Selasa, 14 April 2026
Beranda blog Halaman 14115

Disenggol Crane, Pemotor Tewas di Bukit Daeng

0
Lakalantas di Bukit Daeng yang menewaskan satu pemotor. Foto: rio/facebook
Lakalantas di Bukit Daeng yang menewaskan satu pemotor. Foto: rio/facebook

batampos.co.id – Pengemudi sepeda motor jenis Yamaha Mio J BP 5348 JJ yang belum diketahui identitasnya tewas di tempat setelah terlindas ban crane di Tanjakan Bukit Daeng.

Beni (31), supir truk crane mengatakan saat itu dia tidak begitu tau secara persis bagaimana mobilnya menyenggol sebuah sepeda motor hingga menyebabkan pengendara motor tewas di tempat.
Beni menceritakan saat sebelum kejadian dirinya dari Batamcentre ke Tanjunguncang (gudang PT Gensis). Sesampainya di lokasi kecelakaan, saat itu sudah ada mobil lori box yang terguling di badan jalan.
“Saat itu di lokasi sedang ada mobil lori box yang terguling. Saat itu polisi juga sudah ada di lokasi,” ungkap Beni saat ditemui di unit Laka Lantas Polresta Barelang, Rabu (13/4/2015).
Setelah melihat kerumunan orang yang ramai tengah menyaksikan mobil box yang terguling, Beni berupaya mengehentikan mobilnya.
“Saat itu kondisi jalan macet saya udah mulai rem, tapi dalam hati ini rem pasti gak sampai. Lalu saya juga sudah kasi klakson tapi orang tak dengar,” cerita Beni.
Saat itu Beni tidak mempunyai pilihan lain selain membanting stir mobilnya ke kiri.
“Kalau saya putar ke kanan mobil terguling. Kalau lurus pasti korban banyak, jadi saya banting ke kiri karena agak sepi, rupanya ada motor mio di sebelah kiri mau menghindari macet tersenggol mobil saya lalu jatuh dan terlindas,” terangnya.
Kanit Laka Lantas Polresta Barelang Arman mengatakan korban meninggal setelah mengalami patah di bagian bahu kanan dan kiri, pangkal lengan robek, serta patah di bagian paha sebelah kiri.
“Sepertinya meninggal karena luka patah di seluruh bagian tubuh korban,”  kata Arman. (eggi).

Kecelakaan Maut, Pengendara Mio Tewas Dilindas Truk di Bukit Daeng

0
Warga mengerumuni lokasi kecelakaan maut di Jalan R Suprapto, Tembesi, Sagulung yang biasa disebut Bukit Daeng. Foto: facebook Rio Madridista
Warga mengerumuni lokasi kecelakaan maut di Jalan R Suprapto, Tembesi, Sagulung yang biasa disebut Bukit Daeng. Foto: facebook Rio Madridista

batampos.co.id – Beni (31), supir truk crane mengatakan saat itu dia tidak begitu tahu secara persis bagaimana mobilnya menyenggol sebuah sepeda motor hingga menyebabkan pengendara motor tewas di sekitar Bukit Daeng, Jalan R Suprapto, Tembesi, Sagulung.

Beni menceritakan saat sebelum kejadian dirinya dari Batamcentre ke gudang PT Gensis, Tanjunguncang. Sesampainya di lokasi kecelakaan, saat itu sudah ada mobil lori box yang terguling di badan jalan bernopol BP 9156 DY.

“Saat itu di lokasi sedang ada mobil lori box yang terguling. Saat itu polisi juga sudah ada di lokasi,” ungkap Beni saat ditemui di unit Laka Lantas Polresta Barelang, Rabu (13/4).

Setelah melihat kerumunan orang yang ramai tengah menyaksikan mobil box yang terguling, Beni berupaya menghentikan mobilnya.

“Saat itu kondisi jalan macet saya udah mulai rem, tapi dalam hati ini rem pasti gak sampai. Lalu saya juga sudah kasi klakson tapi orang gak dengar,” cerita Beni.

Saat itu Beni tidak mempunyai pilihan lain selain membanting stir mobilnya ke kiri.

“Kalau saya putar ke kanan mobil terguling. Kalau lurus pasti korban banyak, jadi saya banting ke kiri karena agak sepi, rupanya ada motor mio di sebelah kiri mau menghindari macet,” terangnya.

Atas senggolan mobil yang dikendarai Beni, pengemudi sepeda motor jenis Yamaha Mio J BP 5348 JJ yang belum diketahui identitasnya tewas di tempat setelah terlindas di ban crane.

