Rabu, 10 Juni 2026
Beranda blog Halaman 13268

Saatnya Terjun ke Bisnis Digital

0

Pengguna internet aktif di Batam mencapai 740 ribu dari 1,2 juta penduduk Batam yang sudah terhubung media sosial. Sebuah potensi besar untuk pengembangan bisnis berbasis digital.

Iklan biro perjalanan Go-Vakansi muncul ketika membuka instagram. Ia mengajak liburan tanpa ribet. Iklan ini membawa calon konsumen ke website Go-Vakansi yang sudah terbangun dengan baik.

Dalam website itu terdapat beberapa pilihan paket perjalanan dan liburan. Mulai liburan private, perjalanan bulan madu, open trip, hingga custom trip. Paket-paket dan destinasi juga sudah tersedia. Lengkap dengan harga paket perjalanan, jadwal trip dan jumlah seat yang tersedia.

Cukup klik paket perjalanan, destinasi, dan jumlah orang, kemudian klik transaksi, konsumen sudah siap untuk berangkat liburan. Kemudahan itulah yang diberikan Go-Vakansi yang fokus pada bisnis perjalanan online.

“Sesuai dengan tagline kita, Trip Seru Tanpa Ribet. Transaksi gak ribet. Cukup masuk website kita, klik, klik, klik, bayar, udah siap jalan-jalan,” kata Dimas Abri Haryo, pemilik Go-Vakansi, Kamis (14/9) pekan lalu.

Dimas salah satu pemula (start up) di bisnis berbasis digital di Batam. Ia mulai merintis Go-Vakansi Februari 2015. Sejak awal, Dimas sudah membangun bisnis biro perjalanan Go-Vakansi yang berbeda dari biro perjalanan pada umumnya. Ia langsung fokus pada biro perjalanan online. Meski begitu, ia tak lantas meninggalkan cara offline.

Meski terbilang baru, komposisi transaksi online di Go-Vakansi sebanyak 80 persen dan sisanya 20 persen transaksi offline.

“Ini era keterbukaan informasi, industri sudah digital, saatnya terjun ke bisnis berbasis digital atau online,” jelas Dimas mengenai alasan memilih biro perjalanan online.

Meski agak sulit, e-commerce, sangat banyak kemudahan dan keuntungannya. Biaya operasionalnya rendah, tidak perlu kantor yang besar, tidak perlu staf terutama petugas tiketing yang banyak, transaksi lebih cepat, dan yang pasti jangkauannya lebih luas.

“Jadi konsumen tidak hanya orang Batam, tetapi seluruh Indonesia. Bahkan bisa juga orang luar negeri, cuma saat ini website kami masih berbahasa Indonesia,” katanya.

***

Go-Vakansi hanya satu dari beberapa start up bisnis berbasis digital di Batam. Sekretaris Asosiasi Digital Entrepeneur Indonesia (ADEI) Batam, Ammar Satria, menyebutkan, di sektor bisis sudah lumayan banyak start up berbasis aplikasi digital di Batam. Selain WakJek dan Go-Vakansi, ada juga Tremondi, Kazana Mall, Batam Mall, Toko Rental, Marlin Booking, Eska Salon, Go Deal, Mr Go, Hotel-hotel online, IndoTIKI, dan lainnya.

Bisa dikatakan perusahaan start up jika usia perusahaan tergolong muda, jumlah pegawai kurang dari 20 orang, pendapatan kurang dari 100 ribu dolar AS per tahun, masih dalam tahap berkembang, umumnya beroperasi dalam bidang teknologi, produk yang dibuat berupa aplikasi dalam bentuk digital, dan biasanya beroperasi melalui website.

Lalu seperti apa potensinya di Batam? Ammar Satria menjelaskan, potensinya sangat besar. Namun bicara soal industri digital, mesti dilihat dari dua persfektif, yakni digital dan masyarakat. Dari sisi digital, infrastruktur yang dimiliki Batam untuk mengembangkan industri digital telah tersedia dan memadai. Baik yang disiapkan pemerintah maupun swasta.

Di pusat kota ini terdapat IT Center milik Badan Pengusahaan (BP) Batam yang merupakan salah satu area penyimpanan serta pengolahan data dan informasi yang terjamin dan aman. IT Centre BP Batam kini dimanfaatkan oleh berbagai instansi seperti Disaster Recovery Centre (DRC) oleh BIG, EKTP oleh Kemendagri, Kemenhub, BPPT, Kominfo, Teknet, dan masih banyak lagi.

Pusat data milik BP Batam bisa dimanfaatkan untuk melayani teknologi komputasi awan sebagai pusat data ataupun pusat penyimpanan data cadangan (disaster recovery center). Pusat data BP Batam, saat ini sudah memenuhi standar SS507 atau standar teknis untuk data center. Jadi bisa dimanfaatkan oleh pemerintah maupun swasta.

Kemudian Telkom, juga perusahaan pemerintah, telah mengembangkan jaringan yang bisa digunakan untuk bisnis maupun industri dengan adanya fiber optik.

“Inilah dasar-dasar yang dibutuhkan untuk mengembangkan industri digital,” kata Ammar, Rabu (13/9) pekan lalu.

Secara infrastuktur, selain pemerintah, pihak swasta juga memainkan peran dengan banyaknya Internet Service Provider atau penyedia jasa layanan internet. Menurut Ammar, jumlah jasa Internet Service Provider (ISP) di Batam lebih 300-an. Di Batam lebih dari 100 Km jaringan fiber optic sudah terpasang. Hampir semua wilayah sudah terjangkau jaringan 4G LTE.

