Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 13467

Tiga Hari Berpotensi Hujan, Nelayan Masih Aman Melaut

0

batampos.co.id – Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dabo Singkep Sahat Maruli Pasaribu memprediksikan tiga hari ke depan Kabupaten Lingga berpotensi mengalami hujan ringan hingga sedang tapi bersifat lokal. Sahat mengatakan Provinsi Kepri khususnya Kabupaten Lingga sebagai daerah yang tidak memiliki batas musim atau disebut non zone.

“Tiga hari ke depan masyarakat sebaiknya mempersiapkan kelengkapan seperti payung atau jas hujan jika hendak bepergian. Seperti hari ini (kemarin, red) hujan,” ujar Maruli ketika dimintai keterangan, Senin (3/4) siang.

Lebih lanjut Maruli mengatakan, kondisi potensi hujan ini disebabkan udara atas yang berkelembaban tinggi ditambah dengan belokan angin (share line) di wilayah Kepri sehingga memicu pertumbuhan awan yang menyebabkan hujan.

Dalam waktu 30 tahun, BMKG mencatat curah hujan di Kabupaten Lingga yang paling tinggi hanya pada Mei dan November saja. Sedangkan bulan lainnya, tercatat berkisar 100 hingga 200 mili meter ketebalan hujan setiap bulannya.

Walau demikian, Sahat juga memastikan untuk wilyah Kabupaten Lingga, kondisi cuaca ini masih tergolong kondusif bagi transportasi laut, udara dan darat. Namun bagi warga di wilayah lain seperti, Natuna, Bintan, Anambas, agar lebih berhati-hati jika melakukan aktifitas di laut.

Untuk perairan di Tanah Bunda Melayu, Sahat memastikan masih dalam kondisi aman bagi warga yang beraktifitas di atas laut. Karena kondisi laut saat ini hanya bergelombang dari 0,1 meter hingga 0,6 meter arah barat sampai utara, dengan kecepatan angin bertiup 5 hingga 22 kilometer per-jam.

“Kondisi ini masih tergolong kondusif bagi nelayan atau transportasi laut,” ujar Sahat. (wsa)

Pesawat Delay, Ini yang Mereka Lakukan

0

 

Sejumlah penumpang pesawat Lion Air di ruang tunggu bandara RHF Tanjungpinang, Senin (3/4). F.Fara/batampos.

batampos.co.id – Murah, tapi banyak cemasnya. Demikian kelakar yang dirasakan para penumpang pesawat Lion Air rute Tanjungpinang – Jakarta, yang mengalami penundaan dua jam lebih, Senin (3/4).

Maskapai Lion Air banyak menjadi pilihan masyarakat Tanjungpinang yang hendak terbang ke Jakarta. Kendati ada dua maskapai lain, disinyalir harga tiket yang lebih murah adalah alasan utama memilih penerbangan dengan jadwal berangkat pukul 10.35 WIB tiap harinya itu.

Ada rupa ada harga. Tarif yang lebih murah tidak lantas membuat maskapai ini lebih nyaman untuk dinaiki. Utamanya, perihal jadwal yang kerap beralih.

Senin (3/4) kemarin, penundaan berlangsung selama 150 menit. Jadwal terbang yang seharusnya pukul 10.35 WIB digeser menjadi pukul 13.05 WIB. Sontak membuat para penumpang yang sudah di ruang tunggu bandara Raja Haji Fisabilillah mengeluh, beberapa lagi mengumpat, tapi tidak sedikit yang menanggapinya dengan jenaka.

“Udah perasaan dari tadi pagi. Eh benar, kayanya bisa jadi dukun nih,” kata Suyanto, seorang penumpang, kepada kawannya.

Jika Suyanto santai sekali menghadapi delay dan menunggunya sambil menyicil tugas kerja di balik laptop, tidak dengan beberapa penumpang lain yang masih menggerutu. Seakan tak percaya dengan pengumuman yang baru terdengar, mereka berdiri dan mendekati kaca pembatas.

Sementara itu di sisi lain, beberapa penumpang yang kesal memilih meninggalkan ruang tunggu. Mereka meluru keluar bangunan bandara. Tujuannya kedai kopi yang berada di pintu masuk gedung. “Bawa ngopi dululah, biar tenang,” ucap seorang penumpang berjaket kulit seraya mengajak temannya.

