Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 14010

Dituding Tak Independen, Buruh Desak Hakim PTUN Diganti

0
Ratusan buruh menggelar aksi di depan kantor PTUN Tanjungpinang di Sekupang, Batam, Rabu (21/9/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Ratusan buruh menggelar aksi di depan kantor PTUN Tanjungpinang di Sekupang, Batam, Rabu (21/9/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Selain meminta kepada Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Tanjungpinang menolak segala gugatan yang dilakukan Apindo terkjait UMS 2016, buruh juga mendesak hakim yang menagani kasus gugatan Apindo terhadap Gubernur itu diganti.

Buruh menuding hakim yang menangani kasus UMS ini tidak independen dan lebih memihak kepada Apindo Kota Batam.

“Kami menilai bahwa hakim yang menangani kasus ini sudah tidak independen dan sudah tidak netral dalam menangani kasus upah sektoral ini,” ujar Komandan garda Metal FSPMI Kota Batam, Suprapto, Rabu (21/9/2016), saat orasi di depan kantor PTUN di Sekupang.

Ketidaknetralan hakim ini, kata Suprapto, bisa dilihat dari putusan sela yang diputuskan hakim pada akhir Ramadan lalu atau awal Juli 2016 lalu.

“Dalam putusan sela itu menunda pemberlakuan upah sektoral karena berlakunya THR. Berlakunya THR itu berdasarkan UU tenaga kerja, bukan dari Pengadilan Tata Usaha Negara. Karena ada pengusaha yang meminta penundaan, bukan ke PTUN tapi ke Dinas Tenaga Kerja, itu domain mereka,” lanjutnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan bahwa pada saat ini sudah banyak perusahaan yang telah memberlakukan upah sektoral. Bahkan di perusahaan Ketua Apindo Cahya sendiri juga telah berlaku upah sektoral bagi karyawannya.

“Kan ini tidak konsisten ketua Apindo ini, di tempat dia kerja sudah berlaku upah sektoral, tapi dia menggugat. Ini kan aneh. Makanya kami menilai gugatan Apindo ini menginginkan buruh untuk turun ke jalan, bikin rusuh dan nantinya kaum buruh yang disalahkan,” katanya.

Suprapto bersama buruh lainnya meminta kepada PTUN Tanjungpinang untuk menolak seluruh gugatan Apindo, sebab ini pernah digugat dan Apindo selalu kalah.

“Sudah dua kali mereka gugat permasalahan ini, yaitu di tahun 2010 dan 2013. Hasilnya mereka kalah sampai kasasi di MA dan selalu ditolak majelis hakim. Makanya kami tekan kenapa ini dilakukan lagi, karena sudah pernah ditolak. Jadi tidak perlu disidangkan ” pungkasnya.

Sementara itu, dari dalam ruang sidang PTUN, sidang dengan agenda Duplik telah selesai digelar, dan akan dilanjutkan pada tanggan 28 September 2016 mendatang.

“Terima kasih kepada kepada teman-teman semua yang telah hadir hari ini. Aksi ini akan kita lanjutkan pada tanggal 28 mendatang,” ungkap Suprapto di depan buruh. (eggi)

Ratusan Buruh di Batam Demo Tuntut SK Gubernur Soal UMS Tak Dicabut

0
Ratusan buruh menggelar aksi di depan kantor PTUN Tanjungpinang di Sekupang, Batam, Rabu (21/9/2016). Foto: eggi/batampos.co.id
Ratusan buruh menggelar aksi di depan kantor PTUN Tanjungpinang di Sekupang, Batam, Rabu (21/9/2016). Foto: eggi/batampos.co.id

batampos.co.id – Ratusan buruh dari berbagai serikat pekerja unjuk rasa di depan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Tanjungpinang, Sekupang, Rabu (21/9/2016) pagi.

Mereka meminta majelis hakim tidak memenangkan tuntutan yang dilakukan oleh Dewan Pimpinan Kota (DPK) Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam terhadap SK yang dikeluarkan Gubernur Kepri terkait Upah Minimum Sektoral (UMS).

Menurut buruh, gugatan yang dilakukan Apindo ini merupakan sebagai unsur kesengajaan dari Apindo untuk memperlambat pemberlakuan UMS yang di-SK-kan oleh Gubernur Kepri.

