Jumat, 1 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13126

OTH SDN 009 Meriahkan HUT RI

0
Para orang tua hebat (OTH) dari SD Negeri 009 Kelurahan Sei Pasir, Kecamatan Meral Foto bersama dengan anggota DPRD Komaruddin. F.Sandi/Batam Pos.

batampos.co.id – Komunitas Orang tua hebat (OTH) yang berasal dari SD Negeri 009 Kelurahan Sei Pasir, Kecamatan Meral tidak ingin ketinggalan untuk memeriahkan HUT ke 72 peringatan kemerdekaan Republik Indonesia dengan menggelar berbagai lomba permainan rakyat.

”SD Negeri 009 yang ada di Kecamatan Meral merupakan salah satu sekolah yang sering mengadakan kegiatan. Baik yang dilakukan oleh pihak sekolah juga kegiatan yang melibatkan gabungan para wali murid yang tergabung dalam OTH. Seperti pada Ahad (20/8) para wali murid berkumpul untuk memeriahkan kemerkedaan negara yang kita cintai ini dengan bermacam-macam lomba,” ujar Pembina OTH SD Negeri 009 Kecamatan Meral, Komaruddin kepada Batam Pos.

Dikatakannya, ada tujuh macam pertandingan yang dilaksanakan untuk memeriahkan Dirgahayu RI. Seperti, lomba tarik tambang, menggambar tentang alam sekitar, lari karung, makan kerupuk, pancing botol, meindahkan bola dari atas air dan memasukkan gelang karet ke pipa. Semua peserta bergembira. Dan, ini merupakan salah satu tujuan dari dilaksanakannya kegiatan tersebut.

”Apa yang dapat dipetik dari HUT ke 72 Kemerdekaan RI dengan kegiatan yang dilaksanakan OTH adalah silaturahmi dan mejalin kebersamaan. Semuanya bersatu dan bekerja sama dalam menyelesaikan perlombaan. Perberdaan yang ada dijadikan untuk pemersatu. Karena, kita adalah bagian dari NKRI. Kita berharap, kegiatan positif lainnya dapat terus dilaksanakan. Tidak hanya pada peringatan hari besar, tapi pada hari libur biasa juga bisa dilakukan pertemuan. Tidak lain untuk menjalin komunikasi yang lebih baik,” ungkap Komaruddin yang juga anggota DPRD Kabupaten Karimun ini. (san)

Pemkab Bangun Pasar Modern di Daerah FTZ

0
Pasar Bukit Tembak akan dibangun menjadi pasar moder. F. Tri Haryono/Batam Pos.

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Karimun, terus melengkapi infrastruktur di wilayah Free Trade Zone (FTZ) Kecamatan Meral, dan Meral Barat. Salah satunya, dengan menyulap pasar tradisional Bukit Tembak menjadi pasar modern dengan nilai pembangunan mencapai Rp 6 miliar bersumberkan dari APBN.

“Alhamdulillah, kita mendapatkan kucuran dana dari Pusat untuk membangun infrastruktur pasar. Nanti masyarakat yang ada di sekitar Kecamatan Meral maupun Meral Barat bisa belanja di Pasar Bukit Tembak lebih nyaman lagi dan luar, serta bisa menambah para pedagang,” jelas Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan ESDM Karimun M Yosli, kemarin (22/8).

Pasar Bukit Tembak yang dibangun berkonsep minimalis dengan kios-kios, dan lapak yang tersusun. Sehingga, masyarakat ketika berbelanja tinggal memilih apakah akan belanja kebutuhan sehari-hari seperti sayuran, ikan maupun lainnya atau belanja kebutuhan sandang.

“Ada 32 kios, dan 168 lapak yang kita bangun. Sekarang sedang dalam tahap pengerjaan dan tidak terganggu kepada para pedagang di pasar saat menjalankan aktivitas seperti biasa,” tuturnya.

Masih kata Yosli lagi, saat ini Pasar Bukit Tembak masih belum tertata secara baik. Seperti pedagang pakaian maupun perhiasan ada di depan, namun ada juga pedagang sayuran yang berjualan di halaman masuk pasar. Selain itu lokasi pasar basah yang menjajakan ikan maupun daging, juga kurang tertata dan apabila turun hujan becek jalannya.

