Sabtu, 9 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9193

Polsek Belakangpadang Gelar Antigen Massal, Hasilnya…

0

batampos.co.id – Jajaran Polsek Belakangpadang melaksanakan antigen massal di Puskesmas Belakangpadang, Rabu (18/8/2021).

Dalam kegiatan ini, satu warga dinyatakan positif dan dilakukan isolasi mandiri.

Kapolsek Belakang Padang, AKP Sulam, mengatakan, kegiatan ini ini bertujuan untuk menekan penyebaran Covid-19 dan memudahkan petugas atau masyarakat lebih waspada terhadap virus.

”Satu orang yang dinyatakan positif nantinya akan dipantau petugas PPKM yang berada di wilayah tersebut,” ujar Sulam.

Warga mengikuti tes antigen massal di Puskesmas Belakangpadang. Dari hasil tes, didapati warga yang positif Covid-19. Foto: Polsek Belakangpadang untuk Batam Pos

Ia menjelaskan, tes antigen massal dilakukan terhadap warga yang kontak erat dengan pasien yang positif.

Selain di puskesmas, kegiatan juga dilakukan dari pintu ke pintu.

”Dalam kegiatan ini, kami dibantu Bhabinkamtibmas, Babinsa, Satpol PP, dan tim nakes,” katanya.

Sulam menambahkan, kegiatan ini dimulai dari proses identifikasi, evaluasi serta manajemen dari sekelompok orang yang telah terpapar virus dan melakukan penempelan stiker contact person tracer.

”Harapannya, dengan dipasangnya stiker yang memuat nomor contact person tracer, nantinya masyarakat bisa secara aktif menghubungi petugas,” ungkapnya.

Dalam kegiatan itu, kata Sulam, pihaknya juga melakukan sosialisasi untuk mematuhi protokol kesehatan. Serta, mengimbau masyarakat untuk bersedia mengikuti tes antigen massal.(jpg)

Alami Efek Samping Berat Setelah Vaksin Covid-19 Dapat Ganti Rugi Rp 2 M

0

batampos.co.id – Pemerintah Singapura menggelontorkan dana fantastis untuk sejumlah penerima vaksin Covid-19 yang merasakan efek samping yang berat. Sejauh ini sebanyak 144 orang diberikan bantuan keuangan setelah efek samping serius usai vaksin. Ganti rugi paling besar senilai SGD 225 ribu atau setara Rp 2 miliar.

Di bawah Program Bantuan Keuangan Cedera Vaksin (Vifap), jumlah yang dicairkan adalah tetap. Dan, tergantung pada tingkat keparahan efek samping dari vaksin Covid-19.

Kementerian Kesehatan (MOH) sejauh ini telah menyetujui bantuan keuangan senilai SGD 782 ribu kepada 144 orang yang mengalami efek samping serius yang signifikan secara medis terkait dengan vaksin Covid-19.

Dalam sebuah pernyataan kepada TODAY, Selasa (17/8), Kementerian menambahkan bahwa dua orang telah menerima masing-masing SGD 225 ribu. Itu pembayaran tertinggi yang mungkin dilakukan di bawah Program Bantuan Keuangan Cedera Vaksin Pemerintah (Vifap). Tujuannya untuk memberikan ketenangan pikiran bagi mereka yang mempertimbangkan untuk divaksinasi.

Salah satu kasus adalah seorang anak laki-laki berusia 16 tahun yang pingsan di rumah setelah berlatih angkat beban di gym pada 3 Juli. Kejadian itu enam hari setelah menerima dosis pertama vaksin Pfizer-BioNTech atau Comirnaty. Kemenkes Singapura tidak memberikan rincian tentang kasus lainnya.

Anak laki-laki berusia 16 tahun itu mengalami miokarditis parah akut, atau radang otot jantung, yang menyebabkan serangan jantung. Dia sekarang menjalani rehabilitasi rawat inap dan kemungkinan akan dipulangkan dalam beberapa minggu mendatang.

