Jumat, 3 April 2026
Beranda blog Halaman 12969

Dua Maling Motor Ditembak

0
Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik (pegang kertas) bersama Kapolsek Meral, AKP Badawi dan Kapolsek Tebing, AKP Budi Hartono menunjukkan barang bukti hasil Curat dan Curanmor. F. Sandi/Batam Pos.

batampos.co.id– Tim gabungan dari Satreskrim Polres Karimun, Polsek Meral dan Polsek Tebing berhasil mengungkap kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan juga tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi di Pulau Karimun.

Dari pengungkapan tersebut polisi menangkap tiga orang dengan barang bukti 10 unit sepeda motor, 3 unit laptop, mesin pemotong besi dan kotak amal. Selain itu, dua dari tiga orang pelaku terpaksa ditempak kakinya karena melawan saat ditangkap.

“Pengungkapan yang kita lakukan bersama Polsek Meral dan Polsek Tebing berhasil menangkap tiga tersangka, yakni Pardomuan Siregar, Ismail dan Mizan Akmali. Untuk kasus pencurian dengan pemberatan di loket penjualan tiket di pelabuhan Tanjungbalai Karimun dan Kantor Desa Pangke yang kerugiannya mencapai Rp 19 juta dilakukan oleh Pardomuan dan Mizan,” ujar Kasat Reskrim Polres Karimun, AKP Lulik Febyantara kepada Batam Pos, Kamis (24/8).

Kemudian, kata Lulik, untuk tersangka Ismail dalam beraksi curanmor dilakukan bersama dengan Pardomuan. Artinya, dalam kasus ini antara ketiga tersangka ada keterkaitan dalam melakukan tindak pidana curat dan curanmor. Hanya saja, untuk tersangka Mizan tidak terlibat dalam curanmor. Terungkapnya tindak pidana curanmor dan curat ini berawal dari tertangkapnya Pardomuan di kediamannya di Kampung Kuda Laut pada Selasa (22/8).

“Pada saat akan ditangkap pelaku mencoba melarikan diri, sehingga terpaksa ditembak kakinya. Dari sini kita lakukan pengembangan dan ternyata dalam beraksi untuk curat, Pardomuan tidak sendiri, melainkan bersama dengan Mizan. Modus tersangka Pardomuan adalah berpura-pura menjadi pemulung. Untuk diketahui Pardomuan ini sudah 4 kali masuk penjara pada kasus yang sama,” katanya.

Selain itu, diketahui Pardomuan juga terlibat curanmor. Sehingga, muncul nama Ismail yang ditangkap Rabu (23/8) di sekitar Pelabuhan Roro, Parit Rampak, Kecamatan Meral. Yang bersangkutan ditangkap oleh tim gabungan Reskrim Polres Karimun, Polsek Meral dan Polsek Tebing untuk kasus tindak pidana curanmor.

Sama seperti Pardomuan, Ismail yang akan ditangkap melakukan perlawanan dan akhirnya ditembak kakinya. Dari tangan Ismail awalnya ditemukan dua unit sepeda motor. Namun saat dilakukan pemeriksaan bertambah menjadi 10 unit sepeda motor.

“Untuk laporan polisi yang diterima di Polres Karimun, Polsek Meral dan Polsek Tebing totalnya hanya ada 8 unit. Untuk itu, jika ada masyarakat yang kehilangan sepeda motor, namun belum membuat laporan dan bisa mengecek ke Polres Karimun. Karena ada berbagai tipe sepeda motor yang diamankan dan ada juga yang plat nomornya diganti oleh pelaku,” papar Lulik. (san)

Antisipasi Penyalahgunaan Dana Desa

0

batampos.co.id – Kabupaten Karimun yang mendapatkan bantuan Dana Desa (DD) yang dikucurkan dari Pemerintah Pusat sebesar Rp 35.818.950 miliar untuk 42 Desa. Dana ini untuk peningkatan infrastruktur maupun pemberdayaan masyarakat di desa masing-masing.

Mengantisipasi penyalahgunaan DD dalam penyerapannya di lapangan, maka Pemerintah Kabupaten Karimun bekerjasama dengan Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) dari Kejaksaan Negeri Karimun.

”Saya harap kepada Kepala Desa dan perangkatnya, apabila merasa ragu silahkan konsultasi kepada TP4D dalam penggunaan DD. Agar, tidak tersandung hukum dikemudian hari, akibat salah penggunaan anggaran DD yang di kucurkan oleh Pemerintah Pusat,” jelas Sekretaris Daerah Karimun M Firmansyah, kemarin (24/8).

