Selasa, 7 April 2026
Beranda blog Halaman 13616

Fungsi Lain Lip Balm

0
ilustrasi

batampos.co.id – Pelembab bibir atau lip balm tak hanya bermanfaat bagi bibir, tetapi bisa untuk bermacam-macam area tubuh.

Boldsky, Jumat (24/2) melansir enam manfaat lain pelembab bibir bagi tubuh.

Tangan
Lip balm dapat melembutkan tangan yang kering. Oleskan pada jemari sehingga memberikan kelembaban.

Kuku
Kuku kering dan tak sehat tentu tak enak dipandang. Pelembab bibir bisa memelihara kuku dan membuat kuku lebih lembut.

Menghapus Makeup di Mata
Taruh sedikit lip balm pada ujung mata dan gunakan untuk menghapus riasan mata. Coba cari varian mint dari lip balm.

Krim Mata
Lip balm dapat membantu mengurangi garis-garis halus dan keriput di sekitar area bawah mata. Lebih baik menggunakan lip balm yang tidak berwarna. Lip balm dapat memberikan hidrasi lebih intens pada daerah bawah mata.

Rambut
Helai rambut yang terbang bikin kesal dan merusak tampilan. Oleskan sedikit lip balm untuk mengatur rambut kembali di tempatnya.

Hidung
Saat dingin, hidung sering merasa gatal. Jangan gosok dengan tisu karena akan membuatnya merah dan kering. Gosok dengan pelembab bibir di area yang gatal pada hidung. (cr1/JPG)

Sopir Bus Trans Batam Dihajar Sopir Angkot, Gara-gara …

0

batampos.co.id – Sopir angkutan kota (angkot) kembali menyerang sopir Bus Trans Batam, Boby, Senin (27/2) pukul 18.30 WIB di Jalan Letjen R Suprapto, Buliang, tak jauh dari Perumahan Pendawa Asri.

Menurut keterangan Afrinaldo, bagian tiket Bus Trans Batam,
kejadian bermula saat Trans Batam dengan nomor polisi BP 70XX EU hendak menurunkan penumpang di halte. Tiba-tiba dari arah belakang datang satu unit mobil angkot warna biru dengan nomor polisi BP 70XX GU.

“Dari rute yang sama mobil kami dipepet dari kiri,” kata pria yang disapa Edo itu, Senin malam di Mapolresta Barelang.

Tidak lama kemudian, sopir Bimbar turun dan menghampiri Boby. Sebelum dipukul, keduanya sempat cekcok.

“Sopir Bimbar di bawah sedangkan Boby dari pintu tengah Trans Batam,” jelasnya.

“Saya nggak tahu tiba-tiba saja Boby dipukul. Saya nggak tahu berapa kali,” imbuhnya.

Boby saat dijumpai setelah membuat pengaduan di Mapolresta Barelang, menuturkan, dia dipukul sebanyak tiga kali di bagian kepala belakang.

“Sebelum saya dipukul saya dipaksa dengan cara baju ditarik, kancing baju saya copot,” ungkap Boby.

Boby mengatakan peristiwa itu terjadi karena sopir angkot tidak terima dirinya menurunkan penumpang di Pendawa, padahal tempat tersebut merupakan halte Trans Batam.

“Sopir angkot itu bilang tidak boleh menurunkan penumpang,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Operasional Perusahaan Umum Damri Batam Yohanesken menyampaikan kekecewaanya terhadap oknum yang telah memukuli anak buahnya. Dia berharap pihak kepolisian dapat menyelesaikam permasalahan ini hingga tuntas.

“Proses hukum tetap ditegakkan seadil-adilnya,” ujar Yohanesken.

Terpisah, ketua koordinator trayek Tanjunguncang, John Sinaga mengatakan kronologis kejadian ini bermula dari bus Trans Batam menurunkan dan menaikkan penumpang tidak pada tempatnya.

“Atas kejadian itu terjadi argumentasi antara kami dengan pihak Trans Batam. Setahu kami (yang disebut) halte itu punya atap dan tempat duduknya,” katanya.

