batampos.co.id – Persaingan pencari tenaga kerja saat ini, bukan hanya di kalangan lulusan sekolah menengah atas (SMA).
Dari data yang diperoleh dari Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, menyebutkan dari jumlah pencari kerja higga Juli 2016 terdapat 13.639 pencari kerja.
Lulusan SI menduduki posisi ketiga terbanyak, setelah lulusan SD yang terdaftar sebagai pencari kerja.
“Yang pertama tetap SLTA, namun akhir-akhir ini lulusan SI dan S2 juga mulai terlihat. Selama periode Januari-Juli terdapat 314 lulusan sarjana yang mencari kerja,” Kata Kepala Penempatan Disnaker Kota Batam, Maudy Vera Metang, Selasa (6/9).
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Zarefriadi mengungkapkan saat ini banyak lulusan S1 bahkan S2 kesulitan mencari pekerjaan. Jika tahun lalu hanya ada 1-10 pencari kerja dari kalangan S1, sekarang bahkan jumlahnya naik menjadi 314 orang hingga Juli lalu.
Pemerintah saat ini juga tengah menyusun rancangan peraturan daerah (Raperda) untuk melindungi tenaga kerja lokal. Perda ini nantinya, akan memberikan ketegasan mengenai lowongan dan mengatur tenaga kerja lokal serta TKA.
“Ini langkah dalam menghadapi serbuan TKA Ke Batam, kita harapkan kedepan tenaga kerja lokal mendapatkan kemudahan dalam mencari kerja, bukan hanya sebagai operator, tapi bisa juga jabatan penting lainnya,” jelas pria yang pernah menjadi guru ini.(cr17)
batampos.co.id – Masjid Raya Batam menyediakan 2.500 kupon daging kurban. Antrian kupon akan dibuka usai salat Idul Adha, Senin (12/9), pekan yang akan datang.
“Pembagian kupon sekitar pukul 08.00 WIB,” kata Sekretaris Panitia Qurban Masjid Raya Batam, Muhammad Darwis.
Penyembelihan akan dilakukan satu jam kemudian. Pada pukul 15.00 WIB, masyarakat dapat datang kembali untuk menukarkan kupon dengan daging kurban.
“Masyarakat yang sudah biasa dapat, sudah tahu bagaimana kebiasaan di Masjid Raya. Setiap tahun pasti begini,” ujarnya.
Namun demikian, sejumlah orang tampak mulai mendatangi Kantor Lembaga Amil Zakat (LAZ) Masjid Raya Batam, beberapa hari belakangan.
Beberapa di antaranya, pencari suaka yang tinggal di Taman Aspirasi. Mereka mempertanyakan perihal pembagian hewan kurban.
“Sudah sejak kemarin mau bertemu tanya cara supaya dapat daging,” katanya.
Tahun ini, Masjid Raya Batam menyediakan 200 ekor kambing dan 10 ekor sapi. Setengah bagiannya akan disembelih di sana untuk kemudian dibagikan ke warga tidak mampu.
Penyembelihan akan dilakukan secara syar’i oleh Yaqub Hasballah dan Amril.
“Kambing-kambing ini langsung dari Lampung dan sudah diperiksa sampai tiga kali. Pertama di Lampung. Kedua, ketika di pelabuhan. Dan ketiga di sini (Masjid Raya) oleh Dinas KP2K Batam,” ujarnya. (ceu)
Warga membeli cabai di Pasar Pagi Jodoh. Harga cabai merah kembali melambung hingga Rp 60 ribu per kg. foto: johannes saragih / batampos
batampos.co.id – Satu minggu menjelang hari raya Idul Adha 1437 hijriah. Berbagai komoditi kebutuhan pokok mulai merangkak naik.
Seperti yang terjadi di Pasar Tibancentre, Sekupang. Cabai merah dan buncis merangkak naik hingga 80 persen dari harga awalnya.
Asep, pedagang sayur mengatakan kenaikan harga pokok seperti cabai merah sudah terjadi sejak beberapa hari belakangan.
