batampso.co.id – Sebanyak 549.792 warga Kota Batam sudah divaksin hingga 3 Agustus 2021. Vaksinasi di Batam akan terus dilakukan hingga mencapai target 907.317 warga.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, Batam terus menggelar vaksinasi hingga semua warga yang masuk target bisa disuntik vaksin.
“Batam menargetkan 907.317 warga divaksin,” katanya, Rabu (4/8/2021).
Hingga 3 Agustus, capaian vaksinasi di Batam sudah 60,60 persen atau 549.792 warga.
Ia merinci capaian itu yakni 513.776 merupakan warga 18 tahun ke atas dan 36.016 warga yang masih berstatus pelajar atau 12-17 tahun.
Ia menegaskan, bahwa vaksinasi tersebut akan terus diupayakan untuk warganya.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, meninjau vaksinasi Covid-19. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id
Bahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepri terkait pasokan vaksin ke Batam.
“Dari total 73.204 vial vaksin yang ada di Batam, sudah 67.734 vial terpakai dan sisa stok (hingga 3 Agustus 2021) ada 5.467 vial,” katanya.
Rudi pun meminta masyarakat tidak khawatir atau takut tidak mendapatkan vaksin gratis.
Ia menjamin, jika stok vaksin tersedia, vaksinasi akan terus dilakukan.
Selain itu, Rudi tak lupa mengingatkan warga yang sudah divaksin agar tidak mengabaikan protokol kesehatan 5M; memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.
“Kalau sudah divaksin, protokol kesehatan tetap diterapkan, jangan sampai kendur,” ujarnya.(*/esa)
batampos.co.id – Sebanyak 2.612 pendaftar calon pegawai negeri sipil (CPNS) fungsional gugur dalam tahap seleksi penerimaan CPNS di lingkungan Pemko Batam.
Pendaftaran dibuka 14 Juni lalu resmi berakhir 26 Juli lalu. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batam, Hasnah, mengatakan, setelah dibuka selama satu bulan lebih, ribuan pendaftar tidak lolos seleksi
administrasi.
Berdasarkan data total pendaftar mencapai 11.656 pelamar. Peserta yang gagal ini disebabkan tidak memenuhi persyaratan.
Pertama, kualifikasi pendidikan tidak sesuai yang dipersyaratkan; kedua, dokumen tidak terlampir atau terunggah; ketiga, format surat pernyataan tidak sesuai yang dipersyaratkan; keempat, IPK tidak memenuhi syarat; dan terakhir, salah mengunggah dokumen.
Ia merinci total pendaftar untuk CPNS sebanyak 7.983 pelamar, 5.610 memenuhi syarat, dan 2.373 pelamar tidak memenuhi syarat atau tidak lolos seleksi, sehingga tidak dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.
Ilustrasi. Seorang warga Batam membuka portal pendaftaran CPNS tahun 2019 secara online. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id
”Kendati demikian, ribuan pelamar yang TMS ini masih bisa mengajukan sanggahan,” kata dia, Selasa (3/8/2021).
Pengajuan sanggahan dilaksanakan melalui aplikasi sscasn https://sscasn.bkn.go.id sejak tanggal 4 Agustus – 6 Agustus 2021.
Instansi dalam hal ini Pemko Batam bisa memberikan tanggapan sanggah dan melakukan verifikasi kembali sesuai dengan persyaratan umum dan khusus yang ditentukan.
”Jadi kalau keberatan dengan hasil seleksi, pendaftar masih ada kesempatan untuk menyanggah hasil seleksi,” ujarnya.
Sementara itu, untuk total pendaftar PPPK non guru sebanyak 324 orang, dengan rincian 85 memenuhi syarat dan tidak memenuhi syarat 239 pendaftar.
Sementara untuk tenaga PPPK guru jumlah yang mendaftar sebanyak 2.718 orang.
Hasnah menjelaskan, dari semua formasi yang dibuka tahun ini, masih ada 16 formasi yang tidak ada pelamar.
