Kamis, 30 April 2026
Beranda blog Halaman 13805

BC Musnahkan Barang Tegahan, Tersangkanya Tak Ditangkap

0
KPPBC Tipe Madya Pabean (TMP) B Tanjungpinang melakukan pemusnahan barang milik negara hasil penindakan di Area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ganet Tanjungpinang, Selasa (7/2). F.Yusnadi/Batam Pos

batampos.co.id – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) B Tanjungpinang melakukan pemusnahan barang milik negara hasil penindakan di Area Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Dinas Perumahaan Rakyat, Kawasan Pemukiman, Kebersihan dan Pertamanan (DPRKPKP), Jalan Ganet, Batu 12, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Selasa (7/2).

Informasi di lapangan, pemusnahan barang milik negara tersebut merupakan hasil penegahan dari 2014-2016. Diantaranya rokok berbagai jenis merek sebanyak 1.306.292 batang, Minuman Mengandul Etil Alkohol (MMEA) sebanyak 1.033 botol, beer sebanyak 4.704 kaleng, beras merek apel sebanyak 400 karung, gula pasir sebanyak 645 karung, 15 unit springbed, 100 karung berisikan pakaian, dan sepatu bekas, serta 100 unit Hp merek nokia.

Namun dari sekian banyak barang tegahan ilegal asal Malaysia, Singapura, Thailand, dan Kamboja yang dimusnahkan KPPBC TMP B Tanjungpinang dari seluruh perairan Kabupaten Bintan-Tanjungpinang tak satupun tersangka yang berhasil diamankan. Diduga pemilik barang, pihak pemasoknya maupun pihak yang ditugaskan untuk mengangkut barang ilegal dengan menggunakan kapal ferry dan kapal ikan dibebaskan.

“Kami tidak menangkap pelakunya. Tapi hanya mengamankan barangnya saja. Karena sewaktu kami geledah diatas kapal tak ada orangnya,” ujar Kepala KPPBC TMP B Tanjungpinang, Duki Rusnadi usai memusnahkan barang milik negara hasil penindakan itu.

Bedasarkan surat dari Kepala Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL ) Batam dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Nomor S-2,13,14,15/MK.06/WKN.03/KNL.04/2017 dan Nomor 16,17,18,19,21/MK.06/WKN.03/KNL.04/2017 tentang persetujuan pemusnahan barang yang menjadi milik negara dan Surat Keputusan (SK) KPPBC TMP B Tanjungpinang dengan Nomor KEP-06/WBC.04/KPP.MP.02/2017 serta Surat Tugas KPPPBC TMP B Tanjungpinang dengan Nomor ST-36/WBC.04/KPP.MP.02/2017.

Barang tegahan itu sengaja dimusnahkan. Sebab dari hasil tes Balai Karantina Tanjungpinang, barang tersebut tidak layak dikonsumsi seperti beras dan gula. Kemudian miras, rokok, elektronik, dan barang bekas termasuk barang yang dilarang untuk diimpor alias ilegal.

“Semua barang harus dimusnahkan baik dengan cara dibakar, dihancurkan maupun ditimbun,” jelasnya.

Duki menambahkan bahwa KPPBC TMP B Tanjungpinang juga berhasil menegah beberapa barang yang layak dikonsumsi. Diantaranya bawang merah sebanyak 400 karung, bawang putih sebanyak 70 karung dan 30 karung kentang. Barang itu semua masih disimpannya di Gudang BC, Batu 5, Tanjungpinang.

“Barang itu akan kami hibahkan kepada yayasan panti asuhan dan panti jompo di Kabupaten Bintan,” tambahnya.

Pantauan dilapangan, pemusnahan barang milik negara itu dilakukan oleh 15 orang dari beberapa instansi terkait. Diantaranya KPPPBC TMP B Tanjungpinang, Kejari Tanjungpinang, Imigrasi Kelas II A Tanjungpinang, Polres Bintan dan Tanjungpinang, TNI AL, AU dan AD, KPKNL Batam, Balai Karantina Perikanan Tanjungpinang dan DPRKPKP Tanjungpinang. Barang yang pertama kali dimusnahkan yaitu berbagai jenis rokok dengan cara dibakar. Kemudian pemusnahan yang kedua dengan pemecahan botol miras dilanjutkan dengan pengancuran miras kemasan botol dan kaleng dengan alat berat. Dan terakhir membuang beras, gula, elektronik, springbed, dan pakaian bekas kedalam lobang lalu menimbunnya. (ary)

Lebih Banyak Mudarat, Walikota Tolak Aktivitas Tambang

0

batampos.co.id – Walikota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengaku tidak setuju dengan wacana pembukaan kembali tambang bauksit, khususnya di Tanjungpinang. Karena eksploitasi tambang bauksit itu lebih besar mudaratnya dibandingkan manfaatnya.

