Minggu, 5 April 2026
Beranda blog Halaman 13603

Motor Trail Dua Warna Terbaru di Sentral Kawasaki

0

batampos.co.id – PT Sentral Motorindo Perkasa, Sentral Kawasaki Seipanas, Komplek Bintang Mas Blok C Nomor 1 Batamcenter, memperkenalkan dua varian warna terbaru dari sepeda motor trail, yakni tipe KLX 150 BF SE Ama Yellow (kuning) dan D-Tracker 150 SE New Orange.

“Tampilan motor ini hadir dengan warna lebih cerah dan menarik,” ujar Sales Counter Sentral Kawasaki Seipanas, Yudi, Senin (27/2).

Dia mengatakan, tampilan KLX 150 BF SE Ama Yellow bagian suspensi depan mengaplikasikan upside down berwarna kuning keemasan. Juga pelindung suspensi berwarna kuning dengan tulisan KLX melintang secara vertikal. Sementra pada suspensi D-Tracker 150 SE New orange juga mengaplikasikan upside down berwarna kuning keemasan, namun pada pelindung suspensi terlihat standar hitam. “Kedua motor ini memiliki perpaduan corak warna putih dan hitam,” ungkap Yudi.

Kawasaki KLX 150 BF SE Yellow menggunakan mensi tipe 4 langkah, Sohc 2 klep berkapasitas 144 cc, sementara D-Tracker 150 SE (New), menggunakan tipe mesin 4 langkah, Sohc, 2 katup berkapasitas 144 cc. “Kedua motor ini tentunya memiliki ketangguhan disegala medan,” papar Yudi.

Lebih lanjut dia mengatakan, KLX 150 BF SE Ama Yellow memiliki dimensi panjang 2.070 mm, lebar 825 mm dan tinggi 1.155 mm, dan untuk D-Tracker 150 SE panjang 1.900 mm, lebar 770 mm dan tinggi 1.060 mm. “Tampilannya sangat gagah,” imbuhnya.

Mengenai harga motor kawasaki KLX 150 BF SE Ama Yellow dibandrol dengan harga Rp 37.800 juta. Sedangkan untuk D-Tracker 150 SE (New) orange ditawarkan dengan harga Rp 37 juta. “Motor ini tersedia disetiap Showroom kawasaki di Batam. Kedua tipe ini baru saja datang dua hari ke Batam,” tutupnya. (cr14)

70 Persen Pedagang Menyewa Lapak Lebih Mahal

0
Anggota Komisi II DPRD Tanjungpinang, Peppy Candra saat meninjau pedagang di Pasar KUD beberapa waktu lalu. Foto: dok Fb Peppy.

batampos.co.id – Ketua Komisi II DPRD Kota Tanjungpinang, Mimi Bety mengatakan sebanyak 70 persen pedagang di Pasar KUD Tanjungpinang menyewa lapak dan kios dari pihak kedua. Sedangkan 30 persennya menyewa langsung dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Kejadian seperti ini harus ditindak cepat. Sebab penyewaan diluar BUMD akan merugikan daerah,” ujar Bety usai inspeksi mendadak (sidak) di Pasar KUD Tanjungpinang, Senin (27/2).

Kondisi pengelolaan Pasar KUD, kata Bety, sangat amburadul. Sebab tak hanya sekedar penyewaan lapak dan kios saja yang diambil alih pihak kedua. Tetapi fungsi lapak dan kiospun juga ikut dipolitisir. Awalnya difungsikan untuk menjajahkan ikan dicampur dengan dagangan sayuran.

Kemudian, lanjut Bety, para pedagang yang menempati kios ada yang menjual barang ilegal. Khususnya rokok tanpa cukai yang dijual bebas. Padahal rokok tersebut hanya diperbolehkan dijual di kawasan Free Trade Zone (FTZ).

“Sistem pengelolaan dan penjualan dipasar semakin rusak parah. Maka kami akan panggil Dewan Kawasan (DK) dan BUMD untuk membahas masalah ini,” bebernya.