Berdasarkan jumlah penggunaan data atau pengguna internet aktif, ada 740 ribu dari 1,2 juta masyarakat Batam sudah terhubung sosial media. Artinya lebih setengah dari jumlah penduduk Batam sudah terhubung media sosial. Setiap hari mereka aktif menggunakan Facebook, Instagram, Twitter, WhatsApp, dan media sosial lainnya.

Potensi inilah (infrastruktur dan pengguna internet) bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan industri digital. “Batam ini potensinya besar. Harus berani memulai,” katanya.

Menurut Ammar, saat ini, sangat mudah melihat industri digital dan potensinya di Batam.
“Di sekeliling kita sekarang, ketika membuka smartphone Android, lalu ketik kata ‘Batam’ atau ‘Kepri’, akan muncul beberapa aplikasi digital,” kata Ammar.

Mengembangkan bisnis digital perlu keterlibatan aktif dari pemerintah daerah. Ammar mengungkapkan konsep digitalisasi ekonomi harus segera dicanangkan secara masif oleh pemerintah daerah.

CEO Infinite Framework Studio (IFS), Mike Wiluan juga sangat optimis ekonomi digital di Batam akan berkembang dan berjaya.

“Batam bagus, masih terang benderang. Apalagi pasar Indonesia masih sangat luar biasa. Banyak orang muda yang bersemangat dengan bisnis digital,” katanya.

Menurut Mike, meskipun Batam tengah dilanda kelesuan ekonomi, Batam tetap pintu masuk utama yang strategis bagi Indonesia, khususnya investor dari luar negeri. Makanya ia telah membangun IFS sejak 10 tahun lalu.

“IFS sudah lebih 10 tahun di Batam dan kita kembangkan anak muda dari seluruh Indonesia di sini,” terangnya belum lama ini.

Dalam perjalanannya, saat ini 30 persen dari karyawan IFS diisi oleh anak-anak muda Batam yang memiliki kompetensi tinggi di bidang informasi dan teknologi (IT).

Untuk semakin mengembangkan ekonomi digital di Batam, Mike yang juga anak dari taipan Citramas, Kris Wiluan, telah menjajaki hubungan kerja sama dengan industri kreatif di Bandung dan Jogjakarta.

Menurut Mike, industri kreatif di Jawa sudah berkembang sedemikian rupa dengan memanfaatkan IT.

Ia juga menuturkan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat seperti Badan Pengusahaan (BP) Batam dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam untuk membangun sebuah IT Centre. BP Batam kini telah memiliki IT Centre.

“Pemerintah harus mendukung. Peran bisnis digital dalam industri itu tinggi sekali. Harus bergerak semua,” ungkapnya.

Apalagi saat ini istilah IT sudah sangat luas cakupannya. Menurutnya IT adalah istilah kuno 10 tahun lalu. “Sekarang IT itu banyak, ada coding, development, gaming, infrastruktur, lifestyle, teknik dan lainnya,” paparnya lagi.

Dengan dasar tersebut, maka Citramas mendirikan Nongsa Digital Park (NDS) yang dicanangkan akan dikembangkan hingga menyamai pusat data milik perusahaan raksasa di bidang komunikasi, Google.

“Nongsa Digital Park itu menaungi beberapa usaha luar negeri untuk masuk dalam area khusus bisnis digital agar bisa memulai digital start up,” terangnya lagi.

Morris Sianipar, praktisi usaha digital yang ditemui Batam Pos di Bandara Internasional Kuala Lumpur, Selasa (12/9) lalu, mengatakan kebijakan pemerintah menetapkan Batam sebagai digital hub Indonesia merupakan kabar gembira, karena potensi industri digital Indonesia memang sangat besar.

“Tapi memang perlu dukungan serius pemerintah, baik dalam hal regulasi maupun infrastruktur,” ujarnya.

Ia kemudian mencontohkan langkah Malaysia yang dukungannya terhadap start up langsung datang dari Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak yang mengembangkan industri kreatif ekonomi digital lewat Malaysian Global Innovation & Creativity Centre (MaGIC).

Lebih dari 14 ribu start up baru di Malaysia terdata dan mendapat dukungan dari MaGIC. Beberapa di antaranya sudah siap menghadapi pasar di regional Asean maupun global.

“Satu matlamat, kesejahteraan umat,” kata Najib dalam iklan billboard di langit-langit bandara yang ditunjukkan oleh Morris.

Morris pun mengabadikan papan iklan elektrik buatan Strategi Lautan Biru Kebangsaan (NBOS) tersebut. Pria berkacamata ini mengungkapkan kehebatan pemerintah Malaysia menerima dan mendukung era digital saat ini.

“Beruntungnya para pelaku digital start up di sini, didukung habis-habisan oleh pemerintah,” ujarnya.

Morris menyebutkan, ada banyak industri yang bisa menjadi pilihan di Batam yang bisa memanfaatkan teknologi digital. Salah satunya bisnis kargo antarnegara dan nasional. “Potensinya sangat terbuka lebar,” katanya.

Usahawan Indonesia telah menjalankan ini dengan aplikasi On Truck yang berafiliasi dengan pengusaha truck lokal.

Aplikasi ini bisa diunggah dari iOS maupun layanan android. Cara kerjanya, para pengguna cukup membuka aplikasi, memilih mobil dengan rute dari dan kemana tujuan, lalu barang/kargo yang hendak dikirim akan dijemput langsung dari alamat dan diantar ke tujuan.

