Jumat, 17 April 2026
Beranda blog Halaman 13243

Banyak Warga Berangkat Dibandingkan yang Mudik

0

batampos.co.id– Arus balik pasca Hari Raya Idul Fitri atau lebaran di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang berjalan kondusif, Rabu (28/6). Namun jumlah penumpang lebih banyak yang berangkat ke luar daerah maupun luar negeri dibandingkan kembali ke Tanjungpinang.

Petugas Kantor Syahbandar Otoritas Pelabuhan (KSOP) Tanjungpinang, Syafril mengatakan penumpang yang tiba atau kembali ke kota ini lebih sedikit dibandingkan yang berangkat. Kondisi ini telah terjadi dari hari pertama lebaran (H) sampai hari ketiga lebaran (H+2).

“Mulai hari lebaran sampai sekarang banyak yang berangkat ke luar daerah maupun ke luiar negeri. Sedangkan yang tiba tidak terlalu banyak,” ujar Syafril.

Bedasarkan catatan arus balik di Pelabuhan SBP, kata Syafril mulai hari H jumlah penumpang yang tiba dari luar daerah maupun luar negeri sebanyak 4.184 orang dan jumlah yang berangkat ke luar daerah dan luar negeri sebanyak 3.594.

Berikutnya, H+1 penumpang yang tiba sebanyak 5.237 orang dan berangkat sebanyak 6.917 orang. Kemudian H+2 penumpang yang tiba sebanyak 4.549 orang dan berangkat sebanyak 6.968 orang.

“Dari H sampai H+2 jumlah yang tiba dari luar daerah mapun luar negeri sekitar 13.970 orang. Sedangkan yang berangkat keluar daerah maupun luar negeri sekitar 17.479,” bebernya.

Jumlah arus balik dan berangkat di pelabuhan ini, sambung Syafril akan terus bertambah. Sebab saat ini masih dalam suasana lebaran serta liburan panjang. Diprediksi puncak arus balik akan terjadi pada akhir pekan ini (H+7).

“Jumlah penumpang H+3 belum dapat kita rangkum. Sebab aktivitas keberangkatan dan sebaliknya masih terus berjalan sampai malam,” ungkapnya. (ary)

Penjualan Daging Menurun 40 Persen

0
Pedagang daging sapi dan ayam di Pasar Baru Tanjunguban sedang memotong ayam menjadi bagian paha dan dada untuk disuplai ke Lagoi, Rabu (28/6). F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Pada lebaran keempat Rabu (28/6) kemarin harga daging sapi segar terpantau masih mahal dikisaran Rp 170 ribu per kilo, sedangkan harga daging sapi beku normal dikisaran Rp 80-90 ribu per kilo.

“Harga daging sapi segar masih mahal. Sebab itu pedagang di sini tidak menjual. Kemarin beberapa pedagang sempat menjual dua hari sebelum Lebaran, hanya tidak banyak,” ujar pedagang daging sapi dan ayam di Pasar Baru Tanjunguban, Herman, Rabu (28/6).

Menurut Herman, banyak pedagang tidak mau menjual daging sapi segar karena permintaan daging sapi segar dari masyarakat dan rumah makan di Tanjunguban tidak banyak. “Potong satu ekor sapi saja modalnya sudah besar, apalagi jika sampai tak habis terjual,” menurut warga Tanjunguban itu.

Jelang Lebaran lalu, masih menurut Herman, permintaan daging sapi juga menurun sekitar 40 persen jika dibandingkan dari tahun lalu. “Tidak tahu apa sebabnya, padahal tahun lalu daging banyak dibeli,” katanya.

Sementara itu, pedagang sayuran, Nunung mengatakan, pada Hari Raya keempat, harga sayuran masih tinggi. Seperti sayur bayam masih dikisaran Rp 12 ribu dari sebelumnya Rp 6 ribu per kilo. Kankung 10 ribu dari Rp 5 ribu per kilo, sawi Rp 13 ribu dari Rp 8 ribu. “Cabai merah dan rawit masih normal, Rp 33 ribu dan Rp 36 ribu per kilo,” sebut dia.

