Minggu, 3 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9198

Lagi, Avsec Bandara Hang Nadim Tangkap Kurir Sabu

0

batampos.co.id – Petugas Aviation Security (Avsec) Bandara Internasional Hang Nadim mengamankan Lahur Robbani, 19, Sabtu (30/7) pukul 12.40. Koordinator Avsec Hang Nadim, Dirman, mengatakan, penangkapan ini bermula dari kecurigaan petugas Avsec saat Lahur memasuki Security Check Point (SCP) pertama.

“Kecurigaan ini sudah ada sejak Lahur memasuki terminal keberangkatan,” kata Dirman, Minggu (1/8).

Petugas Avsec di SCP pertama membiarkan Lahur masuk ke dalam terminal dan melakukan check-in tujuan penerbangan dari Batam menuju Surabaya yang berangkat pukul 15.15. Setelah check-in, petugas avsec pun berkoordinasi.

Saat akan memasuki gate 3, di SCP kedua petugas lalu melakukan pemeriksaan manual terhadap Lahur. Saat tasnya akan diperiksa, Lahur sedikit gugup. Sehingga menambah kecurigaan para petugas di lapangan.

“X-Ray memperlihatkan barang mencurigakan, sehingga dilakukan pemeriksaan. Dan kami mendapati satu bungkus sabu seberat 305,6 gram,” ungkap Dirman.

Pada petugas Avsec, Lahur mengaku bahwa barang haram itu diambilnya dari Selat Panjang. Lahur mengaku hanya sebagai orang yang menjemput dan mengantarnya. Rencananya sabu ratusan gram itu akan diserahkan ke seseorang di Surabaya.

“Temuan ini sudah kami serahkan pihak Bea Cukai,” ungkap Dirman.

Sepanjang 2021 ini, Dirman mengaku, ini adalah aksi yang ketiga kalinya calon penumpang yang menyelundupkan sabu. “Kondisi saat ini memang sepi penumpang, tapi mereka masih tetap melakukan penyelundupan. Kami tidak akan tinggal diam, pengamanan akan lebih diketatkan lagi,” ucapnya.

Dirman mengaku pemeriksaan ketat selalu diberlakukan bagi penumpang yang masuk terminal keberangkatan Hang Nadim. “Pemeriksaannya berlapis, di SCP pertama dan kedua,” tuturnya.

Beberapa hari lalu, petugas Avsec mengamankan seorang calon penumpang tujuan Denpasar membawa ratusan gram sabu, dengan cara memasukannya ke dalam anus.

“Berbagai modus para penyelundup ini, terus kami amati dan periksa dengan teliti,” tutur Dirman. (*/jpg)

Dana Hibah Covid-19 Rp 2 T Hanya Hoax, Putri Akidi Tio jadi Tersangka

0

batampos.co.id – Polda Sumatera Selatan telah resmi menetapkan anak bungsu almarhum Akidi Tio, Heriyanti sebagai tersangka. Dia diduga telah berbohong terkait hibah dana penanggulangan Covid-19 senilai Rp 2 triliun.

“Sekarang tersangka masih diperiksa, statusnya saat ini sudah tersangka karena kita sudah mengumpulkan alat bukti yang cukup,” ujar Direktur Intelkam Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Ratno Kuncoro kepada wartawan, Senin (2/8).

Ratno mengatakan, saat ini Heriyanti masih menjalani pemeriksaan. Polisi masuh mendalami motif dan maksud dari kebohongan hibah dana Covid-19 ini.

“Saya mewakili Polda Sumsel mengatakan hal ini, unsur pidana sudah terpenuhi hingga akhirnya hari ini kita lakukan penindakan,” jelasnya.

Sebelumnya, kasus ini bermula saat keluarga pengusaha sukses asal Kota Langsa, Aceh, Akidi Tio memberikan dana hibah senilai Rp 2 triliun untuk Sumatera Selatan. Dana ini ditujukan untuk penanggulangan Covid-19.

