batampos.co.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lingga berencana akan menggelar sosialisasi kepada masyarakat yang berprofesi sebagai petani, nelayan dan pedagang untuk mengeluarkan zakat dengan tujuan mengentaskan kemiskinan di daerah pesisir.
“Dalam waktu dekat, kami akan melakukan sosialisasi dengan tujuan agar mereka (masyarakat, red) mau untuk membayar zakat,” kata Kepala Baznas Lingga Isnin, belum lama ini.
Lebih lanjut Isnin mengatakan, sejatinya membayar zakat adalah ibadah yang dapat membantu masyarkat lainnya yang tidak mampu untuk lebih baik lagi. Sehingga program zakat ini juga sejalan dengan visi dan misi Pemkab Lingga dalam hal mengentaskan kemiskinan bagi masyarakat Bunda Tanah Melayu ini.
Sehingga Isnin optimis, sosialisasi zakat ini akan berhasil baik dalam hal memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk ber-zakat. Juga akan berhasil dalam hal membantu pemerintah daerah meminimalisir angka kemiskinan khususnya di wilayah-wilayah yang belum mapan.
Sosialisasi zakat ini nantinya juga akan diberikan kepada seluruh petani, nelayan serta pedagang yang ada di Kabupaten Lingga ini. Sedangkan program lanjutan juga akan menyasar kepada perusahaan-perusahaan, perkantoran dan sebagainya untuk meningkatkan pembayaran zakat.
“Tujuan lainnya yakni untuk membantu pemerintah menanggulangi kemiskinan di Kabupaten Lingga, terutama di wilayah pesisir, pelosok yang belum mantap program ekonominya,” ujar Isnin. (wsa)
batampos.co.id – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV Tanjungpinang, kembali mengamankan 27 orang TKI ilegal dari Malaysia yang hendak menuju Batam, Sabtu (16/9) dini hari, di perairan Kawal.
Ke 27 orang TKI ilegal tersebut diamankan tim WFQR yang terdiri tim Intel Lantamal IV dan Patkamla Dompak pada koordinat 01.00.62 Lintang Utara dan 104.41.29 Bujur Timur, saat berada dalam speedboat yang membawa mereka.
“Keberhasilan penangkapan TKI ilegal setelah tim WFQR mendapat informasi intelijen tentang adanya speedboat asal Malaysia yang akan melintas di perairan Kawal. Yang mana salah satu TKI diinformasikan diduga sebagai kurir narkoba,” ujar Komandan Lantamal IV, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Ribut Eko Suyatno.
Dikatakan Eko, setelah mendapat informasi tersebut. Tim WFQR Lantamal IV kemudian melakukan koordinasi dengan Staf Operasi Lantamal IV dan Satkamla. Yang mana kemudian membentuk tiga tim terdiri dari dua tim laut dan satu tim darat, kemudian ditempatkan di beberapa titik untuk melakukan penyekatan dan penangkapan.
“Kemudian dari hasil pemantauan. Tim laut melihat sebuah speedboat melintas dengan kecepatan tinggi dan langsung menginformasikan kepada Patkamla Dompak yang berada di Perairan Timur Pulau Mapor untuk melakukan proses penghentian, pemeriksaan dan penangkapan (Henrikan),” katanya.
Namun, saat melakukan pemantauan, lanjut Eko, Patkamla Dompak tidak menemukan tanda-tanda adanya speedboat yang dimaksud. Sehingga usaha untuk menemukan speedboat tersebut terus dilakukan tim laut dengan melakukan penyisiran di sekitar kelong-kelong di perairan Kawal.
“Saat penyisiran, tim laut berhasil menemukan sebuah kelong yang ramai penghuninya dan terlihat sebuah speedboat mirip dengan speedboat yang dicurigai. Mendapati kejadian tersebut tim laut segera menginformasikan kepada Patkamla Dompak untuk melakukan pemeriksaan,” ucapnya.
Dari hasil pemeriksaan Patkamla Dompak, terang Eko, speedboat kayu bermesin Yamaha 115 PK double beserta 2 orang ABK dan 27 orang TKI Ilegal terdiri dari 23 laki-laki, 3 perempuan dan 1 anak-anak itu tidak bisa menunjukkan dokumen yang sah, selanjutnya langsung diamankan.