“Semua perizinan maupun regulasi telah diurus. Pengguna cukup duduk tenang, dan bayar sambi memantau direct gps pengiriman barang dari aplikasi. Barang pun siap diantar,” ujar pria yang pernah menjadi supervisor area di salah satu layanan transportasi berbasis online ini.

“Hanya saja, layanan ini baru melayani pengiriman barang memakai truck ke seluruh Indonesia. Luar negeri masih proses. Sangat jelas ini akan sangat maju di Batam,” tambahnya.

Bagaimana membangun digital start up agar cepat berkembang? Morris menyebutkan, pentingnya afiliasi ke mitra. Mitra dalam hal ini adalah pembuat, penyedia, dan pengguna aplikasi.

Bagaimana membangun jaringan ke pengguna aplikasi? Morris menyebutkan perlunya strategi promosi, upgrade aplikasi, dan sebisa mungkin meminimalisir kerusakan jaringan atau error.

Selain itu, industri kreatif berbasis digital ini harus didukung dengan pengadaan infrastuktur, tim ahli, dan juga kondisi kota dan penerimaan masyarakat.

“Pemda Batam harus siap. Sediakan kawasan, jaringan listrik dan internet yang memadai. Beri regulasi satu pintu, dan dukungan terbuka untuk para pelaku usaha ini,” kata Morris. (uma/cha/nur/leo)

Baznas Lingga Bidik Nelayan, Petani dan Pedagang

0

batampos.co.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Lingga berencana akan menggelar sosialisasi kepada masyarakat yang berprofesi sebagai petani, nelayan dan pedagang untuk mengeluarkan zakat dengan tujuan mengentaskan kemiskinan di daerah pesisir.

“Dalam waktu dekat, kami akan melakukan sosialisasi dengan tujuan agar mereka (masyarakat, red) mau untuk membayar zakat,” kata Kepala Baznas Lingga Isnin, belum lama ini.

Lebih lanjut Isnin mengatakan, sejatinya membayar zakat adalah ibadah yang dapat membantu masyarkat lainnya yang tidak mampu untuk lebih baik lagi. Sehingga program zakat ini juga sejalan dengan visi dan misi Pemkab Lingga dalam hal mengentaskan kemiskinan bagi masyarakat Bunda Tanah Melayu ini.

Sehingga Isnin optimis, sosialisasi zakat ini akan berhasil baik dalam hal memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk ber-zakat. Juga akan berhasil dalam hal membantu pemerintah daerah meminimalisir angka kemiskinan khususnya di wilayah-wilayah yang belum mapan.

Sosialisasi zakat ini nantinya juga akan diberikan kepada seluruh petani, nelayan serta pedagang yang ada di Kabupaten Lingga ini. Sedangkan program lanjutan juga akan menyasar kepada perusahaan-perusahaan, perkantoran dan sebagainya untuk meningkatkan pembayaran zakat.

“Tujuan lainnya yakni untuk membantu pemerintah menanggulangi kemiskinan di Kabupaten Lingga, terutama di wilayah pesisir, pelosok yang belum mantap program ekonominya,” ujar Isnin. (wsa)

27 TKI Ilegal Diamankan di Perairan Kawal

0

batampos.co.id – Tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lantamal IV Tanjungpinang, kembali mengamankan 27 orang TKI ilegal dari Malaysia yang hendak menuju Batam, Sabtu (16/9) dini hari, di perairan Kawal.

Ke 27 orang TKI ilegal tersebut diamankan tim WFQR yang terdiri tim Intel Lantamal IV dan Patkamla Dompak pada koordinat 01.00.62 Lintang Utara dan 104.41.29 Bujur Timur, saat berada dalam speedboat yang membawa mereka.

“Keberhasilan penangkapan TKI ilegal setelah tim WFQR mendapat informasi intelijen tentang adanya speedboat asal Malaysia yang akan melintas di perairan Kawal. Yang mana salah satu TKI diinformasikan diduga sebagai kurir narkoba,” ujar Komandan Lantamal IV, Laksamana Pertama (Laksma) TNI Ribut Eko Suyatno.

Dikatakan Eko, setelah mendapat informasi tersebut. Tim WFQR Lantamal IV kemudian melakukan koordinasi dengan Staf Operasi Lantamal IV dan Satkamla. Yang mana kemudian membentuk tiga tim terdiri dari dua tim laut dan satu tim darat, kemudian ditempatkan di beberapa titik untuk melakukan penyekatan dan penangkapan.

“Kemudian dari hasil pemantauan. Tim laut melihat sebuah speedboat melintas dengan kecepatan tinggi dan langsung menginformasikan kepada Patkamla Dompak yang berada di Perairan Timur Pulau Mapor untuk melakukan proses penghentian, pemeriksaan dan penangkapan (Henrikan),” katanya.

Namun, saat melakukan pemantauan, lanjut Eko, Patkamla Dompak tidak menemukan tanda-tanda adanya speedboat yang dimaksud. Sehingga usaha untuk menemukan speedboat tersebut terus dilakukan tim laut dengan melakukan penyisiran di sekitar kelong-kelong di perairan Kawal.

“Saat penyisiran, tim laut berhasil menemukan sebuah kelong yang ramai penghuninya dan terlihat sebuah speedboat mirip dengan speedboat yang dicurigai. Mendapati kejadian tersebut tim laut segera menginformasikan kepada Patkamla Dompak untuk melakukan pemeriksaan,” ucapnya.

Dari hasil pemeriksaan Patkamla Dompak, terang Eko, speedboat kayu bermesin Yamaha 115 PK double beserta 2 orang ABK dan 27 orang TKI Ilegal terdiri dari 23 laki-laki, 3 perempuan dan 1 anak-anak itu tidak bisa menunjukkan dokumen yang sah, selanjutnya langsung diamankan.

