Sabtu, 16 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9353

Jokowi Tolak Jabatan 3 Periode, Elite Golkar Mendukung

0

batampos.co.id – Ketua Fraksi Golkar MPR Idris Laena menyambut baik hasil survei Saiful Mujani Reseach and Consulting (SMRC) yang menganggap Pancasila dan UUD 1945 sebagai rumusan konsensus terbaik. Menurutnya, hal ini sejalan dengan prinsip bahwa pancasila adalah dasar negara yang tak bisa lagi diperdebatkan

“Adapun Pembukaan Undang-undang Dasar Negara 1945 sudah menjadi konsensus bahwa tidak boleh diubah,” kata Idrris dalam keterangan tertulisnya, Senin (21/6).

Menurutnya, Meski batang tubuh UUDN 1945 bisa diamandemen, tapi hal itu tidak mudah. Sebab, syarat pengajuan perubahan minimal 1/3 dari jumlah anggota MPR. Kemudian, dalam survei SMRC dinyatakan bahwa 84.3 persen rakyat indonesia ingin pemilihan presiden tetap dilaksanakan secara langsung, bukan oleh MPR.

“Hal ini menggambarkan bahwa masyarakat ingin mengekspresikan pilihan politiknya kepada orang yang mereka anggap tepat. Jika presiden dipilih oleh MPR, tentu menjadi bentuk kemunduran Demokrasi,” ujar Idris.

Begitu juga soal hasil survei SMRC yang menunjukkan 74 persen rakyat yang berpendapat presiden harus bertanggung jawab kepada rakyat. Hal ini kata Idris Laena, sejalan dengan konstitusi yang menyebutkan bahwa kedaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-undang Dasar.

Kemudian, soal hasil survei yang menunjukkan bahwa mayoritas rakyat Indonesia ingin Presiden bekerja sesuai dengan janjinya kepada Rakyat, bukan sesuai dengan GBHN. Idris menilai, perlu ada kajian lebih lanjut apakah perlu atau tidak dilakukan pembahasan soal GBHN.

Menurutnya, MPR priode sebelumnya memang telah merekomendasikan perlunya konsep sistem pembangunan model GBHN, yang kemudian di Rumuskan menjadi Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN). Namun jikapun dapat diwujudkan, seharusnya produk hukumnya tidak perlu dengan mengamandemen Konstitusi UUDN 1945, tapi cukup dengan Undang-Undang.

“Karena juga mengikat bagi seluruh rakyat Indonesia dan dengan demikian maka presiden terpilih dapat mengimplementasikan janji-janjinya dengan dibuat aturan hukum turunannya seperti, Peraturan Pemerintah atau Peraturan Presiden,” katanya.

Mantan Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Amin juga menyayangkan jika isu ini terus muncul. Sebab, sampai saat ini reputasi Jokowi sebagai Presiden terbukti mampu bekerja dengan baik, meski dihantam pandemi Covid-19.

Soal hasil survei bahwa mayoritas warga tidak setuju Jokowi maju kembali dalam Pilpres 2024, anggota DPR empat periode itu menilai sudah sesuai dengan pasal 7 UUD 1945. “Di sana disebutkan bahwa Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun,dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama,hanya untuk satu kali masa jabatan,” katanya.

Terakhir, Idris juga mengomentari soal mayoritas warga berpendidikan tinggi menolak gagasan pencalonan kembali Jokowi dalam Pilpres 2024. Menurutnya, ini menunjukkan bahwa masyarakat ingin agar konstitusi dijalankan secara konsekuen.

“Karena itu, penegasan Jokowi yang menyatakan bahwa yang menginginkan maju kembali yang ketiga kalinya,ingin menjerumuskan saja, bisa saja menjadi kenyataan,” katanya.(jpg)

Harga Ayam dan Telur Tinggi Sepekan Terakhir

0

batampos.co.id – Harga ayam potong segar dan telur ayam buras di Pasaran Batam terpantau cukup tinggi. Untuk harga ayam segar dijual hingga Rp 41 ribu per kilogram (kg), sedangkan telur ayam Rp 50 ribu per papan berisi 30 butir.

Di Pasar Botania 1, Batam Kota, harga daging ayam segar dijual antara Rp 40-41 ribu per kg. Tingginya harga ayam ini sudah terjadi sejak sepekan terakhir.

