Rabu, 22 April 2026
Beranda blog Halaman 14136

Belajar Modeling Bukan Hanya Untuk Lenggak Lenggok di Atas Catwalk

0

batampos.co.id –  Dr. Agita Marialda , Putri Indonesia Provinsi Kepulauan Riau 2016, mengakui sendiri betapa bermanfaatnya menggali potensi diri.

” Tadinya gak mau ikut Pemilihan Putri Indonesia. Tapi atas saran tante Silvia Hilda Kusumaningtyas, Owner Yayasan Silhouette Internasional juga mama, saya mencoba,” kata Agita pada Talkshow Perayaan Hari Kartini 2016 yang diselenggarakan Perkumpulan Istri Anggota Dewan/DPRD) Kota Batam di Atrimum Kepri Mall, 24 April 2016.

Ternyata dari keyakinan memiliki nilai lebih, gadis kelahiran Batam ini berhasil lolos dan ikut dalam pemilihan Putri Indonesia mewakili daerah kelahirannya.

”Motivasi saya adalah, selagi muda cari pengalaman sebanyaknya-sebanyaknya. Gak perlu takut. Jadilah diri sendiri. Diibaratkan kita ini sebagai bunga. Yang jenisnya  bermacam-macam, ada mawar, melati dll. Nah kita jangan berusaha jadi bunga lain. Kita sebagai wanita punya potensi. Gali potensi itu,” pesan dokter  yang lulus dengan nilai cumlaude ini. Agita ini, kata Silvia Hilda, diikutkan oleh mamanya dalam kelas privat di Silhouette.

”Belajar modeling bukan hanya  untuk lenggak lenggok di atas catwalk, tapi supaya bisa lebih luwes dan berani tampil di depan umum,” kata Silvia.

Dalam kelas modeling, kata Silvia, kita diajarkan mengetahui cara supaya bisa tampil cantik luar dan dalam (beauty), lalu wawasan juga diasah, apalagi kepribadiannya., Mau gak mau harus beauty dulu, baru pintar disaat bicara. Dan kita perempuan harus punya skill. Walau tidak kuliah, bisa ikut kursus. ”Jangan minder. Jika mampu, pinter akademik, juga non akademik. Sekarang nasehatin anak lebih baik.  cepat lulus, ciptakan lapangan pekerjaan dan jadi bos. Bukan cepat lulus untuk cari kerja,”ujar Silvia.

Ilmu kewirausahaan juga disampaikan oleh Melanny Natasha, pemilik Cake Buah Naga Aroma. Tipsnya unik dan simpel. Menurut mantan model Silhouette yang juga satu angkatan dengan Oki Setiana Dewi ini, bahwa bisnis yang dikerjakan butuh kerpercayaaan berdua antara suami dan istri.

”Jika istri ada ide, support ya. Termasuk support duitnya. Lalu harus fokus, juga cintai produk kita. Plus harus mau capek,” kata Melanny yang memutuskan berhenti bekerja di bank untuk fokus di bisnisnya ini.

Melanny juga menceritakan awal ia memilih cake buah naga sebagai produk andalannya. Untuk awalnya, ia membuat cake itu sendiri lalu minta teman-teman di kantor untuk mencoba. Sejak itu orderan mulai berdatangan.

”Idenya ketika  jalan-jalan ke Barelang lihat buah naga. Apalagi Batam belum punya oleh-oleh asli. Saya beranikan untuk memulai. Alhamduliah sekarang sudah ada 13 cabang, ” kata istri Benny Saputra.

Selain itu talk show juga menghadirkan Dr Irma Yudiawati, direktur True Beauty Academy. Dan Luis Kiroyan, founder Cinderella from Indonesia. Lusi banyak bercerita tentang Batik Girl. Buah karya hasil kreativitas dan ketrampilan tangan 100 warga binaan atau narapidana wanita di tiga Rumah Tahanan (rutan).

Kegiatan lain ikut menyemarakkan kegiatan ini yaitu lomba fashion show ibu dan puteri dan ibu dan remaja putri.