“Kami minta kepada PTUN Tanjungpinang, untuk tidak mengabulkan tuntutan yang dilakukan oleh Apindo Kota Batam,” ungkap salah satu koordinator aksi.

Besaran UMS yang ditetapkan pemerintah melalui SK Gubernur Provinsi Kepri Nomor 1832 Tahun 2016 masing-masing sektor I Rp 2.998.454, sektor II Rp 3.027.855 dan sektor III Rp 3.203.699.

“Untuk upah yang ditetapkan dari SK Gubernur telah di sosialisasikan kepada sebagian dari buruh. Jadi tidak ada alasan lagi untuk membatalkannya,” lanjutnya.

Sementara itu, dari ruang sidang Pengadilan Tata Usaha Negara, hingga berita ini diturunkan masih berlangsung sidang guggatan Apindo terhadap SK yang dikeluarkan Gubernur Kepri dengan agenda Duplik dari tergugat. (eggi)

Police & Jasa Raharja Goes to Campus; Hindari Laka Lantas, Mahasiswa Jangan Kebanyakan Begadang

0
Direktur Utama Jasa Raharja, Budi Setyarso saat memberikan sambutan dalam acara Police & Jasa Raharja Go To Campus yang diadakan di Aula Politeknik Negeri Batam, Batamcenter, Selasa (20/9). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos
Direktur Utama Jasa Raharja, Budi Setyarso saat memberikan sambutan dalam acara Police & Jasa Raharja Go To Campus yang diadakan di Aula Politeknik Negeri Batam, Batamcenter, Selasa (20/9). F.Rezza Herdiyanto/Batam Pos

batampos.co.id – Tingkat resiko kecelakaan di Batam terbilang tinggi jika dibanding daerah-daerah Indonesia lainnya. Sebab, dari 448 kecelakaan yang terjadi, 108 di antaranya terdapat korban meninggal dunia.

“Jumlah meninggalnya dahsyat. Ini dilihat dari rasio kematian dan jumlah penduduk,” kata Kapolda Kepulauan Riau, Brigjen Pol Sambudi Gusdian dalam Konferensi Pers Kegiatan Police & Jasa Raharja Go To Campus, di Kampus Politeknik Negeri Batam, Selasa (20/9).

Jumlah penduduk di Batam tidak sebanyak kota-kota besar lainnya. Jika jumlah penduduk di Batam hanya 1,3 juta penduduk dan angka kematian 104, itu terbilang besar.

“Makanya kami menilai, Batam penting mendapatkan sosialisasi ini,” tuturnya.

Sosialisasi yang dimaksud Sambudi Gusdian itu sosialisasi keselamatan berkendara yang Polisi adakan bersama Jasa Raharja. Ini kegiatan yang rutin diadakan setiap tahun.

Lokasi sosialisasi berubah setiap tahunnya. Tahun ini, Batam mendapat giliran bersama dengan Jambi, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Maluku Utara.

Kepala Korps Lalu Lintas Polri, Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas. Terutama yang berakibat fatal. Sekarang ini, secara nasional, dalam satu hari bisa terjadi, setidaknya, 55 kecelakaan.

“Supaya bisa lebih paham lagi peraturan lalu dan juga membutuhkan keterampilan mengemudi yang baik,” ujarnya.

Sosialisasi ini diikuti sebanyak 400 mahasiswa dari lima perguruan tinggi yang ada di Batam. Direktur Utama Jasa Raharja (Persero), Budi Setyarso berharap, para mahasiswa tersebut dapat menjadi agen perubahan usai mengikuti sosialisasi itu. Ia bisa menjadi pelopor tertib berlalu-lintas.

“Data kami, korban itu ada di usia muda. Makanya, kami menggelar di kampus. Mahasiswa yang paling bisa menjadi agen informasi ke masyarakat,” tutur Budi Setyarso.

Direktur Politeknik Negeri Batam, Priyono Eko Sanyoto, berterimakasih Polisi dan Jasa Raharja telah menggelar kegiatan itu di kampusnya.

Sosialisasi ini sangat penting, katanya. Sebab, Politeknik pernah berduka lantaran kecelakaan yang merenggut nyawa mahasiswanya.

Kasus kecelakaan pertama terjadi dua hari menjelang mahasiswa tersebut wisuda. Dan kasus kecelakaan kedua menimpa anggota tim Robot Politeknik Batam yang akan bertanding.

