Kamis, 21 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9648

Pengurus Partai Keadilan Sejahtera Kelurahan se-Kota Batam Dilantik

0

batampos.co.id – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Kota Batam melantik pengurus Dewan Pengurus Ranting (DPRa) di Kantor DPC masing-masing, Minggu (21/2/2021).

Pelantikan ini merupakan mekanisme partai setelah pengurus DPC terbentuk dan dilantik oleh DPD PKS Kota Batam pekan lalu.

Ketua DPD PKS Kota Batam, Yusuf, mengucapkan selamat kepada para pengurus ranting periode 2021-2025.

Ia meminta, pengurus dari 64 DPRa yang dilantik diminta untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang sudah diberikan dengan maksimal.

DPC Sagulung melantik pengurus DPRa di Kantor DPC Sagulung, Minggu (21/2/2021). Foto: Humas PKS untuk batampos.co.id

“Setiap pengurus akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Maka, tunaikan apa yang menjadi tugasnya,” kata Yusuf dalam sambutannya.

Ia mengatakan, menjadi pengurus DPRa adalah sarana untuk melatih kemampuan leadership.

Selain itu, pengurus ranting juga sebagai representatif partai dalam melayani masyarakat sekitarnya, baik itu dari segi penampilan maupun performance (kinerja).

Anggota DPRD Provinsi Kepri itu juga menyampaikan beberapa langkah yang harus dilakukan oleh pengurus DPRa.

Di antaranya, memastikan keberadaan pengurus ranting bisa tampil dan dirasakan oleh masyarakat dengan banyak melakukan silaturahmi.

Yusuf juga meminta pengurus DPRa untuk menyusun perencanaan program kerja yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Membuat perencanaan program kerja dengan tim yang akan dilaksanakan di lingkungan masing-masing.

“Nanti kita akan buat pertemuan menyatukan ide, kemudian membuat perencanaan dan evaluasi,” tutupnya.

Pelantikan ini berlangsung serentak dan saling terhubung secara virtual dengan 64 DPRa PKS yang ada di Kota Batam.(*)

Ayus Akui Khilaf Jalin Hubungan dengan Nissa Sabyan

0

batampos.co.id – Setelah beberapa hari bola panas berkembang soal hubungan spesial dirinya dengan Nissa Sabyan, Ayus akhirnya buka suara. Dia mengaku khilaf dan meminta maaf.

Ayus yang merupakan keyboardis grup musik Sabyan Gambus yang juga pendiri, menyampaikan hal tersebut melalui video yang secara khusus dibuat untuk awak media Minggu (21/2).

“Assalamualaikum. Saya Ayus Sabyan ingin menyampaikan tentang berita yang sedang beredar saat ini,” kata Ayus memulai pernyataannya dalam video berdurasi hanya sekitar 32 detik.

Kabar hubungan spesial Ayus-Nissa Sabyan menjadi sorotan publik sebab Ayus sudah punya istri dan memiliki dua orang anak. Nissa pun santer disebut-sebut pelakor alias perebut laki orang.

Tak mau kasus ini berkepanjangan, Ayus meminta maaf kepada istri, keluarga dan teman-teman, serta publik secara luas karena telah menjalin hubungan dengan Nissa Sabyan.

“Saya dengan penuh kesadaran dan ketulusan dan kesadaran ingin memohon maaf kepada istri, keluarga, teman-teman Sabyan dan semua yang merasa tidak nyaman dengan kehilafan yang saya lakukan,” ungkapnya.

Ayus meminta didoakan agar ke depannya ia bisa memperbaiki diri. “Semoga saya menjadi pribadi yang lebih baik lagi ke depannya,” ujar Ayus.

Kabar hubungan spesial antara Nissa Sabyan dan Ayus sebelumnya sudah dibenarkan keluarga Ririe Fairus dan juga keluarga Ayus. Mereka mengakui hubungan spesial mereka sudah berlangsung cukup lama kurang lebih 2 tahun.

Fadhila Nova, adik Ayus menyatakan keluarga sudah memprotes kepada keduanya meminta untuk mengakhiri hubungan. Bahkan keluarga Ayus secara khusus menemui Nissa dan meminta meninggalkan Ayus. Kendati sudah diperingatkan, nyatanya hubungan mereka masih tetap berjalan secara diam-diam.