Formasi kosong tersebut adalah 10 tenaga kesehatan, dan 6 formasi untuk tenaga arsiparis.
”Meskipun sudah diperpanjang waktu pendaftaran untuk formasi ini masih kosong sampai pendaftaran resmi ditutup,” jelasnya.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, penerimaan pegawai pemerintahan ini diharapkan bisa mengisi kekurangan yang ada saat ini.
Batam, lanjutnya, masih kekurangan banyak tenaga guru, tenaga kesehatan, dan beberapa formasi lainnya.
”Sudah ditutup kan, tinggal tahap selanjutnya. Bagi mereka yang lolos seleksi persiapan diri untuk mengikuti tes,” imbuhnya.(jpg)
batampos.co.id – Kapolresta Barelang, Kombes Yos Guntur Fauris Susanto mengatakan gerai vaksin presisi yang digelar Polresta Barelang di seluruh mapolsek berlangsung setiap hari.
Targetnya per hari memvaksin 200 orang di setiap polsek.
“Pelaksanakan vaksinasi ini dilakukan setiap harinya sampai dengan pemberitahuan selanjutnya,” ujar Yos, Selasa (3/8/2021).
Ia menjelaskan dalam kegiatan ini, masyarakat hanya perlu membawa kartu identitas, seperti KTP.
Kemudian masyarakat bisa langsung mengambil nomor antrean.
“Apabila hari ini belum mendapatkan nomor antrean, besok bisa datang kembali,” ungkapnya.
Kapolda Kepri Irjen Pol. Aris Budiman, meninjau vaksinasi ang dilaksanakan Polda Kepri dan Polres Jajaran, Selasa (3/8/2021). Foto: Polda Kepri
Saat menyambangi Polsek Sagulung dan Batuaji Kapolda berharap agar masyarakat selalu taat dengan protokol kesehatan.
Bagi yang belum kebagian jatah vaksin diharapkan untuk bersabar sebab vaksinasi di Polsek akan terus berlanjut sesuai ketersediaan
kuota vaksin dari pemerintah.
”Jangan berebutan dan tetap ikuti aturan protokol kesehatan. Ini terus berlanjut sesuai dengan ketersediaan vaksin yang ada,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt, mengatakan, gerai vaksin presisi ini menindak lanjuti petunjuk dan arahan (jukrah) dari Mabes Polri.
Tujuannya untuk menghindari kerumunan vaksinasi seperti di Temenggung.
“Oleh karena itu kami melakukan kegiatan vaksinasi di polsek-polsek, kami mengurai supaya tidak terjadi kerumunan,” katanya.
Harry berharap dengan kegiatan ini target pemerintah untuk memvaksin seluruh masyarakat Batam akan terealisasi.
Kemudian, dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan masyarakat dalam mendapatkan vaksin.
“Gerai vaksin presisi ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Peserta vaksinasi diimbau untuk selalu memperhatikan dan melaksanakan 5M,” tutupnya.
Adapun penyediaan vaksin di setiap polsek yakni Polsek Sagulung 200 orang, Polsek Sei Beduk 100 orang, Polsek BLP 100 orang, Polsek Batuaji 200 orang, Polsek Batam Kota 100 orang, Polsek Nongsa 200 orang.
Kemudian Polsek Bengkong 100 orang, Polsek Sekupang 100 orang, Polsek Lubuk Baja 100 orang, Polsek Batu Ampar 100 orang, Polsek Bulang 100 orang, Polsek Galang 100 orang, dan Polsek KKP 100 orang.
Kapolsek Batuaji, Kompol Danniel Ganjar Kristanto, menuturkan vaksin ini diberikan kepada masyarakat Batuaji yang sudah mendapat nomor antrean dari masing-masing Bhabinkamtibmas di setiap kelurahan.
