Rabu, 27 Mei 2026
Beranda blog Halaman 13201

Tahnia, Angkasa Pura 2 dan Pelindo Raih Penghargaan BUMN Terbaik 2017

0

Pembaca batampos.co.id yang budiman…. Dewan juri Anugerah BUMN 2017 yang diketuai Dr Tanri Abeng memutuskan……. PT Angkasa Pura 2 dan PT Pelindo 1 menjadi “Best Of Overall” pada ajang Anugerah BUMN 2017.

Keduanya dinilai memiliki kinerja gemilang yang mengungguli peserta lainnya.

Pada kategori CEO BUMN Terbaik, nama Elia Massa Manik yang menjabat sebagai Direktur Utama PT Pertamina terpilih sebagai pemenang kategori Visioner. Selanjutnya, pemenang CEO BUMN kategori Strategic diraih oleh D

irektur Utama Pelindo I Bambang Eka Cahyana, CEO BUMN Kategori Executor diraih Arviyan Arifin sang nahkoda PT Tambang Batubara Bukit Asam, sedangkan penilaian CEO Terbaik kategori Developing Talent jatuh ke tangan Maryono Direktur Utama BTN.

Elia Massa dan ke-3 CEO lainnya merupakan pemimpin yang mampu memperkuat kinerja korporasi melalui keahlian leadership yang tinggi, Mereka mampu mengelola SDM yang kompetitif dan berdaya saing di kancah global, sekaligus mendorong pencapaian kinerja keuangan yang unggul dalam situasi ekonomi apapun.

“Mereka adalah pemimpin yang mampu menghadapi tantangan global yang penuh ketidakpastian. Dengan keunggulan leadership yang dimiliki, mereka mampu memberikan arahan yang tepat bagi perusahaannya,” ujar Wakil Pemimpin Perusahaan Ervik A Susanto pada malam penganugerahan yang berlangsung di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Jumat (15/9).

Proses penjurian berlangsung tiga tahap. Yakni seleksi kuesioner, pendalaman materi kuesioner oleh Dewan Juri dan wawancara CEO. Dari 103 peserta, sebanyak 73 BUMN dan anak usaha BUMN lolos tahap kedua dan 45 CEO mengikuti tahap final penjurian.

Anugerah BUMN yang diselenggarakan majalah BUMN Track merupakan ajang untuk mengapresiasi kontribusi BUMN yang telah menunjukkan kinerja unggul serta mampu bersaing di tingkat nasional dan global.

Tujuan dari kegiatan ini adalah mendorong pertumbuhan tata kelola BUMN yang semakin governance sekaligus mendorong kepemimpinan CEO BUMN yang mampu memperkuat kinerja korporasi dengan memberdayakan segenap kekuatan perusahaan.

Anang anugerah BUMN 2017 ini juga menjadi salah satu wadah efektif untuk menyaring CEO terhebat para pemimpin BUMN maupun anak usaha BUMN.

Tahun ini, terdapat 45 CEO BUMN yang lolos seleksi tahap final hadir memenuhi undangan wawancara. Tahapan ini adalah untuk menjaring CEO terbaik yang visioner, jago memetakan strategi, eksekusi serta memiliki kemampuan leadership yang tinggi.

Pemimpin Redaksi Majalah BUMN Ahmad Khusaini mengatakan, hasil dari Anugerah BUMN bisa menjadi cerminan bagi pengelolaan BUMN ke depan, termasuk CEO terbaik yang terpilih pada ajang ini karirnya terus meroket.

“Berdasarkan pengalaman, CEO-CEO BUMN yang mendapat penghargaan Anugerah BUMN terus moncer kariernya. Kami melihat para CEO BUMN merupakan anak bangsa terbaik yang patut ditampilkan dalam rekrutmen sebagai pemimpin di pentas nasional, ujar Khusaini.