Hal senada dikatakan Anggota Komisi II DPRD Tanjungpinang, Peppy Candra. Dia mengaku miris melihat pengelolaan dan penjualan di Pasar KUD. Menurut Peppy, jika sistem yang diterapkan di pasar tersebut tidak segera dirubah maka pedagang kecil dan masyarakat akan menjadi korban.

“Pihak kedua membebankan biaya sewa lebih tinggi dibandingkan BUMD. Kalau begini terus, bukan daerah saja yang dirugikan tapi pedagang dibuat sengsara,” cetusnya.

Sementara itu, Tim Optimalisasi dan Penertiban Pasar BUMD Kota Tanjungpinang, Sugino mengaku sudah pernah melakuan penertiban lapak dan kios di Pasar KUD dan Pasar Bintan Center Batu 9. Bahkan sudah mengimbau para pedagang agar tidak menyewakan lapak atau kios ke orang lain.

“Sudah kami lakukan semuanya. Tapi masih saja ada yang bermain, baik pedagang maupun internal BUMD,” akunya.

BUMD, kata Sugiono, akan membenahi sistem penyewaan dan penjualan di seluruh pasar yang dikelolanya. Kedepannya segala permasalahan tidak diselesaikan di luar melainkan wajib di kantor BUMD Tanjungpinang

Tujuannya untuk menghindari transaksi tersembunyi antara pedagang dengan pedagang maupun pedagang dengan karyawan BUMD dilapangan.

“Kami akan data semuanya. Jadi kedepannya tak ada lagi pedagang sewa lapak dan kios dengan pedagang lain. Tapi harus melalui BUMD,” ungkapnya. (ary)

Anggaran Belum Ada, Marka Jalan Belum Bisa Dibenahi

0

 

batampos.co.id – Beberapa ruas jalan di Tanjungbalai Karimun saat ini mengalami kekurangan marka jalan. Khususnya, marka dalam bentuk garis berwarna putih putus-putus yang dapat menjadi pedoman bagi pengemudi kendaraan bermotor. Terlebih lagi pada malam hari kondisi jalan yang gelap garis putih tersebut bisa membantu pengemudi.

”Lampu jalan yang minim, ditambah marka jalan tidak ada. Kalau saya naik sepeda motor dan dalam kondisi hujan, maka akan kesulitan mencari batas jalan yang merupakan jalan kita, karena garis putihnya tidak ada,” ujar Wandi, warga Jalan Raja Oesman kepada Batam Pos, Senin (27/2).

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karimun, Fajar Horison Abidin secara terpisah mengakui jika salah satu marka jalan berupa gari putih putus-putus di tengah jalan sudah banyak yang tidak terlihat lagi dan bahkan banyak yang sudah hilang sama sekali. ”Memang, untuk pembuatan marka jalan dan rambu lalu lintas merupakan tugas dari Dishub. Hanya saja, untuk tahun ini belum ada anggaran kita untuk pembuatan marka jalan bentuk garis putih putus-putus,” paparnya.

Anggaran yang ada tahun ini, kata Fajar, hanya untuk pengecatan cansteen atau pinggiran jalan berwana hitam putih sebagian Jalan Trikora dan jalan Nusantara 5 km dengan nilai Rp100 juta. Jumlah panjang cansteen untuk dicat bukan di satu sisi saja, melainkan dua sisi. Yakni di kiri dan kanan, masing-masing panjang 2,5 km. Jadi kalau ditotal seluruhnya 5 km. Untuk garis putih putus-putus insya Allah akan diajukan dalam perubahan anggaran.

Di dalam rencana startegis pembangunan Dishub mulai tahun ini memang salah satunya berkaitan dengan perbaikan marka jalan yang setiap tahunnya sepanjang 2 ribu meter atau 2 km. Termasuk, pembuatan atau pembaharuan garis putih putus-putus yang termasuk penting bagi pengguna jalan. Hanya saja, anggaran Rp100 juta tidak cukup jika digunakan juga untuk pembuatan garis putih putus-putus. “Sebab, tidak hanya menggunakan cat, tapi juga menggunakan semacam campuran tepung yang jika sudah jadi bentuknya timbul,” jelasnya.