Namun begitu permintaan tetap berjalan seperti biasanya. Harga cabai yang sebelumnya hanya Rp32 perkilonya naik menjadi Rp 56 ribu perkilogramnya.
Tambahnya, kebutuhan lain yang juga mengalami kenaikan adalah buncis, dari Rp 10 ribu menjadi 25 ribu perkilonya.
Menurut pria asal Sumatera Barat ini menjelaskan karena dua kebutuhan tersebut merupakan yang tak pernah absen apagi menjelang hari besar.
Pasca lebaran, kenaikan harga sekarang merupakan yang kedua kalinya, sebelum ini cabai merah sempat kembali ke harga normalnya yakni Rp 32 ribu. Sementara itu untuk harga ayam dijual Rp 32 ribu perkilogramnya.
“Masih normal kalau ayam,” kata dia, Selasa (6/9).
Nelly, 37 tahun mengeluhkan kenaikkan harga cabai yang mencapai Rp 60 ribu perkilonya. Meskipun begitu diakuinya cabai merah merupakan bahan pokok yang dibutuhkan.
“Jadi mau naik tetap saja dibeli,” ujarnya.
Keadaan yang sama juga terjadi di Pasar Ciptapuri, harga cabai merah dijual Rp 60 ribu perkilonya, buncis Rp 26 ribu, ayam segar Rp 34 ribu, daging ayam beku Rp 30 ribu perkilonya.
“Paling menonjol kenaikkannya adalah cabai,” ujar Nur penjual sayur mayur di Pasar Ciptapuri.
Herman penjual daging mengungkapkan, meskipun menjelang Idul Adha harga daging tidak mengalami perubahan. Saat ini daging segar masih dijual Rp 130 ribu perkilonya, sedangkan daging beku Rp 85 ribu perkilonya.
“Sama saja, tidak ada kenaikkan, atau turun harga,” ujar pedagang daging yang sudah berjualan selama tiga tahun di Pasar Ciptapuri ini.(cr17)
batampos.co.id – Ad, bocah laki-laki berusia delapan tahun bersama kedua orangtuanya nyaris menjadi bahan bulan-bulanan warga di kawasan Panbil Mall, Mukakuning Seibeduk.
Bocah tersebut ketahuan mencopet dompet Julie, salah seorang pengunjung wanita yang sedang berada di Ramayana Panbil Mall, Sabtu (4/9) malam sekitar pukul 21.00 WIB.
Aksi nekat bocah ingusan itu diduga kuat karena disuruh oleh kedua orangtuanya sehingga warga yang mengetahui kejadian itu sempat tersulut emosi.
Namun beruntung petugas keamanan kawasan Panbil Mall cepat mengamankan Ad dan kedua orangtuanya itu.
Menurut Nita salah satu penjaga toko di dalam kawasan Panbil Mall, copet yang dilakukan Ad itu terjadi di meja kasir Ramayana. Saat itu korban hendak membayar belanjaannya namun saat antre untuk membayar, tiba-tiba Ad muncul dari belakang dan mengambil dompet dari dalam tasnya.
“Mulanya tak sadar ibu itu, tapi karena ada CCTv akhirnya ketahuan,” ujarnya.
Warga yang menyadari aksi pencopetan itu langsung mengamankan Ad dan saat diamankan kedua orangtua Ad datang untuk membela Ad.
“Disitu warga curiga kalau anak itu copet karena suruhan orangtuanya, sebab sebelum anak itu copet, orangtua anak itu sengaja menabrak ibu korban copet itu agar isi tas ibu bisa dilihat oleh anak mereka yang berjalan di belakang,” ujar Nita.
Robin penjaga toko lainnya juga menuturkan hal yang sama. Diduga aksi nekat Ad itu karena suruhan orangtuanya sebab sebelum copet terjadi, Ad bersama orangtuanya terlihat mondar mandir dalam mall tersebut seperti mencari korban.