Pada kabinet kerja Jokowi-JK, paling tidak ada tiga CEO BUMN yang menjadi menteri. Yaitu peraih CEO terbaik tahun 2013, mantan Dirut Telkom Arief Yahya yang menjadi Menteri Pariwisata dan mantan Dirut PT KAI Ignatius Jonan yang menjadi Menteri ESDM. Sementara itu, mantan Dirut Angkasa Pura 2 Budi Karya Sumadi peraih gelar CEO terbaik tahun 2016 juga didapuk menjadi Menteri Perhubungan oleh Presiden Jokowi.

———

Berikut daftar pemenang Anugerah BUMN 2017
BUMN

Kategori Tata Kelola Terbaik (GCG)

  1. PT. Pertamina (Persero)
  2. PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
  3. PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero)

B. Kategori Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Terbaik

  1. PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
  2. PERUM JAMKRINDO
  3. PT. SUCOFINDO (Persero)

C. Kategori Transformasi Terbaik

  1. PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero)
  2. PT. Angkasa Pura II (Persero)
  3. PERUM JAMKRINDO

 

D. Kategori Pengembangan Strategi Terbaik

  1. PT. Kawasan Berikat Nusantara (Persero)
  2. PERUM PERURI
  3. PERUM JAMKRINDO

E. Kategori Kinerja Keuangan Terbaik

  1. PT. Angkasa Pura II (Persero)
  2. PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero)
  3. PT. Pelabuhan Indonesia II (Persero)

Best of Overall (dipilih 1 perusahaan)

  1. PT Angkasa Pura II (Persero)
  2. PT Pelabuhan Indonesia I (Persero)
  3. PT Kereta Api Indonesia (Persero)

 

ANAK PERUSAHAAN BUMN

A. Kategori Tata KelolaTerbaik (GCG)

  1. PT. Indonesia Power
  2. PT. Telekomunikasi Indonesia Internasional
  3. PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang

B. Kategori Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Terbaik

  1. PT. Pertamina Drilling Service Indonesia
  2. PT. Indonesia Power
  3. PT. Electronic Data Interchange Indonesia

C. Kategori Transformasi Terbaik

  1. PT. Pertamina Drilling Service Indonesia
  2. PT. Infomedia Nusantara
  3. PT. Mitra Kerinci

D. Kategori Pengembangan Strategi Terbaik

  1. PT. Pertamina Lubricants
  2. PT. Wika Beton
  3. PT. Pembangkit Jawa-Bali

 

E. Kategori Kinerja Keuangan Terbaik

  1. PT. Pertamina Lubricants
  2. 
PT. Bank Mandiri Taspen
  3. PT. Telekomunikasi l Indonesia Internasional

CEO BUMN TERBAIK

A. Kategori VISIONER

  1. ELIA MASSA MANIK 
PT. Pertamina (Persero)
  2. MUHAMMAD AWALUDDIN 
PT. Angkasa Pura II (Persero)
  3. PRASETIO 
PERUM PERURI

B. Kategori STRATEGIC

  1. BAMBANG EKA CAHYANA 
PT. Pelabuhan Indonesia I (Persero)
  2. HENDRISMAN RAHIM
 PT. Jiwasraya (Persero)
  3. INDRADJAJA MANOPOL 
PT. Nindya Karya (Persero)

 

C. Kategori EXECUTOR

  1. ARVIYAN ARIFIN 
PT. Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk
  2. WINARDI SUNOTO 
PT. Indonesia Asahan Aluminium (Persero)
  3. H.M. SATTAR TABA 
PT. Kawasan Berikat Nusantara (Persero)

 

D. Kategori DEVELOPING TALENT

  1. MARYONO 
PT. Bank Tabungan Nasional (Persero) Tbk
  2. BAHDER DJOHAN 
PT. Sucofindo (Persero)
  3. B.DIDIK PRASETYO 
PT. Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)