“Dari keterangan yang diperoleh dari salah seorang ABK, speedboat yang digunakan kehabisan bahan bakar sebelum sampai ke tujuan. Kemudian tekong dengan inisial Y meminta uang tambahan kepada para TKI ilegal dan turun ke darat untuk membeli bahan bakar dan bertemu dengan pengurus TKI ilegal berinisial Z,” terang Ribut.
Sementara itu, sambung Eko, dalam waktu yang bersamaan. Tim darat berhasil menemukan sebuah mobil Avanza berwarna hitam mencurigakan di depan pelantar Teluk Bakau dalam posisi mesin hidup. Kemudian dilakukan pengintaian dan berhasil menemukan salah seorang penumpang dan diketahui setelah dimintai keterangan merupakan pengurus TKI Ilegal berinisal Z, selanjutnya segera diamankan tim darat.
“Saat ini, pengurus berinisal Z, tekong berinisial Y, 27 orang TKI ilegal serta speedboat kayu bermesin Yamaha 115 PK double, diamankan di Mako Lantamal IV untuk proses penyidikan. Selanjutnya akan diserahkan kepada instansi yang berwenang,” pungkasnya.(ias)
batampos.co.id – Pendaftaran partai politik sebagai peserta pada pemilihan umum mendatang akan dibuka Oktober mendatang. Pendaftaran ini akan dilakukan secara serentak, baik di daerah atau pun di pusat. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjungpinang, Robi Patria mengingatkan agar parpol mulai menyiapkan segala persyaratan dari sekarang.
“Kami harapkan partai baru yang ada di Tanjungpinang segera melaporkan ke KPU supaya memudahkan dalam berkomunikasi dengan KPU,” ujar Robi, kemarin.
Pendaftaran parpol ini, sambung Robi, akan menggunakan sistem informasi partai politik (sipol) dengan cara mengisi administrasi melalui sistem yang sudah disiapkan. Kemudian setelah mengisi di sipol, parpol mencetak lalu disampaikan ke KPU daerah.
“Kami dalam waktu ini akan sosialisasi perihal pendaftaran sipol tersebut,” kata Robi.
Lebih lanjut dijelaskan Robi, setelah parpol menyerahkan berkas adminitrasi, KPU akan memverifikasi jumlah anggota sebagaimana di Undang Undang Pemilu No 7 tahun 2017, kartu tanda anggota harus 1:1000 jumlah penduduk di wilayah setempat.
“Misalnya jika penduduk Tanjungpinang 207.000 jiwa, maka kartu anggota setiap parpol harus 207 pemegang KTA. Dan KPU akan mengecek jumlah KTA tersebut di lapangan,” kata Robi.
Rencananya, sosialisasi sipol ini akan dilaksanakan seusai sejumlah komisioner KPU Tanjungpinang pulang dari mengikuti kegiatan bimbingan teknis KPU RI di Medan pada 19-21 September mendatang. (aya)
batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun menyampaikan maaf kepada masyarakat Batam setelah menyetujui kenaikan tarif listrik sebesar 15 persen. Meski keputusan yang diambilnya berat, namun dilakukan untuk kebaikan bersama.
“Saya mohon maaf, memang terpaksa saya naikkan,” ujarnya kepada Batam Pos seusai menghadiri acara di Tanjunguban, Minggu (17/9) kemarin.
Masalah tarif listrik, diakuinya telah lama dipelajari. Memutuskan
naiknya tarif listrik di Batam, dinilainya membutuhkan proses yang panjang meski akhirnya harus dilakukan mengingat PLN tidak lagi sanggup mengelola listrik
dengan tarif lebih murah dari nasional.
“Daerah lain contohnya di Belakang Padang tarifnya jauh lebih mahal dari Batam,” katanya.
Maka itu, ia meminta pengertian masyarakat atas kondisi listrik di
Batam. Jika dibiarkan, bukan saja masyarakat yang akan menanggung rugi
akan tetapi sektor lain akan terimbas dampaknya.
“Dari pada (PLN) mati, akhirnya akan berdampak ke semua (sektor) dan kita
akan rugi lebih besar,” menurutnya.