“Dari pukul 19.00 WIB mereka mondar-mandir nggak tahu apa yang dicari. Seperti memang ada niat orang itu mau copet,” ujarnya.
Ad dan kedua orangtuanya sempat diamankan petugas keamanan Mall sebelum akhirnya dilepaskan kembali.
Merry Jane adik Julie, membenarkan adanya pencopetan yang dialami kakaknya saat belanja di Panbil Mall. Waktu kejadian bocah itu mengambil dompet kakaknya sewaktu berada di kasir Ramayana.
Bahkan Merry menduga aksi nekat AD nekat karena disuruh kedua orangtuanya. Sebab Sebelumnya, bocah itu mengambil dompet kakanya, orangtua pelaku pura-pura menabrak kakaknya saat mencari belanjaannya.
“Kayaknya memang disuruh orangtuanya. Ngeri kalau sempat orangtuanya tega suruh anaknya mencopet,” kata Merry.
Kasus tersebut tidak sampai ke pihak kepolisian, sebab setelah melalui pertamuan dengan petugas keamanan, Ad dan orangtuanya dibebaskan.
Kanitreskrim Polsek Seibeduk Bripka Abdon Pasaribu saat dikonfirmasi mengaku memang tidak mengetahui kejadian tersebut.
“Belum ada laporannya sampai sekarang,” ujar Abdon. (eja)
batampos.co.id – Kepala Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam, Suhartini mengungkapkan Pemerintah Kota (Pemko) Batam mengapresiasi kebijakan Menteri Pertanian yang mengizinkan impor daging sapi dari India.
Menurutnya dalam waktu dekat, daging impor dari India diindikasikan akan membanjiri pasar Batam.
“Itu merupakan kebijakan dari Kementerian Pertanian. KP2K tak ikut serta dalam hal tersebut,” ungkapnya kemarin (6/9).
Kebutuhan daging untuk menghadapi hari raya Idul Adha di Indonesia memang tinggi sehingga pemerintah pusat menganggap kran impor daging perlu dibuka.
Para pedagang sapi dan kambing di Batam jauh-jauh hari sudah mampu memprediksi kebutuhan tersebut.
“Pedagang lebih pintar. Mereka sudah memperkirakan jumlah kebutuhan, dan pasti selalu bersisa,” jelasnya.
Tugas Dinas KP2K adalah melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum daging impor beredar di Batam.
Terpisah, Direktur Lalu Lintas Barang BP Batam, Tri Novianto mengaku belum menerima salinan dari kebijakan Kementan tersebut. Sampai saat ini, daging impor yang beredar di Batam berasal dari Australia, Amerika, dan Selandia Baru.
“Kami belum pernah sampai saat ini mengeluarkan izin impor daging dari India karena masalah penyakit kaki dan mata,” ujarnya.
Novi tampaknya kurang setuju jika daging impor dari India membanjiri Batam, pasalnya rawan penyakit.
“Dulu waktu masalah sapi gila, Menko mengatakan jangan sampai Indonesia impor daging sapi dari India,” tutupnya.(leo)
batampos.co.id – Ikatan Pendeta Menetap Batam (IPMB) epakat bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) kota Batam untuk sama-sama memerangi peredaran narkotika dan obat-obatan terlarang (Narkoba) di kota Batam.
Kesepakatan itu tertuang dalam rapat koordinasi dan rapat kerja dengan instansi terkait dan pemetaan penggiat anti narkoba di lingkungan masyarakat, di Fame Hotel, Sagulung, Selasa (6/9/2016) pagi.
Ketua IPMB, Presli Sihombing mengatakan, peredaran narkoba yang masih cukup tinggi di Batam saat ini menjadi perhatian serius dari kumpulan pendeta di kota Batam. Para Pendeta tertekad akan turut serta membantu aparat penegak hukum untuk sama-sama memerangi peredaran narkoba tersebut dengan memberikan sosialisasi atau arahan terkait bahaya narkoba kepada jemaat di lingkungan gereja masing-masing.