Menyinggung tentang rambu jalan yang juga masih kurang, Fajar juga mengakui bahwa ada beberapa ruas jalan yang sebenarnya tidak boleh parkir kendaraan tapi dijadikan tempat parkir. ”Salah satunya di Jalan Trikora ada rus jalan yang dekat dengan tikungan, tapi dijadikan tempat parkir. Termasuk juga di ruas jalan lain, untuk itu kita akan segera memasang tanpa rambul lalu lintas di larang parkir,” jelasnya. (san)

Kevin Bunuh Elfi, Gara-gara Cemburu

0

batampos.co.id – Kevin cemburu, Kevin tega habisi Elfi Aprilia, kekasihnya.

Ya, Elfi tewas di tangan Kevin.

Penyebabnya sepele, Kevin panas lantaran memergoki Elfi berboncengan dengan pria lain.

Tak lama kemudian, Kevin menymbangi kediaman Elfi di Jalan Basmol Raya, Kembangan, Jakarta Barat, pada Rabu (15/2) lalu. Sesampainya di sana, pelaku lantas menghabisi korban.

“Pelaku cemburu, sehingga mendatangi korban dan langsung beraksi, pelaku melihat korban berboncengan dengan laki-laki lain yang menurut dia pacar gelapnya. Korban dibunuh di kontrakannya,” kata Kapolres Jakarta Barat, Kombes Roycke H Langie di Mapolres Jakarta Barat, Senin (27/2).

Usai membunuh korban, pelaku langsung melarikan diri ke rumah rekannya di wilayah Kota Sorong, Papua.

“Berdasarkan hasil penyelidikan jajaran Polres bersama Polsek Kembangan sehingga tanggal 20 ditangkap di Sorong, di sana ada temannya, satu grup motor,” jelasnya.

Kini Kevin mendekam di balik jeruji untuk mempertanggung jawabkan perbutannya dan diancam dengan Pasal 338 tentang Pembunuhan dengan hukuman di atas lima tahun penjara.(prs/rmol/mam/JPG)

Kantor Camat Kundur Belum Pernah Direnovasi

0

batampos.co.id – Gedung kantor camat Kundur beralamat di Jalan Ahmad Yani Tanjungbatu Kota, kondisinya memprihatinkan. Plafon ruangan yang terbuat dari triplek, sudah lapuk, bahkan atapnya mulai bocor. Kantor berlantaikan ubin itu, dibangun sejak tahun 1980-an. Ironisnya, hingga kini belum pernah tersentuh renovasi. Padahal, sudah berulang kali diusulkan.

Camat Kundur Saipol membenarkan kondisi kantornya yang segera dilakukan rehab total. Hal itu melihat kondisi gedung terutama plafon yang sudah lapuk. Lantai ubin dan atap asbes pun sudah termakan usia. Untuk itu, diharapkan Pemerintah Kabupaten Karimun memprioritaskan rehab total gedung kantor camat Kundur.

“Iya pada musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) tahun ini saya sudah usulkan untuk rehab total kantor camat Kundur. Tujuanya agar tersedianya sarana dan prasarana kantor untuk pelayanan masyarakat yang memadai. Sampai sekarang gedung kantor camat lantainya masih ubin belum keramik karena marupakan bangunan lama,” terang Saipol, Senin (27/2) kemarin.