Kegiatan ini didukung oleh Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Batam .

Yang paling mengharukan saat pemberian bingkisan perempuan hebat. Yaitu mereka yang melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan laki-laki. Ada supir taxi, tukang parkir juga pelaku seni. Piswan juga memberikan penghargaan khusus untuk Sri Soedarsono, tokoh perempuan Batam yang sejak dulu hingga sekarang terus konsen dibidang sosial dan pemberdayaan. (agn)

Ada Nama Oknum Pengusaha dan Pejabat Pemprov Kepri di Daftar Pelanggan Prostitusi Online di Batam

0
Mucikari dan pelaku PSK online yang ditangkap Polisi dibilangan Nagoya diperiksa Polisi di ruangan Jatanras POlresta Barelang, Senin (25/4). F Dalil Harahap/Batam Pos
Mucikari dan pelaku PSK online yang ditangkap Polisi dibilangan Nagoya diperiksa Polisi di ruangan Jatanras POlresta Barelang, Senin (25/4). F Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Satreskrim Polresta Barelang berhasil mengungkap kasus prostitusi dengan cara menjajakan para pekerja seks komersial (PSK) melalui situs online milik Aslina alias Cinta (25) dan Didin (27).

“Ada sekitar tujuh orang PSK yang mereka sediakan. Cara menawarkannya, pemakai jasa langsung menelpon di nomor yang tersedia di dalam blog,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian, Selasa (26/4).

Harga yang ditawarkan pun cukup beragam, mulai dari Rp 600 untuk short time dan Rp 1,2 juta untuk long time. “Harga tersebut belum termasuk untuk sewa kamar, kalau sewa kamarnya ditanggung oleh penikmat jasa,” lanjut Memo.

Sementara itu, untuk pembagian hasilnya mereka membagi dengan 50 persen untuk PSK, 25 persen untuk mucikari dan pemilik blog sebesar 25 persen.

Diberitakan sebelumnya, Satreskrim Polresta Barelang telah mengungkap kasus prostitusi online, Senin (25/4) dini hari sekira pukul 01.30 WIB lalu.

Dari penangkapan tersebut, polisi kini telah menetapkan 4 orang tersangka, yang diantaranya Aslina (25) sebagai operator call centre, Didin (27) sebagai operator centre, Gunawan (28) sebagai kasir dan Anam sebagai pemilik massage.

Selain itu polisi juga mengamankan buku catatan yang berisikan daftar nama-nama pelanggan yang memakai jasa para Pekerja Seks Komersial (PSK). Dari buku catatan tersebut, polisi menemukan beberapa nama pengusaha dan beberapa nama pejabat Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemprov Kepri.

“Ada beberapa nama pengusaha dan PNS di sana. Tapi nantinya juga akan dilakukan pemeriksaan. Apakah mereka terkait dengan gratifikasi atau hanya penikmat jasa saja,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian, Selasa (26/4). (eggi)

Baca juga:

Polisi Tetapkan 4 Orang Tersangka Terkait Prostitusi Online di Batam

Siap-Siap, Pelanggan PSK Online di Batam Dicari Polisi

Polisi Bongkar Jaringan Prostitusi Online di Batam

Polisi Tetapkan 4 Orang Tersangka Terkait Prostitusi Online di Batam

0
Satreskrim Polresta Barelang mengamankan Aslina, Didin,  Gunawan dan Anam beserta barang buktinya terkait kasus prostitusi online di Batam. Foto: Eggi/ batampos.co.id
Satreskrim Polresta Barelang mengamankan Aslina, Didin, Gunawan dan Anam beserta barang buktinya terkait kasus prostitusi online di Batam. Foto: Eggi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Setelah melakukan pengembangan dalam kasus prostitusi online, Satreskrim Polresta Barelang menemukan catatan yang berisikan daftar nama-nama pelanggan yang memakai jasa para Pekerja Seks Komersial (PSK).

