Senin, 4 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9197

Covid-19 Varian Delta Mengganas, Sejumlah Negara Lockdown Lagi

0

batampos.co.id – Sejumlah negara telah mengambil langkah-langkah untuk mencoba memulai kembali perekonomian yang sempat memburuk akibat pandemi Covid-19. Sementara itu, 3 miliar dosis vaksin Covid-19 telah diberikan di seluruh dunia. Akan tetapi, munculnya varian Delta yang sangat menular menjadi alarm bahwa pandemi belum selesai.

Penyebaran cepat varian secara global menyebabkan negara-negara kembali mengambil tindakan pencegahan seperti kembali melakukan penguncian (lockdown), pembatasan perjalanan, jam malam, dan mewajibkan masker. Varian tersebut telah diidentifikasi di setidaknya 96 negara menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Ini adalah pengingat bahwa infeksi dimana saja berpotensi menjadi infeksi dimana-mana,” kata ahli epidemiologi UCLA Anne Rimoin.

“Ketika kami melihat kasus mulai melonjak di satu tempat di dunia, itu harus menjadi pengingat bahwa semua juga berpotensi rentan,” katanya.

Selama kira-kira satu setengah tahun, virus Korona telah mengakibatkan lebih dari 3,9 juta kematian di seluruh dunia, menurut Pusat Sumber Daya Coronavirus di Universitas Johns Hopkins. Varian Delta dianggap dua kali lebih mudah menular daripada jenis virus Korona asli.

Apalagi Varian Delta telah melahirkan varian baru di India yang dijuluki Delta-plus, yang mungkin memiliki transmisibilitas yang lebih tinggi. Dilansir dari LA Times, Selasa (3/8) sejumlah negara justru memberlakukan kembali lockdown dan pembatasan akibat lonjakan kasus varian Delta.

India
Negara terpadat kedua di dunia ini menghadapi gelombang infeksi virus Korona yang mematikan musim semi ini, mencatat jutaan kasus per hari pada bulan Maret dan April. India telah mengalami total hampir 400 ribu kematian akibat Covid-19 dan lebih dari 30,4 juta infeksi. Pemerintah India mendesak semua negara bagiannya untuk memberlakukan pembatasan.

India menegakkan aturan Covid-19 nasional mencakup pemakaian masker, jarak sosial, larangan penjualan minuman keras dan tembakau, dan denda bagi orang yang meludah di depan umum.

Afrika Selatan
Negara ini memberlakukan pembatasan yang ketat karena meningkatnya kasus yang didorong oleh varian Delta. Sementara kurang dari 1 persen populasi telah telah divaksinasi, menurut Pusat Sumber Daya Coronavirus Johns Hopkins.

Pemerintah Afrika Selatan menutup sekolah, memberlakukan jam malam, menangguhkan penjualan alkohol dan makan langsung, dan melarang semua pertemuan di dalam dan luar ruangan sebagai tanggapan atas wabah. Kasus dari bulan lalu mencapai lebih dari 15 persen dari 1,9 juta kasus di negara itu sejak awal pandemi.

“Tantangan nyata dengan varian ini bersifat global,” kata Direktur Program Kesehatan Global di Council on Foreign Relations Tom Bollyky.

Australia
Penanganan Covid-19 di Australia sebagian besar dipandang sebagai kisah sukses dengan kurang dari 1.000 kematian selama pandemi. Lalu Australia memberlakukan beberapa penguncian ketika varian Delta mulai menyebar.

“Varian Delta terbukti menjadi elemen yang jauh lebih sulit dari virus ini daripada yang kita lihat hingga saat ini,” kata Perdana Menteri Scott Morrison.

Penduduk khawatir peningkatan penularan varian Delta akan menyebabkan penguncian jangka panjang yang belum pernah terjadi di negara itu sejak hari-hari pertama pandemi. Dan tingkat vaksinasi Australia yang rendah hanya sekitar 11 persen.

Inggris
Negara ini seharusnya mencabut pembatasan virus Korona pada 19 Juni, termasuk membuka kembali bisnis seperti klub malam dan teater, serta mengizinkan lebih banyak penggemar di acara-acara seperti turnamen tenis Wimbledon. Tetapi lima hari sebelum pembatasan berakhir, Perdana Menteri Boris Johnson memundurkan tanggal tersebut satu bulan. Varian Delta bertanggung jawab atas hampir semua kasus baru di negara itu menurut para ilmuwan di Imperial College London.