“Pelan-pelan kita tatalah. Maklum ke depan, wilayah FTZ pasti membutuhkan pasar yang presentatif jangkauannya tidak terlalu jauh. Dan ada terminal transportasi umum di depannya. Semuanya, akan bersinergi sehingga bisa menggerakkan perekonomian yang lebih meningkat lagi,” tukasnya. (tri)

Semester Ini, Kepolisian Mencatat Ada 16 Kasus Bunuh Diri

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Pihak Kepolisian mencatat dalam satu semester ini sebanyak 16 kasus bunuh diri terjadi di Kepri. Dan kebanyakan ada di wilayah hukum Polresta Barelang, 13 kasus.

Dari catatan Batam Pos, kasus bunuh diri tersebut disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari putus cinta, ekonomi, ditinggal istri, penyakit yang tak kunjung sembuh, dan lain-lainnya. Persoalan yang melilit para korban bunuh diri, tak kunjung menemui titik terang. Sehingga mereka mengakhiri hidupnya dengan cara terjun dari jembatan barelang, gantung diri, meminum racun, dan menyayat leher atau nadi.

“Cukup tinggi itu,” kata Psikolog Bibiana Dyah, Selasa (22/8).

Ia mengatakan harusnya angka ini, sudah menjadi perhatian semua orang termasuk pemerintah. Di beberapa Kota Besar, kata Bibiana sudah mendiringkan posko krisis untuk menampung orang-orang yang bermasalah secar psikis.

Dari kasus bunuh diri yang terjadi di Batam, kebanyakan mengakhiri hidupnya akibat faktor ekonomi. Bibiana tak membantah, hal tersebut bisa jadi alasan seseorang untuk bunuh diri. “Tapi ekonomi penyebab tak langsung (bunuh diri,red), tapi penyebab stres iya,” ujarnya.

Dijelaskannya ada beberapa proses yang dilalui seseorang, sebelum akhirnya memutuskan bunuh diri. Diawali dengan stress, lalu menjadi depresi. Karena terus memikirkan permasalahan yang tak kunjung mendapatkan solusi, orang-orang itu akhirnya menjadi frustasi.
“Lalu salah solusi, menganggap dengan mengakhiri hidup adalah solusi. Padahal itu salah,” tuturnya.

Masyarakat dapat melihat, orang-orang yang stres, depresi atau frutasi. Bibiana mengatakan hal itu bisa terlihat secara langsung, murung, sedih, kelihatan bingung, suka menyendiri, sensian, serta menarik diri dari lingkungan. Tak hanya itu saja, orang-orang ini juga tak bisa berinteraksi ditengah keramaian.

“Bila masyarakat melihat, sebenarnya itu adalah jeritan minta tolong,”ucapnya.

Dan ini, kata Bibiana perlu diperhatikan masyarakat. Bila ada teman,sahabat atau kerabat yang memiliki ciri-ciri yang disebutkan diatas, agar segera didekati. “Jangan dijauhi, tanyakan ke mereka apa masalahnya,”ujarnya.

Sebenarnya dalam psikolog itu ada pertolongan pertama dalam masalah psikologis. “Melihat, mendengar dan link (mencarikan orang yang tepat mengatasi permasalahan oknum masyarakat yang stres,red) dengan guru, psikolog atau orang yang bisa dipercayanya,”tuturnya.

Sementara itu, Ditreskrimum Polda Kepri Kombes Pol Lutfi Martadian melihat aksi bunuh diri ini, akibat iman atau ketaqwaan kepada tuhan yang kurang. Sehingga memilih jalan yang salah ini. “Kalau saya melihat, intinya yah percaya pada Allah. Berserah diri, membuat kita dekat, maka terhindar dari semua ini,”ucapnya.

Selain itu peranan keluarga, juga sangat membantu orang-orang yang stress atau frustasi tersebut. Keluarga, kata Lutfi harus lebih awas terhadap perubahan yang terjadi. “Keluarga atau kerabat jangan apatis,” ujarnya.

Kalau untuk pengawasan sendiri, Lutfi mengatakan agak susah untuk mendeteksi hal tersebut. “Sekali, itu keluarga yang bisa melihat keseharian kerabatnya,”ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan di Batam Pos, kejadian bunuh diri terus terjadi dan berulang seperti Abdul Qohar,28 ditemukan warga Kaveling Saguba gantung diri akibat penyakitnya tak kunjung sembuh pada akhir Januari lalu. Teresia, 41 tahun ditemukan tergantung oleh suaminya di kediamannya yang berada di Ruli Indosat, 9 Maret lalu. Usut punya usut, keputusan perempuan ini disebabkan permasalahan ekonomi.