Dengan kondisi saat ini, ia mengajak masyarakat, tidak hanya di Batam
tapi di kabupaten kota lain di Kepri agar menghemat menggunakan alat
elektronik yang memerlukan konsumsi listrik. Selain itu apabila keluar
rumah sebaiknya mematikan kontak listrik yang tak perlu. “Matikan AC
saat tidak digunakan akan irit,” sarannya. (cr21)
Sempat putus asa di menit akhir, Jaenudin dan istrinya, Tri Maryani sudah pasrah tak melanjutkan berburu stiker bonus. Tak disangka, produk terakhir yang diambilnya, tisu, tertempel stiker bonus.
Jaenudin datang bersama istrinya, Tri Maryani dan anak perempuannya, Aisha Ghina Syakira, Sabtu (16/9) sore. Sebelum Family Shopping (famshop) dimulai, Jaenudin diberi pengarahan panitia acara famshop, Cindy dan Andri serta Gudson mengenai tata cara mengikuti program famshop yang digelar Batam Pos bekerjasama dengan BPR Sejahtera Batam (SB) tiap seminggu sekali ini.
Jaenudin dan istrinya disarankan agar tak mengambil barang belanjaan diatas harga Rp 20 ribu. Peserta hanya boleh mengambil satu item barang pada produk yang sama. Panitia juga menjelaskan soal bonus Rp 250 ribu yang tersimpan di antara produk tertentu.
“Belanja sebanyak-banyaknya dahulu. Soal stiker bonus dicari sambil mencari barang yang akan dipilih. Bila waktu masih tersisa, lanjutkan belanjanya. Bila stiker bonus didapat, total modal belanjanya minimal harus Rp 750 ribu,” ujar Cindy.
Usai mendapat arahan, pelanggan Batam Pos yang tinggal di Komplek PBN Blok C Nomor 26 Bengkong Pertiwi ini diperbolehkan mensurvei tempat belanjaan di setiap sudut lorong rak barang di Hypermart Nagoya Hill.
Jaenudin dan istri kembali ke garis start yang ditentukan panitia famshop. Waktu yang diberikan peserta famshop berbelanja kali ini lumayan panjang yakni sembilan menit. Begitu semua siap, panitia memberi aba-aba dimulainya famshop dengan membunyikan sirine toa.
Begitu sirine dibunyikan, Jaenudin yang bertugas mendorong troli belanjaan segera berlari ke lorong atau rak barang belanjaan. Sedangkan Tri Maryani dan anaknya bertugas berburu barang belanjaan.
Lorong belanjaan pertama yang dimasuki peserta adalah lorong belanjaan yang menyediakan aneka barang pecah belah seperti gelas, piring dan mangkuk. Di lorong tersebut, Tri Maryani mengambil salah satu produk gelas dan dimasukkan ke troli belanjaan.
Berikutnya Tri bersama suaminya, Jaenudin memasuki lorong belanjaaan yang tersedia aneka produk detergent. Tri bersama anaknya tampak memilih-milih produk detergent. Satu produk detergent pun diambilnya dan dimasukkan lagi ke troli belanjaan.
Berikutnya, peserta mempercepat mendorong troli belanjaannya. Tri dan Jaenudin memutuskan memasuki lorong aneka produk susu cair. Di sana peserta mengambil salah satu produk susu coklat cair untuk dibuat stok anak perempuannya di rumah nantinya.
Peserta juga melintasi lorong aneka produk buah kemasan kaleng. Kali ini Jaenudin yang memutuskan mengambil salah satu produk buah kemasan kaleng.
Berikutnya peserta meluncur ke aneka produk mi instan. Di sana peserta membolak-balikkan produk mi instan sembari mencari stiker bonus. Tapi stiker bonus yang dicarinya belum dapat. Satu produk mi instan pun juga diambilnya.
Tak terasa waktu tinggal menyisakan satu menit kurang sedikit. Troli belanjaan peserta sudah tampak penuh oleh barang belanjaannya. Namun stiker bonus yang diburunya tak juga didapatnya.
“Ayo, waktu tinggal menyisakan puluhan detik lagi, yang semangat, manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk fokus belanja saja. Soal stiker bonus, jangan dipikirkan lagi mengingat mepetnya waktu tersisa,” ujar Cindy memberikan aba-aba ke peserta.
Di detik akhir, peserta mencoba memasuki lorong aneka produk tisu. Di sana peserta membolak-balikkan salah satu produk tisu. Tak disangka saat salah satu produk tisu diambilnya dan dibolak-balikkan, tertempel stiker bonus yang bertuliskan Rp 250 ribu.
