Jumat, 24 April 2026
Beranda blog Halaman 12995

Dihadiri 10 Dinas Pariwisata, Kemenpar Optimis di JTE 2017

0

Pamor pameran Japan Tourism Expo (JTE) 2017, yang digulirkan 21-24 September 2017 di Tokyo International Exhibition Center (Tokyo Big Sight), Jepang, membuat industri dan semua elemen penting pariwisata Indonesia turun gunung. Buktinya, perhelatan pameran terbesar di Jepang itu selain didukung 41 industri, juga dihadiri 10 Dinas-Dinas Pariwisata di Indonesia.

”Ini momentum kami untuk menjaring wisatawan mancanegara dari Jepang. Kami tidak ingin Wisman Jepang turun di tahun 2017 dan 2018 ini, pameran ini adalah media yang sangat tepat diikuti oleh Yogyakarta sebagai salah satu destinasi unggulan tanah air,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Yogyakarta, Aries Riyanta.

Aries tidak sendirian, hadir perwakilan dinas-dinas pariwisata lainnya seperti Dinas Pariwisata Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Bali, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Nusa Tenggara Barat dan Kalimantan Tengah.

Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara Profesor I Gde Pitana mengucapkan terima kasih kehadiran para dinas dan industri di pameran tersebut. Kata Pitana, ikut pameran JTE 2017 adalah langkah yang cerdas dan tepat.

”Kami optimis bahwa perkembangan pasar Jepang akan mengalami peningkatan, walaupun sempat turun di tahun sebelumnya. Jumlah wisman Japan sebanyak 287.208 Wisman pada periode Januari sampai dengan Juli 2017 atau naik 1,03% dibanding periode yang sama tahun 2016. Ini akan kami terus dorong agar semakin naik termasuk melalui pameran ini,” ujar Prof Pit itu.

Ada tiga faktor kunci sukses yang sudah dipegang oleh Kemenpar untuk mendatangkan Wisman Jepang ke tanah air. Pertama, imbuh Pitana, perekonomian Jepang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan dan daya beli masyarakat Jepang semakin meningkat. Yang kedua, masih kata Pitana, ada Wisman Jepang yang biasa dipanggil dengan Golden Generation, yang dimana wisman ini sering sekali traveling ke tanah air dengan umur di atas 60 tahun ke atas.

”Dan yang ketiga yang membuat kami percaya diri adalah, akses Jepang yang semakin hari semakin terbuka. Bahkan kami juga mendapatkan kabar baik dari Japan Airlines yang ingin membuka peluang kembali penerbangan ke Jepang. Saat ini sudah ada tiga maskapai yang terbang ke tanah air, yakni Garuda Indonesia, Ana Air dan Air Asia. Tiga faktor inilah yang membuat Jepang akan terus mendatangi tanah air kita, dan kami akan terus berkoordinasi dan berpromosi, ini kami kejar terus,” kata Pitana yang juga didampingi Kepala Bidang Pameran Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pasar Asia pasifik, Ricky Fauzi.

Hal senada diungkapkan Staf Khusus Bidang Infrastruktur Pariwisata Kemenpar Judi Rifajantoro. Mantan petinggi Garuda Indonesia itu juga percaya bahwa pasar Jepang akan kembali menggeliat dengan penerbangan-penerbangan langsung ke Indonesia terutama Bali dan Jakarta.

”Kita juga akan segera bicarakan dengan pihak terkait mengenai hal pesawat charter. Dimana nanti Japan Airlines atau maskapai manapun setelah mengantarkan penerbangan ke Bali dan Jakarta, pulangnya pesawatnya tidak kosong dan bisa mengambil penumpang dari Indonesia maupun dari Singapura. Hal ini akan kami kondisikan dan terus bicarakan dengan pihak terkait,” ujar Judi yang juga hadir di pameran tersebut.

Agen Travel besar di Jepang, Chairperson Bali Rasa Sayang Makiko Iskandar mengucapkan terima kasih banyak atas agresifnya Kemenpar dalam mensasar pasar Jepang. Makiko optimis bahwa, Jepang akan segera beralih ke Indonesia, karena saat ini kompetitor Indonesia hanya Hawai.