“Sudah satu minggu naik, dari Rp 38 ribu jadi 41 ribu, ini saya ambil dari Barelang,” ujar Rudi, salah satu penjual ayam potong di pasar tersebut.

Dikatakannya, tingginya harga ayam menurut para peternak di Barelang, karena harga pakan ternak naik. Hal
itu menyebabkan harga ayam ikut tinggi. “Infonya karena pakan ternak naik, untuk pastinya saya kurang tahu,” imbuh Rudi.

Sejumlah pembeli sempat kaget mendengar harga ayam yang naik. Tak jarang, mereka protes dengan harga ayam yang tinggi meski akhirnya tetap membeli.

“Ya pada protes, apalagi ibu-ibu. Kalau bapak-bapak belanja, jarang nanya harga ayam,” kata Rudi.

Menurut dia, tingginya harga ayam berpengaruh terhadap daya beli masyarakat. Yang biasanya bisa terjual hingga 150 kg per hari, namun saat ini berkurang hingga 20-30 per harinya.

“Pastinya berkurang dari biasa. Kami pun setoknya tak banyak karena harga tinggi ini,” terang Rudi.

Begitu juga di Pasar Mustafa, harga daging ayam potong segar juga terpantau naik. Rata-rata harga daging ayam segar dijual Rp 40-41 ribu per kg.

Vivi, warga Nongsa yang sehari-hari berjualan lauk pauk, mengeluhkan tingginya harga ayam. Tingginya harga ayam menurutnya cukup memberatkan, karena harga lauk pauk yang dijualnya berbeda dengan harga di warung- warung. Karena itu, beberapa waktu belakangan, ia pun terpaksa menaikkan harga jualannya, karena harga ayam yang naik cukup tinggi.

“Biasanya cuma Rp 30 ribu per kg, tapi sekarang-sekarang ini masih Rp 38, dan naik lagi jadi Rp 41 ribu. Mau tak mau harga saya naikan,” keluhhnya.

Ia berharap, harga ayam dan kebutuhan lainnya bisa kembali normal. Apalagi, di tengah situasi masyarakat yang me- mang sedang sangat sulit karena pandemi Covid-19.

“Tak bisa dibilang sekarang, serba susah rasanya. Harga- harga pada naik, sementara kondisi seperti ini, serba su- sah,” imbuhnya dengan berat.

Dikatakan Vivi, selain ayam, harga telur juga cukup mahal. “Harga telur masih tinggi, kemarin saya beli di pasar masih Rp 50 ribu per papan,” terangnya.

Pantauan Batam Pos, harga telur ayam buras di pasar Botania, Batam Center, terpantau Rp 49-51 ribu per papan. Harga telur tergantung dari besar dan kecilnya butir telur. Harga tinggi juga terpantau di beberapa swalayan di kawasan Batam Center hingga Nongsa.

Sedangkan di Pasar Tiban Center, Sekupang, harga ayam dijual di kisaran Rp 40 ribu per kg. Selain itu, telur satu papan dijual Rp 53 ribu dan daging beku Rp 98 ribu per kg. Harga ini mulai naik sejak beberapa pekan terakhir.

Rahmawati, ibu rumah tangga yang berbelanja di Pasar Tiban Center, mengatakan, harga ini terbilang tinggi dibandingkan beberapa waktu sebelumnya.

“Biasanya ayam itu di kisaran Rp 32 ribu, paling mahal Rp 35 ribu. Tapi sekarang sudah naik hingga Rp 40 ribu. Pedagangnya bilang harga ini naik sejak sepekan ini,” kata Rahmawati, Minggu (20/6).

Namun, untuk harga sayur, cabai dan bawang, masih terbilang normal. Ia mengatakan, untuk sayur kangkung dan bayam, berada di kisaran Rp 10 ribu per kg, cabai merah di kisaran Rp 30 ribu per kg. “Tiap kios harganya bervariasi,” tuturnya.

Sementara untuk ikan, ia mengatakan, harganya relatif masih sama dengan beberapa waktu lalu. “Tergantung jenis ikannya, namun rata-rata di kisaran Rp 30 ribu hingga Rp 50 ribu per kg. Untuk udang tergantung besar kecilnya. Udang kualitas bagus dan ukuran besar, satu Rp 100 ribu per kg. Lele dijual Rp 27 ribu per kg,” ucapnya.