“Aktivitas bauksit memang sangat merangsang perekonomian. Tapi dampaknya sangat besar seperti merusak lingkungan dan menimbulkan konflik masyarakat,” ujar Lis, kemarin.

Tanjungpinang ini, kata Lis, wilayahnya sangat kecil. Jadi tidak ada lagi lahan kosong yang bisa difungsikan sebagai lahan garapan. Bahkan bedasarkan Rencana Tata Ruang Wilyah (RTRW), tidak ada satupun kawasan di daerah ini diperuntukan untuk pertambangan.

Lalu, lanjut Lis, seluruh perusahaan tambang yang pernah beraktivitas di Tanjungpinang izinnya tak berlaku lagi alias mati. Diharapkan Pemprov Kepri yang berkewenangan mengurus pertambangan juga tidak menerbitkan Surat Izin Usaha Pertambangan (SIUP) baru di Tanjungpinang. Sehingga daerah ini bebas dari ekspolitasi segala bentuk pertambangan.

“Gara-gara bauksit jalan gampang rusak, bedebu dan merusak kesehatan. Kalau tak ditindak, ujung-ujungnya pemerintah disalahkan. Inilah yang buat kami pening.,” jelasnya.

Khusus perusahaan yang masih menyimpan bauksitnya (stockfile), sambungnya, dipersilahkan untuk diangkut ataupun dijual. Tetapi untuk beraktivitas lagi tidak akan diperbolehkan. Karena dia akan menindak tegas bagi perusahaan yang melanggar aturan itu.

“Bagi yang ada stockfile dipersilahkan mengangkutnya. Tapi ingat gak ada aktivitas garapan bauksit lagi. Karena jika daerah ini terus ditambang bisa rata semuanya. Akibatnya panas dan kondisi tanah akan kering serta susah air,” ungkap Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kepri ini.

Diberitakan sebelumnya, seorang pengusaha properti ternama di Tanjungpinang, Suryono juga menyiratkan optimisme di balik rencana dibukanya kembali tambang bauksit di pulau Bintan. Ia menaksir, efek dari sektor tambang yang pernah jaya di eranya ini akan mampu membangkitkan ekenomi Tanjungpinang dan Bintan dari kelesuan.

“Ya sudah pasti karena orang akan semakin mudah mendapatkan pekerjaan,” ucap Suryono.

Hal senada dikatakan, Komisi II DPRD Kepri, Iskandarsyah. Menurutnya dengan adanya pembukaan kembali sektor tambang bauksit dapat merangsang geliat pertumbuhan ekonomi Provinsi Kepri.

“Dan tak bisa dipingkiri pula bahwa berjalannya bauksit mampu memberikan stimulus pada perekonomian Kepri bahkan sampai kepada lapisan masyarakat. Karena pengaruh bauksit ini cukup signifikan,” ujar Iskandarsyah, kemarin.

Pengaruh yang paling nyata itu, sambung Iskandarsyah, ditengarai dengan kemungkinan akan terbukanya banyak lapangan kerja bagi masyarakat luas. Dalam istilahnya, pertambangan bauksit sebagai sektor padat modal dan padat kerja.

Jadi rencana dibukanya kembali izin pertambangan bauksit perlu didukung pemerintah daerah. Sebab diyakininya bauksit akan ikut menyumbang pendapatan asli daerah.

“Tetapi rencana ini tidak boleh diterima dengan sembrono. Dan tidak boleh asal-asalan demi meraup keuntungan semata,” ujar politisi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ini. (ary)

Jawa Pos Pemegang Saham Mayoritas PT Persebaya Indonesia

0
Direktur Utama PT Persebaya Indonesia Azrul Ananda (dua dari kanan). (Angger Bondan/Jawa Pos)

batampos.co.id – PT Jawa Pos Sportainment (JPS) kini menjadi pemegang saham mayoritas PT Persebaya Indonesia dengan komposisi 70 persen, sedangkan 30 persen saham lainnya dimiliki 20 klub anggota yang tergabung dalam Koperasi Surya Abadi Persebaya (SAP).