Sementara itu, Kanit Laka Lantas Polresta Barelang Arman mengatakan korban meninggal setelah mengalami patah di bagian bahu kanan dan kiri, pangkal lengan robek, serta patah di bagian paha sebelah kiri.

“Sepertinya meninggal karena luka patah di seluruh bagian tubuh korban,” pungkasnya.

Sementara itu, saat ini korban masih berada di RSUD Embung Fatimah. (eggi)

Guru Honorer Hamil Ini Minta Pemko Batam Cairkan Gajinya

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Ribuan tenaga honor Pemko Batam masih menunggu datangnya sisa gaji yang masih belum diterima. Berdasarkan informasi di lapangan ribuan tenaga honor ini baru menerima satu bulan gaji dari tiga bulan gaji yang belum dibayarkan.

“Baru terima yang Januari saja, sisanya masih belum keluar,” ujar salah seorang guru di SDN Sekupang YR, Selasa (12/4)

Menurutnya tidak ada kejelasan dari pihak sekolah mengenai tertundanya pembayaran gaji dari tanggal normalnya. “Biasanya setiap tanggal 26 gaji sudah bisa dicek di rekening,” kata dia.

Diakuinya, dirinya bersama suami yang juga berstatus guru honor merasa kesulitan karena tak kunjung cairnya gaji, ditambah lagi kondisi dirinya yang sedang hamil. Dirinya berharap sisa gaji bisa segera dibayarkan. “Kami sangat butuh, apalagi untuk keperluan calon bayi,” katanya.

Sementara itu, DN (30) menuturkan baru menerima gaji selama satu bulan kerja, kemarin (11/4). “Meskipun telat dan hanya satu bulan, yang penting terima gaji lah,” tuturnya.

Gaji yang satu bulan tidak cukup untuk menutupi hutang selama tiga bulan terakhir. Diakuinya meski adanya keterlambatan gaji, dirinya tetap bekerja seperti biasa.

Seperti diketahui sebelumya, ribuan tenaga honor baru menikmati gaji selama satu bulan dan masih ada dua bulan lagi yang belum dibayarkan oleh Pemerintah Kota Batam. (cr17)

Ini Pesan Mustofa Widjaja untuk Pegawai BP dan Warga Batam

0
Mustofa Widjaja melambaikan tangan sesaat sebelum serah terima jabatan dengan Kepala BP Batam yang baru Hatanto di kantor BP Batam, Batam Centre, Rabu (13/4/2016). Foto: socrates/posmetrobatam/batampos.co.id
Mustofa Widjaja melambaikan tangan sesaat sebelum serah terima jabatan dengan Kepala BP Batam yang baru Hatanto di kantor BP Batam, Batam Centre, Rabu (13/4/2016). Foto: socrates/posmetrobatam/batampos.co.id

batampos.co.id – Rabu (13/4/2016), Mustafa Widjaja resmi menjadi mantan Ketua BP Batam setelah dilakukan serah terima jabatan kepada Kepala BP Batam yang baru Hatanto.

Sebelas tahun tahun kurang 15 hari, ia menjadi Ketua Otorita Batam yang berubah nama menjadi BP Batam.

Mustofa bergabung di OB/BP sejak masih bujangan. Tercatat 34 tahun ia bekerja di BP Batam.

Kini peria kelahiran Kediri 15 Desember 1951 itu berusia 64 tahun. Mustafa adalah ketua BP Batam terlama, setelah BJ Habibie.

Inilah petikan wawancara GM Posmetro Batam (grup batampos.co.id) Socrates dengan Mustafa Widjaja sebelum serah terima jabatan dengan kepala BP Batam yang baru:

Selama 34 tahun bekerja di BP Batam, apa yang paling berkesan?

Hampir semuanya. Sebab, Batam kota yang sangat dinamis dan banyak hal-hal baru disini. Bandara Hang Nadim termasuk yang terbaik, dan landasannya masih yang terpanjang di Indonesia. Batam yang pertama bangun jembatan di atas laut, lebih dulu dari Suramadu.

Apa yang Anda cita-citakan selama memimpin BP Batam?

Batam harus punya infrastruktur yang bagus, baik ke dalam maupun keluar pulau. Saya ingin Batam punya jalan tol dan prosesnya masih berjalan. Jalan layang sudah dimulai, meskipun belum jadi.

Kenapa membangun jalan tol dan jalan layang?