Rahmawati berharap, harga telur dan ayam dapat turun. Sehingga, tidak terlalu meningkatkan beban masyarakat di tengah pandemi ini. “Setidaknya bisa sedikit turunlah harganya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam, Gustian Riau, belum bisa dikonfirmasi terkait tingginya harga daging ayam.

Namun untuk telur, beberapa hari lalu Gustian sempat mengatakan, tingginya harga telur dikarenakan stok dari Medan menipis. Sebab, banyak dari induk ayam petelur dipotong. “Dalam minggu ini, harga telur dijamin stabil,” kata Gustian.(*/jpg)

Layanan Vaksinasi Kembali Normal

0

batampos.co.id – Layanan vaksinasi di semua puskesmas di Batam kembali dibuka, meski kuotanya dalam sehari dibatasi 100 orang. Puskesmas di Batuaji contohnya, kembali membuka layanan vaksinasi untuk masyarakat yang berada di sekitarnya. Ada 100 warga yang dilayani perhari.

Puskesmas Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji, juga sudah membuka layanan vaksinasi sejak kemarin (21/6). Ada lima petugas vaksin atau vaksinator yang melayani warga. Warga diberi antrean hingga 100 sesuai kapasitas layanan vaksin yang diberikan.

Mereka diatur sedemikian rupa agar tetap mengedepankan aturan protokol kesehatan. Pantauan di lapangan, saat layanan vaksin dibuka pagi kemarin, ada sekitar 300-an warga langsung berjubel di puskesmas. Ada yang datang dari pukul 07.00 WIB.

Sebagian warga harus pulang karena tidak kebagian nomor antrean yang sesuai dengan kapasitas layanan vaksin per hari. ”Padahal sudah berharap segera divaksin tapi terlambat kami (datang, red). Nomor antrean sudah habis. Cuma 100 saja hari ini,” ujar Agus, warga Tanjunguncang.

Terkait warga yang belum kebagian jadwal vaksinasi dijawab dr Nasir, petugas yang bersiaga di Puskesmas Tanjunguncang. ”Sesuai arahan Dinas Kesehatan, akan buka terus ke depannya. Jadi yang belum kebagian datang lagi di hari berikutnya,” ujar Nasir.

Sementara itu, program Nasi Kapau (Vaksinasi Jangkau Pulau-pulau) Polda Kepri terus berlanjut. Pelaksanaan vaksinasi jenis Sinovac ini dilakukan di Vihara Dewi Bahari. Ada 3.500 orang terdata, dan 2.000 orang selesai divaksin, kemarin (21/6).

”Sebanyak 1.500 akan dilanjutkan esok hari,” kata Kabid Humas Polda Kepri, Kombes Harry Goldenhardt, kemarin.

Harry mengatakan, stok vaksin Kepri cukup menjalankan program tersebut. Sehingga akan dilanjutkan ke beberapa pulau lainnya. ”Pemerintah daerah telah memastikan ketersedian vaksin ini,” ucapnya.

Sesuai arahan Kapolda Kepri, Irjen Aris Budiman, program ini akan dilaksanakan lebih intens. Tidak hanya pulau-pulau besar, tapi juga pulau kecil. ”Harapannya adalah supaya tidak ada lagi masyarakat yang belum mendapatkan vaksinasi Covid-19,” tuturnya.

Di tempat terpisah, pelaksanaan vaksinasi di Tanjungriau, Sekupang, dipusatkan di Gedung Serba Guna, Senin (21/6). Ratusan warga rela mengantre sejak pagi hanya untuk mengikuti vaksinasi.

”Datang dari pagi pak. Takut tak kebagian vaksin,” ujar Rini, warga Tanjungriau.

Panasnya terik matahari tidak menyurutkan antusias warga untuk mengikuti vaksinasi Covid-19 jenis AstaZaneca tersebut. Warga harus mengantre berdesakan. Bahkan sejumlah ibu-ibu terlihat harus menutup kepala menggunakan kertas pendaftaran.