Lebih jauh, katanya, harga kacang panjang juga masih dikisaran Rp 18 rib per kilo. “Belum ada harga sayuran yang turun,” katanya. (cr21)

34.144 Pemudik Tinggalkan Batam melalui Pelabuhan Domestik Sekupang

0
Calon penumpang kapal Ferry. F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 34.144 pemudik tercatat meninggalkan Batam melalui Pelabuhan Domestik Sekupang sejak 17-24 Juni 2017. Pemudik tujuan antar pulau ini diperkirakan akan kembali ke Batam pada Sabtu dan Minggu ini seiring berakhirnya libur lebaran.

Kepala Kantor Pelabuhan Batam, Bambang Gunawan mengatakan berbagai persiapan sudah disiapkan untuk menghadapi arus balik nanti. Selain personil, pihaknya juga memastikan jadwal kapal sesuai dengan yang telah dibuat sebelumnya.

“Kita berharap tidak ada keterlambatan, dan sesuai jadwal,” kata Bambang saat meninjau PDS, Rabu (28/6).Selama memantau arus mudik dan arus balik kemarin, Rabu (28/6), Bambang  menuturkan ada beberapa hal yang menjadi perhatian Kanpel diantaranya kondisi kapal yang layak untuk berlayar, terutama arus balik nanti.

Selain itu, cuaca juga menjadi salah satu yang harus diperhatikan, melihat kondisi di Batam yang tidak bisa diprediksi.

“Batam bentar- bentar hujan, bentar panas, ini yang kita koordinasikan juga dengan BMKG,” ujarnya.

Bambang memperkirakan puncak arus balik akan terjadi mulai dari Sabtu-Minggu ini. Saat ini sebagian pemudik juga telah kembali ke Batam. “Hari ini mungkin sekitar tiga ribu yang akan datang ke Batam, masih setengahnya dari yang berangkat kemarin yang mencapai enam ribu pemudik,” sebutnya.

Dia menambahkan pihaknya memastikan keselamatan penumpang saat turun dari kapal. Syahbandar memiliki tanggung jawab keselamatan saat penumpang berangkat hingga turun kapal.

Sementara itu, untuk pengaturan kendaraan yang ada di lingkungan PDS untuk arus balik nanti, Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PDS, Deni Setiawan mengatakan persiapan arus balik memang belum terlalu signifikan. Beberapa angkutan yang berada di PDS juga masih sama dengan yang sebelumnya.

“Pembatasan jumlah armada taxi masih, hal ini dilakukan agar parkiran tidak crowded sehingga terjadi kemacetan,” sebutnya.

Sementara itu, pantauan Batam Pos di lapangan tenda- tenda untuk penumpang masih terpasang dengan baik, termasuk di gedung baru, meskipun tidak terlalu ramai, beberapa penumpang terlihat menunggu waktu keberangkatan.(cr17)

13 Desa akan Dibangun Tower Jaringan Komunikasi

0
batampos.co.id – ‎Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas bersedia memfasilitasi penyediaan lahan dan akses menuju tower. Hal ini harus dilakukan demi pengembangan jaringan komunikasi dan informasi melalui pembangunan tower program KPU/USO.

Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, mengatakan jika dari hasil survey yang telah dilaksanakan Dinas Komunikasi dan Informatika, ada 13 desa yang layak dibangun tower. Pembangunan 13 tower untuk desa itu sudah diajukan ke Kemenkominfo RI.

“Mudah-mudahan segera direalisasikan pembangunan towernya,” ujar Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Abdul Haris, Rabu (28/6).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Kepulauan Anambas, Jeprizal, mengatakan, 13 desa tersebut layak sesuai jumlah penduduk dan letak geografis desa. Menurutnya, perhatian Pemerintah Pusat membangun tower di Kabupaten Kepulauan Anambas, untuk mengurangi
kesenjangan akses telekomunikasi di daerah perbatasan.

“13 desa itu masih blank (kosong) spot sinyal. Itu yang kami
rekomendasikan untuk pembangunan tower. Agar semua pulau bisa menggunakan telekomunikasi,” ungkapnya.