Untuk itu lanjut Firmansyah lagi, penyerapan DD di 42 Desa ini harus benar-benar dapat dinikmati oleh masyarakat desa itu sendiri termasuk pemberdayaan masyarakat. Sehingga, desa-desa yang mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat melalui DD dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan terjadi pembangunan infrastruktur yang lebih baik.

”Keberadaan TP4D bisa membantu dalam proses pelaporan administrasi yang tidak berbenturan dengan aturan yang ada. Serta sah di mata hukum nantinya yang artinya pembuatan apa saja yang diperbolehkan atau tidak,” harapnya.

Sementara itu Kajari Karimun Slamet Sentosa mengungkapkan, sosialisasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan penggunaan DD di masing-masing Desa. Sehingga, dapat terealisasi misi dan visi pembangunan Desa tercapai mulai dari tahun 2015 hingga 2017 dari Presiden RI.

” Sosialisasi ini serentak diseluruh Indonesia, dalam penggunaan DD di Desa,” katanya.

Sedangkan Ketua TP4D Aji Satrio Prakoso yang juga Kasi Intel Kejari Karimun hasil sosialisasi tersebut, rata-rata Desa mengeluhkan minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) di pemerintah Desa. Sehingga, ingin dilakukan pendampingan oleh TP4D dalam membuat pelaporan administrasi maupun penyerapan DD di lapangan.

”Tunjangan Kepala Desa yang selama ini mereka pertanyakan, bagaimana payung hukumnya. Nah, ini akan kita bahas aturannya sesuai dengan peraturan yang berlaku,” ungkapnya.

Kemudian, dalam pendampingan nantinya silahkan pihak Desa melakukan konsultasi terhadap penggunaan DD. Paling penting adalah, merealisasikan anggaran tersebut di lapangan dan tidak boleh melenceng dari juknis dan aturan yang berlaku.

”Sampai sejauh ini di Karimun, belum ada laporan penyalahgunaan DD dari 42 Desa. Biasanya, pelanggaran DD dilakukan double anggaran. Misalnya, anggarannya sudah dimasukkan di DD tapi ada juga di ADD itu sudah menyalahi aturan dan diharapkan tidak ada penyalahgunaanlah,” ucapnya.(tri)

Mahasiswa Dijambret di Lintas Barat

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Mahasiswa salah satu perguruan tinggi di Tanjungpinang,
Ani menjadi korban jambret di Jalan Raya Lintas Barat atau tepatnya
di Jembatan Tiga dekat Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan, Rabu
(23/8).

Tasnya berisi handphone dan uang Rp 500 ribu raib dirampas penjambret.

Informasi yang dihimpun di lapangan, sepeda motor korban melaju dari
Tanjungpinang ke Tanjunguban. Di jalan lintas barat, penjambret
memepet sepeda motor yang dikendarai korban serta merampas tas korban.
“Berusaha mengejar tapi malah jatuh,” katanya.

Sejumlah warga yang kebetulan melintas di lokasi kejadian berusaha
mengejar pelaku. Tapi, sepeda motor yang dikendarai pelaku melaju
dengan kecepatan tinggi dan menghilang di jalanan yang sepi.

Aksi jambret mengakibatkan korban mengalami kerugian handphone dan
uang Rp 500 ribu. Kapolsek Teluk Bintan AKP Rambe yang dihubungi,
Kamis (24/8) kemarin menuturkan kasus penjambretan ini ditangani
Polres Bintan.

Sarannya agar ditanyakan perkembangannya ke penyidik di
Mapolres Bintan. Sementara itu, Kasatreskrim Polres
Bintan AKP Adi Kuasa Tarigan belum berhasil dihubungi. (cr21)

Jaksa Bidik Tersangka Baru Dana Desa

0
Dua Kades di Bintan, Yusran dan Hamdan digiring petugas di Kantor Kejaksaan Negeri Tanjungpinang beberapa waktu lalu. Kemungkinan masih ada tersangka lainnya. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Kejakasaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, masih terus melakukan pemeriksaan terhadap Kepala Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, Yusran Munir dan Kepala Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan, Hamdan yang ditahan dalam kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD), Selasa (15/8) lalu.

Pemeriksaan ini dilakukan sebagai langkah pengembangan untuk mencari tersangka baru dalam kasus tersebut.

“Tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru dalam kasus ini (korupsi ADD, red). Tunggu saja hasilnya nanti,” ungkap Kasi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Tanjungpinang, Beny Siswanto, usai menghadiri acara sosialisasi dana desa, di Aula Kantor Bupati Bintan, Kamis (24/8).

Ketika ditanya terkait tersangka baru yang akan dibidik tersebut, apakah berasal dari dinas terkait atau tidak, Beny hanya bisa tersenyum manis.

“Sudah, kita lihat saja nanti. Kalau sudah fix tentu kita akan langsung umumkan. Tunggu saja hasil dari pemeriksaannya,” ungkap Beni, sambil mengumbar senyuman.

Sebelumnya Kejari Tanjungpinang, telah menahan Kepala Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, Yusran Munir dan Kepala Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan, Hamdan.

Kedua pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka ini diamankan secara bersamaan dari kediamannya masing-masing, dikarenakan telah melakukan tindakan korupsi terhadap Alokasi Dana Desa (ADD), yang diperkirakan telah merugikan negara mencapai ratusan juta.

Saat ini kedua tersangka tersebut masih ditahan di Rutan Tanjungpinang, dan masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh Kejari Tanjungpinang. (cr20)

Empat Marinir Amerika Ditemukan Meninggal

0

batampos.co.id – Sebanyak empat dari 10 orang Pelaut Amerika yang hilang saat insiden kecelakaan laut kapal perang Amerika Serikat dan dengan MV Alnic MC berbendera Liberia, di timur Selat Malaka, ditemukan dalam keadaan kondisi meninggal dunia oleh tim Search And Rescue (SAR) Malaysia, Rabu (23/8) lalu.

Hal tersebut dikatakan Komandan Lantamal IV Tanjungpinag, Laksamana Pertama (Laksma) TNI RIbut Eko Suyatno, melalui Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Mayor Laut, Josdy Damopoli, berdasakan informasi yang diterima dari pihak negara tetangga Malaysia, Kamis (24/8).

”Selasa (22/8) ditemukan satu korban. Kemudian Rabu (23/8) didapati tiga korban lainnya. Mereka ditemukan sudah dalam kondisi tidak bernyawa,” ujar Josdy.

Dikatakan Josdy, untuk korban yang ditemukan tersebut sudah dievakuasi ke Singapura. Pihaknya pun belum mengetahui secara pasti apakah jenazah korban tersebut dipulangkan ke negaranya atau bagaimana. ”Sedangkan korban lainya masih dalam pencarian tim gabungan. Kami juga belum tahu identitas keempat jenazah itu,” kata Josdy.

Pihaknya, sambung Josdy, juga memperluas wilayah pencarian hingga perbatasan Indonesia – Singapura, di wilayah utara peraian Pulau Bintan. ”Ada kendala yaitu cuaca dan kondisi ombak serta angin laut yang selalu berubah,” ucapnya.

Dalam pencarian tersebut, terang Josdy, Lantamal IV Tanjungpinang, menurunkan beberapa unsur yakni KRI Parang-647, KRI Cucut-886 serta Helly 409. Dibantu dengan unsur Patkamla serta jajaran Pos Angkatan Laut Lagoi dan Berakit.

”Ada juga beberapa kapal kecil yang diturunkan untuk membantu pencarian korban yang belum ditemukan tersebut,” pungkasnya.(ias)

Festival Bahari, Target 100 Yacht, 3.000 Wisman

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Kepri, Buralimar menargetkan 100 kapal yacht dan 3.000 wisatawan mancanegera (Wisman) pada hajatan Festival Bahari Kepri (FBK) ke II nanti. Soft Opening FBK akan digelar di Karimun 13 September mendatang. Sementara rangkaian puncak FBK 2017 digelar 20 Oktober.

“Suguhan FBK tahun ini, akan kita kemas lebih berbeda dengan tahun sebelumnya. Karena akan melibatkan beberapa daerah, bukan hanya Tanjungpinang,” ujar Buralimar Batam Pos, Kamis (24/8) di Tanjungpinang.

Menurut Buralimar, soft opening FBK dilaksanakan pada gelaran Joged Dangkong. Selain itu juga diagendakan beragam kegiatan yang tergabuing dalam annual event milik Pemko Tanjungpinang, seperti Dragon Boad Race, Festival Sungai Carang, Parade Drum Band, dan Parade Mobil Hias. Kegiatan-kegiatan itu nanti akan dikolaborasikan dengan Kepri Carnival. Nanti, pihaknya melibatkan peserta-peserta dari luar neger untuk ikut dalam Kepri Carnival.