”Panasnya, harus menunggu antrean lama. Tak nunggu, tak vaksin nanti,” keluh salah seorang ibu saat mengantre.(*/jpg)

Polisi Usut Dugaan Korupsi SPP SMKN 7 Batam

0

batampos.co.id – Penyidikan kasus dugaan korupsi dana Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di SMKN 7 Batam, tahun anggaran 2018-2019 bergulir di Polresta Barelang. Polisi telah menetapkan satu orang tersangka, yakni Po, 24, mantan tenaga honorer SMKN 7 Batam.

Namun, Po diduga tak bermain sendiri, tapi melibatkan sejumlah nama. Itu sebabnya, kuasa Hukum Po, Hasanuddin, meminta penyidik mengusut tuntas aliran dana SPP tersebut.

”Kami sudah serahkan bukti-bukti baru ke penyidik,” kata Hasanuddin, Senin (21/6), kepada Harian Batam Pos.

Bukti-bukti baru yang telah diserahkan tersebut berupa print out transfer bank, pembelian di Alfamart, dan tiket Traveloka. Namun, diduga masih ada bukti lainnya tersimpan di sekolah.

Hasanuddin menyebut, Po hanyalah tenaga honorer yang tidak memiliki kewenangan penuh atas pengelolaan SPP tersebut. Karena, Po hanya sebagai tenaga pembantu bendahara. Di atas Po masih ada bendahara (NR, red), kepala sekolah (BS, red), perantara (HN, red), dan pembuat kebijakan lainnya (MD, red).

”Iya, itu kemarin sudah saya sampaikan. Sudah ada periksa (aliran dana), tapi saya tidak mau terlalu sering dulu lah ngomong. Kami serahkan ke penyidik sepenuhnya,” ujarnya.

Ia mengaku masih menunggu perkembangan terkait aliran dana korupsi itu. Hasanuddin menyebutkan, akan membela hak-hak hukum kliennya. ”Sejauh ini masih dugaan, kami tunggu perkembangannya,” ucapnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Andri Kurniawan, membenarkan pihaknya menangani kasus dugaan korupsi SPP di SMKN 7 Batam. ”Besoklah (hari ini, red) saya rilis. Masih sibuk mengurus soal vaksinasi,” ujar Andri, Senin (21/6).

Besaran dana SPP di SMKN 7 Batam 2018-2019 diperkirakan mencapai Rp 2,3 miliar. Namun, dari hasil audit, ada selisih Rp 307 juta. Dana selisih inilah yang diduga mengalir ke berbagai pihak. Namun, semuanya masih butuh pembuktian, apakah benar mengalir ke berbagai pihak, atau hanya sampai di Po.

Terkait kasus ini, Harian Batam Pos mendatangi SMKN 7 Batam, untuk menanyakan detail kasus ini. Namun, saat sampai di gerbang sekolah, penjaga keamanan sekolah menyebut, Kepala Sekolah SMKN 7 Batam, BS, tidak berada di tempat.

”Bapak (Kepala Sekolah) tidak ada (di sekolah) sejak tadi pagi,” kata penjaga keamanan ini, kemarin.

Harian Batam Pos mencoba menghubungi salah seorang guru SMKN 7 Batam, Kholiq. Ia mengaku sedang berada di kampung halamannya. Saat ditanya soal kasus dugaan korupsi SPP tersebut, ia mengaku bukan lagi sebagai humas SMKN 7 Batam. ”Saya bukan humas, hanya guru biasa sekarang. Tanyakan ke humas saja,” ucapnya.

Sementara itu, saat Batam Pos mencoba menghubungi nomor Kepala SMKN 7 Batam, BS, ternyata aktif, namun tidak diangkat. Ada sekitar enam kali panggilan, namun tidak juga direspons. Permintaan wawancara melalui pesan WhatsApp juga tidak dibalas.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kepri, Muhammad Dali, yang namanya diseret oleh tersangka Po, membantah tudingan tersebut. “Itu adalah tudingan yang tidak benar. Saya juga tidak tahu mengapa Po memberikan keterangan seperti itu dan atas dasar apa,” ujar Dali kepada Harian Batam Pos, tadi malam.