Penyerahan dana bantuan turut disaksikan Gubernur Sumsel H Herman Deru, Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri, Kepala Dinas Kesehatan Sumsel Dra Lesty Nuraini Apt Kes dan Danrem 044/Gapo, Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji.

Namun, sampai saat ini dana hibah yang dijanjikan tidak kunjung diterima. Padahal penyerahan secara simbolis sudah dilakukan sejak 26 Juli 2021.(jpg)

 

Juara Umum, Kafilah Batam Bertabur Bonus

0

batampos.co.id – Dengan prestasi yang diraih di STQH IX Kepri, Kafilah Batam menerima total bonus Rp 624 juta. Dimana, bonus tersebut berasal dari Pemko Batam, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Batam, hingga bonus dari uang pribadi Rudi dan Marlin sebesar Rp 200 juta.

Wakil Wali Kota Batam yang juga sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kota Batam, Amsakar Achmad, mengapresiasi capaian Kafilah Batam tersebut. Ia mengatakan, kerja keras bersama yang dilakukan berbuah manis.

”Terima kasih semua peserta yang sudah membawa Batam menjadi juara umum. Bonus yang diberikan merupakan bentuk penghargaan karena sudah mengharumkan nama Batam di ajang STQH tingkat Kepri,” katanya.

Dalam STQH IX Kepri yang dilaksanakan dari tanggal 27- 31 Juli 2021 secara virtual itu, Batam mengikuti semua cabang yang dilombakan. Adapun cabang yang dilombakan tersebut yakni Tilawah anak-anak putra/putri, cabang Tilawah dewasa putra/putri, Tahfiz 1 Juz Tilawah putra/ putri, Tahfiz 5 juz Tilawah putra/putri, Tahfiz 10 juz putra/putri, Tahfiz 20 juz putra/putri, Tahfiz 30 juz putra/putri, Tafsir Bahasa Arab putra/putri, hafalan 100 Hadis dengan Sanad putra/putri, hafalan 500 Hadis tanpa Sanad putra/putri.

”Alhamdulillah, semua peserta mampu juara dari total 20 peserta dengan rincian juara pertama 10 orang, juara kedua tujuh orang, juara ketiga satu orang, juara harapan I satu orang, dan juara harapan II satu orang. Semua peserta mendapatkan bonus,” ungkap Amsakar.

Adapun, rincian bonus yang diberikan bagi peserta asal Batam yakni peserta terbaik pertama masing-masing mendapatkan bonus Rp 10 juta dari Pemko Batam dan Rp 10 juta dari Baznas sehingga total Rp 20 juta. Kemudian, untuk peserta terbaik kedua mendapat Rp 16 juta dengan rincian dari Pemko Batam Rp 8 juta dan BAZNAS Rp 8 juta. Lalu, terbaik ketiga mendapat bonus Rp 12 juta dengan rincian dari Pemko Batam Rp 6 juta dan BAZNAS Rp 6 juta.

Selanjutnya, juara harapan satu mendapat bonus Rp 8 juta masing-masing dari Pemko Batam Rp 4 juta dan Baznas Rp 4 juta. Kemudian, juara harapan II mendapat Rp 6 juta yang berasal Pemko Batam Rp 3 juta dan Baznas Batam Rp 3 juta.

”Untuk pelatih, sebanyak 16 orang mandapat bonus masing-masing Rp 5 juta. Selain itu, ada bantuan beasiswa kepada Muhammad Ilman Zuhriy Rahman, peraih Juara 1 STQ Kota Batam 2021 sebesar Rp 6 juta,” ujarnya.

Selain bonus dari pemerintah dan Baznas Kota Batam, peserta juga akan mendapat bonus tambahan dari pribadi Wali Kota Batam dan Wagub Kepri. ”Pak Wali memberikan bonus Rp 100 juta dan ibu Wagub juga memberikan bonus Rp 100 juta,” kata Ketua LPTQ Kota Batam itu.