CEO ANAK PERUSAHAAN BUMN TERBAIK


A. Kategori VISIONER 
SRIPENI INTEN CAHYANI 
PT. Indonesia Power

B. Kategori STRATEGIC
AFANDI 
PT. Pertamina Lubricants

C. Kategori EXECUTOR
JOSEPHUS KOERNIANTO TRIPRAKOSO 
PT. Bank Mandiri Taspen

D. Kategori DEVELOPING TALENT
 FAIZAL ROCHMAD DJOEMADI 
PT. Telekomunikasi Indonesia Internasional

Uang JHT yang Ditarik 31 Kali Masih Ditelusuri

0
Yunan Harjaka. F. Yusnadi/Batam Pos.

batampos.co.id – Kejati Kepri, masih menelusuri aliran uang Rp 55 miliar yang ditarik sebanyak 31 kali oleh kedua tersangka dugaan korupsi dan melakukan pencucian uang dana Askes dan Jaminan Hari Tua (JHT) PNS dan Tenaga Harian Lepas (THL) Pemko Batam di PT Asuransi Bumi Asih Jaya (BAJ).

Penelusuran tersebut akan dilakukan saat pemeriksaan terhadap kedua tersangka yakni mantan Kasi Perdata dan Tata Usaha (Datun) Kejari Batam, Syafei dan M Nasihan selaku Pengacara PT BAJ. Sebab dari penarikan yang dilakukan kedua tersangka hanya tersisa Rp 165 juta.

“Kemana saja aliran uang yang ditarik tersangka dan dipergunakan untuk apa masih akan kami telusuri,” ujar Kepala Kejati Kepri, Yunan Harjaka, kemarin.

Dikatakan Yunan, dari 31 kali penarikan dana di rekening bersama di Bank Mandiri senilai Rp 55 miliar tersebut, hanya tersisa dana Rp 165 juta. Pihaknya juga telah melakukan penyitaan terhadap dokumen yang terkait penyalahgunaan dana Askes dan JHT bagi PNS serta THL Pemko Batam pada PT Asuransi BAJ tersebut.

”Dalam kasus ini kami sudah memintai keterangan sejumlah saksi, termasuk kedua tersangka. Jadi total yang diperiksa sebanyak 14 orang,” kata Yunan.

Sementara saat ditanya apakah dalam kasus tersebut ada keterlibatan pihak lain, Yunan menerangkan, pihaknya masih melihat dari fakta yuridis dan perkembangan penyidikan serta berdasarkan keterangan sejumlah saksi-saksi lain nantinya ada menunjukan bukti keterlibatan pihak lain.

”Kita lihat saja nanti. Jika ada mengarahkan keterlibatan pihak lainnya maka kami tidak segan menetapkan tersangka,” ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, setelah melakukan serangkaian penyelidikan hingga penyidikan. Kejati Kepri akhirnya menetapkan dua orang tersangka atas kasus dugaan korupsi dan pencucian uang dari kerjasama asuransi kesehatan, tunjangan hari tua PNS, Honorer Pemko Batam di PT Asuransi Bumi Asih Jaya (BAJ), Kamis (14/9).

Kedua orang yang ditetapkan sebagai tersangka yakni mantan Kasi Datun Kejari Batam berinisial SY dan pengacara PT BAJ MN. Meski ditetapkan tersangka, namun keduanya belum di tahan.

Penetapan tersangka dilakukan pihaknya berdasarkan dua alat bukti yang ditemukan atas penyalahgunaan uang dana kewajiban PT BAJ ke Pemko Batam Rp 55 miliar yang ditempatkan dalam rekening bersama ‘escrow account’ yang dipindahkan kedua tersangka ke rekening lain.

