hunian Hotel di Batam Naik 15%

0

batampos.co.id – Sektor pariwisata Batam dan Kepri yang sempat lesu mulai bangkit kembali. Ini terlihat dari tingkat hunian hotel pada Juli-Agustus yang naik sebesar 15 persen jika dibandingkan pada kuartal kedua tahun ini.

Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kepri, Tupa Simanjuntak, mengatakan pada kuartal kedua tahun ini tingkat hunian hotel di Kepri rata-rata hanya 30 persen. Namun pada periode Juli-Agustus naik menjadi rata-rata 45 persen.

“Padahal bukan musim liburan. Ini karena banyak acara dinas sekarang sudah mulai digelar di hotel,” kata Tupa Simanjuntak di Hotel Novotel Batam, Rabu (23/8).

Saat ini tamu yang menginap di hotel tidak didominasi olah wisatawan manca negara (wisman). Sebaliknya mayoritas adalah wisatawan domestik. Dan ini harus dioptimalkan oleh pelaku usaha.

Menurut Tupa, sebenarnya pangsa pasar bisnis perhotelan di Kepri bukanlah wisman, melainkan wisatawan Nusantara. Sebab, kata dia, jika bisnis perhotelan Batam menyasar pasar Singapura, maka pangsa pasarnya hanyalah 5,6 juta warga Singapura.

Begitu juga jika berharap pasar Malaysia. Maka hanya ada sekitar 30,1 juta orang sasaran. “Sementara warga Indonesia sudah sampai 240 juta lebih. Inilah sasaran yang potensial,” katanya.

Menurutnya, saat ini pelaku wisata harus terus cekatan dan melakukan pelayanan maksimal kepada setiap tamu. “Saat ini jangan hanya menunggu tamu datang. Tetapi bagaimana mendatangkan mereka,” katanya.

Batam dan Kepri pada umumnya memiliki destinasi yang luas biasa yang tidak dimiliki oleh Singapura dan Malaysia.

“Destinasi di sana (Singapura dan Malaysia) adalah buatan manusia seperti Universal. Tetapi kita memiliki nature yang sangat luar biasa,” katanya.

Destinasi wisata ini yang harusnya dimanfaatkan oleh pelaku usaha. Termasuk peran penting dari pemerintah daerah untuk mengembangkannya.

“Kita punya Pulau Abang yang keindahan bawah lautnya sangat luar biasa. Tapi sayang tidak terurus,” katanya.

Ia mencontohkan home stay yang ada di Pulau Abang saat ini sudah tidak terawat. Khususnya yang dibangun oleh Pemko Batam. “Yang terawat itu yang milik warga saja,” tambahnya.

Demikian juga dengan fasilitas pendukung lainnya di daerah wisata yang tidak mendukung. “Kamar mandi di beberapa pantai di Batam sangat tidak layak,” katanya.

Beberapa turis asing menikmati hidangan makanan di bawah pohon kelapa tepi pantai Palm Spring, Nongsa, Sabtu (6/5). Sabtu dan Minggu banyak turis dari luar negeri berkunjung ke Batam. Batam adalah nomor tiga terbanyak dikunjungi turis setelah Jakarta dan Bali. F. Dalil Harahap/Batam Pos

Banyak destinasi wisata di Batam didatangi wisman setelah melihat di media sosial. Tetapi setelah datang berkunjung banyak yang kecewa, dan tidak mau datang lagi.

“Padahal tugas kita semua adalah bagaimana wisman datang ke Batam tidak langsung bosan. Tapi bagaimana datang kembali untuk kesekian kalinya,” katanya.

Menurutnya, jika berkembang pariwisata, maka akan sangat membantu ekonomi rakyat. Terutama masyarakat kecil. Ia berharap industri kerajinan dan kuliner juga didorong. Sehingga bisa menjadi oleh-oleh wisatawan.

“Pariwisata itu sangat berpotensi meningkatkan perekonomian. Saya ulangi, peran pemerintah sangat penting,” katanya.

Ketua Asosiasi Pariwisata Bahari (Aspabri) Kepri, Surya Wijaya, mengatakan pihaknya selama ini aktif untuk mensosialisasikan keindahan alam di Kepri. Di mana banyak wisatawan yang harusnya berkunjung ke Singapura dan Malaysia justru dialihkan ke Batam dan Bintan.