Malaysia
Malaysia juga menunda pencabutan pembatasan virus Korona tanpa batas waktu, yang dijadwalkan terjadi Senin, menurut media pemerintah Bernama.

Hongkong, Jerman, Taiwan
Ketiga negara ini memberlakukan pembatasan perjalanan baru ke dan dari negara-negara seperti Inggris, Rusia, dan Israel yang memiliki kasus luas yang melibatkan varian Delta. Meski beberapa negara memberlakukan kembali pembatasan dan penguncian virus Korona, peristiwa besar masih kembali dan banyak wilayah di dunia terus dibuka kembali.(jpg)

Warga Batam! Vaksinasi Dialihkan ke Polsek

0

batampos.co.id – Vaksinasi yang selama ini terpusat di Temenggung Abdul Jamal dan menyebabkan kerumunan massa, kini dialihkan ke polsek-polsek. Vaksinasi massal atau gerai vaksin presisi digelar Polresta Barelang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Batam di seluruh Polsek, Senin (2/8) pagi.

Kegiatan yang dilakukan serentak ini, polisi menyediakan 1.600 dosis. Kapolresta Barelang, Kombes Yos Guntur, mengatakan, gerai vaksin ini bertujuan memudahkan masyarakat mendapatkan vaksin Covid-19. Sehingga target vaksinasi di Batam segera terpenuhi.

”Masyarakat dapat langsung menuju ke gerai vaksin di wilayah terdekat hanya dengan membawa KTP. Setelah datang ke polsek langsung mengambil nomor antrean, sehingga masyarakat yang tidak mendapatkan nomor antrean besok bisa datang kembali,” ujarnya.

Yos menjelaskan, dalam pelaksanaannya, polsek jajaran diberikan target berdasarkan kemampuan dan koordinasi Kapolsek dengan tenaga vaksinator dan vaksin. Seperti Polsek Sagulung 200 orang, Polsek Seibeduk 100 orang, Polsek BLP 100 orang, Polsek Batuaji 200 orang, Polsek Batam Kota 100 orang, Polsek Nongsa 200 orang.

Kemudian Polsek Bengkong 100 orang, Polsek Sekupang 100 orang, Polsek Lubuk Baja 100 orang, Polsek Batu Ampar 100 orang, Polsek Bulang 100 orang, Polsek Galang 100 orang, dan Polsek KKP 100 orang.

”Total ada 1.600 orang yang divaksin. Pelayanan vaksin ini tetap kami lakukan evaluasi setiap harinya. Mari sama-sama kita sukseskan program pemerintah ini dalam upaya menuju herd immunity,” katanya.

Dalam kegiatan itu, Yos juga meminta seluruh personel untuk terus mensosialisasikan protokol kesehatan dengan mematuhi 5M. ”Kegiatan berjalan lancar. Dan tetap mematuhi protkes,” tutupnya.

Proses vaksinasi Covid-19 di polsek-polsek tersebut berjalan lancar, Senin (2/8) pagi. Mereka mengikuti antre secara teratur dan pelaksanaan vaksinasi berjalan dengan tertib dan teratur sesuai aturan protokol kesehatan yang ada.(*/jpg)

96 Daerah PPKM Level 4 dan 31 Daerah PPKM Level 3

0

batampos.co.id – Pemerintah telah memutuskan untuk memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berlevel mulai hari ini 3 Agustus hingga 9 Agustus 2021. Dalam salinan instruksi Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), terdapat 96 kabupaten/kota di Pulau Jawa dan Pulau Bali yang masih berstatus level 4.

“Menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia yang menginstruksikan agar melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, Level 3, dan Level 2 Corona Virus Disease (Covid-19) di wilayah Jawa dan Bali sesuai dengan kriteria level situasi pandemi berdasarkan asesmen,” tulis Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dikutip, Selasa (3/8).

Instruksi tersebut juga mencakup ketentuan PPKM Level 3. Terdapat 31 kabupaten atau kota di Jawa dan Bali yang menerapkan PPKM Level 3. Kemudian, ada satu daerah yang menerapkan PPKM Level 2, yakni Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Tito menyampaikan, hal-hal yang belum ditetapkan dalam Instruksi sepanjang terkait PPKM Berbasis Mikro Covid-19 pada Kabupaten dan Kota di Jawa dan Bali tetap berpedoman pada Instruksi Menteri Dalam Negeri tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

“Instruksi Menteri ini mulai berlaku pada tanggal 3 Agustus 2021 sampai dengan tanggal 9 Agustus 2021,” pungkasnya.(jpg)

Masih Banyak Orang yang Tak Mau Divaksin, Ini Alasannya

0

batampos.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan alasan masyarakat enggan dan belum melaksanakan vaksinasi Covid-19. Padahal, pemerintah terus mendorong dan meminta masyarakat untuk bekerja sama mengakhiri pandemi Covid-19. Hal tersebut berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh BPS.