“Target kita tahun ini adalah mendatangkan 100 kapal yacht dan 3.000 Wisman. Makanya kita buat skenario mengundang peserta luar negeri pada Kepri Carnival nanti,” paparnya.

Mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Kepri tersebut juga menyebutkan, untuk menyemarakan Kepri Carnival, pihak akan menampilkan kesenian-kesenian tradisional seperti Joged Dangkong Karimun, Tari Makyong, Natuna, dan Tari Gobang Anambas.

“Tahun ini menjadi spirit baru untuk kita menunjukkan kalau Kepri itu layak menyandang Gerbang Wisata Bahari Indonesia,” paparnya lagi.

Ditambahkan Buralimar, untuk memberikan daya tarik tambahan, pihaknya menampilkan atraksi jet ski pada puncak FBK. Untuk itu pihaknya berharap, kegiatan puncak FBK dihadiri langsung oleh Menteri Pariwisata. Apalagi, FBK juga masuk dalam rangkaian kegiatan Sail Indonesia.

“Setiap kegiatan-kegiatan akan kita pusatkan di kawasan Tepi Laut, Tanjungpinang. Karena kita inginkan, Tanjungpinang semarak selama kegiatan,” tutupnya.(jpg)

Rencana Bunuh Diri Tukang Bangunan Gagal

0

batampos.co.id – Slamet 60, seorang pekerja bangunan di komplek Kompi C Desa Sepempang Natuna, selamat dari rencananya ingin bunuh diri di tower telepon seluler, sekitar pukul 08.00 WIB Kamis (24/8). Slamet selamat karena sampai diatas tower ini pinsan.

Sontak kejadian tersebut membuat heboh warga setempat dan prajurit di Kompi serta pekerja bangunan lain yang sedang mengerjakan proyek pembangunan.

Warga asal Kota Jepara ini nekat memanjat tower Telkomsel diduga mengalami tekanan batin dan mencoba mengakhiri hidup dengan melompat dari tower.

Slamet berhasil dievakuasi dari ketinggian 50 meter oleh tim SAR dibantu warga. Slamet terlihat lemah dan putus asa.

Kasat Reskrim Polres Natuna AKP Komarudin mengatakan, Slamet diduga nekat memanjat Tower karena tidak kuat menerima tekanan dari tukang bangunan lain.

“Syukurlah korban ini masih bisa dibujuk, dibantu aparat keamanan dan masyarakat, mau turun dari Tower,” ujar Komarudin.

Menurut saksi mata, sebelum memanjat tower setinggi 50 meter tersebut. Slamet terlihat menelepon di pelabuhan Sepempang. Tak lama, korban berlari ke arah tower sambil berkata kalau dirinya stres.

Usai berteriak, pelaku melompati pagar pembatas tower Telkomsel dan menaiki tower. Namun pelaku pingsan pada saat diatas tower. Pada saat itu, salah seorang pekerja yang melihat pelaku, langsung meminta bantuan anggota Kompi C yang sedang berlatih di sekitar pelabuhan untuk melakukan pertolongan.

“Bapak itu lari-lari sambil teriak histeris saya setres. Lalu lompat pagar tower. Dibantu anggota Kompi C dan Basarnas Kabupaten Natuna langsung mengevakuasi pelaku dan saat ini korban sedang di rawat di Klinik Kompi C,” ujar Komarudin.

Hingga saat ini, belum diketahui motif dugaan pelaku melakukan percobaan bunuh diri. Namun dugaan sementara pelaku depresi akibat tidak punya uang untuk pulang kekampung halaman bersama rekan kerjanya.(arn)

Pengusaha Galangan Kapal Keberatan

0
Sejumlah kapal terparkir dikawasan galangan kapal Tanjung Uncang Batuaji, Sabtu (18/3). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pengusaha galangan kapal (shipyard) yang tergabung dalam Batam Shipyard and Offshore Association (BSOA) menolak rencana Badan Pengusahaan (BP) Batam menyewakan kembali lahan mereka yang dinilai tidak produktif. Pernyataan BP Batam itu dinilai menciptakan kekhawatiran baru bagi industri shipyard.