“Kita yakinkan mereka bahwa Batam itu bagus dan layak untuk dikunjungi,” katanya.

Menurutnya, kekayaan alam yang ada di Kepri ini bisa dieksplorasi. Yang penting ada komitmen bersama.

Wakil ketua komisi II DPRD Batam, Sallon Simatupang juga mengatakan pariwisata bisa diandalkan untuk memperbaiki situasi perekonomian. Tetapi ia berharap dinas pariwisata dan kebudayaan untuk lebih serius menggarap peluang pariwisata ini.

“Ini menjadi tanggungjawab bersama untuk memperbaiki pariwisata Batam. Pemko harus serius memperbaiki dan membenahi destinasi wisata,” katanya. (ian)

 

 

 

Sultan Mahmud-Tuan Guru, Adu Kuat untuk Gelar Pahlawan

0

 

Poster Sultan Mahmud Riayat Syah saat memimpin Kesultanan Lingga diperkenalkan pada event tingkat Provinsi Kepri. F. Dok Batam Pos.

batampos.co.id – Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) telah menyimpulkan, ada dua kandidat yang layak untuk menyandang status Pahlawan Nasional tahun 2017 ini. Mereka adalah Sultan Mahmud Riaayat Syah (SMRS) III dari Provinsi Kepri dan Tuan Guru Kiai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dari Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Dari 10 nama yang masuk dalam daftar sidang TP2GP, hanya dua nama itulah yang direkomendasikan ke Presiden Jokowi,” ujar

Ketua Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) Kepri, Abdul Malik menjawab pertanyaan Batam Pos, Selasa (22/8) di Tanjungpinang.

Menurut Dekan, Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan (FKIP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang tersebut, tidak ada catatan sedikitpun yang dialamatkan kepada SMRS. Malik menegaskan, dengan demikian tidak ada yang catatan bagi Sultan untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional pada 10 November mendatang.

“Kita berharap, Bapak Presiden bijak dalam membuat keputusan. Artinya untuk lebih adil, alangkah baiknya kedua nama tersebut disematkan gelar pahlawan nasional tahun ini,” harap Malik.

Meskipun demikian, apabila Presiden memutuskan hanya satu nama, dirinya tetap optimis, SMRS berada digaris terdepan untuk mendapatkan gelar tersebut. Menurutnya, usulan sekarang ini adalah merupakan yang pertama dari Kepri. Menurutnya apabila mimpi ini terwujud, maka gelar pahlawan nasional bagi SMRS adalah hadiah istimewa bagi hari jadi Provinsi Kepri ke 15 tahun.

“Mudah-mudahan gelar pahlawan menjadi kado istimewa bagi hari jadi Kepri ke 15 tahun. Meskipun pengumumannya pada 10 November mendatang. Kita sudah melekatkan gelar, Pahlawan Griliyawan Laut pada Sultan Mahmud,” papar Malik.

Seperti diketahui, Sultan Mahmud Shah III merupakan sultan Johor-Riau-Lingga ke-16 pada 1761-1812 Masihi. Menurut sejarah, Raja Mahmud masih berusia setahun ketika dinobatkan sebagai Sultan menggantikan Sultan Ahmad Riayat Shah (Marhum Tengah) yang mangkat pada tahun 1761, dengan gelaran Sultan Mahmud Syah III.(jpg)

Jalur Lingkar Bagan-Punggur Mulai Dikerjakan

0

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepri mulai membangun jalan lingkar yang menghubungkan kampung Bagan ke komplek Bumi Perkemahan, Punggur sebagai jalur alternatif dari Seibeduk ke wilayah Punggur. Proyek yang dikerjakan oleh kontraktor pelaksana CV Laluna Artha Kencana itu nantinya juga akan membangun jembatan di samping Dam Duriangkang.

Sebelumnya jalan tersebut memang sudah ada namun hanya bisa dilalui kendaraan roda dua saja. Itu karena selain belum diaspal, jalan tersebut harus melalui kawasan Dam Duriangkang sifatnya tertutup untuk umum. Padahal jalan tersebut merupakan satu-satunya akses jalur alternatif jika jalan utama S Parman ataupun Pangeran Diponegoro mukakuning tutup baik karena macet, banjir ataupun sedang ada aksi unjuk rasa.