Fadhila Nova menduga Ayus- Nissa saling mencitai sehingga susah sekali untuk dipisahkan. “Tidak ada sepengetahuan kami, tidak ada pernikahan siri,” ujar Fadhila saat saat dikonfirmasi Jumat (19/2).

Sementara itu, keluarga Ririe Fairus menyatakan, Ririe sejatinya sudah tahu cukup lama hubungan spesial Ayus dan Nissa Sabyan. Namun ia sengaja memendam sakit hatinya seorang diri tanpa menceritakan sama sekali ke keluarga demi mempertahan keutuhan rumah tangga.

“Keluarga geram ya. Kalau kakak saya sabar, mungkin karena ada anak,” kata Tia, adik Ririe Fairus saat ditemui di bilangan Pramuka, Jakarta Timur, Rabu (17/2) malam.

Seperti diketahui, Ayus menikahi Ririe Fairus pada 13 Oktober 2012. Dari hasil pernikahan ini, mereka dikaruniai dua orang anak. Salah satu anak bernama Sabyan yang kemudian menjadi inspirasi nama grup musik bentukan Ayus, Sabyan Gambus. Bahtera rumah tangga mereka retak seiring adanya gugatan cerai dilayangkan ke Pengadilan Agama Jakarta Utara pada 27 Januari lalu.(jpg)

396 Ribu Amprah Bantuan Sembako di Kepri Diverifikasi

0

batampos.co.id – Kepala Inspektorat Daerah Provinsi Kepri, Irmendes mengatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan terkait hasil pemeriksaan amprah 396 ribu penerima bantuan sembako yang menggunakan dana Covid-19 Provinsi Kepri. Karena saat ini masih melakukan verifikasi setiap data amprah yang sudah dikumpulkan.

”Proses pengumpulan amprah dari Dinas Perdagangan dan Industri (Disprindag) Kepri masih berjalan. Kita juga membentuk tim untuk melakukan verifikasi terhadap amprah tersebut,” ujar Irmendes, Jumat (19/2) di Tanjungpinang.

Menurut Irmendes, pihaknya masih membutuhkan waktu. Terkait perkembangan penyelesaian temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Progresnya juga sudah disampaikan ke Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Kepri lewat rapat evaluasi bersama banggar dan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Provinsi Kepri.

Ditegaskannya, laporan hasil pemeriksaan akan segera disampaikan. ”Kita dibatasi waktu tentunya untuk melakukan pemeriksaan. Makanya kita minta Disprindag untuk cepat melakukan pengumpulan amprah penerima bantuan sembako, karena untuk daerah Batam masih belum selesai,” tegas Irmendes.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepri, TS. Arif Fadillah mengatakan, pihaknya sudah menyerahkan persoalan ini untuk ditangani oleh Inspektorat Daerah Provinsi Kepri.

Ditanya apakah sudah ada hasil pemeriksaan yang disampaikan Inspektorat? Mengenai hal itu, Arif mengaku belum menerima.

”Yang jelas, apa yang menjadi temuan BPK tentu harus ditindaklajuti. Tentu tugas ini, berada ditangan Inspektorat sebagai pemeriksa internal,” ujar Arif Fadillah di Gedung Daerah, Tanjungpinang, kemarin.

Seperti diketahui, Dinas Perdagangan dan Industri (Disprindag) Provinsi Kepri mendapatkan alokasi anggaran bagi kebutuhan Jaringan Pengaman Sosial (JPS) sebesar Rp 125 miliar yang diperuntukan bagi penyediaan sembako sebanyak 369 ribuan kepala keluarga di tujuh kabupaten/kota.

Namun, dari penjelasan Kepala Disprindag Kepri, Burhanuddin, dari jumlah tersebut hanya Rp 115 miliar dipergunakan untuk penyediaan sembako.(*/jpg)

Kisah Warga Satu Desa Kompak Beli Mobil Setelah Mendadak Jadi MIliarder

0

Setelah ratusan miliar rupiah uang pembebasan lahan dibayarkan, setelah ratusan mobil baru dibeli warga, Desa Sumurgeneng di Tuban kini jadi ”gula” yang dikelilingi ”semut” dari berbagai penjuru. Mulai perbankan, properti, sampai otomotif.

