Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 13468

15.324 Anak Batam bakal Tak Tertampung di SD Negeri

0

batampos.co.id – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2017/2018 segera dibuka. Kondisi ekonomi yang sulit saat ini membuat para orangtua tetap membidik sekolah negeri untuk anak-anak mereka, karena gratis.

Diprediksi ada 15.324 calon siswa yang tak tertampung.

Muslim Bidin tertegun sesaat. Tangannya lalu meraih secarik kertas. Pena menari di atas kertas itu. Ada banyak angka yang ia tulis. Ia tambah, lalu ia kurangkan. Hasilnya membuat sang kepala dinas pendidikan Kota Batam ini  mengernyitkan kening.

“Saya pastikan ada banyak yang tak tertampung di sekolah negeri tahun ini,” ujarnya, Senin (28/3) pekan lalu.

Muslim kemudian menyebut tahun ajaran baru ini akan ada 15.241 lulusan taman kanak-kanak (TK) yang akan masuk ke sekolah dasar (SD). Jumlah itu belum termasuk anak-anak yang tak dimasukkan orangtuanya ke TK, tapi langsung SD. Sementara daya tampung SD negeri tahun ini hanya 13.116. Ada sekitar 2.125 calon murid yang tak tertampung.

Di tingkat SMP tak kalah banyaknya. Lulusan SD tahun ini sekitar 20.283 siswa. Semuanya akan menuju SMP. Jika orangtua siswa memaksakan anaknya masuk SMP negeri, maka bakal ada 8.334 calon peserta didik yang tak tertampung. Sebab, daya tampung untuk SMP negeri tahun ini hanya sekitar 11.949 siswa.

“Ini memang baru estimasi merujuk data tahun lalu, setelah UN baru kami susun kuota masing-masing sekolah. Namun itu cukup sebagai gambaran, tak jauh dari angka itu,” kata Muslim.

Pria kelahiran Rempang Cate ini mengaku sudah menggelar rapat dengan berbagai pihak untuk menentukan persyaratan pendaftaran. Terutama untuk sekolah-sekolah unggulan. “PPDB tahun ini tetap sistem online,” kata pria yang telah 10 tahun menukangi Dinas Pendidikan Kota Batam.

Bagaimana dengan daya tampung sekolah menegah atas sederajat (SMA, SMK, MA)? Data Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau menyebutkan, Lulusan SMP di Batam tahun ini ada 14.989 siswa. Sementara daya tampung hanya SMA sederajat di Batam 10.124. Sekitar 4.865 tak tertampung.

Jika ditotal-total, dari 65.837 calon peserta didik baru di Batam, seluruh sekolah negeri mulai dari SD hingga SMA sederajat, hanya mampu menampung 50.513 calon siswa baru. Sisanya ada 15.324 calon siswa yang harus mencari sekolah lain di luar sekolah negeri di Batam. Pilihannya adalah sekolah swasta.

Namun, Muslim memperkirakan banyak orangtua yang akan ngotot memasukkan anaknya ke sekolah negeri. Apalagi dengan kondisi ekonomi saat ini yang terbilang sulit.

“Sekolah negeri kan gratis, sedangkan sekolah swasta mahal. Mereka selalu beralasan mahal,” ujarnya.

Muslim pun yakin berbagai cara dilakukan orangtua agar anak-anaknya bisa masuk ke sekolah negeri. Potensi saling memberi dan menerima uang terbuka lebar.

Aini misalnya, saat ini anaknya tengah duduk di kelas satu salah satu sekolah negeri yang ada di Sekupang. Untuk mendapatkan satu kursi, tahun lalu dia harus mengeluarkan Rp 1,5 juta.

“Umur anak saya kurang dari tujuh tahun, jadi harus ada biaya,” kata dia.

Menurutnya, praktik uang ini tidak hanya dialami dia. “Ada banyak waktu itu yang daftar lewa jalur belakang. Itu sudah lumrah,” ujarnya.

Memaksakan masuk sekolah negeri bukan tanpa alasan. Ibu empat anak ini menilai biaya di sekolah swasta yang cukup tinggi menjadi alasan utama dia memasukkan ke negeri.

“Tak apa bayar sekali saja, ke depannya kan tidak ada lagi,” ujar perempuan yang tinggal di Tibancenter ini.

Hal berbeda dikatakan Muhammad Rahmad, pria yang sehari-hari bekerja sebagai PNS di lingkungan Pemerintah Kota Batam ini mengaku memilih menyekolahkan anaknya di sekolah swasta, karena merasa lebih berkualitas dan pelajaran agamanya lebih dalam.

“Sekarang pendidikan sangat penting, terutama keagamaannya. Jadi saya memilih sekolahkan anak di swasta,” ujarnya.

Muslim sendiri mengingatkatkan para kepala sekolah dan panitia PPDB agar tidak memanfaatkan daya tampung terbatas ini untuk mengeruk keuntungan. Apalagi saat ini ada Tim Saber Pungli yang mengintai siapa saja yang melakukan pungli PPDB. Konsekwensinya, penerima pungli akan berurusan dengan hukum.

