Kamis, 21 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13016

Joy Properti Tempati Kantor Baru

0
Inilah kantor baru Joy Property. F. Jpy Property untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Joy Property, salah satu agen property terbesar di Tanjungpinang resmi menempati kantor baru di Jalan MT Haryono Nomor 33 Kilometer 3, Kelurahan Tanjungpinang Timur, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Tanjungpinang, Sabtu (28/10).

Penempatan kantor baru ini disejalankan dengan acara syukuran bersama puluhan anak-anak panti asuhan Anugerah. “Besok (hari ini, red) kita menempati kantor baru sekaligus kita adakan acara sosial. Berbagi dengan anak panti asuhan sebagai ungkapan rasa syukur kita bersama,” ungkap Direktur Joy Property, Julianto, di ruang kerjanya, Jumat (27/10).

Ia mengatakan, acara tersebut akan dihadiri seluruh kolega bisnis yang bekerjasama dengan Joy Property. “Diperkirakan tamu yang akan hadir sekitar 200 orang lebih. Mereka semua merupakan relasi kerja kita,” ungkapnya.

Menurutnya, penempatan kantor baru ini tak lepas dari upaya untuk memberikan kenyaman bagi masyarakat yang ingin mencari rumah, sesuai kebutuhan yang diinginkan. “Kami sebagai agen property yang profesional akan memberikan solusi bagi kebutuhan masyarakat yang ingin memiliki rumah. Mulai dari pilihan rumah subsidi, hingga rumah mewah dengan berbagai fasilitas yang menarik,” imbuhnya.

Diantaranya, Aston Batam, dengan keunggulan bangunan fisik yang sudah siap, lokasi strategis dalam kota, jalan cukup lebar, serta setiap unit apartmentnya tersedia balcon. “Proyek megah ini dilengkapi fasilitas swimming pool, gym dan sauna. Ditambah CCTV dan keamanan 24 jam. Serta memiliki View yang indah seperti Marina Bay Sand (Singapore),” ucapnya.

Tak hanya itu, proyek prestisius Cemara Park Batam, dengan total lahan seluas 25 hektar itu juga bisa menjadi pilihan masyarakat. Dimana Cemara Park Batam memiliki keunggulan lokasi yang strategis dengan view yang bagus. “Buruan miliki proyek megah ini, dengan uang muka yang dapat dicicil hingga 33 kali. Ditambah promo cash bertahap bisa 60 kali,” tutupnya. (cr20)

Lis Minta DPRD Serius

0

batampos.co.id – Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah meminta kepada Badan Pembentuk Peraturan Daerah DPRD Tanjungpinang agar bisa lekas menindaklanjuti penerbintan ranperda Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sebelum tahun ini berakhir. Tidak hanya lekas, tapi perlu juga serius dan cermat.

Pasalnya, kata Lis, Ranperda RDTR ini terbilang detil, tapi manfaatnya amat besar dalam rencana pembangunan dan penataan kota ke depannya. “Karena akan sangat membantu pemetaan pembangunan di Tanjungpinang. Bahkan aturan tentang penetapan pembangunan,” kata Lis, kemarin.

Misalnya, kata dia, pembangunan di seputaran kawasan bandara. Karena lokasinya yang khusus itu, bisa saja hanya diatur pembangunan rumah-toko dan bukan perumahan umum. Itu pun, sambuung Lis, dalam Ranperda RDTR juga bisa diatur tinggi maksimum bangunan di seputaran kawasan bandara.

“Dan dari sini akhirnya bakal menentukan pemberian izin ke depannya. Karena harus ditaati pemohon izin dalam penggunaan lahan. Itu semua yang akan dibunyikan di Ranperda RDTR nanti. Makanya harus bisa cepat ditindaklanjuti,” ungkap Lis.

Permintaan agar Ranperda RDTR juga disampaikan Kepala Bappelitbang Tanjungpinang, Surjadi. Menurutnya, substansi RDTR Tanjungpinang yang telah disepakati Kementerian Agraria dan Badan Pertanahan Nasional itu punya masa kedaluwarsa terhitung 12 bulan sejak persetujuan itu diterbitkan. “Perda ini beda dengan perda lain. Karena setelah disahkan ada pembahasan lagi ditingkat provinsi untuk persetujuan gubernur. Tidak sampai di situ, tapi juga harus mendapatkan pengesahan dari Mendagri,” ujar Surjadi.

