batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam akan kembali meminta permohonan hibah Pasar Induk Jodoh ke Badan Pengusahaan (BP) Batam. Hal ini musti dilakukan untuk memberikan lahan kepada para pedagang kaki lima (PKL) dan para pengusaha UKM untuk mempromosikan produk dagangan mereka.
“Kami sangat kesulitan mencari lahan di Kota Batam, karena sangat terbatas. Makanya kami akan menyurati kembali BP Batam untuk menghibahkan lahan beserta bangunan di Pasar Induk Jodoh,” kata Kepala Dinas PMP-UKM, Pebrialin, kemarin (30/4).
Surat permohonan hibah ini akan ditandatangani langsung oleh Wali Kota Batam, Rudi. Pebrialin berharap dengan kepemimpinan BP Batam di bawah arahan Hatanto Reksodipoetro dapat bersikap bijak sehingga hal tersebut bisa terealisasi dengan baik.
“Mudah-mudahan bisa segera terealisasi sehingga kami bisa bekerjasama dengan pihak swasta untuk mengelolanya,” ujarnya.
Saat ini, menurut Pebrialin, kondisi Pasar Induk Jodoh sangat tidak layak. Semakin lama akan semakin hancur jika tidak dikelola.
”Kondisi sekarang tak memungkinkan lagi, Jika dihibahkan, segera kami revitalisasi,” jelasnya lagi.
Jika sudah terbenahi, Febrialin yakin pasar tersebut akan mampu menampung PKL di daerah sektiar seperti PKL dari Toss 3000.(leo)
batampos.co.id – Seorang pria pelancong asal Singapura berkunjung ke Batam mengenakann kaos oblong merah bergambar palu-arit.
AZ, inisial pria itu langsung diamankan Unit Intelijen Komando Distrik Militer (Kodim) 0316/Batam, Sabtu (30/4/2016) sekira pukul 13.30 WIB.
Saat itu AZ baru tiba di Pelabuhan Ferry Internasional Batam Centre bersama keluargannya dan langsung menuju Mega Mall untuk makan siang dan berbelanja.
Informasi yang didapat, kaos merah bergambarkan palu arit tersebut didapat pria bernomor paspor E4199500K dari saudaranya sebagai oleh-oleh setelah berkunjung dari negara Vietnam. Kaos berlogo ideologi tersebut diberikan kepada yang bersangkutan di Singapura. Demikian posmetro.co memberitakan.
Tahu pria kelahiran Singapura 4 September 1987 ini salah, anggota langsung memberikan pengertian bahwa kaos berlambang palu arit (simbol PKI) tidak boleh dipakai karena PKI adalah organisasi terlarang di Indonesia.
Tak hanya itu, anggota juga meminta AZ melepaskan kaos merah tadi kemudian menggantinya dengan baju yang lain.
Sehelai kaos warna merah bergambar palu arit tadi diamankan guna barang bukti. (cnk/rpg)
batampos.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Batam berencana untuk menaikkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di seluruh Batam. Pasalnya, NJOP yang berlaku di Batam saat ini dinilai tak sesuai dengan nilai jual pasaran.
”Rencananya baru akan diterapkan pada 2017 nanti, kita sesuaikan ulang lah,” kata Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Batam, Jefridin, Jumat (29/4).
Menurut Jefridin, saat ini NJOP yang berlaku di Batam masih mengacu pada ketentuan tahun 2013. Padahal, dengan estimasi harga tanah maupun properti di Batam yang terus meroket saat ini, NJOP yang dipakai dinilai sudah tidak relevan. Dengan penyesuaian itu nanti, harga jual objek pajak di masing-masing wilayah ditaksir akan mendekati nilai pasaran.
”Tapi tenang saja, kami perkirakan penyesuaiannya itu nanti juga masih jauh dari harga pasaran kok,” kata dia.
Mantan guru ini mencontohkan NJOP untuk kawasan elite di Batam, seperti di Perumahan Sukajadi. Sejauh ini, kata dia, NJOP di kawasan tersebut masih berkisar Rp 1,5 juta per meter persegi. Padahal, pasaran nilai jual kawasan tersebut bisa mencapai puluhan juta per meter persegi
”Untuk kawasan Sukajadi, kami perkirakan naik tapi di kisaran Rp 4 juta,” paparnya.