“Alhamdulillah, rejeki tak kemana. Ini yah stiker bonusnya kita dapat,” ujar Tri ke suaminya yang langsung memasukkan tisu tersebut ke troli belanjaannya di detik akhir.
Akhirnya panita famshop memberitahukan agar peserta menghentikan belanjanya karena waktu habis.
“Stop, waktu berburu barang belanjaan sudah habis. Silakan peserta langsung menuju kasir,” ujar panitia mengarahkan peserta untuk menghentikan perburuan belanjaannya.
Troli belanjaan didorong ke lorong kasir. Saat pengecekan barang oleh panitia dibantu kasir, tak satupun produk yang dilarang diambil, masuk dalam troli belanjaan Jaenudin dan Tri Maryani.
Setelah semua barang belanjaan dihitung, total barang yang diambil oleh Jaenudin mencapai Rp…… ribu atau tepatnya hanya Rp …… sekian ribu.
“Padahal saya sudah pasrah dan yakin tak akan dapat itu stiker bonus. Eeh.. ternyata di barang terakhir yang istri ambil, tertempel stiker bonus. Ini yang namanya rejeki itu tak kemana. Meski dicari dari awal, tak dapat juga. Begitu tak dicari, eh nongol juga itu stiker bonusnya. Seru..tegang.. deg-degan…panik bercampur jadi satu,” terang Jaenudin.
Pada penutupan acara famshop, panitia menggelar kuis berhadiah ke pengunjung Hypermart Nagoya Hill. Pertanyaan yang dilontarkan seputar produk Batam Pos dan BPR Sejahtera Batam.
Kali ini pengunjung yang beruntung dalam kuis BPR SB adalah Julianti, warga Batuaji yang berhak mendapatkan souvenir cantik dari BPR Sejahtera Batam. Sedangkan kusi Batam Pos yang beruntung didapat oleh Marella Muknirahim, warga Cluter Melati Blok E Nomor 25 Tiban Baru. ***
Ada Hadiah Total Setengah Miliar Rupiah, Mau?!
Pemenang Family Shoping Jaenudin, 40, (tiga dari kanan) foto bersama dengan tim Batam Pos, BPR Sejahtra Batam, Hypermart, Sabtu (16/9). F. Dalil Harahap/Batam Pos
Seiring dengan kebutuhan hidup yang semakin bervariasi, BPR Sejahtera Batam (SB) kembali menghadirkan produk pinjaman yakni Kredit Serba Guna (KSG) yang diberi nama Fix Duo.
Cukup dengan mengagunkan BPKB mobil atau sertifikat rumahnya, maka nasabah atau masyarakat sudah berhak mendapatkan suku bunya kredit spesial dimulai dari 6,88 persen dengan jangka waktu kredit sampai dengan 8 tahun dan masa program yang akan berakhir di 30 September nanti.
Tak hanya itu saja. Nasabah nantinya juga berkesempatan mengikuti program SB Superboom, di mana nasabah memiliki peluang berkali-kali untuk memenangkan undian beragam hadiah yang menarik dengan cara yang sangat mudah seperti misalnya cukup dengan menabung, kredit maupun membayar cicilan kredit tepat waktu, sudah berkesempatan memenangkan hadiah.
Beragam hadiah menarik yang dimaksud, seperti 1 unit mobil Daihatsu Xenia, 2 unit sepeda motor matik dan juga adan berbagai produk elektronik seperti AC, kulkas, Tv 40 inch, mesin cuci, sepeda gunung, dan voucher belanja dengan total hadiah mencapai setengah miliar rupiah.
Segera, daftarkan diri menjadi nasabah BPR SB. Karena promo menarik ini jangka waktunya terbatas dengan berbagai hadiah parcel, voucher belanja serta berbagai ekstra kejutan berkali-kali SB Superboom sudah menanti anda.
Kunjungi segera kantor operasional BPR SB di berbagai wilayah di Batam seperti di Komplek Tanjungpantun Blok A Nomor 13-14 Jodoh, Komplek Pertokoan Aviari Pratama Blok A4 Nomor 8 Batuaji, Komplek Citra Mas Blok A Nomor 4 Penuin, Komplek Pertokoan Botania Garden Blok A1 Nomor 2 Batamkota, dan di Komplek Pertokoan Mitra Raya Blok A Nomor 1 Batamkota. (gas)
batampos.co.id – Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Batam, Hendri, resmi menjadi tahanan di Mapolres Barelang, Minggu (17/9).