“Dari keterangan yang diperoleh dari salah seorang ABK, speedboat yang digunakan kehabisan bahan bakar sebelum sampai ke tujuan. Kemudian tekong dengan inisial Y meminta uang tambahan kepada para TKI ilegal dan turun ke darat untuk membeli bahan bakar dan bertemu dengan pengurus TKI ilegal berinisial Z,” terang Ribut.

Sementara itu, sambung Eko, dalam waktu yang bersamaan. Tim darat berhasil menemukan sebuah mobil Avanza berwarna hitam mencurigakan di depan pelantar Teluk Bakau dalam posisi mesin hidup. Kemudian dilakukan pengintaian dan berhasil menemukan salah seorang penumpang dan diketahui setelah dimintai keterangan merupakan pengurus TKI Ilegal berinisal Z, selanjutnya segera diamankan tim darat.

“Saat ini, pengurus berinisal Z, tekong berinisial Y, 27 orang TKI ilegal serta speedboat kayu bermesin Yamaha 115 PK double, diamankan di Mako Lantamal IV untuk proses penyidikan. Selanjutnya akan diserahkan kepada instansi yang berwenang,” pungkasnya.(ias)

Pendaftaran Serentak Parpol, Oktober Mendatang

0
Robby Patria. F. Dok Batam Pos.

batampos.co.id – Pendaftaran partai politik sebagai peserta pada pemilihan umum mendatang akan dibuka Oktober mendatang. Pendaftaran ini akan dilakukan secara serentak, baik di daerah atau pun di pusat. Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tanjungpinang, Robi Patria mengingatkan agar parpol mulai menyiapkan segala persyaratan dari sekarang.

“Kami harapkan partai baru yang ada di Tanjungpinang segera melaporkan ke KPU supaya memudahkan dalam berkomunikasi dengan KPU,” ujar Robi, kemarin.

Pendaftaran parpol ini, sambung Robi, akan menggunakan sistem informasi partai politik (sipol) dengan cara mengisi administrasi melalui sistem yang sudah disiapkan. Kemudian setelah mengisi di sipol, parpol mencetak lalu disampaikan ke KPU daerah.

“Kami dalam waktu ini akan sosialisasi perihal pendaftaran sipol tersebut,” kata Robi.

Lebih lanjut dijelaskan Robi, setelah parpol menyerahkan berkas adminitrasi, KPU akan memverifikasi jumlah anggota sebagaimana di Undang Undang Pemilu No 7 tahun 2017, kartu tanda anggota harus 1:1000 jumlah penduduk di wilayah setempat.

“Misalnya jika penduduk Tanjungpinang 207.000 jiwa, maka kartu anggota setiap parpol harus 207 pemegang KTA. Dan KPU akan mengecek jumlah KTA tersebut di lapangan,” kata Robi.

Rencananya, sosialisasi sipol ini akan dilaksanakan seusai sejumlah komisioner KPU Tanjungpinang pulang dari mengikuti kegiatan bimbingan teknis KPU RI di Medan pada 19-21 September mendatang. (aya)

Gubernur Minta Maaf

0
Nurdin Basirun. F. Dok Batam Pos.

batampos.co.id – Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun menyampaikan maaf kepada masyarakat Batam setelah menyetujui kenaikan tarif listrik sebesar 15 persen. Meski keputusan yang diambilnya berat, namun dilakukan untuk kebaikan bersama.

“Saya mohon maaf, memang terpaksa saya naikkan,” ujarnya kepada Batam Pos seusai menghadiri acara di Tanjunguban, Minggu (17/9) kemarin.

Masalah tarif listrik, diakuinya telah lama dipelajari. Memutuskan
naiknya tarif listrik di Batam, dinilainya membutuhkan proses yang panjang meski akhirnya harus dilakukan mengingat PLN tidak lagi sanggup mengelola listrik
dengan tarif lebih murah dari nasional.

“Daerah lain contohnya di Belakang Padang tarifnya jauh lebih mahal dari Batam,” katanya.

Maka itu, ia meminta pengertian masyarakat atas kondisi listrik di
Batam. Jika dibiarkan, bukan saja masyarakat yang akan menanggung rugi
akan tetapi sektor lain akan terimbas dampaknya.

“Dari pada (PLN) mati, akhirnya akan berdampak ke semua (sektor) dan kita
akan rugi lebih besar,” menurutnya.

Dengan kondisi saat ini, ia mengajak masyarakat, tidak hanya di Batam
tapi di kabupaten kota lain di Kepri agar menghemat menggunakan alat
elektronik yang memerlukan konsumsi listrik. Selain itu apabila keluar
rumah sebaiknya mematikan kontak listrik yang tak perlu. “Matikan AC
saat tidak digunakan akan irit,” sarannya. (cr21)

Bonus Didapat di Detik Akhir

0

Sempat putus asa di menit akhir, Jaenudin dan istrinya, Tri Maryani sudah pasrah tak melanjutkan berburu stiker bonus. Tak disangka, produk terakhir yang diambilnya, tisu, tertempel stiker bonus.

Jaenudin datang bersama istrinya, Tri Maryani dan anak perempuannya, Aisha Ghina Syakira, Sabtu (16/9) sore. Sebelum Family Shopping (famshop) dimulai, Jaenudin diberi pengarahan panitia acara famshop, Cindy dan Andri serta Gudson mengenai tata cara mengikuti program famshop yang digelar Batam Pos bekerjasama dengan BPR Sejahtera Batam (SB) tiap seminggu sekali ini.