“Miokarditis kemungkinan merupakan efek samping serius yang disebabkan oleh vaksin, yang mungkin diperparah oleh angkat berat yang berat dan konsumsi kafein yang tinggi melalui minuman energi dan suplemen,” kata Kementerian Kesehatan Singapura.

Vifap sendiri adalah inisiatif yang memberikan bantuan keuangan kepada mereka yang mengalami efek samping serius yang dinilai terkait dengan vaksin Covid-19 yang mereka ambil di bawah program vaksinasi nasional. Kemenkes menyatakan di situs webnya bahwa jumlah yang dicairkan melalui program ini adalah tetap dan tergantung pada tingkat keparahan efek samping.

Efek samping berat adalah yang dapat berpotensi mengancam jiwa atau fatal, memerlukan rawat inap di rumah sakit, atau menyebabkan ketidakmampuan atau kecacatan terus-menerus.

Situs web tersebut menyatakan bahwa kasus yang bisa mengakibatkan kematian atau cacat parah permanen akan mendapatkan pembayaran sebesar SSGD 225 ribu. Mereka yang divaksinasi sampai harus mendapatkan perawatan intensif akan mendapatkan SGD 10 ribu atau setara Rp 100 juta. Sedangkan mereka yang memerlukan rawat inap dan penanganan medis hingga pemulihan, akan mendapatkan SGD 2 ribu atau setara Rp 20 juta.

Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan bahwa jumlah tersebut tidak dimaksudkan untuk mengganti biaya medis yang terkait dengan efek samping. Bulan lalu, Menteri Kesehatan Ong Ye Kung mengatakan di parlemen bahwa jumlah yang disetujui berdasarkan skema pada 25 Juni adalah SGD 451 ribu, yang harus dibayarkan kepada 102 orang yang menderita efek samping serius usai divaksin Covid-19.(jpg)

Di Batam, Belum Ada Perjalanan Wisata Tujuan Singapura dan Malaysia

0

batampos.co.id – Kepala Bidang (Kabid) Informasi dan Komunikasi Keimigrasian (Infokim) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Tessa Harumdila, mengatakan, hingga saat ini tidak ada perjalanan wisata dari Batam ke Singapura dan Malaysia maupun sebaliknya.

Hal ini akibat adanya kebijakan pembatasan yang dilakukan oleh kedua negara, sebagai upaya dalam pengendalian penularan Covid.

”Untuk perjalanan wisata ke Batam maupun perjalanan wisata tujuan Singapura dan Malaysia belum ada,” ujar Tessa.

Selama ini sejumlah pintu masuk dari Malaysia dan Singapura hanya melayani pemulangan WNI dari kedua negara tersebut.

Sementara untuk tujuan wisata ke Malaysia dan Singapura, sudah tidak ada lagi. Sebab, perkembangan Covid-19 yang belum mereda menjadi alasan masyarakat menunda perjalanan keluar.

”Kalau yang pergi hanya untuk orang yang mempunyai keperluan penting atau ada urusan pemerintah dan syaratnya sudah ditentukan,” tuturnya.

Saat ini, pihaknya memberikan layanan perpanjangan izin tinggal secara online bagi WNA yang belum bisa pulang ke negaranya melalui Singapura maupun Malaysia.

”Untuk pelayanan izin tinggal bagi orang asing, kami buka secara online, sehingga tidak ada lagi orang asing atau penjamin yang datang ke kantor Imigrasi,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan bahwa pelayanan keimigrasian secara online ini bersifat sementara dan akan terus dievaluasi sesuai dengan arahan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam.

”Bagi masyarakat yang memerlukan konsultasi layanan izin tinggal dapat menghubungi di nomor +62811 7777 430 dan untuk pelayanan paspor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam bisa menghubungi +62813 6470 0070,” katanya.(jpg)

PPKM Bersifat Dinamis, Levelnya Tergantung Kasus Covid-19

0

batampos.co.id – Kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan level 1-4 merupakan instrumen pengendalian Covid-19. Kebijakan ini juga bersifat adaptif dan dinamis, penetapan level suatu daerah akan didasarkan pada perkembangan kondisi kasus Covid-19 di masing-masing daerah.