Saya ingin transportasi barang di Batam ini lancar. Baik barang hasil produksi untuk ekspor maupun impor bahan baku sehingga tidak bercampur dengan kendaraan umum dan sepeda motor. Kalau ada kendaraan roda dua, trailer harus sangat hati-hati. Kalau ada kecelakaan dan macet seperti yang pernah saya lihat di Sekupang. Waduuh.. Kalau ada jalan tol, semua kendaraan berat lewat tol.

Selama menjabat, apa yang membuat Anda bangga jadi ketua BP Batam?

Saya bangga karena Batam ini satu-satunya di Indonesia. Perhatian pemerintah pusat juga besar. Ini bukan karena pribadi, karena semua pihak. Saya ke sini dulu, tidak ada koran. Sekarang Batampos Grup sudah semakin besar. Dulu, koran datang sekali tiga hari dan baca berita sekali tiga hari. Televisi juga hanya ada TV Malaysia dan Singapura.

Anda ikut dalam bagian perubahan dari Otorita Batam ke BP Batam. Apa kendalanya?

Sebenarnya perubahan itu, dalam tanda petik, hanya perubahan nama dan prosedural. Tugasnya masih sama. Membangun Batam, terutama infrastruktur dan mengundang investor.

Mimpinya Batam ini jadi kawasan investasi terkemuka di Asia Pasifik. Menurut Anda, itu sudah tercapai?

Itu tujuan jangka panjang, jadi ya belum tercapai. Kalau sudah tercapai, tentu kita akan merubah tujuan lagi. Kalau sudah untuk Asia Pasifik, mungkin setelah itu dunia.

Belum jalannya pembangunan pelabuhan kontainer yang lebih bagus, apa bukan pengaruh hambatan dari negara tetangga seperti Singapura dan konon mereka tak ingin Batam maju karena bakal jadi saingan ?

Sampai saat ini nggak. Begini. Negara tetangga itu ingin juga Batam maju. Kalau dia bertetangga dengan yang baik ekonominya, dia akan dapat manfaat. Begitu juga kalau tetangganya jelek ekonominya, akan jadi beban.

Selama Anda jadi Ketua BP Batam, harapan terhadap Batam ini sangat besar. Bagaimana mewujudkan harapan Indonesia ini? 

Benar. Kawasan yang menerapkan dan memakai nama FTZ ada beberapa seperti Sabang, Bintan, Karimun, Tanjungpinang. Yang memakai label KEK seperti Sei Mangke, Bitung, Tanjung Api-api. Tapi, Batam infrastruktur dan SDM nya sudah siap, maka diharapkan lebih maju dan berskala internasional.

Menurut Anda, mana yang lebih baik buat Batam, FTZ atau KEK ? 

Ini masih bisa diperdebatkan. Kalau KEK dikelola dengan baik, hasilnya akan baik juga.

Laporan penelitian LIPI yang dibukukan berjudul Quo Vadis KEK ternyata KEK juga banyak kelemahan dan mulai ditinggalkan. Menurut Anda? 

Ya itu. Bisa saja kita melihat sesuatu berbeda. Shenzen dulu namanya Special Economic Zone, ya sama dengan KEK.

Apa karena Batam lambat maju karena aturan terlalu sering berubah?
 

Sebenarnya, Batam juga akan terpengaruh oleh lingkungan strategis. Kita mengalami alam reformasi menuju demokrasi. Kita tidak bisa menutup mata dan akan berpengaruh juga terhadap Batam.

Dulu, Ismeth Abdullah pernah mengatakan, Batam ini ibarat angsa bertelur emas. Dan jangan bunuh angsanya. Menurut Anda? 

Ya itu tadi. Kita tidak bisa lepas dari lingkungan  strategis yang juga berubah. Presiden, DPR berubah, aturan juga bisa berubah. Tapi itu kan pilihan kita.

Kenapa dalam struktur Dewan Kawasan tidak ada menteri perindustrian dan BKPM ? 

Saya tidak berkapasitas menjawab pertanyaan ini.

Anda Ketua BP Batam terlama ya?

Yang paling lama pak Habibie. Saya yang kedua.

Apa PR yang menurut Anda harus diselesaikan BP Batam?

Kereta monorail. Semua ini harus melewati proses dan lintas kementrian. Semua kabel bawah laut melewati Batam sehingga bisa bikin pusatnya di sini. Yang juga belum tercapai pelabuhan kontainer di Tanjungsauh.