Muslim menyarankan para orangtua, terutama yang memiliki ekonomi lebih, sebaiknya memasukkan anak-anaknya ke sekolah swasta saja, sehingga kuota sekolah negeri bisa diisi oleh orangtua yang benar-benar kondisi ekonominya tak memungkinkan anak-anaknya masuk ke sekolah swasta.

“Sekarang kan banyak sekolah swasta unggulan yang kualitasnya tak diragukan lagi,” ujar Muslim.

Muslim mengungkapkan sekolah swasta juga punya tujuan sama dengan sekolah negeri. Yakni sama-sama bertujuan untuk mencerdasakan anak bangsa.

“Jika mampu tolonglah jangan memaksa ke sekolah negeri,” keluhnya.

d

foto: rezza herdiyanto / batampos

Tahun ini, Disdik Kota Batam memang berencana membangun 60 ruang kelas baru (RKB) untuk memenuhi kebutuhan siswa yang ingin masuk sekolah negeri. Namun Muslim mengatakan hal itu belum bisa terealisasi dalam waktu dekat ini. Pasalnya memasuki akhir Maret ini, Disdik belum juga memulai tahapan pembangunan.

“RKB masih dalam tahap konsultasi. Kita belum mulai,” ujarnya.

Wali Kota Batam Muhammad Rudi angkat bicara soal daya tampung sekolah negeri yang selalu kurang. Menurutnya, daya tampung sejatinya tidak kurang di Batam jika masyarakat tidak memaksakan diri memasukkan anaknya ke sekolah negeri.

“Kalau dihitung sama sekolah swasta tak kurang, cukup kok,” kata Rudi di kantor wali kota, Jumat (31/3) pagi.

Persoalannya, banyak orangtua yang mampu tapi ngotot memasukkan anaknya ke sekolah negeri. Padahal, Rudi menyebut banyak sekolah swasta yang kekurangan murid. “Kalau tak percaya coba lihat nanti tahun ajaran baru,” ucap dia.

Bahkan tak jarang, sekolah swasta menyampaikan keluhan tersebut ke dirinya terkait keadaan tersebut. Bejibunnya pendaftar di sekolah negeri berimbas ke sekolah swasta. “Pak ini semua masuk negeri karena negeri ambil double shift, kami nganggur. Artinya masyarakat mau ke negeri itu yang jadi masalah,” ungkapnya.

Bahkan, Rudi menyebut Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Daerah Tingkat II Kota Batam yang merupakan organisasi sekolah swasta telah melayangkan surat resmi kepadanya. Terakhir disampaikan pada 6 Maret 2017 dengan nomor 0789/BMPS-III/2017.

Salah satu isi surat tersebut yakni, protes penerimaan siswa baru tiga tahun terakhir sama sekali tidak memperhatikan sekolah swasta. Surat tersebut menyebutkan, adanya pembiaran sekolah negeri menerima murid melebihi daya tampung tanpa memperhatikan keberadaan sekolah swasta.

***

SEKRETARIS BMPS Kota Batam, Heri Supriyadi, membenarkan surat tersebut. Ia menilai, tiga tahun terakhir sekolah swasta terkesan tak dianggap oleh pemda. Seolah hanya sekolah negeri yang bisa mengatasi persoalan daya tampung di Batam. Akibatnya, sekolah-sekolah negeri dipaksa menerima hingga melebihi kuota dengan konsekwensi jam belajar dibuat dua shift. Itupun dipaksakan satu ruang belajar diisi 40 siswa.

Pria yang juga menjabat Sekretaris Yayasan Keluarga Batam melihat kondisi ini sudah jauh dari pendidikan yang efektif. Aturan dari Data Pokok Pendidikan (Dapodik) yang ideal adalah 32 orang. Lebih dari itu, berarti termasuk rombongan belajar (rombel) gemuk.

BMPS sudah tiga tahun mengingatkan wali kota agar menganjurkan sekolah negeri menerima siswa sesuai dengan kuota. Supaya penyelenggaraan pendidikan terpenuhi sesuai aturan yang berlaku. Aturan setiap kelas maksimal menerima 32 siswa dengan menghilangkan pola pelaksanaan belajar double shift.

“Jangan memaksakan, karena ini kaitannya dengan mutu pendidikan. Satu kelas diisi dengan lebih dari 40 siswa, maka proses belajar mengajar tidak akan efektif,” ujarnya di Kantor BMPS, Sekupang, Rabu (29/3).

Menurutnya, aturan mengenai daya tampung itu harus tegas, sekolah swasta pasti bisa menampung. Heri menyebut, sekolah swasta di Batam jumlahnya mencapai 126 hingga 2016. Sangat disayangkan jika perannya diabaikan selama ini oleh pemerintah daerah.

“Selama ini ada indikasi pembiaran pelanggaran perundang-undangan berkaitan dengan penerimaan peserta didik baru. Buktinya sekolah negeri menerima murid melampaui kuota daya tampung tanpa memperhatikan keberadaan sekolah swasta,” jelasnya lagi.

Sekolah negeri yang tidak dapat menampung lonjakan siswa baru, seharusnya bisa dibagi dengan sekolah swasta.