Janji pemberian bonus tersebut jauh hari sudah disampaikan Wali Kota Batam untuk menyemangati kafilah Batam. Semangat dari orang nomor satu di Batam tersebut nyatanya mampu membangkitkan kejayaan Batam di ajang STQH tingkat provinsi.

Sebelumnya, Wagub Kepri, Marlin Agustina, menyampaikan selamat kepada pemenang. Ia berharap capaian tersebut menjadi pemantik untuk lebih berprestasi di masa yang akan datang. ”Kepada peserta yang belum berhasil, jangan kecewa apalagi berputus asa. Teruslah giat lagi mempelajari Al-Qur’an,” imbuhnya.

Menurutnya, STQH terselenggara agar menjadi penyemangat, terutama generasi milenial untuk terus mempelajari dan menghayati isi Al-Qur’an dan diamalkan dalam kehidupan. Sehingga, hidup lebih bermakna, baik hubungan sesama manusia terlebih hubungan dengan Allah SWT. Ia meminta talenta Kepri tersebut terus mendapat pembinaan secara berkesinambungan.

”Siapkan duta untuk mengikuti STQH Nasional XXVI pada Oktober 2021 di Sofifi, Maluku Utara, sehingga dapat mengharumkan nama Kepri di level nasional,” katanya. (*/jpg)

Vaksin Covid-19 Dosis Ketiga Hanya untuk Nakes

0

batampos.co.id – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan vaksin Covid-19 dosis ketiga dipastikan hanya untuk para tenaga kesehatan di seluruh Indonesia. Budi pun melarang masyarakat selain nakes untuk mendapatkan vaksin Covid-19 dosis ketiga tersebut. Hal itu lantaran para tenaga kesehatan telah berjuang di garda terdepan dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini.

“Kami memastikan bahwa vaksinasi ketiga, booster dengan vaksin Moderna itu kita berikan ke seluruh tenaga kesehatan kita,” ujar Budi di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (2/8).

Budi menjelaskan, vaksin Monderna tersebut telah didistribusikan ke seluruh provinsi guna disuntikan kepada tenaga kesehatan. Sehingga tenaga kesehatan nantinya proteksi terhadap penularan Covid-19.

“Saya mohon sekali lagi agar segera disuntikan ke seluruh tenaga kesehatan kita, agar mereka lebih siap menghadapi kalau adanya nanti pasien Covid-19,” katanya.

Mantan Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut berpesan kepada masyarakat untuk bersabar mendapat vaksin Covid-19 dosis ketiga. Sebab saat ini prioritas adalah tenaga kesehatan.

“Tolong berikan vaksin ke tenaga kesehatan yang harus berjuang mati dan hidup dalam perperangan pada pandemi ini,” ungkapnya.

Diketahui, kabar miring mengenai vaksinasi dosis ketiga ini sebelumnya ramai di media sosial. Seorang yang diduga influencer mendapatkan vaksin Covid-19 dosis ketiga di DPRD DKI Jakarta pada Selasa (27/7). Informasi tersebut membuat netizen geram karena dosis ketiga hanya diperuntukkan bagi tenaga kesehatan.

Kabar itu sempat diunggah di Instastory milik @johandjayanto. Saat itu, Johan mengunggah tangkapan layar yang menampilkan diduga influencer tengah mendapatkan vaksin dosis ketiga. Kebetulan, Johan merupakan salah satu followers dari orang tersebut.

“Tuesday (Selasa) 9:18 AM. Vaccine shot x3: Booster,” tulis caption diduga influencer tersebut dalam tangkapan layar Johan.

Dalam foto tersebut juga terlihat logo DPRD DKI Jakarta. Namun sayangnya, foto diduga influencer dan nama akunnya disensor, sehingga wajah dan identitasnya belum diketahui.