”Hari pertama kami dapat 110 vaksin dan hari ini (hari kedua/kemarin) 200 vaksin. Ini akan terus berlanjut sesuai kuota vaksin yang kami terima,” ujar Kapolsek.(jpg)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (istimewa)
batampos.co.id – Pemerintah bersama TNI dan Polri terus memonitor perkembangan situasi di setiap daerah secara rutin dan merespon cepat dinamika yang terjadi di lapangan. Berbagai upaya yang dilakukan mulai membuahkan hasil yang terlihat dari kasus aktif yang mulai melandai, terutama di Jawa-Bali. Sedangkan di Luar Jawa-Bali masih terjadi peningkatan dan situasi ini menjadi fokus perhatian Pemerintah.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II Lemdiklat Polri, Senin (2/8), menyampaikan bahwa langkah bersama Pemerintah, TNI dan Polri menekan kasus Covid-19 akibat varian delta secara cepat di Kudus beberapa waktu lalu menjadi kisah keberhasilan yang harus dicontoh dan diterapkan di daerah lain.
“Strategi yang diterapkan adalah formula generik 3T dan 3M, tetapi sinergi yang sangat baik antara kecepatan respon Pemerintah pusat, keseriusan Pemda, ketegasan aparat, dan kepatuhan serta gotong royong masyarakat menjadi kunci. Hasilnya, angka kasus aktif dan BOR pada pada titik puncak 12 Juni sebanyak 2.342 dan 100 persen berhasil diturunkan hingga per tanggal 31 Juli sebanyak 228 kasus aktif dan BOR 14 persen,” tegas Menko Airlangga.
Beberapa poin kunci yang dapat dipelajari dari keberhasilan di Kabupaten Kudus antara lain penguatan 3T yaitu melakukan testing massif, tracing kontak erat, dan treatment bagi yang terkonfirmasi positif; penyediaan isolasi terpusat di kabupaten dan desa agar tidak terjadi klaster di keluarga; mengaktifkan jogo tonggo dengan melibatkan relawan, pokdarwis, karang taruna, dan PKK.
Kemudian, update data setiap hari dari kades ke camat untuk diteruskan ke satgas kabupaten; pengetatan wilayah hingga tingkat desa/RT dengan PPKM Mikro; menggenjot percepatan vaksinasi dengan melibatkan pihak swasta serta sinergi Pemerintah, aparat, dan kerjasama dari masyarakat.
“Pada kesempatan ini saya sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional ingin menyampaikan penghargaan yang sangat tinggi atas kerja sama dan kesigapan yang diberikan oleh jajaran Polri dalam membantu penanganan pandemi di Indonesia,” tutur Airlangga.
Selanjutnya, sebagai upaya pengendalian kasus di hulu, Pemerintah saat ini mengimplementasikan PPKM level 3 dan 4 di Pulau Jawa – Bali dan wilayah di luar Jawa Bali. Menko Airlangga menambahkan perlu disadari dan dipahami bahwa kebijakan PPKM dilakukan untuk menyeimbangkan kehidupan dan penghidupan yang diketahui merupakan solusi optimal yang dapat dilakukan.
Kebijakan 3T juga terus diintensifkan sebagai upaya di hilir. Secara khusus kegiatan testing akan ditingkatkan untuk menurunkan tingkat positivity rate. Daerah yang diberlakukan PPKM Level III dan IV mendapatkan target minimal testing harian yang dituangkan dalam Instruksi Mendagri. Jumlah testing harus ditingkatkan disesuaikan dengan positivity rate mingguan hingga tercapai angka positivity rate yang sesungguhnya.
“Testing perlu ditingkatkan dan berbagai aspek dan suspect perlu terus dijaga, baik itu yang bergejala maupun yang kontak erat. Oleh karena itu Pemerintah mendorong agar Babinsa dan Bhabinkamtibmas dilibatkan beserta para relawan agar ini bisa terus seluruhnya termonitor dan tracing-nya berjalan,” kata Menko Airlangga.