Manajer Umum Lion Air Cabang Tanjungpinang, Handoko menjelaskan delay penerbangan selama 150 menit bukan lantaran faktor cuaca. “Karena walau mendung, sebenarnya cuaca sekarang ini tidak menghambat penerbangan,” kata Handoko pada Batam Pos.

Delay ini terjadi lebih dikarenakan urusan teknis di Jakarta. Kata Handoko, di Bandara Soekarno Hatta sedang terjadi rotasi kru. Sehingga menganggu jadwal penerbangan dari dan ke Tanjungpinang.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Ke depannya, kami akan usahakan rotasi kru tidak sampai menyebabkan delay. Lagi pula di Tanjungpinang, baru sekali ini delay selama seminggu terakhir,” pungkas Handoko. (aya)

Miniatur Warisan Budaya Kepri

0

batampos.co.id – Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disbudpora) Bintan akan memasukan warisan budaya Provinsi Kepri ke dalam Museum Bahari Bintan di Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang. Warisan budaya itu akan dikemas dan dipajang dalam sebuah kotak kaca berbentuk kubus dengan ukuran sekitar 100 centimeter persegi.

“Seluruh warisan budaya yang ada di Kepri akan kita masukan ke dalam Museum Bahari. Tapi warisan budaya itu hanya berbentuk miniatur saja yang dibuat sama percis kayak aslinya,” ujar Kepala Disbudpora Bintan, Makhfur Zurachman ketika dikonfirmasi, Senin (3/4).

Tahap pertama miniatur yang akan dibuat, kata Makhfur adalah benda bersejarah dari Kabupaten Bintan. Seperti Relief Antam Kijang, Tugu Antam Kijang dan Tugu Jalan Merdeka. Kemudian miniatur itu diberikan dioramanya atau keterangan asal usul dan sekilas cerita sejarahnya.

Setelah itu, lanjut Makhfur akan dibuat miniatur benda sejarah dari kabupaten/kota lainnya. Tujuannya agar pengunjung dapat melihat bentuk asli serta memperoleh informasi tentang peninggalan sejarah yang ada Provinsi Kepri.

“Jika ini terealisasi, wisatawan mancanegara dan lokal tak hanya menikmati keindahan pantai Bintan saja. Tapi mereka bisa melihat benda bersejarah yang ada di Kepri didalam sebuah ruangan. Pastinya ini akan menjadi daya tarik baru disini,” jelasnya.

Ditanya persiapan untuk mengembangkan program pembuatan miniatur itu, Makhfur mengatakan tahun ini direncanakannya untuk pengembangan Museum Bahari itu dulu. Dana yang telah dialokasikan untuk pengembangan museum itu sebesar Rp 214.000.000.

Sedangkan untuk pembuatan miniaturnya akan digesa melalui APBD Perubahan 2017. Namun jika keuangan daerah masih dilanda defisit maka pelaksanaannya dilakukan melalui APBD Murni 2018 mendatang.

“Dana Rp 214.000.000 itu untuk penyediaan fasilitas perlindungan benda warisan budaya atau pembuatan kotak kaca berbentuk kubus. Jika tempatnya sudah selesai maka kita usulkan anggaran pembuatan miniaturnya. Semoga saja tahun ini bisa terealisasi jika tidak terpaksa tahun depan,” ungkapnya. (ary)

Konsumsi Listrik Industri Batam Melorot

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Corporate Secretary PT PLN Batam, Samsul Bahri mengatakan, saat ini kebutuhan listrik golongan rumah tangga di Batam lebih besar dan terus tumbuh dari tahun ketahun melebihi kebutuhan listrik golongan industri.

Pada tahun 2015 kebutuhan listrik golongan rumah tangga sebesar 32 persen, sedangkan pada tahun 2016 sudah berubah menjadi 37 persen.

Sebaliknya, pelanggan industri turun dari 32 persen pada tahun 2015 menjadi 25 persen pada 2016.

Hal inilah, menurut Samsul yang menjadi salah satu pertimbangan mengapa PLN Batam harus menaikkan tarif listrik untuk pelanggan rumah tangga. Sebab selama ini PLN memberlakukan sistem subsidi. Dimana pelanggan industri mensubsidi pelanggan rumah tangga.