Keputusan itu tertuang dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) PT Persebaya Indonesia di Graha Pena, Surabaya, Selasa (7/2).

Perubahan komposisi saham tersebut diikuti pembaruan susunan direksi. Kursi direktur utama PT Persebaya Indonesia, yang di dunia sepak bola lazim disebut presiden klub, kini ditempati Azrul Ananda.

’’Kami bersyukur proses pengalihan saham ini berjalan lancar. Kami mohon maaf kalau selama ini sangat minim berkomunikasi karena kami ingin segala proses berjalan sebaik-baiknya,’’ kata Azrul.

Menurut dia, lancarnya proses pengalihan saham itu tidak lepas dari dukungan banyak pihak.

’’Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pengurus Persebaya yang selama ini telah berjuang dan bekerja walaupun keadaan sangat menantang. Juga kepada seluruh fans Persebaya yang setia mendukung dan ikut berjuang menjaga eksistensi tim. Tidak lupa, kami mengucapkan terima kasih kepada PSSI yang mengembalikan status Persebaya sebagai salah satu komponen utama sepak bola nasional,’’ tuturnya.

Azrul mengungkapkan, Jawa Pos memiliki sejarah panjang bersama Persebaya. Dan, sekarang Jawa Pos dan Persebaya akan menjalani babak baru bersama.

’’Kami akan bekerja mempersiapkan kelangsungan klub ini. Bukan hanya untuk satu atau dua tahun ke depan, tapi untuk jangka panjang,’’ tegasnya.

Ketua Koperasi SAP Maurits Pangkey menyatakan lega atas kesepakatan tersebut. Menurut dia, Persebaya akan memasuki era baru dengan lebih terstruktur dan profesional.

“Jawa Pos tentu sudah memperhitungkan segala sesuatunya dengan cermat. Kami optimistis Persebaya bisa terbang tinggi lagi bersama mereka,’’ kata pria yang akrab disapa Champ itu.

Sambutan positif datang dari mantan bintang Persebaya Bejo Sugiantoro.

’’Sebagai warga Surabaya, saya berterima kasih kepada Jawa Pos yang sudah bersedia menyelesaikan segala keruwetan Persebaya dalam beberapa tahun terakhir,’’ ungkapnya.

Bejo yakin manajemen baru akan membuat Persebaya tertata rapi. Baik dari segi tim maupun finansial. Dia optimistis Persebaya bisa kembali menjadi tim yang disegani dengan prestasi.

’’Meski saya saat ini ada di tim pesaing Persebaya di Liga 2, optimisme tinggi tetap saya sertakan untuk Persebaya. Era baru sudah dimulai,’’ kata pria yang kini menjadi asisten pelatih Persik Kediri itu.

Sejarah panjang Persebaya memiliki relasi yang sangat dekat dengan Jawa Pos. Pada 1980-an, klub itu dibangkitkan Jawa Pos dan menjadi salah satu kekuatan utama sepak bola di Indonesia. Tidak sekadar memberitakan Persebaya, Jawa Pos juga mengoordinasikan program away bersama fans yang dikenal sebagai ’’Tret-tet-tet’’ dengan ribuan peserta.

Jawa Pos juga membangun identitas dengan menciptakan julukan Green Force bagi Persebaya serta ikon wong mangap dan tag line ’’Kami Haus Gol Kamu’’. Tagline tersebut dicetuskan Jawa Pos pada 1987 dan sampai sekarang menjadi salah satu tagline sepak bola terpopuler di Indonesia.

Di bidang olahraga dan entertainment, Jawa Pos melalui PT DBL Indonesia terbukti berhasil mengaktifkan olahraga basket dengan cara kreatif dan sustainable secara bisnis. Menggelar liga basket pelajar terbesar sejak 2004 hingga sekarang. Menjangkau 25 kota di 22 provinsi, mulai Aceh hingga Papua.

Di level profesional, PT DBL Indonesia pernah sukses mengelola National Basketball League (NBL) Indonesia pada 2010–2015. Liga basket profesional kasta tertinggi yang telah mati suri akibat pengelola sebelumnya yang kolaps berhasil bangkit. Periode lima tahun itu disebut-sebut sebagai periode terbaik dalam sejarah liga basket Indonesia.