“Pembatasannya bersifat dinamis, sehingga nantinya tiap daerah akan di perlonggar atau diperketat pembatasannya, sesuai dengan keadaan kasus Covid-19 masing-masing daerah tersebut,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito dalam keterangan tertulis baru-baru ini.

Terkait dengan leveling PPKM, level paling ketat adalah level 4. Dan level paling longgar level 1. Tujuan, kata dia, dalam penerapan level 1 hingga 4 ini, tentunya agar masyarakat dapat produktif dan aman Covid-19. Serta pemberlakuan PPKM akan selalu menyesuaikan dengan kondisi perkembangan kasus terkini di Indonesia.

“Sehingga pengendalian kasus dan juga pemulihan sektor ekonomi dapat dijalankan secara beriringan untuk mencapai masyarakat yang produktif dan aman Covid-19. Selain itu, penetapan level di setiap daerah juga didasarkan pada indikator-indikator yang sistematis,” tambah Prof Wiku.

Untuk itu sangat diharapkan peran media massa dalam menyampaikan kepada masyarakat secara berkala, tentang level suatu daerah. Sehingga masyarakat setempat akan memahami dengan jelas serta mengikuti perkembangan level di daerahnya.

“Saya mohon bantuannya dan kerja sama dari rekan rekan media untuk menyampaikan rasional di balik diterbitkannya kebijakan PPKM serta perubahan levelingnya secara berkala dan jelas. Agar masyarakat dapat mengerti dan mengikuti perkembangan leveling yang terjadi di daerahnya masing-masing,” kata Prof Wiku.(jpg)

Kedatangan Vaksin Pfizer Bantu Percepat Program Vaksinasi di Indonesia

0

batampos.co.id – Indonesia kembali akan menerima kedatangan vaksin Pfizer dan Astra Zeneca dalam bentuk jadi. Kedatangan vaksin tersebut akan membantu akselerasi program vaksinasi nasional hingga dapat mencapai sasaran yang ditetapkan.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito menjelaskan kedatangan vaksin Pfizer dalam bentuk jadi sebanyak 1,5 juta dosis. Vaksin Pfizer telah menerima emergency use of authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) pada Juli 2021.

“Vaksin Pfizer ini nantinya dapat digunakan masyarakat berusia 12 tahun keatas,” kata Wiku dalam keterangannya, Kamis (19/8).

Wiku meminta, pemerintah daerah yang akan menerima alokasi vaksin Pfizer diharapkan segera menggunakannya. Sehingga masyarakat di daerah dapat terlindungi dan meningkatkan cakupan program vaksinasi.

Selain vaksin Pfizer, Indonesia juga akan menerima sebanyak 450 dosis vaksin jadi Astra Zeneca melalui skema bilateral. Karena itu, dengan kedatangan lagi vaksin-vaksin ini, maka kebutuhan vaksin untuk program vaksinasi nasional dapat tercukupi.

“Diharapkan dengan datangnya vaksin-vaksin ini dapat mengakselerasi program vaksinasi nasional. Sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat memperoleh vaksin dan terlindungi dari Covid-19 untuk mewujudkan masyarakat yang produktif dan aman Covid-19,” harap Wiku.(jpg)

12 Pasien Covid-19 Meninggal, Batam Zona Oranye

0

batampos.co.id – Kasus pasien positif Covid-19 yang meninggal di Batam bertambah 12 orang. Total kasus meninggal di Batam telah mencapai 777 orang sejak kasus pertama diumumkan Maret 2020 lalu.

Berdasarkan data Tim Gugus Tugas Covid-19, selain pasien meninggal sepanjang 24 jam terakhir juga terdapat penambahan 38 orang positif Covid-19. Dengan begitu, total kasus positif Covid-19 di Kota Batam telah mencapai 25.168 orang.

Dari total kasus positif, sebanyak 23.896 di antaranya telah dinyatakan sembuh. Kemudian dari total kasus positif, sebanyak 495 orang masih menjalani perawatan atau menjadi kasus aktif. Jika dibandingkan dengan beberapa hari terkahir, kasus aktif ini juga mengalami penurunan signifikan.

