Rabu, 1 April 2026
Beranda blog Halaman 13345

Kesadaran Tertib Parkir Warga Batam masih Rendah

0
 F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Tingkat kesadaran tertib parkir masyarakat Kota Batam masih kurang. Ini dibuktikan dengan banyaknya kendaraan roda dua dan roda empat yang parkir di sejumlah titik yang seyogyanya bukan lokasi parkir.

Di sepanjang Jalan Daeng Kamboja Batamcenter misalnya, belasa kendaraan roda empat parkir di U-Turn, tempat memutar balik kendaraan. Akibat kendaraan yang berbaris di jalan tersebut, akses jalan Daeng pun ikut terganggu.

“Dishub kayaknya tak berdaya. Padahal tiap hari kendaraan parkir disini,” keluh Nova, salah seorang pengendara mobil yang ingin memutar kendaraannya di depan First City Komplek Batamcenter, Kamis (4/5).

Sementara itu, pelebaran ROW jalan di sejumlah titik di Nagoya malah dimanfaatkan segelintir orang untuk memakirkan kendaraannya. padahal disana jelas terpampang larangan parkir. Bahkan untuk berhenti juga dilarang.

Anggota Komisi III DPRD Batam Sumali mengatakan, harus ada tindakan tegas dari dinas Perhubungan (Dishub) Batam. Sehingga ada efek jera dan dishub pun diminta harus komitmen dengan rambu-rambu jalan yang sudah dipasangnya.

“Jika ada yang melanggar harus ditindak,” tuturnya.

Menurut dia, jangan nanti larangan ini sebatas himbauan. Sehingga para pelanggar pun semakin banyak.

“Kalau tak ada aksinya mending dicopot saja (plang larangan). Komitmen pemerintah harus nyata,” tegasnya.

Ia juga meminta, kesadaran masyarakat untuk memarkirkan kendaraannya.

“Ya harus dimulai dari masyarakat juga. Selain penindakan, kesadaran ini yang paling dibutuhkan,” ucapnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Yusfa Hendri mengaku akan segera menindak kendaraan parkir sembarangan. “Kita sudah jadwalkan razia. Mana kendaraan yang masih melanggar rambu akan ditertibkan,” janjinya.

Ia menghimbau, seluruh masyarakat harus sadar memakirkan kendaraannya di lokasi yang sudah disediakan.

“Tidak di bahu jalan, u-turn atau ruang milik jalan yang bisa menimbulkan kemacetan,” ucapnya. (rng)

Yacht Ditemukan di Perairan Bintan

0
Kolonel Ribut. F.Yusnadi/batampos.

batampos.co.id – Kapal Yacht Sunrise berbendera Singapura, yang dilaporkan hilang kontak, sejak (2/5), ditemukan di perairan Mapur, Bintan, Kamis (4/5), siang, oleh KRI Siwar-646 dari unsur Gugus Tempur Laut Armabar Republik Indonesia.

Informasi dihimpun, sebelum dikabarkan los kontak. Kapal Yacht Sunrise, bersama tiga kapal Yacht lainnya yakni Nirvana 8, Katrianne, dan Ximula, berlayar dari Batam menuju Pulau Tambelan, Bintan, sejak (29/4). Namun, ditengah perjalanan kapal Yacht Sunrise yang terdapat lima orang warga negara Singapura, yakni James Body Chuen Yong, 41, Tan Awan Ang Kenneth, 42, Lee Shao Yo, 37, Lee Yeow Kuan Eddy, 54, dan Goh Ee Kiat, 52, menghilang. Sedangkan tiga kapal lainnya telah sampai di Tambelan.

Komandan Lantamal IV Tanjungpinang, Kolonel Laut (P) Ribut Eko Suyatno, mengatakan Kapal tersebut ditemukan di posisi titik koordinat 01 18 157 U-104 58 554 T bersama lima orang ABK dalam keadaan aman. Saat ini kapal sedang towing menuju Batam.

“Kapal Yacht Sunrise ini terpisah dengan kapal lainnya saat berlayar menuju Tambelan,” ujar Ribut.