Lebih lanjut, Kepala Dinas mengungkap pihaknya telah membentuk tim penilaian yang sudah mulai bekerja. Sehingga, mulai awal tahun depan NJOP Batam sudah bisa disesuaikan. Dalam satu kecamatan, NJOP bisa berbeda-beda sesuai Zona Nilai Tanah (ZNT).
”Nanti hitungannya per blok, dimana lahan strategis tentu berbeda harganya dengan lahan yang di belakang,” kata dia lagi.
Upaya penyesuaian tarif NJOP itu otomatis menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan, Pedesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kota Batam. Namun, menurut Jefridin, kenaikan PBB tak akan memberatkan masyarakat lantaran pajak favorit daerah itu hanya dibayar setahun sekali.
”Toh PBB itu juga untuk PAD (pendapatan asli daerah) Kota Batam, untuk mendukung pembangunan kota ini,” jelasnya. (rna)
Suasana pameran bertajuk Auto Show di Keri Mall. Foto: Octo/ Batam Pos
batampos.co.id – Batam Pos kembali menggelar pameran otomotif. Pameran bertajuk Auto Show ini merupakan yang ketiga kalinya diadakan. Pameran ini diadakan selama delapan hari, mulai tanggal 30 April sampai 7 Mei 2016 di Kepri Mall.
Pengunjung Kepri Mall terutama pecinta otomotif akan disuguhi beragam pilihan mobil dan motor keluaran terbaru. Manager EO Batam Pos, Mider Sinaga mengatakan, pameran otomotif ini diikuti 22 stand. “Antara lain Ford, Toyota, Datsun, Honda, Mazda, Suzuki dan masih banyak lagi,” ujarnya kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id), Sabtu (30/4).
Selain stand mobil, juga ada stand motor. “Seperti Honda, Suzuki Satria dan Sym,” tutur Mider. Kemudian ada stand untuk pelayanan coating mobil dan penjualan aksesoris mobil. “Seperti Scuto laminating yang melindungi cat mobil maupun motor,” tambahnya.
Seperti pameran pada umumnya, masing-masing stand tentunya mempunyai penawaran yang menarik. “Peserta stand tentunya akan memberikan diskon kepada pengunjung selama pameran Auto Show ini,” pungkas Mider. (cr16)
batampos.co.id – Duka yang mendalam dialami keluarga Yuliana Soputan warga kavling Sagulung Baru (Saguba) blok V/99, kelurahan Seibinti Sagulung. Pasalnya sosok jenazah wanita yang ditemukan membusuk di lahan kosong depan gedung Balai Kesehatan, Marina, Sekupang, kemarin (30/4) tak lain adalah Sandra Jawar anak perempuan dari Yuliana.
Keluarga Yuliana sangat terpukul dengan kenyataan itu. Siang kemarin saat koran Batam Pos (grup mbatampos.co.id) mendatangi rumah duka, Yuliana dan empat orang cucunya anak terlihat shock berat. Mata wanita paruh bayah itu tampak bengkak. Begitu juga dengan Andreas, 15 anak pertama Sandra dan tiga adik perempuannya juga tampak terlarut dalam kesedihan. “Mama pulang ya, jangan tinggalin kami,”kata Andreas dalam tangisan.
Warga pelayat yang sudah berkumpul dalam rumah tersebut pun diselimuti perasaan sedih mendengar tangisan Andreas dan tiga adiknya. Beberapa warga terlihat menitikan air mata mendengar tangisan Yuliana dan empat cucunya. “Yang sabar ya nak, semuanya serahkan kepada yang Maha Kuasa,” ujar beberapa warga pelayat menenangkan Andreas.
Menurut cerita Andreas, putra sulung Sandra, Sandra pergi meninggalkan rumah sejak Senin (25/4) malam lalu. “Kira-kira pukul 23.00 WIB, mama pergi katanya mau jumpa sama orang yang mau pinjamin uang ke mama di daerah Merlion (Marina),” kata Andreas.
Sebelum Sandra pergi, memang diakui Andreas, ponsel mamanya berdering dan sang ibu tampak berbicara mengenai uang pinjaman dengan seorang wanita misterius. “Selesai telepon, mama buru-buru pergi. Katanya harus malam itu jumpain orang yang mau pinjami mama uang itu. Yang nelpon mama itu perempuan. Kata orang itu (penelpon misterius) besok (Selasa 26/4) pagi-pagi dia sudah berangkat ke Malaysia. Jadi mama harus jumpa dia malam itu,” tutur Andreas.