Dalam rangka penanganan pasien, Pemerintah terus meningkatkan kapasitas tempat tidur rumah sakit untuk Covid-19 dengan mewajibkan konversi hingga 40 persen, menambah fasilitas isolasi terpusat, memenuhi kebutuhan oksigen dengan membentuk Satgas Oksigen di daerah-daerah serta memenuhi kebutuhan obat-obatan dan alat kesehatan. Semua hal tersebut dilakukan dengan harapan penularan kasus baru dapat ditekan dan kondisi di hilir dapat membaik.
Percepatan vaksinasi juga terus dilakukan untuk segera mencapai target herd immunity. Saat ini lebih dari 67 juta dosis vaksin telah disuntikkan yang terdiri dari vaksinasi dosis ke-1 sebanyak 46,98 juta dosis dan vaksinasi dosis ke-2 sebanyak 20,05 juta. Pemerintah akan terus mempercepat akselerasinya melalui koordinasi dengan Pemda yang lebih intensif dengan melibatkan seluruh stakeholder, mulai dari dokter, perawat, bidan dan juga TNI serta Polri.
Pemerintah juga mengoptimalkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk penerapan Digital Tracing. Aplikasi yang telah digunakan oleh 15,3 juta pengguna ponsel di Indonesia ini akan diintegrasikan dengan data hasil tes Covid-19 dan data vaksinasi nasional yang informasinya akan ditautkan melalui QR-Code.
Nantinya QR-Code ini akan bisa digunakan untuk screening di tempat-tempat publik seperti Mall, Merchant, maupun Restoran dan membatasi hanya penduduk yang sudah divaksin dan memiliki tes COVID negatif yang bisa mengakses tempat tersebut.
Dalam keterkaitan dengan upaya memulihkan ekonomi nasional, Menko Airlangga menyatakan Pemerintah juga telah meningkatkan alokasi anggaran PEN 2021 dari yang sebelumnya 699,43 triliun rupiah menjadi 744,75 triliun rupiah. Peningkatan anggaran ini ditujukan guna meningkatkan penanganan di sisi kesehatan dan melindungi masyarakat yang terdampak pandemi melalui program perlindungan sosial.
”Pemerintah juga terus memastikan keberlangsungan usaha mikro dan kecil dengan diberikannya insentif untuk Usaha Mikro Informal sebesar 1,2 juta rupiah per unit usaha untuk 1 juta usaha mikro. Penyaluran bantuan akan dibantu oleh TNI dan Polri dengan mekanisme yang akuntabel,” jelas Menko Airlangga.
Di tengah pengetatan PPKM Level III dan IV, Pemerintah juga terus menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pemulihan ekonomi melalui berbagai kebijakan yang terus diperpanjang durasi implementasinya seperti diskon listrik, Bantuan Produktif Ultra Mikro, Bansos Tunai, Program Kartu Prakerja, dan Insentif Usaha. Selain itu Pemerintah juga mendorong percepatan penyaluran PKH, kartu sembako, dan BLT Desa guna memperkuat jaring pengaman sosial di masyarakat.
“Kerja sama dari PoIri dalam penanganan pandemi masih terus Pemerintah butuhkan. Satuan Polri dan masyarakat akan menanti kiprah para peserta pelatihan kepemimpinan kali ini dan semoga hal-hal yang didapat dalam pelatihan ini dapat diimplementasikan dengan baik di lapangan oleh para peserta,” pungkas Menko Airlangga. (*/)
batampos.co.id – Satuan Reserse Narkoba Polresta Barelang berhasil mengungkap jaringan narkotika jenis sabu. Dari jaringan ini, polisi mengamankan 758,24 gram sabu dan menangkap dua orang tersangka di Batam dan satu orang di Bali.
Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Kompol Lulik Febyantara, mengatakan, jaringan ini terungkap berawal dari penangkapan pihak Bea Cukai dan Avsec terhadap kurir, Ridwan Maulana, 20, di Bandara Hang Nadim Batam pada Kamis (29/7) pagi.