Anda bicara soal pembangunan Batam. Apa PR pengganti Anda? 

Menyelesaikan jalan tol, pelabuhan kontainer dan infrastruktur.

Bandara Hang Nadim sebagai bandara internasional seperti apa perkembangannya? 

Sekarang sudah ada penerbangan ke Malaysia tiap hari. Bakal ada penerbangan ke Guangzhou dan Hongkong.

Apa harapan Anda terhadap Ketua BP Batam yang baru termasuk para deputinya?
 

Mereka sekarang pembawa estafet dengan segala aset dan SDM menuju visi misi Batam. Aset BP Batam antara lain, bandara, pelabuhan laut, pelabuhan Sekupang dan Telaga Punggur nanti kan sudah bagus. Bandara akan ada peningkatan terminal.

Batam masih menghadapi masalah listrik dan air. Bagaimana ini? 

Insya Allah kalau Tanjunguncang jalan, listrik tidak ada masalah. Air juga masih memadai.

Kontrak ATB akan habis tahun 2020. Siapa yang akan mengurusi air bersih di Batam? 

Harus ada tender dan tidak bisa ditunjuk lagi.

Dengan digantinya Anda, apakah Anda merasa gagal jadi Ketua BP Batam?

Saya kira tidak. Saya jadi ketua BP Batam sudah sepuluh tahun. Ibarat pelari estafet, dia tidak akan berlari sampai garis finish. Dia akan kalah sama tim yang lain.

Biasanya BP Batam yang didemo, nah ini karyawan BP Batam yang demo. Apa yang terjadi dengan karyawan BP Batam?

Ya biasa itu. Dari 2.700 karyawan mungkin ada yang merasa kurang pas, apalagi membaca berita-berita di koran seperti itu. Kalau pergantian disampaikan seperti itu, wajarlah karena mereka kan bekerja, punya keluarga. Tapi sudah dijelaskan oleh pimpinan yang baru.

Soal isu karyawan  akan dipindahkan ke Pemprov atau Pemko Batam itu tidak benar? 

Ya, tidak benar dan ini sudah dijelaskan pimpinan yang baru

Tidak ada masalah Anda meninggalkan jabatan Ketua BP Batam?

Insya Allah tidak ada masalah. Prinsip saya, begitu saya naik, suatu saat saya akan turun. Saya menyerahkan tongkat estafet agar tim lain bisa berlari lebih cepat.

Bagaimana perasaan Anda sekarang setelah diganti?

Secara pribadi saya lega.

Kenapa?

Anda bisa bayangkan, memimpin 2.500 orang karyawan dengan segala problemanya.

Dari total jumlah karyawan, dimana yang paling banyak bertugas?

Saya tidak tahu persis. Tapi, ada karyawan di bandara, pelabuhan laut, rumah sakit, Ditpam dan pemadam kebakaran, kantor air dan ada yang di kantor BP Batam. Di kantor BP Batam sekitar 300 orang.

Anda bilang lega. Apa bukan kecewa karena dicopot di tengah jalan?

Oh, tidak. Apalagi saya sudah bertemu pengganti saya. Ibaratnya, saya ini kan pelari estafet. Dan pelari estafet itu tidak akan sampai di garis finish. Dia akan kehabisan nafas dan itu sangat manusiawi.  Para pimpinan baru ini cukup baik.

Jadi, setelah ini Anda kemana? 

Saya ingin menulis tentang Batam dari sisi seorang pelaksana mulai dari staf, hingga jadi pimpinan. Dulu, mencari tukang saja di Batam ini susah sekali. Mereka lebih senang kerja di Malaysia. Tukang jadi rebutan kontraktor. Mestinya, Indonesia punya lebih dari satu daerah seperti Batam untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi.

Ngomong-ngomong, Anda akan pergi dari Batam?

Bisa iya, bisa tidak. Ada juga yang minta saya mengajar dan jadi dosen. Yang jelas, saya mau santai dulu. Ha..ha..ha.

Apa pesan Anda ke karyawan BP Batam, pengusaha dan warga Batam?