Diketahui jika kondisi geografis kabupaten Kepulauan Anambas terdiri dari pulau-pulau, sehingga jika sudah dibangun 13 tower tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi kesenjangan telekomunikasi.

“Kami menyampaikan terimakasih atas respon Kemenkominfo yang menegaskan, sebelum lebaran 2 titik pembangunan tower di Anambas harus udah ditetapkan. 2 titik itu berada di Kecamatan Siantan Timur dan Kecamatan Jemaja. Targetnya 2 tower ini sudah beroperasi pada Agustus mendatang,” jelasnya.

Mengenai 11 tower lainnya menyusul dambil menunggu arahan dari Kemenkominfo. Namun, dia juga meminta masyarakat agar tetap bersabar menunggu kebijakan Kemenkominfo. Pasalnya selama ini masyarakat sudah banyak mengeluh mengenai akses telekomunikasi terbatas, sementera kewenangan ada pada Kemenkominfo.

“Memang tak bisa dipaksakan sekaligus tapi harus melalui tahapan dan proses. kami minta masyarakat bersabar, kita menunggu kebijakan dari Pemerintah Pusat,” ujarnya. (sya) 

Warna-warni Idul Fitri di Penyengat

0
Sejumlah peserta mengikuti lomba karaoke Warna Warni Idul Fitri 2017 di pulau Penyengat, selasa (27/6). F. Panitia untuk Batam Pos

batampos.co.id – Ratusan warga ikut memeriahkan Warna Warni Idul Fitri 2017 yang ditaja Organisasi Pemuda Penyengat di Pulau Penyengat, Selasa (27/6) malam.

Acara yang ditaja untuk menghibur masyarakat setempat dan pengunjung yang berwisata ke Pulau Penyengat tersebut, berlangsung selama empat hari, mulai lebaran ke dua hingga lebaran ke empat.

“Alhamdulillah acara berlangsung meriah, banyak juga pengunjung dari luar kota yang hadir untuk berpartisipasi Warna Warni Idul Fitri kali ini,” kata Raja Fira, Humas Organisasi Pemuda Penyengat.

Warna Warni Idul Fitri 2017 tersebut disemarakkan dengan lomba karaoke lagu-lagu lebaran yang diikuti anak-anak dan peserta umum.

“Tidak hanya peserta dari Penyengat, ada juga peserta dari Tanjungpinang dan Bintan yang ikut lomba karoke lagu lebaran,” katanya.
Fira berharap, hiburan untuk masyarakat tersebut bisa menjadi agenda tahunan saat perayaan Idul Fitri yang akan datang.
“Insyaallah tahun depan kami akan kembali mengibur masyarakat yang berwisata ke pulau Penyengat saat lebaran,” pungkasnya. (odi)

Hotel Comfort Sediakan Ruang Serbaguna

0
batampos.co.id – Pembangunan pariwisata Tanjungpinang yang menggeliat adalah momentum yang tak dilewatkan manajemen Hotel Comfort.
Hotel berbintang di ibu kota provinsi ini kini berbenah. Tidak hanya parsial, melainkan menyeluruh. Seluruh renovasi melingkupi kamar hunian hingga interior seluruh ruangan.
Asisten Sales dan Marketing Manager Hotel Comfort, Fitri menjelaskan, renovasi ini adalah bagian dari keseriusan pihaknya dalam menyambut dan mendukung geliat pembangunan pariwisata Tanjungpinang.
“Kami percaya dari tahun ke tahun akan terjadi peningkatan pembangunan pariwisata di Tanjungpinang. Karena itu, kami menyambut peluang tersebut,” kata Fitri, kemarin.
Tidak lengkap jika perbaikan hanya di bidang fisik. Pelayanan pun, kata Fitri, semakin menjadi prioritas dalam peningkatan perusahaannya. Sebab itu, sejak beberapa waktu lalu, sudah dilakukan pelatihan serta pendidikan sejumlah tenaga kerja bagian pelayanan.
“Utamanya untuk para chef. Kami menyiapkan juru masak terbaik untuk menyajikan pengalaman makanan berkualitas bagi para tamu,” ungkap Fitri.
Yang jadi lebih menarik, Hotel Comfort kini juga menambah fasilitas berupa gedung serbaguna. Bekas bangunan pub yang cukup luas itu telah direnovasi menjadi ruang yang bisa dimanfaatkan untuk segala macam kegiatan. Mulai dari pertemuan dan bahkan pesta pernikahan.
Kapasitasnya bukan main. “Ruangan itu bisa menampung lebih dari 2 ribu orang. Jadi bisa bikin acara apa saja,” kata Fitri. (aya)

