batampos.co.id – Badan Keamanan Laut (Bakamla) Zona Barat mengamankan kapal penyelundup beras asal Singapura belum lama ini. Namun hingga saat ini kapal tersebut belum diserahkan ke Bea Cukai untuk diproses lebih lanjut.
“Sampai sekarang belum dilimpahkan (Bakamla),” ungkap Kepala Bidang P2 Bea Cukai Batam, Mujayin, seperti dilansir posmetro.co (grup batampos.co.id), Kamis (8/9/2016) sore.
Tak hanya kapal bermuatan beras yang diduga ilegal itu, Mujayin juga menyebutkan kapal yang menyelundupkan 20 ton pasir timah pertengahan Mei 2016 lalu di perairan Natuna, Kepri, juga belum dilimpahkan Bakamla.
“Kita minta Bakamla segera limpahkan tangkapan tersebut dan itu harus lengkap,” tegas Mujayin.
Sebenarnya, pengusaha atau importir yang hendak melakukan impor berbagai produk pangan ke Batam, tidak perlu menggunakan cara ilegal. Sepanjang menggunakan dokumen yang lengkap dan sah berlaku, maka Bea Cukai tak akan mempersulit.
Nah, saat barang masuk memang harus melalui pemeriksaan fisik oleh Bea Cukai jika melalui jalur merah. Namun jika melalui jalur hijau bebas dari pemeriksaan fisik, hanya pemeriksaan dokumen.
“Hanya 15 persen importir menggunakan jalur merah, sisanya nya 85 persen menggunakan jalur hijau,” ujar Mujayin. Sementara untuk pusat, importir yang menggunakan jalur merah lebih sedikit hanya 5 persen saja.
Mujayin mengakui tak semua barang yang lewat jalur hijau dicek satu persatu. “Dalam hal ini kita ada intel untuk mengawasi dan menyelidikinya,” tutup Mujayin. (cnk/PM/nur)
batampos.co.id – Kepulauan Riau merupakan wilayah yang paling siap menjadi poros maritim Indonesia. Sebab Kepri berbatasan langsung dengan Selat Malaka juga Laut Cina Selatan. Serta memiliki pelabuhan-pelabuhan interrnasional. Namun, sayang, Kepri tidak banyak mendapatkan perhatian.
“Dari rencana pembuatan 24 pelabuhan senilai total Rp 800 triliun itu tidak satupun ada di Kepri. Apa sebab, pemerintah tidak memberi Rp 1 triliun pun untuk membangun pelabuhan di Kepri?” kata Chairman Riau Pos Group, Rida K Liamsi, Kamis (8/9).
Rida hadir sebagai pembicara pemungkas acara focus group discussion (FGD) gagasan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri dan BEM Politeknik Negeri Batam kala itu. FGD tersebut mengangkat tema “Peran Batam Bintan Karimun Mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia dan Menyambungkan Archipelago Melalui Tol Laut”.
Menurutnya, ada tiga hal yang membuat Kepri terpinggirkan. Pertama, karena perairan Kepri dangkal. Ini menyulitkan kapal-kapal besar untuk bersandar.
“Tapi itu kan bisa didalamkan, bisa dikorek. Apa susahnya,” tambahnya.
Alasan kedua, Pemerintah Indonesia takut dengan Singapura. Menurutnya, Singapura tidak akan mau dikalahkan oleh Indonesia. Singapura, tentunya, tidak ingin Indonesia punya pelabuhan hebat. Sebab, kapal-kapal itu akan beralih ke Singapura.
“Tekanan dari Singapura itu sangat besar,” katanya lagi.
Dan alasan ketiga, Pemerintah sengaja tidak memberi anggaran supaya bisa dibangun swasta. Sehingga, wilayah ini dibiarkan hingga ada investor yang tertarik untuk membangunnya.
“Padahal kita punya Karimun. Langsung bikin saja Pelabuhan di Karimun,” ujarnya.