Penahanan mantan Kepala Satuan Polisi Pamongpraja (Satpol PP) Kota Batam itu dilakukan setelah polisi menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan.
“Dia kami panggil ke Polresta untuk kami periksa dan kita tahan,” kata Kasat Reksrim Polresta Barelang Kompol Agung Gima Sunarya, Minggu (17/9) sore.
Gima mengatakan, Hendri diperiksa dan ditetapkan sebagai tersangka atas laporan seorang warga bernama Alex. Laporan Alex tersebut masuk ke Mapolresta Barelang, pekan lalu.
Sayangnya, Gima enggan merinci kasus yang menyeret pria yang pernah menjadi Camat Batuampar, Batam, tersebut. “Saya lupa detailnya. Berkasnya di kantor,” ujar Gima, mengelak.
Namun Gima menegaskan, kasus yang menimpa Hendri kali ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan dugaan penipuan penerimaan anggota Satpol PP Kota Batam, beberapa waktu lalu. Kata Gima, kasusnya kali ini murni kasus penipuan dengan pelapor.
“Saya tegaskan, ini bukan terkait penerimaan Satpol PP kemarin,” tuturnya.
Menyikapi kabar ini, Kabag Humas dan Protokol Pemko Batam, Ardiwinata, menyebutkan pihaknya akan menyerahkan kasus tersebut kepada penegak hukum.
“Karena ini proses hukum kami serahkan ke hukum,” kata Ardi saat dikonfirmasi, tadi malam.
Tapi dia menyebut, pihaknya akan terbuka jika polisi meminta keterangan dari pegawai Pemko Batam. Hal ini dilakukan agar proses yang dimaksud terlaksana dengan baik.
“Seandainya dibutuhkan keterangan kami dari Pemko Batam akan kooperatif,” imbuhnya.
Hingga tadi malam, Ardi mengaku belum tahu persis kasus yang menimpa Hendri. Apakah terkait dugaan penipuan dan suap penerimaan anggota Satpol PP, atau karena penipuan lainnya.
Sebab pada akhir Juli lalu, Hendri juga telah menyandang status tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan suap penerimaan anggota Satpol PP Kota Batam. Kasus ini juga ditangani Polresta Barelang.
Selain Hendri, ada dua orang lainnya yang juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap ini. Mereka adalah Syamsudin dan Abdul Rizal Syamsir.
Syamsudin merupakan pegawai golongan III A di Kantor Satpol PP Kota Batam. Ia ditetapkan sebagai tersangka karena berperan sebagai penerima uang dari para korban atau pendaftar anggota Satpol PP Kota Batam.
Sementara Abdul Rizal Syamsir ditetapkan sebagai tersangka karena berperan memberikan informasi kepada warga, bahwa Syamsudin bisa memasukkan orang untuk menjadi anggota Satpol PP. (cr1)
batampos.co.id – Mobil Ahars SUlaiman, staf khusus Guburnur Kepri Kepri, dirusak orang tak dikenal, Jumat (15/9) malam.
Saat itu mobil tersebut parkir di garasi rumah Ahars, di kawasan Citra Batam, Batamkota.
Kapolsek Batam Kota Kompol Firdaus mengaku pihaknya sudah menerima laporan kejadian.
”Keponakan Ahars yang buat laporan. Ini kami sedang minta keterangannya,” ujarnya, kemarin sore lewat ponselnya.
Menurut Firdaus, dari keterangan keponakan Ahars, tak ada barang-barang yang hilang dari mobil. Hanya saja terjadi perusakan dari orang-orang yang tak dikenalnya. Firdaus menuturkan saat ini pihaknya telah melakukan olah TKP dan mencari pelakunya.
“Anggota Polsek sudah turun ke TKP. Kami juga akan mengumpulkan keterangan saksi lainnya dan bukti-bukti,” tuturnya.
Informasi di lapangan, Jumat (15/9) malam, ada orang tak dikenal melakukan perusakan kendaraan milik Ahars. Beberapa saat setelah memukul bagian bodi dan kaca mobil, pelaku langsung kabur.