Tak hanya itu, jika mengutamakan pendidikan, Heri menilai swasta juga harus diperhatikan Pemda dari aspek biaya. “Kenapa tidak dibuat kebijakan swasta juga diberi subsidi selain dana BOS, kan ada dana daerah,” kata Heri.

Hal ini sesuai amanah Pasal 31 Undang-Undang Dasar yang mengatakan, bahwa setiap warga negara berhak mendapat dan mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayainya.

“Pemerintah harus memberikan tunjangan pendidikan persatuan siswanya dalam bentuk uang tunai. Dengan begitu, orang tua siswa yang merasa berat dalam hal ekonomi bisa menjadikan sekolah swasta jadi alternatif,” kata Heri.

Bahkan dalam salah satu ayat dalam pasal ini mengatakan bahwa pemerintah harus memberikan anggaran setidaknya 20 persen dari APBN/APBD.

Pria yang menjabat sebagai Ketua Harian KONI Batam menambahkan paling tidak dibuat regulasi yang membuat orangtua mau memasukkan anaknya ke sekolah swasta, tanpa harus menanggung beban yang terlalu besar.

“Sekolah swasta tinggal diberikan subsidi, formulasinya silakan diatur sedemikian rupa,” ujarnya.

Menurutnya, dana daerah itu harus dibagi sama rata negeri dan swasta. Anak masuk negeri, pemerintah memberi tunjangan. Masuk sekolah swasta dikasih uang sehingga orangtua yang menyekolahkan anaknya di swasta tidak khawatir dengan uang pendidikan anaknya yang mahal.

Heri mencontohkan jika biaya pendidikan di sekolah swasta Rp 500 per bulan, bisa disubsidi anggaran daerah. Misalnya Rp 300 ribu per siswa. Orangtua siswa hanya menanggung beban Rp 200 ribu.

Selama ini, kata Supriyadi, sekolah swasta pengeluaran terbesaranya ada pada komponen gaji guru. Apalagi jika upah minimum kota (UMK) naik, beban anggaran gaji juga ikut naik. “60 persen anggaran swasta itu untuk gaji guru. Sisanya 40 persen untuk biaya operasional,” sebutnya.

Heri merinci, untuk menggaji seorang guru, butuh paling tidak 10 orang siswa. Anggaplah seorang siswa sebulannya membayar ke sekolah Rp 500 ribu, jadi 10 siswa baru dapat Rp 5 juta. Lalu, 60 persen dari Rp 5 juta tersebut adalah Rp 3 juta. Sementara UMK Batam 2017 adalah Rp 3,2 Juta. “Jadi jangan heran jika gaji guru swasta ada di bawah UMK,” katanya.

Sekolah swasta yang biaya pendidikan per bulannya kurang dari Rp 500 ribu tidak akan mampu membiayai gaji guru. Saat ini, beberapa sekolah swasta anggaran untuk gaji guru bahkan 80 persen. Sisanya untuk anggaran operasional tadi.

Kondisi tersebut membuat swasta kesulitan menambah fasilitas sekolah. Itulah sebabnya sekolah swasta sangat membutuhkan subsidi dari pemerintah. Sebab, menaikkan biaya sekolah semakin memberatkan orangtua murid.

“Tidak ada subsidi tidak ada investasi di bidang pendidikan. Kita tidak bisa mengabaikan kesejahteraan guru,” kata Heri.

Ia mengungkapkan, biaya pendidikan mahal di sekolah swasta juga karena naiknya UMK. Pemerintah tidak bisa mengendalikan UMK dalam angka yang konstan setiap tahunnya karena PP 78 tahun 2015 tentang UMK mensyaratkan naik setiap tahun sesuai inflasi dan pertumbuhan ekonomi suatu daerah.

Sementara, bagi sekolah swasta, untuk menggaji guru sesuai UMK saja, harus menerapkan rasio 1 guru memakai biaya yang dikeluarkan 10 anak. Itupun belum cukup.

Ia mengakui selama ini ada tenaga guru PNS yang diperbantukan di sekolah swasta namun belum cukup. Apalagi belakangan beredar luas guru-guru tersebut akan ditarik.

“Kami harap pemerintah tetap memberikan bantuan ataupun tunjangan sebagaimana yang diberikan kepada guru sekolah negeri tanpa ada perbedaan. Kan sudah ada amanat UU RI nomor 14 tahun 2005 yang mangatur hal tersebut,” ungkapnya.

Sekarang yang ingin ditegaskan, pemerintah harus melaksanakan amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 3. “Kami mengharapkan pemerintah bisa terbuka dan adil untuk memberikan dukungan untuk kemajuan pendidikan baik di negeri maupun swasta,” pungkasnya.
(cr17/cr13/cr18)

Hasil Autopsi, Ditemukan Dua Luka Bagian Dalam

0

batampos.co.id – Polres Bintan masih terus melakukan upaya mengungkap misteri kematian Yuliana Pratiwi, wanita berumur 27, yang ditemukan tewas di dalam septictank, di belakang Rumah Makan (RM) Pondok Ciung, Jalan Seidatok, Kecamatan Bintan Timur (Bintim), Kamis (6/1) lalu.