SITI Nurul Hidayatin menunjuk mobil Toyota Innova Reborn yang terparkir di depan rumahnya. ”Itu sudah dua bulan tidak saya pakai. Mungkin nanti saya lepas saja akinya,” kata dia.

Sama sekali tak ada masalah dengan mobil yang belum genap setahun dimilikinya itu. ”Masalahnya” hanya Nurul, seperti banyak warga Desa Sumurgeneng, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, lainnya, punya banyak pilihan.

Di halaman rumahnya terparkir pula Toyota Rush, Honda HR-V, dan Mitsubishi Pickup L-300. Semuanya masih kinyis-kinyis. HR-V dibeli Desember lalu, Rush dan L-300 malah baru bulan lalu.

”Awal dulu beli mobil kecil, tapi kalau dinaiki orang banyak jungkat (terangkat roda depannya, Red). Langsung saya tukar Honda HR-V yang lebih besar,” kata ketua Fatayat NU Kecamatan Jenu itu.

Siti Nurul Hidayatin, warga Sumurgeneng, Jenun, Tuban, memperlihatkan mobil baru hasil pencairan dana pembebasan lahan untuk kilang minyak Pertamina. (18/2). (RIANA SETIAWAN/JAWA POS)

Mau bagaimana lagi? Dia punya uang. Miliaran. Total Rp 18 miliar hasil pembebasan 2,5 hektare lahannya. Sejak Maret tahun lalu desa di Kecamatan Jenu itu dipenuhi miliarder dadakan. Buntut pembelian tanah mereka oleh PT Pertamina untuk Grass Root Refinery (GRR) Tuban yang merupakan proyek strategis nasional. Total tiga desa di Kecamatan Jenu yang sebagian wilayahnya masuk proyek itu. Tapi, Sumurgeneng yang paling luas terkena dan paling banyak pula warganya yang mendapat kucuran ganti rugi.

Pembayaran kompensasi dilakukan dalam tiga termin: Maret dan November 2020 serta Februari 2021. Maka puluhan rumah diperbaiki dan mobil-mobil baru yang semua dibeli secara tunai berdatangan.

”Sejak pembebasan tahun lalu hingga sekarang sudah ada 180 mobil baru yang masuk desa ini. Viralnya saja yang baru sepekan terakhir ini,” ujar Kepala Desa Sumurgeneng Giatno kepada Jawa Pos.

Luas lahan di Desa Wadung yang terkena proyek GRR sebenarnya tak beda terlalu jauh dengan desa tetangganya, Sumurgeneng. Tapi, konon warga setempat tak terlalu royal dalam membelanjakan uang. Luasnya perhatian terhadap Sumurgeneng juga membuat penduduk Wadung jadi lebih tertutup.

Tiga harian sejak Kamis (18/2) Jawa Pos dibantu Jawa Pos Radar Tuban menelusuri Sumurgeneng yang berjarak 19 kilometer dari pusat kota Tuban itu. Mobil-mobil baru terus dibeli. Ada yang memang karena butuh, tapi ada juga yang karena: ”Tetangga membeli, masak saya tidak?”

”Bapak saya ngelihat para tetangga beli, masak kami juga tidak? Ya, sekadar punya saja. Mungkin kalau mau keluar bareng keluarga tidak perlu repot, akhirnya beli Honda HR-V,” ujar Tamam, salah seorang warga Sumurgeneng.

Bahkan, ada yang membeli mobil meski belum bisa menyetir. ”Bisanya baru manasi hehehe,” kata Matrawi yang mengantongi Rp 4 miliar dari pembebasan lahan dan membeli Toyota Rush serta Mitsubishi Expander sekaligus kepada Jawa Pos Radar Tuban.

Perubahan-perubahan keseharian pun terjadi di sana-sini. Nurul, misalnya, kini merasa wajib sebulan sekali perawatan di salon. Kalau tidak sempat gowes, ada sepeda statis di rumah.

Tain, warga lain, ke mana-mana kini tak lepas dari kacamata hitam dan sebuah motor Yamaha XRS keluaran terbaru. Dia orang pertama se-Tuban yang punya motor itu. ”Sanak saudara sudah banyak yang beli mobil, kalau butuh pinjam saja. Kalau motor berbeda, tidak ada yang beli seperti saya,” kata Tain yang mengantongi Rp 9 miliar untuk 1,5 hektare lahannya kepada Jawa Pos.