”Dari tersangka ini didapatkan 2 paket sabu seberat 198, 7 gram. Modusnya, tersangka ini menyimpan sabu di selangkangan dan anus. Rencananya barang bukti akan dibawa ke Bali,” ujar Lulik di Mapolresta Barelang, Senin (2/8) sore.
Dari pengembangan terhadap Ridwan, polisi berhasil menangkap Krismanto di kawasan Nongsa. Di tangan pria 23 tahun ini, polisi mengamankan 7 paket sabu seberat 550,54 gram.
”Tersangka ini pemilik barang. Kami dapati barang bukti di rumahnya di Bida Asri yang disimpan di dalam mesin cuci,” kata Lulik.
Lulik menambahkan setelah mengamankan dua tersangka tersebut, pihaknya kemudian berkoordinasi dengan Polda Bali. Hasilnya, polisi kembali menangkap pengedar berinisial R.
”Penyelundupan ini sudah dua kali dilakukan. Dari pengakuan pemilik barang (Krismanto) ia mendapatkan sabu tesebut dari pria berinisial U. Dan saat ini masih kami lakukan pengejaran,” ungkapnya.
Pengakuan Ridwan ia dijanjikan upah Rp 10 juta untuk menyelundupkan sabu ke Bali. Ia mengatakan tergiur bayaran besar karena membutuhkan biaya untuk menikah. ”Perlu uang buat nikah. Saya dan dia (Krismanto) teman lama, jadi saya ditawari dan dibeli tiket,” katanya.
Sedangkan dari pengakuan Krismanto, ia mendapatkan barang haram tersebut dari U yang diduga dibawa dari Malaysia. Ia juga mendapatkan upah Rp 5 juta jika berhasil menyelundupkan sabu tersebut ke Bali. ”Uangnya sudah saya terima dari U. Sudah 2 kali saya lakukan,” tutupnya.
Atas perbuatannya tersangka dijerat pasal 114 Ayat (2) dan atau Pasal 113 Ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tentang Narkotika. Dengan ancaman hukuman Mati atau pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun atau paling lama 20 tahun. (*/jpg)
batampos.co.id – Pemko Tanjungpinang gandeng Aksi Sosial Peduli Covid-19 (ASPC) untuk melanjutkan dapur umum yang menyediakan makanan untuk pasien positif terkonfirmasi yang menjalani isolasi mandiri (isoman).
Sebelumnya ASPC bersama sejumlah komunitas, organisasi dan pengusaha berhasil membuka dapur umum di halaman parkir salah satu warung kopi di Jalan Ahmad Yani dan menyalurkan makanan, vitamin dan buah-buahan kepada 1.600 pasien isoman.
Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro Kota Tanjungpinang, Zulhidayat menjelaskan sebelumnya aksi yang dilakukan atas kesadaran ingin berbagi dan membantu sesama, tapi sekarang karena itu penting maka akan dianggarkan dari APBD Kota Tanjungpinang.
”Dianggarkan melalui APBD khusus untuk konsumsi,” kata Zulhidayat, Senin (2/8).
Zulhidayat menyebutkan rencana bantuan makanan untuk pasien isoman itu akan berlangsung selama satu bulan, akan ada evaluasi setelah 15 hari kegiatan berjalan, kegiatan juga disesuaikan dengan status darurat yang ditentukan oleh pusat sebab kebijakannya akan berbeda jika level statusnya berubah.
”Sekarang anggarannya sedang kita kalkulasikan termasuk pajaknya,” sebutnya.
Tidak hanya itu, pada dapur umum itu akan melibatkan pelaku usaha kecil sebagai pelaksana agar dapat bersinergi antara membantu pasien isoman dan pengembangan ekonomi masyarakat yang terdampak PPKM level 4.
”Kita harapkan bisa menggerakkan ekonomi masyarakat lagi. Untuk tahap awal tidak banyak pelaku usaha kecil yang bisa kita libatkan karena keterbatasan anggaran,” terangnya.