”Ya, Kamis (19/8) terdapat penambahan 12 pasien meninggal, 38 pasien baru, dan 180 orang pasien Covid-19 yang sembuh,” ujar Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Covid -19 Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, kemarin.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam menyebutkan, tingkat kasus aktif saat ini berada di angka 1,967 orang. Didi merinci, dari 495 kasus aktif, sebanyak 248 orang menjalani isoman, 167 orang dirawat di rumah sakit, dan 80 orang lain dirawat di Asrama Haji Batam. ”Kasus aktif saat ini terus mengalami penurunan,” ungkapnya.

Diketahui, Batam berhasil keluar dari zona merah dan kini berada di zona oranye. Berbagai hasil positif mulai terlihat, mulai dari menurunnya BOR (bed occupancy rate), jumlah pasien sembuh meningkat, hingga penurunan kasus terkonfirmasi positif.

”Hasil ini menurut saya bisa terus membaik, kalau protkes (protokol kesehatan) terus berjalan maka bisa saja dalam waktu dekat ini, Batam secara keseluruhan zona hijau,” ujar Amsakar Ahmad, Wakil Wali Kota Batam, Kamis (19/8). (*/jpg)

Rekrutmen 1 Juta Guru PPPK Disambut Gembira

0

batampos.co.id – Ketua Forum Honorer Non Kategori 2 Persatuan Guru Honorer Republik Indonesia (PGHRI) Raden Sutopo Yuwono mengaku gembira dengan dilaksanakannya seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) untuk guru honorer. Menurutnya, itu merupakan wujud kemerdekaan.

“Betul-betul kami merasa merdeka, punya kesempatan rekrutmen Aparatur Sipil Negara untuk mendapatkan kesejahteraan dan status kepagawaian yang mendapat gaji yang setera dengan PNS,” ujarnya dalam Silaturahmi Merdeka Belajar: Rekrutmen Guru ASN PPPK, Kamis (19/8).

Sebab menurut dia, ini merupakan kesempatan yang luar biasa bagi guru honorer yang bukan kategori 2. Kesempatan ini merupakan yang pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir.

“Kami yang honorer non-K2 yang belum terdata di Badan Kepegawaian Negara ini dapat diusulkan oleh MenPAN-RB dan Mendikbudristek,” imbuhnya.

Dia pun menyampaikan terima kasih kepada pemerintah yang menghadirkan program perekrutan untuk 1 juga guru tersebut. Terutama kepada Presiden Joko Widodo dan Mendikbudristek Nadiem Makarim.

“Kami menyambut gembira, kami sangat bersyukur di era pak Jokowi dan pak Menteri Nadiem, Pak Dirjen GTK, regulasi ini bener-benar hadir,” imbuhnya.

Oleh karena itu, dirinya pun akan memastikan para guru dapat berusaha semaksimal mungkin agar bisa lolos seleksi tersebut. “Semoga nanti semua diberikan kemudahan lolos,” tandas Sutopo.(jpg)

Pak Wali Kota, Air Masih Menggenangi Ruas Jalan di Batuaji

0

batampos.co.id – Musim hujan telah tiba, masyarakat di Batuaji dan Sagulung kembali dilanda perasaan waswas.

Sebab, persoalan banjir belum sepenuhnya diatasi. Genangan air di ruas jalan hingga banjir di permukiman, masih terjadi hingga saat ini.

Misalnya, di jalan masuk perumahan Kodim, Kelurahan Buliang, masih sering terjadi luapan air jika hujan lebat.

Sedangkan hujan dalam beberapa hari terakhir ini, belum berdampak namun mulai ada tanda-tanda banjir.

Air menggenangi ruas jalan yang posisinya lebih rendah. Begitu juga dengan ruas jalan utama seperti di Jalan R Suprapto dan Brigjen Katamso Batuaji, masih banyak yang digenangi air.

Meskipun tak banjir, namun genangan air ini tetap mengganggu kelancaran arus lalu lintas.

