Jumat, 8 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13155

Pacu Kuda, Atraksi Unik Dataran Tinggi Gayo

0

Bagaimana rasanya menikmati secangkir kopi Gayo yang sudah termasyhur di dunia sambil menyaksikan lomba pacuan kuda tradisional? Sebuah sensasi sekaligus pengalaman yang tak akan terlupakan tentunya.

Belum lagi lokasi pacuan kuda yang berada di dataran tinggi Gayo, Takengon, Ibukota Kabupaten Aceh Tengah. Berada di ketinggian sekitar 1.800 meter di atas permukaan laut, yang sejuk dan background hutan hijau yang berbukit indah. Dataran tinggi Gayo memiliki nuansa alam, udara gunung yang segar, dan ragam budaya Aceh yang khas.

Kopi Gayo, kopi yang hidup di hawa dingin dataran tinggi Gayo, pemandangan alam, kekuatan budaya. Sensasi komplit Inilah yang ditawarkan kepada wisatawan kala berkunjung ke “Perlombaan Tradisional Pacuan Kuda” pada hingga 27 Agustus 2017 di Lapangan Pacuan Kuda H. M. Hasan Gayo Belang Bebangka Pegasing – Aceh Tengah.
Hasilnya? Sangat mengesankan, banyak wisatawan yang kagum dan terkesan. Pacuan kuda itu hanyalah atraksi buatan, untuk melihat atraksi alam dan budaya yang lebih dalam di Aceh.

Lomba pacuan kuda tradisional yang digelar sebagai rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-72 ini mengusung tema “Terus Berpacu Lestarikan Budaya Majukan Negeri”.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Drs. Reza Fahlevi, M.Si mengatakan, perlombaan tradisional pacuan kuda di dataran tinggi Gayo sudah menjadi tradisi turun temurun masyarakat dataran tinggi Gayo yang melegenda. Pacuan kuda Gayo telah dilakukan sejak zaman pendudukan Belanda yang digelar sebagai bentuk rasa syukur atas hasil panen.

Dalam pacuan kuda tradisional ini, joki-joki cilik menunggang kuda yang berlari kencang tanpa menggunakan Pelana.

“Yang kami promosikan adalah Dataran tinggi Gayo itu sendiri, yang memiliki banyak ragam pesona alam dan budaya sebagai daya tarik wisata yang layak dijual dan dipromosikan kepada wisatawan nusantara dan mancanegara,” ujar Reza Fahlevi didampingi Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani, M. Bus.

Reza mengatakan, kegiatan pacuan kuda ini telah menjadi tradisi dan semangat dalam menyatukan masyarakat di dataran tinggi Gayo. Seperti Aceh Tengah, Bener Meriah dab Gayo Lues yang selalu diselenggarakan pasca panen padi dan jelang Peringat HUT Kemerdekaan RI.

Hal tersebut sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT atas segala kerja keras dan keberhasilan yang dicapai oleh masyarakat setempat.

“Dengan kekuatan tradisi dan alamnya tersebut, maka perlombaan tradisional pacuan kuda merupakan salah satu atraksi wisata unggulan yang akan digelar tahunan yang terangkum dalam Calendar of Event Aceh, maupun Calendar of Event Kementerian Pariwisata RI dalam rangka mewujudkan 20 juta kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia tahun 2019,” ungkap Reza Fahlevi.

Kadisbudpar Aceh, Rahmadhani, menambahkan bahwa melalui kegiatan Perlombaan Tradisional Pacuan Kuda di Takengon menjadi moment untuk mempromosikan wilayah dataran tinggi Gayo dengan berbagai potensi dan kekayaan alamnya.

“Melalui Kegiatan Pacu Kuda menjadi wahana tidak hanya mengajak wisatawan untuk menikmati sensasi unik pacuan kuda tradional yang dilakukan oleh para joki tanpa menggunakan pelana dan menjelajahi pesona alam dan budaya masyarakat di dataran tinggi Gayo sebagai sebuah tradisi masyarakat setempat, tapi juga mempromosikan daerah Gayo sebagai destinasi wisata agro dan adventure kepada wisatawan”, ungkap Rahmadhani.

Perlombaan kali ini diikuti sekitar 400 peserta dari berbagai daerah di daratan tinggi Gayo, seperti Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues. Jumlah peserta ini meningkat dibandingkan tahun 2016 yang diikuti oleh 350 peserta.

“Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh terus bersemangat untuk mendukung setiap penyelenggaraan atraksi wisata unik dan berkarakteristik daerah serta mampu mendatangkan wisatawan. Tentu saja atraksi wisata ini harus dilaksanakan sesuai dengan semangat Syariah dalam rangka mendukung Aceh sebagai Destinasi Wisata Halal Dunia,” ungkap Rahmadhani.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi terselenggaranya “Perlombaan Tradisional Pacuan Kuda” di dataran tinggi Gayo. Kopi Gayo yang sudah mendunia akan semakin dikenal dengan perlombaan ini.

Kolaborasi antara kopi Gayo dengan kekuatan budaya dan pemandangan alam menjadi atraksi yang menarik bagi pariwisata Aceh secara keseluruhan. Termasuk wisata halal yang menjadi ikon Provinsi Aceh.
“Sudah betul, jika Aceh menempat Halal Tourism sebagai core economy daerah,” tegas Menpar Arief Yahya.

Pertama, sejak 2014 terjadi ledakan pasar wisata halal di dunia. Size pasar wisata halal itu sangat signifikan, dari 6,8 miliar penduduk dunia, 1,6 miliar adalah muslim dan 60% di bawah 30 tahun. Bandingkan dengan total penduduk Tiongkok 1,3 miliar orang dengan 43% di bawah 30 tahun.

“Total pengeluaran wisatawan muslim dunia USD 142M, hampir sama dengan pengeluaran wisatawan Tiongkok USD 160M, yang sekarang ini menjadi rebutan seluruh negara di dunia, terutama yang mengembangkan pariwisata,” jelas Arief Yahya.

Kedua, lanjut Mantan Dirut PT Telkom ini, dari sisi Sustainability atau growth wisata halal, juga naik signifikan, 6,3%. Lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan dunia 4,4%, lebih besar dari rata-rata growth China 2,2% dan ASEAN 5,5%.

Data dari Comcec Report February 2016, Crescentrating, tahun 2014 ada 116 juta pergerakan halal traveler. Mereka memproyeksikan tahun 2020 akan menjadi 180 juta perjalanan, atau naik 9,08%. Di Indonesia juga naik, dalam 3 tahun terakhir rata-rata 15,5%.

“Semakin kuat, size-nya besar, sustainability-nya juga besar,” ungkap Arief Yahya.
Ketiga, lanjut dia Spread atau benefit-nya juga besar. Rata-rata wisman dari Arab Saudi itu membelanjakan USD 1.750 per kunjungan. Uni Emirate Arab (UAE) USD 1.500 per kepala. Angka itu jauh lebih besar dari-rata-rata wisman dari Asia yang berada di kisaran USD 1.200.

“Karena itu sudah memenuhi syarat 3S, size, sustainable, dan spread. Ini menjadi alasan paling kuat, mengapa Aceh harus menetapkan pariwisata sebagai portofolio bisnis-nya. Menjadikan halal tourism sebagai core economy-nya,” tegas lulusan ITB Bandung, Surrey University Inggris dan Program Doktor Unpad Bandung itu.(*)

DAU Bintan Berkurang Rp 27 Miliar

0

batampos.co.id – Kepala Badan Perencanaan Penelitian Pembangunan Daerah
(BPPPD) Bintan Wan Rudi Iskandar mengatakan, anggaran pendapatan belanja daerah perubahan (APBD-P) 2017 akan mengalami defisit anggaran. Itu terjadi karena ada pengurangan Dana Alokasi Umum (DAU) sekitar Rp 27 miliar.

“Ini setelah mendapat keterangan dari kementerian keuangan,” sebut Wan Rudi Iskandar.

Akan tetapi, ia memprediksi ada penambahan sekitar Rp 35 hingga Rp 40 miliar di APBD Perubahan dari sekitar RP 1,086 triliun menjadi sekitar Rp 1,1 triliun. Lanjutnya, dana sisa lebih perhitungan anggaran (silpa) yang lama juga masih sekitar Rp 70 miliar.

“Ada penambahan silpa walaupun tidak banyak. Namun peruntukannya yang
urgent dan harus dilakukan seperti perbaikan kantor yang rusak dan pemisahan kantor dari satu kantor menjadi dua seperti kantor Ibu Kartini dan Pak Roni. Anggaran ATK komputer itu penting, jangan sampai proses pelayanan tdk jalan,” katanya.