Informasi yang diterima Surjadi, RDTR ini sudah masuk program legislasi daerah di DPRD Tanjungpinang. Besar harapannya, sebelum masa kedaluwarsa masa berlaku substansi RDTR Tanjungpinang itu tiba, perda itu sudah disahkan. “Bagi kami yang di bagian perencanaan pembangunan Tanjungpinang, keberadaan RDTR ini sangat penting,” pungkasnya. (aya)

Malam Ini, Cokelat Hibur Masyarakat

0

batampos.co.id – Setelah terhibur melalui penyelenggaraan pawai budaya dan mobil hias bersempena HUT ke-16 Kota Otonom Tanjungpinang, keriuhan belum benar-benar berakhir. Sabtu (28/10) malam ini di Lapangan Ahmad Yani Pamedan akan ada band Cokelat yang siap mengguncang panggung dengan sederet lagu pilihannya.

Grup yang kini berformasikan Edwin Marshal Sjarif sebagai pemain gitar, Ronny pemain bass dan Jackline Rossy sang vokalis, sudah mengonfirmasi kedatangannya melalui akun resmi Instagram band yang terbentuk sejak 1996 ini.

“Ayo datang dan kita bersenang bersama-sama,” kata Jackline ditemani personel lainnya di akun instagram tersebut.

Kehadiran kelompok musik yang sempat moncer lewat tembang Bendera ini memang dijadwalkan sebagai malam puncak perayaan HUT ke-16 Kota Otonom tahun ini.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul mengajak semua masyarakat untuk bisa berpartisipasi pada perayaan HUT Kota Otonom. Apalagi setelah pawai budaya dan parade mobil hias beberapa hari lalu berlangsung sukses.

“Ya perayaan HUT Otonom ini momentum yang berbahagia buat kita semua, makanya pemerintah daerah tetap ingin memberikan yang terbaik buat masyarakat,” pungkas Syahrul. (aya)

Cabuli Pacar Dihukum 6 Tahun Penjara

0
batampos.co.id – Lukman, pria muda berusia 24 tahun, hanya bisa tertunduk lesu usai di vonis enam tahun penjara oleh hakim dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, kemarin, atas kasus pencabulan yang dilakukan terhadap Bunga, 17, yang merupakan pacarnya sendiri sebanyak 20 kali.

Dalam putusannya, majelis hakim yang diketuai oleh Jhonson Sirait, menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar pasal 81 ayat 2 undang-undang (UU) RI nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak junto pasal 64 KUHP.
Selain menghukum terdakwa enam tahun penjara. Majelis hakim juga menjatuhkan denda terhadap terdakwa Rp 100 juta subsider dua bulan kurungan.
Dikatakan hakim, perbuatan terdakwa yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain dalam gabungan beberapa perbuatan yang dapat dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut.
“Jika tidak bisa membayar denda Rp 100 juta. Maka dapat digantikan dengan kurungan badan seperti yang telah disampaikan diatas,” kata hakim.
Mendengar vonis yang diberikan majelis hakim. Terdakwa yang didampingi penasehat hukumnya A Nur, menyatakan menerima. Hal yang sama juga disampaikan JPU Gustian Juanda Putra. Meski putusan tersebut lebih rendah dari tuntutannya yang mana sebelumnya menuntut terdakwa delapan tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider tiga bulan kurungan.
Sepwrri diketahui sebelumnya, terungkapnya perbuatan cabul yang dilakukan terdakwa yakni berawal berawal pada saat yang bersankutan mengajak korban untuk jalan-jalan. Namun usai jalan, terdakwa mengantar korban pulang. Tetapi, korban tidak mau pulang. Terdakwa pun mengajak korban untuk menginap di salah satu penginapan di Kota Tanjungpinang.
Di penginapan tersebut terjadilah perbuatan cabul Yang mana terdakwa menyetubuhi korban. Tak hanya sekali itu. Kejadian seperti itu pun terjadi berulang kali dibeberapa penginapan diantaranya Hotel Sinta, wisma Sekar Wangi dan beberapa wisma lainnya.(ias)

Perusda Perlu Program Nyata

0

batampos.co.id – Hingga saat ini Perusahaan Daerah (Persuda) Natuna masih mati suri. Bahkan kantor Perusda di kawasan Batu Kapal jalan DKW Mohd Benteng Ranai tutup sejak beberapa bulan terakhir.