Selain oleh akun @johandjayanto, kabar influencer mendapat vaksin ketiga ini juga diunggah oleh akun @cathydjaya yang mengunggah sebuah foto seorang yang mengaku divaksin tiga kali dengan latar gedung DPRD DKI Jakarta.(jpg)

PLN Batam, Bank Indonesia dan BMPD Berikan Bantuan Beras ke Pemko Batam

0

batampos.co.id – bright PLN Batam menyerahkan bantuan 2.500 paket beras kepada Pemko Batam untuk disalurkan kepada masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

Direktur Utama bright PLN Batam, Nyoman S Astawa, mengatakan, pihaknya berharap bantuan tersebut dapat meringkan beban masyarakat.

Selain itu pihaknya juga memberikan stimulus kepada masyarakat yang kurang mampu berupa diskon 50 persen untuk pembayaran tagihan listrik.

“Semua itu kita lakukan sebagai bentuk keperdulian PLN Batam kepada masyarakat Batam. Beras yang kita serahkan ini sebanyak 1.000 paket dari perusahaan dan 1.500 paket donasi dari seluruh pegawai,” kata Nyoman, Senin (2/8/2021).

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi dan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, berfoto bersama Dirut PLN Batam, Nyoman S Astawa serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Musni Hardi K Atmaja, sesaat setelah menyerahkan bantuan beras secara simbolis kepada Pemko Batam. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, pihaknya sangat berterima kasih atas bantuan yang diberitakan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Kepri, Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) dan bright PLN Batam.

Adapun rinciannya adalah 1.500 paket beras masing-masing 10 kg senilai Rp157.500.000 dari KPw BI Kepri, 4.000 paket beras dari BMPD Kepri senilai Rp420.000.000 dan 2.500 paket beras senilai Rp251.250.000 dari bright PLN Batam.

“Tentunya kami ucapkan terima kasih kepada BI, BMPD dan PLN Batam yang telah turut membantu,” katanya.

Dijelaskannya, Pemko Batam hanya membantu mendistribusikan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.

Artinya bantuan tersebut tidak dihibahkan kepada Pemko Batam, karena itu akan langsung disalurkan.

Rudi berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat, khususnya bagi yang menjalani isolasi karena positif Covid-19.

Di tengah keterbatasan APBD Kota Batam, pihaknya selama ini juga terus berupaya untuk mencari bantuan kepada para pelaku usaha atau juga perbankan.

“Atas nama masyarakat dan Pemko Batam, saya mengucapkan terimakasih kepada semua para donatur,” katanya.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad memberikan apresiasi kepada BI, BMPD dan PLN Batam yang turut membantu masyarakat. Terutama yang terkena dampak langsung dari penyebaran Covid-19.

“Karena dalam penanganan Covid-19 dibutuhkan kerjasama semua pihak,” kata Amsakar.(*/esa)

20.279 Warga Batam Sembuh dari Covid-19

0

batampos.co.id – Pasien sembuh di Kota Batam per 1 Agustus 2021 jumlahnya sudah melebihi angka 20 ribu atau tepatnya bertambah menjadi 20.279 orang. Jika dipersentasekan, angkanya 86,625 persen dari total kasus positif Covid. Angka kesembuhan kumulatif ini meningkat dengan adanya penambahan pasien sembuh harian sebanyak 102 orang.

Sedangkan jumlah kasus aktif atau pasien yang masih membutuhkan perawatan medis per Minggu (1/8), bertambah 59 kasus dengan jumlah totalnya mencapai 2.504 kasus aktif atau 10,269 persen.

Meski demikian, pasien terkonfirmasi positif melalui metode pemeriksaan RDT antigen, sepanjang 24 jam terakhir bertambah 102 kasus. Dengan jumlah kumulatifnya atau pasien terkonfirmasi positif yang tercatat sejak kasus pertama mencapai 23.410 kasus.

Sedangkan pasien meninggal sepanjang 24 jam terakhir juga bertambah 13 kasus dan kumulatifnya mencapai 616 kasus atau persentasenya di angka 2,6 persen dari terkonfirmasi positif.

”Update hari ini, pasien sembuh 102 orang, pasien terkonfirmasi positif 172 orang, dan pasien meninggal 13 orang,” ujar Ketua Bidang Kesehatan Satuan Tugas Covid-19 Kota Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, Minggu (1/8).