”Nah, jika penerbangan langsung ke Indonesia semakin banyak, maka kami akan menjual banyak paket ke masyarakat Jepang dengan pilihan yang menarik. Jepang itu tidak punya laut, dan mereka saya yakin akan terpukau dengan keindahan yang lengkap yang dimiliki Bali. Mereka juga suka budaya yang dimiliki Yogyakarta, namun saingan Bali saat ini hanya Hawaii. Kami yakin jika ada penerbangan langsung yang semakin banyak, maka masyarakat Jepang akan melupakan Hawaii,” kata Makiko.

Menteri Pariwisata Arief Yahya juga ikut optimis dengan pasar Jepang, meskipun target 2017 ini cukup fantastis. Dia berprinsip bahwa peran pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pariwisata adalah membuat regulasi yang membuat industri bisa bergerak secara leluasa untuk mengembangkan bisnisnya.

“Industry lead, government support! Itu yang dibutuhkan untuk membangun ekosistem bisnis yang memberi angin kepada mereka untuk berkembang,” kata Menpar Arief Yahya.

“Jangan sampai government ikut-ikutan menjadi operator. Fungsi dan peran government adalah regulator. Itu saja, jangan offside untuk ikut-ikut menjadi operator. Biarkan itu wilayahnya industri,” ujar Arief yahya.

Prinsip inilah yang membuat para industri yang bergerak di sektor Pariwisata itu merasa nyaman, merasa dilindungi oleh regulasi, dan percaya dengan aturan main yang diundangkan oleh pemerintah.

“Di mana-mana, di seluruh dunia, ya seperti ini. Kalau mau membawa iklim usaha yang sehat, dan mendorong pelaku usaha berkreasi lebih cepat, maka regulasi harus konsisten, dan posisi pemerintah harus jelas, sebagai regulator, pameran ini adalah media untuk para industri unjuk gigi. Selamat melaksanakan pameran, dan buat Wisman Jepang tertarik untuk ke tanah air kita,” kata Arief Yahya.(*)

Putri Bungsu Sultan HB X Ajak GenPI Jogja Terus Promosikan Pariwisata

0

Keberadaan bandara internasional baru di Kulonprogo harus menjadi momentum kebangkitan pariwisata Yogya. Semua pihak harus menyambut dan mempersiapkan diri menyambut peningkatan wisatawan mancanegara. Destinasi wisata yang ada harus terus meningkatkan standar pelayanan prima agar tidak membuat wisatawan kecewa dan kapok datang.

Peningkatan kapasitas dan kemampuan layanan yang baik itulah yang kini terus dilakukan DPP PUTRI ( Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia) Daerah Istimewa Yogyakarta.

“Kami terus dampingi anggota PUTRI untuk melakukan peningkatan layanan terhadap wisatawan,” tegas Ketua DPP PUTRI DIY GKR Bendara saat silaturahim dengan GenPI Jogja.

Silaturahim ini dihadiri anak-anak muda relawan Generasi Pesona Indonesia chapter Jogja. Mereka adalah para fotografer, videografer, aktivisi media sosial dan selebgram. GKR Bendara merasa senang bisa melakukan sharing dan berkenalan dengan para anggota GenPI Jogja ini.

Putri Bungsu Sultan Hamengku Buwono X ini lalu mengajak anggota GenPI Jogja untuk terus mempromosikan pariwisata Indonesia, khususnya Yogyakarta. Dia mengingatkan agar promosi juga dibarengi dengan kesiapan tempat-tempat wisata untuk terus meningkatkan kualitas atraksi maupun fasilitas atau amenitasnya.

“Jangan sampai promosinya gencar, kemudian banyak wisatawan yang datang tapi saat datang tidak menemukan sesuatu yang memuaskannya. Sehingga yang malah muncul kekecewaan,” ingat putri dengan nama kecil GRAj Nurastuti Wijareni ini.

GKR Bendara juga menjelaskan bahwa dengan bandara baru nanti, target wisatawan mancanegara ke Jogja di tahun 2021 adalah 15 juta wisatawan. Sekarang ini, katanya, wisatawan mancanegara yang ke Jogja baru 3 juta orang.

“Jadi butuh kerja keras dan kerjasama serta promosi dari berbagai pihak,” katanya.

Kerjasama dan promosi itu harus dilakukan dengan kordinasi yang baik. Ia mengibaratkan kerikil yang dilempar ke danau. Maka hanya berbunyi “cepluk”. Kalau kerikil-kerikil yang dilempar ke danau maka bunyinya “cepluk, cepluk, cepluk.