Kepala BPS Margo Yuwono memaparkan, sebanyak 21,2 persen masyarakat sudah terdaftar dan mendapatkan jadwal namun belum terlaksana karena waktu. Kemudian, sebanyak 26,3 persen masih mencari lokasi yang menyediakan kuota vaksin.

Sementara, sebanyak 15,8 persen tidak mau atau khawatir efek samping. Dan sisanya, sebanyak 4,2 persen tidak mau karena tidak percaya efektivitas vaksin. “Alasan karena khawatir dengan efek samping atau tidak percaya kepada efektivitas vaksin itu mencapai 20 persen dari responden yang belum melakukan vaksin,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (2/8).

Margo melanjutkan, selebihnya yang sebanyak 32,5 persen karena alasan lainnya khusus seperti faktor kesehatan, hamil, dan lain-lain sehingga tidak diperbolehkan untuk melakukan vaksinasi. “Ini adalah khusus responden yang belum melakukan vaksin,” ucapnya.

Margo mengaku, dalam pelaksanaan survei terkait perilaku masyarakat terhadap vaksinasi baru dilakukan pada masa PPKM darurat sejak 13 hingga 20 Juli 2021 dengan responden sebanyak 212.762 orang. Adapun metode yang digunakan ialah non probability sampling yang disebarkan secara berantai.

Dalam hasil survei tersebut, lanjutnya, Margo juga mengungkap penerapan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 di luar Jawa Bali lebih rendah dibandingkan wilayah Jawa dan Bali. “Ini menjadi catatan penting terkait dengan prokes untuk luar Jawa Bali karena bagaimanapun fasilitas kesehatan dan sebagainya itu lebih bagus Jawa Bali maka kita perlu juga mengantisipasi kalau ada ledakan kasus Covid di luar Jawa Bali maka penanganan di hulu menjadi penting untuk taat kepada prokes,” jelasnya.

Adapun tingkat kepatuhan prokes untuk Jawa Bali seperti memakai 1 masker sebanyak 90 persen, memakai 2 masker 61 persen, cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer 78 persen dan menghindari kerumunan 82 persen. Sedangkan, untuk luar Jawa Bali lebih rendah. Untuk pemakaian 1 masker 83 persen, pemakaian 2 masker 37 persen, cuci tangan dengan sabun 65 persen.

Begitu juga dalam perilaku masyarakat dalam menghindari kerumunan di luar Jawa Bali juga lebih rendah dari Jawa Bali di mana luar Jawa Bali hanya 69 persen. (*/jpg)

Dua Biro Travel Umrah di Batam Tutup, Penyebabnya…

0

batampos.co.id – Pemerintah Arab Saudi masih menangguhkan
sementara kedatangan jemaah umrah asal Indonesia.

Hal ini, tentu membuat sejumlah biro travel tutup karena tidak lagi melayani keberangkatan jemaah.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Batam, Zulkarnain Umar, mengatakan, sejauh ini ada dua biro travel umrah berkantor pusat di Batam yang tutup beroperasi.

Kedua biro travel tersebut adalah Mabrur dan Travel Holiday. Sementara lima travel lainnya masih melayani perjalanan umrah, yakni; Travel Zulindo, Azzam Mecca, DKI Tour, Nettour dan Semesta Anta Salam.

“Awalnya travel yang pusatnya di Batam ada tujuh travel sekarang tinggal lima. Kondisi ini tidak lepas dari situasi pandemi saat ini,”
ujar Zulkarnain, Senin (2/8/2021).

Ditanya mengenai daftar tunggu perjalanan umrah di Batam, ia menerangkan, sejauh ini belum ada informasi terbaru dari biro perjalanan umrah.

Begitu juga dengan kepastian perjalanan umrah, masih menunggu informasi dari pusat.

Bagaimana dengan biaya umrah, apakah ada kenaikan mengingat ada biaya karantina yang diwajibkan pemerintah Arab Saudi selama 14 hari?

Zulkarnain mengaku, sejauh ini masih proses lobi di tingkat pusat.