”Sekarang yang digendong semakin besar, sementara yang menggendong semakin kecil,” ujar Samsul.

Dengan kenaikan tarif ini, Samsul menyebut PLN Batam hanya akan memperoleh pendapatan yang wajar untuk mendukung operasional penyediaan tenaga listrik di Kota Batam dan sekitarnya. Bright PLN Batam akan terus berupaya untuk meningkatkan mutu dan keandalan pasokan listrik di Batam sesuai dengan Tingkat Mutu Pelayanan (TMP) yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Kepri melalui Pergub TMP nomor 22 Tahun 2017.

Selain hal tersebut, PLN Batam juga membantu pemerintah untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Kepulauan Riau untuk melistriki pulau-pulau sekitar Pulau Batam, seperti Sijantung, Sembulang, dan Belakangpadangsejalan dengan semangat pemerintah Provinsi Kepri untuk Merangkai Pulau dengan Kelistrikan.

“Untuk Pulau Batam sendiri rasio elektrifikasi telah mencapai kurang lebih 97 persen,” katanya. (hgt)

Rp 1,351 Miliar untuk Pelabuhan Dakomas

0

batampos.co.id – Kabid Laut, Dinas Perhubungan (Dishub) Bintan Farizon, mengatakan akan merehabilitasi Pelabuhan Dakomas, Pulau Pucung RT 03/RW 02 Mei mendatang. Sebab pelabuhan untuk tambatan kapal nelayan Desa Malang Rapat, Kecamatan Gunung Kijang itu sudah mengalami kerusakan parah sejak 2016 lalu.

“Rehabilitasi Pelabuhan Dakomas akan menelan biaya Rp 1,351 miliar. Sebab tak hanya pelantarnya yang kita perbaiki tapi juga akan memperpanjangnya dan membangun ruang baru,” ujar Farizon ketika dikonfirmasi, Senin (3/4).

Dikatakan Farizon, dana yang akan digunakan untuk rehabilitasi Pelabuhan Dakomas itu dibagi tiga peruntukan. Diantaranya untuk biaya perbaikan dan pembangunannya dialokasikan sebesar Rp 1.201.000.000. Kemudian biaya jasa konsultan pengawasan pengerjaannya dialokasikan sebesar Rp 60.000.000 dan biaya jasa konsultan perencanaan Design Engineering Detail (DED) dialokasikan sebesar Rp 90.000.000.

“Kami sedang gesa perencanaan DED dan konsultan pengawasnya. Setelah keduanya selesai pelaksanaan pembangunannya segera kita lakukan,” bebernya.

Ditanya rincian pembangunan yang menelan Rp 1.201.000.000 itu, Farizon menjelaskan untuk rehabilitasi dermaga akan dilakukan pembangunan ulang sepanjang 150 meter dan lebar 2,5 meter serta ketinggian dermaganya 4 x 10 meter. Kemudian juga akan dibangun ruang tunggu baru didermaga nelayan tersebut.

Rancangan pembangunan dermaga itu menggunakan kontruksi tiang pancang besi beton. Sehingga diprediksikan dermaga itu bisa menahan bobot 3 sampai 5 ton dan mampu bertahan 30 sampai 50 tahun. Sedangkan pembangunan sebelumnya dilaksanakan melalui dana swadaya nelayan setempat, sehingga kualitas konntruksinya kurang kuat dan tak tahan lama.

“Kami jamin dengan pembangunan ini dermaga itu akan kokoh dari sebelumnya. Sebab kontruksi pembangunannya sudah direncanakan dengan matang,” ungkapnya. (ary)

Bank Mandiri Hibahkan 100 Troli untuk Bandara Hang Nadim

0
troli sumbangan bank Mandiri

batampos.co.id –  Bank Mandiri menyalurkan 100 unit troli kepada pengguna jasa terminal kedatangan dan keberangkatan Hang Nadim. Penyerahan bantuan dilakukan oleh vice President Bank Mandiri area Batam/Kepri Brian A. Nugroho kepada deputi bidang pengusahaan sarana usaha BP Batam, RC. Santoso Budianto, Selasa (4/4).