Saat pergi dari rumah, Sandra hanya membawa ponsel. Sandra pergi dengan sepeda motor Suzuki Nex BP 6728 GE warna hijau putih miliknya. “Mama pergi pukul 23.00 WIB. Sejam kemudian karena mama belum pulang juga, oma (Yuliana) telepon mama, tapi nomor hape mama sudah tak aktif lagi,” kata siswi kelas II SMP Tunas Baru itu.
Sejak saat itu, Yuliana dan Andreas mencoba mencari tahu keberadaan Sandra, namun sampai ke esokan harinya, Sandra belum juga pulang. “Karena sudah 24 jam mama tak pulang, Selasa (26/4) malam tante (Agnes Yanti) lapor ke polisi (Polsek Sagulung),” kata Andreas.
Laporan kehilangan orang itu sepertinya tak ditanggapi serius oleh kepolisian sehingga keluarga Sandra mencoba mencari sendiri ke berbagai penjuru kota Batam. “Sudah kami cari kemana-mana, mama tak jumpa juga. Telepon ke kampung (Manado) juga tak ada yang tahu,” kata Andreas.
Kemarin siang saat Andreas sedang belajar di sekolah, mendadak ada panggilan dari pihak guru. “Salah satu guru saya kok nangis saat panggil saya,” ujar Andreas.
Andreas terlukai lemas saat salah satu pamannya dan guru-guru di sekolahnya memberitahukan kabar duka itu. “Mama kenapa meninggal? Mama tidak punya musuh selama ini. Mama pergi hanya mau pinjam uang buat kami,” tutur Andreas.
Selama ini diakui Andreas, Sandra adalah sosok ibu yang baik dan bertanggung jawab. Sandra selalu baik dengan semua orang dan tak punya musuh. Janda empat anak yang sudah lama berpisah dengan suaminya itu sosok pekerja keras yang bisa merawat dan mendidik empat anaknya dengan baik. “Mama kerjanya di toko Furniture, ayah sudah menikah dengan orang lain di kampung. Di sini kami sama mama dan oma,” kata Andreas.
Kematian sang mama, bagi Andreas dan tiga adiknya adalah kenyataan pahit yang harus dihadapi keluarganya. Bagaimana tidak sosok sang tulang punggung keluarga sudah tak ada lagi. Sang ayah telah lama berpisah dan sudah memiliki keluarga baru di kampung halaman. “Sekarang hanya oma yang kami punya,” kata Andreas.
Dengan kejadian tersebut, keluarga besar Yuliana berharap agar pihak kepolisian mengusut tuntas penyebab kematian Sandra sebab kuat dugaan Sandra dibunuh. Sebab sepeda motor dan ponsel yang dibawa Sandra sampai malam kemarin belum juga ketemu.”Motor dan hape mama juga hilang,” kata Andreas. (eja)
Seorang pekerja sedang menurunkan gas saat pendistribusian ke salah satu agen di kawasan Batam Kota. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos
batampos.co.id – Dinas Perindustrian, Perdagangan (Disperindag) dan ESDM Kota Batam menyatakan telah menerima laporan dari masyarakat tentang adanya tabung gas elpiji 3 kilogram (kg) yang tak sesuai standar. Diduga, tabung-tabung itu diproduksi ulang oleh perusahaan rekanan Pertamina yang dulu mendapatkan tender pengadaan tabung.
“Tapi spek (spesifikasi)-nya sudah tidak sesuai lagi karena ketika kerjasama berakhir, Pertamina tak lagi mengecek tabung yang kemungkinan masih diproduksi itu,” terka Plt Kepala Disperindag Kota Batam, Rudi Sakyakirti terkait tabung-tabung tersebut.
Menurut Kepala Dinas, masyarakat yang melapor mengaku khawatir dengan standar keamanan tabung-tabung tersebut. Mengingat, tabung itu digunakan sebagai wadah gas yang punya potensi ledakan jika terjadi kebocoran dan terpapar api.
“Beberapa ditemukan tidak ada logo SNI (Standar Nasional Indonesia), ada yang bentuk tabungnya tidak presisi dan sebagainya,” sebut Rudi.
Meski begitu, Kepala Dinas mengatakan belum akan mengambil tindakan. Pasalnya, kata dia, pihaknya meyakini tabung-tabung itu akan tersortir ketika akan diisi ulang isi gasnya oleh Pertamina.
“Pasti kalau yang tidak sesuai tersisih,” katanya.