Dari buku catatan tersebut, polisi menemukan beberapa nama pengusaha dan beberapa nama pejabat Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemprov Kepri.

“Ada beberapa nama pengusaha dan PNS di sana. Tapi nantinya juga akan dilakukan pemeriksaan. Apakah mereka terkait dengan gratifikasi atau hanya penikmat jasa saja,” ungkap Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian, Selasa (26/4).

Lebih lanjut Memo menjelaskan saat ini pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial Kota Batam untuk melakukan pemulangan PSK ke kampung halaman mereka masing-masing.

“Akan kita lakukan koordinasi dengan dinsos untuk dilakukan pemulangan ke kampung halamannya masing-masing,” lanjut Memo.

Sementara itu, dari hasil penyelidikan yang dilakukan polisi hingga saat ini, telah ditetapkan 4 orang sebagai tersangka dalam kasus prostitusi online ini.

Dari 4 orang tersebut diantaranya, Aslina (25) sebagai operator call centre, Didin (27) sebagai operator centre, Gunawan (28) sebagai kasir dan Anam sebagai pemilik massage.

“Ada empat orang yang kita tetapkan tersangka, diantaranya satu orang mucikari, kasir, pemilik blog dan operator blog,” pungkas Memo. (eggi)

Baca juga:

Siap-Siap, Pelanggan PSK Online di Batam Dicari Polisi

Polisi Bongkar Jaringan Prostitusi Online di Batam

Enam SMP di Batam Ikuti UN Berbasis Komputer

0
Ilustrasi
Ilustrasi

batampos.co.id – Enam Sekolah Menengah Pertama (SMP) Kota Batam ikuti pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada 9 hingga 12 Mei 2016 mendatang.

Kepala Dinas Kota Batam, Muslim Bidin melalui Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Batam, Andi Agung mengatakan ini baru pertama kali pelaksanaan UNBK tingkat SMP di Kota Batam dilaksanakan.

Untuk tahun 2016 ada enam sekolah yang akan melaksanakan UNBK yaitu, SMPN 6 Batam, SMP Mondial, SMP Independen, SMP Calista, Global Indo Asia dan SMP Maitreyawira.

Pelaksanaan UNBK dilaksanakan dalam tiga sesi. Ada empat mata pelajaran yang diujikan diantaranya, Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

“Untuk SMP satu harinya hanya satu mata pelajaran saja,” kata Andi Agung, senin (25/4) di katornya.

Berdasarkan data dari Dinas pendidikan Kota Batam secara keseluruhan sebanyak 14.336 pelajar SMP dan paket B akan megikuti UN 2016, dengan rincian 145 SMP negeri dan swasta, 18 MTS negeri dan swasta, 3 SMP LB dan 25 lembaga paket B.

“Khusus pelaksanaan paket B kita rencanakan di SMAN 1 dan SMAN 3 Batam,” jelas pria yang juga berprofesi sebagai dosen ini.

Andi mengingatkan UN bukanlah penentu kelulusan lagi, jadi siswa diharapkan tidak mudah terpengaruh dengan apapun yang bisa mengganggu konsentrasi dalam pelaksanaan UN nanti.

“Siswa tak usah khawatir, semua sekolah yang menentukan,” imbuhnya. (cr17)

Sampah Menumpuk, Dua Bulan Baru Diangkut

0
Tumpukan sampah di pinggir jalan menuju Tanjunguncang. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Tumpukan sampah di pinggir jalan menuju Tanjunguncang. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id – Warga Sagulung menilai petugas kebersihan lamban menangani sampah. Akibatnya sampah pun menumpuk dan meluber ke badan jalan.

Di tempat pembuangan sampah sementara Dapur 12, yang berada disebelah kanan badan jalan sebelum Simpang Nato, Sagulung. Akibat petugas lamban mengangkut sampah yang ada di dalam bin kontainer, warga pun membuang sampah di sembarang tempat, karena bin yang disediakan sudah penuh dengan sampah.