Salah satunya dengan melakukan pengembangan terhadap hasil autopsi yang sudah dikeluarkan Polda Kepri, dimana dari hasil tersebut ditemukan dua luka dalam pada bagian tubuh korban.

“Hasil yang kami terima terdapat dua luka dalam dibagian Batok kepala belakang, dan tulang leher depan korban. Tapi kami belum bisa memastikan luka itu disebabkan oleh apa,” ungkap Kapolres Bintan AKBP Febrianto Guntur Sunoto, Minggu (2/4).

Guntur menjelaskan saat ini tim Reskrim Polres Bintan, Sudah memeriksa tujuh saksi dari keluarga dekat korban (Yuliana, red). Hal ini dilakukan untuk mendalami terkait penyebab kematian janda beranak tiga ini.

“Kami masih terus melakukan pengembangan terhadap saksi. Ditambah lagi kami juga masih mencari alat bukti baru yang berkaitan dengan hasil autopsi, sehingga penyelidikan, tentunya akan sejalan nantinya,” terangnya.

Guntur menambahkan pengungkapan misteri kematian Yuliana ini, tentunya masih menjadi prioritas dari Polres Bintan. Namun dalam penyelidikannya, tentu harus betul-betul dilakukan secara jelas, baik dari hasil keterangan saksi yang ada, maupun dari bukti yang didapat.

“Tim kita masih akan terus mendalami kasus ini. Mudah-mudahan bisa secepatnya terungkap,” imbuhnya. (cr20).

Harga Sayur di Tanjungpinang Turun

0
Sudah seminggu ini harga sayur di Tanjungpinang mulai turun. Kondisi ini banyak dimanfaatkan konsumen membeli sayur dalam jumlah yang lebih banyak. F.Yusnadi/batampos.

batampos.co.id – Naik-turunnya harga bahan pangan di pasar kerap membuat jadi pertimbangan sebagian besar keluarga ketika berbelanja. Ketika harga suatu bahan pangan sedang naik, mereka cenderung menunda kendati selera makan sudah di ujung lidah.

Termasuk juga harga sayuran. Ketika beberapa jenis sayur masih berada di harga tinggi, beberapa keluarga menahan keinginan mengonsumsinya. Tapi jangan gusar. Pasalnya, sudah selama seminggu terakhir di Pasar Baru Tanjungpinang, harga sayur sudah turun. Ini menjadi saat paling tepat memuaskan hasrat makan sayur.

“Semua (harga) sayur turun seminggu ini,” kata Darman, seorang pedagang di pasar, kemarin.

Kangkung, misalnya. Pada awal Maret lalu, harga sekilogramnya bisa mencapai Rp 12 ribu. Harga ini diketahui cukup tinggi jika menilik harga ketika di hari normal. Syukur, seminggu ini harganya sudah kembali stabil di angka Rp 6 ribu.

Hal yang sama terjadi di sayur hijau lain semisal bayam dan sawi. Sepekan terakhir harganya sama dengan kangkung. Hal itu membuat dua sayur ini cepat ludes dalam waktu sekejap.

Darman menjelaskan turunnya harga komoditas sayur ini lantaran telah tiba puncak masa panen bagi petani. Terlebih lagi untuk komoditas sayur, dipasok oleh petani lokal. Sehingga kuota yang melimpah dapat didistribusikan dengan baik dan lancar ke pasar-pasar yang ada.

Aminah, ibu rumah tangga yang sedang berbelanja, menuturkan, sudah tiga hari ini memasak sayur-sayur hijau di rumahnya. Selain karena suami dan anak-anaknya suka, juga karena harga sedang bersahabat dengan dompet.

“Paling senang kalau harga sedang murah seperti ini. Jadi bisa macam-macam belanja sayurnya,” ungkapnya. (aya)

Mulai 1 April, Biaya Labuh Jangkar Dipungut Pemprov Kepri

0
Sejumlah kapal terlihat sedang labuh jangkar di perairan Batuampar, Senin (27/3). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos.co.id – Pemerintah Provinsi Kepri resmi mengambil alih pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor jasa labuh jangkar di Kepri sejak 1 April lalu. Dengan potensi sekitar Rp 6 triliun per tahun, langkah ini diharapkan mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

“Lokasinya ada di 18 titik di seluruh Kepri,” kata Kepala Bidang Kepelabuhanan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Kepri, Aziz Kasim Djou, Minggu (2/4).

Dari 18 titik labuh jangkar itu, tujuh di antaranya berada di Batam. Dan di antara tujuh titik tersebut ada satu lokasi labuh jangkar yang masih bersinggungan dengan kewenangan Badan Pengusahaan (BP) Batam. Namun dia mengaku hal ini tidak menjadi masalah. Asalkan, semua pihak tidak saling mengklaim wilayah pengelolaan.

“Aturan main senang saja, ketika kapal Lay Up di area BP Batam, jasanya dipungut BP Batam. Diluar itu masuk ke Provinsi,” papar Aziz.

Dijelaskan Aziz, pemungutan biaya labuh jangkar ini mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2014 tentang Retribusi. Pengelolaan titik labuh jangkar oleh Pemprov Kepri hanya untuk wilayah 12 mil laut.