Disinggung mengenai serapan kegiatan, ia menyebut sudah 60 persen kegiatan jalan. Bahkan di porsi anggaran juga sudah sesuai aturan. Di mana, belanja langsung yang berhubugan dengan pembangunan sekitar 55 persen, sedangkan belanja tidak langsung atau belanja pegawai salah satunya sekitar 45 persen.

“Itu sudah cukup bagus, di mana belanja pembangunan sudah cukup besar dari belanja pegawai. Karena belanja pegawai tidak boleh lebih dari belanja pembangunan,” tukasnya. (cr21)

Telkom Luncurkan IndiHome Paket Merdeka

0
GM PT Telkom Witel Riau Kepulauan (Rikep), Sony Budi Winarso.

batampos.co.id – Momentum peringatan HUT ke-72 Republik Indonesia, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (PT Telkom) meluncurkan IndiHome Paket Merdeka berupa potongan harga paket Triple Play serta Add On jika berlangganan melalui aplikasi myIndiHome.

“IndiHome Paket Merdeka ini dipersembahkan PT Telkom untuk masyarakat Indonesia dalam bulan yang bersejarah ini,” kata GM PT Telkom Witel Riau Kepulauan (Rikep), Sony Budi Winarso dalam siaran persnya, Minggu (27/8).

Dijelaskan Sony, promo Triple Play IndiHome Paket Merdeka ini berlaku hingga 31 Oktober 2017. Ditawarkan dengan harga yang terjangkau, hanya Rp. 330 ribu sebulan untuk paket IndiHome dengan kecepatan 10 Mbps.

Dengab tarif tersebut, pelanggan dapat menikmati layanan 97 channel UseeTV, 100 menit panggilan keluar ke telepon rumah atau kantor baik lokal maupun SLJJ dan ditambah 100 menit panggilan keluar ke pelanggan Telkomsel. Sebelumnya, tarif abodemen IndiHome dengan kecepatan yang sama dilabel dengan harga Rp 460 ribu sebulan, imbuh Sony.

Sementara untuk paket Add On IndiHome Paket Merdeka, berupa Paket Nonton IndiKids, Paket Internet yakni IndiHome Cloud 10 GB, Movin yaitu nonton tayangan TV secara langsung, mengakses internet dan nelpon menggunakan nomor telepon rumah di mana dan kapan saja melalui smartphone Anda, serta Paket Bicara Telepon Mania 200 menit dimana Anda dapat menelpon 100 menit ke Telkomsel dan 100 menit ke nomer GSM lain.

“Semua paket Add On dapat dinikmati pelanggan IndiHome dengan harga promo,” kata Sony.

Lebih lanjut dijelaskan Sony, jika Anda berlangganan paket Add On IndiHome Paket Merdeka melalui aplikasi myIndiHome, ”maka Anda akan mendapatkan kupon undian berhadiah grand prize rumah, mobil serta hadiah menarik lainnya,” ungkapnya.

Undian berlaku untuk pelanggan lama dan pelanggan baru IndiHome. Dan jumlah kupon undian yang didapat sesuai dengan banyaknya paket IndiHome yang dipilih. Kupon undian ini diperoleh melalui notifikasi myIndiHome di bagian inbox. Semakin banyak Add On yang dipilih, semakin banyak kupon yang didapat,” jelas Sony menambahkan.

IndiHome Paket Merdeka memiliki fitur-fitur digital menarik untuk mendukung digital life style masyarakat di Kepulauan Riau secara khusus dan keluarga Indonesia pada umumnya.

Melalui IndiHome Paket Merdeka, Telkom mengharapkan digital lifestyle keluarga Indonesia dapat semakin positif dan komplit melalui layanan komunikasi yang handal, internet kecepatan tinggi, serta fitur-fitur hiburan yang menarik dan edukatif, terang Sony. (rilis)

BNN Kepri Tangkap Siska dan Kawan-kawan

0
Para wanita saat digiring masuk bus Polresta Barelang.
foto: fiska juanda / batampos

batampos.co.id – BNNP Kepri menangkap belasan wanita dan lelaki yang saat dites positif menggunakan narkotika.