John berharap permasalahan ini dapat diselesaikan dengan hukum yang berlaku.

“Dan Dishub dapat menertibkan sopirnya yang membandel. Agar kedepannya kejadian serupa tidak terjadi lagi,” katanya.

Menurutnya, Kamis lalu ia telah bertandang ke kantor Dishub Batam dan bertemu dengan Yohanes untuk menanyakan peraturan Trans Batam. Dari pertemuan itu, didapati jawaban bahwa peraturan yang berlaku masih peraturan yang lama.

“Tapi kenapa kayak gini? Sudah macam angkot menurunkan dan menaikkan penumpang di jalan. Kalau sanggup, kita bersaing secara sehat dan samakan ongkosnya. Jangan ada ongkos disubsidi,” katanya. (cr14/cr1)

Pak Polisi, Jembatan Nato di Sagulung Tak Aman, Tio Dibacok Bégal di Sana

0

batampos.co.id – Bégal kembali beraksi dan semakin beringas di Sagulung. Apes kali ini dialami Tio Arisandi, warga perumahan Batuaji Riau Bertuah (BRB) tahap I, kelurahan Seilangkai, Sagulung.

Pemuda 21 tahun itu dibacok oleh sekelompok pelaku begal di jembatan Nato, Sabtu (25/2) sekitar pukul 23.00 WIB.

Sampai Senin siang (27/2), Tio masih menjalani perawatan medis di rumah sakit santa Elisabeth, Nagoya karena mengalami luka bacok yang cukup besar di kepala dan tangan kirinya.

Sebelumnya Tio sempat dilarikan ke rumah sakit umum daerah Embung Fatimah Batam di Batuaji.

Informasi yang diperoleh, Tio dibegal saat dia dalam perjalanan pulang dari tempat kerjanya di Mukakuning, Seibeduk. Tio yang mengendarai sepeda motor matik seperti biasa harus melewati jembatan Nato untuk sampai ke rumahnya.

“Masuk second dia makanya pulang malam,” kata Renta, tetangga Tio kepada wartawan yang mendatangi rumah kediaman Tio, Senin siang.

Saat melintas di jembatan Nato, Tio mendadak dihadang oleh sekelompok pemuda seusianya. Kelompok pemuda yang berjumlah sekitar delapan orang itu langsung mencabut kunci kontak sepeda motor Tio sembari minta sejumlah uang.

Namun permintaan itu tak dipenuhi Tio sehingga para pelaku langsung membacok Tio di kepala bagian belakang.

Meskipun kondisi Tio sudah berlumuran darah akibat bacokan pertama itu, para pelaku mencoba menyerang lagi dengan bacokan berikut namun bacokan kedua itu ditangkis Tio sehingga tangan kirinya juga terluka.

“Untung dia langsung lari sehingga lolos. Mereka (pelaku) sepertinya niat mau bunuh Tio,” ujar Renta lagi.

Tio yang dalam kondisi sekarat lari menyelamatkan diri ke arah perumahannya yang tak jauh dari lokasi kejadian. Sepeda motornya ditinggalkan begitu saja bersama para pelaku begal tersebut. Saat lari menyelamatkan diri Tio tak mendapati satupun warga di jalan untuk minta bantuan.

“Tak ada orang lagi di luar, sudah agak larut juga, makanya saat tiba di rumah hanya dia sendiri. Bapak ibunya langsung menjerit minta tolong tengok anaknya sudah berlumuran darah,” kata, Ratni RT di perumahan tersebut.

Mengetahui kejadian itu, warga sekitar langsung membawa Tio ke RSUD dan sebagiannya lagi menyisir ke lokasi kejadian namun kelompok begal itu sudah tak ada lagi.

“Kami sudah lapor ke Polsek Sagulung. Tio kenal salah satu pelaku karena teman SMA-nya dulu,” tutur Ratni.