Jaenudin dan istrinya disarankan agar tak mengambil barang belanjaan diatas harga Rp 20 ribu. Peserta hanya boleh mengambil satu item barang pada produk yang sama. Panitia juga menjelaskan soal bonus Rp 250 ribu yang tersimpan di antara produk tertentu.

“Belanja sebanyak-banyaknya dahulu. Soal stiker bonus dicari sambil mencari barang yang akan dipilih. Bila waktu masih tersisa, lanjutkan belanjanya. Bila stiker bonus didapat, total modal belanjanya minimal harus Rp 750 ribu,” ujar Cindy.

Usai mendapat arahan, pelanggan Batam Pos yang tinggal di Komplek PBN Blok C Nomor 26 Bengkong Pertiwi ini diperbolehkan mensurvei tempat belanjaan di setiap sudut lorong rak barang di Hypermart Nagoya Hill.

Jaenudin dan istri kembali ke garis start yang ditentukan panitia famshop. Waktu yang diberikan peserta famshop berbelanja kali ini lumayan panjang yakni sembilan menit. Begitu semua siap, panitia memberi aba-aba dimulainya famshop dengan membunyikan sirine toa.

Begitu sirine dibunyikan, Jaenudin yang bertugas mendorong troli belanjaan segera berlari ke lorong atau rak barang belanjaan. Sedangkan Tri Maryani dan anaknya bertugas berburu barang belanjaan.

Lorong belanjaan pertama yang dimasuki peserta adalah lorong belanjaan yang menyediakan aneka barang pecah belah seperti gelas, piring dan mangkuk. Di lorong tersebut, Tri Maryani mengambil salah satu produk gelas dan dimasukkan ke troli belanjaan.

Berikutnya Tri bersama suaminya, Jaenudin memasuki lorong belanjaaan yang tersedia aneka produk detergent. Tri bersama anaknya tampak memilih-milih produk detergent. Satu produk detergent pun diambilnya dan dimasukkan lagi ke troli belanjaan.

Berikutnya, peserta mempercepat mendorong troli belanjaannya. Tri dan Jaenudin memutuskan memasuki lorong aneka produk susu cair. Di sana peserta mengambil salah satu produk susu coklat cair untuk dibuat stok anak perempuannya di rumah nantinya.

Peserta juga melintasi lorong aneka produk buah kemasan kaleng. Kali ini Jaenudin yang memutuskan mengambil salah satu produk buah kemasan kaleng.

Berikutnya peserta meluncur ke aneka produk mi instan. Di sana peserta membolak-balikkan produk mi instan sembari mencari stiker bonus. Tapi stiker bonus yang dicarinya belum dapat. Satu produk mi instan pun juga diambilnya.

Tak terasa waktu tinggal menyisakan satu menit kurang sedikit. Troli belanjaan peserta sudah tampak penuh oleh barang belanjaannya. Namun stiker bonus yang diburunya tak juga didapatnya.

“Ayo, waktu tinggal menyisakan puluhan detik lagi, yang semangat, manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk fokus belanja saja. Soal stiker bonus, jangan dipikirkan lagi mengingat mepetnya waktu tersisa,” ujar Cindy memberikan aba-aba ke peserta.

Di detik akhir, peserta mencoba memasuki lorong aneka produk tisu. Di sana peserta membolak-balikkan salah satu produk tisu. Tak disangka saat salah satu produk tisu diambilnya dan dibolak-balikkan, tertempel stiker bonus yang bertuliskan Rp 250 ribu.

“Alhamdulillah, rejeki tak kemana. Ini yah stiker bonusnya kita dapat,” ujar Tri ke suaminya yang langsung memasukkan tisu tersebut ke troli belanjaannya di detik akhir.

Akhirnya panita famshop memberitahukan agar peserta menghentikan belanjanya karena waktu habis.

“Stop, waktu berburu barang belanjaan sudah habis. Silakan peserta langsung menuju kasir,” ujar panitia mengarahkan peserta untuk menghentikan perburuan belanjaannya.

Troli belanjaan didorong ke lorong kasir. Saat pengecekan barang oleh panitia dibantu kasir, tak satupun produk yang dilarang diambil, masuk dalam troli belanjaan Jaenudin dan Tri Maryani.

Setelah semua barang belanjaan dihitung, total barang yang diambil oleh Jaenudin mencapai Rp…… ribu atau tepatnya hanya Rp …… sekian ribu.

“Padahal saya sudah pasrah dan yakin tak akan dapat itu stiker bonus. Eeh.. ternyata di barang terakhir yang istri ambil, tertempel stiker bonus. Ini yang namanya rejeki itu tak kemana. Meski dicari dari awal, tak dapat juga. Begitu tak dicari, eh nongol juga itu stiker bonusnya. Seru..tegang.. deg-degan…panik bercampur jadi satu,” terang Jaenudin.

Pada penutupan acara famshop, panitia menggelar kuis berhadiah ke pengunjung Hypermart Nagoya Hill. Pertanyaan yang dilontarkan seputar produk Batam Pos dan BPR Sejahtera Batam.

Kali ini pengunjung yang beruntung dalam kuis BPR SB adalah Julianti, warga Batuaji yang berhak mendapatkan souvenir cantik dari BPR Sejahtera Batam. Sedangkan kusi Batam Pos yang beruntung didapat oleh Marella Muknirahim, warga Cluter Melati Blok E Nomor 25 Tiban Baru. ***

Ada Hadiah Total Setengah Miliar Rupiah, Mau?!