Dikatakan Ribut, pencarian terhadap kapal tersebut dilakukan pihaknya setelah mendapat informasi yang kemudian ditindak lanjuti dengan menyebarkan ke seluruh unsur patroli udara dari Wing Udara-2, unsur patroli TNI AL dan Pos TNI AL.

“Alhamdulillah, sudah ketemu. Kami juga koordinasi dengan Komandan Guspurlabar,”kata Ribut.

Diterangkan Ribut, ia pun telah memerintahkan Kapal Angkatan Laut (KAL) Mapoor untuk membantu pengawalan dan pengamanan terhadap kapal Yacht tersebut.

“Lanal Batam juga membantu pengawalan. Kapal tersebut akan langsung dibawa menuju ke Nongsa Batam,” pungkasnya.(ias)

Pekan Depan KPU Gelar Prapilkada

0
Robby Patria. F.Yusnadi/batampos.

batampos.co.id – Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang, Robby Patria mengatakan hari pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Walikota dan Wakil Walikota Tanjungpinang sudah ditetapkan. Yakni pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

“KPU Pusat sudah menetapkan Pilkada serentak 2018 mendatang adalah pada 27 Juni. Sedangkan untuk tahapan, kita masih menunggu petunjuk pusat,” ujar Robby, Kamis (4/5) di Tanjungpinang.

Menurut Robby, untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada Pilkada nanti, pekan depan KPU Tanjungpinang melaksanakan pendidikan pemilih. Bukan hanya memberikan pemahaman kepada masing-masing Partai Politik (Parpol), pihaknya juga akan melibatkan Organisasi Kepemudaan dan Osis dari setiap sekolah menengah atas sederajat yang ada di Tanjungpinang sebagai calon pemilih pemula.

“Secara tidak langsung memang, sasaran kita adalah pemilih pemula. Tentu harus diawali dengan pendidikan bagi pemilih,” papar Robby.

Pria yang mengawali karir sebagai jurnalis tersebut menyebutkan, revisi Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) yang bergelut di wilayah tahapan Pilkada. Sedangkan untuk substansi pencalonan kemungkinan besar tidak ada yang berubah. Atas dasar itu, pihaknya punya keyakinan tahapan Pilkda Tanjungpinang sudah berjalan pada Agustus mendatang.

“Yakni diawali dengan pemutakhiran data pemilih yang akan diserahkan Kemendagri. Sedangkan untuk pendaftaran calon bisa jadi bulan Januari 2018,” paparnya lagi.

Dijelaskannya, proses pendaftaran calon dilakukan enam bulan sebelum hari pemilihan. Disinggung mengenai persentase untuk mendapatkan tiket sebagai kandidat pada Pilwako nanti.

Mengenai hal itu, Robby mengatakan apabila perhitungannya tetap 20 persen dari jumlah kursi di DPRD Tanjungpinang, satu kandidat harus mendapatkan dukungan enam kursi.

“Jika mengacu pada persentase tersebut, bisa ada tiga koalisi. Karena PDI Perjuangan sudah tidak perlu koalisi lagi. Golkar cukup berkoaliasi dengan satu partai, begitu juga dengan Hanura. Karena sama-sama empat kursi,” jelas Robby.

Ditambahkannya, diluar itu ada tiga partai yang mendapatkan tiga kursi. Yakni Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Sementara yang meraih dua kursi ada Partai Persatuan Pembangunan (PPP), PKPI, dan Partai Amanat Nasional (PAN).

“Artinya kalau PDI Perjuangan membangunan koaliasi dengan satu partai. Bisa jadi ada tida kandidat yang bakal bersaing pada Pilwako nanti,” tutup pria kelahiran Pulau Tembelan tersebut.(jpg)

Tiga Desa Dijadikan Kawasan Peternakan Sapi

0

batampos.co.id – Dinas Pertanian dan Peternakan akan mendata kembali, bantuan ternak sapi yang sudah disalurkan di tahun 2015 lalu. Dan akan digulirkan kepada peternak yang belum mendapat bantuna.

“Kami akan mensosialisasikan program alokasi dana Desa (ADD) untuk pemberdayaan masyarakat desa dan bekerjasama dengan Pemerintah Desa untuk kembangkan peternakan sapi,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Pemkab Natuna Tengku Fauzan Tambusai, Kamis (4/5).