Dengan keputusan ini, lanjut Aziz, maka mulai April 2017 seluruh perusahaan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) selaku pemegang izin labuh jangkar tidak perlu lagi menyetorkan PNBP itu ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Melainkan harus menyetor ke kas daerah Pemprov Kepri.

“Bukan melalui Dinas Perhubungan,” jelasnya.

Namun dari beberapa jenis biaya parkir kapal, Pemprov Kepri hanya akan memungut biaya labuh jangkarnya saja. Sisanya, tetap menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan.

Disinggung mengenai bagi hasil dengan kabupaten/kota yang menjadi lokasi labuh jangkar, Aziz mengaku masih harus menyiapkan aturannya. Pihaknya saat ini sedang berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kepri terkait persentase bagi hasi tersebut.

“Karena pihak perusahaan akan membayar langsung ke kas daerah, bukan melalui Dinas Perhubungan,” terang Aziz.

Sementara Ketua Komisi II DPRD Kepri, Iskandarsyah, mengatakan langkah Pemprov Kepri tersebut sangat baik untuk memproteksi potensi pendapatan asli daerah (PAD). Sebab selama ini Kepri nyaris tak ikut menikmati pendapatan dari sektor labuhjangkar itu.

“Miris tentunya, kita punya wilayah laut yang luas. Tetapi manfaatnya tidak bisa kita terima,” ujar Iskandarsyah.

Menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut, labuh jangkar memiliki potensi yang sangat besar. Sehingga pemerintah daerah harus serius memperjuangkan dan mempertahankannya. Namun dia berharap, pengelolaan potensi sektor labuh jangkar ini tetap memperhatikan kelestarian biota laut.

“Harus diperjelas lokasinya, jangan sampai kawasan konservasi atau padang lamun yang dialokasikan sebagai lokasi labuh jangkar,” pesannya. (jpg)

Warga Pelantar Tiga Berharap Dialiri Air Bersih

0
Sejumlah pekerja memasang pipa SWRO di jalan Agus Salim Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. f.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Warga di Pelantar Tiga berharap pemerintah dapat segera merealisasikan janjinya untuk mengaktifkan instalasi hasil suling air laut di rumah mereka. Ketua RW III di Pelantar Tiga, Ayu menuturkan sejak selesai dipasang instalasi meteran di rumah warga hingga kini belum pernah dialiri air dari teknologi SWRO ini.

Keberadaan SWRO, kata Ayu, memang telah lama dinanti warga lantaran bisa menjadi solusi nyata ketika musim kemarau tiba.

“Kami sangat berterimakasih kalau memang 2017 sudah ada perencanaan untuk pengoperasian SWRO. Karena kami masih butuh itu,” kata Ayu pada Batam Pos, Minggu (2/4).

Ayu menambahkan, kebutuhan terhadap kepastian ketersediaan air bersih di kawasan pelantar tidak sebatas pemenuhan kebutuhan rumah tangga saja. Tapi juga ikut membantu pemenuhan kebutuhan air sejumlah usaha kecil-kecilan yang dipunya warga.

Diterangkan Ayu, hingga kini dalam pemenuhan kebutuhan air bersih, warga kawasan pelantar masih sepenuhnya mengandalkan suplai air dari PDAM. Beberapa juga ikut menampung air hujan yang beberapa hari terakhir mengguyur Tanjungpinang.

Ketika stok air sedang melimpah-ruah semacam ini, sambung Ayu, tidak ada masalah soal pemenuhan kebutuhan air bersih. Apalagi beberapa waktu belakangan ini, curah hujan di Tanjungpinang cukup tinggu. Hanya saja ketika tiba musim kemarau akan sangat lain ceritanya.

“Sebab itu, warga kami sangat semangat dengan kehadiran SWRO yang bisa menjadi solusi ketika kemarau nanti,” ujar Ayu.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Provinsi Kepri, Heru Sukmoro mengatakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) melalui Dirjen Sumber Daya Air (SDA) sudah membuat keputusan terkait pengelolaan Sea Water Riverse Osmosis (SWRO). Proyek percontohan nasional tersebut dikelola oleh Pemko.

“Keputusan ditetapkannya Pemko untuk mengelola, karena Kemenpupera menilai mereka lebih siap. Tidak menjadi persoalan bagi kami, yang penting infrastruktur yang ada segera bermanfaat untuk masyarakat,” papar Heru.

Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kepri tersebut juga mengatakan, menindaklanjuti keputusan tersebut, Pemprov Kepri saat ini tengah mendata aset-aset apa saja yang menggunakan APBD Kepri untuk Pembangunan SWRO tersebut. Kemudian aset tersebut akan dihibahkan ke Pemko Tanjungpinang.

“Secara keseluruhan aset-aset SWRO akan diserahkan ke Pemko Tanjungpinang,” paparnya. (aya)

TPID Tanjungpinang MoU dengan Pemko Batu Bara dan Pemkab Karo

0
Wawako Tanjungpinang, Syahrul bersama Kepala OPD dan DPRD Tanjungpinang (tergabung dalam TPID Tanjungpinang) melakukan penjajakan kerjasama pendistribusian sayur dan buah dengan Kabupaten Karo, Provinsi Sumut, kemarin. F. Humas Pemko Tanjungpinang.

batampos.co.id – Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang, Syahrul mengatakan TPID Kota Tanjungpinang telah menandatangani kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Pemko Batu Bara dan Pemkab Karo. Dengan MoU itu kedua kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tersebut akan mendistribsukian berbagai jenis sayuran dan buah-buahan ke Tanjungpinang.