Pengerjaan jalan sudah dimulai sejak sepekan belakangan ini dan targetnya akhir tahun proyek tersebut sudah rampung.

Kasi Preservasi jalan dan Jembatan Dinas PU Provinsi Kepri, Andoko yang datang ke lokasi proyek bersama rombongan Komisi III, DPRD Provinsi Kepri, Selasa (22/8) menuturkan, proyek pembangunan jalan dan jembatan itu merupakan jawaban pemerintah provinsi Kepri untuk memenuhi kebutuhan jalur alternatif di kota Batam. Untuk proyek tersebut Pemprov mengucurkan APBD Kepri tahun 2017 sebesar Rp 1,5 miliar.

“Panjangnya hampir satu kilometer dengan ROW 30 meter juga. Nanti ada pembuatan jembatan juga di samping Dam,” ujar Andoko.

Untuk jembatan memang tidak sepenuhnya dibangung sepanjang dam yang ada, namun hanya separuh saja.

“Jembatannya dibuat bagian sisi luar dam, nanti di sisi pinggir baik dari arah Bagan ataupun Punggur tetap ada penimbunan. Jembatan tak sepanjang dam itu,” ujar Andoko.

Pekerja meratakan jalan alternatif di Kampung Bagan, Seibeduk, Selasa (22/8). Jalan ini nanti tembus antara Piayu dan Punggur. F. Dalil Harahap/Batam Pos

Ketua Komisi III DPRD Kepri Saproni, Se menyambut baik proyek pembangunan jalan tersebut. Dia berharap agar proyek tersebut cepat diselesaikan sehingga kebutuhan jalur alternatif baik dari arah Punggur atuapun Seibeduk secepatnya tersedia.

“Ini juga akan nyambung dengan proyek pembuatan dua jalur di jalan S Parman. Selama ini memang belum ada jalur alternatif dari Seibeduk. Satu-satunya akses keluar melalui Mukakuning. Kalau mukakuning macet atau ada aksi unjukrasa, warga cukup kewalahan untuk beraktifitas keluar. Jadi ini akan sangat membantu karena akan lebih dekat kalau ingin ke Punggur atau sebaliknya,” ujar Saproni.

Pengerjaan jalan alaternatif itu disambut baik masyarakat Seibeduk. Warga mengaku sudah sangat lama mengidamkan adanya jalur alternatif itu.

“Selama ini sudah kalau mau ke Punggur pakai mobil, harus mutar jauh ke Mukakuning. Begitu juga kalau macet atau banjir di Mukakuning, yang pakai mobil tak bisa ngapa-ngapain. Tak ada jalur lain. Makanya kami berharap agar proyek ini cepat selesai sehingga ada jalan yang dekat untuk ke Punggur,” ujar Maisah, warga kampung Bagan. (eja)

PT Pembangunan Kepri Belum Lepas dari Hutang

0
Dengan kondisi PT PK yang memprihatinkan, namun PI Migas 10 Persen yang akan dialokasikan untuk Kepri tidak lepas dari peran PT PK. Foto: smabuenergy.com

batampos.co.id – Direktur PT. Pembangunan Kepri (PK), Rudianto Ruben mengatakan kondisi perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Provinsi Kepri yang dipimpinnya semakin memprihatinkan.

Jangankan untuk memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepada Pemprov Kepri, untuk bertahan saja susah. Apalagi sejak dilantik, dirinya sudah harus menanggung utang sebesar Rp 10 miliar dari pimpinan sebelumnya.

“Kalau ditanya kondisi, seperti pepatah mengatakan, hidup segan mati tak mau. Namun demikian, kami tetap berupaya untuk membangkitkan kembali kesehatan PT Pembangunan Kepri,” ujar Rudianto Ruben, Selasa (8/22).

Dikatakannya, sejak dirinya dilantik menggantikan Muhammad Syahrial pada 7 Maret 2014, kondisi keuangan BUMD dalam keadaan morat-marit. Karena dirinya harus menanggung beban utang yang ditinggalkan. Pihaknya sudah berupaya untuk bangkit dengan berbagai cara. Tetap saja belum bisa menstabilkan kondisi keuangan PT. Pembangunan Kepri.

“Apa artinya kita dikasih senjata, tetapi pelurunya tidak ada. Kalau pepatah mengatakan, patah kaki bertongkat, patah tongkat merangkak ,” papar Rudianto Ruben.