Sementara itu, penurunan jumlah pasien Covid-19 turut berdampak terhadap ketersediaan ruang perawatan di rumah sakit rujukan. Data Satgas Covid-19 Kota Batam, angka Bed Occupancy Rate (BOR) atau angka ketersediaan tempat tidur untuk ruang isolasi Covid-19 tercatat 65,11 persen dari total 705 tempat tidur.

Sedangkan angka BOR untuk ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) tercatat 78,26 persen dari total 46 tempat tidur. ”Artinya rumah sakit masih sanggup. Bisa jadi karena jumlah pasien bertambah dan sembuh hampir seimbang membuat BOR rumah sakit sampai saat ini cukup,” ujar Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekdako Batam, Yusfa Hendri.

Senada disampaikan Direktur RSUD Embung Fatimah, Ani Dewiyana. Dia mengatakan, penurunan kasus Covid-19 juga terlihat dari BOR. Saat ini ruang perawatan pasien Covid-19 masih tersisa 30 tempat tidur. “Kalau dibanding awal Juli lalu sudah jauh turun, meskipun masih ada pasien menjalani perawatan,” terangnya. (*/jpg)

SIM C Jadi 3 Jenis, Segini Tarif Pembuatannya

0

batampos.co.id – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan membagi SIM C ke dalam 3 janis. Yakni SIM C, CI, dan CII. Pembagian ini dikategorikan sesuai dengan silinder kendaraan yang dikendarai.

Direktur Registrasi dan Identifikasi (Regident) Korlantas Polri Brigjen Yusuf memastikan, meskipun ada pembagian jenis ini, biaya pembuatan SIM tetap sama. Yakni Rp 100 ribu untuk pembuatan baru, sedangkan, Rp 75 ribu untuk perpanjangan.

“Untuk biaya pembuatan SIM C, CI, dan CII tetap sama,” kata Yusuf kepada wartawan, Senin (2/8).

Kendati demikian, pembagian 3 jenis SIM C ini belum diberlakukan saat ini. Polri melakukan penundaan sementara karena masih Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4.

“Namun sekarang kan lagi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), jadi diprioritaskan sosialisasi dahulu,” jelas Yusuf.

Sebelumnya, Korlantas Polri bakal memberlakukan penggolongan untuk surat izin mengemudi tipe C (SIM C). Terdapat tiga golongan. Yakni, SIM C, SIM CI, dan SIM CII. Tiga penggolongan itu berdasar kapasitas mesin sepeda motor.

Direktur Registrasi dan Identifikasi Korlantas Polri Brigjen Yusuf mengatakan, awalnya aturan penggolongan SIM C itu direncanakan berlaku mulai bulan ini. Namun, karena saat ini masih ada pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), akhirnya rencana tersebut masih tahap sosialisasi. ”Prioritasnya PPKM dulu,” katanya.

Dalam Peraturan Kepolisian Nomor 5/2021 tentang Penerbitan dan Penandaan SIM disebutkan, terdapat tiga jenis SIM. SIM C untuk sepeda motor dengan kapasitas mesin hingga 250 cc. Lalu, SIM CI diperuntukkan sepeda motor dengan kapasitas mesin 250 cc hingga 500 cc. SIM CII ditujukan bagi pengendara sepeda motor dengan kapasitas mesin di atas 500 cc. ”Pembedanya kapasitas isi silinder mesin,” terangnya.(jpg)

53 Calon Penumpang Kapal Positif RT-Antigen

0

batampos.co.id – Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Tanjungpinang mencatat selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 sejak 12 Juli hingga 29 Juli 2021 ditemukan 53 calon penumpang yang positif Covid-19 di Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang dan ASDP Tanjunguban.

