Senin, 6 April 2026
Beranda blog Halaman 12988

PI Migas untuk Kepri 10 Persen

0
Rig pengeboran Migas di perairan pulau Bintan. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kepri, Amjon mengatakan upaya Pemerintah Provinsi Kepri untuk mendapatkan bagian Partisipan Interest (PI) Minyak dan Gas (Migas) sebesar 10 persen tinggal selangkah lagi. Menurut Amjon, sekarang ini adalah tinggal menunggu keluarnya Surat Keputusan (SK) Menteri Energi dan Sumber Meniral (ESDM).

“Surat keputusan yang dimaksud adalah menyangkut pengakuan bahwa Kepri adalah merupakan daerah penghasil Migas. Apabila sudah ada surat tersebut, keuangan daerah akan lebih kuat,” ujar Amjon menjawab pertanyaan media di Tanjungpinang, Selasa (8/22).

Mantan Pejabat Karimun tersebut mengakui, hampir terwujudnya usaha untuk mengelola PI Migas 10 Persen tentu tidak lepas dari peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kepri, yakni PT. Pembangunan Kepri. Menurut Amjon, dengan adanya keputusan itu nanti, peran BUMD Kepri akan lebih strategis. Karena ada tanggungjawab besar yang diberikan.

“Meskipun tertatih-tertatih, BUMD Kepri terus berupaya untuk bangkit. Semoga dengan adanya tanggungjawab itu nanti, BMUD Kepri bisa memberikan kontribusi lebih bagi daerah,” papar Amjon.

Dijelaskan Amjon, saat ini BUMD Kepri juga sudah membentuk anak perusahaan yang bergerak dalam bidang migas. Karena itu sebagai salah satu syarat untuk mendapatkan PI. Kemudian, melalui anak perusahaan tersebut BUMD bisa menjalin kerjasama dengan pihak ketiga untuk mendapatkan modal kerja. Diakuinya, mengandalkan keuangan daerah tentu sangat tidak mungkin.

“Meskipun nilainya hanya 10 persen. Tak akan cukup anggaran daerah untuk dijadikan modal dalam mengelola PI tersebut. Bagaimana baiknya nanti, tentu akan kita bicarakan kembali,” tutup Amjon. (jpg)

 

Jaksa Tahan Oknum ASN Pemko Batam

0

batampos.co.id – Tersangka dalam penyelewengan anggaran kegiatan dinas sosial dan pemakaman (Dinsoskam) Kota Batam, Raja Muhammad Rizal , mantan bendahara Dinsoskam 2015, tak lagi hidup bebas.

Ia dijebloskan ke dalam tahanan oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam, Selasa (22/8).

Aparatur sipil negara (ASN) Pemko Batam yang ditetapkan tersangka sekitar 6 bulan lalu itu, juga sudah tiga kali mangkir dalam pemanggilan pihak Kejari Batam.

“Hingga tadi (kemarin,red), tersangka hadir memenuhi panggilan kami untuk pemeriksaan akhir, dan langsung ditahan di Rutan Batam,” ujar Kasi pidsus Kejari Batam, M Chadafi Nasution.

Ia mengatakan, dari hasil pemeriksaan berkala yang dilakukan pihaknya dan audit dari tim BPKP bahwa terbukti adanya perbuatan melanggar hukum yang dilakukan tersangka.

“Kerugian negara mencapai Rp 1.505.990.249 bersumber dari anggaran 15 kegiatan 2015 yang tidak disetorkan terdakwa ke kas daerah,” terang Chadafi.

Diantara 15 kegiatan itu, lanjutnya, anggaran kegiatan RTLH yang tercatat paling banyak diselewengkan tersangka sebesar Rp 1,1 miliar.

“Sisanya dari 14 kegiatan Dinsoskam lainnya,” sebutnya.

Tersangka Raja Muhammad Rizal mengenakan rompi tahanan Kejari Batam, saat akan dibawa ke Rutan Batam di Tembesi, Batuaji, Selasa (22/8). F.Febby Anggieta Pratiwi/Batam Pos

Dalam perbuatan itu juga diketahui, tersangka sempat memalsukan tanda tangan atasannya terhadap laporan kegiatan yang seolah-olah sisa anggaran setiap kegiatan tersebut sudah diterima atau masuk ke kas daerah.

“Sementara dana itu tidak pernah disetorkan, sehingga tampak ketidaksinkronan antara uang kas yang ada dengan laporan yang dijadikan alat bukti perbuatannya,” jelas Chadafi.