” Tapi, kalau kerikil tersebut disatukan di dalam plastik lalu dilempar ke danau maka bunyinya “byuuurr.”

Dikatakan pula oleh ibu beranak satu ini, kekayaan destinasi wisata di Jogja sangat komplet. Mulai dari alam, budaya, sejarah, maupun buatan manusia, semuanya ada di Jogja dan unik. Semuanya memiliki daya tarik yang luar biasa.

Menpar Arief Yahya berterima kasih pada Putri Bungsu Sultan Hamengku Buwono X, GKR Bendara, yang menyambung silaturahmi dengan GenPI Jogja. Generasi Pesona Indonesia yang terus mempromosikan 3 hal melalui media sosial.

Ke-3 hal itu adalah destinasi wisata, calender of events, dan kebijakan kepariwisataan yang perlu diketahui oleh publik.

“GenPI akan menjadi komunitas yang pro aktif di media sosial, dan menjadi satu kekuatan Pentahelix. GenPI memiliki aspek cultural value dan ke depan akan memiliki peran strategis dalam membangun commercial value bersama ITX, Indonesia Tourism Xchange,” ungkapnya. (*)

KPU Pleno Verifikasi Parpol

0

batampos.co.id – Komisi Pemilihan Umum (KPU), Senin (25/9) melakukan pleno terkait verifikasi partai politik yang akan serentak dilakukan diseluruh Indonesia. Hal ini dilakukan untuk persiapan Pemilu dan Pilpres serentak yang akan dilaksanakan pada 2019.

”Sesuai dengan amanat Undang-undang Nomor 27 Tahun 2017 tentang Pemilu, maka mulai Selasa (3/10) KPU akan melakukan verifikasi terhadap parpol. Dan, sebelum kita (KPU, red) di kabupaten menerima berkas dari seluruh Parpol terlebih kita melakukan pleno, sehingga, kegiatan ini legal di mata hukum,” ujar Ketua KPU Kabupaten Karimun, Ahmad Sulthon kepada Batam Pos, kemarin (24/9).

Pokja yang terbentuk untuk melakukan verifikasi, katanya, bertugas untuk melakukan pencocokan data dari pusat dengan yang ada di daerah. Untuk itu, jika data dari pusat tidak sama yang diterima di daerah, sudah tentu Parpol harus melakukan perbaikan sampai dengan batas waktu yang diberikan. Misalnya, sesuai dengan aturan yang berlaku bahwa minimal jumlah anggota Parpol dikalikan seper seribu jumlah penduduk.

”Saat ini, jumlah penduduk di Kabupaten Karimun ada sekitar 240 ribu orang lebih. Jika batas ketentuan inimal, maka untuk satu Parpol harus mempunyai anggota sebanyak 240 orang. Jumlah ini harus dibuktikan dengan kartu tanda anggota dan berkas pendukung lainnya. Jika dalam proses waktu verifikasi tidak cukup atau lengkap, maka batas waktu untuk perbaikannya sampai dengan Senin (16/10) bulan depan,” jelasnya. (san)

Peluang Investasi 10 Bali Baru Kemenpar Kembali Dikenalkan ke Investor Asing

0

Peluang investasi di 10 Destinasi Pariwista Prioritas kembali diperkenalkan ke berbagai investor asing. Kali ini Tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas Kementerian Pariwisata memaparkan peluang tersebut di ajang Asia-Pasific Real Estate Conference “APREC” 2017 yang berlangsung pada 22 hingga 24 September di Busan, Korea Selatan. Ajang ini diinisasi oleh Federasi Real Estate Dunia (FIABCI).

Di acara ini ratusan pengembang dan investor di berbagai bidang properti dari seluruh dunia hadir. Mulai dari broker, manajer properti, penilai publik, pengembang, konsultan, arsitek juga perencana wilayah.

“Dalam acara tersebut hadir sebanyak 300 orang. Mereka adalah pengembang dan investor bidang properti dari seluruh dunia,” ujar Ketua Tim Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Wisata Prioritas, Hiramsyah S Thaib.

Hiramsyah mengatakan, sesi khusus untuk memperkenalkan Indonesia itu ada di sesi utama yaitu “Plennary Session: Real Estate Concert” yang berlangsung pada Sabtu (23/9) kemarin. Dalam kesempatan itu Hiramsyah mempresentasikan pengembangan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas sekaligus mempromosikan peluang investasinya kepada para investor internasional.