“Sayuran dan buah-buahan telah menyumbang inflasi di daerah kita. Karena harga kedua komoditas itu selalu naik dan turun secara tiba-tiba. Agar harganya stabil kita minta dua kabupaten/kota di Provinsi Sumut untuk mendistribusikan produk pertaniannya kesini,” ujar Syahrul di Kantor Walikota, kemarin.

Dijelaskan Syahrul, TPID Tanjungpinang selalu berhasil menekan angka inflasi daerah. Keberhasilan itu terbukti mulai 2014, ketika inflasi diangka 7,49 bisa turun drastis menjadi 3,06 pada 2016. Bahkan pencapaian itu mengantarkan TPID Kota Tanjungpinang sebagai nominator terbaik pada Rakornas TPID 2016 se Indonesia .

Menekan inflasi, kata Syahrul tidak mudah karena butuh upaya- upaya maupun kerjakeras antar tim. Mulai dari mengelola ekspektasi melalui berbagai media, melakukan upaya kestabilan harga komoditas volatile food, meredam gejolak harga melalui konsolidasi rencana aksi oleh instansi terkait, dan melakukan inisiasi gerakan nyata dalam mengendalikan inflasi.

Berikutnya, mendorong pengembangan pertanian terpadu sebagai basis produksi daerah, dan mengarahkan capaian inflasi terjangkau pada target inflasi nasional 2017 sebesar empat persen serta menyusun roadmap pengendalian inflasi.

“Semoga MoU ini bisa antisipasi lonjakan harga menjelang Ramadhan dan Idul Fitri. Sebab dengan harga stabil daya beli masyarakat akan mengalami kenaikan,” harap Wakil Walikota (Wawako) Tanjungpinang ini.

Dalam waktu dekat, sambung Syahrul, TPID Kota Tanjungpinang akan segera menghitung biaya yang dikeluarkan mulai dari pembelian produk pertanian dari daerah produsen serta biaya transportasi hingga sampai ke Tanjungpinang. Direncanakannya pendistribusian dapat dilakukan April ini juga. Karena pengendalian stabilitas harga harus segera dilakukan mengingat tidak lama lagi akan memasuki Ramadhan dan Idul Fitri.

Wawako Batu Bara, Hari Numengroho mengatakan kerjasama ini akan menguntungkan kedua belah pihak. Sebab dengan mendistribusikan komoditas sayur dan buah ke Kota Tanjungpinang inflasi daerahnya akan stabil. Sedangkan untuk Kota Batu Bara sendiri akan diuntungkan dengan naiknya harga setiap komoditas. Dampaknya kesejahteraan petani juga akan terus meningkat.

“Harga cabai sangat rendah ketika panen raya. Untuk cabai rawit hanya dipatok Rp 7 ribu per Kg sedangkan cabai merah dipatok Rp 10 ribu per Kg. Dengan distribusi ke Tanjungpinang harga komoditas kita akan mengalami kenaikan,” sebutnya.

Ketika harga jual cabai melambung tinggi dibagian Tengah dan Timur Indonesia, kata Hari, didaerahnya tidak mengalami lonjakan harga yang fantastis. Bahkan jika terjadi kenaikan hargapun masih dibawah angka Rp 20 ribu. Sebab daerah ini merupakan salah satu penghasil terbesar cabai di Indonesia.

Agar harga cabai tidak melambung tinggi di seluruh Indonesia, sambung Hari diharapkan setiap daerah mau bekerjasama dengan petaninya untuk pendistribusian sayur dan buah. Bahkan Pemko Batu Bara akan memberi dukungan penuh dengan mempermudah transportasi pendistribusiannya.

“Petani kami sangat semangat dengan niat baik TPID Kota Tanjungpinang. Karena hasil pertanian di desa Kubah Kecamatan Air Putih akan diambil semuanya oleh Tanjungpinang,” akunya.

Hal senada dikatakan Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Karo, Cory S. Sibayang. Dia mengatakan TPID Tanjungpinang sangat tepat menjalin kerjasama dengan daerahnya. Sebab Kabupaten Karo juga merupakan sentra sayur dan buah terbesar di Indonesia.

“Kami harapkan kerjasama kedua daerah berjalan lancar. Karena sama-sama diuntungkan, disisi lain kebutuhan komoditas sayur dan buah untuk Tanjungpinang terpenuhi. Dan daerah kita hasil panennya dibeli dengan harga tinggi,” jelasnya..

Cory menjamin hasil produk sayur dan buah petaninya segar dan sehat dikonsumsi. Sebab terjadinya letusan gunung Sinabung beberapa waktu lalu membuat lahan diseputaran kabupaten ini menjadi subur. Sehingga sayur dan buah juga surplus.