Sudah tak ada pula pemandangan seperti di film pendek Tilik: rombongan warga yang bersesakan di bak truk untuk menjenguk saudara atau tetangga yang tengah dirawat di rumah sakit. Menurut Giatno, dari sekitar 3,3 ribu warga Sumurgeneng, 400-an yang tercatat menerima kompensasi. Kalau dipukul rata, per penerima mengantongi Rp 8–9 miliar. Tertinggi, ada yang menerima Rp 26 miliar, tapi tidak tercatat sebagai warga setempat.

”Gula” melimpah itu pun langsung mengundang para ”semut”. Sejak Rabu (17/2) tidak terhitung lagi mobil pelat luar kota yang silih berganti keluar masuk jalan desa yang biasanya lengang. Orang-orang berseragam membopong map dan lusinan brosur untuk disebarkan ke warga.

”Dari pagi sampai sore tidak henti-hentinya sales itu datang ke kantor desa untuk meminta izin promosi. Saya saja sampai kelelahan,” papar Giatno dengan mata yang tampak merah dan raut muka lelah pada Jumat lalu (19/2).

Perusahaan besar di sektor perbankan dan properti dari Surabaya, Malang, bahkan Jogjakarta mengirim manajer dan sales terbaik mereka ke desa yang sebelumnya bahkan warga Tuban pun belum tentu semuanya tahu itu. Jawa Pos juga sempat berpapasan dengan sales BMW serta Wuling.

Hingga Jumat lalu mereka semua masih tampak jalan kaki keliling desa. Tidak sedikit warga yang akhirnya memilih menutup pintu rapat-rapat sejak pagi. Mereka merasa lelah dan risi. ”Capek saya didatangi orang terus. Mau kerja dan istirahat tidak bisa,” ujar Mat Rais, salah seorang warga.

Toh, sudah ada ponsel canggih yang bisa menemani selama di rumah. Di tangan Nurul, misalnya, kini ada iPhone 12. Smartphone seri keluaran terbaru yang harganya di atas Rp 20 juta. ”Ini saya beli di Surabaya,” ujarnya sambil menunjukkan gawai barunya tersebut.(jpg)

Warga Bintan Dimakamkan Secara Covid-19, Ternyata Hasil Swab Negatif

0

batampos.co.id – Seorang warga Tanjunguban, Bintan, inisial Ras, dimakamkan secara protokol Covid-19 di TPU Taman Firdaus, daerah Kebun Lima, jalan raya Lobam, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Selasa (16/2).

Wanita berusia 64 tahun ini sempat dirawat di RSUD Engku Haji Daud (EHD) selama tiga hari dan rumah sakit di Tanjungpinang selama satu hari. Setelah dimakamkan secara protokol Covid-19, Rabu (17/2), hasil PCR menyatakan negatif Covid-19.

Kadis Kesehatan Bintan, dr Gama AF Isnaeni mengatakan, ada satu warga Tanjunguban meninggal dunia, Selasa (16/2). ”Ya meninggal tanggal 16 Februari,” ujarnya.

Dia mengatakan, wanita itu memiliki gejala batuk, demam dan sesak, namun tidak memiliki riwayat perjalanan dari luar daerah.

Berdasarkan data di Dinkes Bintan, sampai Jumat (19/2), jumlah kasus Covid-19 di Bintan mencapai 635 kasus. Meningkatnya kasus Covid-19, membuat Gama terus mengingatkan ke masyarakat agar mematuhi protokol kesehatan dengan mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir, memakai makser ketika berada di luar rumah, menjaga jarak dan tidak berkerumun. Hal itu dilakukan sebagai salah satu upaya dalam mencegah penyebaran Covid-19. (*/jpg)

Bea Cukai Batam Gagalkan Penyelundupan Barang Elektronik, Rokok, dan Mikol

0

batampos.co.id – Bea Cukai (BC) Batam mengamankan kapal penumpang dari Batam tujuan Tembilahan, SB Rahmat Jaya, yang membawa barang-barang ilegal, Senin (8/2) lalu. Kapal tersebut diamankan saat sedang merapat di Pelabuhan Sekupang.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Batam, Susila Brata, mengatakan, kapal ini membawa berbagai barang yang tidak dilengkapi dokumen kepabeanan.