Chairman Riau Pos Group Rida K Liamsi bersama Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Rektor Umra, Kemenko bidang maritim, memberikan pemaparan saat menjadi narasumber pada acara Focus Group Discussion yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kepri bersama BEM Politehnik di Gedung Politehnik Batam, Kamis (8/9). F Cecep Mulyana/Batam Pos
Menurut Rida, ada satu hal yang harus diubah jika ingin mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia. Yakni, pola pikir agraris. Selama ini, masyarakat telah dicekoki doktrin bahwa Indonesia adalah negara agraris. Ini yang menyebabkan anggaran untuk wilayah kepulauan seperti, Kepulauan Riau, tidak banyak.
“Penyusunan anggaran itu tidak boleh lagi berbasis agraris tetapi dari maritim. Harus ada keberanian untuk mengubah itu,” ujarnya.
Kepala Bagian Program Deputi Infrastruktur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Dirham Cahyono, mengatakan, Kepri sudah masuk dalam pembangunan 24 pelabuhan dengan nilai total Rp 800 triliun tersebut. Itu berada dalam proyek tol laut.
Saat ini, pembangunan difokuskan untuk dua pelabuhan. Yakni, Pelabuhan Kualatanjung di Kabupaten Batubara Sumatera Utara dan Pelabuhan Bitung di Sulawesi Utara. Kedua pelabuhan itu yang disiapkan sebagai tempat bersandar kapal-kapal besar.
“Sekarang ini kan semua kapal masuknya ke Tanjung Priok dan Tanjung Perak. Nanti, jangan lagi,” ujar Dirham.
Disampaikannya, tol laut sangat penting bagi Indonesia. Keberadaan tol ini diharapkan mampu menurunkan disparitas harga yang selama ini terjadi. Sehingga perekonomian ke depan semakin baik.
“Ya selama ini kan yang mereka keluhkan seperti itu. Barang-barang harganya mahal,” tuturnya.
FGD itu turut menghadirkan Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji Syafsir Akhlus dan Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun. Keduanya sepakat, bahwa seharusnya, Indonesia tidak memunggungi laut. Petuah-petuah kaum pendahulu sudah mengatakan seperti itu.
“Ada pepatah lama, ‘jika diri ingin selama, selamatkanlah laut dan selat’. Laut dan selat itulah yang harus diingat,” ujar Syafsir Akhlus.
Ia mengatakan, Umrah siap memantau perkembangan maritim daerah. Salah satu caranya dengan bekerja-sama dengan Bank Indonesia untuk memantau inflasi. Disampaikannya, inflasi di daerah kepulauan berbeda dengan daerah non-kepulauan.
“Kita perlu yang namanya index pricing. Sebab, bisa jadi, ketika sudah dikirim, biaya ongkos kirimnya lebih mahal daripada harga barangnya,” ujarnya.
Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun mengaku tetap berkomitmen untuk selalu membangun infrastruktur Kepri. Meskipun saat ini, Kepri tengah mengalami defisit anggaran. Menurutnya, selalu ada jalan keluar untuk hal-hal baik yang dilakukan.
“Seperti yang dilakukan Bupati Lingga dengan membuka sawah 2.000 hektare lalu, padahal anggarannya sedang defisit. Tak tahunya Menteri Pertanian datang dan malah menambah dana untuk membuka 5.000 hektare lahan sawah lagi,” ujar Gubernur. (ceu)
Salah satu imigran dibawa ke Imigrasi Batam untuk diperiksa, Kamis (8/9/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
batampos.co.id -Imigran ganteng yang diduga nyambi menjadi teman wanita-wanita kesepian namun tajir, sambil menunggu mendapatkan suka diduga bertarif tinggi.
Posmetero melansir, tarifnya ada yang mencapai Rp 20 juta. Yakin? Hanya mereka yang tahu kebenaran pastinya.
Yang pasti, kasus ini masih didalami oleh pihak Imigrasi dan kepolisian. Bahkan, kepolisian mengembalikan imigran ke Migrasi karena belum menemukan cukup bukti untuk menjerat imigran yang diduga nyambi tersebut.
Kalau pun terbukti, bisa jadi mereka hanya menjadi korban para mucikari yang ingin memanfaatkan para imigran yang menanti suaka yang tak pasti. Apalagi banyak diantara mereka yang tak memiliki uang lagi.