Dari besaran dana yang dikorupsi tersangka belum ditemukan adanya aliran dana ke pihak lain atau pembelian barang yang memungkinkan untuk disita. “Setelah kami telusuri, masih belum ditemukan adanya aset-aset terdakwa yang bisa disita terkait perkara maupun pihak lain yang ikut terlibat. Sejauh ini, masih mengarah pada satu tersangka saja,” paparnya.

Perbuatan tersangka diatur dan diancam sesuai pasal 2 ayat (1) jo pasal 18 ayat (1) huruf a dan b, ayat (2) dan ayat (3), subsider pasal 3 jo pasal 18 ayat (1) huruf a dan b, ayat (2) dan ayat (3) UU nomor 31 tahun 1999, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana pemberantasan korupsi, atau kedua pasal 21 UU nomor 28 tahun 1999 tentang penyelenggara negara yang bersih dan bebas korupsi, kolusi dan nepotisme.

“Ancaman hikuman minimal 3 tahun penjara,” ucap Chadafi.

Selanjutnya, berkas perkara tersangka yang sudah dinyatakan lengkap oleh Kejari Batam segera dilimpahkan ke penuntut umum dan diajukan ke Pengadilan Tipikor Tanjungpinang. “Tersangka tinggal menunggu disidangkan,” tutupnya. (nji)

 

 

Agama Penting Sebagai Pondasi Pembangunan

0
Gubernur Kepri Nurdin Basirun bersalaman dengan Ustaz Abdul Somad, saat tabliq akbar di Lapangan Pamedan Tanjungpinang, Senin (21/8) F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengajak masyarakat Kepri merapatkan barisan guna bersama-sama menyukseskan pembangunan. Karena dalam membangun daerah, perlu dukungan penuh dari masyarakat.

“Dengan kebersamaan dan saling bahu-membahu maka keberhasilan membangun daerah InsyaAllah dapat segera dicapai,” kata Nurdin saat menghadiri tablig akbar bersama Ustaz Abdul Somad, di Lapangan Pamedan, Tanjungpinang, Senin (21/8) malam.

Nurdin menyebutkan, dalam Islam, pesan untuk merapatkan barisan atau shaf selalu ada ketika salat berjamaah. Salat berjamaah itu pahalanya berlipat ganda. Di situ seakan digambarkan bahwa dengan bersama-sama mengerjakan kebaikan, ganjarannya lebin besar.

“Karena itu membangun daerah perlu pula bersama-sama agar manfaat yang dihasilkan lebih besar dan lebih luas,” ujar Nurdin.

Menurut Nurdin, agama sangat penting sebagai pondasi pembangunan di Kepri. Dalam berbagai kesempatan, Nurdin selau menyampaikan penting membangun dengan pondasi agama. Demikian juga pesannya kepada sejumlah kepala OPD.

Nurdin menyebutkan dirinya bahagia dengan kehadiran Ustaz Abdul Somad memberi tausiahnya untuk masyarakat Kepri. Dalam kunjungan ke Kepri, Ustaz Somad hadir di sejumlah masjid di Batam, Bintan, dan Tanjungpinang.

“Semoga ceramah beliau dapat memberikan manfaat dan hidayah bagi kita semua masyarakat Kepri. Agar kita tetap menjalin kebersamaan, bersatu tidak terpecah belah dan bersatu dalam kekeluargaan,” ujar Nurdin.

Antuasias masyarakat juga sangat tinggi terhadap Ustaz Abdul Somad. Nurdin berharap dengan kegiatan seperti inilah jika digelar secara konsisten dapat memupuk akidah Islam yang kuat pada masyarakat. Antusias masyarakat sudah terlihat sejak satu jam sebelum acara. Mereka sudah memadati Lapangan Pamedan.

Kesempatan tersebut Ustaz Abdul Somad dalam ceramahnya yang berjudul tentang Indahnya hidup di bawah naungan syariat Islam mengatakan bahwa tema tersebut berarti besar.

Sebelum Islam datang, di Arab masyarkatnya dipisah-pisahkan strata hidupnya dari orang miskin hingga kaya. Namun, ketika Islam datang maka semua itu dihapuskan. “Duduk sama rendah tegak sama tinggi, seperti yang kita lihat malam ini, semua duduk bersama tanpa memandang pangkat jabatan dan kedudukan kita,” ujar UAS, sapaan akrab Ustaz Abdul Somad.