Kerjasama ini sambungnya, membuat pengembangan peternakan terpadu yang terintegrasi. Mengingat peternakan sapi memiliki potensi populasi yang besar, tetapi dikelola dengan manajemen peternakan yang baik.

Peran Pemerintah Desa katanya, dapat saling mengawasi pengembangan peternakan sapi di kawasan terpadu. Baik peternak yang sudah dibantu pemerintah dan warga yang belum dibantu. Sementara pemerintah dapat membantu pengadaan sapi, pakan, obat-obatan dan dokter hewan, hingga mengatasi persoalan limbah peternakan.

Program ini katanya, dilakukan percobaan di tiga desa, yakni Desa Cemaga Utara, Desa Gunung Putri dan Desa Sedarat Baru.

“Peternakan sapi teritegrasi ini akan diterapkan di tiga Desa dulu yang dinilai sudah potensial populasinya, kemudian lanjut ke desa lain,” ujar Fauzan. (arn)

Dua Pekan, Mantang Gelap Gulita

0
Operator PLN sedang memperbaiki mesin pembangkit listrik di Gardu PLN Mantang. F.Harry/batampos.

batampos.co.id – Ribuan warga di Kecamatan Mantang terpaksa hidup bergelap-gelapan selama dua pekan. Sebab tiga mesin yang disiagakan PLN mengalami rusak berat. Sehingga lampu teplok (lampu berbahan minyak tanah, red) menjadi alternatif bagi 765 Kepala Keluarga (KK) untuk mendapatkan penerangan di malam hari.

“Sudah dua minggu kecamatan ini gelap gulita. Mulai dari pertengah sampai akhir April. Makanya kami terpaksa menggunakan lampu teplok untuk mendapatkan penerangan,” ujar Warga Mantang Lama, Ahmad Makruf ketika diwawancarai, Kamis (4/5).

Masalah kelistrikan ini, kata Makruf telah mengundang amarah warga Kecamatan Mantang. Bahkan warga sempat mengancam akan berdemonstrasi di Gardu PLN yang berada di Desa Mantang Lama. Namun atas kesepakatan bersama, perwakilan masing-masing desa mendatangi PLN Rayon Kijang untuk mendapatkan solusinya.

Mirisnya, lanjut Makruf PLN hanya mampu memperbaiki satu dari tiga mesin yang disiagakan. Itupun tidak bisa dinikmati seperti biasanya melainkan masing-masing desa mendapat jatah lima jam per hari. Diantaranya Desa Mantang Lama lima jam, Desa Mantang Besar lima jam dan Desa Mantang Baru lima jam.

“Mulai saat ini kami begiliran menikmati listrik. Selebihnya masih gunakan lampu teplok. Intinya masih gelap-gelapanlah dari tengah malam sampai pagi,” bebernya.

Wakil Ketua Persatuan Pemuda Tempatan (Perpat) Bintan, Mansur Solor mengatakan pelayanan yang diberikan PLN sangat buruk. Sebab dari sekian banyak mesin yang disediakan hanya satu yang bisa dioperasikan. Sehingga pemadaman bergilir diberlakukan di kecamatan tersebut.

“Sebenarnya ada empat mesin. Tiga mesin disiagakan PLN dan satu lagi dari Pemkab Bintan. Namun hanya satu yang dioperasikan itupun dengan menggunakan onderdil bekas,” cetusnya.

Satu mesin yang dioperasikan, kata Makruf merupakan hasil kombinasi onderdil bekas yang diambil dari mesin lain yang tak dipakai. Diantaranya mesin bekas di Pulau Pangkil dan Pulau Penyengat. Mesin itulah yang sekarang menjadi andalan untuk menerangi kecamatan ini.

Mansur berharap Pemkab Bintan bisa berperan aktif untuk menyelesaikan masalah ini. Sampaikanlah aspirasi warga Kecamatan Mantang terkait kelistrikan langsung kepada pihak PLN. Sebab jika warga yang mendatangi PLN solusinya tak kunjung didapatkan.