Program-program Persebaya, launching tim, dan sebagainya akan diumumkan dalam waktu dekat. (io/c5/ca)

Kijang City Walk, Tempat Favorit Rekreasi Keluarga

0
Sejumlah murid SD bermain di Kijang City Walk, Selasa (7/2). F.Choky/Batam Pos

batampos.co.id – Kijang City Walk (KCW) di Bintan Timur, yang merupakan ikon Kota Kijang, menjadi salah satu tempat favorit yang sering dikunjungi sebagai tempat ngumpul, dan bersantai ria bersama teman dan keluarga. Tidak hanya masyarakat Bintan, namun destinasi rekreasi ini juga sering dikunjungi oleh masyarakat dari luar daerah Bintan.

Seperti Marisa 27, salah satu pengunjung yang berasal dari Tanjungpinang ini sengaja menyempatkan waktu liburannya untuk berkeliling menikmati pemandangan keindahan Kota Kijang, melalui jembatan selayang, yang merupakan satu dari sekian fasilitas yang dihadirkan di area KCW. “Asik, seru. Tempatnya bagus,” ujarnya, kepada Batam Pos, Selasa (7/2).

Wanita Kelahiran Medan ini mengaku mengetahui tempat rekreasi tersebut dari rekan kerjanya di salah satu perusahaan swasta di Tanjungpinang. Tak jarang bagi masyarakat yang berkunjung ke tempat ini selalu mengabadikan perjalanannya dengan berfoto bersama teman dan keluarganya.

“Teman yang bilang kemarin, katanya di Kijang ada tempat bagus. Bisa lihat pemandangan yang indah dari atas jembatan panjang, yang unik bentuknya,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Bintan Timur, Rusli, mengatakan untuk semakin memperindah suasana dari taman rekreasi ini, Pemkab Bintan sudah berencana akan membangun air pancur yang lokasinya akan dibuat di area bawah taman.

“Insya Allah tahun ini (2017) taman rekreasi itu akan dipercantik lagi dengan tambahan air pancur yang sudah dianggarkan. Sehingga masyarakat bisa lebih puas menikmati keindahan di taman tersebut,” terangnya.

Selain jembatan, kawasan Kijang City Walk yang dibangun sejak tahun 2015 ini juga dilengkapi wahana permainan untuk anak- anak, seperti perosotan, ayunan, dan beberapa alat olahraga. Dan seluruh fasilitas ini bisa di nikmati secara gratis oleh pengunjung.

Tak hanya itu, KCW pun kian menjadi primadona lantaran juga berdekatan dengan kebun binatang mini, taman kota yang memiliki danau buatan, pujasera, serta lapangan olahraga futsal dan bola  basket, hingga komplek Masjid Raya Nurul Iman. (cr20)

Erik Tewas Ditikam Teman Sendiri

0

batampos.co.id – Erik Nasution alias Ucok, 32, tewas di kos-kosan lantai dua Pasar Induk Jodoh, Lubukbaja, Senin (7/2) sekitar pukul 23.30 WIB. Diduga ia tewas setelah ditikam Wira Pranata Ginting, 32.

Oyon, salah satu warga yang tinggal di Pasar Induk Jodoh mengatakan kejadian ini bermula dari Ucok yang pada malam itu meminta Wira yang sedang menjaga parkiran di Pasar Tos 3000 untuk istirahat.

“Dia (Ucok, red) bilang sama si Wira ini, istirahatlah bro, kasihlah yang lain parkir. Selain ngomong itu, dia (Ucok, red) juga meminta kepada Wira untuk bayarkan kopinya,” katanya.

Setelah mendapatkan perkataan dari Ucok itu, Wira pun merasa emosi. Ia menghampiri Ucok di kos-kosannya tersebut dan langsung menusuk Ucok sebanyak tiga kali.

“Waktu itu terdengar jeritan di lantai dua. Kemudian kami cek, Ucok sudah berdarah. Terlihat ia masih bergerak, kami larikan ke rumah sakit. Tapi sampai di rumah sakit sudah meninggal,” kata Oyon.