Sementara itu Ketua ASPC Tanjungpinang, Isnaini Bayu Wibowo menjelaskan rencana dapur umum itu akan dibuka di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), sebab yang meminta dari pemerintah.
”Mulainya kalau tidak besok, mungkin lusa, kita menunggu fresh money,” katanya.
Teknis pembagiannya juga diubah, kata Bowo akan melibatkan petugas RT, RW dan kelurahan untuk mengantar ke rumah pasien isoman. ”RT dan RW akan lebih tahu mana-mana warganya yang sedang menjalani isolasi,” tambah Bowo. (*/jpg)
batampos.co.id – Pemerintah telah memutuskan memperpanjang penerapan PPKM berlevel yang dimulai hari ini hingga 9 Agustus 2021. Pengusaha mengingatkan bahwa hal tersebut akan berdampak buruk dunia usaha termasuk nasib para pegawai.
Ketua Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan, pemberlakuan perpanjangan kembali PPKM berdasarkan level semakin mengkawatirkan akan terus berkepanjangan.
Menurutnya, akan ada banyak pengusaha yang menutup usahanya karena tidak dapat menopang biaya operasional. Sebab, pengusaha harus membayar kewajiban termasuk pegawai sementara pendapatan yang sangat minim.
“Penutupan usaha yang terus berkepanjangan akan mengakibatkan kembali banyak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan memulai terjadinya penutupan usaha para penyewa secara permanen,” tuturnya.
Alphonzus menambahkan, kebijakan pemerintah saat ini dirasa kurang efektif karena masih saja banyak wilayah yang belum bisa bebas dari PPKM level 4.
“Seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya bahwa berbagai pembatasan yang diberlakukan dalam PPKM berdasarkan Level masih belum efektif untuk membawa banyak wilayah keluar dari Level 4,” pungkasnya.(jpg)
batampos.co.id – Keluarga mendiang Akidi Tio mendadak menjadi perbincangan publik setelah menghibahkan uang senilai Rp 2 triliun untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Selatan. Namun, kemarin anak Akidi, Heriyanti dijemput oleh jajaran Polda Sumatera Selatan terkait dana hibah tersebut yang tak kunjung cair.
Setelah ditelisik lebih jauh, Heriyanti ternyata pernah dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas dugaan penipuan dan penggelapan uang Rp 7,9 miliar. Total ada 3 proyek yang diduga telah terjadi penipuan.
“Kronologinya adalah sekitar 2018 terlapor ini mengajak saudara pelapor, JBK berbisnis ada 3 item bisnis yang diajak, mulai dari kerja sama orderan songket, kemudian orderan AC, dan juga pekerjaan interior. Totalnya semua sekitar Rp 7,9 miliar,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Selasa (3/8).
Laporan tersebut dibuat oleh Ju Bang Kioh ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya pada 14 Februari 2020. Laporan teregister dengan Nomor: LP/1025/II/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ.
“Sejak tahun 2018 tetapi terus berlanjut berjalan waktu rupanya saudara pelapor terus menagih hasil atau janji yang diberikan saudari H. Tapi sampai dengan awal 2020 janji itu tidak dipenuhi oleh si terlapor atau saudari H,” jelas Yusri.
Yusri menyampaikan, kasus ini telah memasuki tahap penyidikan. Namun pada 28 Juli 2021 lalu, Ju Bang Kioh mencabut laporannya melalui sepucuk surat. Saat ini penyidik telah menjadwalkan pemanggilan kepada pelapor untuk diklarifikasi terkait pencabutan laporan ini.
Sebelumnya, anak bungsu Akidi Tio, Heriyanti dijemput oleh Polda Sumatera Selatan. Kasus ini bermula saat keluarga pengusaha sukses asal Kota Langsa, Aceh itu memberikan dana hibah senilai Rp 2 triliun untuk Sumatera Selatan. Dana ini ditujukan untuk penanggulangan Covid-19.