“Kalau tiga mesin itu bisa dioperasikan pastinya tak ada lagi masalah kelistrikan. Tapi sayangnya hanya satu mesin yang hidup, jadi terpaka bergilirlah menikmatinya,” ungkapnya.

Sementara itu, Manager PLN Rayon Kijang, David ketika ingin dikonfirmasi mengenai masalah ini ponselnya tidak aktif.(ary)

Harga Sawi Minyak Rp 18 Ribu Sekilo

0

batampos.co.id – Harga sayur sawi melambung tinggi di Pasar Tradisional Kawal, Kecamatan Gunung Kijang. Ini dikarenakan stok sawi mengalami kekosongan, sehingga mengakibatkan harga sawi naik tinggi.

“Harga sawi lagi mahal. Barangnya (sawi, red) sikit,” ujar Parti 38, salah satu pedagang, Kamis (4/5).

Parti menuturkan kenaikan harga ini terjadi untuk semua jenis sayur sawi diantaranya, sawi minyak dari harga Rp 8 ribu per kilo, naik menjadi Rp 18 ribu per kilo, sawi hijau dari harga Rp 8 ribu per kilo, naik menjadi Rp 16 ribu per kilo, sawi keriting dari harga Rp 8 ribu per kilo, naik menjadi Rp 16 ribu per kilo, sawi manis dari harga Rp 8 ribu per kilo, naik menjadi Rp 17 ribu per kilo, dan sawi pahit dari harga Rp 8 ribu, naik menjadi Rp 18 ribu, per kilo.

“Sudah sebulan ini naiknya. Namun bertahap,” katanya.

Menurutnya faktor utama kekosongan ini disebabkan karena banyaknya petani yang tidak menanam sayuran sawi, diakibatkan karena ketersediaan pupuk subsidi yang terbatas, dan juga harga pupuk yang juga mahal.

“Kami biasanya ambil barang (sawi, red) dari Kecamatan Toapaya. Tapi kemarin dibilang mereka barangnya kosong, sikit yang tanam, pupuk mahal,” ungkap Parti.

Selain itu, kata Parti, cuaca buruk juga mempengaruhi kekosongan stok sawi, sebab beberapa hari ini di Kabupaten Bintan, sering hujan deras, sehingga mengganggu reproduksi tanaman sayur di Kecamatan Toapaya.

“Tak hanya faktor pupuk, hujan deras juga jadi masalah kekosongan sawi, karena banyak yang gagal panen, akibat hujan deras sebulan ini,” sebutnya.

Ia berharap Pemkab Bintan, bisa segera mencari solusi untuk mengatasi kenaikan harga ini.

“Mudah-mudahan pemerintah daerah bisa segera menyelesaikan ini. Terutama terkait dengan penyediaan pupuk, agar harga bisa normal lagi. Karena dampaknya sangat terasa, pembeli makin sepi,” imbuhnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh pedagang lainnya, yakni Mia 27. Ia mengaku kenaikan harga sayur sawi ini tentu berdampak terdap sepinya pembeli.

“Ini saja sudah mahal, sepi pembeli lagi. Gimana nanti mau puasa, pastinya akan naik lagi harganya,” ungkapnya.

Mia berharap Pemkab Bintan, bisa segera mencari solusi untuk mengatasi kenaikan harga ini. Terlepas apapun faktornya, tentu harus tetap diawasi, sehingga tidak memberatkan pembeli maupun pejual.

“Semoga lah bisa dicarikan solusinya. Apalagi ini sudah mau dekat puasa, kami takutnya harga ini yang nantinya akan semakin mahal, kasihan pembeli,” imbuhnya. (cr20)

Prosesi Lilin Majelis Buddhayana Kepri

0

 

Puluhan umat Buddha mengikuti prosesi lilin menyambut Hari Waisak di Pusdiklat Buddha Amithaba Tanjungpinang, Rabu (3/5) malam. F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Menuju kehidupan yang lebih baik jadi idaman setiap manusia. Diperlukan damai dan harmoni untuk menyikapi segala tingkatan lini kehidupan. Perayaan Tri Waisak menjadi titik-tolak mengajak seluruh umat Buddha agar lebih memahami empat kondisi alamiah.