Hal itu, dibenarkan pihak Pertamina. Sales Executive LPG Pertamina Kepri, Kibar Kusumah mengatakan Pertamina selaku pendistribusi elpiji 3 kg ke konsumen telah melakukan serangkaian proses pengecekan kelayakan tabung.
“Mulai dari beratnya sesuai atau tidak, fisiknya tidak bocor, ada logo SNI dan sebagainya,” kata Kibar.
Meski begitu, ia katakan jika perusahaan pelat merah itu menemukan tabung yang tidak memiliki kelengkapan persyaratan dimaksud, maka otomatis tabung tersebut tidak akan diloloskan untuk dijual ke masyarakat.
“(tabung itu) tidak dapat diisi di stasiun pengisian bulk elpiji,” paparnya.
Lebih lanjut, pihak Pertamina juga mengimbau agar konsumen elpiji 3 kg membeli gas tersebut di pangkalan-pangkalan resmi agar tidak mendapati tabung yang tidak sesuai spesifikai.
“Jika ada keluhan terhadap layanan dan produk Pertamina dapat menghubungi kontak Pertamina di nomor telepon 1500000,” kata dia. (rna)
Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
batampos.co.id – Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Batam, Udin P Sihaloho meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batam mengkaji aturan larangan acara perpisahan di hotel, restoran, serta kawasan wisata. Karena aturan tersebut justru merugikan pelajar serta pengusaha.
“Artinya aturan ini mengharuskan pelajar melakukan perpisahan di sekolah, sementara acara di sekolah lebih mahal ketimbang di hotel atau pun tempat wisata,” tuding Udin, Jumat (29/4).
Iuran Rp100 ribu persiswa lanjut Udin takkan cukup membiayai kebutuhan acara yang dilakukan di sekolah. “Harus menyewa kursi, tenda, soundsystem, serta membeli makanan,” beber anggota Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini.
Sedangkan di luar seperti hotel, Rp 100 ribu per orang sudah bisa menikmati seluruh paket, termasuk transportasi antar jemput. “Saya sudah tanyakan di Golden Prawn, Rp 70 ribu termasuk makan, kursi, soundsystem, dan panggung. Rp 30 ribu lagi bisa untuk transportasi,” kata Udin.
Karena itu, Udin meminta pemerintah tak melarang pelajar untuk menggelar perpisahan di luar sekolah. “Dengan catatan, iuran yang dibebankan tak melebihi batas kemampuan orangtua. Yang wajar aja,” bebernya lagi.
Udin menambahkan, aturan tersebut memukul dunia usaha, terutama hotel dan restoran. Biasanya acara perpisahan menjadi ladang mereka untuk mendapatkakan kesempatan, kini tak bisa lagi.
Diketahui, Disdik Kota Batam menyurati seluruh sekolah untuk tidak melaksanakan acara perpisahan di hotel dan tempat wisata. Sesuai dengan Surat edaran yang ditandatangani Kadisdik Kota Batam, Muslim Bidin Nomor 416.1/420: 9 SEKER\IV 2016.
“Konsep awalnya karena kita ingin hemat dan menciptakan keakraban,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Muslim Bidin melalui Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdik Kota Batam, Andi Agung, Kamis (28/4).
Alasan Disdik untuk melarang pelaksanaan di tempat wisata seperti pantai juga demi keselamatan siswa. “Nanti kalau terjadi apa-apa, masalah lagi,” kata dia.
Pihaknya juga menghimbau sekolah untuk memanfaatkan sarana dan prasana yang telah dimiliki oleh masing-masing sekolah. “Kalau acara di sekolah, kan mereka bisa mengenang suasana perpisahan tersebut,” jelasnya.
Dia mengharapkan semua sekolah bisa melaksanakan edaran tersebut. “Kemarin rapat finalisasi UN juga sudah kami ingatkan lagi untuk pelaksanaan perpisahan di sekolah saja,” pungkas Andi. (hgt)
batampos.co.id – Dikabarkan menghilang selama 5 hari, akhirnya Sandra (38) ditemukan telah meninggal di Benih Raya Marina, Sekupang dengan kondisi badan yang telah mengeluarkan aroma tidak sedap, Sabtu (30/4).
Salah satu keluarga korban yang dijumpai di Tempat Kejadian Perkara (TKP) menuturkan saat itu Sandra meminta izin untuk pergi menjemput uang di Merlion setelah sebelumnya di telepon oleh seseorang terlebih dahulu.