“Kami prihatin dengan kondisi saat ini. Narkoba masih menjadi masalah nomor satu yang harus diperangi, kami dari kumpulan Pendeta di kota Batam akan turut serta memerangi persoalan narkoba tersebut,” ujarnya.
Kumpulan Pendeta itu nantinya akan menjadi motor penggerak, baik kepada pendeta lain ataupun jemaat di gereja dalam memberikan pemahan terkait bahaya menggunakan narkoba.
“Yang bisa kami lakukan adalah langkah preventiv. Tugas kami akan menyampaikan informasi bahaya narkoba kepada pendeta lain ataupun jemaat gereja baik saat khotbah ataupun saat berbicara di tempat umum lainnya,” ujarnya.
Kepala BNN Batam Darsono mengatakan, memang untuk memerangi peredaran narkoba perlu kerja sama semua pihak. Toko atau pemuka agama harus mempunyai andil yang besar dalam upaya memerangi peredaran narkoba tersebut.
“Melalui pemuka agama seperti ini, masyarakat mungkin akan lebih yakin bahwa memang narkoba itu berbahaya dan dilarang agama dan hukum,” ujarnya.
Sehingga melalui rakor dan raker tersebut, pihaknya memberikan masukan dan saran terkait bagaimana cara agar merangkul jemaat gereja untuk bisa memusuhi narkoba seperti yang diharapkan bersama.
“Termasuk UU pidana yang dijerat kepada mereka yang terlibat narkoba ataupun efek-efek buruknya juga sudah disampaikan agar Pendeta-Pendeta ini bisa menyampaikan kepada jemaatnya dengan baik,” ujar Darsono.
Salah satu poin yang ditekan Darsono adalah narkoba musuh bersama. Memakai, mengedar ataupun membuat narkoba tidak dibenarkan dalam ajaran agama manapun di negeri ini.
“Peran mereka (pendeta-pendeta) ini nanti akan kami evaluasi. Sejauh mana mereka memerangi peredaran narkoba di Batam ini,” ujarnya. (eja)
Syarat untuk mendapatkanm layanan gartis pemeriksaan atau deteksi dini kanker serviks. Foto: istimewa
batampos.co.id – Pemeriksaan Pap Smear di Laboratorium Klinik Prodia, Laboratorium Kimia Farma Kampung Utama, dan RS Camantha Sahidya, kini dijamin BPJS Kesehatan.
Dengan menunjukkan kartu BPJS Kesehatan atau JKN-KIS lainnya, masyarakat tidak lagi perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk pemeriksaan tersebut.
“Biasanya, harga sekali pemeriksaan itu berkisar Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu,” kata Kepala Unit Hukum Komunikasi Publik dan Kepatuhan BPJS Kesehatan Cabang Utama Batam, Irfan Rachmadi.
Pemeriksaan Pap Smear merupakan pemeriksaan leher rahim pada wanita. Ini bentuk deteksi dini kanker leher rahim atau yang biasa disebut dengan kanker serviks. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi ada-tidaknya virus HPV, virus penyebab kanker serviks.
Pusat data Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pada akhir 2015 menyebut kanker serviks sebagai pembunuh nomor satu wanita-wanita di Indonesia. Sementara, data Organisasi Kesehatan dunia (WHO) tahun 2010 menyebutkan, kesadaran wanita Indonesia untuk mendeteksi dini kanker serviks masih di bawah 5 persen.
Irfan, namun demikian, mengatakan, kesadaran wanita Batam untuk pemeriksaan pap smear cukup besar. “Mungkin karena Batam ini lokasi beresiko tinggi,” ujarnya.
Pemeriksaan pap smear memiliki sejumlah syarat yang harus dipenuhi sebelumnya. Yaitu, tidak sedang dalam masa menstruasi, tidak menggunakan cairan pembersih atau antiseptik vagina, tidak sedang hamil, dan minimal tiga hari setelah berhubungan seksual.