Kelompok pemuda pelaku begal itu diakui Ratni dan warga lainnya di sana memang anak muda di sekitar wilayah itu juga. Selama ini anak-anak mudah tersebut sering berbuat onar di lokasi jembatan itu.

“Kalau malam hari tak nyaman kami di sini lewat jembatan itu. Mereka selalu ngumpul di sana bawa senjata tajam,” tuturnya.

Aksi pemalakan juga sering terjadi di lokasi jembatan itu. Para pelaku tak memandang siapa korbannya. Siapa saja yang lewat akan dipalak atau dibegal. Jika melawan mereka tak segan-segan melukai para korban.

“Ibu-ibu juga pernah dilukai sama mereka. Sama juga masalahnya, mereka minta uang tapi tak dikasih,” ujar Ratni.

Warga berharap dengan kejadian itu, polisi segera menangkap kelompok anak muda tersebut agar tidak lagi mengganggu keamanan warga di sana.

“Kalau tangkap ya dihukum yang setimpal karena niat mereka sudah mau membunuh itu. Untung saja anak ini lari sehingga selamat,” kata Henni, warga lainnya.

Kapolsek Sagulung AKP Hendrianto membenarkan adanya kejadian itu dan saat ini pihaknya masih memburu para pelaku.

“Korban kenal dengan salah satu pelaku dan itu yang sedang kami dalami. Semoga cepat ketangkap,” ujar Hendrianto. (eja)

Rempah-rempah yang Sanggup Usir Flu

0

batampos.co.id – Flu menyerang daya tahan tubuh seseorang. Gejalanya, batuk, pilek, radang tenggorokan, muntah, demam, dan sakit kepala. Ada banyak resep sederhana untuk mencegahnya. Sedikitnya ada 8 bumbu dapur yang dapat mengusir flu seperti dilansir Boldsky, Senin (27/2).

1. Oregano
Bumbu dapur ini adalah tanaman herbal yang banyak digunakan pada makanan Italia. Oregano mengandung zat antimikroba yang membunuh penyakit penyebab flu.

2. Kayu Manis
Bumbu aromatik ini tidak hanya ditambahkan pada makan dan minuman tetapi juga baik bagi pengobatan flu karena sifatnya sebagai analgesik.

3. Bawang Putih
Kandungan allicin di dalam bawang putih dapat menangkal virus flu saat dicampur dengan kunyit.

4. Jahe
Jahe paling baik untuk menghangatkan tubuh. Kandungan beta carotene di dalam jahe membuat otot santai dan mengurangi rasa nyeri selama flu.

5. Pala
Bumbu dapur yang satu ini mengandung tryptophan yang dapat meringankan flu bahkan lebih baik dari obat.

6. Rosemary
Bumbu dapur herbal ini merupakan tanaman yang sering digunakan pada masakan barat. Tanaman ini juga mengandung antibakteri alami menangkal flu.

7. Eucalyptus
Minyak eucalyptus banyak ditemukan di beberapa apotek atau supermarket. Minyak ini mengandung decongestant dan analgesik pereda flu.

8. Mawar
Air mawar juga banyak digunakan sebagai kosmetik. Mawar jenis Wild Rose ternyata memgandung vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh. (cr1/JPG)

BP Batam Ancam Polisikan, Aktivitas Ilegal di Daerah Tangkapan Air

0
foto: purnomo andiantono / humas bp batam

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam menegaskan setelah penertiban kelak tak ada kompromi lagi terkait aktivitas ilegal dan usaha di Daerah Tangkapan Air (DTA) termasuk di Dam Duriangkang. Jika terus membandel, warga yang melanggar terancam akan dipolisikan.

“Yang tetap melanggar akan dilaporkan secara pidana ke Polri (polisi, red),” kata Direktur Humas dan Promosi Purnomo Andiantono, Senin (27/2).

Dia menyebutkan, aktivitas yang dimaksud terutama peternakan seperti peternakan babi maupun keramba, kebun liar hingga rumah liar.