Seperti diketahui, penempatan asuransi kesehatan dan tunjangan hari tua PNS serta tenaga honorer daerah Pemko Batam ke BAJ sejak (1/8) tahun 2007 hingga (31/7) tahun 2012. Kerjasama itu ditandai dengan nomor polis 02070197/ATMP/01/2007 yang ditandatangani oleh Direktur Utama PT Asuransi Jiwa BAJ yakni Rudolf Sinaga dan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemko Batam, Agus Sahiman.

Pemko Batam mengakhiri kerjasama dengan alasan keterbatasan anggaran karena terjadinya defisit. Sesuai perjanjian kerjasama PT Asuransi Jiwa tersebut harus membayar nilai tunai sesuai dengan usia polis yang telah dijalani oleh peserta yang nilainya mencapai Rp 115,9 miliar.

Namun, penghitungan BAJ setelah dikurangi faktor – faktor pengurangan hanya berkisar Rp 67 miliar. Terkait penghitungan tersebut Pemko Batam dan BAJ tidak sepakat soal besaran ganti ruginya.

Karena tidak ada kata sepakat. Pemko Batam pun menggugat PT Asuransi itu ke Pengadilan Negeri Batam agar tetap membayar besaran polis senilai Rp 115,9 miliar. Namun, oleh majelis hakim yang menyidangkan perkara tersebut hanya mengabulkan Rp 80 miliar. Tak puas, Pemko Batam pun melakukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Riau. Namun, lagi-lagi putusan yang diberikan malah lebih rendah yakni Rp 50 miliar.

Dengan makin turunnya nilai polis yang diwajibkan kepada BAJ untuk membayar ke Pemko Batam. Perkara tersebut pun akhirnya dibawa hingga ke tingkat Kasasi di Mahkamah Agung, tetapi di tolak. Sementara BAJ hanya sanggup membayar Rp 57 miliar.(ias)

Bayi Baru Lahir Ditemukan di Depan Rumah Nuraini

0
Bayi yang dibuang oleh orang tuanya kini dirawat di RSUD Kepri Ahmad Thabib Tanjungpinang, Jumat (15/9). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Siti Nuraini, 42, warga, RT 1, RW 8, Kelurahan Bumi Air Raja, Kecamatan Tanjungpinang Timur, menemukan bayi yang baru dilahirkan berada dalam kardus di depan kursi rumahnya, Jumat (15/9) sekitar pukul 01.00 WIB.

Bayi mungil berjenis kelamin perempuan tersebut saat ditemukan dalam kondisi pucat, kedinginan dan ada bercak darah. Bahkan, ari -ari dan tali pusarnya masih utuh.

”Anak saya Pardi, 17, yang temukan pertama kali. Waktu itu dia baru pulang ke rumah usai kerja kelompok dan melihat bayi itu berada di dalam kardus di kursi depan rumah kami,” ujar Nuraini.

Dikatakan Nuraini, sebelum menemukan bayi tersebut. Dirinya memang mendengar ada suara sepeda motor berhenti di depan rumahnya. Namun tidak lama kemudian motor tersebut jalan lagi.

”Karena sering ada motor berhenti di depan rumah saya tiap malam. Maka saya pun tidak curiga,” katanya.

Dikatannya, usai menemukan bayi tersebut. Dirinya pun langsung menghubungi RT setempat. Kemudian RT datang bersama pihak Kepolisian.

”Bayi itu langsung dibawa ke RSUP sama pak Polisi dan RT saya,” ucapnya.

Terpisah, Kapolsek Tanjungpinang Timur, AKP Syamsulrizal, membenarkan adanya penemuan bayi yang baru dilahirkan dan diletakkan disalah satu rumah warga tersebut.

”Alhamdulillah, kondisi bayinya sehat,” ujar Syamsulrizal.

Dikatakan Syamsulrizal, pihaknya belum mengetahui siapa orang tua yang tega membuang bayi tersebut. Pihaknya pun akan melakukan penyelidikan terlebih dulu.

”Kami lakukan penyelidikan lebih dulu untuk mencari tahu siapa orang yang tega membuang bayi tersebut,” ucapnya.