Mereka diamankan dari tiga lokasi, kawasan Jodoh, samping Hotel Oasis dan depan hotel Newton.

“Penangkapan ini ialah bentuk pencegahan terhadap penyalahgunaan narkoba,” kata Kabid Brantas BNN Polda Kepri, Bubung Pramiadi, Senin, (28/8/2017).

Mereka ialah penghuni kamar kos di tiga titik lokasi itu.

“Mereka dibawa ke BNN Kepri untuk menjalani asesmen kesehatan,” tuturnya.

Sebagain besar dari mereka mengaku tak memiliki pekerjaan. Namun mereka bisa menyewa kos-kosan dengan harga kisaran Rp 1,2 juta hingga 1,8 juta, dengan fasilitas lengkap Tv, AC, tempat tidur dan lemari.

“Tinggal bawa badan aja Kak,” kata Siska. (ska)

Pembangunan Pasar Rakyat di Lobam Dimulai

0
Pasar rakyat yang dibangun di Perumahan Lobam Mas Asri Desa Teluk Sasah. Letaknya strategis, dekat dengan perumahan Tanjung Permai dan Perumahan Lobam Bestari. F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Pemerintah pusat mengucurkan anggaran Rp 2 miliar untuk
pembangunan pasar rakyat di Perumahan Lobam Mas Asri Desa Teluk Sasah
Kecamatan Seri Kuala Lobam. Pasar rakyat tersebut ditargetkan rampung
akhir tahun.

Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan, pembangunan pasar rakyat di atas
lahan seluas 500 meter per segi sudah dimulai di Perumahan Lobam Mas Asri Desa Teluk Sasah. Pasar ini akan memiliki 36 meja bagi pedagang dan 4 kios.

Hadirnya pasar, ia berharap perputaran ekonomi di Lobam meningkat.
Selain itu pasar juga diharapkan menjadi tempat interaksi yang baik
antara masyarakat, karena terjadi kegiatan transaksi jual beli antara
pembeli dan pedagang.

Setelah rampung dibangun, Apri menekankan agar keberlangsungan pasar
yang ada dapat terus diperhatikan. Masyarakat dan pemerintah setempat
bersama pengelola pasar diharapkan membuat inovasi agar pasar yang ada
bisa menjadi salah satu tulang punggung ekonomi di Lobam.

“Jangan sudah dibangun dengan anggaran yang tidak sedikit, malah pasar yang
ada tidak dipakai,” katanya.

Apri juga meminta kepada masyarakat untuk menjaga dan merawat
fasilitas pasar yang sudah dibangun. (cr21)

Usulkan Dua Desa ke Tingkat Nasional

0

 

Adi Prihantara. F. Dok Batam Pos.

batampos.co.id – Desa Teluk Bakau, dan Desa Teluk Sasah diusulkan Sebagai Desa Sadar BPJS Ketenagakerjaan ke Tingkat Nasional.

Usulan ini dilakukan dengan penandatanganan MoU antara Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tanjungpinang Jefri Iswanto dan Kepala Desa Teluk Sasah Erdis. Dengan disaksikan Plt Sekda Kabupaten Bintan Adi Prihantara, didampingi Kepala DPMPTSPTK Kabupaten Bintan, Hasfarizal Handra, dan Kepala Dinas Sosial, Naharudin di Kampung Tanjung Talok, Desa Teluk Sasah, Minggu ( 27/8).

Kepala Cabang BPJS Ketenagakerjaan Tanjungpinang Jefri Iswanto mengatakan hadirnya program ini diharapkan sebagai bentuk pemicu semangat terhadap masyarakat dalam memberikan perlindungan terhadap diri warga masing-masing.

“Di Kabupaten Bintan ini, terpilihlah Desa Teluk Sasah dan Desa Teluk Bakau, untuk kita lakukan pembinaan terhadap masyarakat, dengan harapan agar hal ini dapat berkembang ke desa-desa lainnya,” jelaasnya.

Dalam kesempatan tersebut, juga diadakan penyerahan bantuan Tong Sampah, penyerahan buku untuk perpustakaan desa, penyerahan Kartu BPJS Ketenagakerjaan serta penyerahan klaim peserta program Jaminan Kematian (JKM).

Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan ini merupkan kerjasama dan salah satu langkah yang baik. Mudah-mudahan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, serta Pemkab Bintan kedepannya.