“Kalau memang masuk pelanggaran hukum, akan ditindak. Kita sedang menunggu proses pemeriksaan,” kata Muhammad Noviandri, Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Kantor Imigrasi (Wasdakim), Kamis (8/9/2016). (iik/PM)
Salah satu imigran dibawa ke Imigrasi Batam untuk diperiksa, Kamis (8/9/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
batampos.co.id -Sepuluh imigran ganteng yang mencari suaka diamankan oleh Imigrasi Kelas I Khusus Batam karena diduga terlibat bisnis haram. Mereka diduga menjadi teman wanita-wanita kesepian namun tajir.
Dari hasil pengungkapan ini, Imigrasi telah membawa 10 orang yang diantaranya 9 WNA asal Afganistan dan 1 WNA asal Pakistan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Mereka diantaranya MBH (15) asal Afganistan, MH (19) asal Afganistan, MYA (19) asal Afganistan, MA (20) asal Afganistan, FH (20) asal Afganistan, MIS (22) asal Afganistan, AH (24) asal Afganistan, MA (26) asal Pakistan, JMN (34) asal Afganistan, dan MZA (37) asal Afganistan.
Kasi Wasdakim Imigrasi Batam, M Noviandi mengungkapkan awal terungkapnya kasus ini bermula dari informasi dari masyarakat tentang adanya anak muda WNA yang sering berolahraga di suatu pusat kebugaran bersama salah seorang wanita Indonesia.
“Setelah dapat informasi itu, langsung kita bentuk tim untuk menyelidiki kasus ini selama dua bulan,” ungkapnya, Kamis (8/9/2016) di kantor Imigrasi Batam.
Dari hasil pengembangan informasi dan penyelidikan, diketahui bahwa WNA tersebut adalah pengungsi dan pencari suaka warga negara Afganistan yang berinisial MD alias JN.
Setelah MD diamankan, diketahui bahwa ia mengaku dijual oleh mucikari yang berinisial BS (WNI) kepada beberapa wanita yang butuh kehangatan.
“Mendapatkan informasi itu, kami langsung mengamankan BS bersama polisi,” lanjutnya.
Dari keterangan BS diketahui beberapa pengungsi dan pencari suaka lainnya yang berprofesi sama dari postingan mereka di media sosial
Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Memo Ardian mengungkapkan saat ini pihaknya masih melakukan pencarian bukti dan dikenakan wajib lapor kepada BS.
“Unsur mucikari dan undang-undang Perlindungan Anak belum terpenuhi. Sehingga kita pulangkan sambil mencari alat bukti yang mendukung perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh mucikarinya,” ungkapnya. (eggi)
batampos.co.id – Direktur Publikasi dan Humas Badan Pengusahaan (BP) Batam, Purnomo Andiantono meminta kepada para pengusaha properti agar bersabar menunggu sistem online pengalokasian lahan resmi diluncurkan.
“Alokasi lahan secara online akan segera diluncurkan. Jadi harus menunggu,” ujarnya kemarin (7/9).
Saat ini, BP Batam memang tengah membenahi sistem alokasi lahan yang dianggap kacau.
“Iya dong, kalau nanti kami proses, tiba-tiba terjadi masalah, kan nanti jadi ruwet lagi,” ungkapnya.
Menurut Andi, sapaan akrabnya, perbaikan sistem memang diperlukan supaya tidak ada lagi oknum-oknum tertentu yang “bermain-main” dil uar sistem.
“Tidak akan ada lagi yang ‘bermain’, baik itu dari kantor lahan ataupun dari pemohon alokasi lahan karena sudah online,” jelasnya.
Pernyataan Andi ini juga menjawab keluhan dari para pengusaha properti yang protes karena terhentinya perizinan lahan di BP Batam.
“Hingga kini tak ada kejelasan, seluruh administrasi yang berkaitan dengan legalitas lahan tak bisa diproses,” kata Dewan Pertimbangan Apersi Khusus Batam, Wirya Putra Silalahi.