UAS melanjutkan bahwa Islam datang, menghormati isi kepala orang, tidak lagi membangga-banggakan keturunan, warna kulit dan sebagainya. UAS mencontohkan ketika Baginda Rasulullah memerintahkan umat untuk salat dan yang bertindak sebagai muadzin adalah seorang budak kulit hitam yakni Bilal. “Karna yang dibawa mati adalah iman dan amal saleh, bukan kedudukan kekayaan ataupun kesenangan dunia lainnya,” lanjutnya UAS.

Tampak hadir pada kesempatan ini Sekdprov Kepri H TS. Arif Fadillah, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah, Wakil Walikota Tanjungpinang Syahrul, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepri Husnizar Hood, Sekdako Tanjungpinang Riono dan tokoh masyarakat. (bni)

Pendapatan PBB P2 Kota Batam Baru Tercapai Rp 73 Miliar

0
ilustrasi

batampos.co.id – Jatuh tempo 31 Agustus mendatang, pembayaran Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) pada angka Rp 73 miliar atau 55 persen dari target Rp 131 miliar tahun ini.

“Mudah-mudahan pekan ini mendekati jatuh tempo masyarakat pada bayar,” kata Kepala Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kota Batam, Raja Azmansyah, kemarin.

Dari angka capaian tersebut, artinya pembayaran PBB P2 masih kurang Rp 58 miliar.

Walau demikian, Azmansyah pihaknya mengaku optimis akhir tahun target Rp 131 tercapai. “Angka itu target tahun ini, inshaa allah tercapai, dengan resiko yang telah bayar kena denda, dua persen perbulan,” ungkapnya.

Sebelumnya, untuk meningkat pembayaran PBB P2, pihaknya meggunakan sistem ‘jemput bola’ yakni dengan membuka konter di mall yang dilakukan sepanjang Agustus ini di tiga mall, di antaranya Mega Mall, Kepri Mall dan Nagoya Hill. Tak hanya itu, pihaknya juga keliling kecamatan.

“Kami ingin dekatkan layanan, di Batam kan beda dengan daerah lain, warganya rata-rata pekerja,” katanya.

Dia mengimbau masyarakat segera melakukan pembayaran sebelum jatuh tempo, 31 Agsutus mendatang. Jika tidak akan dikenakan denda 2 persen perbulan.

Ke depannya, pihaknya merencanakan pembayaran pajak cukup via telepon genggam. Hal ini tak hanya terkait PBB P2, namun juga pajak dan retribusi lainnya.

“2018 kita upayakan, kita sedang susun security-nya, infrastrukturnya. Kami akan usahakan ini,” pungkasnya. (cr13)

WFQR Amankan 27 TKI Ilegal

0
ilustrasi

batampos.co.id – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lanal Batam, kembali menggagalkan upaya pengiriman 27 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Ilegal ke Malaysia, diperairan Karang, Galang, Selasa (22/8) dini hari.

Ke 27 orang TKI ilegal tersebut terdiri dari 20 orang laki-laki, Tujuh orang wanita dan satu orang bayi laki-laki berusia dua bulan. Mereka diamankan ketika berada di boat pancung dengan panjang 9 meter dan lebar 1,5 meter dengan bermesin Yamaha 85 PK X 2 buah.

”Mereka naik boat milik pria berinisial B yang tinggal di Punggur,” ujar Danlantamal IV Tanjungpinang, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Ribut Eko Suyatno, melalui Danlanal Batam, Kolonel Laut (P) Ivong Wicaksono.

Dikatakan Ivong, rencana para TKI tersebut hendak diberangkatkan dengan menggunakan rute Punggur menuju pantai Desaru, Johor, Malaysia.

”Mereka saat ini sudah diamankan di Mako Lanal Batam. Dan sedang dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” kata Ivong.

Diterangkan Ivong, pihaknya dalam hal ini tim WFQR masih terus melakukan pendalaman guna membongkar jaringan pengiriman TKI ilegal ke Malaysia tersebut.

”Disinyalir, ini komplotan pemain lama yang melakukan pengiriman TKI ilegal di wilayah Batam. Ini akan kami bongkar habis,” ucapnya.(ias)

Bangun Generasi Muda dengan Kegiatan Positif

0
Dirut Batam Pos Marganas Nainggolan berdiskusi dengan Komandan Korem 033 WP, Brigjen TNI Fachri. F. Osias De/Batam Pos.

batampos.co.id – Mendukung bakat dan minat generasi muda dalam berolahraga. Korem 033 Wira Pratama (WP), membangun sarana olahraga di areal Mako Korem 033 WP, Senggarang Tanjungpinang.