“Volume sampah dari warga memang banyak. Setiap hari memang diangkut, tetapi petugas lambat mengangkutnya,” ujar Vina warga Dapur 12, kepada koran Batam Pos (grup batampos.co.id), Senin (25/4).

Vina mengatakan, seharusnya petugas kebersihan lebih sigap lagi untuk menangani sampah, agar sampah yang ada tidak meluber ke badan jalan, membuat lingkungan sekitar menjadi kumuh.

Sementara itu, warga di Perumahan Suka Maju, Tembesi mengaku kesal terhadap petugas kebersihan, pasalnya keberadaan sampah di perumahan mereka sudah dua bulan tidak pernah diangkut. Seharunya sampah diangkut seminggu dua kali.

“Sebagian dibakar dan sebagian masih menumpuk di depan rumah,” ujar Paulina warga Perumahan Suka Maju, kemarin.

Padahal warga tidak pernah menunggak pada saat pembayaran retribusi. Setiap bulan warga membayar sebesar Rp 7 ribu. “Padahal kami tak pernah menunggak bayar retribusi,” ungkapnya.

Warga sempat menanyakan kepada petugas di lapangan, alasan mereka untuk pengelolaan sampah sudah ditangani pihak kecamatan. Namum pihak kecamatan juga belum ada yang turun mengambil sampah. “Sampai saat ini sampah belum diangkat, ” tutupnya. (cr14)

Pak Rudi, Pemukul Anggota Bapak Sudah Ditangkap

0
Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Memo Ardian. Foto: cecep mulyana/batampos
Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Memo Ardian. Foto: cecep mulyana/batampos

batampos.co.id – Tudingan Wali Kota Batam Rudi, bahwa dua kali anak buahnya dianiaya dan disandera namun polisi tidak melakukan tindakan apa-apa dibantah keras oleh jajaran Polresta Barelang. Pelaku pemukulan ternyata sudah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

“Namanya Marudut, sudah kami tetapkan sebagai tersangka kasus penganiayaan terhadap tiketing bus trans Batam,” ujar Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Memo Ardian, Selasa (26/4/2016).
Marudut diketahui sebagai salah satu yang diduga melakukan pemukulan petugas tiketing bus trans Batam di halte samping Masjid Raya Batam Centre, Rabu (6/4/2016) lalu.
Memo menjelaskan penangkapan ini berawal dari penyelidikan Unit Buser Polda Kepri. Setelah melakukan penyelidikan, lalu pihaknya melakukan pencocokan terhadap bukti-bukti yang telah dikumpulkan selama ini.
“Dari Polda mereka meminta bukti-bukti yang telah berhasil di kumpulkan. Setelah itu, kita lakukan pencocokan hingga kita tangkap pelaku di daerah Batuaji,” ungkap Memo. Semua proses itu menunjukkan polisi bekerja, bukan lepas tangan.
Saat ini Memo mengatakan pihaknya masih mengumpulkan bukti-bukti untuk menjerat pelaku lainnya. Marudut sendiri enggan mengatakan siapa saja yang ikut melakukan penganiayaan.
“Pelaku terkesan pasang badan. Tapi nantinya kita akan kumpulkan bukti lainnya untuk mencari pelaku lain,” lanjut Memo.
Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan pasal 170 jo pasal 351 ayat (1) jo pasal 335 KUHP dengan ancaman hukuman 6 tahun kurungan penjara.
Dalam berita sebelumnya dikatakan bahwa salah seorang penjual tiket bus Trans Batam trayek Batam Centre menuju Batuaji telah dianiaya oleh sekelompok orang yang di duga sopir angkot sekitar pukul 16.45 WIB.
Penganiayaan ini diduga bermula dari surat kesepakatan antara pemerintah dengan supir angkot yang isinya menyebutkan bahwa pukul 17.00 WIB angkutan Trans Batam harus berhenti beroperasi, namun menjelang pukul 17.00 WIB, petugas tiketing masih melayani penumpang. (eggi)