Bahkan Sekretaris Badan Pengawas Perusda Natuna, Arifin berkoar-koar di media sosial terkait kondisi Perusda Natuna saat ini. Karena Pemerintah Daerah belum menyetujui permintaan bantuan dana segar untuk Perusda.

“Kami memang membuat perjanjian dengan mantan karyawan Perusda yang sudah di PHK, akan membayar pesangon mereka sebesar Rp 1,9 miliar, Alhamdulilah tidak ada gejolak. Yang jadi pertanyaan apakah Pemda dan DPRD mau menyertakan Modal lagi, kalau tidak di sertakan modal mau bayar pakai apa uang pesangon mantan Karyawan Perusda,” cuit Arifin.

Arifin mengaku, membenarkan kondisi Perusda saat ini memiliki tanggungan utang karyawan berupa belum dilunasi pesangon kartawan yang di PHK. Untuk menjual aset juga memerlukan dana.

“Memang saya sarankan perusda di bubarkan saja supaya beban hutang pesangon karyawan menjadi tanggung jawab pemda,” sebut Arifin ditemui di Ranai, Jumat (27/10).

Sementara Ketua Komisi III DPRD Natuna Harken mengatakan, Pemerintah Daerah dan DPRD perlu program yang nyata sebelum menyetujui penyertan modal kepada Perusda. DPRD pun mengagendakan pertemuan dengan Perusda untuk mendengarkan rencana program Perusda.

DPRD katanya, akan meneliti program Perusda yang akan disetujui Pemerintah Daerah. Dan program tersebut tidak hanya sisi keuntungan, namun harus dipandang disisi sosial masyarakat. Agar memiliki dampak positif.

“Perusda harus memiliki program nyata sebelum mendapat dana segar. Dan harus punya dampak positif dimasyarakat, rencananya Senin besok kami menjadwalkan mendengarkan penyampaian program Perusda,” kata Harken.(arn)

Membaik, Membaik dan Membaik, Berkat Perubahan Rezim

0
ilustrasi

Berjalannya perubahan rezim suplai baru, semakin banyak pelanggan yang mendapatkan suplai air dengan kualitas baik. Beberapa wilayah pelanggan sudah mulai merasakan durasi suplai air mengalir lebih lama. Sedikitnya ada sekitar 15 daerah pelanggan yang tersebar dibeberapa wilayah di Batam yang sudah merasakan suplai air semakin membaik.

“Ada penurunan jumlah pelanggan yang masih terdampak dari elevasi tinggi dan berada diujung pipa distribusi. Jumlahnya cukup signifikan. Dahulunya suplai air mengalir hanya saat malam hari saja, sekarang suplai sudah jauh lebih baik,” jelas Enriqo Moreno Corporate Communication Manager ATB, Jumat (27/10).

Suplai air ke wilayah elevasi tinggi tersebut tersebar dibeberapa wilayah, mulai dari

  • Batu Merah Atas,
  • Sengkuang Raya RW 10,
  • Melcem,
  • Tiban seperti Siriaon,
  • Riau Bertuah 3,
  • Akasia Garden,
  • Tiban Kampung,
  • Tiban Mas dan
  • Taman Sari Hijau.

Sedangkan untuk wilayah Batu aji dan sekitarnya mulai dari

  • Putra Jaya,
  • Taman Lestari,
  • Purimas 2.

Begitu juga untuk daerah Bengkong mulai dari

  • Bengkong Palapa,
  • Bengkong Permai,
  • Sugiraya,
  • Bukit Palem.