Menurut Oyon, selama kenal sama Wira dan Ucok, mereka merupakan anak yang baik. Namun mempunyai sifat dan tempramen yang berbeda. Selain itu, mereka juga berteman baik dan sempat tinggal satu kos-kosan bersama.

“Keputusan pihak keluarga, Ucok dikebumikan di Batam atau di Sei Panas. Dia diurus sama keluarga besar pasar induk dan keluarga besar ikatan keluarga besar Siantar,” tuturnya.

Sementara itu, Kapolsek Lubukbaja Kompol I Putu Bayu Pati mengungkapkan kronologis kejadian ini bermula dari salah seorang saksi, Ori memasak di lantai dua kos-kosan tersebut.

“Saksi mendengar suara jeritan kemudian saksi melihat di sekitar dan di bagian dasar kosan, akan tetapi tidak ada orang yang sedang bertengkar, selanjutnya saksi kembali melanjutkan memasaknya,” ujar Putu Bayu.

Setelah Ori selesai memasak, kemudian Ori menuju ke kamar Ucok dan melihat Wira sedang berada di sekitar kamar Ucok. Karena tidak ada merasa curiga, kemudian Ori masuk ke kamar korban.

“Setelah di dalam kamar korban pada saat itu saksi kaget karena melihat korban sudah tersungkur dan berlumuran darah,” tuturnya.

Setelah melihat Ucok tertelungkup dalam keadaan berlumuran darah, kemudian Ori segera turun dari lantai dua kos-kosan itu untuk meminta bantuan dari warga sekitar.

“Warga langsung naik dan menuju ke kamar korban, karena melihat korban dalam keadaan berlumuran darah, mereka langsung membawa korban ke Rumah Sakit Budi Kemuliaan untuk mendapatkan pertolongan,” kataya.

Namun, sesampainya di Rumah Sakit Budi Kemuliaan, Ucok langsung menghembuskan nafas terakhirnya. Nyawa Ucok tidak dapat tertolong lagi akibat kehabisan darah.

“Korban mengalami luka di bagian kepala, dua luka tusuk di bagian dada sebelah kiri, luka sayat di bagian tangan kiri, dan luka sayatan dibagian telapak kaki sebelah kiri,” terang Putu.

Setelah mendapat laporan tersebut, kemudian Putu beserta anggota Opsnal Polsek Lubukbaja melakukan Olah TKP dan mendapatkan identitas tersangka dari keterangan beberapa orang saksi.

“Sekitar 45 menit setelah kejadian, kami lakukan pencarian dan berhasil menangkap tersangka di Perumahan Happy Garden, beserta barang bukti berupa sebilah besi yang dipakai pelaku untuk menusuk korban,” imbuhnya. (cr1)

Banyak Pengajuan Pindah, ASN di Anambas Berkurang

0
Pegawai di lingkungan kabupaten Kepulauan Anambas sedang melaksanakan apel sore. Foto : Batampos

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas masih kekurangan tenaga Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini diakibatkan banyaknya pegawai yang mengusulkan rekomendasi pindah. Selain itu disebabkan karena adanya perubahan kewengangan dari daerah kepada provinsi sesuai dengan UU No 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah.

“Saat ini jumlah ASN berkisar 1465 orang. Jumlah ini masih kurang, dan membutuhkan tambahan pegawai,” ujar Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Rusmanda, Senin (7/2).

Dia mengakui, terkait kekurangan ASN tersebut, pihaknya telah mengusulkan ke Menpan RB untuk menambah kuota. Namun, hingga saat ini belum ada kebijakan dari Menpan RB. “Pemerintah Daerah, hanya sebatas mengusulkan saja. Dan keputusan globalnya ada pada Kemenpan itu sendiri. Hingga saat ini kita masih menunggu keputusan dari Menpan RB,”terangnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kepulauan Anambas, Linda Maryati menerangkan, sejak tahun 2016 lalu, berkisar 400 ASN mengajukan pindah dari Pemkab Anambas.

“Awal Tahun 2016 lalu, ASN Anambas berjumlah 1854. Jumlah yang pindah, baik itu yang kewenangan provinsi dan beberapa pegawai mengajukan rekom pindah dari Anambas berkisar 389 orang. Saat ini jumlah ASN Anambas 1465. Untuk itu kami menambah Pegawai Tidak Tetap (PTT) agar roda pemerintahan tetap berjalan normal,” terangnya.