Hal tersebut dikatakan Komandan Korem 033 WP, Brigjen TNI Fachri, saat menerima kunjungan Direktur Utama (Dirut) Batam Pos, Marganas Nainggolan, Selasa (22/8) siang.
”Ini misi kami untuk membina generasi muda, agar mereka tidak terpengaruh dengan kegiatan yang negatif,” ujar Fachri.

Dikatakan Fachri, sarana olahraga yang dibangun yakni lapangan sepak bola, lapangan Futsal, Voli, dan beberapa olahraga lainnya.

”Apa yang kami bangun ini, selain untuk membina anak muda. Juga biar masyarakat umum juga tahu bahwa di Tanjungpinang ini ada markas Korem. Apa yang kami buat akan kami sampaikan ke Gubernur Kepri,” kata Fachri.

Selain itu, pihaknya juga menyiapkan lahan kosong yang tak jauh dari kawasan Makorem untuk dijadikan sirkuit olahraga yang menguji nyali tinggi seperti Motor Cross dan Grasstrack.

”Ini juga akan kami sampaikan dengan Pengurus IMI Kepri. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sirkuitnya bisa dibangun dan bisa digunakan untuk menyalurkan bakat,” ucapnya.

Kesempatan tersebut, Fachri yang didampingi jajarannya, mengucapkan terima kasih, atas kunjungan Dirut Batam Pos, ke Mako Korem. Menurutnya, kunjungan ini merupakan suatu kehormatan guna menjalin hubungan yang lebih baik ke depannya.

”Terima kasih sudah berkunjung kesini (Mako Korem). Maaf kalau saya yang belum sempat berkunjung ke kantor Batam Pos,” terang Fachri.

Marganas Nainggolan, mengapresiasi dan mendukung cara Korem 033 WP membina generasi muda melalui olahraga. Sebab, olahraga selain menjaga kebugaran tubuh. Tentunya merupakan salah satu cara agar generasi muda terhindar dari perbuatan negatif.

”Ini sangat bagus, membentuk karakter yang positif. Kami mendukung gerakan yang Pak Danrem bangun untuk anak muda,” kata Marganas, didampingi kepala Perwakilan Batam Pos di Tanjungpinang, Cipi Ckandina.

Dikatakan Marganas, terkait rencana Korem yang menyediakan lahan dibuat sirkuit Motor Cross dan Grasstrack, dirinya akan menyampaikan hal tersebut ke Ketua IMI Kepri, Usep RS. “Kebetulan Ketua IMI Kepri itu orang Batam Pos juga. Apa yang bapak (Danrem) sampaikan ini akan saya teruskan ke pengurus IMI Kepri. nanti akan diatur waktu biar bisa ketemu bapak dan membahas masalah sirkuit balap itu,” kata Marganas.

Marganas juga mengucapkan terima kasih, kepada Komandan Korem 033 WP yang telah meluangkan waktu untuk menerima kedatangan dirinya yang bersilaturahmi ke Mako Korem. ”Rencana silaturahmi ini sebenarnya sudah lama saya agendakan. Kunjungan ke Korem ini untuk menjaga mitra kerja antara media khususnya Batam Pos dengan TNI AD,” pungkasnya.(ias)

Waspadai Bahaya DBD

0

batampos.co.id – Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), menjadi ancaman bagi masyarakat Bintan. Terkhususnya saat kondisi cuaca belakangan ini.

Pasalnya, dalam kurun waktu sejak bulan Juli hingga pertenghan bulan Agustus, tercatat sedikitnya sudah 11 orang terserang penyakit yang disebabkan virus dengue yang ditularkan nyamuk Aedes Aegypti, dan harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tanjunguban.

Hal ini disampaikan Kasubag Humas RSUD Tanjunguban, Ahmad Nasib, Selasa (22/8).
Ia mengatakan lingkungan yang kotor, tentunya menjadi faktor utama yang sangat mempengaruhi mudahnya gejala penyakit DBD menyerang warga.

“Bulan kemarin (Juli, red) sudah 11 orang yang menjalani perawatan akibat terserang penyakit DBD disini. Dan ini merupakan jumlah terbanyak dari bulan sebelumnya,” terangnya, di RSUD Tanjunguban, Selasa (22/8).