“Kalau mancing  sekali kan? nggak menetap seperti peternakan dan lain-lain,” katanya.

Menurutnya, larangan beraktivitas dan usaha di Dam Duriangkang yang merupakan area hutan lindung merujuk pada Undang-undang nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan.

“Tahun 2017 ini sudah dilaporkan ke Polres Barelang satu kasus ilegal loging dengan satu tersangka. Kalau kasus peternakan babi dengan 26 terlapor,” ucapnya.

Dia menambahkan, pihaknya ke depan juga akan meningkatkan pencegahan agar tidak ada aktivitas di DTA, dengan cara memagar, penjagaan hingga patroli.

“Sekarang akses yang terbuka kami buat parit supaya mobil tidak bebas keluar masuk areal DTA,” katanya.

Terkait patroli, agar petugas lancar melakukan pengawasan pihaknya tahun ini akan mengadakan kendaraan operasional.

“Dua mobil dan puluhan motor trail, supaya bebas masuk ke medan yang sulit,” pungkasnya. (cr13)

Lingga Ingin Tanam Tanaman Lokal yang Langka

0

batampos.co.id – Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Lingga, Ir H M Ishak MM mengatakan pihakya akan melakukan budidaya dan menanam tanaman buah-buahan lokal yang tergolong langka di komplek Istana Damnah. Tepatnya disekitar lingkungan Museum Linggam Cahaya dan Balai Adat LAM Daik Lingga.

Hal tersebut kata Ishak akan disejalankan dengan kegiatan Gerakan Menanam pada 1 Maret 2017 mendatang. Untuk benih sendiri Disbud telah memesan kepada pihak desa dan kampung-kampung yang masih memiliki tanaman khas lokal tersebut.

“Sebenarnya kami sudah menanam dan akan kami lanjutkan lagi saat Gerakan Menanam 1 Maret ini. Seperti yang dicanangkan Bupati Lingga. Tanaman buah-buahan lokal yang khas di Lingga dan tergolong langka ini perlu dilestarikan,” jelas Ishak.

Sejauh ini pihaknya telah mengumpulkan berbagai jenis tanaman lokal. Seperti buah Tenggayun, Kemang, Tas-tas, Cermai, Redan, Mentega, Tempurung, Pulas, Kandis, Banang, Lekop, Pasal, Punak, Deremong, Binjai dan Nam-nam.

Selain langka kata Ishak, tanaman khas melayu ini memiliki kesan estetis dan memori bagi orang-orang melayu tentang kesan sebuah kampung melayu.

“Kami tak ingin tanaman lokal ini punah. Karena itu harus ada upaya melestarikannya. Terlebih Bunda Tanah Melayu. Bagi masyarakat Lingga, tanaman lokal ini memiliki kenangan tersendiri. Memori dan ingatan masa kecil, buah-buahan lokal yang begitu familiar. Berbeda tentunya dengan saat ini banyak buah-buahan dari luar yang sangat mudah ditemukan,” sambungnya.

Kawasan perkampungan Damnah dijelaskan Ishak sejak awal pembentukan kabupaten memang telah dicanagkan untuk memiliki space dan kawasan untuk budidaya tanaman lokal. Hal ini akan disejalankan sebagai kawasan terbuka hijau mendukung konsep perkampungan melayu. Hanya saja belum semua lahan dapat dibebaskan hingga program tersebut belum sepenuhnya dapat berjalan baik. (mhb)

 

 

Lingga belum Punya Bank Darah

0
Bank Darah milik PMI Batam. Foto: istimewa

batampos.co.id – Ketersediaan Bank Darah di kabupaten Lingga masih menjadi persoalan klasik yang belum mampu diselesaikan. Meski miliki Palang Merah Indonesdia (PMI) tingkat Kabupaten, pihak terkait belum juga temukan solusi mengadakan Bank Darah bagi kenyamanan pasien khususnya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Encik Maiyam kota Daik.