“Ada kelahiran, penuaan, sakit, dan kematian. Spirit ini yang menjadi landasan bagi latihan rohani untuk mentransformasi mental dengan damai dan harmoni,” kata Hendra Lim, Pandhita Majelis Buddhayana Indonesia (MDI) Provinsi Kepri.

Rabu (3/5) kemarin, di Pusdiklat Buddha Amitabha Tanjungpinang, digelar Puja Bakti Waisak Bersama dan Prosesi Lilin (Chuan Deng). Penuh khidmat prosesi perayaan itu berlangsung. Tak kurang, ada 300 pemeluk agama Buddha yang berkumpul dan merapal puja dan doa untuk kehidupan yang lebih baik.

Semua berbaur baik laki-laki, perempuan, tua dan muda berjalan mengitari ruangan ibadah sambil membawa lilin. Ritual tersebut bermakna sebagai penerangan bagi seluruh umat manusia di muka bumi menyambut lahirnya sang Sidharta Buddha Gautama.

Hendra menjelaskan, lilin adalah simbol dari sebuah kebaikan. Suatu hal kecil yang mampu memberikan manfaat kepada banyak orang. Spirit memberi manfaat kepada alam dan manusia lain ini yang diserap dalam perayaan kemarin.

“Walaupun membakar diri, lilin memberikan terang kepada banyak orang,” terang Hendra Lim. (aya)

90 Persen DAK Pendidikan untuk Pembangunan Fisik

0
Murid SDN 002 Batamkota duduk ditangga sambil bermain bersama kawan-kawan menunggu jemputan, Selasa (16/8). F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Dinas pendidikan Kota Batam akan mengalokasikan 90 persen dari dana alokasi khusus (DAK) untuk pembangunan fisik. Sebagian besar diperuntukan untuk pembangunan ruang kelas baru (RKB) sekolah menengah pertama (SMP).

“Tahun ini pembangunan fisik fokus utama kita. Sekitar 90 persen (DAK) kita taruhkan disana,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Batam, Muslim Bidin, Selasa (2/5) lalu.

Menurut Muslim, tahun 2017 ini Kota Batam mendapatkan bantuan DAK dari pusat untuk peningkatan sarana Pendidikan. “Angkanya saya belum tau pasti. Tapi informasinya kita dapat Rp 5 miliar SD dan Rp 12 miliar untuk SMP,” kata Muslim.

Dengan anggaran tersebut diharapkan bisa dipergunakan oleh sekolah untuk melakukan penambahan RKB baru. Sehingga bisa menampung Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) disekolah Negeri ketika tahun ajaran baru mulai dibuka.

“Hampir setiap tahun daya tampung sekolah di Negeri tidak berimbang dengan masuknya siswa baru,” terangnya.

Pembangunan RKB ini nantinya dialokasikan kepada 12 SD dan SMP 25. Pembangunan RKB tergantung kebutuhan.

“Jadi tak lagi satu RKB satu sekolah. Lihat kebutuhannya, bahkan ada satu sekolah kita bangun 6 RKB,” jelasnya.

Untuk kriteria sekolah yang mendapatkan bantuan RKB sendiri, kata Muslim, dilihat dari potensi dalam PPDB),

“Berpotensi baik dalam menerima siswa didik baru,” jelasnya.

Sementara itu, anggota DPRD Kota Batam, Safari Ramadhan menyampaikan bahwa pengalokasian DAK memang diperuntukkan terhadap pembangunan fisik sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) nomor 12 tahun 2016.

“Semua telah diatur di dalamnya. Apakah sudah sesuai dengan mekanisme dan aturan berlaku,” ujar Safari. (rng)

Water Front City jadi Ikon Natuna

0
Proses pembangunan water front city Pantai Kencana Ranai tahap pertama. F. Aulia/batampos.

batampos.co.id – Pembangunan water front city di pantai Kencana Ranai,
akhirnya terwujud setelah bertahun-tahun pembangunannya tidak
dilanjutkan. Water Front City disepakati akan menjadi ikon daerah.