ASDP Layani Keberangkatan Hingga Pukul 10 Malam

0
Petugas memasang plang agar mobil yang di luar pelabuhan
tidak masuk lagi karena kapasitas sudah penuh. F. Slamet/Batam Pos.

batampos.co.id – Penumpang arus balik di Pelabuhan ASDP Tanjung Uban Bintan membeludak, Rabu (28/6). Hingga pukul 15.30 puluhan mobil yang mengular sepanjang 300 meter di luar pelabuhan diminta kembali atau bermalam di pelabuhan. Pasalnya, jumlah mobil yang antre untuk diangkut kapal RoRo sudah padat dan penuh.

Seorang petugas lapangan yang memakai tanda pengenal PT. ASDP mengatakan, jumlah mobil yang akan diberangkatkan ke Batam sudah penuh sehingga mobil di luar dipastikan tidak terangkut kapal. “Mobil di dalam sudah penuh sampai keberangkatan jam 12 malam,” kata pria tersebut.

Ia menyampaikan, permohonan maaf kepada pengemudi mobil karena puluhan mobil tidak dapat diangkut sebab sekali berangkat kapal hanya mampu mengangkut sekitar 30 unit mobil. “Jumlah kendaraan yang ada di pelabuhan saja diperkiraan terangkut sampai jam 12 malam,” katanya lagi.

Seorang pemudik, Hasbi mengatakan, mobilnya sudah di dalam kawasan pelabuhan. Hanya, belum masuk dalam antrean mobil yang akan diangkut kapal. Warga Batam Center itu mengatakan, tetap akan menunggu sampai malam lantaran sudah mengantre sejak pagi.

“Kemarin di Batam, kami antre dari jam 10 sampai jam 4 sore baru diangkut. Sampai Tanjung Pinang sudah malam, paginya liburan ke Trikora dan dari sana langsung ke sini,” katanya.

Sementara itu, Andre warga Batu Aji ini mengatakan, dirinya terpaksa menginap di pelabuhan. Karena, mobilnya tidak bisa diangkut. “Istri dan anak-anak saya seberangkan dulu. Biarlah saya di sini menunggu sampai besok,” katanya.

Ia mengatakan, liburannya ke Pulau Bintan adalah untuk melihat pesona dan keindahan pantai di Lagoi. “Kami jalan-jalan ke Lagoi Bay saja. Nginapnya di Tanjung Pinang. Jadi tadi pagi sudah meluncur ke  Tanjung Uban dengan harapan kembali ke Batam. Tapi ternyata tidak dapat kapal,” katanya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Bintan AKP Anjar Yagota turun tangan mengurai kemacetan di depan Pelabuhan ASDP Tanjung Uban. “Kita urai agar tidak menganggu kelancaran pengguna jalan,” katanya.

GM ASDP Batam, Anis Adinizam yang memantau penyeberangan di Pelabuhan ASDP Tanjung Uban mengatakan, arus balik penumpang sudah mulai dirasakan meningkat. “Sejak Selasa sudah meningkat. Karena itu kami layani sampai jam 10 malam, dengan total 16 trip,” katanya, saat itu ada sekitar 15 unit mobil yang menginap di sana.

Dikatakannya, tahun ini terjadi peningkatan 4 persen untuk kendaraan roda dua dan 6 persen untuk roda empat jika dibandingkan tahun lalu.