Turut hadir dalam acara tersebut berbagai pengembang dan investor bidang properti dari seluruh dunia, termasuk CEO dari Lotte Hotel & Resort, Mr Jay Hung Hwan Kim.

Selain itu turut berpartisipasi Mayor Busan Metropolitan City Byung Soo Seo, President Fiabci-World Farook Mahmood, President Fiabci Korea Edward Tae-yong Gee, Vice Minister of Land, Infrastructure, and Transport South Korea Son Byeong-Suk serta Member of Parliament South Korea Lee Ju Young.

“Sehingga ini benar-benar menjadi kesempatan yang sangat baik untuk mempromosikan pariwisata Indonesia, khususnya 10 destinasi pariwisata prioritas atau yang juga disebut ’10 Bali baru’,” ujar Hiramsyah.

Hasilnya, respons dari para audiens sangat positif. Mereka rata-rata tertarik dengan keindahan dan keragaman yang ada sehingga menjadi peluang investasi yang sangat baik.

“Bahkan salah seorang delegasi dari Malaysia menyampaikan kekagumannya terhadap pemerintah Indonesia yang begitu serius dan progresif dalam mengembangkan pariwisata. Bahkan jauh lebih cepat bila dibandingkan dengan pemerintah Malaysia,” kata Hiramsyah.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik keikutsertaan Indonesia dalam rangka mempromosikan dan memperkenalkan peluang bagi investor luar untuk berinvestasi di 10 Destinasi Pariwisata Prioritas.

Pariwisata disebut Menpar telah menjadi sektor unggulan yang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo. Dalam banyak kesempatan presiden turut mempromosikan pariwisata Indonesia, dan menempatkan sektor ini sebagai prioritas. “Pak Presiden Jokowi juga sudah hadir di banyak destinasi prioritas itu,” sebut Menpar Arief Yahya.

Dari Danau Toba, Tanjung Lesung, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, Morotai, sampai ke Raja Ampat, Larantuka, Manado, pernah didatangi. Itu akan memperkuat komitmen pemerintah dalam membangun destinasi baru.

“Diharapkan nama 10 ‘New Bali’ dapat semakin dikenal seluruh dunia dan dapat menarik minat para investor internasional untuk bergabung mengembangkan destinasi-destinasi pariwisata prioritas Indonesia,” ujar Menpar Arief Yahya.(*)

Feri Natuna Bahari 2 Tak Bisa Diperbaiki

0

batampos.co.id – Kapal feri cepat Natuna Bahari 2 milik Pemda Natuna akan dihapus dari aset daerah. Dengan pertimbangan tidak lagi bisa diperbaiki. Sudah hampir lima tahun terakhir tidak lagi digunakan.

Kepala Dinas Perhubungan Pemkab Natuna Iskandar DJ mengatakan, dengan kondisi kapal feri Pemda Natuna Bahari 2 saat ini sudah tidak bisa lagi diperbaiki. Apalagi usianya sudah 18 tahun, berdasarkan kelayakan operasi, kapal feri berbahan fiber hanya bisa layak digunakan selama 10 tahun.

“Feri Natuna Bahari sudah diupayakan diangkat, tapi badan feri sudah patah. Solusinya feri fiber pengadaan tahun 2011 ini akan dihapus dari aset daerah,” ujar Iskandar kemarin.

Dikatakan Iskandar, pihaknya sudah berupaya untuk mengangkat kapal feri agar bisa diperbaiki. Tetapi petugas perbaikan tidak menjamin bodi kapal bisa diangkat dengan pertimbangan kapal Natuna Bahari terbuat dari bahan fiber.

Bahkan kata Iskandar, pihaknya juga sudah berkonsultasi dengan pihak galangan kapal di Batam. Namun dari hasil survey tim ahli juga berkesimpulan kapal feri fiber sudah berusia 18 tahun tersebut tidak bisa diperbaiki lagi.

“Menghapus aset kapal feri Natuna Bahari 2 dengan cara dilelang. Meski badan kapal sudah bocor, mesin masih lengkap, alat navigasi juga masih lengkap,” ujarnya.(arn)

Pedagang Keluhkan Keamanan Pasar

0

batampos.co.id – Kesempatan ketika Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengunjungi Pasar Baru II Pelantar KUD, Minggu (24/9), tidak disia-siakan para pedagang di sana. Kepada wali kota, para pedagang mengeluhkan keamanan di dalam pasar.