“Bahkan harganya sangat terjamin murah. Untuk harga tomat saja hanya dipatok Rp. 2.700 per kg. Maka dengan distribusi sayur dan buah Tanjungpinang akan untung besar. Karena selain murah juga segar dan sehat dikonsumsi,” ungkapnya. (ary)

WFQR Amankan Kapal Bermuatan Barang Bekas dari Malaysia

0

batampos.co.id – Kapal Laut Motor (KLM) Rizki Nabil, Kamis (30/3) kemarin, diamankan tim Western Fleet Quick Response (WFQR) Lanal Tanjung Balai Karimun, di perairan sebelah timur Pulau Mendol, karena memuat barang ilegal dari Malaysia.

Komandan Lantamal IV, Laksamana Pertama (Laksma) TNI S Irawan, mengatakan kapal dengan lambung dan anjungan berwarna coklat yang dinakhodai oleh pria berinisial S dengan ABK empat orang berlayar dari Batu Pahat, Malaysia menuju Sungai Guntung.

“Kapal itu memuat 250 buah drum plastik dan ratusan kasur bekas dengan berat bobot 72 tonase,”ujar Irawan.

Dikatakan Irawan, dari hasil pemeriksaan didapati beberapa pelanggaran diantaranya membawa barang muatan yang dilarang untuk import (drum plastik dan kasur bekas), muatan kapal tidak dilengkapi dengan manifest.

“Selain itu diduga pemilik merubah status hukum kapal dan tidak dilengkapi dengan tanda pendaftaran kapal,”kata Irawan.

Saat ini, sambung Irawan, baik kapal dan kru nya diamankan pihaknya di Mako Lantamal IV Tanjungpinang guna menjalani proses hukum lebih lanjut. Irawan pun kembali menegaskan untuk pelaku penyelundupan agar menghentikan kegiatan ilegal yang merusak sendi perekonomian bangsa.

“Jangan pernah mengorbankan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara hanya untuk memperoleh keuntungan pribadi. Kami TNI AL, berkomitmen untuk memberantas setiap bentuk tindak kejahatan di wilayah perairan Kepri, WFQR Lantamal IV tidak akan pernah memberikan ruang gerak bagi para penyelundup,”pungkas Irawan.(ias)

Ribut Gantikan Irawan Jadi Danlantamal IV

0

batampos.co.id – Tongkat Komando kepemimpinan sebagai Komandan Lantamal IV Tanjungpinang yang selama ini dijabat oleh Laksamana Pertama (Laksma) TNI S Irawan, memasuki babak akhir. Hal itu, karena namanya masuk dalam salah satu nama dari 47 perwira yang dimutasi oleh Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Jenderal bintang satu yang bernama lengkap Supriatno Irawan, sesuai dengan Surat telegram rahasia yang turun dari Mabes TNI dengan nomor Kep/242/lll/2017 tertanggal 31 Maret 2017 tentang pemberhentian dari dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan TNI, akan menjabat sebagai Kepala Dinaspamal Mabes TNI.

“Iya benar, surat mutasinya sudah keluar. Beliau dipromosikan ke Mabes TNI AL. Penggantinya mantan Komandan Lanal Batam, Kolonel Laut (P) Ribut Eko Suyanto,”ujar Kadispen Lantamal IV Tanjungpinang, Mayor Laut Josdy Damopoli, Minggu (2/4).

Dikatakan Josdy, serah terima jabatan Komandan Lantamal IV Tanjungpinang pun akan segera dilakukan. Namun, untuk waktu pastinya Josdy belum bisa menyebutkan.

“Untuk proses sertijabnya kami belum tahu kapan dilaksanakan. Karena Telegram itu juga baru kemarin keluarnya,”kata Josdy.

Sepak terjang Irawan, selama menjabat Danlantamal IV, yang membawahi
membawahi beberapa Lanal di Kepri. Diantaranya Lanal Batam, Lanal Ranai, Lanal Terempa, Lanal Karimun dan Lanal Dabo Singkep, dalam pengungkapan kasus penyelundupan kapal di Selat Malaka dan Selat Philip terbilang menuai banyak prestasi. Sebagai pemegang komando, ia mampu mengamankan lebih dari 100 kapal illegal maupun penyelundup.

Irawan sendiri menjabat sebagai Danlantamal IV selama satu tahun satu bulan. ?Selama masa jabatanya itu, ia sempat mendapat penghargaan dari otoritas keamanan laut negara tetangga Singapura dan Amerika.(ias)

Siap Kembangkan Seni dan Budaya Melayu

0
Dato Setia Amanah Negeri Karimun Aunur Rafiq ketika melakukan penabalan Dato Kawasan Kecamatan Tebing Herisa Anugerah. F.Tri Haryono/batampos.

batampos.co.id – Bupati Karimun Aunur Rafiq yang juga Dato Setia Amanah Negeri, menabalkan gelar Dato Kawasan Kecamatan Tebing kepada Herisa Anugerah, Sabtu (1/4) lalu.

Penabalan Dato Kawasan Kecamatan Tebing sejalan dengan pengukuhan ketua dan pengurus LAM Kecamatan Tebing masa bakti 2017-2022, disaksikan Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Karimun Dato Seri Setia Amanah Adat Dato H Abu Samah Arab, dan tamu undangan.