“Seharusnya BP Batam mencarikan solusi. Bukan menambah kekhawatiran pengusaha pada saat ekonomi sulit sekarang ini,” kata Ketua BSOA, Sarwo Edi, Kamis (24/8).

Edi mengatakan, selama ini pengusaha mengeluarkan banyak biaya untuk pematangan lahan. Sebab BP Batam mengalokasikan lahan dalam keadaan belum siap bangun.

Bahkan pengusaha harus melakukan reklamasi dengan biaya yang tak sedikit. Sehingga jika BP Batam akan mengambil alih lahan shipyard dan menyewakannya kepada pihak ketiga, hal itu dinilai sangat merugikan pengusaha galangan kapal.

“Sekarang setelah semua sudah ready, mau enak-enak saja ditarik kembali,” katanya.

Namun Edi mengaku belum bicara banyak dengan BP Batam terkait wacana tersebut. “Baru dengar kemarin,” katanya.

Menurut Edi, lesunya industri galangan kapal bukan hanya terjadi di Batam. Sebab industri ini terpukul akibat anjloknya harga minyak dunia, turunnya ekspor batubara, dan faktor ekonomi global lainnya. Sehingga Edi menilai, BP Batam tidak bisa menyalahkan pengusaha galangan jika saat ini banyak lahan yang tak produktif karena aktivitas galangan kapal memang tengah sepi.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam, Jadi Rajagukguk, mengatakan sikap BP Batam tersebut kurang tepat. Sebab banyaknya lahan galangan yang tak produktif saat ini dikarenakan industri tersebut memang tengah lesu. Bukan karena pengusaha enggan memanfaatkannya.

“Kondisi ekonomi saat ini tidak memungkinkan untuk membangun,” kata Jadi, Kamis (24/8).

Sementara Kepala BP Batam, Hatanto Reksodipoetro, mengatakan pihaknya tetap akan memanfaatkan kembali lahan shipyard yang tak produktif. Namun ia memastikan, pihaknya akan menggunakan sistem kerja sama dengan pemilik lahan.

Menurut dia, penyebab jatuhnya shipyard di Batam bukan hanya karena pengaruh ekonomi global saja. Tetapi juga karena banyak shipyard di Batam masih berteknologi rendah.

Hingga saat ini, ratusan shipyard di Batam hanya membuat kapal tongkang untuk keperluan eksplorasi minyak dan gas (migas).

“Shipyard kita menggantungkan pasarnya dari tambang minyak dan batubara. Sehingga begitu tambang jatuh, pesanan tongkang berkurang,” jelasnya, belum lama ini.

Karenanya, BP Batam berkeras ingin memasukkan industri berteknologi tinggi, termasuk shipyard, yang mau membangun kapal-kapal kelas tinggi. Ia berharap shipyard berteknologi tinggi tersebut bisa mentransfer ilmunya kepada shipyard-shipyard yang sudah lama bermukim di Batam.

“Kita cari investor berteknologi tinggi sehingga potensi yang lebih tinggi bisa dilihat. Harapannya shipyard yang ada nanti tidak hanya buat tongkang saja, tapi juga buat kapal militer atau lainnya,” ungkapnya.

Hatanto juga mengungkapkan pemikirannya bagaimana jika shipyard menggabungkan asetnya, baik itu lahan maupun modalnya. Karena seperti yang telah diketahui, bahwa lahan tepi pantai yang bisa dialokasikan untuk shipyard sudah tidak ada lagi.

“Sehingga mereka bisa kerja sama. Investor pun jadi tertarik. Shipyard itu sangat penting,” tegasnya.

Menurutnya, shipyard di Batam harus dikonversi menjadi industri lain. Selain shipyard, banyak industri yang membutuhkan lahan di tepi pantai seperti industri yang produksi precast atau pelat jembatan.

“Industri seperti ini butuh lahan di pantai karena memproduksi alat-alat berat,” jelasnya.

Namun yang jadi kendala, saat ini lahan di pesisir pantai Batam sudah habis dialokasikan kepada pengusaha shipyard. “Makanya saya pikir harus direalokasikan ke industri lain, tentu saja harus bekerja sama dengan pemiliknya,” katanya. (ian/leo)

 

Anggota DPRD Batam Berulah, Datang Telat, Eh, Merokok saat Sidang

0

Anggota DPRD Batam, Fauzan dari Fraksi PKB merokok saat paripurna.
Foto: Alfian Lumban Gaol / batampos

batampos.co.id – Institusi DPRD Kota Batam kembali jadi sorotan. Kali ini karena ulah sejumlah anggota dewan yang dinilai tidak patut saat sidang paripurna, Kamis (24/8). Banyak anggota yang datang terlambat. Selain itu, beberapa di antaranya sibuk memainkan gawai hingga merokok saat sidang berlangsung.