“Namanya mahasiswa, sukanya begadang. Dia pulang dari kampus pukul 02.00 WIB. Mungkin ngantuk dan kecelakaan,” tutur Priyono.

Priyono mengakui, meminta mahasiswa tertib berlalu lintas itu tidak mudah. Bahkan di lingkungan kampus pun mereka enggan menggunakan helm. Padahal, keselamatan mereka harus dijaga lantaran akan menjadi penerus bangsa.

“Kami senang menjadi bagian kegiatan lalu lintas yang mendidik anak-anak kami menjadi lebih tertib berlalu lintas,” katanya.

Sosialisasi Keselamatan Berkendara itu digelar dalam dua sesi. Sesi pertama, seminar tentang keselamatan berkendara. Kemudian dilanjutkan dengan peragaan keselamatan berkendara, di Kampus Politeknik Negeri Batam, Selasa (20/9) itu. (ceu/koran bp)

Polda Limpahkan Kasus Penyelundupan Mobil ke Bea Cukai

0
Anggota Baharkam Mabes Polri menunjukkan pelat mobil Singapura yang ditangkap di Pelabuhan Batuampar, Minggu (18/9/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Anggota Baharkam Mabes Polri menunjukkan pelat mobil Singapura yang ditangkap di Pelabuhan Batuampar, Minggu (18/9/2016). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Kepolisian Daerah Kepulauan Riau melimpahkan kasus penyelundupan mobil mewah ke pihak Bea Cukai. Sebab, ini ranah pelanggaran cukai.

Baca juga:

Kapolda: 4 Mobil Mewah Selundupan Diduga Pesanan Pengusaha

“Sesuai dengan UU Cukai (UU nomor 17 tahun 2006 tentang kepabeanan), (kasus) itu kasus cukai,” kata Kapolda Kepri, Brigjen Pol Sambudi Gusdian.

Polda kini hanya memantau perkembangan kasusnya saja. Ia mengatakan, pihak bea cukai tengah melakukan pemeriksaan terhadap nakhoda dan perusahaan ekspedisi.

Perusahaan ekspedisi itulah jalan masuk pemeriksaan ke pemilik mobil mewah tersebut.

“Ekspedisi itu memesan ke nakhoda untuk membawa mobil itu. Sekarang lagi dipeiksa ekspedisi yang menerima order itu,” tuturnya.

Sam berharap, pemeriksaan dapat dilakukan secara tuntas. Dan tidak hanya berhenti pada pemeriksaan nakhoda kapal.

“Pemiliknya sedang di dalami,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kapal Patroli Mabes Polri KP Bisma 8001 menangkap kapal KM Master Three di perairan Sagulung, Sabtu (17/9) pagi, sekitar pukul 10.00 WIB.

Kapal kayu ini mengangkut 4 unit mobil bekas dari Singapura dan hendak diselundupkan melalui pelabuhan tikus di kawasan Seilekop, Sagulung.

Keempat mobil mewah yang diselundupkan tersebut masing-masing mobil Marcedes Benz jenis sedan warna hitam, mobil mini Cooper jenis sedan warna silver, mobil Honda Odyssey jenis MPV warna abu-abu, serta mobil Honda Civic jenis sedan warna silver.

“Kapal itu mendarat di Sagulung. Setelah sampai di Batam mau di antar, itu kami juga belum tahu,” tuturnya. (ceu/koran bp)

Terhambat Double Shift, FDS Hanya Diuji Pada Sekolah Yang Siap

0

Muslim_Bidin_2_-_F_Johannes_Saragih-1batampos.co.id – Rencana Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy untuk menerapkan sistem pembelajaran “full day school (FDS)” tak cocok di Batam. Sebab masih banyak sekolah yang memakai sistem belajar “double shift” karena minimnya ruang kelas.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin sudah mengetahui instruksi Presiden Indonesia Joko Widodo melalui pemberitaan. Yang mana, meminta sistem pembelajaran itu segera diuji cobakan.

“Tentang uji coba saya sudah tahu tadi pagi. Namun hal itu diuji coba bagi sekolah yang siap,” ujar Muslim di gedung DPRD Batam, kemarin.