Sementara itu, Kabag Humas RSUP Raja Ahmad Thabib, M Safe’i menuturkan, bayi yang diantar pihak Kepolisian tersebut saat ini dirawat di ruang Pineratologi dan dirawat oleh dokter Risco speasialis anak.

”Bayinya berjenis kelamin Perempuan dengan berat badan tiga kilogram. Saat ini masih dirawat di RSUP,” pungkasnya.(ias)

Pemprov Kepri Undang Rossa-Iyeth Bustami

0

batampos.co.id – Dua artis papan atas Indonesia, Rossa dan Iyeth Bustami akan ada panggung di Pelataran Gedung Daerah, Tanjungpinang pada 30 September mendatang. Hadirnya dua penyanyi tersebut adalah untuk menyemarakan hari jadi Provinsi Kepri ke-15 tahun.

“Khusus untuk menyemarakan hari jadi, kita mengundang dua artis ternama. Mereka adalah Rossa dan Iyeth Bustami,” ujar Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Provinsi Kepri, Buralimar menjawab pertanyaan media, Kamis (14/9) di Tanjungpinang.

Mantan Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, rangkaian kegiatan hari jadi Kepri diawali dengan Paripurna Istimewa yang digelar DPRD Kepri pada 25 September mendatang. Selain itu akan ada syukuran yang digelar Pemprov Kepri.

“Rangkaian kegiatan ini, juga untuk membuka hajatan besar kita yang khusus untuk menyemarakan hari jadi. Yakni Festival Bahari Kepri,” paparnya.

Menurut Buralimar, tahun 2018 mendatang, FBK yang sudah berhasil mencuri perhatian dunia pariwisata internasional tersebut akan digelar bertepatan dengan hari jadi Kepri, yakni pada 24 September. Sehingga kesannya lebih sesuai, yakni khusus menyemarakan lahirnya Provinsi Kepri.

Ditambahkannya, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kepri juga sudah merancang annual iven yang memang digelar setiap hari jadi. Yakni Kepri 10 K yang dilaksanakan di Tanjungpinang. Kegiatan tersebut dijadwalkan pada 5 Oktober mendatang.

“Dispora sudah menyiapkan hadiah yang istimewa. Ada tiga kategori yang diperlombakan, yakni kategori nasiona, mahasiswa dan pelajar,” tutup Buralimar.(jpg)

Pembaca, Pembangunan Dam Busung Ditunda

0
Jembatan Busung, Bintan

batampos.co.id – Pembangunan Estuari DAM Busung, yang direncanakan akan dilaksanakan tahun 2021 mendatang,dipastikan belum ada tanda akan terealisasi. Ini dikarenakan penyusunan anggaran pembangunannya belum ada.

“Sampai saat ini belum ada penyusunan anggarannya ke Pemkab Bintan. Terutama soal pembebasan lahan dan penataan pemukiman. Jadi belum bisa dipastikan kapan direalisasikan,” jelas Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah Bintan, Wan Rudi Iskandar, Kamis (14/9).

Menurutnya rencana pembangunan DAM yang kewenangannya ada di Satker BWS tersebut, saat ini belum diprioritaskan. Melainkan yang menjadi prioritas untuk digesa pembangunannya, yakni Waduk Sei Kawal.

“Waduk Busung, belum begitu diprioritaskan. Melainkan, waduk Sei Kawal yang sudah jelas akan diprioritaskan,” jelas Rudi.

Untuk itu, pada tahun 2017 dan 2018, akan dilakukan pembebasan lahan untuk pembangunan Waduk Sei Kawal, yang dilakukan Pemprov Kepri.

“Setelah itu, baru dilanjutkan dengan pembangunan DAM Busung itu,” terangnya.

Sementara itu, Muchtar warga Desa Busung mengaku pihak pemerintah belum ada melakukan sosialisasi, terkait pembangunan DAM tersebut.