Salpiani, 21, tewas tergantung dengan selembar kain di tiang besi penyanggah jemuran baju, Komplek City Centre Blok E nomor 3, Kos-kosan lantai 3, Kelurahan Lubukbaja, 22 Maret lalu. Rofandi, 35 bunuh diri dikediamannya yang berada di perumahan Griya Permata Batuaji blok D nomor 57A, kelurahan Seilangkai, Sagulung, 7 Mei lalu akibat perceraian. (ska)

Tahap Kedua Pencairan DD Dimulai

0

batampos.co.id – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Karimun, sudah melakukan pencairan tahap pertama Dana Desa (DD) kepada 42 Desa yang dikucurkan dari Pemerintah Pusat sebesar Rp35.818.950 Miliar pada tahun 2017 ini.

Dimana pencairan tahap pertama hanya sebesar 60 persen, kemudian dilanjutkan dengan tahap kedua yang dimulai pada bulan Agustus ini dengan persyaratan membuat laporan realisasi penyaluran DD maupun laporan konsolidasi realisasi penyerapan paling kurang 75 persen.

“Jadi masing-masing Desa harus membuat laporan realisasi penggunaan DD tersebut tahap pertama. Artinya, sejauh mana penggunaan DD tersebut kepada masyarakat baik itu pembangunan fisik maupun pemberdayaan masyarakat,” jelas Kepala Bidang PMD Karimun Abdullah mewakili Kepala Dinas PMD Suwedi, kemarin (22/8).

Lanjutnya, untuk itu pihaknya menghimbau agar masing-masing desa membuat laporan realisasi tahap pertama. Supaya, segera diproses untuk pencairan tahap kedua agar realisasi DD nantinya benar-benar terealisasi 100 persen dalam penyerapan anggarannya. Sehingga, bisa berdampak langsung kepada masyarakat hasil pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat dengan menggunakan DD.

“Intinya, kita bantu sejauh mana para Kepala Desa mapun aparatur Desa dalam membuat laporan tersebut,” ujarnya.

Sementara Ketua Komisi I DPRD Karimun Anwar Abu Bakar mengingatkan, kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Karimun bagian PMD Karimun agar dalam penjabaran aturan penggunaan Dana Desa (DD) tidak salah kepada 42 Desa. Supaya tidak terulang kembali dalam penjabaran aturan sebelumnya.

“Sekali lagi saya ingatkan, jangan salah penjabaran aturan penggunaan DD. Sebab, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi telah membentuk Satgas DD yang dipimpin mantan KPK Bibit Samad Rianto,” tegasnya.

Sebab, sebelumnya banyak para kepala desa mengeluhkan terhadap penjabaran aturan penggunaan DD. Sehingga, ragu-ragu untuk merealisasikan dilapangan takut tersandung hukum di kemudian hari.

“Kabupaten Karimun memiliki 42 Desa. Saya tidak ingin, kedepannya Kepala Desa tersandung hukum, akibat salah penjabaran penggunaan DD maupun ADD,” kata Anwar lagi. (tri)

Bawa Sabu, Pria Diamankan Polisi

0
Ilustrasi. Sumber: siaganarkoba.com

batampos.co.id – Anggota dari Sat Res Narkoba Polres Karimun berhasil mengamankan seorang pria yang membawa narkotika jenis sabu saat berada di parkiran salah satu tempat hiburan di Puakang, Kecamatan Karimun. Pria yang diamankan tersebut berinisial Arg,39, yang membawa sabu sebesar 2,05 gram.

”Penangkapan Arg berawal dari informasi yang disampaikan masyarakat kepada anggota kita. Bahwa, ada pria mencurigakan. Yakni, seperti sedang menunggu orang di parkiran sepeda motor tempat hiburan. Informasi ini akhirnya ditindaklanjuti dan dilakukan pantauan terlebih dulu. Setelah dipastikan bahwa tersangka membawa narkotika, maka langsung dilakukan penangkapan,” ujar Kasat Res Narkoba Polres Karimun, AKP Nendra Madyatias, Selasa (22/8).