Menurut dia, kendala penerapan FDS di Batam karena minimnya ruang kelas untuk belajar siswa. Sehingga banyak sekolah yang masih memakai sistem belajar dua kali sehari (pagi dan siang).

“Kondisi Batam tak memungkinkan. Masih banyak yang double shift,” terang Muslim.

Secara pribadi Muslim menilai rencana pemerintah pusat itu cukup bagus. Karena waktu untuk belajar anak menjadi lebih terawasi lebih lama, karena masih berada di sekolah. Apalagi, rencana itu diterapkan melihat kondisi para orang tua yang lebih banyak bekerja.

“Tujuannya memang bagus, namun kita belum siap. Tak mungkin dipaksanakan,” pungkas Muslim. (she/koran bp) 

Beberapa PNS Mundur dari Jabatan, Alasannya; Takut Bermasalah

0
pnsbatam-1-F-Cecep-Mulyana
ilustrasi

batampos.co.id – Beberapa pegawai negeri sipil (PNS) Pemerintah kota (Pemko) Batam memilih mundur dari jabatannya.

Mereka diduga takut mengemban tugas untuk menjalankan lelang dan bermasalah. Mereka yang mundur terdiri dari PNS di Satpol PP, Dinas KP2K dan di Sekretariat Dewan.

Wakil Walikota Batam Amsakar Achmad menduga keputusan mundurnya beberapa PNS dari jabatan karena takut berurusan dengan hukum. Bahkan beberapa pejabat cenderung tak mau melakukan kegiatan karena takut bermasalah.

“Di Setwan mundur, Satpol, dan Dinas KP2K. Mereka bilang, tidak apalah kami tidak ada jabatan, kami cukup gaji saja. Kami tidak mau memegang jabatan,” ujar Amsakar di Batamcenter.

Selain itu, PNS yang bertugas di rumah sakit umum daerah (RSUD) Embung Fatimah, Batuaji juga enggan mengemban jabatan. Mereka memilih tak menjabat dari pada harus menjadi pejabat pembuat komitmen (PPK) dan Pejabat Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Hal itu diduga karena dugaan korupsi Alkes di Embung Fatimah yang terus bergulir dari tahun ketahun.

“Yang dicemaskan RSUD itu, tidak mau PPK dan PPTK. Mereka memilih tak menjabat,” terang Amsakar.

Berangkat dari kondisi itu, ia menegaskan agar PNS bekerja sesuai standar. Tidak ada pilihan bagi PNS Batam untuk tidak bekerja dengan standard sehingga bisa mempertanggungjawabkan kegiatan mereka.

“Ada kegiatan dijabatan. Tidak mau menjabat, akan kita ganti dengan yang siap. Sama dengan RSUD. Saya akan panggil pak dokter (RSUD) itu. Dibilang, nanti kalau tender alkes lagi, masuk lagi kami,” tegasnya.

Menurut dia, pejabat tidak bisa mengelak dari pekerjaan. Pejabat dan pegawai di Pemko harus bekerja sesuai standard normatif.
“Supaya tidak ada persepsi, maka kita harus bekerja dengan transparan,” ujarnya.(she/koran bp)

Hindari Sepeda Motor, Truk Bermuatan Pasir Tabrak Pohon

0

hindari-sepeda-motor-truk-bermuatan-pasir-tabrak-pohon-di-batuaji-eusebius-1-1batampos.co.id – Kecelakaan tunggal menimpah sebuah truk bermuatan pasir BP 9076 DY di jalan raya R Suprapto Batuaji persisnya depan ruko Merapi Subur, Sagulung, Selasa (20/9) siang sekitar pukul 12.00 WIB.

Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan itu namun kondisi truk rusak berat di bagian depan karena menabrak sebatang pohon di pinggir jalan tersebut.

Informasi yang didapat di lapangan, kecelakaan tersebut diduga karena ulah seorang pengendara sepeda motor yang memotong jalur jalan saat truk tersebut melaju dari arah Simpang Barelang menuju ke arah Batuaji.

“Ada sepeda motor yang motong jalur truk itu ke arah kanan. Sama-sama dari arah Mukakuning mereka. Makanya supir truk itu banting stir hingga menabrak pohon ini,” ujar Sandro, saksi mata di lokasi kejadian.