Ilustrasi. Kemacetan terjadi di Jalan R Suprapto depan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Batuaji, beberapa waktu lalu. Foto: Dalil Harahap/Batam Pos

Sebab, kendaraan harus ekstra pelan demi menghindari kerusakan atau percikan ke pengendara lain.

“Kalau banjir besar belum sih karena hujan juga belum begitu lebat. Tapi bagaimanapun genangan air ini tetap mengganggu,” ujar Reza, warga Batuaji, Kamis (19/8/2021).

Pemko Batam melalui Dinas Bina Marga terus berupaya mengatasi masalah tersebut. Normalisasi drainase terus dilakukan.

Seperti, yang dilakukan pada drainase induk depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji.

Proyek peningkatan drainase ini mengubah total drainase induk di sana. Drainase digali menjadi besar dan lebar demi kelancaran
aliran air.

Pantauan di lapangan, proyek normalisasi drainase ini sudah memasuki tahap pemasangan batu miring.

Drainase yang semula berukuran kecil, kini tampak lebih besar
dan dalam.

Sejumlah alat berat masih menggali sisi drainase lain yang belum digali. Pekerja juga terpantau sibuk dengan pemasangan pembangunan batu miring.

Proyek normalisasi diperkirakan rampung dalam sebulan ke depan.

Camat Batuaji, Ridwan, sebelumnya mengaku Pemko Batam memberikan perhatian khusus dengan proyek normalisasi tersebut sebab menjadi kunci keamanan wilayah kelurahan Bukit Tempayan dari ancaman banjir.

“Penyebabnya (banjir) di situ, makanya dilebarkan. Itu sudah lama diajukan dan Alhamdulillah tahun ini dikerjakan,” ujar Ridwan.

Proyek ini sekaligus dengan pembangunan gorong-gorong sebagai jalur penyebarangan air dari Bukit Tempayan ke Kelurahan Buliang.

Tujuannya sama, untuk mencegah terjadinya banjir.(jpg)

Penduduk Kepri Tembus 2 Juta Jiwa, Lebih Banyak Laki-Laki

0

batampos.co.id – Jumlah penduduk Provinsi Kepri pada semester pertama 2021 ini tembus pada angka 2.055.278 jiwa. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMD Dukcapil) Provinsi Kepri, Sardison mengatakan dibandingkan semester II 2020 berdasarkan sensus penduduk mengalami kenaikan sebesar 1,09 persen atau 22.099 jiwa menjadi 2.055.278 jiwa.

“Jika dibanding periode yang sama, yaitu semester I 2020 dibanding semester II 2019, maka terjadi peningkatan jumlah penduduk sebesar 0,67 persen atau 13. 160 jiwa. Pertumbuhan penduduk tertinggi terjadi pada semester II 2020 dibanding semester I 2020 yaitu sebesar 2,5 persen atau 49.582 jiwa,” ujar Sardison, Kamis (19/8) di Tanjungpinang.

Mantan Kepala Biro Administrasi Pembangunan (BAP) Provinsi Kepri tersebut menjelaskan, dilihat dari struktur jenis kelamin, jumlah penduduk Provinsi Kepri didominasi laki-laki dibanding perempuan.

Jumlah penduduk laki-laki sebesar 51 persen atau 1.046.446 jiwa, dan perempuan sebanyak 49 persen atau 1.008.832 jiwa. Sedangkan berdasarkan jumlah kepala keluarga, pada semester I 2021 terdapat 700.968 kepala keluarga.

“Untuk penduduk ber KTP atau memiliki e-KTP dari total jumlah penduduk 2.055.278 jiwa, sebanyak 1.413.493 jiwa sudah memiliki e-KTP, dengan demikian hanya tinggal 27.786 jiwa yang belum memiliki e-KTP atau kurang dari 2 persen tepatnya 1,17 persen,” jelasnya.

Pria yang merupakan Ketua Ikatan Warga Kuantan Singingi (Iwakusi) Tanjungpinang-Bintan tersebut juga memaparkan, angka kenaikan pemilik e-KTP di Provinsi Kepri dinamis dan fluktuatif. Persentase terbesar ialah tahun 2020, karena bersamaan dengan pelaksanaan Pilkada sehingga warga termotivasi harus punya e-KTP untuk memilih.