Ketika dilakukan penggeledahan, kata Nendra, anggota menemukan satu paket sabu yang disimpan di dalam kotak rokok. Selain itu, juga ditemukan dua plastik bekas bungkus sabu. Diakui tersangka Arg bahwa memang sabu tersebut miliknya dan baru dibeli dari seseorang berinsiaol BM, yang tinggal di sekitar Kolong, Jalan A Yani, Kecamatan Karimun melalui ponsel.

”Tersangka mengaku barang haram dan berbahaya tersebut dibeli dari pria berinisial BM. Berdasarkan keterangan dari Arg, kita melakukan pengembangan. Yakni, mencari pria yang disebut-sebut telah menjual sabu. Anggota coba menghubungi nomor ponsel yang ditunjukkan oleh tersangka, namun tidak berhasil dihubungi. Sebab, ponsel tersebut tidak aktif-aktif,” jelasnya.

Dalam kasus ini, lanjutnya, tersangka Arg dijerat dengan pasal berlapis. Yakni, pasal 114 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Minimal ancaman pidana penjara 5 tahun dan maksimal 20 tahun. Kemudian, pasal 112 ayat 1 yang ancaman pidana penjkaranya 4 sampai 12 tahun. Selain itu, pihaknya juga telah menetapkan BM dalam daftar pencarian orang. (san)

Magnum Mulai Pasarkan Motor Listrik di Batam

0
Seorang karyawati dealer PT Magnum Motor Listrik Indonesia Batam saat merapihkan sepeda motor listri yang siap dipasarkan kepada konsumen, Selasa (22/8). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – PT Magnum Molis Indonesia mulai memproduksi dan memasarkan motor listrik di Batam. Selain dibanderol dengan harga yang murah, motor listrik Magnum diklaim sangat hemat biaya.

Pemilik Magnum, Cahya, mengungkapkan bahwa motor listrik merupakan jawaban bagi masyarakat Batam yang mendambakan transportasi murah dan efisien.

“Kita tahu bahwa biaya transportasi merupakan salah satu elemen penting dalam biaya pengupahan. Motor listrik sangat hemat energi dan biaya sehingga meringankan biaya hidup kalangan pekerja,” ujarnya di dealer Magnum yang berada di lantai satu Gedung Arsikon, Batamcentre, Batam, Selasa (22/8).

Magnum merupakan pabrikan motor listrik asal Tiongkok. Di negeri Tirai Bambu sendiri, motor ini telah diproduksi sebanyak 500 juta unit. Sehingga produk Magnum sudah menjadi pemandangan umum di jalanan Tiongkok. “Cobalah ke Shanghai, Guangzhou dan kota lainnya. Sudah jarang ditemukan motor yang masih pakai bensin,” ungkapnya.

Cahya mengklaim motor listrik Magnum memiliki banyak kelebihan. Pertama, karena tidak menggunakan bahan bakar minyak (BBM), maka biaya lebih hemat dan juga hemat energi. Dia menghitung, biaya BBM untuk motor konvensional rata-rata Rp 600 ribu per bulan. Sedangkan motor listrik hanya memerlukan biaya Rp 40 ribu per bulan untuk biaya listrik.

Biaya Rp 40 ribu itu estimasi jika motor listrik tersebut dicas setiap hari. Padahal jika penggunaan motor hanya di dalam kota, sekali cas baterainya bisa bertahan hingga empat hari.

“Maka biayanya bisa lebih murah lagi,” jelasnya.

Selain itu, karena tidak menggunakan BBM, motor listrik Magnum ini tidak mengeluarkan suara dan tidak perlu ganti suku cadang seperti busi, karburator, dan lainnya. Masing-masing roda tidak digerakkan rantai lagi melainkan aki bertenaga listrik sebagai dinamo.

Untuk saat ini, komponen produksi sepeda motor listrik ini masih terdiri dari 60 persen komponen impor dan sisanya komponen lokal. “Untuk yang lokal itu adalah ban dan aki. Ban Swallow dari Medan dan aki dari Surabaya. Tapi kami akan berupaya supaya bisa alih teknologi sehingga ke depannya komponen motor bisa diproduksi pabrikan lokal,” terangnya.

Saat ini, perakitan motor ini ada di pabriknya yang berlokasi di Century Park, Batamcentre. Sedikitnya ada 10 karyawan yang dipekerjakan. “Tapi jika banyak yang pesan, pasti akan tambah lagi,” imbuhnya.