Penyerahan dana bantuan turut disaksikan Gubernur Sumsel H Herman Deru, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Dra Lesty Nuraini Apt Kes dan Danrem 044/Gapo, Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji. Namun, sampai saat ini dana hibah yang dijanjikan tidak kunjung diterima. Padahal penyerahan secara simbolis sudah dilakukan sejak 26 Juli 2021.(jpg)
batampos.co.id – Hujan yang mengguyur Kota Batam disebabkan fenomena Sumatra Squal Line, Minggu (1/8). Fenomena ini mengakibatkan cuaca ekstrem di Batam.
Forecaster Stamet Hang Nadim, Riza Januarti, mengatakan, cuaca ekstrem yang terjadi seperti hujan deras, angin kencang, badai disertai petir.
“Sumatra Squall Line ini barisan awan yang tumbuh berkembang di wilayah Sumatra,” kata Riza, Minggu (1/8/2021).
Barisan awan inilah yang bergerak dari Sumatra menuju ke Batam dan daerah lainnya di Kepri.
Sehingga menyebabkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Walaupun fenomena Sumatra Squall Line ini berlangsung beberapa jam saja, tapi menyebabkan peningkatan potensi hujan di Batam sepekan ke depan.
“Ada perlambatan kecepatan angin, sehingga menyebabkan tingginya pertumbuhan awan hujan,” ungkap Riza.
Potensi hujan tidak hanya terjadi di wilayah daratan, tapi juga perairan. Oleh sebab itu, warga yang beraktivitas di laut, agar selalu waspada terhadap perubahan cuaca mendadak.
Riza menjelaskan, arus laut dari tenggara ke barat daya dengan kecapatan 2 hingga 15 knot. Potensi gelombang mulai dari 0,5 hingga 1 meter.
Ketinggian gelombang ini masih terbilang rendah, namun masyarakat diharapkan selalu berhati-hati.
Sementara itu angin berhembus dari Selatan dengan kecepatan 5 hingga 30 knot.
Kondisi serupa juga terjadi di beberapa wilayah lainnya di Kepulauan Riau.
Dari pemantauan forecaster Hang Nadim, Minggu (1/8), hujan awalnya terpantau di Karimun. Lalu meluas hingga ke Batam, Bintan, Lingga hingga ke Anambas.(jpg)
batampos.co.id – Untuk pembangunan Pasar Induk Jodoh, Pemko Batam telah mengusulkan kepada Kementrian PUPR dan telah disepakati pembangunan Pasar Induk Jodoh termasuk dalam salah satu proyek strategis nasional dengan difasilitasi Mentri Perdagangan.
Semua tahapan administrasi telah dijalankan oleh Disperindag Kota Batam hingga mengusulkan anggaran sebesar Rp 334 miliar.
Setelah terbangun, Pasar Induk Jodoh itu nantinya akan tetap dikelola oleh Pemko Batam dengan membentuk UPT. Sebab, cakupannya sudah besar dan jumlah pedagang yang mencapai 1.800 sehingga dibentuk UPT khusus Pasar Induk agar pengelolaannya lebih baik.
Adapun untuk pedagang yang berjualan disana nantinya adalah pedagang yang telah didata oleh Disperindag Kota Batam sejak Desember 2017, yakni sebanyak 1808 pedagang.
”Mereka ini menjadi prioritas utama. Tentunya mereka akan menempati sesuai dengan tempat yang mereka jual. Contoh, mereka jual ikan, tentu kita letakkan di lantai paling bawah agar pembeli bisa cepat mendapatkan. Begitu seterusnya,” kata Zulkarnain.
Pembangunan kembali Pasar Induk Jodoh dipastikan tetap dilaksanakan meski saat ini pembongkaran masih ditunda.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, mengatakan, bangunan baru Pasar Induk Jodoh akan dibangun lima lantai dan berkonsep modern.
“Pasar Induk nanti bisa menampung lebih dari 1.800 pedagang dan ke lima lantai akan diisi oleh pedagang dengan kekhususan masing-masing,” ujarnya, Senin (2/8/2021).(*/jpg)