“Kami harapkan program ini turut berperan serta membantu Pemerintah Daerah, dalam upaya Pembangunan Desa,” imbuhnya. (cr20)

Buka Gowes Pesona Kepri Fun Bike

0

 

Gubernur Kepri Nurdin Basirun bersama Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budigusdian bersepeda menyusuri jalanan Tanjungpinang, Minggu (27/8). F.Humas Pemprov Kepri untuk Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun didampingi Sekda Provinsi Kepri Arif Fadillah dan Kapolda Kepri Irjen Pol.Sam Budigusdian melepas kegiatan gowes pesona Kepri Fun Bike, Minggu (27/8). Pelepasan dilaksanakan di lapangan parkir mall TCC dan finish di Gedung daerah Tanjungpinang.

Kegiatan gowes pesona Kepri ini masih dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 72. Sekitar 1000 penggowes Tanjungpinang-Bintan yang terdiri dari pemerintah OPD, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Korem, Polisi, Mahasiswa, SMA, SMP dan Masyarakat umum membaur dalam kegiatan ini.

Gubernur mengatakan dengan adanya kegiatan ini agar bisa dimanfaatkan untuk menjaga keutuhan, sekaligus mempererat jalinan silaturahmi antarsesama.

“Komunitas bersepeda di Tanjungpinang-Bintan sangat banyak, maka dari itu melalui acara inilah kita bisa menyatu,” kata Gubernur.

Kadispora Kepri Maifrizo mengatakan bahwa acara gowes pesona Kepri kali ini tidak boleh kebut-kebutan, seluruh peserta penggowes dihimbau agar santai, nikmati suasana pagi dan pemandangan selama perjalanan.

Setelah satu jam seluruh penggowes finish di gedung daerah dan para pegowes dimanjakan dengan banyaknya dorprize diantaranya 13 unit sepeda, kulkas, TV, tiket pesawat Tanjungpinang-Jakarta PP, voucher penginapan di hotel Aston CK, Handpone dan lainnya.

Saat di gedung Daerah Gubernur meresmikan Club Sepeda 757 Kepri, selanjutnya Gubernur bernyanyi dan berdendang bersama peserta gowes maupun masyarakat yang menonton.

Selain itu, dalam kesempatan ini juga Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS HL) memberikan secara simbolis seribu pohon jenis mangga dan jambu kepada gubernur untuk dibagikan kepada masyarakat. (bni)

Pupuk Kebersamaan dengan Gerak Jalan

0
 Group General Manager PT BRC Abdul Wahab foto bersama anak-anak dari tim gerak jalan SMP Tunas Bangsa Lagoi, di Terminal Teluk Sebong, Sabtu (26/8). F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Tidak semata meningkatkan angka kunjungan turis di Bintan, PT Bintan Resorts Cakrawala (BRC) Lagoi juga peduli terhadap pendidikan kebangsaan dan nasionalisme.

Sabtu (26/8) lalu PT BRC mengerahkan tim gerak jalan SMP Tunas Bangsa Lagoi untuk memeriahkan lomba gerak jalan 5 kilometer dalam rangka Hari Ulang Tahun ke – 72 kemerdekaan Republik Indonesia. Gerak jalan dimulai di Terminal Simpang Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong.

Group General Manager PT BRC Abdul Wahab menuturkan ikutsertanya tim gerak jalan SMP Tunas Bangsa Lagoi di perlombaan ini buat memupuk jiwa nasionalisme dan kebangsaan di diri anak-anak. Harapanya, agar anak-anak SMP Tunas Bangsa Lagoi tidak semata mengenang sejarah dan jerih payah para pahlawan dalam mengapai kemerdekaan, akan tetapi memaknai kemerdekaan yang sudah diraih para pahlawan dengan mengisi hal-hal yang positif.

“Anak-anak harus mencontoh semangat juang para pahlawan saat mengapai kemerdekaan. Seperti lomba gerak jalan ini, anak-anak harus berjuang
dan bekerja keras dalam mencapai garis finish,” katanya.

Dia menambahkan nilai-nilai kebangsaan dan nasionalisme harus mulai dipupuk sejak dini. Dengan begitu, pondasi pembangunan bangsa ke depan akan kokoh dan kuat. “Generasi muda ialah penerus tongkat estafet pembangunan kita,” tukasnya.