Pemenang Family Shoping Jaenudin, 40, (tiga dari kanan) foto bersama dengan tim Batam Pos, BPR Sejahtra Batam, Hypermart, Sabtu (16/9). F. Dalil Harahap/Batam Pos

Seiring dengan kebutuhan hidup yang semakin bervariasi, BPR Sejahtera Batam (SB) kembali menghadirkan produk pinjaman yakni Kredit Serba Guna (KSG) yang diberi nama Fix Duo.

Cukup dengan mengagunkan BPKB mobil atau sertifikat rumahnya, maka nasabah atau masyarakat sudah berhak mendapatkan suku bunya kredit spesial dimulai dari 6,88 persen dengan jangka waktu kredit sampai dengan 8 tahun dan masa program yang akan berakhir di 30 September nanti.

Tak hanya itu saja. Nasabah nantinya juga berkesempatan mengikuti program SB Superboom, di mana nasabah memiliki peluang berkali-kali untuk memenangkan undian beragam hadiah yang menarik dengan cara yang sangat mudah seperti misalnya cukup dengan menabung, kredit maupun membayar cicilan kredit tepat waktu, sudah berkesempatan memenangkan hadiah.

Beragam hadiah menarik yang dimaksud, seperti 1 unit mobil Daihatsu Xenia, 2 unit sepeda motor matik dan juga adan berbagai produk elektronik seperti AC, kulkas, Tv 40 inch, mesin cuci, sepeda gunung, dan voucher belanja dengan total hadiah mencapai setengah miliar rupiah.

Segera, daftarkan diri menjadi nasabah BPR SB. Karena promo menarik ini jangka waktunya terbatas dengan berbagai hadiah parcel, voucher belanja serta berbagai ekstra kejutan berkali-kali SB Superboom sudah menanti anda.

Kunjungi segera kantor operasional BPR SB di berbagai wilayah di Batam seperti di Komplek Tanjungpantun Blok A Nomor 13-14 Jodoh, Komplek Pertokoan Aviari Pratama Blok A4 Nomor 8 Batuaji, Komplek Citra Mas Blok A Nomor 4 Penuin, Komplek Pertokoan Botania Garden Blok A1 Nomor 2 Batamkota, dan di Komplek Pertokoan Mitra Raya Blok A Nomor 1 Batamkota. (gas)

Polisi Tahan Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Batam

0

 

Hendri
foto: dalil harahap / batampos

batampos.co.id – Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Batam, Hendri, resmi menjadi tahanan di Mapolres Barelang, Minggu (17/9).

Penahanan mantan Kepala Satuan Polisi Pamongpraja (Satpol PP) Kota Batam itu dilakukan setelah polisi menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan penipuan.

“Dia kami panggil ke Polresta untuk kami periksa dan kita tahan,” kata Kasat Reksrim Polresta Barelang Kompol Agung Gima Sunarya, Minggu (17/9) sore.

Gima mengatakan, Hendri diperiksa dan ditetapkan sebagai tersangka atas laporan seorang warga bernama Alex. Laporan Alex tersebut masuk ke Mapolresta Barelang, pekan lalu.

Sayangnya, Gima enggan merinci kasus yang menyeret pria yang pernah menjadi Camat Batuampar, Batam, tersebut. “Saya lupa detailnya. Berkasnya di kantor,” ujar Gima, mengelak.

Namun Gima menegaskan, kasus yang menimpa Hendri kali ini sama sekali tidak ada kaitannya dengan dugaan penipuan penerimaan anggota Satpol PP Kota Batam, beberapa waktu lalu. Kata Gima, kasusnya kali ini murni kasus penipuan dengan pelapor.

“Saya tegaskan, ini bukan terkait penerimaan Satpol PP kemarin,” tuturnya.

Menyikapi kabar ini, Kabag Humas dan Protokol Pemko Batam, Ardiwinata, menyebutkan pihaknya akan menyerahkan kasus tersebut kepada penegak hukum.
“Karena ini proses hukum kami serahkan ke hukum,” kata Ardi saat dikonfirmasi, tadi malam.

Tapi dia menyebut, pihaknya akan terbuka jika polisi meminta keterangan dari pegawai Pemko Batam. Hal ini dilakukan agar proses yang dimaksud terlaksana dengan baik.

“Seandainya dibutuhkan keterangan kami dari Pemko Batam akan kooperatif,” imbuhnya.

Hingga tadi malam, Ardi mengaku belum tahu persis kasus yang menimpa Hendri. Apakah terkait dugaan penipuan dan suap penerimaan anggota Satpol PP, atau karena penipuan lainnya.

Sebab pada akhir Juli lalu, Hendri juga telah menyandang status tersangka dalam kasus dugaan penipuan dan suap penerimaan anggota Satpol PP Kota Batam. Kasus ini juga ditangani Polresta Barelang.

Selain Hendri, ada dua orang lainnya yang juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap ini. Mereka adalah Syamsudin dan Abdul Rizal Syamsir.

Syamsudin merupakan pegawai golongan III A di Kantor Satpol PP Kota Batam. Ia ditetapkan sebagai tersangka karena berperan sebagai penerima uang dari para korban atau pendaftar anggota Satpol PP Kota Batam.

Sementara Abdul Rizal Syamsir ditetapkan sebagai tersangka karena berperan memberikan informasi kepada warga, bahwa Syamsudin bisa memasukkan orang untuk menjadi anggota Satpol PP. (cr1)

Mobil Ahars Sulaiman Dirusak Orang Tak Dikenal

0

batampos.co.id – Mobil Ahars SUlaiman, staf khusus Guburnur Kepri Kepri, dirusak orang tak dikenal, Jumat (15/9) malam.