“Barang-barang ini disembunyikan di dinding dan di bawah lantai speedboat SB Rahmat Jaya 09,” katanya, Jumat (19/2), seperti dilansir Harian Batampos.

Susila menjelaskan, barang hasil penindakan itu terdiri dari 418 unit ponsel, laptop dan komputer. Lalu, juga terdapat 716 slop sigaret kretek mesin merek HMIN, 108 botol dan 432 botol minuman mengandung alkohol. Apabila ditaksir, nilai barang itu mencapai Rp 1,56 miliar. “Akibat kegiatan ini, negara rugi hingga Rp 414 juta,” ucap Susila.

Ia mengatakan, kronologis kejadian bermula dari laporan masyarakat, yang menyebutkan ada kegiatan pemuatan barang-barang tanpa cukai di Tanjungriau, tujuan Tembilahan. Modus penyelundupan dilakukan dengan memasukan ke dalam kapal penumpang, SB Rahmat Jaya. “Lalu dilakukan patroli di kawasan itu,” ujar Susila.

Satgas Patroli 15028 kemudian bertolak dari pos Tempang, Senin (8/2) pukul 06.00, lalu menuju ke Perairan Sekupang. Sekitar pukul 09.00, dari arah perairan Tanjungriau terlihat speedboat mengarah ke Pelabuhan Sekupang.

Satgas Patroli lalu mengejar kapal tersebut dan berhasil menghambat lanju SB Rahmat Jaya. “Penemuan barang ilegal ini berkat kejelian petugas,” ungkap Susila.

Selain barang bukti, Bea Cukai juga mengamankan nakhoda kapal SB Rahmat Jaya, R, 39. Susila mengatakan, R sudah ditetapkan sebagai tersangka. R diduga melanggar Pasal 102 huruf e dan/atau huruf f Undang-undang Nomor 17 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 10 Tahun 1995 tentang Kepabeanan dan/atau Pasal 54 dan/atau Pasal 56 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai.

“Kasus ini sudah dinaikkan ke tahap penyidikan,” ucapnya. (*/jpg)

Jamaah Calon Haji Didaftarkan Prioritas Vaksinasi

0

batampos.co.id – Jamaah haji khusus yang telah melunasi biaya haji 1441 H/2020 M dan tertunda keberangkatannya karena pandemi telah didaftarkan dalam prioritas vaksinasi tahap kedua. Data jamaah haji khusus tersebut secara bertahap sudah divalidasi oleh Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU).

Data tersebut juga bisa diakses Kemenkes melalui Sistem Informasi dan Komputerasi Haji Terpadu (Siskohat) Kesehatan. “Sudah 14 ribu data jemaah haji khusus yang sudah divalidasi dan diajukan untuk didaftarkan dalam usulan prioritas vaksinasi tahap kedua,” terang Kasubdit Siskohat Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hasan Affandi dalam keterangannya, Minggu (21/2).

Jumlah kuota jamaah haji khusus dalam penyelenggaraan ibadah haji ini berjumlah 17 ribu. Jadi, masih ada sekitar tiga ribu data jemaah yang masih dalam proses verifikasi. “Update data tersebut antara lain berupa Nomor Induk Kependudukan atau NIK, Nama, Nomor Porsi, dan alamat lengkap jemaah,” jelas Hasan.

Pendaftaran vaksinasi bagi jamaah haji ini dilakukan sebagai langkah antisipasi jika Pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk memberikan kuota jamaah haji 1442 H kepada Indonesia. Pasalnya saat ini, Saudi belum memberikan keterangan lebih lanjut negara mana saja yang diberikan izin untuk melaksanakan ibadah haji.

Kemudian, pendaftaran vaksinasi ini juga sejalan dengan surat Menag Yaqut Cholil Qoumas kepada Menteri Kesehatan pada 5 Januari 2021. Melalui surat tersebut, Menag menyampaikan permohonan dukungan perlindungan kesehatan bagi jemaah haji Indonesia.

Sebelumnya, Kemenag juga telah melakukan update dan validasi 158 ribu data jemaah haji reguler dan sudah bisa diakses Kemenkes untuk didaftarkan dalam usulan prioritas vaksinasi tahap kedua.