Pujasera Batamindo Selalu Dipadati Pencaker

0
Pencaker berkumpul di Pujasera Batamindo, Mukakuning, Seibeduk untuk mencari lowongan kerja yang ada di tempel oleh perusahaan di Pujasera tersebut, Selasa (27/10). Foto: Dalil Harahap/Batam Pos
Pencaker berkumpul di Pujasera Batamindo, Mukakuning, Seibeduk untuk mencari lowongan kerja yang ada di tempel oleh perusahaan di Pujasera tersebut. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

batampos.co.id – Setiap hari lokasi Pujasera Batamindo selalu dipadati pencari kerja (pencaker). Ada yang baru datang ke Batam hingga ada yang berbulan-bulan menganggur.

Seorang pencaker, Ruslin mengaku setiap hari, kecuali hari Minggu, mengunjungi tempat tersebut, berharap ada lowongan yang ditempel pihak perusahaan.

“Sehabis keliling (cari kerja) pasti mampir di sini. Ya mana tau ada (informasi lowongan),” kata pria 23 tahun yang kini sudah menganggur empat bulan ini, pagi kemarin (26/4).

Rekan Ruslin yakni Rafah (22) yang sudah menganggur dua bulan mengaku juga melakukan hal yang sama. Menurutnya, pujasera Batamindo selalu ramai oleh pencaker setiap harinya.

“Ini sih bukan lagi ratusan tapi ribuan. Belum pada datang saja ini,” kata eks pekerja salah satu perusahaan di Batamindo Industrial Park ini.

Pencaker lain, Evi, mengatakan saking banyaknya pencaker, ketika pihak perusahaan menempel info lowongan, sering terjadi saling dorong. “Sulit cari kerja sekarang,” ucap wanita asal Banyuwangi, Jawa Timur ini.

Evi sendiri mengaku sejak empat bulan terakhir menganggur selepas keluar dari rumah makan yang berada di Bilangan Nagoya. Kini dia akan tetap berusaha mencari pekerjaan. “Usaha saja dulu, kalau tak ada lagi, pulang kampunglah,” pungkasnya. (cr13)

Ini Akar Masalah Sopir Bus Trans Batam dan Angkutan Kota Sering Bentrok

0
Warga Batam saat menggunakan Bus Trans Batam jurusan Sekupang-Jodoh. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos
Warga Batam saat menggunakan Bus Trans Batam jurusan Sekupang-Jodoh. Foto: Dalil Harahap/ Batam Pos

batampos.co.id -Pantas saja hubungan para sopir bus trans Batam dengan para sopir angkutan kota (angkot) terus memanas karena ternyata Pemko Batam belum mengesahkan trayek baru angkutan umum, meski sudah selesai disusun. Akibatnya terjadi tumpang tindih.

“Kita masih  menunggu rapat para pihak, setelah itu baru disahkan,” kata Kabid Lalu Lintas Dishub Kota Batam, Faizal Riza, Selasa (26/4/2016).

Dalam rancangan trayek yang sudah dibahas Pemko Batam (Dishub) dengan Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan, sedikitnya ada 30 persen trayek berubah. Ada penambahan, perubahan trayek, hingga pengurangan jumlah angkutan umum di beberapa trayek.

Perubahan beberapa trayek maupun pengurangan jumlah aramada di beberapa trayek, kata Riza, sangat penting mengingat trayek lama sudah tak relevan lagi dengan kondisi saat ini.

Pertumbuhan pemukiman baru, penambahan jumlah kendaraan, penambahan kawasan industri, menuntut perubahan trayek agar semua kawasan-kawan baru itu terlayani angkutan umum.

“Trayek lama sudah belasan tahun, sudah tak sesuai lagi, makanya dilakukan revisi,” ujar Riza.