“Kalau sudah memenuhi syarat itu, langsung datang saja ke klinik. Tidak perlu rujukan. Cukup menunjukkan kartu BPJS Kesehatan,” ujarnya.
Lain halnya dengan pemeriksaan pap smear, vaksin pap smear tidak dijamin oleh BPJS Kesehatan. Vaksin ini bentuk pencegahan kanker serviks. Biasanya diberikan pada perempuan-perempuan yang belum melakukan aktivitas seksual.
Gambaran tes pap smear. Foto: istimewa
“Kalau sifatnya pencegahan, kami tidak menjamin. Kecuali imunisasi dasar. Karena itu sudah program pemerintah,” tuturnya. (ceu/koran bp)
Ibrahim bersama barang bukti sabu 1 kg, dua tiket dan sejumlah uang saat diamankan di Bandara Hang Nadim Batam, Sabtu (11/6/2016) pagi. Foto: juanda/batampos
batampos.co.id – Langkah Ibrahim seketika terhenti saat alarm X-Ray di Bandara Hang Nadim berdering kencang, Sabtu (11/6/2016) lalu. Bunyi alarm itu langsung mengundang perhatian sejumlah petugas bandara. Mereka bertambah curiga karena Ibrahim terlihat panik.
Kecurigaan petugas akhirnya terbukti. Setelah diperiksa, ternyata Ibrahim membawa lebih dari sekilo sabu. Tepatnya 1,014 Kg sabu. Ibrahim pun akhirnya ditangkap petugas untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu. Kepada polisi dia mengaku hendak membawa barang haram itu ke Padang, Sumatera Barat.
Hal ini terungkap dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Selasa (6/9). Jaksa Penuntut Umum (JPU, Isnan, mengatakan Ibrahim didakwa melanggar pasal 114 ayat (2) Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, atau pasal 112 ayat (2) Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.
“Terdakwa diperintahkan Murdani alias Elbe (DPO) di Medan untuk mengantarkan sabu ke Padang melewati Batam. Sabu yang dipesan Elbe ada di Batam,” ujar Isnan saat membacakan dakwaannya, Selasa (6/9/2016).
Ia menambahkan, dari kaki tangan Elbe di Batam, terdakwa menerima tiga paket sabu yang totalnya 1.014 gram. “Terdakwa dijanjikan upah Rp 20 juta jika sabu diterima pembeli di Padang,” lanjutnya.
Saat hendak ke Padang melalui Bandara Hang Nadim, terdakwa menyimpan sabu di dalam celana dalam yang ia kenakan. Namun niat Ibrahim tersebut gagal setelah sabu yang dibawanya terdeteksi mesin X-Ray bandara.
Dari penggeledahan, ditemukan barang bukti yang mengandung metamfetamina, sebagaimana terdaftar dalam golongan 1 (satu) nomor urut 61 lampiran I UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang narkotika.
Sidang yang dipimpin Ketua PN Batam, Edward Harris Sinaga, menyebutkan bahwa tindak pidana yang dilakukan terdakwa adalah tindak pidana berat.
“Ancaman hukumannya adalah mati. Maka dari itu kamu perlu didampingi penasehat hukum,” terang Hakim Edward sembari memerintahkan PH Elisuwita dari Posbakum untuk mendampingi terdakwa.
Terdakwa Ibrahim bin Iskandar, kembali akan dihadirkan di persidangan pekan depan, dengan agenda mendengarkan keterangan saksi-saksi. (cr15)
batampos.co.id – Tim medis RSUD Embung Fatimah Batam terus memeriksa secara intensif pasien terduga Zika yang saat ini dirawat di rumah sakit plat merah itu. Meski sudah dua kali menjalani pemeriksaan laboratorium, sampel darah pasien tersebut masih akan dicek kembali di Jakarta.
“Dari dua kali tes di laboratorium hasilnya negatif. Tapi akan dites lagi di Jakarta untuk menjawab keresahan warga Batam akan wabah virus Zika,” kata Kabid Pelayanan Medis RSUD embung Fatimah, drg Sri Widjoyanto, saat jumpa pers di rumah sakit tersebut, Selasa (6/9).