Namun, sebagai bentuk menghormati proses hukum yang sedang ditangani oleh pihak kepolisian, ia tetap kooperatif dengan memberikan keterangan kepada penyidik. Ia juga meminta Po untuk membuktikan pernyataan tersebut. Baginya, persoalan SPP di SMK Negeri 7 Batam tersebut sudah berproses, karena telah dilakukan audit oleh Inspektorat Provinsi Kepri pada Agustus dan Oktober 2020.

Mantan Kepala Bidang (Kabid) SMK Disdik Kepri tersebut justru menduga, ada kepentingan orang lain yang sengaja mengarahkan pemberitaan yang menyudutkan dirinya. Ditegaskannya, ia sama sekali tidak memiliki akses apapun untuk berhubungan dengan Po hingga bisa bertransaksi seperti itu.

“Saya juga tidak ada pernah menerima apapun dari siapapun yang disebut-sebutkan dalam pemberitaan tersebut,” tegas Dali.

Disinggung mengenai kasus yang menjerat mantan pegawainya tersebut, Dali mengaku tidak tahu persis, karena pegawai honorer tersebut sudah berhenti. Setelah yang bersangkutan berhenti dari pekerjaannya, dari situlah baru ketahuan ada selisih dari tanggung jawab yang ia setorkan.

“Jadi, klarifikasi saya pada pihak SMKN 7 Batam, pada waktu itu saya katakan bahwa semua yang tercatat itu ada di dalam buku milik Po sendiri, dan dari bukti-bukti itulah yang dijadikan alat oleh pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus tersebut,” tutup Dali. (*/jpg)

Pasien Meninggal Terus Bertambah, Batam Kini Zona Merah

0

batampos.co.id – Jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam yang meninggal terus bertambah. Senin (21/6) kemarin ada empat orang meninggal, sehingga total pasien Covid-19 yang meninggal di Batam menjadi 252 orang.

Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam juga mencatat, selain tambahan pasien Covid-19 yang meninggal, kemarin juga ada tambahan 80 orang pasien baru terkonfirmasi positif Covid-19. Sebanyak 110 orang pasien sembuh dan 1.309 orang lain dirawat.

”Ya, ada tambahan 80 pasien baru dan empat orang meninggal dunia hari ini,” ujar Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Covid-19 Batam, dr Didi Kusmarjadi, SPoG, kemarin.

Tim Gugus Tugas Covid-19 juga mencatat, sampai kemarin jumlah pasien positif Covid -19 di Kota Batam berjumlah 11.989 orang dengan 10.428 orang di antaranya sembuh. ”Rasio tingkat kesembuhan sebesar 86,980 persen, tingkat kasus aktif 10,91 persen, dan tingkat kematian 2,102 persen,” terangnya.

Hingga kemarin, seluruh wilayah di Kota Batam zona merah. Jumlah kasus tertinggi masih di Kecamatan Batam Kota dengan 300 orang di antaranya menjalani perawatan. Disusul Kecamatan Sekupang sebanyak 205 orang dirawat, dan Batuaji sebanyak 187 orang.

Selain itu ada kecamatan Sagulung sebanyak 138 orang dan Nongsa 112 orang. Kemudian, Kecamatan Bengkong 104 orang dirawat, Seibeduk 91 orang, Lubukbaja 89 orang, serta Batuampar sebanyak 58 orang.

Adapun pasien yang dirawat saat ini adalah sebanyak 425 orang dirawat di Asrama Haji Batam, Batam Center, 479 isolasi mandiri, 79 orang di Rumah Sakit Awal Bros, 78 RSUD Embung Fatimah, 43 Rumah Sakit Elisabeth Lubuk Baja 30 di Rumah Sakit Elisabeth Batam Kota, serta 27 lain di RS Budi Kemuliaan.

Jumlah kasus kematian karena Covid-19 tercatat masih di Kecamatan Batam Kota dengan jumlah pasien meninggal sebanyak 66 orang. Sekupang 32 orang, Lubukbaja 28 orang dan Sagulung 23 orang. Selanjutnya, Bengkong 22 orang, Batuaji dan Batuampar sama-sama 18 orang, 16 orang warga Nongsa, dan 15 orang lainnya warga Seibeduk.

”Belakangpadang ada sembilan orang, tiga Bulang dan satu di Galang,” tambahnya.