Saat itu mobil tersebut parkir di garasi rumah Ahars, di kawasan Citra Batam, Batamkota.

Kapolsek Batam Kota Kompol Firdaus mengaku pihaknya sudah menerima laporan kejadian.

”Keponakan Ahars yang buat laporan. Ini kami sedang minta keterangannya,” ujarnya, kemarin sore lewat ponselnya.

Menurut Firdaus, dari keterangan keponakan Ahars, tak ada barang-barang yang hilang dari mobil. Hanya saja terjadi perusakan dari orang-orang yang tak dikenalnya. Firdaus menuturkan saat ini pihaknya telah melakukan olah TKP dan mencari pelakunya.

“Anggota Polsek sudah turun ke TKP. Kami juga akan mengumpulkan keterangan saksi lainnya dan bukti-bukti,” tuturnya.

Informasi di lapangan, Jumat (15/9) malam, ada orang tak dikenal melakukan perusakan kendaraan milik Ahars. Beberapa saat setelah memukul bagian bodi dan kaca mobil, pelaku langsung kabur.

Saat kejadian berlangsung Ahars sedang tak berada di rumah. Dia menghadiri acara pernikahan keponakannnya di Jakarta.

Namun masih belum ada konfirmasi dari mantan ketua pemenangan Sani dan Nurdin ini. Beberapa kali di telpon, belum diangkat.

Sementara itu, pengacara Gubernur Kepri Andi Asrun mengatakan, dirinya sangat prihatin atas tindakan teror yang menimpa Ahars. Andi justru menganggap teror itu terkait dengan pemilihan wakil gubernur Kepri yang tahapannya sedang berjalan saat ini di DPRD Kepri.

”Saya berharap Pak Ahars tidak kendur niatnya untuk menyuarakan kebenaran dan keadilan,” tulis dia di pesan lewat ponsel, kemarin.

Andi juga meminta polisi mengusut tuntas atas teror yang dialami Ahars.

”Tindakan teror adalah tindakan pengecut. Hanya manusia tidak beragama dan tidak Pancasilais yang mau melakukan teror. Bila ada pihak2 yang tidak sepaham dengan pandangan Pak Ahars terkait Pemilu Calon Wagub seharusnya dihadapi dengan gagasan juga. Jangan nalar kritis dihadapi dengan tindakan premanisme,” bebernya.

Andi juga meminta agar kepolisian menangkap pelaku teror dan otak intelektual di balik teror terhadap Pak Ahar Sulaeman tersebut. (atm/ska)

Hitam dan Keriting Berbahasa Mandarin

0

Ini soal membangun kepercayaan. Yang tidak mudah. Dan waktunya tidak bisa singkat. Kalau tahun ini kami bisa mengirim lagi calon mahasiswa sebanyak 360 orang ke Tiongkok, itu bagian dari kerja keras yang panjang tersebut. Juga sejumlah pengorbanan.

Awalnya hanyalah ide kebudayaan. Bagaimana masyarakat Tionghoa kian memahami budaya pribumi dan pribumi kian memahami budaya Tionghoa. Lalu berkembang ke bahasa.

Bahasalah alat penting untuk memahami budaya. Karena yang Tionghoa umumnya sudah biasa berbahasa lokal, maka bagaimana yang pribumi bisa lebih mengenal bahasa Mandarin. Dibukalah kursus bahasa Mandarin. Dengan guru tanpa dibayar.

Suatu hari saya bersama Pemred Jawa Pos saat itu, Dhimam Abror, dan guru-guru Mandarin seperti Lily Yoshica bincang-bincang santai. Maka, lahirlah Indonesia Tionghoa Culture Centre (ITCC). Lily yang jadi ketuanya. Tanpa bayaran.

Sejak itu, perjuangan mencarikan beasiswa dimulai. Agar kian banyak anak muda Indonesia yang kuliah di Tiongkok.

Ternyata, ada dua kesulitan: Yang mau memberi beasiswa tidak ada dan mencari yang mau menerima beasiswa juga tidak berhasil.

Tapi, Lily pantang mundur. Alumnus Universitas Widya Mandala Surabaya itu memang pendiam, tapi otaknya jalan terus.

Lily lahir di Madiun. Tamat SD Santa Maria, SMP Santo Yusuf, SMA Bonaventura Madiun. Orangnya sabar dan tekun. Tidak gampang menyerah.

Lima tahun kemudian, setelah saya transplantasi hati di Tianjin, mulai ada hasilnya. Tahun itu ada sembilan universitas di Tiongkok yang mau menyediakan beasiswa terbatas. Bebas biaya kuliah, tapi tempat tinggal dan makan bayar sendiri.

Mula-mula hanya 50 calon mahasiswa yang memanfaatkan. Tahun berikutnya meningkat sedikit. Kian lama kian populer.

Ada yang kaget. Untuk kuliah sampai lulus di kedokteran, hanya akan habis Rp 280 juta. Itu biaya selama lima tahun. Makannya di kantin universitas dan tidurnya di asrama kampus.

Tahun-tahun berikutnya, peminatnya naik drastis. Naik jadi 120 orang. Naik jadi 160. Tahun lalu 350 orang. Tahun ini 360 orang.

Bidang studi yang dipilih pun kian beragam. Mulai kedokteran, bisnis, pertanian, sampai jurusan ilmu kereta api.

Semula, calon mahasiswa memang lebih banyak dari Jawa Timur. Lama-lama sampai Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

Saya kaget ketika ikut menari bersama anak-anak muda berkulit hitam dan berambut keriting itu. Mereka nyambung saat saya ajak berbahasa Mandarin.