Sejalan dengan adanya perubahan rezim baru jaringan distribusi yang dilakukan ATB, semakin membaiknya jaringan suplai di wilayah pelanggan khususnya dengan elevasi tinggi dan diujung pipa, dirasakan langsung oleh warga.

Rita salah seorang warga Batu Merah Atas merasakan langsung dampak perubahan suplai yang sudah mulai membaik.

“Kondisi air di tempat kami sudah cukup membaik, pukul 20.00 wib kami sudah bisa mendapatkan air, sudah sangat berbeda dengan kodisi dahulu yang harus bergadang malam hari menampung air,” ujar Rita.

Hal yang sama juga dirasakan oleh pelanggan ATB di wilayah Kavling Sei Tering Melcem. Wilayah tersebut dulunya masuk dalam area elevasi tinggi dan berada diujung pipa.

Suplai air mengalir hanya hitungan jam saja. Namun sejak adanya perubahan rezim dengan dibenahinya jalur-jalur baru ke pelanggan, suplai air sudah semakin membaik.

“Sekarang air sudah lumayan lancar Pukul 21.00 wib sudah mulai mengalir, meski pagi sudah mulai tidak mengalir. Namun kondisinya sudah sangat membaik dibanding dulu pada delapan bulan lalu, kami berharap bisa lebih meningkat lagi kedepannya agar kami tetap menikmati air sama dengan pelanggan lainnya,” ujar Misdarita yang juga menjabat sebagai RT 03 RW 07 Sei Tering Melcem, Batu Ampar. (*)

Nurdin Langsung Uji Coba Ketahanan Mesin

0
Gubenur Kepri Nurdin Basirun mencoba sampan ketinting bantuan yang diserahkan kepada nelayan, Jumat (27/10). F. Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan, bantuan-bantuan yang diberikan kepada masyarakat akan terus dievaluasi. Tujuannya agar bantuan yang diberikan bisa tepat sasaran dan pemanfaatannya. Pihaknya ingin bantuan yang diberikan berguna untuk masyarakat, bukan sekadar menghabiskan anggaran.

“Setiap bantuan yang diberikan harus sesuai dengan keperluan dan keinginan masyarakat. Sehingga dapat meningkatkan penghasilan mereka. Apalagi bantuan yang diberikan memang hasil pantauan dan turun ke lapangan,” kata Nurdin saat menyerahkan bantuan 104 sampan ketinting fiber untuk nelayan se-Kota Batam, di Pulau Buluh, Batam, Jumat (27/10).

Pada anggaran 2017, sebanyak 224 unit sampan fiber diserahkan kepada nelayan se-Kepri. Tahun ini, selain bantuan untuk nelayan, juga diserahkan bantuan sektor pertanian, olah raga dan sektor-sektor lainnya untuk menggerakkan ekonomi masyarakat.
Selain dihadiri ratusan nelayan, saat penyerahan itu hadir juga Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kepri Eddy Sofyan dan TP4D Wiwin Iskandar. Hadir juga staf khusus Gubernur Kepri Yanto.

Nurdin menegaskan pemilihan fiber untuk ketinting ini karena bahannya mudah didapat dan mudah perawatan. Karena sudah ada peralatan yang bagus, Nurdin menekankan pentingnya menjaga lingkungan tetap baik. Salah satunya dengan tidak membuang sampah, apalagi plastik, ke laut.

Laut yang tetap baik, kata Nurdin akan menjaga biota didalamnya tetap banyak. Malah laut dan lingkungan yang bersih sangat membantu potensi kepariwisataan Kepri. Saat ini Kepri menjadi pintu gerbang wisata bahari Indonesia.

Untuk evaluasi, Nurdin menekankan agar dinas terkait terus melakukan cek dan ricek di lapangan. Dia mencontohkan Presiden Joko Widodo untuk suatu proyek infrastruktur bisa beberapa kali melakukan pengecekan dan evaluasi.

“Kalau sudah diberi, lihat betul pemanfaatannya. Cek sampai ke dapur, perhatikan agar harus semakin membaik. Termasuk perekonomian mereka yang diberi bantuan,” kata Nurdin sambil mengatakan agar nelayan yang dapat bantuan memanfaatkan secara benar, merawatnya serta meningkatkan pendapatan.