Kemarin, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Batam telah memeriksa 42.369 RT-PCR (reverse transcription polymerase chain reaction), dengan hasil 30.377 negatif dan 11.909 lainnya positif, sedangkan 83 sampel lain masih dalam proses. Sementara bila melihat jumlah yang sudah di-rapid test mencapai 40.056 orang dengan rapid test reaktif berjumlah 3.400 orang. (*/jpg)

Zona Merah Kembali PPKM Mikro, Kegiatan di Area Publik Ditutup

0

batampos.co.id – Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KCP-PEN) Airlangga Hartarto mengumumkan, pemerintah memutuskan untuk memperketat Pemberlakuan Pengetatan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai 22 Juni hingga 5 Juli 2021 mendatang.

Kebijakan tersebut terpaksa diberlakukan atas arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) karena angka penularan Covid-19 melonjak tinggi sehingga membuat keterisian fasilitas rumah sakit melebihi 70 persen di 29 provinsi dan 87 kabupaten kota.

“Terkait dengan penebalan dan penguatan PPKM mikro, arahan Presiden tadi untuk melakukan penyesuaian, jadi ini akan berlaku mulai besok 22 Juni-5 Juli, dua minggu ke depan, bahwa penguatan PPKM mikro akan dituangkan dalam instruksi Mendagri,” ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (21/6).

Selain jam operasional pusat perbelanjaan yang dibatasi hanya sampai pukul 20.00 WIB, kapasitas keterisian menjadi hanya 25 persen, dan pemberlakuan kembali bekerja dari rumah menjadi 75 persen di zona merah, kegiatan belajar mengajar juga kembali dilakukan secara daring.

Adapun kegiatan belajar mengajar dilakukan kembali secara daring untuk di zona merah, sementara untuk zona lainnya mengikuti peraturan dari Kemendikbudristek yang sudah ada. “Aturan tersebut juga diatur zona merah untuk dilakukan daring mengikuti PPKM,” ungkapnya.

Selanjutnya, kegiatan sektor esensial, baik itu industri pelayanan dasar utilitas publik, proyek vital nasional, kebutuhan masyarakat, supermarket, apotek juga berjalan degan regulasi dan akan beroperasi 100 persen dengan pengaturan jam operasional, kapasitas, dan protokol kesehatan yang lebih ketat.

“Sementara itu, kegiatan konstruksi atau lokasi proyek dapat beroperasi penuh dengan protokol kesehatan ketat,” imbuhnya.

Kemudian untuk kegiatan di area publik seperti taman umum, tempat wisata dan area lainnnya, zona merah tutup sementara sampai aman. Zona lainnya dibuka dengan kapasitas 25 persen dengan pengaturan dari pemda dan dengan protokol kesehatan lebih ketat.

Airlangga menambahkan, kegiatan seni budaya sosial kemasyarakatan di lokasi seni dan budaya yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan untuk zona merah juga akan ditutup sampai kondisi dianggap aman. Sedangkan zona lain dibuka 25 persen dan kapastias pengaturan dari pemda dan protokol kesehatna ketat.

Begitu pula dengan acara rapat, seminar, dan pertemuan yang dilakukan secara luring di zona merah akan ditutup sampai aman. Sementara zona lain diizinkan dengan 25 persen kapasitas. “Kegiatan hajatan kemasyarakatan paling banyak 25 persen kapasitas ruangan dan tidak ada makan di tempat,” pungkasnya.(jpg)

KPCPEN Respon Cepat Peningkatan Kasus Covid-19

0
Ketua KPCPEN Airlangga Hartarto. (istimewa)

batampos.co.id – Presiden Joko Widodo menerima laporan beberapa wilayah kini memiliki bed occupancy rate (BOR) untuk rumah sakit khusus pasien Covid-19 sudah berada di atas 70 persen. Data ini tercatat di ada 87 kabupaten/kota dengan BOR di atas 70 persen.

Pemerintah pun bergerak cepat dalam merespon lonjakan kasus Covid-19 beberapa hari terakhir. Langkah itu diwujudkan dengan memangkas jam operasional pusat keramaian dan pengetatan disiplin masyarakat dalam menerapkan 3M.

“Bapak presiden meminta untuk terus menjaga kedisiplinan masyarakat tentang 3M, dan ini merupakan penugasan di BNPB,” kata Ketua KPCPEN Airlangga Hartarto dalam konferensi pers virtual, Senin (21/6/2021).