Dia mengakui, sejak tahun 2016 hingga 2017, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas tidak mendapat kuota penambahan PNS dari Kementrian. Dan pihaknya juga masih melakukan evaluasi ASN terkait telah dilakukannya SOTK baru.

“Kita masih mendata, nanti Kementrian melakukan evaluasi. Apakah ASN di Anambas cukup atau kekurangan. Mungkin disitu nanti baru ketahuan, apakah kita butuh kuota atau tidak,”jelasnya.

Untuk mengatasi hal tersebut, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Anambas telah mendatangi Kementrian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), untuk meminta kuota Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018 mendatang. “Pemkab Anambas sangat membutuhkan penambahan tenaga baru. Agar birokrasi pemerintahan bisa berjalan lancar, serta kinerja masing-masing SKPD dapat ditingkatkan,” kata Sekretaris Komisi I DPRD Anambas, Ayub. (sya)

Beberapa Desa Ini Listrik Nyala Hanya Malam Hari

0
Kantor camat Ungar masih menyewa rumah warga. Listrik hanya nyala malam hari. Foto : Batampos.

batampos.co.id – Masyarakat di Kecamatan Ungar yang terdiri dari kelurahan Alai, Desa Batulimau, Desa Sungai Buluh, dan Desa Ngal baru menikmati penerangan listrik malam hari. Sedangkan siang hari listrik padam, kondisi ini dirasa sangat mengganggu aktivitas perkantoran, sekolah dan usaha rumahan. Dalam hal ini masyarakat berharap listrik dapat menyala siang dan malam hari (24) jam.

Keluhan warga dibenarkan Camat Ungar Farida Syahdu saat dikonfirmasi, Selasa (7/2) kemarin. Diakuinya ketika ia berkunjung ke desa yang dikeluhkan masalah listrik serta akses jalan. Listrik di kecamatan Ungar menyala dari pukul 17.00 Wib dan padam pukul 07.00 WIB, pagi hari. Bahkan sebelumnya listrik menyala hanya 7 jam, dari pukul 17.00 Wib padam pukul 23.00 WIB tengah malam.

“Yang sangat dirasakan saat aktifitas kantor dan di sejumlah sekolah yang mengoperasikan komputer. Karena listrik hanya nyala malam hari, sehingga untuk mengoperasikan komputer terpaksa gunakan mesin generator set (genset). Sementara biayanya lebih besar, ini keluhan yang dirasakan,” ungkap Syahdu.

Sebelumnya General Manager (GM) PT.PLN (persero) wilayah Riau dan Kepri Feby Joko Priharto menyebutkan berdasarkan rasio elektrifikasi provinsi Riau dan Kepri terus meningkat. Berdasarkan data kelistrikan PT.PLN (persero) wilayah Riau Kepri 2015 dari 417 desa yang sudah mendapat aliran listrik baru sekitar 75,06 persen. Sehingga tersisa 104 desa lagi yang belum mendapat aliran listrik. Pada tahun 2016 PLN terus meningkatkan rasio desa berlistrik di wilayah Kepri 77,22 peresen dengan perincian tambahan 15 desa menjadi 322 desa yang sudah berlistrik. Ditargetkan pada tahun 2019 seluruh desa di wilayah provinsi Kepri sudah dialiri listrik selama 24 jam, hal itu disampaikan saat peresmian jaringan listrik desa akhir Desember 2016 lalu di Tanjungbatu. (ims)

 

 

Pak Wali, Warga Batam Buntuh Sangat Ruang Terbuka Hijau

0
Warga Batuaji dan Sagulung sedang olahraga tali disenja hari di ruang terbuka hijau di samping Mall SP Plaza, Sagulung, Senin (6/2). Lokasi ini selalu ramai sore hari yang digunakan warga olahraga, tempat ini juga banyak fasilitasnya, mulai dari panggung, lapangan futsal, lapangan takraw, dan banyak lainnya. F. Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Warga Sagulung dan Batuaji memadati lapangan terbuka hijau di samping Mall SP Plaza, Sagulung, Senin (6/2). Kebanyakan dari mereka berolah raga dengan menggunakan fasilitas yang disiapkan pengelola mall.

Olahraga  yang rutin dilakukan warga di sana setiap harinya diantaranya lompat tali, (Skipping), lari (Jogging), takraw, volli, badminton dan sepatu roda.