Beruntung saat keluar dari jalur jalan truk itu tabrak pohon sehingga tidak sampai tercebur ke dalam parit. “Sopirnya tak apa-apa cuman luka-luka ringan. Sudah pergi supirnya mungkin ke rumah sakit kali,” ujar Dedi warga lainnya.

Jika saja truk tersebut tidak tabrak pohon, mungkin saja akan menciderai sang supir sebab parit yang berada di dekat pohon itu cukup dalam dan lebar sementara truk naas tersebut ada muatan pasir yang rata dengan bak belakangnya.

“Kalau sempat masuk parit bisa gawat supirnya. Apalagi lori itu penuh dengan pasir,” kata Dedi lagi.

Kecelakaan tunggal itu sempat membuat jalan di lokasi kejadian macet beberapa saat. Para pengendara berbondong memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan agar bisa melihat kejadian itu. (eja/koran bp)

Warga Terus Bertambah, Tapi Sulit Punya Rumah

0
il_570xn-254314548
ilustrasi f. etsy.com

batampos.co.id – Keinginan masyarakat kelas menengah kebawah Batam untuk memiliki rumah tapak (landed house) tampaknya akan sulit terpenuhi.

Pasalnya dari ratusan developer yang ada di Batam, hanya tiga yang membangun rumah melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan jumlahnya pun terbatas.

“Ada tiga developer yang membangun perumahan subsidi dan menjalin rekanan kerjasama dengan kami dalam pembiayaan KPR,” ungkap Pimpinan Cabang BTN Batam, Agung Komang Tri Martha, kemarin (20/9).

Ketiga developer tersebut membangun ribuan rumah subsidi di Tanjunguncang, Batam yakni PT Darmawan Azka yang membangun perumahan Puri Pesona Batam, PT Graha Harmoni yang membangun perumahan Ricci II Marina, dan terakhir, anak perusahaan PT Trias Jaya Propertindo, PT Pelita Timur Karya yang membangun perumahan Putra Jaya Residence.

Jumlah total rumah bersubsidi ini mencapai 3483 unit. Perumahan Puri Pesona Batam dengan tipe 28/71 dibangun sebanyak 153 unit dan harga perunitnya mencapai Rp 119 juta.

Perumahan Ricci 2 dengan tipe 36/66 dibangun sebanyak 330 unit dan harganya perunitnya mencapai Rp 122 juta.

Dan perumahan Putra Jaya Residence dengan tipe 28/72 dan 28/66 dibangun sebanyak 3000 unit dan harga perunitnya bervariasi mulai dari Rp 109 juta hingga Rp 115 juta.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Batam, Djaja Roeslim mengungkapkan perumahan Putera Jaya Residence, pembangunannya telah rampung 60 persen dan sudah terjual semua.

“Berarti sekitar 1800 unit sudah siap dan sudah terjual. Sedangkan sisanya akan diselesaikan dalam tempo dua tahun dan proses penjualannya pun berjalan beriringan,” ungkapnya.

Ia juga berbicara tentang perumahan Puri Pesona Batam yang dibangun oleh anggota Asosiasi Pengusaha Real Estate Indonesia (APERSI) Batam, PT Darmawan Azka Pratama.

Developer ini kata Djaja membangun perumahan ini bekerjasama dengan PT Pelita Timur Karya.

“Tanah yang ditempati adalah milik PT Pelita. Mereka berbagi hasil,” ungkapnya.

Perumahan Puri Pesona Batam ini sudah laku lebih dari 60 persen. Lokasinya yang berada tepat di pinggir jalan raya mendorong penjualannya begitu cepat.

Umumnya, masyarakat yang membeli rumah berasal dari para pekerja industri dan sektor informal. Harga yang murah dan tingkat suku bunga yang rendah mampu mendorong hal tersebut.

Gebrakan pemerintah yang membatalkan penghapusan subsidi untuk rumah tapak melalui KPR dengan skemna FLPP sejak 2014 memang menjadi angin segar bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Kebijakan ini dibuat menyusul untuk memenuhi keinginan pemerintah untuk memenuhi kekurangan rumah di Indonesia yang mencapai 13,5 juta unit.

Dengan kebijakan tersebut, maka masyarakat MBR bisa memiliki rumah dengan membayar uang muka sebesar 1 persen dari harga jual. Tingkat suku bunga kredit juga sangat rendah hanya 5 persen dan bisa dicicil hingga 20 tahun.