Teruslah meningkatkan kualitas dan kemampuan masing-masing serta keunggulan. Kita terbiasa berpikir jangka panjang. Para pengusaha tetaplah berinvestasi di Batam. Pada masyarakat Batam dan Kepulauan Riau, mari kita jaga agar Batam tetap kondusif dan jaga iklim investasi. Beda pendapat itu biasa. Jangan ada demo anarkis, karena investor akan pergi. Kita jangan bersumbu pendek dan gampang tersulut. Batam adalah proyeknya Indonesia. ***

Baca Juga:
> Jamin Ketersediaan Air Baku, BP Batam Siap Bangun Dam Raksasa
> Hatanto Janji Pangkas Birokrasi Perizinan di BP Batam
> Nasib Mantan 7 Pimpinan BP Batam Tergantung DK
> Hatanto: Saya Janji KEK Akan Memberikan Manfaat Yang Besar Untuk Batam
> Hatanto: Tak Ada Pengalihan Aset dan Pegawai ke Pemko Batam
> Ketersedian Air di Batam Jadi Prioritas Pimpinan BP Batam Yang Baru
> Johanes Kennedy Dukung Pergantian Pimpinan BP Batam
> Hatanto: UWTO Tidak Akan Dihapus
> Pimpinan Baru BP Batam Dilantik, Ketua DK Minta Hatanto Cs Langsung Bekerja
> Selain Zona KEK, Wilayah Batam Kewenangan Pemko
> PBB Itu Pajak Kenikmatan, UWTO ialah Pengakuan Hak Menguasai Tanah
> UWTO Bakal Dihapus, Status Lahan Pemukiman Penduduk Menjadi Hak Milik
> UWTO Bakal Dihapus, Menteri ATR/BPN: Tak Boleh Ada Dua Pungutan
> HPL Diambil Alih DK Batam, Lahan Mangkrak Disita
> Badan Pengusahaan Batam Berubah Jadi Badan Pengelola Batam
> Ini Kriteria Pimpinan BP Batam yang Diminta Jokowi
> Personel BP Batam Bakal Tak Ada dari Kepri
> Negara Lain Belajar dari Batam, Sukses, Eh, Batam Malah Tertinggal
> Audit BP Batam Harus Menyeluruh, Jika Tidak KPK Masuk
> Ketua DK Pastikan Pimpinan BP Batam Orang-Orang Profesional
> Ketahuilah, Indonesia Tertinggal dari Vietnam
> Mendagri Janjikan Perubahan ke KEK untuk Kesejahteraan Masyarakat Batam

KPPD Batam dan Polisi Gelar Operasi Penertiban Pajak Kendaraan Bermotor di Batuaji

0
Petugas Dispenda Kepri memeriksa surat kendaraan bermotor saat razia pajak kendaraan. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Petugas Dispenda Kepri memeriksa surat kendaraan bermotor saat razia pajak kendaraan. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Sebanyak 58 kendaraan terjaring razia oleh tim gabungan Kantor Pelayanan Pajak Daerah (KPPD) Kota Batam dan pihak Kepolisian, Selasa (12/4).

Razia ini merupakan operasi penertiban pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama kendaraan bermotor Unit Pelaksana Teknis Dinas Daerah (UPTD) Batuaji, tahun 2016. Razia berlangsung di Simpang Basecamp, Batuaji dimulai dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 11.00 WIB.

“Ada 23 unit sepeda motor dan 35 unit mobil terjaring razia,” ujar Kepala KPPD Kota Batam, Novianto kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id).

Dia mengatakan, operasi ini dilakukan agar masyarakat dapat mentaati peraturan daerah dalam bidang perpajakan. Masyarakat diimbau agar tidak lupa membayar pajak tepat pada waktunya.

“Bagi pajak kendaraan yang sudah mati atau balik nama bisa langsung dibayarkan,” kata Novianto.

Lanjut Novianto, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perpajak kendaraan bermotor. Pihaknya akan terus menggalakkan kegiatan serupa diberbagai lokasi di Kota Batam.

“Kita terus berupaya agar masyarakat taat pajak,” ungkapnya.

Sementara itu Ernawati, 28, warga Tanjunguncang yang terjaring razia terlihat panik ketika ditanya oleh anggota polisi mengenai kelengkapan surat-surat kendaraanya. Ia mengaku sepeda motor Yamaha Vega BP 5349 IA yang digunakannya bukan miliknya.

“Ini punya abang saya. Tapi pajaknya masih hidup pak,” ujar Ernawati.

Setiap kendaraan yang diberhentikan dan juga yang terjaring razia, selalu diingatkan untuk taat membayar pajak, dan tidak lupa juga diingatkan untuk selalu menggunakan peralatan berkendaraan yang lengkap. (cr14)

Langgar Aturan Penerimaan Honorer, Rudi Siapkan Sanksi Kadistako Batam, Asril

0
Asril, Kepala Dinas Tatakota Batam. Foto: cecep mulyana/batampos
Asril, Kepala Dinas Tatakota Batam. Foto: cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Keberanian Bobi Rian, tenaga harian lepas (THL) Dinas Tatakota (Distako) Batam mengungkap persekongkolan penerimaan THL di dinas tersebut lewat surat dan video yang dia unggah ke Youtube, direspon Wali Kota Batam, Rudi.