Ia berharap semua bisa selesai dengan cepat sehingga tidak ada lagi gesekan para sopir di lapangan. Juga tak ada lagi kawasan yang tak terlayani oleh angkutan umum. (k1/eggi)

Baca Juga:
> Sopir Bus Trans Batam Diintimidasi Sopir Angkot, Kapolres: Pemko Jangan hanya Bisa Salahkan Polisi
> Wali Kota Batam: Dua Kali Anak Buah Saya Digebukin Tak Ada Tindakan dari Polisi
> Sopir Bus Trans Batam Dianiaya, Dewan Minta Polisi Jangan Lepas Tangan

Parit di Belakang Kios Liar Simpang Kara Jadi Tempat Sampah

0
Kios liar di Simpang Kara, Batamcentre. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos
Kios liar di Simpang Kara, Batamkota. Foto: Cecep Mulyana/ Batam Pos

batampos.co.id – Tak hanya legalitas bangunan yang menjadi masalah dari kios liar, penghuni kios liar kerap membuang sampah sembarangan. Seperti yang terjadi di kios Simpang Kara, Batamkota, di deretan kios yang telah mendapat surat peringatan (SP) tiga untuk dibongkar tersebut sampah berserakan dan bahkan masuk dalam parit.

Pantauan koran Batam Pos (grup batampos.co.id) di lokasi sampah didominasi sampah sulit urai seperti plastik dan styrofoam, tak sedikit sampah-sampah tersebut masuk ke parit yang membatasi deretan kios dengan perumahan Golden Land.

“Itu sudah biasa, lihat saja itu berserakan, parit jadi tempat sampah,” ucap warga perumahan Golden Land, Rahma di sekitar lokasi.

Lanjut dia, hendaknya penghuni menyediakan tempat sampah di depan kios, sehingga sampah tak berserakan. “Di depan saja dibuang, supaya bisa diambil petugas sampah,” ungkapnya.

Sementara itu Kabid Kebersihan DKP Batam, Yudi Admaji mengatakan di lokasi tersebut dilalui mobil yang mengangkut sampah jalan. Untuk itu dia berharap hendaknya sampah tak dibuang di belakang kios. “Kita siapkan satu lori khusus. Kalau di belakang mana kita bisa lihat,” ungkapnya. (cr13)

Baca juga:

SP 3 Tak Digubris, Pemilik Kios Liar Simpang Kara Masih Tetap Berdagang

Hari Ini, Deadline Pengosongan Kios Liar di Simpang Kara

Syuzairi Perintahkan Simpang Kara Harus Bersih dari Kios Liar

Diancam Dibunuh Oleh Suami, Esnida Lapor Polisi

0
Esnida saat melapor ke Polresta Barelang. Foto: Eggi/ batampos.co.id
Esnida saat melapor ke Polresta Barelang. Foto: Eggi/ batampos.co.id

batampos.co.id – Salah seorang wanita paruh baya mendatangi Sentral Pengaduan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polresta Barelang untuk melaporkan suaminya Kian Hong (56) atas percobaan pembunuhan terhadap dirinya.

Esnida (53) yang datang diantar langsung oleh anaknya meminta agar pihak kepolisian segera menangkap suaminya. Ia mengaku sangat trauma jika suaminya belum tertangkap.

“Aku takut mau pulang pak, mau masak pun gak tenang rasanya di rumah,” ungkapnya ketika ditemui di SPKT Polresta Barelang, Selasa (26/4).

Esnida bercerita bahwa kejadian percobaan pembunuhan ini berawal dari suaminya yang baru pulang tiba-tiba emosi di rumah.

“Dia itu sering emosi di rumah, masak ikan aja kalau tidak enak sedikit emosi. Karena mengelak aja aku dari pisau itu, kalau tak mengelak udah tertancap pisau itu di kepala aku,” cerita Esnida.

Esnida juga mengatakan bahwa selama ini ia sering mendapatkan perlakuan kasar dari suaminya, hal itu terjadi sejak Kian Hong mempunyai selingkuhan. Bahkan Ernida juga mengatakan kalau suaminya baru saja keluar dari penjara atas kasus yang sama.

“Tangkap aja lagi dia itu pak, Sebelumnya dia baru keluar dari penjara tahun kemaren dengan kasus KDRT juga selama 6 bulan,” pungkas Esnida. (eggi)