Saat kejadian berlangsung Ahars sedang tak berada di rumah. Dia menghadiri acara pernikahan keponakannnya di Jakarta.
Namun masih belum ada konfirmasi dari mantan ketua pemenangan Sani dan Nurdin ini. Beberapa kali di telpon, belum diangkat.
Sementara itu, pengacara Gubernur Kepri Andi Asrun mengatakan, dirinya sangat prihatin atas tindakan teror yang menimpa Ahars. Andi justru menganggap teror itu terkait dengan pemilihan wakil gubernur Kepri yang tahapannya sedang berjalan saat ini di DPRD Kepri.
”Saya berharap Pak Ahars tidak kendur niatnya untuk menyuarakan kebenaran dan keadilan,” tulis dia di pesan lewat ponsel, kemarin.
Andi juga meminta polisi mengusut tuntas atas teror yang dialami Ahars.
”Tindakan teror adalah tindakan pengecut. Hanya manusia tidak beragama dan tidak Pancasilais yang mau melakukan teror. Bila ada pihak2 yang tidak sepaham dengan pandangan Pak Ahars terkait Pemilu Calon Wagub seharusnya dihadapi dengan gagasan juga. Jangan nalar kritis dihadapi dengan tindakan premanisme,” bebernya.
Andi juga meminta agar kepolisian menangkap pelaku teror dan otak intelektual di balik teror terhadap Pak Ahar Sulaeman tersebut. (atm/ska)
Ini soal membangun kepercayaan. Yang tidak mudah. Dan waktunya tidak bisa singkat. Kalau tahun ini kami bisa mengirim lagi calon mahasiswa sebanyak 360 orang ke Tiongkok, itu bagian dari kerja keras yang panjang tersebut. Juga sejumlah pengorbanan.
Awalnya hanyalah ide kebudayaan. Bagaimana masyarakat Tionghoa kian memahami budaya pribumi dan pribumi kian memahami budaya Tionghoa. Lalu berkembang ke bahasa.
Bahasalah alat penting untuk memahami budaya. Karena yang Tionghoa umumnya sudah biasa berbahasa lokal, maka bagaimana yang pribumi bisa lebih mengenal bahasa Mandarin. Dibukalah kursus bahasa Mandarin. Dengan guru tanpa dibayar.
Suatu hari saya bersama Pemred Jawa Pos saat itu, Dhimam Abror, dan guru-guru Mandarin seperti Lily Yoshica bincang-bincang santai. Maka, lahirlah Indonesia Tionghoa Culture Centre (ITCC). Lily yang jadi ketuanya. Tanpa bayaran.
Sejak itu, perjuangan mencarikan beasiswa dimulai. Agar kian banyak anak muda Indonesia yang kuliah di Tiongkok.
Ternyata, ada dua kesulitan: Yang mau memberi beasiswa tidak ada dan mencari yang mau menerima beasiswa juga tidak berhasil.
Tapi, Lily pantang mundur. Alumnus Universitas Widya Mandala Surabaya itu memang pendiam, tapi otaknya jalan terus.
Lily lahir di Madiun. Tamat SD Santa Maria, SMP Santo Yusuf, SMA Bonaventura Madiun. Orangnya sabar dan tekun. Tidak gampang menyerah.
Lima tahun kemudian, setelah saya transplantasi hati di Tianjin, mulai ada hasilnya. Tahun itu ada sembilan universitas di Tiongkok yang mau menyediakan beasiswa terbatas. Bebas biaya kuliah, tapi tempat tinggal dan makan bayar sendiri.
Mula-mula hanya 50 calon mahasiswa yang memanfaatkan. Tahun berikutnya meningkat sedikit. Kian lama kian populer.
Ada yang kaget. Untuk kuliah sampai lulus di kedokteran, hanya akan habis Rp 280 juta. Itu biaya selama lima tahun. Makannya di kantin universitas dan tidurnya di asrama kampus.
Tahun-tahun berikutnya, peminatnya naik drastis. Naik jadi 120 orang. Naik jadi 160. Tahun lalu 350 orang. Tahun ini 360 orang.
Bidang studi yang dipilih pun kian beragam. Mulai kedokteran, bisnis, pertanian, sampai jurusan ilmu kereta api.
Semula, calon mahasiswa memang lebih banyak dari Jawa Timur. Lama-lama sampai Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.