Selain memecat 20-an THL baru yang direkrut Distako tahun 2016, termasuk anak Kepala Dinas Tatakota, Asril dan anak Sekretaris Distako Ruslan, Rudi juga memastikan akan menjatuhkan sanksi untuk Asril karena melanggar aturan larangan menerima honorar/THL.

“Tindakan administrasi pasti ada. Sanksinya apa, rahasialah. Urusan sayalah,” kata Rudi di Kantor Wali Kota Batam, Selasa (12/4/2016).

Meski begitu, Rudi mengaku akan mendengarkan masukan dari beberapa pihak sebelum menjatuhkan sanksi untuk Asril. Rudi juga masih akan mempertimbangkan penjelasan Asril terkait kasus ini.

Rudi juga menegaskan, puluhan honorer baru di Distako Batam sampai saat ini belum ada SK dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Batam. Rudi enggan menggunakan kata “dipecat”.  “Teknisnya dilarangan bekerja,” tegasnya.

Pemerintah Kota Batam memang telah menerbitkan aturan larangan menerima honorer atau tenaga harian lepas (THL) sejak dua tahun terakhir ini. Namun diam-diam sejumlah SKPD tetap melakukan rekrutmen. Kontrak kerja mereka diteken kepala dinas masing-masing.

Itu sebabnya, saat ini jumlah honorer di Batam membengkak hingga angka 7.000-an. sementara yang direkrut resmi oleh BKD Batam hanya ratusan. (ska/rna/cr17/bpos)

Baca Juga:
> Bobi, THL yang Bongkar Kebusukan Pejabat Distako Batam Menenangkan Diri di Bali
> Unggah Video Kelicikan Pejabat Distako Batam, Bobi Malah Dipecat
> THL Distako Batam Bobi Rian Juga Vokalis Band Kufaku, Cantiknya Bule di Video Klipnya
> Wawako Batam: Tak Mungkin Anak Ini (Bobi) Bohong
> Ada Anak Kepala Dinas dan Sekretaris di THL Baru Distako Batam
> 10 Tahun Kerja di Distako, 11 Tahun Pendidikan hingga S2, Dikasi SK Satpam Rusunawa, Ape Gune?
> Pak Wali, Ini Video Protes Pegawai Harian Lepas Dinas Tata Kota Batam.
> Lebih 20 THL Baru di Distako Batam SK-nya Dimanipulasi

BC Batam Gagalkan Penyelundupan 132 Gram Sabu Asal Malaysia

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Penyelundupan sabu-sabu dari Malaysia ke Indonesia via Batam seperti tak ada habisnya, meskipun kurirnya sudah sering tertangkap. Petugas Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai (BC) Tipe B Batam, Senin (11/4) sore, kembali menggagalkan penyelundupan sabu seberat 132 gram yang dibawa SH di Pelabuhan Feri Internasional Batamcenter.

SH yang merupakan warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan ini menumpang kapal Mirangga Alpha dari Pelabuhan Stulang Laut, Malaysia menuju Pelabuhan Internasional Batamcenter sekira pukul 13.15 WIB. Untuk mengelabui petugas, pelaku menyembunyikan barang haram tersebut di dalam perutnya.

Kepala Sesi Penindakan BC Batam, Slamet Riyadi mengatakan penangkapan pelaku berdasarkan kecurigaan petugas yang melihat gerak gerik aneh pelaku saat melalui mesin x-ray. Ketika diperiksa petugas menemukan sabu di dalam perut. ”Petugas curiga dengan gerak-gerik pelaku dan langsung melakukan pemeriksaan,” ujar Slamet, Selasa (12/4).

Selanjutnya, petugas membawa SH ke Rumah Sakit Awal Bros untuk pengecekan. Hasilnya, ada benda asing yang diketahui sabu seberat 132 gram dibungkus karet elastis biru dalam perut SH. Barang haram itu dimasukkan dari anusnya sehingga bisa masuk ke perut SH.

”Kasusnya sudah kita limpahkan ke Sat Resnarkoba Polda Kepri untuk diproses lebih lanjut,” tutur Slamet.