Di beberapa daerah yang memiliki kasus sangat tinggi seperti yaitu Riau, Kepri, Bangkalan, maupun Kudus, Presiden meminta untuk segera ditindaklanjuti dengan melibatkan TNI dan Polri.

Peningkatan kasus juga memaksa pemerintah untuk mengurangi jam operasional mal dan pusat perbelanjaan. Untuk mal dan pusat perdagangan di zona merah jam operasional diubah dari pukul 21.00 WIB menjadi 20.00 WIB. Pengumuman tentang pemangkasan itu disampaikan oleh

“Jam operasional mal, pasar dan pusat perdagangan kini maksimal jam 20.00. Pengunjung juga dibatasi hanya 25 persen dari kapasitas,” ujar Airlangga, yang juga Menko Perekonomian RI.

Pemerintah pun mengurangi kapasitas makan di tempat (dine-in) dari 50 persen menjadi 25 persen. Pembatasan tersebut berlaku untuk rumah makan, kafe, bahkan pedagang kaki lima yang berada di zona merah Covid-19.

“Makanan sebaiknya dibawa pulang. Layanan pesan antar restoran dibatasi sampai dengan pukul 20.00 WIB dengan protokol kesehatan yang ketat,” tambah Airlangga.

Kegiatan perkantoran kementerian/lembaga dan BUMN di zona merah, kini dikurangi drastis. Karyawan dan pegawai yang bekerja di rumah (WFH) ditetapkan sebesar 75 persen. Untuk zona non merah, kuning dan hijau, masih diperbolehkan perkantoran dibuka sebesar 50 persen dari kapasitas namun harus menerapkan protokol kesehatan ketat.

Untuk kegiatan sektor esensial lain, industri, pelayanan dasar, utilitas publik, objek vital nasional, masih bisa berjalan dengan protokol kesehatan ketat.

“Kebutuhan pokok masyarakat mulai dari supermarket, apotek ini juga berjalan dengan regulasi dan dapat beroperasi 100 persen dengan peraturan operasional, kapasitas serta protokol kesehatan yang lebih ketat,” tutur Ketua Umum Partai Golkar itu.

Mobilitas masyarakat di zona merah juga dibatasi secara ketat. Lewat kebijakan WFH secara bergilir, diharapkan masyarakat tidak melakukan perjalanan atau mobilitas ke daerah lain. “Tentang ini akan diatur lebih lanjut baik oleh K/L maupun pemda,” ujar Airlangga.

Pemerintah tidak akan melakukan lockdown, namun terus memperketat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mikro (PPKM).

“Terkait dengan penebalan dan penguatan PPKM mikro arahan presiden tadi untuk melakukan penyesuaian, jadi ini akan berlaku mulai besok 22 Juni-5 Juli, dua minggu ke depan, bahwa penguatan PPKM mikro akan dituangkan dalam instruksi Menteri Dalam Negeri,” ujarnya.

Presiden Jokowi juga menunjuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk fokus menangani virus Corona bagi ibu hamil dan anak-anak. Harapannya kasus Covid-19 yang melanda ibu hamil dan anak-anak bisa ditekan.

“Bapak presiden mendorong terkait ibu hamil, ibu melahirkan, bayi, dan balita untuk ditangani oleh BKKBN. BKKBN akan tangani secara khusus terkait penanganan COVID untuk ibu hamil, ibu melahirkan, balita, dan anak,” kata Airlangga. (*)

Wakil Wali Kota Batam: Asrama Haji Masih Cukup untuk Tempat Isolasi Pasien Covid-19

0

batampos.co.id – Asrama Haji Kota Batam masih cukup untuk menampung warga yang menjalani isolasi karena terpapar Covid-19.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, di Asrama Haji jumlah pasien tertinggi sekitar 500-an orang.

“Masih tertampung (di Asrama Haji,red) ditambah lagi (pasien,red) keluar masuk,” katanya Senin (21/6/2021).

Hingga saat ini pihaknya belum mempersiapkan atau menjadikan area Temenggung Abdul Jamal sebagai tempat isolasi para pasien Covid-19.

Menurutnya saat ini yang dilakukan di Temenggung Abdul Jamal adalah kegiatan vaksinasi massal.