Informasi yang dihimpun, jika rehab kantor camat Kundur sudah diusulkan sejak mantan camat Sukari tahun 2013 lalu. Sayangnya sampai sekarang gedung kantor camat Kundur merupakan kantor induk belum juga diperbaiki. Kondisi sejumlah ruangan hanya disekat menggunakan triplek, bahkan lantai kantor camat Kundur masih memakai ubin. Kantor camat Kundur yang terdiri dari ruang rapat, ruang kantor camat, ruang kantor sekretaris camat, ruang pelayanan umum, ruangan staf dan ruangan jaga Satpol PP. (ims)

 

Menggunakan Pukat, KM Deli Asahan Diamankan Nelayan Natuna

0

batampos.co.id – Pemerintah pusat berhasil mengatasi ratusan kapal asing yang mencuri ikan di perairan Indonesia di perairan Natuna Anambas. Namun hal tersebut belum menyelesaikan masalah bagi nelayan lokal.

Dengan ditangkap dan ditenggelamkannya kapal-kapal nelayan asing tersebut, justru muncul masalah baru. Kini banyak kapal dalam negeri dari daerah lain masuk ke Anambas. Masalah ini yang membuat nelayan Anambas merasa dirugikan karena kapal dari daerah lain itu dilengkapi dengan alat tangkap yang lebih canggih. Sehingga nelayan lokal tidak akan mampu menyaingi daya tangkap kapal-kapal tersebut.

Karena tidak mampu membendung emosi mereka. Akhirnya mereka menangkap sendiri dengan cara mereka sendiri. Seperti yang terjadi pada Minggu (26/2) pagi sekitar pukul 04.00 WIB. Satu kapal pukat mayang berbendera Indonesia ditangkap oleh kelompok nelayan yang tergabung dalam kelompok masyarakat pengawas (Pokmaswas) di desa Ladan kecamatan Palmatak.

KM. Deli Asahan dengan bobot 68 Gross Ton (GT) ini hasil tangkapan masyarakat tersebut sempat akan dibakar saat sandari di pelabuhan Ladan, tapi tidak jadi. Kini diamankan Lanal Tarempa berikut 2 ton ikan tongkol hasil tangkapan.

Abdul Hayan Kepala Desa Ladan mengatakan, kapal pukat mayang yang diamankan ini, diketahui masyarakat nelayan ketika melakukan aktivitas melaut Minggu (26/2) kemarin. Beberapa masyarakat nelayan pun, sebelumnya ada yang mengeluhkan sulitnya mendapat ikan sejak beberapa hari terakhir. “Warga mengeluh, belakangan ini susah untuk mendapat ikan,” ujarnya Senin (27/2).

Aktivitas kapal pukat mayang di dalam pulau, pun diakuinya belum pernah terjadi di desa yang dipimpinnya. Meski demikian, sejumlah spot-spot ikan diakuinya melimpah di sekitar Ladan, seperti Penjalin Manda Riau dan daerah di sekitarnya.

“Untuk di wilayah Ladan ini belum pernah sama sekali. Namun yang jelas, masyarakat terancam kalau kapal pukat mayang beraktivitas di Anambas,” ungkapnya.

Menanggapi hal ini Sekertaris Kepala Dinas Perikanan Pertanian dan Ketahanan Pangan kabupaten Kepulauan Anambas Yusmadi, membenarkan bahwasanya ini merupakan masalah baru yakni datangnya nelayan asal daerah lain di Indonesia. Menurutnya hadirnya kapal dari daerah lain ini juga sudah diatur oleh pemerintah pusat. Mereka memiliki izin, zona tangkap berikut alat tangkapnya juga sudah diatur. “Tinggal pengawasannya saja untuk mengatasi hal ini,” ungkap usmadi.

Diakuinya untuk ranah pengawasan tersebut saat ini juga tidak ada di daerah tapi adanya di provinsi. “Pengawasan saat ini sudah menjadi wewenang Provinsi. Daerah tidak memiliki kewenangan lagi. Sementara itu di Anambas sendiri belum ada perwakilan dari Provinsi,” jelasnya.

Dirinya berharap, mengenai pengawasan ditingkatkan baik itu dari Provinsi maupun dari instansi lain. (sya)

Tohpati Kolaborasi dengan Sheila Majid

0
Tohpati di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (27/2). (Dedi Yondra/JawaPos.com)

batampos.co.id – Tohpati, gitaris andal, saat ini tengah menggarap musik untuk album terbaru penyanyi asal Malaysia, Sheila Majid.