Disebutkannya juga, dengan kondisi keuangan yang semakin memprihatinkan, pihaknya juga terpaksa melakukan efesiensi tenaga kerja. Dari awalnya yang jumlahnya hampir 20 pekerja, kini yang tersisa hanya tinggal 4 orang pekerja. Masa baktinya akan berakhir pada 2019 mendatang. Sebelum tiba waktu tersebut, dirinya masih terus berupaya berbuat. Sehingga ada hasil yang signifikan dibawah kepimimpinannya.

“Memang saat ini, kita masih memegang pengelolan aptur di Bandara. Tetapi penerimaan yang ada, hanya mampu untuk operasional dan gaji karyawan. Dengan bergantinya Gubernur, tentunya menjadi spirit bagi bangkitnya PT Pembangunan Kepri,” harap Rudianto Ruben.(jpg)

PI Migas untuk Kepri 10 Persen

0
Rig pengeboran Migas di perairan pulau Bintan. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kepri, Amjon mengatakan upaya Pemerintah Provinsi Kepri untuk mendapatkan bagian Partisipan Interest (PI) Minyak dan Gas (Migas) sebesar 10 persen tinggal selangkah lagi. Menurut Amjon, sekarang ini adalah tinggal menunggu keluarnya Surat Keputusan (SK) Menteri Energi dan Sumber Meniral (ESDM).

“Surat keputusan yang dimaksud adalah menyangkut pengakuan bahwa Kepri adalah merupakan daerah penghasil Migas. Apabila sudah ada surat tersebut, keuangan daerah akan lebih kuat,” ujar Amjon menjawab pertanyaan media di Tanjungpinang, Selasa (8/22).

Mantan Pejabat Karimun tersebut mengakui, hampir terwujudnya usaha untuk mengelola PI Migas 10 Persen tentu tidak lepas dari peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kepri, yakni PT. Pembangunan Kepri. Menurut Amjon, dengan adanya keputusan itu nanti, peran BUMD Kepri akan lebih strategis. Karena ada tanggungjawab besar yang diberikan.

“Meskipun tertatih-tertatih, BUMD Kepri terus berupaya untuk bangkit. Semoga dengan adanya tanggungjawab itu nanti, BMUD Kepri bisa memberikan kontribusi lebih bagi daerah,” papar Amjon.

Dijelaskan Amjon, saat ini BUMD Kepri juga sudah membentuk anak perusahaan yang bergerak dalam bidang migas. Karena itu sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan PI. Kemudian, melalui anak perusahaan tersebut BUMD bisa menjalin kerjasama dengan pihak ketiga untuk mendapatkan modal kerja. Diakuinya, mengandalkan keuangan daerah tentu sangat tidak mungkin.

“Meskipun nilainya hanya 10 persen. Tak akan cukup anggaran daerah untuk dijadikan modal dalam mengelola PI tersebut. Bagaimana baiknya nanti, tentu akan kita bicarakan kembali,” tutup Amjon. (jpg)

 

Jaksa Tahan Oknum ASN Pemko Batam

0

batampos.co.id – Tersangka dalam penyelewengan anggaran kegiatan dinas sosial dan pemakaman (Dinsoskam) Kota Batam, Raja Muhammad Rizal , mantan bendahara Dinsoskam 2015, tak lagi hidup bebas.

Ia dijebloskan ke dalam tahanan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Selasa (22/8).

Aparatur sipil negara (ASN) Pemko Batam yang ditetapkan tersangka sekitar 6 bulan lalu itu, juga sudah tiga kali mangkir dalam pemanggilan pihak Kejari Batam.

“Hingga tadi (kemarin,red), tersangka hadir memenuhi panggilan kami untuk pemeriksaan akhir, dan langsung ditahan di Rutan Batam,” ujar Kasi pidsus Kejari Batam, M Chadafi Nasution.

Ia mengatakan, dari hasil pemeriksaan berkala yang dilakukan pihaknya dan audit dari tim BPKP bahwa terbukti adanya perbuatan melanggar hukum yang dilakukan tersangka.

“Kerugian negara mencapai Rp 1.505.990.249 bersumber dari anggaran 15 kegiatan 2015 yang tidak disetorkan terdakwa ke kas daerah,” terang Chadafi.