Brian menyebutkan, bank Mandiri memiliki komitmen penuh untuk menunaikan kewajiban sosial, terutama terkait ketersediaan asarana yang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Penting bagi kami untuk memastikan kehadiran Bank Mandiri di tengah-tengah masyarakat dapat benar-benar dirasakan. Tanpa dukungan dari masyarakat, sulit bagi bank Mandiri untuk merealisasikan keinginan menjadi bank kebanggaan masyarakat Indonesia,” kata Brian saat penandatangan hibah troli.

Bank Mandiri, lanjutnya, berharap bahwa dukungan yang diberikan melalui bantuan hibah ini dapat memperlancar pelayanan operasional di Bandara Hang Nadim.

Penyerahan 100 unit troli ini merupakan salah satu implementasi program bina lingkungan Bank Mandiri. Saat ini, program bina lingkungan dilaksanakan melalui tiga pilar utama, yang diawali dengan pencapaian kemandirian edukasi, kewirausahaan melalui pelaksanaan program wirausaha muda mandiri serta mandiri peduli pendidikan yang bertujuan untuk menciptakan pemimpin di masa depan yang siap dengan persaingan global.

Kemudian membentuk komunitas mandiri melalui pelaksanaan program ‘mandiri bersama mandiri’ yang bertujuan untuk membina kelompok masyarakat secara terintegrasi dalam hal kapasitas, infrasturtur, kapabilitas dan akses. Pilar terakhir adalah financial literacy yang bertujuan untuk membuka wawasan masyarakat tentang pentingnya keterampilan mengelola sumber daya keuangan sebagai bagian dari perencanaan hidup jangka panjang.

Sementara itu Eko mengaku, memang saat ini masyarakat sudah banyak yang komplain terkait keterbatasan troli. Persoalannya, BP Batam terikat dengan aturan pepres 38 mengenai pengadaan barang dan jasa, yang membuat pihaknya tidak bisa merespon cepat sesuai yang diinginkan masyarakat.

“Beruntung kita punya mitra Bank Mandiri, yang berkenan bekerjasama,” kata Eko.

Ia menambahkan, bantuan ini diberikan pada saat momen yang tepat menjelang lebaran.

“Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Diharapkan kerjasama ini berlanjut, karena kita tak hanya bandara saja, dua pelabuhan domestik yakni Punggur dan Sekupang juga membutuhkan bantuan troli,” harapnya.

General Manager Operasional BUBU Hang Nadim, Suwarso menambahkan, pemberian 100 troli ini adalah konpensasi selama 9 bulan. Pihak mandiri diberi fasilitas berpromosi bagian troli dengan memasang iklan bank mandiri. Menurut dia, saat ini fasilitas troli bandara saat ini berjumlah 350 buah yg disebar di lokasi keberangkatan dan kedatangan bandara Hang Nadim. (rng)

Pembaca, Tarif Listrik di Rumah Anda telah Berubah

0
ilustrasi

batampos.co.id – Empat dari 17 golongan tarif listrik PLN Batam resmi naik mulai Maret 2017 untuk tagihan bulan April ini. Kenaikan tarif listrik tersebut berdasarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 21 Tahun 2017 tentang Tarif Tenaga Listrik yang dikeluarkan Gubernur Kepri, Nurdin Basirun, pada bulan lalu.

“Tarif yang diberlakukan saat ini masih di bawah tarif nasional. Tarif Batam masih di Bawah Belakangpadang, Sembulang, Tanjunguban, dan Tanjungpinang,” kata Corporate Secretary PT PLN Batam, Samsul Bahri, didampingi Kepala Divisi Niaga, Solider Sinaga dan Kepala Service Bisnis Unit (SBU) PLN Batam, Kurnia Rumdoni saat menggelar konferensi pers, Senin (3/4) malam.

Menurut Samsul, empat golongan yang mengalami kenaikan tarif masing-masing

  • golongan sosial menengah atau S3 20 KvA,
  • golongan rumah tangga di atas 2.200 VA (R2),
  • golongan rumah tangga konsumtif 1.300 VA (R1),
  • serta serta golongan R1/2.200 VA.

Kenaikan tarif diberlakukan secara bertahap sebanyak dua tahap.

Untuk tahap pertama,

  • golongan S3 naik dari Rp 843 menjadi Rp 885 per kWh,
  • golongan rumah tangga di atas 2.200 VA (R2) dari Rp 1.436 menjadi Rp 1.508 per kWh.
  • golongan rumah tangga konsumtif 1.300 VA (R1) naik dari Rp 930,34 menjadi Rp 1.210 per kWh,
  • golongan R1/2.200 VA dari Rp 970,01 menjadi Rp 1.261 per kWh.