“Kita belum ada diberitahukan sampai sekarang. Bahkan pemberitahuan secara resmi juga belum pernah kita terima,” ungkapnya.

Diketahui rencana pembangunan estuari DAM Busung, ini menjadi target pemerintah pusat. Namun untuk teknis dan waktu pengerjaannya belum dapat dipastikan, sebab hingga saat ini rencana pembebasan lahan juga belum memiliki kejelasan kapan akan dilakukan. (cr20)

Tanjungpinang Terima Persetujuan Substansi RDTR

0
Kota Lama jalan Merdeka Tanjungpinang. Foto:Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah menerima persetujuan substansi atas Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) dan peraturan zonasi tahun 2017-2037 oleh Sudarsono, Dirjen Tata Ruang, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) di Jakarta, Rabu (13/9).

Apresiasi diberikan Dirjen Tata Ruang, Sudarsono karena Pemko Tanjungpinang dinilai mampu melalui proses untuk mendapatkan persetujuan substansi dari Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Sofyan Djalil.

“Kota Tanjungpinang menjadi kota pertama yang telah mendapatkan persetujuan substansi dari Menteri. Untuk mendapatkan ini (persetujuan substansi), setiap daerah harus melalui tahapan. Mulai dari perbaikan dari ketentuan Peraturan Menteri sebelumnya sampai peraturan menteri yang baru,” jelas Sudarsono.

Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengatakan persetujuan substansi atas Rancangan Peraturan Daerah (Perda) tentang RDTR dan zonasi Kota Tanjungpinang merupakan produk hukum yang sangat penting untuk penataan kota di Tanjungpinang.

“RDTR adalah pilot project pertama di Kota Tanjungpinang. Untuk itu membutuhkan penanganan yang tepat, menyeluruh, dan harus dapat megakomodasi seluruh kepentingan yang ada. Saya minta pak Dirjen terus memantau, terutama untuk skala detail sampai tahapan pembahasan di Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri),” harapnya.

Sementara itu, Kepala Bappelitbang Kota Tanjungpinang, Surjadi mengatakan Kota Tanjungpinang adalah daerah pertama yang persetujuan substansi (persub) atas RDTR disetujui oleh Menteri.

“Alhamdulillah, setelah mengalami proses dan pembahasan yang cukup panjang, akhirnya kita berhasil memperoleh ini (persetujuan substansi RDTR dan zonasi),” ungkapnya.

Surjadi menjelaskan, penetapan rancangan peraturan daerah Kota Tanjungpinang dan peraturan zonasi melalui tahapan evaluasi kesesuaian materi muatan teknis Ranperda RDTR dan peraturan zonasi dengan muatan undang-undang nomor 26 tahun 2007 tentang penataan ruang, kebijakan nasional bidang penataan ruang, pedoman rencana tata ruang, dan peraturan perundang-undangan bidang penataan ruang lainnya. Evaluasi terhadap lima substansi Ranperda tentang RDTR, dan pembahasan forum lintas sektor beserta Pemerintah Daerah.

“Selanjutnya, Ranperda RDTR yang sudah menjadi program legislasi daerah (prolegda) untuk dilakukan konsultasi dan pembahasan dengan DPRD bersama Pemerintah Kota Tanjungpinang,” pungkasnya. (cca)

Tanjungpinang Dapat Kucuran Dana Rp 29,9 Miliar

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pemerintah Kota Tanjungpinang mendapatkan kucuran dana tambahan dari postur Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 29,99 miliar pada perubahan APBD tahun ini. Angka itu akan dialokasikan sesuai dengan kebutuhan yang sudah mendesak dan sudah diajukan pada tahap sebelumnya.

“Ya kalau yang ada di Disdik tentu akan digunakan seperti rehab gedung atau penambahan ruang kelas baru, kalau di PU bisa digunakan untuk perawatan dan perbaikan jalan,” kata Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul, kemarin.