Namun, sayangnya tingkat permintaan (demand) rumah yang tinggi di Batam tidak diimbangi oleh ketersediaan lahan.

Menurut data dari laporan tahunan Demographia World Urban Areas, Batam ditempatkan pada urutan pertama dengan tingkat pertumbuhan penduduk tertinggi di dunia mencapai 7,4 persen pertahun.

Menurut data terakhir dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kepri pada tahun 2015, penduduk di Batam mencapai 1.188.985 jiwa. Dengan kata lain, tiap tahunnya penduduk Batam bertambah 87.984 jiwa.

Masalahnya, developer tidak pernah mensuplay rumah FLPP yang biasanya berupa tipe 36 kebawah sesuai dengan angka tersebut.

“Bahkan tiap tahunnya Batam kekurangan 2000 unit rumah,” ungkapnya.

Jika mengambil asumsi dari 3483 rumah murah subsidi yang telah dibangun di Batam dan telah terjual sekitar 60 persen, maka sisa rumah murah yang ada di Batam hanya sekitar 1394 rumah dan jumlah ini tidak bisa mengimbangi pertambahan penduduk Batam tiap tahunnya.

Ia juga mengungkapkan setelah proyek Putera Jaya Residence ini selesai, maka para pengembang tidak akan membangun rumah FLPP ini lagi.

Alasannya, lahan untuk rumah tersebut sudah terbatas dan dalam 2 atau 3 tahun lagi, pembangunan rumah tapak tipe 36 kebawa baik subsidi maupun non subsidi takkan dilakukan lagi.

“Kenaikan harga tanah takkan bisa terkejar dengan harga rumah FLPP yang hanya berkisar Rp 126 juta kebawah,” imbuhnya.

Namun, sebagai pengembang, Djaja meminta publik tidak serta merta melimpahkan bumerang kepada pihak pengembang, karena pada dasarnya kewajiban memberikan pemukiman kepada masyarakat adalah kewajiban pemerintah.

“Penyediaan rumah bukanlah tugas developer tetapi tugas negara,” ujarnya.

Pemerintah daerah (Pemda) setempat harus aktif membina program pembangunan rumah murah.

“Kami siap jadi mitra jika disediakan lahan dan diberikan kemudahan perizinan,” katanya lagi.

Djaja menyarankan agar pemerintah menggiring pembangunan pemukiman menuju hunian vertikal. Dengan kata lain, Pemda harus membangun apartemen subsidi, rumah susun, dan lainnya.

“Hunian vertikal adalah solusi paling memungkinkan jika melihat keterbatasan lahan di Batam,” pungkasnya.(leo/koran bp)

Rekonstruksi Pembunuhan Pak RT, Senggolan Berujung Maut

0
Rekontruksi Pembunuhan
Rekontruksi Pembunuhan

batampos.co.id – Satreskrim Polresta Barelang beserta Tim Inafis dan Kejaksaan menggelar rekontruksi atau reka ulang pembunuhan terhadap Syahrial, Ketua RT Tiban Lama di Lapangan Tembak Polresta Barelang, Selasa (20/9) siang.

Baca juga:

Delapan Hari Buron, Komplotan Pembunuh Ketua RT Tiban Lama Diciduk di Sagulung

Rekonstruksi ini turut disaksikan dua anak korban, yakni Indah dan Putri.

Dalam rekonstruksi ini, 6 tersangka melakukan 19 adegan. Keenam tersangka masing-masing Atreven Notaris, Oskar Koya, Anwar Arifin, Ardiansyah, Sadam serta Rahmat Baharudin.

Adegan pertama dimulai dari keenam tersangka bersama dua rekannya mendatangi Tiban lama menggunakan 4 sepeda motor. Di lokasi, tersangka mengaku mencari pengendara motor yang telah menyenggol mereka di kawasan Seiladi.

“Saya dihadang (warga) dan saya katakan mau mencari yang menyenggol motor kami,” ujar Atreven.

Selanjutnya, keenam tersangka menuju kios bandrek dengan brutal. Di lokasi mereka mengeroyok dan memukul seorang warga bernama Robby Fernandes.

“Saya siram warga dan membalikkan meja di sana. Lalu mengejar warga dengan gelas,” sambung Atreven.