“Pada tahap pertama tarif rumah tangga R1/1.300 di Batam lebih rendah 17,53 persen dari tarif nasionall sedangkan tarif R1/2.200 lebih rendah 14,02 persen dari nasional,” terang Samsul.

Tahap pertama kenaikan tarif ini berlaku mulai Maret hingga April.

Sementata mulai Mei untuk penagihan Juni sudah diberlakukan kenaikan tarif tahap dua.

Pada tahap kedua

  • golongan R1/1.300 VA akan dinaikan dari Rp 1.210 menjadi Rp 1.352 per kWh,
  • golongan R1/2.200 VA dari Rp 1.261 menjadi Rp 1.360,48 per kWh.

Meski begitu, Samsul kembali mengklaim tarif listrik rumah tangga PLN Batam masih lebih rendah dibandingkan tarif nasional. “masih lebih rendah sebesar 8,8 persen,” katanya.

Samsul mengatakan, tarif listrik nasional sudah mencapai angka Rp 1.467 kWh. Seperti tarif yang berlaku di Tanjungpinang serta Belakangpadang.

“Jadi sekali lagi tarif di Batam masih di bawah tarif nasional dan pemerintah tentunya melihat asas keadilan bagi kemampuan daya beli konsumen,” terang Samsul. (hgt)

Kabel Listrik Terjuntai Rendah, Warga Khawatir Korsleting

0
Kabel listrik yang terjuntai rendah dan cukup membahayakan warga di Pulau Penyengat, Senin (3/4). F/Fara

batampos.co.id – Kabel listrik milik PLN terjuntai cukup rendah di Pulau Penyengat. Seperti yang terpantau Senin (3/4) kemarin. Kabel hitam dengan panjang sekitar 100 meter itu terlihat terjuntai dan hanya berjarak kurang-lebih empat meter dari tanah tepat di sebelah penginapan komersil di Penyengat.

“Kalau cuaca buruk, angin kencang, kami takut korslet,” kata Nurfatilla, warga Penyengat, kemarin.

Nur mengatakan, kondisi kabel terjuntai ini juga merisaukan warga lain. Terutama mereka yang tinggal tepat di dekat kabel itu. Sudah berulang kali, kondisi kabel yang menggelayut rendah ini jadi bahan pembicaraan masyarakat setempat. Namun, tetap tidak ada tindak lanjut dari pihak yang berwenang.

“Padahal juga udah di-upload ke Facebook. Tapi tetap aja tak ada yang peduli. Kami risau tengok kabel itu. Kata kawan kami, kalau lebih rendah sedikit lagi nak dijadikannya jemuran baju,” ucap Nur seraya tertawa.

Mak Ros, warga Penyengat lain menimpali keadaan tersebut. Menurutnya, sudah semestinya pihak-pihak terkait lekas tanggap dan ambil peduli dengan keadaan ini. Ia tak berharap ketika sudah ada kejadian baru semua pihak hendak turun tangan.

“Kalau dah kena, baru sibuk. Jangan begitulah,” ucap Mak Ros. (aya)

Pemprov Kepri Dapat 7 Titik Labuh Jangkar

0
Sejumlah kapal terlihat sedang labuh jangkar di perairan Batuampar, Senin (27/3). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri dipastikan mendapat tujuh titik labuh jangkar di Batam. Enam di Galang dan satu titik di Kabil.

“Kami sudah menyepakati dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam mengenai hal tersebut. Mereka akan memungut wilayah dalam kotak, sedangkan Pemprov Kepri di wilayah luar kotak,” ujar Kepala Bidang Kepelabuhanan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri, Aziz Kasim Djou, Senin (3/4).

Penentuan titik koordinat wilayah BP telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Free Trade Zone, bukan berdasarkan pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 yang menetapkan wilayah sejauh 12 mil dari garis pantai sebagai kewenangan Pemprov untuk mengelola sumber daya alam di laut.

“Kita menghormati peta yang dibuat BP Batam dalam PP tersebut,” imbuh Aziz.