“Kegiatan saya di industri musik sekarang, sedang mastering untuk album Sheila Majid,” kata Tohpati kepada JawaPos.com saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.

Pria 45 tahun itu membeberkan bahwa album anyar dari Sheila Majid ini bakal berisi sekitar sepuluh lagu. Delapan lagu di antaranya dikerjakan oleh Tohpati. Bahkan dia menyebut, empat lagu di sana adalah hasil karyanya.

Menurut Tohpati, album Sheila Majid bakal dirilis dalam waktu dekat. Album ini sempat tertunda karena berbagai hambatan.

“Lumayan lama (pengerjaan) karena milih lagunya,” imbuhnya.

Selain menggarap album Sheila Majid, Tohpati juga disibukkan persiapan jelan peluncuran album terbarunya yang diberi nama Tohpati Bertiga.

Album tersebut merupakan hasil proyek Tohpati bersama Indro Hardjodikoro dan Aditya Wibowo alias Bowie.

Rencananya album itu dirilis saat tampil Java Jazz Festival 2017 yang bakal diselenggarakan di JIExpo Kemayoran, Jakarta pada 3, 4, dan 5 Maret mendatang. (ded/JPG)

Sopir Mengantuk, Mobilio Nyungsep ke Waduk

0
Mobil Honda Mobilio putih BP 1091 TP nyungsep ke dalam Waduk Gesek di Kecamatan Toapaya Bintan, Senin (27/2). F.Satlantas Polres Bintan

batampos.co.id – Sebuah mobil Honda Mobilio putih BP 1091 TP nyungsep ke dalam Waduk Gesek di kilometer 21, Kecamatan Toapaya Bintan, Senin (27/2) pagi.

Akibatnya, Karja, 47, sopir mobil itu harus dilarikan ke Puskesmas Kawal untuk mendapatkan perawatan, karena mengalami luka akibat benturan benda keras dan di bagian depan mobil juga ringsek.

Ditemui di lokasi kejadian, Kasatlantas Polres Bintan AKP Krisna Ramadhani mengatakan kecelakaan tunggal terjadi sekitar pukul 06.00 WIB yang disebabkan kelalaian korban yang mengemudi dalam kondisi mengantuk, yang mengakibatkan mobilnya lepas kendali dan masuk ke dalam waduk.

“Korban datang dari arah Tanjungpinang menuju Kawal. Karena mengantuk, mobil yang dibawanya oleng dan langsung nyebur ke waduk,” katanya.

Krisna menuturkan saat mobil jatuh ke dalam waduk, korban sempat terjebak di dalam mobil. Namun beruntung ada warga yang lewat dan langsung menolongnya keluar dari dalam mobil.

“Beruntung ada warga yang melihat dan langsung cepat menolong. Sehingga korban bisa cepat ditolong,” ungkapnya.

Saat ini kata Krisna, mobil korban sudah dievakuasi menggunakan mobil crane dan diamankan di Pos Lantas Kawal.

“Kondisi mobil rusak parah dengan bagian depannya ringsek berat. Mobil itu sudah kami amankan,” pungksnya. (cr20)

WNA Bermasalah Makin Banyak, Imigrasi Perlu Rudenim

0

batampos.co.id – Kepala Imigrasi Kelas III Tarempa Kabupaten Kepulauan Anambas Ikhsanul Humala Pane Harahap mengatakan, jika tempat penampungan bagi warga Negawa Asing (WNA) terutama Anak Buah kapal (ABK) dari kapal asing yang tertangkap belum memadai.

Selama ini pihak imigrasi hanya memanfaatkan ruangan aula milik Pengawas Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) yang berada di Antang Desa Tarempa Timur Kecamatan Siantan untuk WNA itu istirahat. Terkadang jumlahnya melebihi kapasitas yang tersedia.