Saya kaget ketika ikut menari bersama anak-anak muda berkulit hitam dan berambut keriting itu. Mereka nyambung saat saya ajak berbahasa Mandarin.
Andre Soe yang belakangan bergabung ke ITCC seperti kitiran saja: tidak pernah berhenti keliling daerah. Ke perbatasan-perbatasan. Bahkan, tahun ini calon mahasiswa terbanyak berasal dari provinsi baru, Kalimantan Utara. Sebanyak 68 orang.
Gubernurnya sendiri, Irianto Lambrie, ikut mengantar mereka ke Surabaya. Beberapa orang berasal dari suku Dayak di perbatasan dengan Sabah dan Sarawak. Atau dari Pulau Nunukan dan Sebatik yang belahan utara pulau itu masuk wilayah Malaysia.
Yang meningkat drastis juga calon mahasiswa dari pesantren. Mulai Amanatul Ummah Mojokerto, Nurul Jadid Probolinggo, Bumi Sholawat Sidoarjo, hingga yang fenomenal dari SMA NU 1 Gresik.
Tahun ini ada bintang baru: Sambas (Kalbar). Bupatinya bernama H. Atbah Romin Suhaili. Bupati Suhaili sangat antusias untuk mengirim putra daerahnya kuliah di Tiongkok.
Biar masa depan Sambas cemerlang, katanya. Pak Bupati ini lulusan pesantren, kuliah S-1 nya di Madinah, Arab Saudi, dan satu-satunya bupati di Indonesia yang hafal Alquran.
Tapi, begitu antusiasnya bupati ini, sampai dia sendiri yang mengantarkan calon-calon mahasiswa dari Sambas itu ke Surabaya.
Ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid pun dengan bersemangat ikut hadir di acara pemberangkatan mereka pekan lalu.
Maka, beliau pun berkomentar saat makan malam di rumah saya setelah acara itu, ”Jangan kaget kalau kelak ke pesantren atau ketemu orang Papua bicaranya Mandarin.” (*)
Sudah menjadi hal yang lumrah, jam kerja polisi melebihi waktu yang ditentukan. Kadang malam, kadang Sabtu atau Minggu juga harus bekerja. Tapi hal ini tak membuat Brigadir Nolanda Mustika, tak memiliki waktu luang untuk keluarganya.
Perempuan kelahiran 29 tahun yang lalu itu, selalu bertekad menjadi polisi bagi masyarakat dan keluarganya.
Walau sibuk dengan berdinas di kepolisian, Nolla begitulah panggilan akrabnya selalu meluangkan waktunya untuk keluarga.
“Jam dinas tak menentu membuat saya harus pandai-pandai membagi waktu,” katanya, Minggu (17/9).
Dinas, anak, suami, dan teman. Ia telah membagi waktu-waktu tersebut secara seksama. Tapi selain dinas di kepolisian, yang jadi prioritasnya adalah anak. Nolla kadang merasa layaknya super hero, bisa mengerjakan semua hal. Kerja, memasak, mencuci, jadi guru di rumah bagi anak-anaknya, semua itu rutinitas yang harus dijalaninya tiap hari.
“Harus mengajarkan anak-anak tentang pelajaran yang sulit dikerjakannya. Jadi ibu rumah tangga dan istri juga. Sekaligus bekerja,” tuturnya.
Ia menuturkan aktivitasnya sehari-hari dimulai dari pukul 04.00. Sholat, memasak, beres-beres rumah lalu pergi kerja.
Nolla yang berdinas sehari-hari di Kantor Gedung Graha Kepri, tepatnya di Subdit Regident Direktorat Lalu Lintas Polda Kepri.
“Setelah semua pekerjaan rumah selesai, kerja. Dimulai dari apel pagi, dan melayani masyarakat untuk menerbitkan STNK,” ujarnya.
Segudang kesibukan itu, saat melayani masyarakat Nolla selalu memberikan senyum yang tulus. Dan melayani dengan sepenuh hati.
“Polisi itu pengayom masyarakat, kami di Ditlantas diajarkan untuk melayani dengan hati,” katanya.
Pelayanan STNK di Kantor Samsat Graha Kepri, dari Senin hingga Sabtu. Kadang aktivitas Nolla ditambah dengan mengunjungi sekolah-sekolah. Untuk mengajarkan tentang peraturan lalu lintas.