“Ya, ada biaya karantina dan ini belum final. Kalau biaya normal sebelum pandemi Rp 20 juta, setelah pandemi naik menjadi Rp 26 juta, dan sekarang belum ada info terbaru,” kata Zulkarnain.

Diketahui, Pemerintah Arab Saudi mengumumkan bahwa ibadah umrah akan dibuka kembali untuk jemaah dari luar negeri, mulai 10 Agustus 2021 mendatang.(jpg)

PPKM Dilanjutkan, Aktivitas Ekonomi Akan Dibuka Secara Bertahap

0

batampos.co.id – Presiden telah mengumumkan penerapan PPKM berlevel dilanjutkan mulai hari ini, 3 Agustus hingga 9 Agustus 2021 mendatang. Namun, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, terdapat peluang dibuka kembali aktivitas mobilitas dan perekonomian masyarakat.

Luhut memaparkan, pembukaan aktivitas ekonomi bergantung pada beberapa hal, yaitu vaksinasi dan penerpan protokol kesehatan. Bahkan, jika angka kasus Covid-19 dan kematian mengalami penurunan ada potensi pembukaan secara bertahap pada September 2021.

“Kita bulan ini bisa 60-70 juta vaksin, September kita harap demikian. Jika bisa kendalikan pandemi, pembukaan aktivitas eknomi akan tergantung dari pencapaian vaksinasi, dan implementasi 3M dan 3T,” ujar Luhut dalam konferensi pers secara virtual, Senin (2/8).

Luhut mengungkapkan, saat ini pemerintah terus meningkatkan pelaksanaan vaksinasi secara masif dan harapannya Agustus mendatang telah mencapai target vaksinasi dan memenuhi standar WHO.

“Kita berharap bergantung pada pekerjaan mingguan mungkin secara bertahap akan ada yang dibuka,” imbuhnya.

Luhut menambahkan, Presiden Joko Widodo memerintahkan untuk melakukan langkah-langkah ini dengan sebaik-baiknya dan sedetil-detilnya agar ekonomi bisa dibuka kembali September 2021.

“Penerapan strategi 3 T dan 3 M agar September bisa mulai dilakukan secara bertahap, kita berharap nanti tergantung pekerjaan mingguan,” pungkasnya.(jpg)

Wali Kota Batam Minta 1 Juta Dosis Vaksin Covid-19

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, meminta tambahan vaksin sebanyak 1 juta dosis untuk memenuhi kebutuhan vaksin di Kota Batam.

Capaian Pemko Batam 59 persen untuk dosis pertama, dan 57 persen untuk dosis kedua.

”Jika vaksin itu datang dalam waktu dekat, maka target vaksin 70 persen warga Batam divaksin pada 17 Agustus 2021 ini,” kata dia,
Senin (2/8/2021).

Batam masih ada stok 2.300 vaksin. Ia berharap permintaannya segera dipenuhi agar target tercapai.

Wali Kota Baatam, Muhamamd Rudi (kemeja putih) meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di SP Plaza, Senin (26/7/2021).

Pengiriman vaksin dilakukan bertahap sehingga pelaksanaan tidak bisa sekaligus dilaksanakan.

”Hari ini (kemarin) ada stok dihabiskan, lalu berhenti lagi karena stok kosong. Nanti kalau datang lagi baru gerak lagi. Seperti ini yang membuat capaian target tidak bisa sesuai dengan target,” ujarnya.

Sementara Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan bahwa vaksinasi di Batam tidak bisa dilakukan secara konsisten setiap hari.

Alasannya, stok vaksin fluktuatif selama satu bulan ini.

”Ketersediaan stok kita tidak sesuai harapan kami. Kami ingin all out, sehingga 17 Agustus ini, bisa 70 persen,” harap Amsakar.

Vaksinasi yang sudah tercapai baru sekitar 59 persen (dosis 1). Sehingga, jika tamba han stok vaksin tidak cepat datang, diperkirakan hingga HUT Kemerdekaan RI, hanya
sekitar 62-63 persen.

”Vaksin terbatas, distribusi dari Jakarta sedikit. Cadangan di puskesmas juga sedikit, sedangkan jumlah yang mau divaksin masih banyak. Akibat kekosongan, bahkan pelaksanaan yang sudah terjadwal harus ditunda sampai vaksin tersedia,” ujarnya.

Tidak itu, capaian target untuk pelajar yang diharapkan bisa 100 persen di bulan Juli lalu juga tidak terlaksana.