“Saya rutin setiap hari berolahraga di sini bersama kawan-kawan. Biasanya saya main skipping supaya badan saya menjadi tinggi,” kata Novan Anggara, 17,  warga Puskopkar.

Novan mengucapkan terimakasih kepada pengelola mal yang sudah menyiapkan fasilitas  berolahraga dengan gratis.

“Saya berharap fasilitas ini bisa bertahan lama. Ini juga penting bagi para pekerja untuk melepas penat, seharian bekerja di perusahaan,” katanya.

Seperti yang dikatakan pengunjung lainnya, Juliandika Winarno, 16, yang juga melakukan olahraga berharap taman terbuka hijau ini bisa bertahan lama fasiltas yang ada. Dan kalau bisa ditambah lagi fasiltasnya, harap warga yang tinggal di Pasar Mandalai ini.

Josua Bastian, 17, yang menyukai olahraga takraw ini mengatakan, bila Sabtu sore lokasi ini sangat ramai sekali, kira-kira mencapi ratusan lebih.  Apalagi Minggu pagi padatnya bukan main yang melakukan olagraga. Yang datang muda-mudi, suami istri membawa anaknya jalan-jalan pagi sambil menghirup udara pagi.

“Boleh dikatakan fasilitas olahraga yang paling lengkap untuk umum ya di sini,” ujar warga yang tinggal di Dapur 12 tersebut. (ali)

Transaksi Wow pada Rekening Marketing Jaya Valasindo

0
Tiga terdakwa perkara TPPU saat menjalani sidang beragendakan keterangan saksi dari pihak bank di Pengadilan Negeri Batam, Selasa (7/2). (Cecep Mulyana/Batam Pos)

batampos.co.d – Ruslan, komisaris sekaligus marketing perusahaan money changer, PT Jaya Valasindo menjalani sidang dengan perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) dan narkoba di Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Dalam sidang yang dipimpin hakim ketua Edward Harris Sinaga itu,  menyidangkan tiga orang terdakwa sekaligus. Selain Ruslan, terdakwa lainnya Tjhioe Hoek alias Edy Tiawarman pemilik PT Jaya Valasindo dan Andias sebagai direktur PT Jaya Valasindo.

Sidang yang berlangsung Selasa (7/2) ini beragendakan mendengarkan keterangan saksi dari pihak perbankan. Diketahui masing-masing terdakwa memiliki rekening lebih dari satu untuk bank yang sama. Mereka memiliki rekening di bank BCA, BNI dan Panin.

Saksi dari BCA Pusat, Endarto Putra Jaya mengatakan, berdasar permintaan BNN Pusat atas izin dari Mahkamah Agung, pihaknya diminta untuk melakukan pemeriksaan rekening dari beberapa nasabah, termasuk rekening para terdakwa.

“Didapati Ruslan memiliki sembilan rekening BCA, Edy empat rekening dan Andias delapan rekening. Keseluruhannya rata-rata dibuka di Kantor Cabang Utama (KCU) Batam,” ujar Endarto.

Rekening milik masing-masing terdakwa yang lebih dari satu itu, dibuka dengan identitas yang beragam. Ada yang menggunakan identitas sama antara rekening satu dengan yang satunya, ada juga yang menggunakan identitas lain tetapi terdapat kesamaan pada profil berupa alamat atau nama ibu.

“Yang jelas rekening tersebut ada transaksi yang berkaitan dengan tindak lanjut permintaan dari BNN Pusat,” ucapnya.

Seperti halnya Ruslan, rekening pertama kali dibuka tahun 2002 dan terakhir di tahun 2009. Dari sembilan rekening jenis tahapan untuk per orangan (pribadi), empat diantaranya ditutup, dan lima rekening yang aktif diblokir sesuai instruksi BNN sekira Agustus 2016 lalu.

“Dari alurnya, ada dana yang keluar masuk mulai ratusan juta hingga miliaran rupiah dalam sehari,” terangnya.

Dana masuk itu diketahui dari nama-nama yang disebut sebagai gembong pengendali sindikat narkotika sekaligus TPPU seperti Pony Tjandra, Agung, Michael dan Freddy, yang diantaranya adalah narapidana di Lapas Cipinang serta Salemba.