Sri menegaskan, pasien rujukan dari RS Badan Pengusahaan (RSBP) Batam itu masih berstatus terduga (suspect) Zika. Sehingga dia meminta warga Batam tidak panik, karena sejauh ini Batam masih aman dari sebaran virus Zika.
“Seperti yang disampaikan oleh Kadis Kesehatan Porvinsi Kepri dan Batam, belum ada warga yang menderita penyakit itu,” tegas Sri.
Menurut Sri, pasien terduga Zika tersebut memang sempat dicurigai terjangkit virus asal Afrika itu karena suhu tubuhnya terdeteksi tinggi saat melintas di Thermo Scanner Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter. Apalagi, wanita 39 tahun ini memang sering keluar masuk Singapura, yang saat ini banyak ditemukan kasus Zika. Namun setelah diobservasi, wanita tersebut negatif Zika.
Dokter spesialis Obstetri dan Ginekologi RSUD Embung Fatimah, dr Yanuarman SpOG, juga menegaskan hal yang sama. Sejauh ini belum ada pasien positif Zika di RSUD.
Dari kiri, Kabid pelayanan medis RSUD, drg Sri Widjoyanto, Dokter spesialis obgin (kandungan) RSUD, dr Yanuarman dan Humas RSUD Embung Fatimah, Nuraini memberikan keterangan pers di RSUD Embung Fatimah Batuaji, Selasa (6/9). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
“Masih sangat aman kok di sini. Dan warga tak perlu khawatir karena virus Zika itu tidak sebahaya penyakit deman berdarah dangue (DBD) kok,” ujar Yanuarman.
Menurut dokter spesialis kandungan itu, virus Zika merupakan jenis penyakit ringan dan tidak terlalu berisiko seperti penyakit lainnya.
“Semua penyakit berbahaya tapi kalau dari level bahaya lebih bahaya DBD malah. Virus Zika ini kalau minum paracetamol saja bisa sembuh kok,” ujarnya.
Namun menurut dia, virus Zika menjadi berbahaya jika menjangkiti ibu hamil. Karena virus ini bisa menyebabkan kelaianan pada janin. Umumnya, bayi yang terjangkit Zika akan lahir dengan kepala kecil atau hidrosefali.
Itupun masih sebatas hipotesa sementara. Karena para ahli belum bisa membuktikan secara medis. Hipotesa ini diambil menyusul banyaknya kasus hidrosefali di Brasil yang kebetulan saat itu sedang banyak kasus Zika. Kemudian para ahli mengaitkan Zika dengan hidrosefali ini.
“Tapi pembuktian secara valid belum ada memang,” ujarnya.
Sementara itu humas RSUD Embung Fatimah, Nuraini, mengatakan pihaknya akan tetap akan menampung semua pasien yang butuh observasi dengan gejala-gejala yang mengindikasi terserang virus Zika.
“Kita punya ruanggan perawatan khusus dan selalu siap untuk menampung semua pasien baik dari luar ataupun rumah sakit lainnya yang terindikasi dengan penyakit ini,” ujar Nuraini.
Untuk pasien yang terindikasi terjangkit virus Zika dan sejenisnya akan ditempatkan ruangan khusus yang dilengkapi kelambu dan perlengkapan medis lainnya.
“Ada dokter spesialisnya juga,” ujar Nuraini.
Terpisah, Ketua DPRD Batam, Nuryanto, meminta Pemko Batam serius dalam mengantisipasi virus Zika. Sebab, selama ini interaksi warga Batam dengan warga Singapura cukup tinggi. Padahal di Singapura sendiri saat ini sudah ada ratusan kasus Zika.
“Pemko Batam dan pihak-pihak terkait harus segera menentukan langkah antisipasi virus ini,” ujar Nuryanto, kemarin (6/9).