“Kemarin saja, mobil yang diseberangkan dari Tanjung Uban ke Batam sekitar 460an, dan motor sekitar Rp 1.166,” sebutnya.

Untuk Rabu (28/6), ia mengatakan, pihak ASDP tetap memastikan hanya mengangkut penumpang sampai sekitar pukul 22.00 malam.

“Tadinya diperkirakan memang sampai jam 12 malam tetapi ASDP hanya melayani sampai jam 10 malam. Untuk mobil yang belum terangkut dapat menginap di pelabuhan dan kami berikan keamanan karena ada petugas malam di pos polisi dan Dishub. Bagi mereka juga akan kami prioritaskan berangkat pagi besok,” jelasnya yang memastikan tidak akan ada penambahan kapal.

Puncak arus balik, diprediksinya akan berlangsung mulai Jumat hingga Minggu mendatang. Sementara itu, agar pelayanan maksimal, ia mengatakan, pihaknya telah mempercepat proses bongkar muat menjadi 45 menit.

“Ini akan kita lakukan sampai h plus 7,” sebutnya.

Terakhir ia mengimbau kepada penumpang agar tertib dan patuh terhadap arahan petugas selama di dalam kapal, sehingga proses bongkar muat kendaraan berlangsung cepat. (cr21)

Setelah baju Lebaran, Warga Belanja Seragam Sekolah

0
SDN 002 Batamkota duduk ditangga sambil bermain bersama kawan-kawan menunggu jemputan. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Walau masuk sekolah sekitar dua minggu lagi, orangtua dan pelajar Batam mulai berburu perlengkapan sekolah. Seperti yang tampak di Kepri Mall, Rabu (28/6) siang.

Seorang warga, Firmansyah,31, mengaku mencari perlengkapan sekolah untuk anaknya merupakan salah satu kegiatan yang dia rencanakan sejak awal, selain berwisata bersama keluarga dan bersilaturahmi.

“Mumpung sempat makanya belikan dulu,” kata warga yang menyekolahkan anaknya di Sekolah TK Islam Terpadu Nurus Sunnah, Seibeduk ini.

Ia mengatakan dirinya sengaja membeli perlengkapan lebih cepat, karena saat waktu masuk sekolah kelak dipastikan akan ramai. “Sekalian jalan-jalan juga,” imbuhnya.

Sementara itu, seorang pelajar SMA Laksamana Batam Seibeduk, Rangga, mengatakan mengisi liburan dengan membeli perlengkapan sekolah adalah hal yang kerap dia lakukan tiap liburan semester maupun kenaikan kelas.

“Banyak yang dibeli, yang paling sering buku catatan, jarang kalau buku-buku cetak (panduan). Hari ini ke sini (Kepri Mall, red) karena dengar ada bazar ini,” terangnya.

Tak sendiri, kali ini ia mengajak serta temannya yang lain. Tak hanya berburu perlengkapan sekolah, ia mengatakan dirinya dan teman-temanya semabri jalan-jalan. “Dua-duanya,” kata Rangga, sembari tertawa malu. (cr13)

Pelabuhan Serasan Difungsikan

0
Pelabuhan Pelni di Serasan ini sudah difungsikan. Foto:aulia rahman/Batam Pos

batampos.co.id – Wakil Bupati Natuna Ngesti Yuni Suprapti mengatakan, transportasi laut di Kecamatan Serasan Natuna saat ini semakin mudah. Kapal Pelni KM Bukit Raya sudah singgah dan merapat.

“KM Bukit Raya kini semakin mudah dimanfaatkan masyarakat Serasan. Pelabuhan yang dibangun sudah difungsikan,” kata Ngesti kemarin.

Kapal Pelni ini katanya, Lego jangkar perdana di Pelabuhan Serasan pada Minggu (25/6) kemarin. Sebelumnya penumpang turun maupun yang naik dari Serasan, harus transit dari pompong nelayan. Sebelumnya pernah terjadi insiden yang menyebabkan beberapa korban jiwa akibat cuaca buruk saat transit penumpang dari km Bukit Raya ke pompong nelayan.