Beberapa bulan terakhir, petugas KPU Bea dan Cukai Tipe B beberapa kali menangkap para pelaku yang membawa narkoba di pelabuhan Feri International Batamcenter. Banyaknya penangkapan sepertinya tidak membuat jumlah kasus tersebut berkurang. (rng)

Penjaga Perpustakaan SD Bintang Timur Diduga Tontonkan Film Dewasa ke Murid

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Oknum penjaga perpustakaan Sekolah Dasar (SD) Swasta Bintang Timur Kota Batam di Kavling Nato Berseri, RT 5 RW 1, berinisial PS, diduga menunjukkan video dewasa kepada murid.

Peristiwa itu baru diketahui Senin (11/4), setelah salah satu murid berinisial ER, 8, memberi tahu kejadian tersebut kepada NH, 37, ibu kandungnya. ”Kami masuk dan melihat ada film anu, yang gitu-gituan ma,” ujar NH meniru ucapan anaknya, Selasa (12/4).

NH mengatakan, kejadian itu terjadi, Jumat (8/4) lalu. Saat itu murid sedang belajar di perpustakaan sekolah. Tanpa sadar mereka melihat video yang diputar penjaga perpustakaan waktu itu.

”Saat itu murid-murid belajar di perpustakaan,” ujar NH yang merupakan warga Kavling Melati Dapur 12.

Setelah mengetahui kejadian itu, Senin (11/4), NH bersama orangtua murid lainnya, kemudian mendatangi pihak sekolah untuk meminta penjelasan peristiwa tersebut.

”Saya tahunya dari anak saya. Jadi saya langsung ke sekolah cek kebenaran itu,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala SD Swasta Bintang Timur Kota Batam, Joko mengatakan pihak sekolah sudah menanyakan hal itu langsung kepada PS.
PS mengatakan video yang diputar waktu itu adalah video lucu Dono, Kasino, dan Indro, bukan video porno.

”Itu pengakuan dia (penjaga perpustakaan, red) saat kita tanya. Komputer sudah kita cek, katanya video itu sudah dihapus,” ujar Joko, saat ditemui di ruang kerjannya, kemarin.

Joko mengatakan kejadian itu baru diketahui setelah wali murid mendatangi sekolah untuk bertanya. ”Kalau tidak ada laporan mungkin kita juga tidak tahu,” ungkapnya.

Lanjut Joko saat itu murid-murid bukan ikut nonton, tetapi hanya melihat sepintas. ”Film diputar di dalam komputer sekolah,” bebernya.

Peristiwa itu, kata Joko sudah disampaikan kepada pihak yayasan untuk ditindaklanjuti. Mengenai sanksi, sejauh ini belum diberitahu pihak yayasan. ”PS juga belum masuk. Dia izin, masih sakit,” tutupnya. (cr14)

Oknum Satpol PP Batam Palak Pedagang, Sebulan Dimintai Rp 150 Ribu

0
Kepala Satpol PP Batam, Hendri. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Kepala Satpol PP Batam, Hendri. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Belasan pedagang yang berjualan di sepanjang Jalan S Parman Seibeduk mengeluh karena dimintai uang keamanan oleh Satpol PP Kota Batam.

”Kita membayar Rp 150 ribu sebulan. Yang biasa ngutip namanya A,” kata salah satu pedagang, Tohar.

Menurutnya, dengan membayar uang tersebut, para pedagang berhak mendapat info jika sewaktu-waktu ada penertiban mendadak. Selain info, pedagang akan diberi rasa aman untuk menggelar lapak lebih cepat dari yang diperbolehkan pihak kecamatan.

”Kecamatan sebenarnya melarang kita buka jam pukul 11.00 WIB dan hanya boleh dibuka pukul 15.00 WIB. Kata A, aman buka saja pukul 11.00 WIB, kalau ada apa-apa bilang dia saja,” ujar pria yang sudah lima bulan berjualan ini.

Pedagang lain Indra membenarkan dugaan kutipan yang dimaksud. Bahkan, Selasa (12/4) beberapa Satpol PP dengan menggunakan satu mobil mengutip buah pada pedagang. ”Tadi minta buah. Kadang yang keliling dari kecamatan juga. Kalau A ngutip setiap tanggal 20,” katanya.

Dia mengaku terpaksa membayar lantaran takut dagangannya sewaktu-waktu digusur Satpol PP. ”Mau kayak mana lagi,” ungkapnya.