Camat Teluk Sebong Erika Silvia mengatakan, lomba ini dimaksudkan agar anak-anak mengingat kembali getirnya perjuangan para pahlawan. Selain itu tujuannya mempererat silaturahmi antarpelajar dan masyarakat di Teluk Sebong. (cr21)

Wisatawan Harus Berpakaian Sopan

0
Sejumlah warga mengunjungi Masjid Raya Sultan Riau Penyengat di Pulau Penyengat, beberapa waktu lalu. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Setiap wisatawan yang datang ke Penyengat tidak bisa lagi berpakaian seenaknya. Mereka harus mengindahkan etika dan kesopanan ketika berkunjung ke sana. Mengingat pulau ini merupakan bagian dari destinasi wisata sejarah dan religi sarat dengan budaya Melayu dan Islam yang kental.

“Karena itu harus dijaga betul kesopanan selama ke sana. Nggak ada lagi yang boleh pakai rok mini kalau ke Penyengat,” kata Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, akhir pekan kemarin.

Imbauan ini disampaikan agar Penyengat sebagai upaya pemerintah daerah ikut melestarikan kebudayaan Melayu yang lekat dengan Islam. Apalagi, sambungnya, setiba di sana hal pertama yang akan menyambut wisatawan adalag Masjid Sultan Riau.

“Masa iya mau foto-foto latarnya masjid pakai rok mini, belum lagi misalnya ketika sedang masuk waktu salat ya diminta seluruh turis itu ikut menghormati,” kata Lis.

Ke depannya, sambung Lis, imbauan ini akan dijadikan kebijakan tertulis. Ia meminta kepada warga setempat ikut mengawasi hal ini. Sehingga jangan sampai justru warga Penyengat yang malah tidak mengindahkannya.

“Lebih-lebih lagi pada waktu salat, tak ada lagi warga yang tak memakai baju sambil nongkrong dan tertawa-tertawa di tempat umum. Tentu, pemandangan ini tak kan enak dilihat bila ada wisatawan yang berkunjung ke Penyengat,” papar Lis.

Sedangkan untuk etika bangunan di pulau Penyengat, menurut Lis, harus berkonsep Melayu. Karena itu Lis meminta dukungan warga supaya Pulau Penyengat yang kaya akan sejarah melayu tetap terjaga indentitasnya.

“Indentitas melayu adalah Islam, Islam adalah melayu harus kita jaga, kalau bukan kita siapa lagi yang akan menjaganya,” pungkasnya. (aya)

Tanjungpinang Bergantung Penuh pada DAU

0

batampos.co.id – Dari tahun ke tahun pendapatan daerah dari sektor dana perimbangan untuk pembiayaan belanja Kota Tanjungpinang masih bergantung penuh pada dana alokasi umum (DAU).

Pada struktur Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2018 pun masih sedemikian. Dinyatakan bahwasanya dari total estimasi pendapatan daerah sebesar Rp 778,23 miliar, sebanyak Rp 430,74 miliar di antaranya bersumber dari DAU.

“Sedangkan sisanya masih bersumber dari DAK dan dana bagi hasil dari sejumlah sektor,” kata Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul, kemarin.

Dari total estimasi dana perimbangan sebesar Rp 613,43 miliar dan dikurangi DAU sebesar Rp 430,74 miliar, sisanya adalah bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak Rp 86,7 miliar, dana alokasi khusus fisik Rp 50,06 miliar, dan dana alokasi khusus non fisik sebesar Rp 45,85 miliar.

“Lalu kami masih ada juga estimasi penerimaan dana bagi hasil pajak dari provinsi sebesar Rp 47,58 miliar,” kata Syahrul.

Dengan pendapatan sebesar itu, ada enam kerja prioritas yang akan digesa Pemko Tanjungpinang pada 2018 mendatang. Mulai dari infrastruktur dan fasilitas umum, pendidikan dasar yang jadi kewenangan daerah, akses kesehatan masyarakat, pengembangan ekonomi masyarakat, ketahanan pangan, hingga pengembangan potensi-potensi unggulan daerah.

Syahrul berharap draf KUA-PPAS yang sudah disusun ini bisa lekas dibahas di tingkat DPRD Tanjungpinang untuk kemudian dapat disahkan jadi RAPBD 2018. “Ya agar kerja-kerja yang lain juga dapat lekas dilakukan,” pungkasnya. (aya)