Namun sejak Pilkada selesai ditambah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), menjadi penyebab minat masyarakat mengurus e-KTP cenderung menurun karena pembatasan fisik. Disebutkannya, ada penurunan warga pemiliki e-KTP dibanding periode sebelumnya, yaitu 99,6 persen menjadi 98 persen.

Lebih lanjut, Sardison menyampaikan usia penduduk produkif di Provinsi Kepri saat ini sangat dominan, yakni mencapai 69,83 persen atau 1.435.236 jiwa dari total jumlah penduduk. Ditambahkannya, penduduk usia produktif akan menjadi sebuah potensi bagi daerah untuk melaksanakan pembangunan jika dimanfaatkan dan kualitas penduduk bisa ditingkatkan.

”Data kependudukan semester I 2021 sudah dilaksanakan konsolidasi, validasi dan dibersihkan oleh Dirjen Dukcapil Kemendagri secara periodik dua kali dalam setahun,” tutup Sardison.(*/jpg)

Pemko Batam Tunda Beli Kapal Baru, Alasannya…

0

batampos.co.id – Pemko Batam menunda pembelian alat transportasi laut yang biasa digunakan dalam menjalankan tugas pemerintahan.

Usulan tersebut termasuk dalam refocusing yang dilakukan Pemko Batam.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, untuk mendukung pelaksanaan tugas hingga ke pulau-pulau, dibutuhkan kapal yang layak.

Ia menjelaskan, kapal Batam 1 yang saat ini digunakan sudah berusia lebih dari 20 tahun, dan bahan yang digunakan masih fiber dan bukan aluminium.

Sehingga, ada kekhawatiran saat digunakan ketika cuaca tidak bersahabat.

”Kalau gelombang tinggi dan kecepatan tinggi, kapal bisa pecah sehingga dapat membahayakan. Untuk itu, tahun 2019 lalu diusulkan untuk diganti. Namun, saya sudah cabut karena kondisi masih dalam pandemi Covid-19,” kata Rudi, Kamis (19/8/2021).

Karena anggaran yang masih terbatas dan melihat tingkat urgensi, pembelian kapal ini ditunda hingga kondisi keuangan Batam kembali membaik.

Ia memastikan, tidak ada anggaran untuk pembelian kapal baru yang nilainya ditaksir mencapai Rp 15 miliar.

Rudi menyebutkan, usulan untuk pembelian kapal ini sudah ada sejak 2019 lalu.

Meskipun sudah dihapus, namun dokumennya masih muncul. Saat ini, Pemko Batam harus menunda beberapa rencana demi fokus menangani Covid-19.

Batam masih mengalami defisit lebih Rp 200 miliar.

”Kita tunda karena melihat tingkat urgensinya. Penanganan Covid-19 masih prioritas untuk saat ini, jadi sementara kami bertugas masih pakai kapal yang lama dulu, walaupun kadang
kami juga carter kapal kalau ada panggilan ke provinsi,” ujarnya.

Rudi menambahkan, Batam sudah beberapa kali melakukan refocusing anggaran.

Proyek prioritas seperti pembangunan infrastruktur tetap dilanjutkan, sedangkan yang lainnya kemungkinan besar ditunda.

Ia berharap, langkah efisiensi yang dilakukan pemerintah saat ini bisa membantu percepatan Covid-19 di Batam.

Sebelumnya, DPRD Batam sempat mempertanyakan rencana Pemko Batam membeli kapal baru.

Pasalnya, Pemko memiliki tiga kapal, namun dua di antaranya dilaporkan tidak layak dan rusak, serta tersisa satu kapal yang
selama ini digunakan pejabat Pemko untuk keperluan dinas ke pulau-pulau sekitar.

Anggota Komisi IV DPRD Batam, Aman, mengatakan, selama kapal yang ada masih bisa digunakan, maka tidak semestinya membeli yang baru.

”Dalam kondisi saat ini, kita membutuhkan anggaran tersebut untuk membantu penanganan pandemi Covid-19 dan membantu masyarakat,” katanya.(jpg)