Apalagi dengan kondisi cuaca saat ini yang terbilang ekstrem dan tidak menentu, pastinya akan mendukung proses penularan yang cepat melalui jentik-jentik nyamuk yang terus berkembang biak, khususnya di lingkungan yang kotor dan lembab.

“Cuaca yang kadang hujan, kadang panas juga salah satu penyebabnya. Apalagi kalau lingkungan sekitar rumah kita dibiarkan kotor begitu saja, tentu jadi sarangnya nyamuk. Sehingga mempercepat penularan virus berbahaya tersebut,” jelasnya.

Menurutnya, peran masyarakat sangat dibutuhkan dalam upaya memberantas penyakit yang disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan nyamuk Aedes Aegypti ini. “Kesadaran warga sangat penting,” katanya.

Untuk itu, lanjut Ahmad masyarakat juga diimbau untuk lebih memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar. Termasuk memperhatikan bak-bak dan penampungan air yang menjadi sarang nyamuk.

“Gerakan 3M (menguras, menutup, mengubur) plus dipercaya juga sebagai cara terampuh melawan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Dan ini harus rutin dilakukan,” imbuhya. (cr20)

Direktur RSUD Batam Mundur!

0

 

batampos.co.id – Lima bulan jabat Direktur RSUD Embung Fatimah, Gunawan resmi undurkan diri.

Pemerintah Kota (Pemko) Batam menunjuk Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam, Didi Kusmarjadi sebagai pelaksana tugas (Plt).

“Besok (hari ini, red) ada Plt baru. Sudah (Plt, red) Didi (Didi Kusmarjadi),” sebut, Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Selasa (22/8) sore.

Menjadi Plt, salah satu tugas awal Didi adalah yakni mencocokkan data BPJS Kesehatan dan RSUD Embung Fatimah terkait besaran klaim BPJS Kesehatan yang disebut-sebut tertunggak.

“Biar klop, kita padukan saja supaya tak saling menyalahkan,” ucap Rudi.

Terkait pengunduran diri Gunawan, Rudi menyampaikan, adalah hal yang biasa. “Biasalah itu, tak sesuai kita ganti,” imbuhnya mantan wakil walikota ini, sembari berlalu.

Gunawan Budi Santoso, Direktur RSUD. foto: Dalil Harahap / batampos

Dikonfirmasi, Gunawan mengaku telah mengajukan surat pengunduran diri, Senin (21/8). Menurutnya, sesuai dengan yang tertuang dalam surat tersebut, ia ingin fokus pada latar profesinya sebagai konsultan Obgyn/Obstetric dan Gynecology.

“Saya ingin lebih bermanfaat lagi, profesi saya masih langka. Saya mungkin lebih bagus di kegiatan lapangan daripada di kantor,” kata dia.

Ia menyampaikan, menjadi direktur rumah sakit kadang membatasi ruang geraknya berbuat lebih untuk masyarakat. Pernah suatu ketika, dia tak bisa penuhi memberikan pembinaan bagi bidan-bidan di Natuna juga Anambas karena ia tak bisa meningglakan tugasnya sebagai direktur RSUD Embung Fatimah.

“Saya berikan pelayanan untuk masyarakat, pengetahuan bagi bidan-bidan lebih perlu bagi saya. Bidan kalau diperkuat ilmunya harapannya lebih menekan angka kematian ibu dan anak,” imbuhnya.

Gunawan tak menampik, jika fokus ke profesinya bukanlah satu-satunya alasan. Ditanya, apakah ada kaitannya dengan kasus demo tuntut tunjangan jasa medik oleh dokter beberapa waktu lalu, Gunawan mengiyakan namun enggan berkomentar banyak. “(Terkait) itu sebagian ada, saya lebih konsentrasi pada profesi saya, mungkin beri kesempatan yang lebih pada yang lain untuk lebih berkonsentrasi penuh menjadi direktur,” kata Gunawan.

Sementara itu, Kepala Dinkes Batam, Didi Kusmarjadi mengaku belum mendapat surat terkait penunjukan sebagai PLt Direktur RSUD Embung Fatimah. Namun demikian, ia mengaku siap jika benar Wali Kota Batam Muhammad Rudi memberikan kepercayaan tersebut padanya.

“Ini perintah atasan, saya sih siap-siap saja,” ujar Didi.