Pada tahun 2014 silam, PMI kabupaten Lingga pernah mewacanakan pengadaan Bank Darah melalui Pemkab Lingga. Namun keterbatasan dana dan defisit anggaran memupuskan mimpi itu.

Hingga kini mimpi itu belum terwujud.

Dokter Fungsional RSUD Encik Mariyam Daik, dr Rico Ikhsan kepada Batam Pos mengatakan, untuk pengadaan Bank Darah pihak RSUD membutuhkan peran serta unit Instalasi Bank Darah atau melalui PMI.

PMI berkewajiban membantu pendirian Bank Darah yang pengelolaannya oleh RS.

“Permasalahan Bank Darah, kami harusnya dibantu instalasi Bank Darah. Biasanya di kota-kota lain ada PMI yang menjadi bagian di luar RS dan diawasi Pemkab. Kondisinya saat ini tidak berjalan di Lingga,” kata Rico, Senin (27/2) siang.

Karena keterbatasan RSUD lanjut Rico, ada kendala petugas RS dalam memberikan pelayanan kepada pasien. Selama ini RS  menggunakan whole blood (darah lengkap red) kepada pasien.

“Alat ini kami belum ada. PMI juga belum maksimal untuk persedian termasuk kantong darah. Jadi darah dari pendonor langsung disterilkan dan masukkan kepada pasien yang membutuhkan. Mau tidak mau whole blood,” jelas pria asli Pekanbaru ini.

Bank Darah lanjut Rico sangat penting. Untuk itu pihak RSUD mendorong PMI untuk bekerjasama membatu RS dalam pemalayanan terhadap pasien di Lingga.

“Persedian kantong darah dibebankan pada APBD melalui Dinas terkait. Kota dan kabupaten lain ada pihak lain seperti BPJS. Darah dari pendonor harus discreening untuk disterilkan dari HIV, Hepatetis B dan Sipilis. Kami mensuport agar PMI kembali bergerak. Nanti Bank Darah boleh berada di Daik ataupun Dabo.

Bisa menyimpan darah yang didonorkan melalui kegiatan PMI baik kegiatan sosial ataupun melalui PMI Remaja.

Mensuport kembali gerak PMI, boleh di Daik atau di Dabo. Bisa nanti dibuat donor darah masal dan bisa disimpan.

Darah butuh cepat, seperti saat bersalin.

Karena tidak ada ketersediaan mencari pendonor. Kalau mau oprasi pihak keluarga harus menyiapkan pendonor yang siap.

“Saran kami instansi bank darah PMI yang bergerak. PMI harus bekerjasama dengan dinas. Kalau PMI bisa bergerak lewat PMI remaja atau kegiatan sosial. Dari sana kita mimiliki stock darah. Kebutuhan-kebutahan darah yang cepat seperti bersalin ataupun kecelakaan,” lanjutnya.

Ditempat lain, Direktur RSUD Encik Mariyam dr Suryadi atau lebih akrab disama dr Atan yang dihubungi wartawan juga akui kendala ini. Meski baru beberapa bulan terakhir menjadi pimpinan di RSUD Encik Mariyam Bank Darah menurutnya harus tersedia di Lingga.

“Jelas pelayanan terkendala karena tidak ada Bank Darah,” jelas dr Atan singkat.

Sementara itu salah seorang anggota PMI Lingga, Syarifah Teja Pradiksina akui PMI Lingga belum mampu membantu RS dalam pengadaan Bank Darah. Meski telah dijejaki ke pemkab Lingga sejak beberapa tahun terakhir, Bank Darah belum juga dapat diadakan.

PMI sendiri lanjut Teja juga alami kendala dilapangan. Kebutuhan darah bagi pasein yang membutuhkan membuat PMI kesulitan mencari pendonor.

“Kendala jelas ada bagi kami di PMI. Dalam membantu pasien yang butuh darah kami harus cari sana-sini. Tanya pendonor kami yang memiliki darah sesuai kebutuhan gologan dara pasien. Karena sistem dari pendonor langsung ditranfusikan, masalahnya tidak ada bank darah,” kata Teja.