Diantara 15 kegiatan itu, lanjutnya, anggaran kegiatan RTLH yang tercatat paling banyak diselewengkan tersangka sebesar Rp 1,1 miliar.

“Sisanya dari 14 kegiatan Dinsoskam lainnya,” sebutnya.

Tersangka Raja Muhammad Rizal mengenakan rompi tahanan Kejari Batam, saat akan dibawa ke Rutan Batam di Tembesi, Batuaji, Selasa (22/8). F.Febby Anggieta Pratiwi/Batam Pos

Dalam perbuatan itu juga diketahui, tersangka sempat memalsukan tanda tangan atasannya terhadap laporan kegiatan yang seolah-olah sisa anggaran setiap kegiatan tersebut sudah diterima atau masuk ke kas daerah.

“Sementara dana itu tidak pernah disetorkan, sehingga tampak ketidaksinkronan antara uang kas yang ada dengan laporan yang dijadikan alat bukti perbuatannya,” jelas Chadafi.

Dari besaran dana yang dikorupsi tersangka belum ditemukan adanya aliran dana ke pihak lain atau pembelian barang yang memungkinkan untuk disita. “Setelah kami telusuri, masih belum ditemukan adanya aset-aset terdakwa yang bisa disita terkait perkara maupun pihak lain yang ikut terlibat. Sejauh ini, masih mengarah pada satu tersangka saja,” paparnya.

Perbuatan tersangka diatur dan diancam sesuai pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 ayat (1) huruf a dan b, ayat (2) dan ayat (3), subsider pasal 3 jo pasal 18 ayat (1) huruf a dan b, ayat (2) dan ayat (3) UU nomor 31 tahun 1999, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana pemberantasan korupsi, atau kedua pasal 21 UU nomor 28 tahun 1999 tentang penyelenggara negara yang bersih dan bebas korupsi, kolusi dan nepotisme.

“Ancaman hikuman minimal 3 tahun penjara,” ucap Chadafi.

Selanjutnya, berkas perkara tersangka yang sudah dinyatakan lengkap oleh Kejari Batam segera dilimpahkan ke penuntut umum dan diajukan ke Pengadilan Tipikor Tanjungpinang. “Tersangka tinggal menunggu disidangkan,” tutupnya. (nji)

 

 

Agama Penting Sebagai Pondasi Pembangunan

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun bersalaman dengan Ustaz Abdul Somad, saat tabliq akbar di Lapangan Pamedan Tanjungpinang, Senin (21/8) F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengajak masyarakat Kepri merapatkan barisan guna bersama-sama menyukseskan pembangunan. Karena dalam membangun daerah, perlu dukungan penuh dari masyarakat.

“Dengan kebersamaan dan saling bahu-membahu maka keberhasilan membangun daerah InsyaAllah dapat segera dicapai,” kata Nurdin saat menghadiri tablig akbar bersama Ustaz Abdul Somad, di Lapangan Pamedan, Tanjungpinang, Senin (21/8) malam.

Nurdin menyebutkan, dalam Islam, pesan untuk merapatkan barisan atau shaf selalu ada ketika salat berjamaah. Salat berjamaah itu pahalanya berlipat ganda. Di situ seakan digambarkan bahwa dengan bersama-sama mengerjakan kebaikan, ganjarannya lebin besar.

“Karena itu membangun daerah perlu pula bersama-sama agar manfaat yang dihasilkan lebih besar dan lebih luas,” ujar Nurdin.

Menurut Nurdin, agama sangat penting sebagai pondasi pembangunan di Kepri. Dalam berbagai kesempatan, Nurdin selau menyampaikan penting membangun dengan pondasi agama. Demikian juga pesannya kepada sejumlah kepala OPD.

Nurdin menyebutkan dirinya bahagia dengan kehadiran Ustaz Abdul Somad memberi tausiahnya untuk masyarakat Kepri. Dalam kunjungan ke Kepri, Ustaz Somad hadir di sejumlah masjid di Batam, Bintan, dan Tanjungpinang.

“Semoga ceramah beliau dapat memberikan manfaat dan hidayah bagi kita semua masyarakat Kepri. Agar kita tetap menjalin kebersamaan, bersatu tidak terpecah belah dan bersatu dalam kekeluargaan,” ujar Nurdin.