Sesuai jadwal di Banmus DPRD Kota Batam, paripurna dengan agenda pembacaan nota keuangan APBD Perubahan 2017 itu seharusnya sudah dimulai pukul 10.00 WIB. Namun hingga pukul 10.30 WIB, baru 16 orang dari 50 anggota dewan yang hadir.

“Karena masih belum kuorum, maka paripurna kita skors selama sepuluh menit,” Kata Wakil Ketua I DPRD Batam selaku pemimpin sidang paripurna, Zainal Abidin, kemarin.

Skors 10 menit berlalu. Namun rapat belum juga bisa dimulai karena belum memenuhi kuorum. Untuk kedua kalinya, Zainal mengetuk palu skors. “Kita skors 5 menit. Sambil menunggu teman-teman yang lain,” kata politikus Golkar itu.

Sekitar pukul 11.00 WIB, paripurna akhirnya dimulai. Sekitar 38 anggota dewan sudah datang dan menandatangani absen.

Beberapa anggota dewan yang terlambat hadir seperti Amintas Tambunan, Djoko Mulyono, Edward Brando, Jefri Simanjuntak, dan beberapa anggota dewan lainnya.

“Maaf saya terlambat tadi karena di ruang fraksi,” kata Amintas memberi alasan.

Ketika Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, membacakan nota keungan APBD Perubahan, lagi-lagi anggota dewan berulah. Kali ini banyak anggota dewan yang merokok. Asap rokok mengepul di ruang paripurna.

Ada beberapa anggota dewan yang merokok saat Paripurna berlangsung. Di antaranya Harmidi dari fraksi Gerindra, Bobi Alexander dari Hanura, Muhammad Yunus dari Demokrat, dan Fauzan dari PKB.

Kebiasaan merokok ini sudah berlangsung dari tahun ke tahun. Padahal pada 2016 lalu DPRD Batam mengesahkan Perda Nomor 1 Tahun 2016 tentang Kawasan Tanpa Rokok (Perda KTR). Dalam Perda tersebut jelas disebutkan bahwa dilarang merokok di sekolah, pelayanan kesehatan, perkantoran pemerintah, dan tempat umum.

Anggota Fraksi Demokrat DPRD Batam, M Yunus asyik merokok saat mengikuti sidang paripurna DPRD Kota Batam, kamis (24/8/2017)
foto: ian / batampos

Muhammad Musofa, anggota komisi I DPRD Kota Batam mengaku keberatan dengan kebiasaan merokok anggota DPRD Batam saat paripurna. Apalagi Perda KTR itu adalah produk hukum yang dibuat anggota dewan sendiri.

“Kan sebenarnya kita sudah ada Perda Kawasan Tanpa Rokok. Dan itu memang tidak boleh sama sekali,” katanya.

Menurut dia, seharusnya annggota dewan memberikan contoh penegakan Perda. Serta menjadi panutan bagi masyarakat. “Apalagi saat paripurna, janganlah merokok,” tambahnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, beberapa waktu lalu juga sudah tegas mengatakan ada beberapa tempat yang dilarang merokok. Salah satunya adalah di tempat umum dan perkantoran pemerintah.

“Kami akan mulai menegakkan Perda ini. Sudah setahun ini disahkan, tetapi memang masih banyak yang belum mengindahkan,” katanya. (ian)

Hari Ini, Embarkasi Batam Berangkatkan Kloter Terakhir

0

batampos.co.id – Tim Kunjungan Kerja Haji DPR menemukan berbagai persoalan yang dihadapi jamaah calon haji Indonesia di Tanah Suci. Mulai dari soal pemondokan yang jauh di Madinah, hingga masalah jamaah kesulitan mendapat makanan di Makkah.

Di Madinah, ada sekitar 8.000 jamaah menempati pemondokan di luar wilayah markaziyah. Wilayah markaziyah adalah area pemonokan atau perhotelan di radius 500 meter dari komplek Masjid Nabawi. “Bahkan ada jamaah yang menempati pemondokan sampai di radius 1,2 km dari Masjid Nabawi,” jelas Wakil Ketua Komisi VIII DPR, Sodik Mudjahid, Kamis (24/8).