Wakil Ketua I DPRD Natuna Hadi Candra mengatakan, water front city
sebelumnya sudah diperdakan penggarannya dalam APBD. Namun dengan
kondisi keuangan daerah yang tidak stabil, realisasinya terkendala.
Namun dengan dukungan pemerintah pusat untuk Natuna, akhirnya
pembangunannya dapat dilanjutkan.

“Masyarakat Natuna sangat menantikan water front city ini bisa
terwujud sampai selesai. Pembangunannnya dapat di manfaatkan untuk
hal-hal yang positif. Dan tentu water front city adalah ikon Natuna,”
kata Candra kemarin.

Sejauh ini sambungnya, Pemerintah Daerah hanya mampu melaksanakan
reklamasi pantai bahkan secara bertahap dengan kemampuan APBD.
Bersyukur melalui APBN pembangunan tahap pertama sudah dimulai tahun
ini. Mudah-mudahan pelaksanaannya bisa tepat waktu dan dapat digunakan
untuk kegiatan tertentu.

Dalam perencanaan pembangunan water front city ini sambungnya, tidak
memerlukan anggaran yang sedikit. Sehingga tidak memungkinkan
diteruskan dari APBD. Keseluruhannya sekitar Rp 30 miliar, Pemerintah
pusat pun mengalokasikan dana bertahap. Tahun ini sekitar Rp 5 miliar.

“DPRD dan masyarakat berharap, Pemerintah Pusat dan Pemerintah
Provinsi terus melaksanakan pembanungan water front city ini sampai
selesai 100 persen. Meski pelaksanaannya bertahap, rencananya tiga
tahun,” ujar Candra.

Candra mengatakan, DPRD juga berharap Pemerintah Provinsi juga dapat
memberikan perhatian terhadap pembangunan didaerah yang sudah dimulai
namun belum selesai. Seperti pembangunan pasar modern.

“Pasar modern Ranai dapat menyerap anggaran puluhan miliar. Tentu
berat untuk diselesaikan dari APBD Natuna. Perhatian Provinsi dan
Pusat sangat diharapkan daerah,” kata Candra.(arn)

Polres Bidik Nakhoda KMP Sembilang

0

batampos.co.id – Kepolisian Resort Lingga hingga saat ini telah memeriksa sepuluh saksi terkait penangkapan OTT di Kapal Roro KMP Sembilang. Kasat Reskrim Polres Lingga AKP Suharnoko juga telah memanggil Nakhoda KMP Sembilang untuk dimintai keterangan terkait tangkapan pungli tersebut.

“Kami telah memanggil nakhoda KMP Sembilang untuk dimintai keterangan,” ujar Suharnoko, Kamis (4/5) pagi.

Suharnoko menambahkan, dalam pemeriksaan kesepuluh saksi tersebut keseluruhannya mengaku tidak mengetahui aktifitas pemungutan uang kasur, tikar, biaya kamar VIP dan penyewaan kamar ABK kepada penumpang. Namun lain hal nya dengan pengakuan tersangka yang telah diamankan polisi di Mapolres Lingga bernama Bahtiar.

Bahtiar mengaku, dirinya melakukan pemungutan uang sewa kasur, tikar, biaya kamar vip dan sewa kamar ABK tersebut atas perintah dari nakhoda KMP Sembilang.

Atas dasar pengakuan tersangka itu, Suharnoko membidik nakhoda KMP Sembilang untuk dilakukan penahanan. Hingga saat ini Suharnoko terus melakukan penyelidikan termasuk mengunjungi kantor ASDP di Batam.

Sebelumnya, tim saber pungli mengamankan satu orang tersangka pungli di atas kapal roro KMP Sembilang bernama Bahtiar. Dalam aksi tangkap tangan itu, Bahtiar kedapatan memungut uang kasur, tikar dan biaya kamar vip tanpa dolumen yang sah.

Karenanya Bahktiar dijerat dengan pasal 3 UU RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana telah dirubah dengan UU RI Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Tindak Pidana Korupsi, dengan pidana penjara minimal satu tahun perjara, maksimal 20 tahun atau denda sedikitnya Rp 50 juta hingga Rp 100 juta. (wsa)