Marketing Magnum, Ella, menjelaskan motor ini selain hemat energi juga memiliki desain masa kini. Batas ketahanan energi bisa dilihat dari indikator yang mirip seperti indikator baterai smartphone di speedometer. Desainnya berbeda di setiap varian motor. Bahkan untuk beberapa varian dilengkapi alat multimedia seperti pemutar musik. Bahkan klaksonnya sudah berbunyi “telolet”.

“Untuk ketahanan energi bisa tahan hingga 80 kilometer dengan kecepatan maksimal 60 kilometer/mph dan transmisi manual sebanyak 3 kecepatan. Pengecasan hingga penuh makan waktu 6 jam untuk sumber energi berupa aki dengan kapasitas 60 V 20 AH,” jelasnya.

Ella menyatakan pihak Magnum berani menggaransi motor ini hingga dua tahun. Ia juga menjelaskan untuk harganya memang sangat terjangkau. Dengan uang muka hanya Rp 500 ribu konsumen sudah bisa membawa pulang sepeda motor tersebut.

“Kami hanya ingin membuktikan kepada masyarakat bahwa kualitas motor listrik tidak kalah dengan motor biasanya,” pungkas Ella. (leo)

Presiden akan Luncurkan Mal Pelayanan Perizinan Batam

0

batampos.co.id – Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan meluncurkan Mal Pelayanan Perizinan Batam di Gedung Sumatera Promotion Center, Batamcenter, pada 30 November mendatang. Nantinya, semua perizinan di Batam bisa diurus di dalam satu gedung tersebut.

“Ini adalah terobosan dari Pemko Batam untuk membuat perizinan lebih mudah di Batam,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota Batam, Gustian Riau, Selasa (22/8).

Gustian menyebutkan semua jenis perizinan, baik yang ada di lembaga vertikal dan horizontal, akan disatukan tempatnya. “Imigrasi, Beacukai, BP Batam, dan Pemko Batam nantinya akan ada di sana,” katanya.

Ini juga untuk menjawab keluhan dari masyarakat maupun pengusaha yang harus pontang panting mengurus izin karena letaknya berjauhan. Ia mencontohkan, ada perizinan yang harus diurus di Bea Cukai, tetapi ada juga yang harus diurus juga di BP Batam.

“Nah, dengan adanya mal ini, maka tidak perlu terlalu capek lagi. Bisa urus beberapa perizinan, tetapi hanya di satu tempat saja,” katanya.

Managing Director Panbil Group, Johanes Kennedy, mengapresiasi terobosan dari Pemko Batam ini. Menurutnya, pengusaha jelas akan terbantu dengan layanan mal perizinan ini.

“Mal perizinan ini menjadi suatu gebrakan nyata dari Pemko Batam untuk merespon keinginan masyarakat akan perlunya peningkatan mutu pelayanan masyarakat dari waktu ke waktu,” katanya.

Menurutnya, semua pihak harus mendukung dan mengapresiasi langkah ini. “Tinggal sekarang proses perizinan itu harus dipercepat,” katanya.

Sementara anggota Komisi I DPRD Kota Batam Tumbur M Sihaloho mengatakan, mal perizinan ini dinanti masyarakat. Ia hanya berharap ada komitmen dari semua pihak.

“Jujur saja, ini sangat bagus. Ini terobosan luar biasa. Bagi pengusaha, waktu itu sangat berharga. Nah, masalah waktu, dengan adanya mall perizinan ini, maka waktu akan lebih singkat,” katanya.

Menurut Tumbur, ini juga penting agar semua lembaga dan instansi bisa lebih harmonis. Ia mengaku program mal pelayanan perizinan ini sudah pernah dibicarakan di Komisi I DPRD Kota Batam.

“Yang paling penting adalah komitmen bersama. Bagaimana ini bisa cepat terealisasi. Pengusaha dimudahkan dengan perizinan yang mudah. Tetapi yang terpenting adalah birokrasi harus dipersingkat, jangan ada yang bertele-tele lagi,” katanya.

Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Batam Jadi Rajagukguk juga mengapresiasi program mall pelayanan perizinan ini. Tetapi senada dengan Tumbur, ia mengatakan bahwa harus ada komitmen bersama dari semua pihak.