“Alhamdulillah sekarang angkanya sekali start 900 kemudian yang besoknya 1.900 dan terus bertambah. Jadi kami berusaha semaksimal mungkin agar vaksin yang datang ke Batam sekarang sisanya 174 ribu,” katanya.

Ia juga menyampaaikan, hingga dua minggu kedepan ada 174 ribu vaksin yang akan disuntikan kepada masyarakat Kota Batam.

“Tadi sudah semua komponen kami koordinasi untuk percepatan penyelesaian vaksinasi, inilah sebenarnya upaya yang kita lakukan agar semakin banyak warga batam divaksin, maka dari itu kekebalan tubuh masyarakat dapat kita wujudkan”, tutupnya.(nto)

Gubernur bersama Kapolda dan Danrem Kepri Akan Berkunjung ke Anambas

0

batampos.co.id – Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Ansar Ahmad, akan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kepulauan Anambas pada tanggal 23-25 Juni 2021 mendatang. Dalam Kunjungan kerja itu Gubernur akan didampingi Kapolda Kepri, Irjen Pol Aris Budiman bersama Danrem 033 Wira Pratama Brigjen TNI, Jimmy Ramoz Manalu, S. Hub. Int.

Hal itu tertuang dalam surat Pemerintah Daerah Provinsi Kepulauan Riau, Sekretaris Daerah, nomor 093/1116/B. HPP. SET/2021 kepada Bupati Kepulaun Anambas.

Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas, Sahtiar, membenarkan jadwal kunjungan kerja Gubernur Kepri ke daerah ini. “Insya Allah kalau nggak ada perubahan,” ujarnya saat dikonfirmasi wartawan batampos.co.id, Senin (21/6/2021).

Adapun agenda kunjungan kerja itu yakni peresmian penyalaaan listrik di Desa Kramot dan Desa Impol. Kemudian peninjauan vaksinasi Covid-19 serentak se-Kabupaten Kepulauan Anambas di Tarempa dan Palmatak dan peninjauan proyek-proyek pembangunan.

Selain itu vaksinasi ini juga akan dilaksanakan pada tanggal 24 Juni 2021 dengan total sasaran 2.000 orang serta melakukan video konference menyapa para camat yang melaksanakan kegiatan vaksinasi. (fai)

Dewan Soroti Pelaksanaan Vaksinasi di Batam

0

batampos.co.id – Anggota Komisi I DPRD Kota Batam, Utusan Sarumaha, menyoroti vaksinasi yang dilakukan saat ini. Dimana, lebih banyak organisasi yang melaksanakan vaksinasi untuk masyarakat Kota Batam.

”Mestinya pemerintah itu membagi dalam beberapa zona. Misalnya RT sekian Batuaji hari ini, dan jam sekian di RSUD, kemudian RT lain,” katanya.

Ia menilai kegiatan vaksinasi yang dilakukan ormas baik, namun jangan sampai ada masyarakat yang ingin divaksin namun tidak terlayani karena membeludak. Untuk itu, ia minta Pemko dan Dinkes Batam membagi beberapa zona vaksinasi.

Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, vaksinasi zonasi atau ke tingkat RT/RW sudah lama direncanakan. Namun, tidak bisa terwujud karena kekurangan tenaga medis. Total sasaran dengan tenaga kesehatan tidak sebanding. Meskipun sudah ada bantuan dari provinsi sebanyak 40 tenaga vaksinator, nyatanya belum bisa mencukupi semua kebutuhan.

”Bisa dilihat proses di Temenggung tidak berhenti dari pagi sampai siang. Bahkan tenaga kesehatan yang dijadwalkan bisa selesai bertugas pukul 15.00 WIB, harus diperpanjang demi menyelesaikan vaksinasi karena warga sudah mengantre dan menunggu lama. Kondisi saat ini memang sulit, di tengah target yang tinggi, kami juga harus dihadapkan dengan keterbatasan tenaga keseha-
tan,” jelasnya.

Kendati demikian, tidak ada alasan untuk tidak mencapai target yang sudah direncakan. Hal ini guna memenuhi syarat agar pintu masuk untuk wisman bisa dibuka. Seperti diketahui Batam menjadi salah satu kota yang dijadikan percontohan untuk kedatangan wisman.(*/jpg)

Play sound