Selama 18 hari saat PPKM diberlakukan, total orang yang melakukan rapid tes antigen mencapai 2.357 orang. Kepala KKP Kelas II Tanjungpinang, Agus Jamaludin juga menjelaskan selama PPKM level 4 diberlakukan penurunan aktivitas penum- pang di Pelabuhan SBP Tanjungpinang dan ASDP Tanjunguban sangat terasa, bahkan turun hingga 40 persen.

”Penumpang turun drastis, sekitar 40 persen penumpang, dalam screening di pintu keberangkatan banyak ditemukan positif,” kata Agus, Sabtu (31/7) kemarin.

Dijelaskan Agus, penumpang yang ditemukan positif akan ditindalanjuti berdasarkan aturan yang berlaku. Setelah dilakukan epidemiologi bersama pihak kesehatan, yang bersangkutan akan dikarantina terpadu atau menjalani karantina mandiri.

”Sebelum dibawa ke Villa Lohas akan dipastikan terlebih dahulu ketersediaan tempat tidurnya, namun selama ini masih mencukupi,” ujarnya.

Agus mengimbau kepada masyarakat terutama calon penumpang di Pelabuhan saat PPKM level 4, sebelumnya melakukan perjalanan Tanjungpinang ke Batam atau sebaliknya pastikan memiliki sertifikat vaksinasi.

Selama ini yang menjadi kendala adalah saat ditemukan warga yang positif terkonfirmasi, sementara yang bersangkutan warga dengan KTP di luar Tanjungpinang. ”Yang bersangkutan kami bawa ke Villa Lohas dengan biaya ditanggung pemerintah,” sebutnya.(*/jpg)

Bantuan Keluarga Pengusaha Rp 2 Triliun Diduga Hoax

0

batampos.co.id – Bantuan penanganan Covid-19 dari keluarga pengusaha Alm Akidi Tio berujung di kantor polisi. Bantuan yang dijanjikan sebesar Rp 2 triliun itu ternyata hoax. Heriyanti, anak bungsu almarhum Akidi Tio dijemput aparat polisi dari salah satu bank dan digiring ke Mapolda Sumsel

Seperti dilaporkan Sumeks.co, Heriyanti dijemput oleh jajaran Subdit Jatanras dan Dit Intelkam Polda Sumsel pada Senin (2/8). Di Mapolda Sumsel terlihat juga Prof Dr dr Hardi Darmawan, dokter keluarga Akidi Tio. Didampingi Dirintelkam Kombes Ratno Kuncoro, Hardi mengaku dirinya tidak mengetahui apakah uang Rp 2 Triliun yang akan dihibahkan tersebut ada atau tidak.

Hanya saja Heriyanti pernah mengaku kepada Hardi bahwa uang Rp 2 triliun itu ada. “Tetapi belum pernah melihat secara fisik,” cetus Hardi saat di Mapolda Sumsel.

Atas pengakuan itu dapat dikatakan bantuan Rp 2 triliun adalah hoaks. Dirintelkam Kombes Ratno Kuncoro meminta Hardi untuk meminta maaf secara terbuka kepada masyarakat Indonesia karena sudah membuat keresahan. “Kalau Heriyanti dipenjara, Prof mendukung tidak?” tanya Ratno lagi.

Padahal sebelumnya, Senin (26/7) sudah dilakukan penyerahan bantuan Rp 2 triliun secara seremonial di Mapolda Sumsel oleh keluarga Akidi Tio kepada Kapolda Sumsel Eko Indra Heri. Penyerahan itu dilakukan Heriyanti melalui perantara dokter keluarga, Prof Dr dr Hardi Darmawan.

Tidak hanya itu penyerahan bantuan itu pun disaksikan juga oleh Gubernur Sumsel Herman Deru, Kadinkes Sumsel Bu Lesty, Danrem Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji, dan sejumlah pejabat lainnya.(jpg)

Kasus Covid-19 Turun, Tapi Angka Kematian Masih Tinggi

0

batampos.co.id – Kasus Covid-19 di Provinsi Kepri, khususnya di Kota Batam, mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. Biasanya kasus baru di Batam 200 hingga mendekati 500-an sehari, kini sudah di bawah 200.