“Harapan kita jangan hanya sekedar disatukan saja. Harus dipastikan singkronisasi dan harmonisasi, karena paket kebijakan ekonomi yang sudah jelas pun, belum berjalan dengan baik,” katanya. (ian)

 

 

Bagai Truk Sampah Tabrak Mobil F1

0
Bagian lambung kapal USS John S McCain yang rusak akibat kecelakaan. (Reuters)

batampos.co.id – Insiden tabrakan kapal USS John S. McCain dengan kapal Alnic MC di Selat Malaka pada Senin (21/8) lalu mendapat respon beragam dari banyak pihak. Bagi Kirk Patterson, kapal destroyer bisa tertabrak oleh tanker merupakan kejadian yang sangat sulit dinalar. Ia menganalogikannya sebagai peristiwa ’’tertabraknya mobil Formula 1 (F1) oleh truk sampah’’.

’’Siapa yang paling mungkin menghindari tabrakan? Tentu saja mobil F1 yang dilengkapi peralatan canggih,’’ kata mantan dekan di Temple University Cabang Jepang itu seperti dikutip New York Times, Selasa (22/8).

Analogi tersebut digunakan Patterson untuk menggambarkan betapa sulit dipahaminya tabrakan antara USS John S. McCain dengan Alnic MC di Selat Malaka itu. Tabrakan tersebut mengakibatkan 10 personel AL AS hilang dan lima lainnya terluka. Lima korban yang mengalami luka sudah dirawat di Singapura dan berkondisi baik. Salah seorang di antaranya bahkan tak perlu mendapat perawatan lebih lanjut.

Sementara itu, pencarian para korban hilang melibatkan empat negara, AS, Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjungpinang mengerahkan dua kapal perang untuk tugas tersebut.

Selain itu, Polda Kepri menurunkan lima kapal untuk mencari korban. “Dua kapal milik Mabes Polri, tiga kapal milik Ditpolair Polda Kepri,” kata Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian, Selasa (22/8).

Sam mengatakan unsur yang bergerak dalam operasi kemanusiaan ini dari Polres Bintan dan Direktorat Polisi Perairan Polda Kepri. “Kami akan berkoordinasi dengan unsur-unsur lainnya seperti Angkatan Laut, Basarnas, dan nelayan,” tuturnya.

Insiden itu juga mengakibatkan kerusakan di lambung kanan USS John S. McCain. Tonase Alnic MC memang tiga kali lebih besar dari kapal perang AS yang tugas rutinnya berpatroli di Laut Cina Selatan tersebut.

’’Kerusakan signifikan mengakibatkan air laut masuk ke beberapa bagian terdekat, termasuk ruang istirahat kru, ruang mesin, dan ruang komunikasi. Upaya perbaikan yang dilakukan kru kapal berhasil mencegah masuknya lebih banyak air laut.’’ Demikian pernyataan resmi AL AS sebagaimana dikutip USA Today.

Belum ada pernyataan resmi soal penyebab insiden itu. Tapi, petaka di Selat Malaka tersebut memicu banyak pertanyaan terkait dengan prosedur pelatihan dan pengamanan di lingkungan Armada Ke-7 AL AS yang berbasis di Yokosuka, Jepang. Sebab, kejadian itu hanya berselang dua bulan dari tabrakan antara USS Fitzgerald dan kapal kontainer Filipina di lepas pantai Jepang yang menewaskan tujuh pelaut AS. Januari lalu kapal lain yang masuk Armada Ke-7, USS Antietam, juga kandas sebelum berlabuh di Pelabuhan Tokyo.

Selat Malaka yang menghubungkan Samudra Hindia dengan Laut China Selatan memang dikenal sebagai jalur paling berbahaya di dunia. Selain sangat padat, wilayah perairannya tergolong sempit. Belum lagi ancaman bajak laut.

Tapi, tetap saja mengherankan, seperti disampaikan Patterson, sebuah kapal penghancur canggih yang dilengkapi misil bisa tertabrak.

Benji Ohara, peneliti di Sasakawa Peace Foundation, mengatakan, salah satu faktor yang kerap menjadi pemicu tabrakan, saat kapal perang terus diawasi langsung petugas, kapal komersial biasanya mengandalkan autopilot. Itu dilakukan untuk menekan biaya.

Seorang perwira senior AL AS mengatakan kepada New York Times, saat malam yang mengendalikan kapal perang biasanya para pelaut muda yang berusia 22–24 tahun. Mereka dibantu para senior yang mengawasi dari pusat komando.

”Kalau kemudian bisa terjadi tabrakan, berarti ada fungsi pengamanan di kapal yang tidak bekerja sebagaimana mestinya,” kata perwira yang tak disebutkan namanya itu.