Menurut Syahrul, penambahan postur anggaran pada DAK tahun ini adalah sesuatu yang baik. Karena masih ada banyak program kerja yang harus diselesaikan tahun ini. Maka dengan adanya tambahan Rp 29,99 miliar ini, diyakini Syahrul akan sangat membantu.

“Setelah dibahas dan disahkan harus bisa segera lekas dikerjakan. Karena waktu kita sudah tidak banyak. Biasanya pada 24 Desember harus sudah selesai dan disampaikan SPJ-nya,” ujar Syahrul.

Kenaikan DAK pada perubahan anggaran tahun ini juga menambal penurunan yang diterima Pemko dari penerimaan alokasi dana alokasi umum. Sebagaimana yang disebutkan Syahrul, pada penyusunan anggaran perubahan kemarin diketahui DAU turun Rp 3,97 miliar.

“Itulah mengapa peningkatan penerimaan di DAK ini menjadi sangat penting buat kekuatan anggaran Pemko di sisa tahun ini,” pungkas Syahrul. (aya)

Pelayanan RSUD Batam Harus Maksimal

0
Pasien mengantre di  RSUD Embung Fatimah, Batuaji. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah mengajukan anggaran Rp 98 miliar di 2018 mendatang. Anggaran yang termasuk tinggi tersebut harus sejalan dengan pelayanan yang juga harus maksimal.

“Anggaran Rp 98 miliar itu sangat besar. Artinya, pelayanan harus maksimal. Jangan ada lagi keluhan dari masyarakat tentang pelayanan buruk di RSUD,” kata anggota komisi IV DPRD Kota Batam, Aman, Kamis (15/9).

Aman mengatakan saat ini RSUD sudah menjadi Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD). Artinya uang yang didapat, bisa langsung digunakan untuk operasional. Artinya perencanaan harus benar-benar matang sehingga pelayanan tidak terganggu.

“Jangan lagi ada alasan yang menyebut kekurangan obat, atau ada pasien yang ditolak. Itu tidak bisa lagi. Pelayanan harus terus ditingkatkan,” katanya.

Apalagi menurut Aman, sekitar Rp 82 miliar dari anggaran tersebut adalah untuk program peningkatan standar pelayanan rumah sakit. Kemudian program kefarmasian dan alat kesehatan Rp 7,4 miliar. Sementara untuk peningkatan sarana dan prasarana aparatur hanya Rp 3 miliar dan pelayanan peningkatakan administrasi perkaantoran Rp 6,5 miliar.

“Saya juga meminta agar RSUD juga menyelesaikan permasalahan insentif sehingga pelayanan tidak terganggu seperti beberapa waktu lalu,” katanya.

Anggota komisi IV DPRD Kota Batam lainnya, Marlon Brando Siahaan juga menegaskan bahwa saat ini RSUD harus berbasis pelayanan. Jangan lagi ada pilih kasih dalam melakukan pelayanan.

“Tahun depan saya berharap RSUD benar-benar melakukan pelayanan yang maksimal. Anggaran itu sudah sangat besar, kalau pelayanan masih kurang maksimal itu kacau,” katanya.

Menurutnya, dalam beberapa kasus, ada pelayanan yang tetap menjadi sorotan dari masyarakat. Termasuk keramahan dari para pegawai di RSUD.

“Apapun itu, pelayanan sekecil apapun harus tetap diperhatikan. Di rumah sakit, pelayanan yang tidak bagus akan membuat pasien semakin tambah sakit,” katanya.

Sementara itu Plt Direktur RSUD Embung Fatimah, Didi Kusmarjadi mengatakan bahwa pelayanan RSUD dari tahun ke tahun membaik. Beberapa permasalahan yang ada pelan-pelan sudah bisa teratasi.