Andre Soe yang belakangan bergabung ke ITCC seperti kitiran saja: tidak pernah berhenti keliling daerah. Ke perbatasan-perbatasan. Bahkan, tahun ini calon mahasiswa terbanyak berasal dari provinsi baru, Kalimantan Utara. Sebanyak 68 orang.

Gubernurnya sendiri, Irianto Lambrie, ikut mengantar mereka ke Surabaya. Beberapa orang berasal dari suku Dayak di perbatasan dengan Sabah dan Sarawak. Atau dari Pulau Nunukan dan Sebatik yang belahan utara pulau itu masuk wilayah Malaysia.

Yang meningkat drastis juga calon mahasiswa dari pesantren. Mulai Amanatul Ummah Mojokerto, Nurul Jadid Probolinggo, Bumi Sholawat Sidoarjo, hingga yang fenomenal dari SMA NU 1 Gresik.

Tahun ini ada bintang baru: Sambas (Kalbar). Bupatinya bernama H. Atbah Romin Suhaili. Bupati Suhaili sangat antusias untuk mengirim putra daerahnya kuliah di Tiongkok.

Biar masa depan Sambas cemerlang, katanya. Pak Bupati ini lulusan pesantren, kuliah S-1 nya di Madinah, Arab Saudi, dan satu-satunya bupati di Indonesia yang hafal Alquran.

Tapi, begitu antusiasnya bupati ini, sampai dia sendiri yang mengantarkan calon-calon mahasiswa dari Sambas itu ke Surabaya.

Ibu Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid pun dengan bersemangat ikut hadir di acara pemberangkatan mereka pekan lalu.

Maka, beliau pun berkomentar saat makan malam di rumah saya setelah acara itu, ”Jangan kaget kalau kelak ke pesantren atau ketemu orang Papua bicaranya Mandarin.” (*)

 

oleh: Dahlan Iskan

Nolanda Mustika; Antara Polisi, Istri dan Ibu

0

Sudah menjadi hal yang lumrah, jam kerja polisi melebihi waktu yang ditentukan. Kadang malam, kadang Sabtu atau Minggu juga harus bekerja. Tapi hal ini tak membuat Brigadir Nolanda Mustika, tak memiliki waktu luang untuk keluarganya.

Perempuan kelahiran 29 tahun yang lalu itu, selalu bertekad menjadi polisi bagi masyarakat dan keluarganya.

Walau sibuk dengan berdinas di kepolisian, Nolla begitulah panggilan akrabnya selalu meluangkan waktunya untuk keluarga.

“Jam dinas tak menentu membuat saya harus pandai-pandai membagi waktu,” katanya, Minggu (17/9).

Dinas, anak, suami, dan teman. Ia telah membagi waktu-waktu tersebut secara seksama. Tapi selain dinas di kepolisian, yang jadi prioritasnya adalah anak. Nolla kadang merasa layaknya super hero, bisa mengerjakan semua hal. Kerja, memasak, mencuci, jadi guru di rumah bagi anak-anaknya, semua itu rutinitas yang harus dijalaninya tiap hari.

“Harus mengajarkan anak-anak tentang pelajaran yang sulit dikerjakannya. Jadi ibu rumah tangga dan istri juga. Sekaligus bekerja,” tuturnya.

Ia menuturkan aktivitasnya sehari-hari dimulai dari pukul 04.00. Sholat, memasak, beres-beres rumah lalu pergi kerja.

Nolla yang berdinas sehari-hari di Kantor Gedung Graha Kepri, tepatnya di Subdit Regident Direktorat Lalu Lintas Polda Kepri.

“Setelah semua pekerjaan rumah selesai, kerja. Dimulai dari apel pagi, dan melayani masyarakat untuk menerbitkan STNK,” ujarnya.

Segudang kesibukan itu, saat melayani masyarakat Nolla selalu memberikan senyum yang tulus. Dan melayani dengan sepenuh hati.

“Polisi itu pengayom masyarakat, kami di Ditlantas diajarkan untuk melayani dengan hati,” katanya.

Pelayanan STNK di Kantor Samsat Graha Kepri, dari Senin hingga Sabtu. Kadang aktivitas Nolla ditambah dengan mengunjungi sekolah-sekolah. Untuk mengajarkan tentang peraturan lalu lintas.

“Penting mengajarkan peraturan lalu lintas sejak dini. Sehingga anak-anak itu kelak mereka dewasa, menjadi pengendara yang patuh akan peraturan lalu lintas,” ucapnya.

Rutinitas yang padat tiap harinya, tak membuat Nolla melupakan untuk menjaga kesehatan dan penampilannya. Ia menuturkan memiliki beberapa trik-trik agar selalu tampil segar dan bugar.

“Satu hal yang paling penting itu, menjaga pikirkan tetap Positiv. Tak macam-macam lah. Positiv thingking,” terangnya.

Tak hanya menjaga pikiran tetap bersih. Nolla menuturkan dirinya selalu minum air putih yang banyak setiap harinya. “Dan tentunya selalu ngegym,” ungkapnya.

Ibu dua anak ini, juga sering terlibat dalam berbagai even penting di Polda Kepri. Salah satunya yakni menjadi polwan yang menangkap pejabat saat simulasi penanganan teroris yang dilakukan Polda Kepri belum lama ini.

“Pernah juga dapat 2 medali di Serpong saat pendidikan pengembangan Dikbangspes Lantas tahun 2017,” ujarnya. (ska)