Di sisi lain, tambah sang perwira, kapal komersial biasanya enggan berpindah jalur meski radarnya menangkap adanya kapal perang di jalur yang sama. Sebab, mengubah haluan berarti harus mematikan autopilot. Juga, itu berarti pemborosan uang dan waktu. Artinya, mereka berharap kapal peranglah yang berpindah jalur. (ska/jpgroup)

Dana Desa Rp 215 Juta Ludes Diembat Dukun

0
Dukun Roni (kiri) dan Saifudin saat reka ulang melakukan ritual. F Polres Lingga untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Kepala Desa Bakong, Saifudin, menggunakan dana desa sebesar Rp 215 juta untuk membayar dukun bernama Roni, 35, yang juga warga Desa Bakong. Saifudin memberikan uang dari dana desa yang semestinya untuk pembangunan jembatan secara bertahap.

Awal mula kejadian, Kades Bakong Saifudin mendatangi dukun bernama Roni untuk memperbaiki nasib agar lebih baik lagi dan terhindar dari kata sial. Roni yang mengetahui ada kesempatan ini, langsung pasang aksi meyakinkan dengan memakan jarum.
Dengan aksi kesurupan datok, Roni mengatakan, Saifudin akan mengalami kesialan yang berkepanjangan jika tidak melakukan ritual pemotongan tujuh ekor ayam hitam. Satu ekor ayam hitam yang akan dikorbankan berharga Rp 5 juta, sehingga Saifudin mesti membayar Rp 35 juta kepada Roni.

Uang yang diminta Roni syaratnya, harus diserahkan sendiri oleh Saifudin. Mereka akhirnya bertemu di Pasir Bulan, Desa Bakong. Saat Saifudin menyerahkan uang tersebut, Roni kembali mengatakan kalau kondisi rumah tangga Saifudin tidak berjalan harmonis dan bakal berantakan, berujung pada perceraian.

Jika hal itu tidak ingin menimpa keluarga Saifudin, Roni yang merubah suaranya menjadi suara datok, langsung meminta Saifudin melakukan doa selamatan yang ke dua dengan dana yang jumlahnya sama sebesar Rp 35 juta untuk membeli tujuh ekor ayam hitam kedua.

Saifudin yang merasa ketakutan dengan apa yang diceritakan dukun tersebut, memenuhi persyaratan yang diajukan Roni dan menyerahkan Rp 35 juta kedua kalinya. Tanpa berselang lama, ke esokan harinya, Roni kembali meramalkan, nasib naas yang akan menimpa keluarga Saifudin, salah satu keluarga Kades tersebut akan tewas.

“Karena ini sangat berbahaya, jadi Roni meminta uang lebih banyak lagi sebesar Rp 49 juta untuk melakukan selamatan dengan memotong kambing,” ujar Kasat Reskrim Polres Lingga AKP Suharnoko menceritakan kronologis kejadian, Selasa (22/8) siang.

Saifudin juga memenuhi permintaan Roni tersebut. Lebih parah lagi, Saifudin juga menyerahkan dana desa sebesar Rp 66 juta karena Roni mengatakan kalau pembangunan jembatan untuk desa yang sedang dibangun akan membawa kesialan pada Saifudin.
Terakhir, Saifudin juga menyerahkan uang Rp 15 juta sebanyak dua kali total Rp 30 juta. Total uang dari dana desa yang digunakan buat membayar duku sebesar Rp 215 juta.

Saifudin sadar telah mengalami penipuan setelah dukun tidak dapat mengembalikan uang tersebut. Dan akhirnya, Saifudin melaporkan kejadian tersebut ke Polres Lingga, Sabtu (19/8) siang. Malam pada tanggal yang sama, Roni dibekuk saat berada di Sungai Lumpur, Dabo Singkep.

Dengan kejadian ini, Kapolres Lingga AKBP Ucok Lasdin Silalahi mengimbau kepada seluruh Kepala Desa di wilayah hukum Polres Lingga untuk menjaga dana desa yang dipercayakan Negara dan supaya digunakan sesuai peruntukannya.
“Kami saat ini terus melakukan pemantauan terhadap penggunaan dana desa. Jika dibutuhkan pembimbingan kami juga akan membantu hal tersebut supaya tidak terjadi pelanggaran,” kata Ucok. (wsa)

151 Paket Wisata Disiapkan Sambut Asian Games 2018

0

Indonesia akan menjadi tuan rumah perhelatan pesta olah raga Asian Games tahun 2018 mendatang. Berbagai hal telah dipersiapkan guna menyambut kehadiran puluhan ribu atlet dan offisial yang akan bertanding di dua kota penyelenggaraan, Jakarta dan Palembang.