Antuasias masyarakat juga sangat tinggi terhadap Ustaz Abdul Somad. Nurdin berharap dengan kegiatan seperti inilah jika digelar secara konsisten dapat memupuk akidah Islam yang kuat pada masyarakat. Antusias masyarakat sudah terlihat sejak satu jam sebelum acara. Mereka sudah memadati Lapangan Pamedan.

Kesempatan tersebut Ustaz Abdul Somad dalam ceramahnya yang berjudul tentang Indahnya hidup di bawah naungan syariat Islam mengatakan bahwa tema tersebut berarti besar.

Sebelum Islam datang, di Arab masyarkatnya dipisah-pisahkan strata hidupnya dari orang miskin hingga kaya. Namun, ketika Islam datang maka semua itu dihapuskan. “Duduk sama rendah tegak sama tinggi, seperti yang kita lihat malam ini, semua duduk bersama tanpa memandang pangkat jabatan dan kedudukan kita,” ujar UAS, sapaan akrab Ustaz Abdul Somad.

UAS melanjutkan bahwa Islam datang, menghormati isi kepala orang, tidak lagi membangga-banggakan keturunan, warna kulit dan sebagainya. UAS mencontohkan ketika Baginda Rasulullah memerintahkan umat untuk salat dan yang bertindak sebagai muadzin adalah seorang budak kulit hitam yakni Bilal. “Karna yang dibawa mati adalah iman dan amal saleh, bukan kedudukan kekayaan ataupun kesenangan dunia lainnya,” lanjutnya UAS.

Tampak hadir pada kesempatan ini Sekdprov Kepri H TS. Arif Fadillah, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Wakil Walikota Tanjungpinang Syahrul, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepri Husnizar Hood, Sekdako Tanjungpinang Riono dan tokoh masyarakat. (bni)

Pendapatan PBB P2 Kota Batam Baru Tercapai Rp 73 Miliar

0
ilustrasi

batampos.co.id – Jatuh tempo 31 Agustus mendatang, pembayaran Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) pada angka Rp 73 miliar atau 55 persen dari target Rp 131 miliar tahun ini.

“Mudah-mudahan pekan ini mendekati jatuh tempo masyarakat pada bayar,” kata Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, Raja Azmansyah, kemarin.

Dari angka capaian tersebut, artinya pembayaran PBB P2 masih kurang Rp 58 miliar.

Walau demikian, Azmansyah pihaknya mengaku optimis akhir tahun target Rp 131 tercapai. “Angka itu target tahun ini, inshaa allah tercapai, dengan resiko yang telah bayar kena denda, dua persen perbulan,” ungkapnya.

Sebelumnya, untuk meningkat pembayaran PBB P2, pihaknya meggunakan sistem ‘jemput bola’ yakni dengan membuka konter di mall yang dilakukan sepanjang Agustus ini di tiga mall, di antaranya Mega Mall, Kepri Mall dan Nagoya Hill. Tak hanya itu, pihaknya juga keliling kecamatan.

“Kami ingin dekatkan layanan, di Batam kan beda dengan daerah lain, warganya rata-rata pekerja,” katanya.

Dia mengimbau masyarakat segera melakukan pembayaran sebelum jatuh tempo, 31 Agsutus mendatang. Jika tidak akan dikenakan denda 2 persen perbulan.

Ke depannya, pihaknya merencanakan pembayaran pajak cukup via telepon genggam. Hal ini tak hanya terkait PBB P2, namun juga pajak dan retribusi lainnya.

“2018 kita upayakan, kita sedang susun security-nya, infrastrukturnya. Kami akan usahakan ini,” pungkasnya. (cr13)

WFQR Amankan 27 TKI Ilegal

0
ilustrasi

batampos.co.id – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lanal Batam, kembali menggagalkan upaya pengiriman 27 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ilegal ke Malaysia, diperairan Karang, Galang, Selasa (22/8) dini hari.

Ke 27 orang TKI ilegal tersebut terdiri dari 20 orang laki-laki, Tujuh orang wanita dan satu orang bayi laki-laki berusia dua bulan. Mereka diamankan ketika berada di boat pancung dengan panjang 9 meter dan lebar 1,5 meter dengan bermesin Yamaha 85 PK X 2 buah.

”Mereka naik boat milik pria berinisial B yang tinggal di Punggur,” ujar Danlantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Ribut Eko Suyatno, melalui Danlanal Batam, Kolonel Laut (P) Ivong Wicaksono.