Oleh sebab itu, Kepala Imigrasi Kelas III Tarempa Kabupaten Kepulauan Anambas Ikhsanul Humala Pane Harahap, meminta kepada pihak pemerintah pusat melalui Kementerian Hukum dan Ham dapat menganggarkan pembangunan Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim).

“Lahan untuk pembangunan Rudenim telah disediakan dan persoalan anggaran pelaksanaan pembangunan untuk Rudenim yang belum tersedia. Kita sangat membutuhkan itu,” ungkap Kepala Imigrasi Kelas III Tarempa, Ikhsanul, kemarin.

Menurutnya, Rumah detensi imigrasi (Rudenim) adalah unit pelaksana teknis yang menjalankan fungsi keimigrasian sebagai tempat penampungan sementara bagi orang asing yang melanggar Undang-undang Imigrasi.

Tambahnya, kenapa rudenim perlu dibangun karena adanya peningkatan tentang lalu lintas orang asing, baik yang keluar maupun yang masuk ke Indonesia, sehingga berpotensi timbulnya permasalahan keimigrasian terhadap kedatangan dan keberadaan orang asing di Indonesia yang memerlukan upaya penindakan bagi orang asing yang melanggar ketentuan yang berlaku.

“Ruang yang digunakan saat ini tidak cukup menampung para ABK kapal asing dan terkadang mereka yang diamankan jumlahnya melebihi kapasitas ruang yang ada,” jelasnya.

Karena tidak tertampung, diakuinya ABK asing tersebut seringkali dijumpai berbaur dengan masyarakat disebabkan bangunan milik PSDKP yang terletak tidak jauh dari pumukiman penduduk.

“Tidak sedikit warga mengeluhkan keberadaan WNA yang diamankan, tapi kita belum bisa berbuat banyak sebab sarana dan prasarana yang kita miliki sangat terbatas,” ujarnya.

Keberadaan mereka yang membaur dengan masyarakat ada yang suka namun ada juga yang tidak suka karena tingkah laku dan kebiasaan mereka yang berbeda dengan masyarakat Anambas. Mereka sering mencari makan dengan berburu apa saja. Kadang mereka berburu biawak untuk makan bersama. Bahkan terkadang juga memakan daging anjing. (sya)

Sayangi Jantung Anda, Konsumsi 7 Makanan Ini

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pembaca batampos.co.id yang mencintai kesehatan, ketahuilah ada berbagai makanan yang dapat menormalkan detak jantung.

Dilansir Pusat Jantung Nasional Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Selasa (28/2), berikut adalah daftar makanan familiar yang menyehatkan jantung.

Yoghurt

Yoghurt mampu menormalkan detak jantung karena mengandung banyak vitamin B12. Makanan yang kaya vitamin ini membantu sel-sel saraf berkembang yang pada akhirnya memperkuat sistem saraf untuk menangani stres.

Pisang

Pisang mengandung kalium dalam jumlah tinggi. Kalium adalah elektrolit yang penting untuk komunikasi antara otak dan jantung. Pisang adalah makanan yang mengatur detak jantung.

Bawang Putih

Bawang putih menjadi salah satu bumbu yang sehat karena mengandung allicin. Kandungan ini menghentikan kerusakan akibat radikal bebas di hati dan menghilangkan kolesterol jahat.

Kacang-kacangan

Makanan yang satu ini dipenuhi dengan lemak jenuh tunggal yang sehat dan melindungi jantung dari serangan mendadak serta tetap melumasinya dengan baik.

Tahu

Tahu kaya akan kalsium dan sangat bermanfaat untuk menenangkan detak jantung. Makanan ini juga baik untuk jantung sehat karena tidak mengandung kolesterol jahat.

Lemak Ikan

Semua lemak ikan terutama salmon mengandung asam lemak omega-3. Asam lemak omega-3 baik untuk jantung sehat karena mengandung kolesterol baik.

Oatmeal

Makanan ini menyingkirkan kolesterol berbahaya dari arteri. Oatmeal juga kaya asam lemak omega-3 yang menjaga detak jantung tetap stabil. (cr1/JPG)