Akibat hal tersebut, legalitas lahan mulai dari izin peralihan hak (IPH), surat keputusan (skep), hingga fatwa planologi tak kunjung keluar sehingga bisnis properti mereka terhambat.
Mereka harus membayar bunga bank hingga ratusan juta rupiah perbulannya. “Darimana mau kita bayar. Sedangkan rumah yang kita bangun tak bisa dijual karena tak bisa KPR. Sedangkan syarat untuk KPR harus ada IPH dan sertifikat,” ungkapnya lagi.
Belum lagi tagihan dari perusahan rekanan kontraktor. “Kita yang dikejar-kejar,” ungkapnya lagi.(leo)
batampos.co.id – Tiga minggu menjelang batas akhir perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) yang jatuh pada 30 September 2016 nanti. Ratusan warga terus mendatangi kantor Kecamatan Sekupang, Rabu (7/9).
Sekretaris Camat (Sekcam) Sekupang, Arman mengatakan tiga minggu jelang batas akhir, jumlah warga yang mengurus e-KTP meningkat hingga tiga kali lipat bila dibandingkan dengan hari biasanya.
“Satu hari kita bisa 150 berkas sejak dikeluarkannya edaran Menteri Dalam Negeri,” kata dia.
Untuk mengantisipasi bertumpuknya berkas pengajuan, pihaknya bahkan mengurangi jadwal istirahat petugas di bidang pelayanan umum.
“Biasanya istirahat 60 menit, hanya saja sekarang menjadi 30 menit,” ujarnya.
Menurutnya hal ini dilakukan karena, banyak pekerja yang sengaja meminta ijin kepada perusahaan atau kantor ketika waktu istirahat untuk mengurus keperluan e-KTP mereka.
“Kita istirahat mereka datang, biar mereka tidak menunggu terlalu lama, jadi kita berinisiatif untuk mengurangi waktu istirahat,” jelasnya.
Selain itu, untuk mempercepat percetakan pengajuan yang telah masuk, pihaknya juga bekerja hingga pukul 16.30 WIB.
“Pengajuan sudah banyak, biar cepat, kami minta petugas sedikit menambah jam kerja mereka hingga 30 menit, biar e-KTP cepat terselesaikan,” sebutnya.
Berdasarkan data dari Kecamatan Sekupang, pengajuan e-KTP terus meningkat. Data terakhir menyebutkan jumlah berkas yang masuk sudah lebih dari dua ribu pemohon. Untuk jumlah yang tercetak mencapai 700 e-KTP.
“e-KTP jadi, kami akan informasikan langsung,” kata petugas pelayanan di Kecamatan Sekupang. (cr17)
Opening Serambi Cafe yang dihadiri undangan di Halaman Hotel Nagoya Plasa, Lubukbaja, Senin (2/8). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos
batampos.co.id – Padatnya aktifitas di Nagoya Kota Batam, menjadikan kawasan tersebut tidak lepas dari hiruk-pikuk Kota. Bak istilah, belum ke Batam jika belum singgah ke Nagoya.
Disela kepadatan aktifitas itulah, keberadaan tempat bersantai untuk berkumpul dengan kerabat maupun keluarga yang disebut tempat hangout, sangat dibutuhkan. Seperti tempat hangout yang satu ini, bernama Serambi Cafe.
Memanfaatkan ruang teras yang ada, pihak Hotel Nagoya Plasa tercetus ide untuk membuat tempat hangout nan sederhana.
“Karena di teras depan Hotel, maka jadilah namanya Serambi Cafe,” kata food beverage manager Hotel Nagoya Plasa, Sumardi.
Teras itu disulap menjadi pemandangan suasana yang cukup unik. Bagian atas, digantung payung-payung yang terbuka dengan warna-warna cerah.
Paparan pencahayaan lampu juga menambah suasana terlihat lebih berwarna.
Sementara, bangku dan meja berbahan dasar kayu tersusun rapi sebagai tempat pengunjung untuk menikmati suasana dan menu yang ada.
Pada bagian bibir teras, disanalah berjejer beberapa gerobak makanan untuk Serambi Cafe ini.