Disaat bersamaan, korban mendatangi lokasi dan mencoba melerai pengroyokan terhadap Robby. Namun, korban dipukul menggunakan kursi dan gelas.

“Saya lihat tersangka mendekat, lalu saya pukul dari belakang. Lalu dia (Syahrial) kabur,” ujar Oskar.

Pelarian korban dilihat oleh tersangka Atreven. Kemudian pelaku memukul dan menikam korban menggunakan pisau dibagian leher sebelah kanan hingga terkapar.

“Lalu kami kabur, karena ada dengar yang teriak polisi,” tutup Atreven.

Sementara itu, Kanit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polresta Barelang, Iptu Edmond Afuza mengatakan tersangka menjalani 19 adegan.

“Dari pemeriksaan dokter, korban tewas akibat goresan halus dibagian leher,” ujarnya.

Dia menegaskan tersangka dijerat pasal 338 KUHP Jo pasal 170 terkait pembunuhan dengan ancaman 20 tahun penjara. (opi/koran bp)

Tanjunguncang Darurat Sampah, Sumbat Parit, Hujan Sedikit Banjir

0
Pengendara  menerobos banjir di Jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang, Batuaji, Selasa (20/9/2016). Banjirnya jalan ini akibat warga membuang sampah di tepi jalan tersebut yang ditambah hujan lebat tadi malam. Tinggi  air mencapai setinggi pusar orang dewas. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Pengendara menerobos banjir di Jalan Brigjen Katamso, Tanjunguncang, Batuaji, Selasa (20/9/2016). Banjirnya jalan ini akibat warga membuang sampah di tepi jalan hingga menyumbat drainase. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id -Dinas Kebersihan Kota Batam, camat, hingga lurah yang wilayah kerjanya masuk Tanjunguncang harusnya lebih sering turun ke lapangan. Pasalnya kawasan tersebut langganan banjir. Hujan sebentar air tergenang di mana-mana.

Penyebabnya ternyata akibat budaya menjaga kebersihan yang kurang. Masih banyak warga yang suka membuang sampah sembarangan hingga menutupi saluran air atau drainase di kawasan itu. Parit-parit itu tersumbat sampah.

Contohnya saat hujan deras yang menguyur Kota Batam, Selasa (20/9/2016) dini hari kemarin, kawasan Jalan Brigjen Katamso, tepat di depan PT Nippon Steel, Tanjunguncang, Batuaji terendam banjir.

Pantauan Koran Batam Pos (grup batampos.co.id), Banjir tersebut disebabkan sumbatan sampah di saluran drainase. Genangan air pun mencapai sepinggang orang dewasa dan membuat arus lalu lintas macet total.

Banyak kendaraan warga yang mendadak mogok saat mencoba menerobos genangan banjir tersebut. Beberapa pekerja terpaksa tidak masuk kerja karena terjebak macet akibat banjir tersebut.

“Mau terobos tadi, rupanya sampai sepinggang genangan air itu. Motor langsung mogok makanya tak jadi kerja saya hari ini,” ujar Efendi, salah seorang warga di lokasi banjir.

Tidak hanya sepeda motor sejumlah kendaraan roda empat juga banyak yang mogok saat berusaha melewati lokasi banjir itu.

Berdasarkan pantuan di lapangan dan keterangan warga di sekitarnya, banjir di lokasi jalan itu sudah menjadi langganan setiap kali hujan. Banjir terjadi karena saluran drainase jalan di lokasi jalan tersebut sudah tak berfungsi lagi. Saluran drainase sudah tersumbat tumpukan sampah dan tanah sehingga saat hujan turun air dengan mudah mengalir dan menggenangi badan jalan.

“Sudah lama seperti ini. Makanya kalau setiap hujan selalu banjir,” kata Marbun warga lainnya.

Sampah yang menumpuk dan menyumbati parit jalan itu merupakan sampah perumahan yang dibuang begitu saja oleh warga di sekitarnya.

Warga mengaku terpaksa buang sampah dipinggir jalan itu karena memang sampah di dalam perumahan sudah menumpuk dan jarang diangkut.

Warga berharap agar pemerintah dalam hal ini dinas kebersihan dan pertamanan kota Batam segera mengangkut tumpukan sampah itu agar jalanan tidak banjir lagi. (eja/bp)