“Kita (Masyarakat Natuna,red) patut bersyukur, harapan yang dinanti sudah diberikan. Ini satu kemudahan dalam transportasi laut. Sebelumnya masyarakat masih dihantui trauma mendalam sejak insiden kecelakaan laut tempo lalu di laut Serasan,” kata Ngesti.

Merapatnya KM Bukit Raya di pelabuhan Serasan sekitar pukul 10.00 WIB tersebut tepat dihari raya idul fitri disambut gembira masyarakat beramai-ramai datang ke pelabuhan.

Camat Serasan Edi Priyoto mengatakan, merapatnya KM Bukit Raya di pelabuhan Serasan sudah dinantikan sejak satu tahun terakhir setelah pelabuhan tersebut selesai dibangun pemerintah.

“Mudah-mudahan, merapat perdana KM Bukit Raya ini menjadi harapan baru bagi masyarakat kami di Serasan dihari yang Fitri ini, Serasan akan lebih mudah dikunjungi dan wisata pantai sisi akan lebih ramai,” sebut Camat Serasan.(arn)

Bupati Beberkan Penyebab WDP

0

batampos.co.id – Bupati Kepulauan Anambas Abdul Haris, menjelaskan mengenai alasan-alasan mengapa predikat laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas mengalami penurunan dari Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) pada tahun 2015 menjadi Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

Dari penjelasan yang disampaikan bupati, yang menjadi penyebab tidak bisa mempertahankan WTP yakni karena pengelolaan aset yang belum baik. Meski satu masalah yakni masalah aset. Namun cakupannya cukup luas karena melibatkan sejumlah aset yang berlum terdata dengan baik. Seperti aset tetap yang berupa tanah dan bangunan atau gedung yang belum tercatat.

“Hasil pemeriksaan dokumen dan cek fisik diketahui terdapat aset tanah dan bangunan yang belum tercatat dalam buku inventaris baik itu aset dari dinas pendidikan maupun dari dinas Kesehatan, yang tidak disertai berita acara serahterima dari pemerintah kabupaten Natuna,” ungkapnya saat memberikan sambutan pada rapat paripurna pengantar nota laporan rancangan pertanggunjawaban pelaksanaan APBD tahun 2016 di lantai satu
gedung DPRD beberapa waktu lalu.

Dijelaskan jika untuk Dinas Pendidikan sendiri diketahui ada aset
tanah dan bangunan pada tujuh Unit Pelaksana Teknis (UPT) di
masing-masing kecamatan, 66 bangunan SD, 24 bangunan SMP, 10 gedung TK dan 1 gedung MTS Negeri yang belum seluruhnya tercatat.

“Selain itu ada 130 bidang tanah untuk bangunan TK, SD, SLTP dan UPT termasuk satu bisang tanah yang digunakan MTS N Nurul Huda Paya Laman dan masih banyak lagi,” ungkapnya lagi.

Sementara itu pada Dinas Kesehatan, terdapat aset tanah pada dua Rumah Sakit yakni RS Lapangan di kecamatan palmatak dan RS Bergerak di kecamatan Jemaja yang juga sama-sama belum tercatat. Selain itu ada 98 bidang tanah yang terdiri dari 7 puskesmas, 40 pustu, 3 polindes, poskesdes, dan 42 posyandu yang belum diketahui bukti kepemilikannya.

“Hasil penelusuran pada RS Lapangan Palmatak yang tercatat dalam aset yakni hanya bangunan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan RS bergerak hanya bangunan gudang obat farmasi, sementara itu lainnya belum,” bebernya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut Pemkab Anambas akan melakukan langkah inventarisasi aset yang menjadi temuan BPK. Koordonasi dengan Pemerintah Natuna, melakukan penilaian aset dengan kerjasama dengan kantor pelayanan kekayaan negara dan lelang (KPKNL) maupun koordinasi dengan pihak konsultan yang memiliki kredibilitas mengenai penilaian aset.

“Kami akan melakukan pencatatan dalam neraca laporan keuangan pemerintah daerah dan melaksanakan rekom dari BPK berdasarkan hasil audit BPK,” jelasnya. (sya)