Tak hanya menyerahkan bantuan, Nurdin juga mencoba sampan-sampan ketinting yang diberikan. Di antara ratusan bantuan itu, Nurdin memilih Dingkis 11, nama sampan yang dibantu untuk dibawanya. Padahal Nurdin sudah diarahkan untuk mencoba Dingkis yang lain.

Nurdin memacu ketinting dengan kecepatan rendah dan diikuti nelayan-nelayan yang sudah dapat bantuan. Dalam beberapa saat, Nurdin memacu dengan gas yang tinggi mengitari laut di depan Pulau Buluh. Nelayan pun memacunya dengan kecepatan tinggi.
Nurdin juga mendayung untuk menguji kekuatan dayung. Apalagi saat penyerahan secara simbolis, Nurdin menyerahkan dayung kepada para nelayan.

Nurdin tampak puas dengan Dingkis 11 yang dipandunya. Dia berharap pendapatan masyarakat nelayan terus berubah meningkat. Tokoh masyarakat Pulau Buluh, Ahmad Rahmad Hidayat berterima kasih atas bantuan yang diberikan. Tidak hanya sampan ketinting, Ahmad menyebutkan banyak bantuan untuk masjid pelabuhan dan di Pulau Buluh malah listrik tahun depan akan semakin baik.

“Kami akan terus dukung program-program Pak Gubernur. Apalagi program dan kebijakannya memang untuk membuat Kepri semakin baju,” kata Ahmad. Ahmad mengaku salut karena banyak permohonan bantuan sering disampaikan dalam suasana informal. Dalam bentuk silaturahmi seperti di masjid dan kedai kopi. (bni)

Rem Blong, Motor Parkir Ditabrak

0

batampos.co.id – Sebuah mobil kijang kapsul pink up dengan nomor polisi KB 8653 AD melaju kencang dari arah Rintis dan menabrak beberapa motor yang sedang parkir di sekitar Masjid Jamik hingga bertumbangan.

Supir pick up, Purba mengatakan rem kendaraannya macet sehingga pick-up tersebut tidak bisa dihentikan. Karena bingung dia memutuskan menabrak motor yang sedang parkir di pinggiran jalan.

“Mobil saya bawa dari atas tidak ada masalah. Tapi saat menurun mendekati Masjid Jamik tiba-tiba remnya tak menggigit. Saya sudah bingung sementara mobil jalan terus, apalagi posisi turunan semakin kencang. Motor yang parkir di pinggir jalan terpaksa saya tabrak,” kata Purba kepada wartawan, Jumat (25/10).

Purba menambahkan, saat itu dia sudah mencoba mengganti persneling rendah namun tetap tidak bisa melambat karena kondisi sudah terlalu kencang.  “Saya saat itu hanya berpikir jangan sampai menabrak orang, itu saja. Mau tidak mau motor yang ada di pinggir jalan yang ditabrak,” katanya.

Salah seorang warga yang melihat kejadian itu mengatakan, melihat mobil bergerak kencang dari atas. Saat itu dia merasa heran karena jalan dekat tikungan tetapi mobil masih berjalan kencang. Tak lama kemudian mobil menabrak beberapa kendaraan roda dua yang terparkir. (sya)

Polsek Tambal Lubang Jalan

0
Swadaya Polsek Buru bersama warga menambal jalan yang rusak dan berlubang untuk hindari warga Lakalantas. F. Sandi/Batam Pos.

batampos.co.id – Polsek Buru secara swadaya menambal jalan berlubang di Jalan Pendidikan, Kelurahan Buru Kota, Kecamatan Buru. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya kecelakaan oleh pengendara kendaraan yang melintasi jalan tersebut.