Kepada Lis, pedagang berkeluh-kesah bahwa selama ini ada banyak kejadian properti para pedagang hilang ketika disimpan di lapak yang ada di pasar. Semisal, timbangan dan barang dagangan. “Malah sampai kantong kresek pun bisa hilang lho, Pak Lis,” ucap seorang pedagang.

Menerima keluhan sedemikian, Lis berjanji akan segera menindaklanjutinya dengan berkoordinasi ke BUMD selaku pengelola pasar. Kepada direktur BUMD yang ikut serta dalam peninjauan ke pasar kemarin, Lis meminta harus ada perbaikan pasar ke depannya. Karena bagaimana pun, kata Lis, pasar ini adalah sentra ekonomi kecil-menengah yang sudah semestinya mendapatkan perhatian perbaikan sekecil apa pun.

“Kalau barang sering hilang, coba dipikirkan, apakah bisa misalnya dipasang CCTV, biar lebih aman,” kata Lis.

Tidak hanya soal keamanan saja yang jadi perhatian Lis. Ia turut meminta BUMD lekas membuat rancangan pembenahan pasar di Tanjungpinang. Lis ingin geliat ekonomi di pasar ini lebih tinggi dengan semakin tingginya minat masyarakat berbelanja di pasar tradisional.

“Pasar itu harus bebas intervensi, manajemen pasar harus dikelola dengan baik, keadaan pasar juga harus nyaman, kalau kotor pasti ditinggalkan masyarakat. Mereka lebih memilih belanja di pasar yang nyaman dan bersih, meskipun jauh,” kata Lis.

Tidak boleh ditunda lagi, Lis meminta BUMD segera merenovasi atap pasar yang bocor dan merapikan tata kelola dalam pasar agar suasana pasar jadi lebih tertata dan enak dipandang mata. Meja lapak yang menghalangi jalan, kata Lis, jangan ragu agar dibongkar.

“Untuk bangunan yang tidak sesuai aturan, bikin surat teguran kepada pemiliknya, jika membandel, lakukan pembongkaran. Kepada Dinas PU buat gambar untuk memperbaiki fasilitas pasar yang rusak,” tegas Lis.

Dirut BUMD Tanjungpinang, Zondervan menanggapi bahwa pasar ini sudah masuk dalam perencanaan untuk dibenahi, seperti atap bocor dan pintu-pintu yang rusak. “Banyak pasar yang atapnya sudah bocor, dan untuk perbaikannya sudah kami masukkan dalam perencanaan, namun mengenai anggaran, InsyAllah pasar baru II yang akan didahulukan,” jelasnya.

Mengenai keamanan pasar, lanjut Zondervan, beberapa hari lalu BUMD sudah menambah keamanan, pintu-pintu sudah kita ukur untuk segera dilakukan perbaikan. Untuk pemasangan CCTV sudah dilakukan kerjasama dengan salah satu pihak swasta Internet Service Provider (ISP), guna memperketat keamanan, kita akan menempatkan 8 titik CCTV di wilayah Pasar Baru II.

“Mudah-mudahan dalam waktu 2 atau 3 minggu ini sudah kelar dan bisa lekas dipasang,” pungkas Zondervan. (aya)

Membantu Sesama Lewat Donor Tzu Chi

0

batampos.co.id – Yayasan Tzu Chi Kantor Penghubung Tanjungbalai Karimun menggelar donor darah, Minggu (24/9) kemarin. Kegiatan kerja sama dengan PMI Karimun ini, diikuti hampir 50 relawan, dan masyarakat umuum.

Sejak pukul 09.00 WIB, relawan sudah berdatangan untuk ikut menyumbangkan darahnya. Sebelumnya, mereka harus menjalani tahapan cek kesehatan, diantaranya cek tensi, dan kadar hemoglobin. “Jika semuanya memenuhi persyaratan, baru kita lakukan pengambilan darah,” terang Ketua Yayasan Tzu Chi kantor Penghubung Tanjungbalai Karimun, Sukmawati.

Dikatakan, program donor darah Yayasan Tzu Chi rutin dilaksanakan empat bulan sekali. Tidak ada target jumlah kantong darah yang harus dipenuhi dalam setiap pelaksanaan program donor tersebut.