“Seperti tunggakan BPJS itu sudah diselesaikan. Dan memang kami sudah fokus untuk pelayanan kepada masyarakat,” katanya. (ian)

ADP Berniat Investasi Di Hang Nadim

0
Bandara Internasional Hang Nadim terus berbenah meningkatkan fasilitas dan pelayanannya.  F. Yusuf Hidayat/Batam Pos

batampos.co.id – Pengelola Bandara Charless De Gaulle, Aeroports De Paris (ADP) berniat mengikuti tender pengembangan bandara Hang Nadim.

“Saya sudah terima mereka. Dan dengan ini sudah ada kurang lebih 10 perusahaan yang berminat secara tertulis dan mereka adalah pemain kaliber dunia,” kata Deputi III BP Batam, Eko Santoso Budianto, Kamis (14/9).

ADP kata Eko merupakan pemain besar dunia. Dalam setahun mereka mendapatkan pemasukan sekitar 2 miliar Euro dengan laba bersih sebanyak 500 juta Euro.”Selain dari Prancis, Mitsui dari Jepang juga sangat tertarik berinvestasi di bandara,” imbuhnya.

Pengembangan Hang Nadim akan diselaraskan dengan pengembangan Hang Nadim sebagai aerotropolis yakni sebuah konsep bisnis terpadu dalam satu kawasan. Lelang pengembangan bandara akan segera dilakukan akhir tahun ini.

“Mereka (investor,red) lagi menunggu kepastian. Makanya gonjang-ganjing seperti provinsi khusus atau KEK terasa mengganggu,” pungkas Eko.(leo)

198 Pemilik Lahan Tidur Dipanggil

0

batampos.co.id – Proses pemanggilan pemilik lahan tidur terus berlanjut. Hingga 11 September 2017, ada 198 titik lahan tidur seluas 1.735,15 hektar yang telah dipanggil BP Batam, meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya 178.

“Berbagai kendala membuat lahan tidur tersebut belum juga dapat diselesaikan dengan cepat,” ujar Deputi III BP Batam, Eko Santoso Budianto, Kamis (14/9).

Dari 198 titik lahan tidur tersebut dibagi lagi menjadi titik yang dapat dievaluasi dan belum dapat dievaluasi.

Ada 126 lokasi yang dapat dievaluasi terdiri dari 25 titik telah dibatalkan seluas 257,16 hektar. Kemudian 20 titik seluas 102,05 hektar telah dilakukan pemanggilan lewat media massa. 47 titik 329,77 hektar sedang dalam proses pembangunan dan pengurusan dokumen perizinan dan 34 titik masuk dalam status evaluasi ditingkatkan alias menaikkan status pemanggilannya dari Surat Peringatan (SP) pertama ke SP kedua dan seterusnya.

Sedangkan sisanya ada 72 lokasi dengan luas 939,31 hektar yang belum dapat dievaluasi. Ada bermacam-macam alasannya. Alasan pertama adalah karena 44 titik seluas 688,88 hektar ternyata belum memiliki status Hak Pengelolaan Lahan (HPL), namum terlanjur dialokasikan.

Kemudian 24 titik seluas 248,80 hektar masih dalam sengketa atau tumpang tindih dengan lahan lainnya. Dua titik seluas 1,27 hektar ternyata merupakan aset pemerintah yang perlu diverifikasi ulang dan dua titik lagi seluas 0,36 hektar masih belum prioritas.

“Tindakan yang dilakukan masih tetap sama dengan pemanggilan melalui media massa karena banyak juga perusahaan yang tidak hadir karena belum dapat informasi pemanggilan,” katanya lagi.

Pekerjaan BP Batam masih sangat panjang. Karena total luas lahan tidur di Batam mencapai 7.561 hektar dari 2.663 lokasi dan saat ini baru 1.735 hektar yang dipanggil atau baru 20 persen. Mereka berjanji akan menyelesaikannya dalam kurun waktu 2,5 tahun.(leo)