“Makanannya citarasa nusantara. Ada sate Padang, sate Madura, mie lendir, gado-gado, soto Padang, ayam penyet, dan lainnya,” sebut Sumardi.
Sedangkan minuman, tidak jauh berbeda dengan yang umum ada dalam sebuah cafe. Seperti jus, teh, kopi, dan air mineral.
“Memang, yang menjadi andalan kami adalah suasananya. Makanan dan minuman masih yang umum saja, dan harganya juga menyetarakan,” ujarnya.
Walaupun tepat disebelah Serambi Cafe merupakan area food street, namun hal itu tidak menciutkan nyali pihak Hotel Nagoya Plasa untuk meluncurkan cafe yang resmi dibuka (2/8) lalu. Suasana nyaman, santai dan bersih, kental terasa saat Anda berkunjung ke Serambi Cafe ini.
Ditambah lagu, musik yang diputar melalui komputer sebagai hiburan untuk pengunjung, bisa disesuaikan dengan permintaan alias request.
“Mau lagu daerah ada, lagu nostalgia atau tembang lama, maupun lagu terbaru, bisa didengarkan disini,” beber Sumardi yang akrab disapa Pak Le’.
Tidak sampai disitu. Di hari-hari tertentu seperti malam Minggu dan malam Senin, Serambi Cafe ini menyediakan program yang menarik. Kalau malam Minggu, ada live music dimana pengunjung bisa langsung nyanyi. Malam Senin-nya, ada pemutaran film layar tancap ber-gendre humor.
“Jika ada acara TV yang menarik seperti live Moto GP atau pertandingan sepak bola, kami juga buka layar tancap biar bisa nonton bareng di Serambi Cafe,” terangnya.
Jam operasional Serambi Cafe dimulai dari pukul 16.30 WIB sampai 24.00 WIB, dengan last order pukul 23.00 WIB. Dibuka setiap hari. Namun ada diwaktu tertentu, Serambi Cafe ini juga dibuka pagi hari. Misalnya saat car free day.
Sumardi mengaku, cafe yang baru seumur jagung ini masih perlu pengembangan yang lebih baik kedepannya. Direncanakan, tata ruang Serambi Cafe akan kembali digarap lebih apik agar dalam suasana panas maupun hujan, pengunjung masih tetap nyaman dan aman berada di Serambi Cafe.
Apalagi, pihak pengelola juga berencana menggandeng para komunitas muda Batam agar bisa menyuguhkan penampilannya untuk menambah hiburan bagi pengunjung.
“Kedepannya bakal di perbaharui lagi. Yang penting tidak meningglkan kesan seni yang sudah ada sejak awal Serambi Cafe berdiri,” ungkapnya.(febby)
batampos.co.id – Terdakwa Andi Maryadi alias Abang yang merupakan PNS Pemko Batam dan mantan ajudan Walikota Batam ini, usai menjalani sidang tuntutan, Selasa (6/9) malam di Pengadilan Negeri Batam.
JPU Yogi yang menangani perkara terdakwa, menuntut hukuman pidana selama empat tahun, atas barang bukti berupa sabu seberat 2,38 gram beserta alat penghisap sabu (bong).
“Perbuatan terdakwa terbukti tanpa hak atau melawan hukum menggunakan narkotika golongan I bagi diri sendiri, sebagaimana tercantum dalam pasal 27 ayat (1) huruf a Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” jelas JPU Yogi.
Atas tuntutan jaksa, melalui penasehat hukum terdakwa Risman R Siregar, ia meminta hukuman majelis hakim bisa lebih ringan dari tuntutan. “Terdakwa mengakui perbuatannya dan mengaku menyesal yang mulia. Mohon ringankan hukuman terdakwa,” ungkap Risman.
Mengingat masa penahanan terdakwa yang segera habis, Majelis hakim yang dipimpin Tiwik, bersama JPU dan PH terdakwa sepakat untuk menggelar sidang putusan terdakwa hari ini, Kamis (8/9).
Terdakwa yang ditangkap bersama tiga rekannya (berkas terpisah) yaitu Alex Destri Prima, Abdul Gafar alias Ujang, dan Nafrial alias Pak Uwo, secara bersama-sama kedapatan sedang pesta sabu di rumah Alex di Sagulung, awal Februari lalu.