Capaian saat ini masih 20 persen pelajar usia 12-17 tahun yang divaksin dosis pertama. Sehingga kebijakan belajar tatap muka belum bisa terlaksana.

”Sampai kini masih belajar online dulu, sebab untuk belajar tatap muka harus 100 persen divaksin,” sebutnya.

Karena tingginya minat untuk vaksinasi, pemerintah pusat memberikan kewenangan kepada Batam untuk mengajukan permintaan vaksin langsung ke pusat tanpa melalui provinsi.

”Batam diberikan kemudahan, karena sudah ada varian baru ditemukan, jadi diperlukan langkah pengendalian dengan mempercepat vaksin. Makanya bisa langsung menyurati Kemenko Perekonomian, Kemenkes dan menyampaikan ke DPR RI,” terangnya.

Surat sudah dikirim ke pemerintah pusat meminta tambahan vaksin.

”Mudah-mudahan minggu ini dapat masuk vaksin dan segera distribusikan ke puskesmas-puskesmas di Batam,” katanya.(jpg)

Di Batam, Insentif Tenaga Kesehatan dan PPKM Segera Cair

0

batampos.co.id – Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, akan segera mencairkan insentif untuk tenaga kesehatan (nakes) dan anggota penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang bertugas selama pengendalian Covid-19 di Kota Batam.

”Alhamdulillah sudah saya tanda tangani. Kalau PPKM sudah ada yang cair, sedangkan nakes baru tadi pagi saya teken. Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini hak mereka bisa dicairkan,” kata dia, Senin (2/8/2021).

Pencairan insentif ini akan mendongrak daya serap anggaran Batam yang beberapa waktu lalu masih rendah.

Rudi menyebutkan penyebab rendahnya serapan anggaran ini dikarenakan masih ada insentif yang belum dicairkan. Sehingga berdampak terhadap kinerja pemerintah daerah.

”Uangnya sudah ada, namun belum juga dicairkan sehingga menjadi masalah. Makanya kemarin saya gesa sekali untuk penyelesaian ini,” sebutnya.

Rudi mengungkapkan, pembayaran hak nakes dan PPKM merupakan salah satu prioritas.

Tenaga kesehatan menyuntikan vaksin Covid-19 kepada salah seorang pelajar di Kota Batam. Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, akan segera mencairkan insentif untuk tenaga kesehatan (nakes) dan anggota penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang bertugas selama pengendalian Covid-19 di Kota Batam. Foto: Humas Polda Kepri

Sebab mereka sudah bertugas, namun haknya lambat dicairkan. Hal ini dikhawatirkan akan membuat kinerja mereka di lapangan tidak maksimal.

”Karena sudah masuk semester dua, diharapkan capaian serapan anggaran ini bisa lebih maksimal, termasuk untuk nakes dan PPKM ini,” imbuhnya.

Pemko Batam sebelumnya mengalokasikan anggaran Rp 117 miliar untuk penanganan Covid-19 di Batam.

Anggaran ini bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) tahun ini. Rudi mengungkapkan pemerintah pusat sudah menyiapkan anggaran.

Nnamun kendalanya tidak kunjung dicairkan, karena ada syarat yang tidak dipenuhi sampai saat ini, padahal ini sudah masuk bulan Juli.

Serapan anggaran diharapkan bisa mencapai 50 persen.

”Seharusnya ini sudah bisa tercapai. Saya sudah dua kali ditegur. Batam terpampang sebagai 10 besar terkait pencairan insentif ini. Uang sudah keluar dari pusat. Tapi tidak kalian gunakan untuk membayar insentif. Kalau ini tidak jelas, uang tak selesai, maka akan masalah,” kata Rudi.

Rudi juga meminta inspektorat turun untuk memantau proses pembayaran untuk nakes. Ia berharap bulan ini insentif bisa selesai.

Pihaknya sangat mengapresiasi tugas nakes selama ini, namun mereka belum menerima hak mereka.

”Jangan rapat serius, tapi tidak ada eksekusi. Ini harus jalan. Tidak bisa tidak jalan. Saya tidak pernah ganggu kegiatan kesehatan. Tapi kalau tidak diselesaikan, saya akan selesaikan,” tegas Rudi.(jpg)

12 Warga Negara India Diamankan Polisi di Batam

0

batampos.co.id – Direktorat Polisi Perairan Udara (Ditpolairud) Polda Kepri mengamankan 12 orang Warga Negara Asing (WNA) asal India, Jumat (30/7) lalu pukul 17.27 WIB.