“Sehari, terdakwa (Ruslan) biasanya menerima transferan dari tujuh rekening berbeda dengan nominal ratusan juta Rupiah. Dua hari mengendap, ia kembali menarik miliaran Rupiah dan pindah buku ke rekening Ruslan yang lain, kemudian di tarik tunai,” papar saksi yang bekerja di bagian legal BCA.

Sementara, kaitannya dengan Andias dan Edy, mereka juga saling transfer ke rekening Ruslan.

“Andias terima transferan dari Agung, lalu ditransfer lagi ke Ruslan. Begitu juga Edy,” jelas Endarto.

Namun rentetan pendanaan dengan perputaran nominal yang besar itu, tak sepenuhnya bisa terungkap di persidangan dikarenakan banyaknya transaksi yang terjadi per sekian waktu. Untuk itu, Hakim Ketua Edward menugaskan JPU agar mendapatkan titik terang alur pendanaan yang berkaitan dengan perkara.

Lanjut ke saksi dari BNI dan Bank Panin, masing-masingnya mengungkapkan tidak adanya transaksi besar yang terjadi di rekening terdakwa.

Andias diketahui memiliki empat rekening BNI, dua rekening tutup dan dua rekening aktif diblokir per Agustus 2016 sesuai instruksi BNN Pusat. Sedangkan Edy hanya memiliki satu rekening BNI, dan Ruslan tidak ada.

“Tidak ada transaksi yang dicurigai karena Andias memberikan profil sebagai pengusaha money changer. Dengan transaksi keluar-masuk berkisar ratusan juta Rupiah, dianggap hal yang wajar,” terang Emma.

Doni, saksi dari Bank Panin juga menyebutkan, rekening yang terdaftar adalah atas nama Andias dan PT Jaya Valasindo. Rekening Andias jelas merupakan rekening pribadi dengan transaksi yang tidak begitu aktif dan nominal berkisar jutaan Rupiah saja.

“Sedangkan yang atas nama PT, merupakan rekening untuk transaksi valas tujuan luar negeri,” ungkap Doni.

Dia menjelaskan, karyawan dari PT Jaya Valasindo (bukan terdakwa) mengantarkan uang dalam bentuk rupiah dan minta ditukarkan ke dalam bentuk dolar Singapura atau dolar Amerika, maupun Euro.

“Transaksi itu beragam, dengan nominal miliaran Rupiah,” ucapnya.

Keseluruhan keterangan tiga saksi itu, tidak ada yang disangkal para terdakwa. Sidang kemudian dijadwalkan Rabu (22/2) mendatang. (nji/iil/JPG)

Pemkab-Jaksa Teken MoU Pendampingan Hukum

0

 

batampos.co.id – Pemerintah Kabupaten Karimun dan Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun, kembali melakukan kerjasama yang lebih nyata dalam bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (TUN). Kerja sama untuk kali ketiga ini, ditandatangani oleh Bupati Aunur Rafiq, dan Kepala Kejaksaan Negeri Slamet Sentosa, Selasa (7/2) kemarin.

Kesepakatan kerja sama bidang pendampingan hukum perdata dan tata usaha negara ini, diawali tahun 2012-2014. Kemudian dilanjutkan tahun 2014-2016. Dan kembali dilanjutkan periode 2017-2019.

Selama kerja sama di bidang pendampingan hukum ini, sudah tujuh kasus yang ditangani sekaligus dituntaskan. Empat diantaranya menyangkut kasus perdata, dan tiga tata usaha negara (TUN).

“Hasilnya, semua perkara yang masuk sudah dituntaskan dengan baik. Artinya, pihak pemerintah memenangkan perkara tersebut. Putusannya sudah inkrah,” tegas Aunur Rafiq.

Oleh karenanya, Rafiq menilai, sangat perlu dilakukan kerja sama di bidang pendampingan hukum dengan pihak kejaksaan. Apalagi kerja sama dimaksud tidak ada dalam bentuk uang. Karena, kejaksaan sudah termasuk sebagai pengacara negara.
“Jadi, mereka dibayar oleh negara,” tutur Rafiq diamini Slamet.

Salah satu kasus perdata yang masih mendapat perhatian serius dari pemerintah adalah gugatan pembebasan lahan eks SMAN 1 Karimun. Di mana, kasusnya sudah masuk ke Mahkamah Agung (MA). “Sampai saat ini masih berjalan. Kasusnya belum putus, masih di MA,” tegas Rafiq. (enl)