Namun, Azis menyatakan bahwa kesepakatan ini hanya dalam jangka pendek sambil menunggu keputusan dari pemerintah pusat.

“Untuk sementara itu dulu kesepakatan kita, nanti kedepannya tergantung dari pemerintah pusat,” jelasnya.

Sebelumnya, tarif labuh jangkar di Kepri dipungut oleh Kementerian Perhubungan dan BP Batam. Namun dengan keputusan ini dianggap dapat meningkatkan kas pendapatan asli daerah (PAD).

Potensi labuh jangkar di Kepri sangat tinggi mencapai Rp 6 triliun. “Untuk tarifnya kami pakai Peraturan Daerah (Perda) Kepri,” jelasnya.

Namun sayangnya ia belum bisa menjelaskan Perda yang mana yang akan dipakai untuk memungut tarif labuh jangkar di Kepri.

Di tempat berbeda, Deputi III BP Batam, Eko Santoso Budianto mengatakan jika sudah ditetapkan maka tidak akan terjadi masalah. Karena wilayah lego jangkar milik BP Batam sudah ditetapkan koordinatnya dalam PP FTZ.

“Nah, selama kapal itu lego jangkar di dalam wilayah FTZ ya itu urusan kita. Diluar itu BP Batam tak perlu cape-cape lagi. Karena untuk menentukan posisi kapal kan ada data satelit dan radar,” jelasnya.

Di sisi lain dari pihak pengusaha menanggapi berbeda. Wakil Ketua Bidang Transportasi Umum, Forwarder dan Kepelabuhanan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri, Osman Hasyim mengungkapkan tupoksi penetapan jasa labuh jangkar itu masih dalam lingkup Kementerian Perhubungan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2016.

“Masih wewenangnya Kemenhub sebenarnya. Namun hal ini bagus karena masyarakat Kepri dapat menikmati tarif labuh jangkar lewat PAD Pemprov,” katanya.

Menurutnya, saat ini perlu didorong adalah pendelegasian wewenang dari Kemenhub ke Pemprov. (leo)

Kerang Saus Pedas di Malaya Cafe

0

batampos.co.id – Malaya Cafe dan Restoran Batam, kembali memberikan promo menarik. Diskon 50 persen khusus untuk menu masakan kerang saus pedas.

“Untuk kerang saus pedas kami tawarkan dengan harga Rp 17.400 dari harga sebelumnya Rp 34.400,” ujar Manager Malaya Cafe dan Restoran BCS Mall, Daniel, Senin (3/4).

Daniel mengatakan, diskon 50 persen juga diberikan untuk menu brokoli saus oyster, ditawarkan dengan harga Rp 15.400 dari harga sebelumnya Rp 30.800. “Ada juga tipan tahu telor ditawarkan dengan harga Rp 16.400 dari harga normal Rp 32.800,” ungkap Daniel.

Sambung Daniel, selain memberikan promo diskon 50 persen, Malaya Cafe dan Restoran juga memberikan promo diskon 30 persen untuk es buah dan es gunung. “Kedua es ini kami tawarkan dengan harga Rp 13.800 dari harga normal Rp 19.800,” sebutnya.

Semua menu diskon ini berlaku makan ditempat. Berlaku disemua outlet Malaya Cafe dan Restoran Batam. Masa promo ini akan berakhir, Minggu (23/4) mendatang.

Lebih lanjut Daniel mengatakan, Malaya Cafe dan Restoran juga masih menyediakan promo serba Rp 8.800 untuk menu makanan soto ayam, baso mie, nasi ayam, mie ayam, nasi bakar, nasi goreng, kepiting, pisang keju susu, ubi keju susu, roti bakar kaya, dan roti bakar peanut. “Berlaku setiap hari, berlaku makan ditempat. Promo tidak bisa digabung dengan promo lain,” paparnya.

Selain serba Rp 8.800, kata Daniel, juga tersedia promo serba Rp 18.800 untuk menu masakan, sup rawon sapi, nasi uduk sate, capcay polos, kangkung terasi, buncis telur asin, ayam serai, ayam telur asin, ayam lengkuas, buncis asin pedas, ayam lada hitam, ayam teri yaki, ayam penyer kremes, selar goreng kering dan salar cabe hijau. “Promo ini berlaku setiap Senin sampai Jumat,” tutupnya. (cr14)