Dato Kawasan Kecamatan Tebing Herisa Anugerah mengatakan berkomitmen untuk mengembangkan seni dan budaya melayu bersama LAM Kecamatan Tebing. Ia berharap nantinya, akan memberikan pendidikan ekstrakurikuler tentang budaya melayu di setiap sekolah yang ada kecamatan Tebing.

Hal tersebut dilakukan agar generasi muda, mencintai budaya melayu dan terus dilestarikan. Sehingga, tidak hanya sekedar pintar generasi muda tersebut namun berakhlak dan berbudaya sesuai dengan apa yang telah diajarkan dalam budaya dan agama.

Di Kecamatan Tebing, ada beberapa sanggar di kelompok seni yang tetap eksis seperti sanggar seni silat gelang mustika, sanggar tari angsana sri pamak, sanggar tari pandan wangi, sanggar tari puteri subang gading, sanggar berdah selayang pandang, sanggar kerajinan tanjak dan tengkuluk puan kanaya, sanggar kompang, sanggar serakal berzanji, grup qasidah dan masih banyak lagi.

”Dengan tema mari bersame membangun negeri bumi bertuah adat terjage, mari kita sama-sama membangun negeri dengan menjunjung tinggi budaya dan adat melayu,” tutup Herisa. (tri)

Kembangkan Taekwondo, YUTI Jalin Kerjasama dengan Kukkiwon

0
Grand Master Lioe Nam Khiong, Presiden Kukkiwon Oh Hyun Deuk dan Ketua Umum UTI Pro, Mayjen TNI (Purn) Andogo Wiradi foto bersama usai penandatanganan nota kesepahaman antara antara Yayasan Universal Taekwondo Indonesia (YUTI) dengan Kukkiwon World Taekwondo Headquarters di Hotel Grand Melia Kuningan Jakarta, Minggu (3/4). Foto. Yonky untuk Batam Pos

batampos.co.id – Satu terobosan kembali dilakukan Yayasan Universal Taekwondo Indonesia (YUTI) dan Universal Taekwondo Indonesia UTI Profesional(UTI PRO) dalam mengembangkan olahraga beladiri Taekwondo di Indonesia.

Bertempat di Hotel Grand Melia Kuningan Jakarta, Minggu (3/4) telah lahir sebuah nota kesepahaman antara Yayasan Universal Taekwondo Indonesia (YUTI) dengan Kukkiwon World Taekwondo Headquarters.

Nota kesepahaman itu ditandatangani Pembina Yayasan Universal Taekwondo Indonesia dan Universal Taekwondo Indonesia Profesional Grand Master Lioe Nam Khiong dan Presiden Kukkiwon Oh Hyun Deuk.

Turut hadir menyaksikan Memorandum Of Understanding(MOU) tersebut Ketua Umum UTI Pro Mayjen TNI (Purn) Andogo Wiradi, Wakil Ketua Umum UTI Pro Rudy J Pusung, Sekjen UTI Pro Lamting dan segenap jajaran Pengurus YUTI dan UTI Pro serta Atlit.

Grand Master Lioe Nam Khiong usai penandatanganan nota kesepahaman dengan Kukkiwon mengatakan, Hubungan YUTI dan Kukkiwon sudah terjalin sangat erat sejak tahun 2011 .

“YUTI ini kan foundation (yayasan) dan kerja sama YUTI dengan Kukkiwon ini sudah terbina sejak 2011 dan diharapkan dengan adanya nota kesepahaman ini dapat menopang kegiatan prestasi Universal Taekwondo Indonesia UTI Pro, sekaligus berdampak positif terhadap pengembangan olahraga taekwondo di Indonesia.,” ujar Grand Master Lioe Nam Khiong.

Lebih lanjut Grand Master Lioe Nam Khiong mengemukakan, banyak manfaat yang akan dirasakan dari nota kesepahaman ini nantinya. Salah satunya yakni proses sertifikasi DAN Kukkiwon tentunya tidak akan memakan waktu lama .

Selain itu Kukkiwon juga akan mendukung penuh segala bentuk kegiatan Taekwondo bertaraf Internasional yang digagas oleh UTI Pro.

“Kita sudah pernah menjalin kerjasama dengan Kukkiwon ketika UTI Pro menggelar Kukkiwon Cup I di Jakarta tahun 2015 lalu. Mudah-mudahan dengan Nota Kesepahaman ini akan mempermudah kerja sama dalam mengembangkan Taekwondo di Indonesia,” Ujar Lioe Nam Khiong.

Sementara itu Presiden Kukkiwon Oh Hyun Deuk merasa senang dan bangga bisa bekerja sama dengan YUTI . “Saya kenal baik dengan Grand Master Lioe Nam Khiong, dia satu-satunya Grand Master yang paling senior, sehingga kerjasama ini bisa terlaksana,” kata Oh Hyun Deuk.

Oh Hyun Deuk juga berharap kerjasama yang terjalin erat dengan YUTI dapat lebih ditingkatkan lagi. “Mudah-mudahan dengan kerja sama ini bisa lebih ditingkatkan lagi,” kata Oh Hyun Deuk. (iwa)