Keberadaan 12 orang WNA India ini bermula dari laporan masyarakat. Setelah mendapatkan laporan, Ditpolairud melakukan penyelidikan dan mencari keberadaannya.

”Mereka ini merupakan anak buah kapal MT Ocean Neptune yang lego jangkar di perairan Batuampar. Mereka ini akan melaksanakan pertukaran kru,” kata Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Kepri, AKBP Nulhakim, Senin (2/8/2021).

Nulhakim mengaku bahwa sebenarnya pergantian kru adalah hal yang biasa. Tapi, karena saat ini masih terjadi pandemi dan adanya aturan pemerintah soal masuknya orang asing ke Indonesia, maka mereka diamankan.

”Beberapa prosedur sudah mereka lalui, tapi saat ini kan harus menjalani swab, dicek dulu mereka bagaimana kelayakannya,” ungkap Nulhakim.

Semula mereka akan turun di Singapura, dan pertukaran kru akan dilaksanakan di negara tetangga tersebut.

Tapi, karena tidak diberikan izin dari Singapura, sehingga kapalnya melakukan pergantian kru di wilayah Indonesia, Batam. ”Mereka masuk sini, tapi ada SOP yang tidak diikuti,” katanya.

Nulhakim mengatakan, begitu kapalnya bersandar di labuh jangkar di perairan Batuampar, mereka langsung menuju ke Pelabuhan Batuampar.

”Mereka beralasan ingin menuju ke Hotel Harris, karena sudah tidak bekerja lagi di Kapal MT Ocean Neptune. Tapi alasan ini tidak bisa kami terima, karena sudah ada aturan khusus bagi WNA masing masuk ke Indonesia,” ucap Nulhakim.

Kepolisian pun berkoordinasi dengan Kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Batam, untuk melakukan swab.

”Hasil swab-nya sudah keluar, ke-12 orang ini dinyatakan negatif,” ujarnya.

Walaupun hasilnya negatif, masih menjalani karantina di hotel. Setelah itu, 7 Agustus akan dipulangkan menuju ke negaranya.

”Di tengah pandemi, pengawasan-pengawasan seperti ini akan lebih kami giatkan lagi di perairan. Tentunya kami tidak ingin ada WNA yang masuk tanpa prosedur yang sudah ditetapkan pemerintah,” pungkas dia.(jpg)

Kasus Covid-19 Turun di Batam, Kasus Aktif di Bawah 10 Persen

0

batampos.co.id – Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Batam melaporkan, kasus aktif Covid-19 mengalami penurunan di bawah 10 persen (9,773 persen). Saat ini, kasus aktif di Batam tercatat sebanyak 2.308 pasien. Penurunan jumlah kasus aktif kemarin, ada 196 orang, lebih baik dari sehari sebelumnya.

”Sepanjang 24 jam terakhir terjadi penurunan 196 pasien Covid-19,” ujar Ketua Bidang Kesehatan Satuan Tugas Covid-19 Kota Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, kemarin.

Dibandingkan sepekan terkahir, tepatnya pada Senin (26/7) lalu, jumlah kasus aktif di Batam menjadi yang paling tertinggi yakni sebanyak 2.999 kasus. Angka itu terus mengalami penurunan yang cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Didi memaparkan, dari 2.308 kasus aktif ini sebanyak 1.681 menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah. Sisanya, 501 orang dirawat di rumah sakit dan 126 lainnya dirawat di Asrama Haji Batam.

Didi menambahkan, kemarin jumlah pasien Covid-19 di Batam bertambah 207 orang, sehingga total menjadi 23.617 orang. Sementara jumlah pasien sembuh bertambah 98 orang, sehingga keseluruhan pasien sembuh sudah menjadi 20.677 orang (87,551 persen).

Sementara pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 juga bertambah sebanyak lima orang. Sehingga total pasien meninggal dunia sejak pandemi sudah mencapai 632 orang (2,676 persen).

Penurunan jumlah kasus positif dan meninggal akibat Covid-19 juga tercermin jumlah pasien yang dirawat di RSUD Embung Fatimah yang menurun sepekan ini. Yang dirawat tersisa 71 orang lagi.

”Iya (jumlah pasien covid menurun). Hari ini sisa 71 orang,” ujar Wadir Pelayanan Medik RSUD Embung Fatimah, Sri Rupiati, kemarin. (*/jpg)