Tidak ketinggalan Kementerian Pariwisata yang turut mengantisipasi kehadiran puluhan ribu atlet, offisial, juga suporter dari 45 negara yang hadir.

“Bicara khusus Asian Games, dari sisi Kementerian Pariwisata kami ditugaskan untuk mengantisipasi apa yang bisa kita sumbang dan lakukan. Melihat akan ada puluhan ribu orang yang datang,” ujar Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar, Vinsensius Jemadu.

Salah satu yang tengah dipersiapkan dengan baik adalah menggandeng industri, asosiasi, untuk dapat membuat paket-paket wisata yang dapat dipilih para atlet, offisial, maupun suporter dari berbagai negara nantinya.

Bahkan persiapan sudah dilakukan sejak bulan April kemarin. Secara khusus, Kementerian Pariwisata, ujar Vinsen, telah melakukan road show ke berbagai daerah seperti Bali, Palembang, Banten dan Bandung untuk melakukan sosialisasi kepada diinas-dinas terkait, industri dan juga asosiasi bahwa akan ada kerja besar Asian Games 2018.

“Bagaimana menyikapi momentum itu. Apakah akan ada paket-paket yang ditawarkan,” kata pria yang akrab disapa VJ ini.

Hasilnya, jelas Vinsen, respons yang besar langsung ditunjukkan industri. Ibarat bensin tersulut api, mereka langsung menyambar dorongan Kementerian Pariwisata dengan membuat paket wisata.

“Total ada 151 paket wisata, dimana 70 persennya terkonsentrasi di tiga lokasi venue Asian Games 2018. Yakni Palembang, Jakarta dan Jawa Barat serta Banten,” ujar Vinsen.

151 paket tersebut terbagi dalam dua kategori. Pertama adalah one day tour yang menawarkan paket melancong ke berbagai destinasi dalam satu hari atau yang juga biasa disebut city tour.

Kemudian kategori kedua adalah paket overstay yang akan menawarkan para atlet, offisial maupun suporter paket perjalanan ke berbagai destinasi pilihan.

“Tapi dari 150 paket tersebut kita sortir lagi. Yang paketnya ada kemiripan kita satukan. Jadi terakhir ada sekitar 71 paket wisata. Yang akan kita promosikan ke negara-negara peserta Asian Games,” ujar Vinsen.

Deputi Bidang Pengembangan Pasar Mancanegara I Gde Pitana mengatakan, Asian Games merupakan satu dari tiga kegiatan yang akan difokuskan Kemenpar pada 2018 mendatang. Karena itu, sejak bulan April kemarin pula pihaknya selalu menempatkan logo “Asian Games 2018 – Indonesia” di setiap kegiatan-kegiatan pemasaran dan promosi pariwisata Indonesia di berbagai negara.

“Itu yang sudah kita lakukan sementara sebelum jual paket-paket ini. Logo Asian Games selalu kita tempatkan di backdrop kegiatan-kegiatan di pasar utama kita. Hal ini bertujuan untuk membangun awareness masyarakat dunia terhadap penyelenggaraan Asian Games 2018 di Indonesia,” kata Pitana.

Kemenpar, ujar Pitana, selanjutnya akan memfasilitasi pencetakan promosi paket-paket tersebut dengan versi yang “Lux” untuk dipromosikan di pasar luar negeri.
“Dan juga tentunya Asean,” ujar Pitana.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi persiapan yang dilakukan dalam menyambut gelaran pesta olah raga se-Asean ini. Menurutnya sebagai tuan rumah tentunya Indonesia harus dapat memberikan kesan yang baik.

“Salah satunya bisa diwujudkan dengan menyajikan suguhan keindahan dan eksotisme pariwisata Indonesia,” kata Arief Yahya. Selain Asian Games, Kemenpar juga akan akan memfokuskan dua acara besar lainnya. Yakni Sail Sabang di akhir tahun serta Annual Meetings of the International Monetary Fund (IMF) and the World Bank Group di Bali tahun 2018 mendatang.(*)