Kapolsek Buru Iptu Bakrimengatakan, pihaknya lebih satu bulan perhatikan ada beberapa lubang di Jalan Pendidikan. Namun karena tak juga diperbaiki, mereka berinisiatif memperbaikinya dengan cara ditambal semen. ”Kebetulan, hari ini (kemarin, red) adalah jadwal olahraga sehingga, saya bersama anggota mengajak warga sekitar untuk bersama-sama menambal jalan yang berlubang,” ujar kepada Batam Pos, Jumat (27/10).

Penambalan jalan ini dilakukan, kata Bakri, tidak lain agar jalan menjadi lebih bagus dan yang terpenting masyarakat yang menggunakan sepeda motor tidak menjadi korban jalan yang berlubang. Apalagi pada malam hari jalan tersebut tidak ada penerangan jalan. Kalau tidak hati-hati pengemudi sepeda motor lewat di jalan tersebut bisa masuk lubang dan mengalami kecelakaan.

“Meski lubang-lubang jalan tersebut telah ditambal, pengemudi sepeda motor diharapkan tidak mengemudikan sepeda motornya dalam kecepatan tinggi. Karena, jalan tersebut tidak terlalu lebar,” jelasnya. (san)

Wabup Wanti-wanti ASN Jangan Pungli

0

batampos.co.id – Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim menegaskan, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Karimun dimulai dari tingkat desa, kelurahan, kecamatan hingga dinas dan badan agar memberikan pelayanan publik kepada masyarakat. Proses pengurusan administrasi maupun lainnya harus bisa selesai dalam waktu yang singkat. Agar waktu dan biaya transportasi pengurusan dapat dipersingkat dan murah.

“Saya sudah sampaikan di setiap kunjungan kerja, agar para pegawai ASN maupun honorer tidak memungut biaya kepada masyarakat atau dengan bahasa tren sekarang pungutan liar (pungli), yang berakibat citra Pemkab Karimun tercoreng akibat ulah oknum ASN tersebut,” jelas Anwar, kemarin (27/10).

Karena kata Anwar lagi, kasus pungli di Kabupaten Karimun sudah ada yang diproses saat ini yaitu kasus pungli di daerah Desa Pangke Barat dengan penetapan tersangka kades dan bendahara. Kasus OTT tersebut diungkap oleh Tim Saber Pungli Polres Karimun pada pertengahan tahun ini dengan barang bukti uang Rp 3,1 juta. Pungli yang dilakukan berupa pungutan biaya masuk lokasi pantai wisata Pelawan kepada masyarakat.

“Pelayanan perizinan publik rawan pungli. Tetapi jangan tergiur dengan uanglah,” cetusnya.
Untuk melakukan pencegahan pungli, dirinya terus melakukan sosialisasi bersama Tim Saber Pungli hingga ke pelosok daerah, dengan acuan Perpres no 87 tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar. Dimana dalam aturan tersebut sudah jelas mana saja yang berindikasi pungli. Termasuk di lingkungan sekolah-sekolah, juga ada aturan main terhadap pungli.

“Belum lama ini saya bersama Wakapolres Karimun melakukan sosialisasi di Tanjungbatu,” ucapnya.

Sementara itu Ketua DPW LMB Kepri Datuk Azman Zainal ketika dimintai tanggapannya mengungkapkan, terjadinya pungli akibat minimnya pemahaman tentang aturan yang berlaku. Seperti kasus Kades Pangke Barat, seharusnya kepala daerah jauh-jauh hari memberikan arahan kepada jajarannya mengenai larangan pungli di berbagai sektor.

“Anda bisa lihat sendiri, kondisi objek wisata Pantai Pelawan sekarang kotor. Bagaimana mau menarik wisawatan datang ke Karimun, kalau kondisi objek wisata terbengkalai,” katanya.

Untuk itu, ke depannya bagi ASN yang memberikan pelayanan publik agar bekerja sesuai prosedur. Agar tidak terjadi OTT kedua kalinya oleh Tim Saber Pungli. Mengingat hampir rata-rata para ASN di lingkungan Pemkab Karimun adalah putra daerah yang seharusnya mempermudah pelayanan publik kepada masyarakat. “Sudah tidak zaman lagi minta-minta imbalan dalam pelayanan Publik. Teknologi canggih, masyarakat bisa langsung lapor ke aparat,” katanya. (tri)