Menurutnya, merangkap jabatan bukan berat bagi dirinya. Apalagi ia pernah mejabat Direktur RSUD Kepri. “Inshaa allah nggak berat, ini kan sementara juga sebelum ada pengganti permanen (tetap) direktur nanti,” pungkasnya. (cr13)

Siswa dan Guru Terima Uang Saku

0

batampos.co.id – Pemerintah Kota Tanjungpinang menyerahkan penghargaan kepada puluhan guru dan siswa SD, SMP yang berprestasi, Selasa (22/8) kemarin. Mereka yang dinyatakan berprestasi ini kemudian mendapatkan apresiasi berupa uang saku.

“Ini bentuk apresiasi pemerintah atas prestasi-prestasi yang berhasil didapatkan para peserta didik. Dan juga mengapresiasi para guru mata pelajarannya,” tutur Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmasyah usai penyerahan penghargaan kemarin.

Kategori berprestasi bagi siswa terbagi atas dua kategori. Kategori siswa dengan nilai kelulusan tertinggi dan kategori siswa dengan nilai mata pelajaran tertinggi. Sementara penghargaan kepada guru mata pelajaran, sambung Lis, diberikan dengan melalui sistem seleksi yang telah ditetapkan bersama Dinas Pendidikan Tanjungpinang.

“Juga dipilih atas nilai tertinggi yang berhasil didapatkan para siswanya,” lanjut pria berkacamata ini.

Penghargaan-penghargaan yang diberikan, merupakan bukti dari perhatian yang diberikan pemerintah dalam dunia pendidikan. Karena tak hanya menyediakan beasiswa, pemko juga menyediakan alokasi dana tambahan kepada pedidik dan peserta didik yang berprestasi.

“Ini salah satu upaya kami selaku pemerintah, untuk merangsang anak-anak dan guru yang lain berlomba-lomba untuk berprestasi,” ujarnya lagi.

Dengan terciptanya persaingan yang sehat ini, diharapkan prestasi dunia pendidikan di Tanjungpinang dapat semakin meningkat.

Terkait penghargaan yang diterima kemarin, setiap pendidik dan siswa berprestasi membawa pulang piagam dan juga uang saku senilai kurang lebih Rp 1 juta Rupiah. (aya)

Disdik Beradaptasi dengan Perda Disabilitas

0
Anak penyandang disabilitas main drama beberapa waktu lalu. F. dok Batam Pos.

batampos.co.id – Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang mulai beradaptasi dengan Peraturan Daerah tentang Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas yang disahkan awal bulan lalu. Kepala Disdik Tanjugpinang, Dadang AG mengutarakan, sebenarnya adaptasi dalam pemenuhan hak siswa penyandang disabilitas sudah digesa dalam beberapa kerja sebelumnya.

“Misalnya menyediakan pegangan pada dinding dan pelebaran jalur agar bisa dilewati kursi roda. Implementasi seperti ini sudah dilakukan. Justru dengan adanya Perda tersebut, membuat adaptasi implementasinya jadi lebih mudah,” kata Dadang, Selasa (22/8), ditemui di Hotel Bintan Plaza, Tanjungpinang.

Penyediaan infrastruktur dan sarana fisik bagi penyandang disabilitasdi bidang pendidikan, sambung Dadang, adalah keniscayaan. Tidak boleh ada kesenjangan bagi mereka dalam mendapatkan hak pendidikan. Karena itu, Dadang menyambut baik pengesahan perda yang kemudian dirasanya bisa menjadi dasar hukum kuat bagi dinasnya menyusun program-program kerja ramah penyandang disabilitas.

“Semakin yakin kami menggesa banyak program pro penyandang disabilitas. Perdanya sebagai payung hukum sudah ada kok, tinggal bagaimana menyusunnya di tahun depan,” ungkap Dadang.

Satu dari sekian rencana program yang akan digesa itu, kata Dadang, adalah keinginan Disdik Kota Tanjungpinang memperkerjakan guru-guru pendamping khusus bagi siswa penyandang disabilitas. Niatan ini tentu sangat baik dan layak didukung. Namun, tidak dipungkiri Dadang bahwasanya pelaksanaannya akan memakan anggaran besar lantaran pembayaran honor tiap bulan.

“Nanti kami lihat dulu kajiannya seperti apa, kalau memang bisa diusahakan, ya pasti kami masukkan. Karena kami juga ingin penyandang disabilitas di sekolah umum juga dapat mengikuti pembelajaran dengan layak dan maksimal,” pungkas Dadang. (aya)