“Penting mengajarkan peraturan lalu lintas sejak dini. Sehingga anak-anak itu kelak mereka dewasa, menjadi pengendara yang patuh akan peraturan lalu lintas,” ucapnya.
Rutinitas yang padat tiap harinya, tak membuat Nolla melupakan untuk menjaga kesehatan dan penampilannya. Ia menuturkan memiliki beberapa trik-trik agar selalu tampil segar dan bugar.
“Satu hal yang paling penting itu, menjaga pikirkan tetap Positiv. Tak macam-macam lah. Positiv thingking,” terangnya.
Tak hanya menjaga pikiran tetap bersih. Nolla menuturkan dirinya selalu minum air putih yang banyak setiap harinya. “Dan tentunya selalu ngegym,” ungkapnya.
Ibu dua anak ini, juga sering terlibat dalam berbagai even penting di Polda Kepri. Salah satunya yakni menjadi polwan yang menangkap pejabat saat simulasi penanganan teroris yang dilakukan Polda Kepri belum lama ini.
“Pernah juga dapat 2 medali di Serpong saat pendidikan pengembangan Dikbangspes Lantas tahun 2017,” ujarnya. (ska)
Sejumlah warga Batam sedang mengurus dokumen di kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) BP Batam Gedung Sumatera Promotion Center. F Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Badan Pengusahan (BP) Batam menjanjikan pengurusan dokumen perizinan lahan lewat pengembangan sistem Land Management System (LMS). Selama ini, antrian panjang selalu terjadi karena sistem Batam Single Window (BSW) saat ini hanya dapat mengupload satu dokumen. Padahal dalam sekalian pengajuan saja, umumnya pemohon yang merupakan developer bisa mengajukan ratusan dokumen.
“Sekarang tak efisien, setiap upload hanya bisa satu dokumen. Jadi kalau ada 100 permohonan maka ada 100 upload,” kata Deputi III BP Batam, Eko Santoso Budianto, Jumat (15/9).
BSW akan dikembangkan menjadi LMS Online merupakan konsep yang digunakan BP Batam dalam mengakomodir permohonan perizinan lahan. LMS online ini terintegrasi dengan email dan SMS dari pemohon sehingga dapat mengirimkan notifikasi secara otomatis.
Seluruh dokumen yang diinput melalui LMS online melekat ke masing-masing pemohon. Dokumen yang sama dapat digunakan kembali sehingga proses verifikasi dapat menjadi lebih cepat.
LMS Online dianggap akan mempermudah semuanya karena saat ini sistem BSW menyebabkan antrian di PTSP menjadi lebih lama karena pemohon harus mengajukan permohonan dilannjutkan dengan pemeriksaan dan verifikasi serta persetujuan kantor lahan untuk mendapatkan faktur dan izin.
“LMS akan mengintegrasikan semuanya sehingga ketika mengajukan permohonan, tidak perlu lagi bawa dokumen,” katanya.
Kelemahan BSW lainnya adalah belum memiliki fitur penyimpanan dokumen sehingga ketika pemohon akan terus mengupload dokumen yang sama jika berniat unutk mendapatkan perizinan lahan lainnya. Dengan LMS maka tidak perlu lagi melakukan itu.”Dengan LMS maka data bisa dimasukkan dari rumah hanya lewat handphone saja,” terang Eko.
Setelah LMS online selesai dikembangkan, maka BP Batam akan mengundang developer untuk ikut sosialisasinya.
“Target kami masih kejar 200 ribu lagi dokumen PL yang masih harus diverifikasi,” imbuhnya.
Menanggapi pengembangan LMS online ini, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Batam, Achyar Arfan mengatakan pelayanan perizinan lahan di BP Batam sudah mengalami kemajuan.
“Tapi mungkin masyarakat terus ingin mendapatkan lebih bauk lagi. Jadi pengembangannya jangan terus berhenti,” jelasnya.
Pihak developer kata Achyar hanya menginginkan jika perizinan lahan bersifat terpadu.
“Tujuannya supaya kami tidak perlu berulang-ulang lagi ke PTSP,” teranngya.
Jika diperbolehkan, Achyar berharap agar sistem perizinan lahan semakin terpadu dengan melibatkan dokumen Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) didalamnya.”Biar dari segi biaya dan waktu bisa lebih cepat,” harapnya. (leo)