Tak hanya jumlah kasus baru harian yang turun, tapi jumlah pasien sembuh juga terus bertambah banyak. Contohnya, data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri per 30 Juli, ada 545 pasien sembuh se-Kepri. Angka ini lebih tinggi dibandingkan kasus positif di tanggal yang sama, yakni hanya 497 orang.

Hanya saja, jumlah kematian akibat Covid-19 masih tinggi. Terutama di dua daerah di Kepri, yakni Batam dan Tanjungpinang. Sehingga penurunan kasus harian dan meningkatnya angka kesembuhan belum bisa dijadikan patokan bahwa Kepri sudah aman dari Covid-19.

”Inilah yang perlu diwaspadai, angka kasus kematian sekarang ini menjadi 2,6 persen. Dibandingkan awal Juli, hanya 2,2 persen saja,” kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kepri, dr Rusdani, Minggu (1/8).

Rusdani mengatakan, pasien Covid-19 yang meninggal, umumnya akibat telat mendapatkan penanganan. Kebanyakan mereka adalah orang-orang yang menjalani isolasi mandiri (isoman). ”Ada yang malas ke rumah sakit atau tertahan di rumah. Tapi kini, ada juga yang mengalami happy hypoxia,” ucapnya.

Happy hypoxia banyak dialami pasien Covid-19 yang menjalani isoman. Dia menjelaskan, happy hypoxia adalah kondisi saat kadar oksigen dalam tubuh rendah, tapi penderita tidak menunjukkan gejala kekurangan oksigen seperti sesak napas.

”Biasa, mereka terbiasa dengan sesak napasnya. Jadi, seolah-olah tidak mengalami sesak napas. Tapi begitu sudah berat baru terasa dan dibawa ke rumah sakit. Di sinilah kadang terlambatnya penanganan. Kejadian seperti ini semakin sering terjadi,” ujarnya.

Rusdani mengatakan, saat ini banyak masyarakat yang sudah memiliki oximeter. Tapi, belum tentu alat dimiliki masyarakat itu, benar-benar valid menghitung saturasi oksigen dalam tubuh.

”Kadang ada yang palsu atau abal-abal. Ada contoh kasusnya, ada pasien saat cek saturasi oksigen di rumah angkanya 98. Tapi beberapa jam kemudian dibawa ke rumah sakit, dicek saturasi oksigennya 88. Jadi, tidak mungkin saturasi itu menurun sedrastis itu, hati-hati terhadap alat yang tidak valid,” jelasnya.

Ia meminta kepada masyarakat yang sudah merasa sesak napas, agar segera datang ke rumah sakit. ”Setidaknya mereka dapat analisa dokter, apa mereka perlu perawatan rumah sakit atau di rumah saja. Jangan tunggu berat dulu,” tuturnya.

Kepada masyarakat, Rusdani juga berpesan agar tidak terbawa euforia, akibat adanya penurunan angka kasus Covid-19. Ancaman adanya peningkatan itu, masih mengintai Batam maupun Kepri. ”Tetap patuhi protokol kesehatan yang ada,” ucapnya.

Dia menyebutkan, peningkatan kasus beberapa waktu lalu, harus jadi pembelajaran bagi masyarakat. Karena, apabila masyarakat masih abai protkes, kemungkinan kasus kembali naik. ”Jangan kebablasan lagi, lost control. Jangan berpikiran, eh, sudah turun, jadi bisa happy-happy gitu tanpa penerapan protkes. Apalagi sekarang sudah boleh makan di tempat makan,” ujarnya.

Sebenarnya, kata Rusdani, makan bersama itu, sangat meningkatkan potensi penyebaran Covid-19. Karena sudah pasti membuka masker dan bercakap-cakap dalam waktu yang cukup lama. ”Sekali lagi, jangan lengah, tetap waspada. Jaga dan disiplin terapkan protkes, supaya kasus ini benar-benar bisa terus turun,” pintanya.(*/jpg)