Dengan sengaja, terdakwa mendatangi rumah terdakwa Alex untuk membeli dan memakai sabu seharga Rp 200 ribu itu.
Sesuai informasi dari masyarakat sekitar, polisi bersama RT setempat langsung mendobrak pintu rumah terdakwa Alex sehingga para terdakwa tak sempat untuk melarikan diri. (cr15)
batampos.co.id – Ketua DPRD Batam Nuryanto meminta pencairan premi asuransi PNS Pemko Batam dari perusahaan asuransi PT Bumi Asih Jaya (BAJ) segera dilakukan, mengingat jabatan sekretaris daerah akan berakhir.
“Sekda udah mau selesai, walikota sudah ganti, hal ini belum selesai-selesai. Kami minta sebelum sekda ini habis jabatan ini selesaikan ini,” harap Nuryanto.
Terkait Peninjauan Kembali (PK) oleh pemiliki BAJ ke Mahkamah Agung, Nuryanto menilai wajar karena hal tersebut merupakan hak yang harus dihormati, namun menurutnya mestinya BAJ mempertimbangkan aspek nurani dan kemanusiaan terkait hal tersebut.
“Nuraninya ini hilang, yang saya tangkap tidak ada itikad baik dari BAJ untuk membayar ganti rugi ini. Rp 70 miliar yang disanggupi 54, tapi sekarang PK lagi,” katanya.
Menurutnya, selama dirinya menjabat Ketua DPRD Batam, belum ada satupun PNS serta pimpinan Pemko yang datang ke DPRD untuk mebicarakan hal itu.
“Waktu saya di komisi pernah memang beberapa kali difasilitasi pertemuannya,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, rencana pencairan premi asuransi PNS Pemko Batam dari perusahaan asuransi PT Bumi Asih Jaya (BAJ) ditunda. Pemko Batam memutuskan menunggu hasil sidang peninjauan kembali (PK) dari pengadilan.
Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Agussahiman, mendesak PT BAJ untuk mencairkan asuransi sesuai dengan keputusan Pengadilan sebesar Rp 70 miliar. Dengan begitu, pencairan premi BAJ harus menunggu keputusan setelah BAJ melakukan Peninjauan Kembali (PK).
“Tunggu hasil peninjauan kembali dan perkembangan lebih lanjut,” kata dia beberapa waktu lalu.
Menurutnya, keputusan itu diambil setelah beberapa pegawai menolak untuk menandatangani persetujuan atas premi asuransi yang disanggupi BAJ sebesar Rp 57 miliar. Sebab dalam hal ini, PNS lah yang memiliki hak penuh atas pencairan BAJ. (cr13)
batampos.co.id – Tidak semua apotek memiliki stok obat carnophen, tramadol, ataupun hexymer. Apotek R-24 di Nagoya dan Apotek Kimia Farma menjadi contohnya.
“Kami tidak punya stok obat itu,” kata Petugas Apotek R-24 di Nagoya.
Petugas Apotek Kimia Farma mengatakan, pembelian obat itu harus disertai resep dokter. Jika tidak, meskipun memiliki stok obat itu, mereka tidak akan mengeluarkannya.
“Jadi sebaiknya periksa ke dokter dulu, baru beli obatnya dengan resep dokter,” ujar Petugas Apotek Kimia Farma Peilta.
Ketiga obat tersebut, katanya, merupakan jenis obat pereda nyeri. Nah, pembelian segala jenis obat pereda nyeri harus disertai resep dokter.
“Kami tidak akan mengeluarkan kalau tanpa resep dokter,” tuturnya.
Carnophen, Tramadol, dan Hexymer merupakan tiga contoh obat yang tergolong ilegal. Obat-obat tersebut sering disalah-gunakan.
Sebab, obat-obatan tersebut mampu memberi efek menenangkan. Namun, ternyata, dalam penggunaan berlebihan, obat itu mampu membuat orang ketagihan dan berhalusinasi. (ceu)