Dikatakan Ivong, rencana para TKI tersebut hendak diberangkatkan dengan menggunakan rute Punggur menuju pantai Desaru, Johor, Malaysia.

”Mereka saat ini sudah diamankan di Mako Lanal Batam. Dan sedang dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Ivong.

Diterangkan Ivong, pihaknya dalam hal ini tim WFQR masih terus melakukan pendalaman guna membongkar jaringan pengiriman TKI ilegal ke Malaysia tersebut.

”Disinyalir, ini komplotan pemain lama yang melakukan pengiriman TKI ilegal di wilayah Batam. Ini akan kami bongkar habis,” ucapnya.(ias)

Bangun Generasi Muda dengan Kegiatan Positif

0
Dirut Batam Pos Marganas Nainggolan berdiskusi dengan Komandan Korem 033 WP, Brigjen TNI Fachri. F. Osias De/Batam Pos.

batampos.co.id – Mendukung bakat dan minat generasi muda dalam berolahraga. Korem 033 Wira Pratama (WP), membangun sarana olahraga di areal Mako Korem 033 WP, Senggarang Tanjungpinang.

Hal tersebut dikatakan Komandan Korem 033 WP, Brigjen TNI Fachri, saat menerima kunjungan Direktur Utama (Dirut) Batam Pos, Marganas Nainggolan, Selasa (22/8) siang.
”Ini misi kami untuk membina generasi muda, agar mereka tidak terpengaruh dengan kegiatan yang negatif,” ujar Fachri.

Dikatakan Fachri, sarana olahraga yang dibangun yakni lapangan sepak bola, lapangan Futsal, Voli, dan beberapa olahraga lainnya.

”Apa yang kami bangun ini, selain untuk membina anak muda. Juga biar masyarakat umum juga tahu bahwa di Tanjungpinang ini ada markas Korem. Apa yang kami buat akan kami sampaikan ke Gubernur Kepri,” kata Fachri.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan lahan kosong yang tak jauh dari kawasan Makorem untuk dijadikan sirkuit olahraga yang menguji nyali tinggi seperti Motor Cross dan Grasstrack.

”Ini juga akan kami sampaikan dengan Pengurus IMI Kepri. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sirkuitnya bisa dibangun dan bisa digunakan untuk menyalurkan bakat,” ucapnya.

Kesempatan tersebut, Fachri yang didampingi jajarannya, mengucapkan terima kasih, atas kunjungan Dirut Batam Pos, ke Mako Korem. Menurutnya, kunjungan ini merupakan suatu kehormatan guna menjalin hubungan yang lebih baik ke depannya.

”Terima kasih sudah berkunjung kesini (Mako Korem). Maaf kalau saya yang belum sempat berkunjung ke kantor Batam Pos,” terang Fachri.

Marganas Nainggolan, mengapresiasi dan mendukung cara Korem 033 WP membina generasi muda melalui olahraga. Sebab, olahraga selain menjaga kebugaran tubuh. Tentunya merupakan salah satu cara agar generasi muda terhindar dari perbuatan negatif.

”Ini sangat bagus, membentuk karakter yang positif. Kami mendukung gerakan yang Pak Danrem bangun untuk anak muda,” kata Marganas, didampingi kepala Perwakilan Batam Pos di Tanjungpinang, Cipi Ckandina.

Dikatakan Marganas, terkait rencana Korem yang menyediakan lahan dibuat sirkuit Motor Cross dan Grasstrack, dirinya akan menyampaikan hal tersebut ke Ketua IMI Kepri, Usep RS. “Kebetulan Ketua IMI Kepri itu orang Batam Pos juga. Apa yang bapak (Danrem) sampaikan ini akan saya teruskan ke pengurus IMI Kepri. nanti akan diatur waktu biar bisa ketemu bapak dan membahas masalah sirkuit balap itu,” kata Marganas.

Marganas juga mengucapkan terima kasih, kepada Komandan Korem 033 WP yang telah meluangkan waktu untuk menerima kedatangan dirinya yang bersilaturahmi ke Mako Korem. ”Rencana silaturahmi ini sebenarnya sudah lama saya agendakan. Kunjungan ke Korem ini untuk menjaga mitra kerja antara media khususnya Batam Pos dengan TNI AD,” pungkasnya.(ias)