PMI Lingga kata Teja juga tidak bisa melakukan kegiatan sosial seperti donor darah masal untuk membantu ketersediaan darah di RS.

“Kalau ada Bank Darah, otomatis kami bisa adakan kegiatan sosial donor darah masal. Bisa disimpan dalam waktu yang panjang. Sejak pengunduran diri ibu Syarifah Rosmawati Daria beberapa waktu lalu sampai saat ini posisi ketua umum masih kosong. Begitu juga ketua harian,” pungkasnya.

Pihaknya juga berharap, pemkab Lingga bisa secepatnya mengadakan Bank Darah bagi kebutuhan RS dan pelayanan kesehatan kepada pasien di Lingga. (mhb)

Perkosa Mantan Pacar, Syahrul Dihukum Tujuh Tahun Penjara

0
Ilustrasi

batampos.co.id – Syahrul Kamal alias Dedek, 23, memperkosa mantan pacarnya, Mawar, 16. Kala masih mesra Syahrul pernah mencabuli korban sebanyak 10 kali.

Dalam perjalanan waktu hubungan itu putus.

Syahrul tiba-tiba datang ke tempat korban di sebuah Puskesmas di Kabupaten Bintan, Jumat (28/10/2016).

Begitu melihat Syahrul korban langsung menutup dan mengunci pintu Puskesmas. Korban takut dan tidak ingin lagi bertemu dengan terdakwa.

Syahrul terus mengetuk pintu dan memanggil‎ nama korban.

Korban bergeming. Syahrul mendang pintu puskesmas sampai pintu itu rusak dan akhirnya terbuka.

Di dalam puskesmas itu korban dipaksa melayani nafsu bejatnya.

Usai memperkosa, terdkwa sempat mengancam korban agar merahasiakan apa yang telah dilakukan.

Majelis hakim menjatuhkan vonis selama tujuh tahun penjara kepada Syahrul dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang, Senin (27/2/2017).

Dalam putusannya, majelis hakim yang diketuai Iriaty Khairul Ummah, menyatakan terdakwa ‎terbukti bersalah melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain sebagaimana melanggar Pasal  81 ayat (1) Jo pasal 76d UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Selain menjatuhkan hukuman tujuh tahun penjara. Terdakwa juga di denda Rp 100 juta subsider empat bulan kurungan,” ujar hakim.

Putusan yang dijatuhkan majelis hakim ini, lebih ringan dari tuntutan JPU, RD Akmal yang menuntut terdakwa agar dihukum 10 tahun penjara denda Rp 100 juta subsider empat bulan kurungan.

Menanggapi putusan ini, terdakwa menyatakan pikir-pikir. Hal senada juga disampaikan JPU. Untuk itu, majelis hakim pun memberikan waktu selama tujuh hari untuk menentukan sikap. (ias)

Menekan Penuaan dengan FrozenAge

0
Executive Director FrozenAge Indonesia Stephanie Christine Widjaja menunjukkan produk FrozenAge dalam pameran di BCS Mall, Sabtu (25/2). F Yofi/batampos

batampos.co.id – FrozenAge, produk kecantikan eksklusif kini hadir di Batam dengan pameran di BCS Mall. Dalam pameran ini FrozenAge memperkenalkan produk anti Aging dari Amerika yang telah didistribusikan hingga pasar Internasional.

Sebelumnya produk ini telah hadir di Jakarta dan Bali. Keunggulan produk ini juga terletak pada kemasan menarik dan harga lebih terjangkau.

“Ini menjadi satu-satunya produk kesehatan dan kecantikan terlengkap dan paling aman. Produk ini dipadukan dengan riset terkini dan teknik ilmiah di Amerika,” ujar Executive Director FrozenAge Indonesia Stephanie Christine Widjaja, Sabtu (25/2).

Dalam pameran ini, produk yang ditampilkan diantaranya Collagen Drink. Produk ini merupakan suplemen dalam minuman yang berguna untuk menyegarkan tubuh dan meremajakan kulit.