Pelayanan haji di Madinah juga sempat geger ditemukannya 3.334 boks makanan dalam kondisi basi. Untungnya boks makanan itu belum sampai tersalurkan ke setiap jamaah. Sehingga jamaah tidak sampai mengkonsumsi makanan tidak layak. Kelalaian pihak katering ini membuat jadwal makan malam jamaah haji mundur sampai menjelang dini hari.

Sementara di Makkah, banyak jamaah yang mengeluhkan distribusi makanan. Terutama bagi jamaah yang tinggal di pemdonkan jauh dari Masjidilharam.

Menurut Sodik, lama tinggal jamaah di Makkah mencapai 30 hari. Sedangkan katering yang disiapkan cukup untuk 12 hari atau 25 kali makan. Persoalan muncul karena di area pemondokan yang jauh dari Masjidilharam tidak banyak dijumpai restoran. Sehingga jamaah kesulitan untuk mencari makanan.

’’Sampai ada jamaah yang mengusulkan, tidak perlu diberi uang living cost. Sebagai gantinya makanan selama di Makkah ditanggung,’’ jelasnya.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR Iskan Qolba Lubis menyampaikan, nilai tawar pemerintah Indonesia kepada pemerintah Arab Saudi tidak maksimal. Padahal jamaah haji dari Indonesia mencapai 221 ribu orang. Dia menduga lemahnya daya tawar ini disebabkan urusan haji ditangani oleh Kementerian Agama (Kemenag).

“Saya usulkan ada perubahan nomenklatur Kementerian Agama dan Haji,” jelasnya.

Herman salah satu Jamaah Calon Haji asal Batam bercengkrama dengan anaknya di masjid Raya Batam saat akan masuk ke Asrama Haji, , Kamis (24/8). F Cecep Mulyana/batam Pos

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag Sri Ilham Lubis mengatakan Kemenag sudah berupaya mencarikan pemondokan di Madinah yang berada di radius 500 meter dari Masjid Nabawi. Tetapi tim Kemenag cukup kesulitan. Sehingga ada pemondokan yang mencapai radius 1.150 meter dari Masjid Nabawi.

Selain itu Sri menyampaikan bahwa sewa pemondokan di Madinah berbeda dengan di Makkah. Di Madinah sewa hotelnya menggunakan model sewa setiap kedatangan jamaah. Sehingga sangat wajar jika ada satu hotel yang tidak paten disewa dan ditempati jamaah Indonesia. “Istilahnya sewa blocking time,” tuturnya.

Sedangkan terkait katering di Makkah, akan terhenti mulai 27 Agustus dan kembali normal mulai 7 September. Alasan dihentikan karena pada 27 Agustus lalu lintas di Makkah sudah sangat padat. Sehingga tidak memungkinkan untuk mendistribusikan makanan.

Sementara Embarkasi Batam akan memberangkatkan jamaah calon haji (JCH) kloter 27 atau kloter terakhir pada hari ini, Jumat (25/8). Total ada 379 JCH dalam kloter 27 ini. Terdiri dari 165 jamaah asal Batam dan 214 JCH asal Tanjungpinang. Para tamu Allah ini akan diterbangkan dari Bandara Hang Nadim Batam menuju Makkah pada pukul 19.50 WIB, malam ini.

Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Batam, Subadi, mengungkapkan pada kloter terakhir tersebut panitia memungkinkan akan megikutsertakan JCH yang tertunda keberangkatannya karena sakit dari kloter-kloter sebelumnya.

“Bila hingga siang besok (hari ini, red) ada keputusan dokter sudah tidak sakit, kami akan gabungkan di kloter ini. Data kami ada lima orang yang sakit,” kata Subadi, Kamis (24/8) sore.

Kemarin, sebelum memasuki masa karantina di Asrama Haji Batam, JCH asal Batam berkumpul di Masjid Raya Batam. Mereka menggelar doa bersama. “Sebelum berangkat JCH harus dikarantina selama 24 jam,” ucap Subadi.

Sembari JCH kloter 27 menyiapkan diri masuk ke asrama, jamaah kloter 26 asal provinsi Jambi dan Riau diberangkatkan, kemarin. “Total ada 303 jamaah,” terang Subadi. (cr13/jpgroup)