“Kita tidak bisa mematok harus dapat sekian kantong darah setiap kegiatan. Bagi yang belum bisa ikut, kita manfaatkannya ketika memang ada yang benar-benar membutuhkan,” tukasnya.

Selain relawan yang sudah rutin mengikuti donor, setiap kegiatan selalu ada wajah-wajah baru yang ikut ambil bagian. Ini tentu memberikan keuntungan bagi yayasan yang bermotto untuk Amal, Pendidikan, dan Kesehatan.

“Yang penting, apa yang kita lakukan adalah untuk membantu sesama yang membutuhkan. Seperti kegiatan amal, membantu pendidikan bagi mereka yang memerlukan, dan meningkatkan kesehatan masyarakat,” tuturnya.

Sementara Wuri, salah seorang pendonor mengaku sudah sering mengikuti kegiatan sosial tersebut. Dirinya merasa terpanggil setiap ada yang melaksanakan kegiatan donor. “Kita ikhlas melakukan donor. semoga darah yang saya sumbangkan dapat membantu, dan menolong warga yang membutuhkan,” tuturnya. (enl)

Pelayanan Samsat Perlu Ditingkatkan

0

batampos.co.id – Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Kepulauan Anambas menggesa peningkatan status layanan Samsat di Anambas yang awalnya kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) meningkat menjadi kantor layanan.

Azwandi Kepala Badan Keuangan Daerah mengatakan, koordinasi dengan provinsi beberapa kali telah dilakukan. “Sudah beberapa kali kami sampaikan ke Provinsi Kepri. Terlebih, saat ini Polres kan sudah ada. Hanya memang tinggal menunggu tindaklanjutnya saja,” ujarnya Minggu (24/9).

Azwandi menambahkan, peningkatan status menjadi kantor layanan diakuinya berdampak pada kewenangan yang diberikan dalam mengurus kendaraan bermotor seperti pembayaran pajak hingga balik nama kendaraan bermotor. Saat ini, Anambas masih mengandalkan dana bagi hasil dari pajak kendaraan bermotor.

“Dengan adanya peningkatan status ini, tentu kewenangan dalam pelayanan juga bertambah. Saat ini, untuk beberapa layanan masih belum bisa dilakukan di Anambas, seperti proses balik nama kendaraan bermotor. Dari Anambas hanya bisa memfasilitasi saja,” ungkapnya.

Belum maksimalnya layanan ini membuat sejumlah warga mengeluh. Heri misalnya. Pria asal Ranai Kabupaten Natuna yang lama bertempat tinggal di Tarempa ini, sebenarnya ingin untuk mengurus dokumen kendaraan bermotornya miliknya lantaran saat ini telah melewati batas tanggal yang telah ditentukan. Namun dirinya berpikir ulang untuk mengurus dokumen kendaraan bermotor miliknya pasalnya harus kedaerah asal.

“Bukannya saya tidak mau urus, Bang. Tapi prosesnya itu yang masih harus bolak balik. Kebetulan saya ingin mutasi dari Natuna ke Anambas. Tapi transportasi dan akomodasi selama saya berada di Natuna mahal. Kalau bisa diurus di sini, tentu lebih baik lagi,” ujarnya.

Upaya dalam mendongkrak sektor pendapatan daerah, sebelumnya terus dilakukan oleh Pemerintah Daerah. Selain menggenjot pajak hotel dan restoran, pihaknya tengah membidik pajak chatering perusahaan migas. (sya)

 

Pelabuhan Dompak-Tanjungmoco Prioritas 2018

0

batampos.co.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memberikan kepastian akan melanjutkan pembangunan dua pelabuhan di Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang, lewat APBN 2018 mendatang. Kedua pelabuhan tersebut adalah, Pelabuhan peti kemas, Tanjungmoco. Satu lainnya adalah Pelabuhan Dompak.

“Poin penting saat rapat koordinasi dengan Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kemenhub. Atensi mereka di 2018 adalah melanjutkan pembangunan Pelabuhan Tanjungmoco dan Pelabuhan Dompak,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri, Brigjen TNI Jamhur Ismail menjawab pertanyaan Batam Pos, Minggu (24/9) di Tanjungpinang.