Meski sejauh ini belum ada kasus Zika di Batam, Cak Nur meminta Pemko Batam tidak menganggap remeh ancaman penyakit ini. “Pemerintah jangan menganggap sepele. Karena virus melalui nyamuk Aedes Agepty ini sangat berbahaya. Harus ada langkah-langkah teknis dan cepat,” tegasnya.
Langkah teknis ini, kata Cak Nur, bisa dimulai melalui antisipasi dini. Begitu juga dengan gejala-gejala teknis penderita virus harus disosialisasikan, sehingga mereka yang terpapar virus Zika bisa diberi pertolongan secepat mungkin.
DPRD melalui Komisi IV, sebutnya, juga akan segera mengambil langkah dengan memanggil Dinas Kesehatan untuk menjelaskan sejauh mana, dan langkah apa yang sudah diambil Pemko Batam terkait penanganan virus Zika di Batam.
“Kalau detail teknisnya saya tak mungkin juga mengajari. Namun DPRD Batam mendorong agar virus ini diantisipasi serius, cepat, dan tepat,” paparnya.
Hal senada disampaikan anggota DPRD Kepri Dapil Batam, Asmin Patros. Dia berharap petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di setiap pelabuhan internasional ditambah untuk memperketat pengawasan dan deteksi dini penyakit Zika.
“Kalau ada yang dicurigai, segera dibawa ke klinik pelabuhan dan selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit rujukan,” kata Asmin usai meninjau kesiapan Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter dalam mengantisipasi Zika, kemarin.
Namun secara umum, kata Asmin, sejauh ini penanganan dan antisipasi pemerintah sudah cukup baik. Terutama di pelabuhan-pelabuhan internasional.
Sementara itu, para penumpang feri dari Singapura kebanyakan enggan mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan (Health Alert Card) yang dibagikan oleh petugas KKP. Mereka beralasan sempitnya waktu pengisian membuat mereka tidak mengisi kartu kuning tersebut.
Kepala KKP Kelas I Batam, Anas Maruf, mengatakan pihaknya telah bekerjasama dengan operator kapal. Bahkan pihaknya telah memasang poster di setiap kapal untuk mengefektifkan pengisian kartu kesehatan tersebut.
“Tapi masih banyak yang tak mau mengisi kartu itu,” katanya.
Dia meminta semua penumpang mematuhi dan mau bekerjasama untuk pengisian kartu kesehatan tersebut. Sehingga pemantauan dan pengawasan terhadap penumpang bisa berjalan dengan baik. (rng/eja/cr13/cr17)
batampos.co.id – Jalan santai dalam rangka hari ulang tahun ke 18 Batam Pos dengan tajuk Batam Pos Fun Walk 2016 akan digelar 9 Oktober mendatang di halaman Graha Pena Batam, Batamcenter. Kegiatan ini menyediakan hadiah utama satu unit mobil Toyota Agya.
Selain itu, ada dua unit motor dan puluhan hadiah menarik lainnya yang akan dibagikan kepada peserta yang beruntung. “Seperti sepeda, kulkas, tv, smartphone, dan masih banyak lagi,” kata Pemimpin Perusahaan Batam Pos, Herman Mangundap.
Dengan membayar Rp 100 ribu, peserta akan mendapatkan snack, kaos, dan kupon undian. “Kesempatan ini terbuka buat umum. Jadi siapa saja bisa ikut dan mengajak keluarga serta kerabat,” ucapnya.
Bagi masyarakat yang ingin mendaftar, bisa langsung ke Graha Pena Batam Lantai II atau menghubungi panitia, Ika 082170212481.
Batam Pos juga mempermudah akses pendaftaran di beberapa mal di Batam. “Informasi dan pendaftaran lebih mudah. Masyarakat Batam tinggal menghubungi nomor telepon yang tertera di koran Batam Pos atau langsung datang ke outlet pendaftaran,” katanya.
Selain jalan santai, acara ini juga akan dimeriahkan berbagai hiburan untuk masyarakat Batam. (cr18)