Sandra yang saat terakhir kali meninggalkan rumahnya yang beralamat di Laguna Raya Blok V no 97, Sagulung, Pergi dari rumah dengan menggunakan sepeda motor matic Suzuki Nex BP 6728 GE bewarna hijau, Senin (25/4) sekira pukul 22.30 WIB.
“Sempat dilarang sama ibu ketika dia mau pergi, namun dia tetap pergi,” ungkap saudara korban Jelmi Sandra.
Jelmi mengungkapkan pihak keluarga sempat mencoba menghubungi janda beranak empat itu pada malam ia meninggalkan rumah. Namun, saat dihubungi handphonenya sudah tidak aktif lagi.
“Karena nomornya gak aktif saat kita hubungi, besoknya kita langsung membuat laporan ke Polsek Sagulung,” terang Jelmi.
Selain membuat laporan kepada pihak kepolisian, Jelmi mengungkapkan keluarga juga sudah berusaha mencari keberadaan korban dengan menghubungi teman terdekat Sandra.
“Kita juga sudah menghubungi teman-temannya, namun dari keterangan temannya menuturkan tidak mengetahui sama sekali,” jelas Jelmi.
Berdasarkan pantauan batampos.co.id, Sandra ditemukan dengan menggunakan baju tidur berwarna pink, dan hanya menggunakan celana dalam. Selain itu, di lokasi kejadian juga ditemukan barang bukti berupa helm, sandal jepit, aqua botol, rokok marlboro, baju, celana, dan jam tangan.
Sementara itu, sepeda motor korban jenis Suzuki Nex tidak ditemukan dilokasi kejadian.
Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Memo Ardian yang ditemukan di TKP mengatakan pihak saat ini masih menunggu hasil otopsi rumah sakit untuk mengetahui apa penyebab meninggalnya korban.
“Kita tunggu hasil dari rumah sakit dulu,” ungkapnya singkat. (eggi)
Angkutan umum Bimbar dan Carry saat menunggu penumpang di halte depan SP Plaza Sagulung. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
batampos.co.id – Angkot ngetem seolah tak terurai di Batam. Belum sempat titik-titik ngetem lama teratasi, titik baru bermunculan.
Misalnya di lengan jalan (arah ke Bandara) Simpang Kabil, di lokasi tersebut jadi primadona angkot yang menuju Nongsa ngetem. Pantauan Batam Pos, kemarin, beberapa angkot terlihat menunggu penumpang di lokasi itu.
Keberadaan angkot itu, kerap menyumbang kemacetan saat jam sibuk. “Ambil sebagian jalan, ya pasti ganggu kendaraan lewat. Coba tengok kalau siang atau sore lah,” ungkap Roni, penambal ban yang tak jauh dari lokasi.
Dikonfirmasi, Kabid Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub Batam, Faisal Riza mengatakan akan langsung mengecek ke lokasi dalam waktu dekat. “Besok atau senin kita suruh anggota ke sana, kita awasi,” katanya.
Dia mengklaim setiap hari pihaknya kerap melakukan pengawasan. “Patroli ada kita tiap hari,” tutup Faisal. (cr13)
batampos.co.id – Suwitnyo, sopir bus sekolah RS di Batuaji harus mendekam di tahanan Mapolsek Batuaji. Pria 26 tahun itu ditangkap karena diduga mencabuli murid TK di sekolah tempat kerjanya, Senin (18/4) siang lalu.
Suwitnyo biasanya mengantar jemput korban dari rumah ke sekolah dan sebaliknya. Pelaku mencabuli korban saat rekan-rekan korban sudah diantar pulang ke Tanjunguncang.
”Korban ini penumpang terakhir saat korban sendirian dalam bus itulah pelaku mencabuli korban,” kata Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu M Said, kemarin (29/4).
Dari pengakuan korban, pelaku mencabuli bocah kecil itu dengan cara memasukan jarinya ke kemaluan korban. Aksi pelaku itu menyebabkan kemaluan korban luka dan berdarah.
”Hasil visum memang luka kemaluan korban,” kata Said.
Meskipun sudah ditetapkan sebagai tersangka, Suwitnyo menyangkal telah mencabuli korban.
”Saya antar yang ke arah Tembesi saja. Saya tak tahu kenapa saya dituduh mencabuli anak itu,” ujar Suwitnyo.
Meskipun Suwitnyo berkelit, polisi tetap menetapkan dia sebagai tersangka. (eja)