Menurut Jamhur, pembangunan Pelabuhan Tanjungmoco masih dilakukan dalam beberapa tahap lagi. Sehingga belum bisa rampung pada tahun depan. Sedangkan Pepabuhan Dompak tinggal tahapan penyelesaiannya. Sehingga diprioritaskan untuk diselesaikan pada tahun depan. Apalagi persoalan lahan sudah diselesaikan.

“Dalam rapat juga sudah kita jelaskan kondisi yang terjadi. Begitu juga dengan kerusakan parah di Pelabuhan tersebut,” papar Jamhur.

Dijelaskan Jamhur, tertundanya penyelesaian pelabuhan Dompak sebenarnya bukan disebabkan persoalan administrasi masalah status lahan. Akan tetapi, lebih disebabkan terbatasnya kemampuan anggaran negara. Karena pembangunannya murni menggunakan dan APBN. Ditegaskan Jamhur, jika itu tanggungjawab APBD tentu sudah diupayakan merapungkan secepatnya.

Masih kata Jamhur, keberadaan pelabuhan tersebut sangat strategis. Karena Dompak adalah magnet baru bagi pembangunan Ibu Kota Provinsi Kepri, Tanjungpinang. Dipaparkannya, pertumbuhan Tanjungpinang setiap tahun terus bergerak.
Artinya tidak cukup jika hanya mengandalkan satu akses untuk pelayanan transportasi.

“Kita butuh banyak akses, apalagi Tanjungpinang adalah merupakan Ibu Kota Provinsi Kepri,” tutup Jamhur.

Terpisah, Anggota Komisi III DPRD Kepri, Irwansyah memberikan apresiatif kepada Kemenhub. Menurut politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut, Mangkraknya penyelesaian pelabuhan Dompak memang memberikan banyak kerugian tentunya. Selain dari sisi waktu, juga dirugikan dalam materil. Yakni rusaknya bangun fisik infrastruktur tersebut.

“Artinya, semakin cepat diselesaikan akan semakin baik. Sehingga bisa mengurangi resiko terjadinya kerusakan lebih parah. Kabar terakhir, penyelesaian Pelabuhan Dompak butuh Rp6 miliar lagi,” ujar Irwansyah.

Mantan Legislator DPRD Kota Batam tersebut juga menjelaskan, DPRD Kepri memang terus mendorong Pemerintah Provinsi Kepri untuk melakukan pembenahan-pembenahan di Dompak. Karena selain sebagai pusat Pemerintahan Provinsi Kepri, Dompak merupakan Ikon Tanjungpinang untuk kedepan.

“Saya yakin, ke depan Dompak akan menjadi destinasi wisata yang menjanjikan. Karena kontribusi pariwisata untuk ekonomi daerah itu pasti, meskipun pergerakannya pelan,” paparnya.(jpg)

Warga Bintan Terdampar di Malaysia

0

batampos.co.id – Maritim Malaysia menemukan speedboat yang dinaiki dua warga Bintan terombang ambing di perairan Malaysia, selama lima hari. Nuriman,39, warga Lobam Bestari dan Dedi alias Dayak,35, warga Tanjung Permai Seri Kuala Lobam terdampar tepatnya di perairan Kuantan, Malaysia.

Kasatpolair Polres Bintan AKP Norman mengatakan, Maritim Malayia melaporkan nelayan Malaysia telah menemukan kapal yang mengangkut dua warga asal Bintan terdampar di perairan Malaysia ke pihak TNI AL. Laporan itu kemudian dilanjutkan ke pemilik kapal.

“Saudara Rian (pemilik kapal) yang menjemput keduanya ke perairan Malaysia, dengan
bantuan Maritim Malaysia,” katanya.

Kamis (20/9) lalu, sekitar pukul 23.30 malam, keduanya beserta kapal
sampai di perairan Tanjunguban. “Keduanya telah kami mintai keterangannya, sebab sebelumnya istri salah satu korban sempat menanyakan keberadaan suaminya,” katanya.

Katanya, waktu itu, Selasa (12/9) korban pamit hendak mengantarkan rekannya ke tempat kerjanya di perairan lepas pantai atau kawasan zona ekonomi eksklusif. Namun, sejak itu korban tidak pulang, sehingga istri korban melaporkan ke kantor polisi. ” Waktu itu hape korban memang tidak bisa dihubungi,” katanya. (cr21)