Dikonfirmasi, Kasat Satpol PP Batam, Hendri meminta jika ada anggotanya yang mengutip agar segera dilaporkan padanya. ”Laporkan saja ke saya. Nomor saya bisa dikasih,” kata Hendri, kemarin.

Menurutnya anggota yang mengutip akan ditindak. ”Ditindak itu pasti, sudah kita peringatkan ini sama anggota,” tutup Hendri. (cr13)

Bobi, THL yang Bongkar Kebusukan Pejabat Distako Batam Menenangkan Diri di Bali

0
Bobi Rian (kanan) dan rekannya lagi liburan di Bali. Foto: rekan bobi untuk batampos.co.id
Bobi Rian (kanan) dan rekannya lagi liburan di Bali. Foto: rekan bobi untuk batampos.co.id

batampos.co.id – Bobi Rian, tenaga harian lepas (THL) Dinas Tata Kota (Distako) Batam yang membongkar permainan rekrumen tenaga honorer alias THL oleh para pejabat di tempat ia bekerja, lewat video berjudul “kelicikan dan kebusukan pejabat dinas tatakota batam” yang diunggah ke Youtube, kini memilih menenangkan diri di Pulau Dewata Bali.

“Saya lagi menenangkan pikiran di Bali,” ujar Bobi saat dihubungi batampos.co.id, Selasa sore (12/4/2016).

Bobi yang juga vokali Band Kufaku kemudian mengirimkan foto-fotonya lagi memanjakan diri di pantai bersama teman-temannya lewat whatsApp, khusus untuk batampos.co.id.

Namun Bobi belum mau mengomentari soal kabar ia dipecat oleh Wali Kota Batam Rudi akibat sikap beraninya membongkar kebobrokan sistem penerimaan THL di Distako Batam.

Begitupun dengan pemecatan lebih dari 20 THL baru yang direkrut Distako selama 2016 yang dibongkar oleh Bobi. Dua dari 20-an THL baru itu anak Kadistako Batam, Asril, dan anak Sekretaris Distako Batam, Ruslan.

Sementara itu, informasi pemecatan Bobi mengundang tanya dari warga Batam dan netizen. Rata-rata menilai pemecatan itu tidak tepat. Mestinya, keberanian Bobi membongkar kebobrokan di Distako patut diapresiasi, meski cara Bobi menyampaikannya di video di Youtube menggunakan gaya teatrikal, yang dinilai petinggi Pemko Batam “kurang ajar”.

Bagi netizen, Bobi tak layak dipecat atau diberi sanksi karena jika Bobi tidak mengunggah video itu di Youtube, kebobbrokan di Distako Batam belum tentu terungkap, meski Bobi Cs sudah mengirim surat keberatan ke Wali Kota Batam.

Bobi Rian lagi liburan di Pulau Dewata Bali. Foto: rekan bobi khusus untuk batampos.co.id
Bobi Rian lagi liburan di Pulau Dewata Bali. Foto: rekan bobi khusus untuk batampos.co.id

Kasus rekrutmen THL di Distako Batam, juga hanya bagian kecil dari sekian banyak kasus serupa di Dinas lain. Buktinya, saat ini Pemko Batam dihadapkan pada persoalan serius tenaga honorer yang jumlahnya mencapai 7.000 orang, namun yang terdaftar di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Batam hanya ratusan orang. Selebihnya direkrut oleh SKPD yang tidak sedikit titipan dari pejabat tertentu.

Mirisnya, sudah empat bulan ribuan honorer itu tak bergaji sehingga harus hidup dari utang.

Wakil wali Kota Batam Amsakar mengatakan belum ada keputusan resmi soal Bobi, apakah akan dipecat atau cukup dengan sanksi. (ahmadi/nur)

Baca Juga:
> Unggah Video Kelicikan Pejabat Distako Batam, Bobi Malah Dipecat
> THL Distako Batam Bobi Rian Juga Vokalis Band Kufaku, Cantiknya Bule di Video Klipnya
> Wawako Batam: Tak Mungkin Anak Ini (Bobi) Bohong
> Ada Anak Kepala Dinas dan Sekretaris di THL Baru Distako Batam
> 10 Tahun Kerja di Distako, 11 Tahun Pendidikan hingga S2, Dikasi SK Satpam Rusunawa, Ape Gune?
> Pak Wali, Ini Video Protes Pegawai Harian Lepas Dinas Tata Kota Batam.
> Lebih 20 THL Baru di Distako Batam SK-nya Dimanipulasi