“Selain itu ada produk Verglas untuk menangkal proses penuaan dan regenerasi kulit wajah,” katanya.

Selanjutnya terdapat produk Deer Placenta. Produk ini terbuat dari Plasenta rusa, yang dianggap sebagai jaringan hewan yang kaya nutrisi.

“Kandungan dari produk ini semuanya murni. Untuk plasenta rusa FrozenAge diekstrak dari spesimen rusa murni sehat di Selandia Baru,” terangnya.

Dia menjelaskan FrozenAge hadir pertama kali pada awal tahun 2015 di Singapura (HQ), Malaysia, Thailand, Vietnam, Indonesia, Cina, Hong Kong. Sedangkan di Indonesia baru hadir pada Desember 2016 di Jakarta.

“Intinya semua produk FrozenAge dirancang untuk meningkatkan kesehatan tubuh. Namun secara khusus, produk ini berguna untuk menekan proses penuaan, meremajakan dan mengembalikan masa muda,” katanya.

Untuk informasi lebih lanjut, bisa mengunjungi kantor FrozenAge di Gedung Graha Pena lantai 8, Batamcenter. (opi)

Dum… Bom Panci Meletup

0

batampos.co.id –  Aksi teror bom panci kembali meletup, Senin (27/2). Residivis kasus teror bernama Yayat Cahdiyat meledakkan bom panci berdaya ledak rendah di Lapangan Pandawa dan meneror pegawai kantor Kelurahan Arjuna, Bandung, Jawa barat. Dalam waktu kurang dari dua jam, polisi melumpuhkan pelaku.

Aksi teror bermula sekitar pukul 08.30, Yayat membawa sebuah bom panci ke arah Lapangan Pandawa. Tepat di ujung lapangan, terdapat sebuah meja dan Yayat menaruh bom tersebut di atasnya. Tidak berapa lama bom itu meledak. Dalam serpihan ledakan itu ditemukan paku dan sejumlah rangkaian kabel.

”Setelah menaruh bom itu, dia lari ke arah kantor Kelurahan Arjuna,” tutur Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divhumas Mabes Polri Kombespol Martinus Sitompul, kemarin.

Dia membawa semacam pisau atau golok saat menuju ke kantor kelurahan tersebut. Saat berada di dalam kantor tersebut, pegawai kelurahan seperti diancam-ancam. Sehingga, semua pegawai berhambur keluar kantor tersebut. ”Sama sekali tidak ada sandera dalam aksi ini dan tidak ada korban jiwa,” paparnya.

Anggota kepolisian bertindak cepat merespon aksi teror tersebut. Setelah melakukan pengepungan terhadap pelaku teror, akhirnya pelaku berhasil dilumpuhkan dengan cara ditembak di bagian dada. ”Sayangnya, saat dilarikan ke rumah sakit, pelaku aksi teror meninggal dunia,” ungkapnya.

Untuk sementara diketahui pelaku merupakan residivis kasus teror latihan militer di Aceh. Perannya memberikan dukungan dalam aksi pelatihan tersebut. ”Dia didakwa pada 2012 dengan hukuman tiga tahun penjara dan bebas pada 2015,” tuturnya.

Ada informasi bahwa pelaku aksi teror tidak hanya Yayat, ada seorang pelaku lagi yang mengantar Yayat. Terkait hal tersebut, Martinus mengakui masih perlu untuk dilakukan pendalaman. ”Yang diketahui saat ini hanya satu, perlu pendalaman lagi,” ujarnya.

Kadivhumas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar mengungkapkan, petugas mampu melumpuhkan pelaku aksi teror hanya dalam waktu kurang dari dua jam. Hal tersebut menunjukkan kesigapan kepolisian dalam upaya mengamankan masyarakat dari aksi teror yang membahayakan semacam ini. ”Bahkan, dalam kasus terorisme semacam ini, Polri terus berupaya untuk melakukan deteksi dini dan melakukan antisipasi,” terangnya.

Bila dianalisa, kata Boy, sebenarnya ada yang perlu dipertanyakan. Yakni, mengapa pelaku menaruh bom panci itu di lapangan. Kalau ingin membuat banyak jatuh korban, biasanya seorang pelaku aksi akan membawa bom ke tempat keramaian. ”Inikan dia menaruhnya di lapangan, kita masih analisis peletakannya kenapa di lapangan. Apa tujuannya,” ungkapnya.

Informasi yang diterima Jawa Pos (grup Batam Pos) menyebutkan, Yayat merupakan anggota Jamaah Ansharu Daulah (JAD) Bandung. JAD dipastikan berafiliasi dengan ISIS. Yayat sendiri bebas bukan karena masa hukumannya dijalankan, melainkan mendapatkan pembebasan bersyarat. ”Dia dulunya ditangkap karena mengirim amunisi untuk larihan militer,” tutur sumber yang mengetahui kasus tersebut.

Sementara Pengamat Terorisme Muhammad Jibriel mengungkapkan, aksi yang dilakukan anggota JAD ini menunjukkan pola tertentu. Salah satunya, bila dihubungkan dengan waktu yang begitu dekat dengan rencana kedatangan Raja Arab, maka seakan kelompok teror ini ingin menunjukkan eksistensi mereka. ”Pertanyaannya kan, mengapa sekarang. Mengapa tidak sebelum ini,” ujarnya.

Menurutnya, dari informasi yang diterimanya, Yayat sebenarnya dikenal cukup baik dan sopan. Namun, kemungkinan perangainya berubah semakin ekstrem setelah di penjara karena kasus terorisme.

”Setelah bebas, ruang lingkupnya menjadi sangat sempit. Untuk seorang residivis kasus teror, akses apapun sulit. Dia hanya berjualan bubur. Akhirnya, lingkungannya hanya yang sepemikiran dan ideologinya tidak berubah,” terangnya.

Dia mengingatkan bahwa sebenarnya ada peran dari Amman Abdurrahman dalam aksi tersebut. Menurutnya, JAD itu dipimpin Amman yang memiliki kemampuan untuk mencuci otak dengan pengetahuan agamanya, hafal Al Quran dan sebagainya. ”Seakan-akan jihad yang didengungkan sesuai syariat, padahal justru menyalahi syariat. Aksi semacam ini merupakan aksi sakit jiwa. Jihad itu sama sekali tidak boleh membunuh saudara seagama,” ungkapnya.

Di sisi lain, aksi yang dilakukan Yayat ini juga menunjukkan makin liarnya aksi teror. Kapan saja, dimana saja sudah tidak dipedulikan oleh pelaku teror. ”Dengan aksi yang juga serampangan ini, menunjukkan bahwa kekuatan kelompok teror sudah sangat lemah,” jelasnya.

Pengamat terorisme lainnya, Harits Abu Ulya, menilai aksi pelaku tidak relevan karena tidak mempunyai motif dan target yang jelas. “Tabiatnya seseorang yang mempunyai tuntutan, biasanya mereka memiliki sesuatu yang di jadikan bergaining. Sementara pelaku di Cicendo sama sekali tidak punya hal tersebut,” kata Harits, kemarin.

Direktur The Community of Islamic Analyst (CIIA) ini juga menyayangkan tindakan aparat menembak mati pelaku di lokasi kejadian. Hal itu, kata dia, akan mempersulit upaya mencari motif serta kelompok mana yang menggerakan pelaku.

“Ini akan mempersulit untuk elaborasi motif dan tujuan aksi. Dan lebih penting lagi akan sulit untuk ungkap master mind jika ada,” ungkapnya.

Menurut dia, sangat mungkin Densus 88 akan melanjutkan perburuan terduga teroris lainnya pascakejadian kemarin.

“Tujuannya dalam rangka melengkapi narasi soal jaringan terkait pelaku aksi jika ada,” sambungnya. (idr/syn/jpgrup)