Program Vaksinasi tahap 2 sudah bergulir sejak 17 Februari 2021. Program ini diperuntukan bagi petugas pelayanan umum dan lansia. Jamaah haji Indonesia juga banyak yang masuk kategori lansia.(jpg)

Ibu Diadili karena Gigit Anak Hingga Tewas

0

batampos.co.id – Seorang perempuan berusia 29 tahun didakwa menganiaya SHM, 5, anak kandungnya sendiri hingga tewas. Perbuatan ini terungkap dalam sidang lanjutan di PN Tipikor Jakarta, Kamis (18/2).

Mengenakan baju gamis dipadu kerudung merah, warga negara asing (WNA) asal Maroko, bernama Majda Majda itu duduk termenung menghadap kamera video yang disinkronkan dengan jaringan internet ke ruang sidang. Majda mendengarkan dengan seksama penerjemah bahasa yang dihadirkan kuasa hukumnya, saat menjelaskan tanggapan jaksa penuntut umum (JPU) atas nota keberatan (eksepsi) yang dilakukan dirinya pada persidangan sebelumnya. Penerjemah ini disewa, karena Majda tidak memahami Bahasa Indonesia.

Majda Laoly tidak dihadirkan secara langsung ke dalam persidangan, karena situasi pandemi Covid-19, mengharuskan setiap terdakwa menjalani persidangan secara daring. Dia mengikuti jalannya persidangan dari balik jeruji besi.

“Dia (Majda Laoly) melakukan penganiayaan, sampai menyebabkan mati anak kandungnya,” kata Jaksa Rizki saat ditemui di PN Jakarta Pusat seperti dilansir dari JawaPos.com. Minggu (21/2).

Meski telah didakwa melakukan penganiayaan terhadap anaknya yang berinisial SHM hingga berujung kematian, Jaksa mengaku belum bisa mengungkap motif peristiwa itu. Tetapi berdasarkan hasil otopsi korban, diduga terdapat lebam dan gigitan.

“Kita belum bisa kita ungkap motifnya. Tapi bagaimana dia menganiaya, nanti bisa kita lihat di persidangan,” papar Jaksa Rizki.

Peristiwa ini sempat menjadi perhatian publik, saat masih ditangani oleh Polres Metro Jakarta Pusat. Bahkan saat dalam proses penyidikan, Majda sempat diperika kejiwaannya, karena dituduh menyiksa anaknya hingga berujung kematian.

Peristiwa mencekam itu terjadi pada Selasa, 1 September sekitar pukul 11.45 WIB di lantai 12 Apartemen Pavilion, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Diduga, anak kandungnya itu tewas akibat terbentur benda tumpul. Ini karena terdapat luka memar di belakang kepala. Selain luka memar, juga ditemukan luka gigitan pada tubuh korban.

Berdasarkan keterangan saksi M, sebelum peristiwa nahas itu terjadi, korban tinggal bersama pelaku selama beberapa hari. Korban sendiri sudah lama tak bertemu dengan pelaku, karena sejak lahir dititipkan kepada pengasuh. Karena hendak dibawa ke Maroko, pelaku pun mendatangi korban ke Indonesia. Sedangkan bapaknya berinisial H yang merupakan WNA Maroko tinggal di Belanda.

Atas perbuatannya, Majda didakwa melanggar Pasal 76C juncto Pasal 80 ayat (3) Undang Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 338 KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun dan atau denda paling banyak Rp 3 miliar.

Terpisah, melalui tim kuasa hukumnya, Syamsuddin, Majda tak terima didakwa menganiaya anak semata wayangnya, hingga meninggal dunia di dalam kamar mandi. Ini karena pada saat kejadian, tidak ada saksi mata yang mengetahui secara rinci peristiwa tersebut.

“Surat dakwaan Jaksa tidak ada satu pun yang tahu dan melihat secara langsung,” ucap Syamsuddin.

Saksi yang diperiksa penyidik dan termuat dalam dakwaan kata Syamsuddin, hanya mengetahui setelah anak dari kliennya itu meninggal dunia.

“Dalam dakwaan itu tidak ada saksi, dia hanya mengetahui peristiwanya sudah terjadi. Kejadian jam 12 siang, itu ibu dengan anaknya dan pembantunya. Pembantunya pergi, setelah pembantunya pergi tidak ada tanda-tanda,” beber Syamsuddin.

Syamsuddin tak memungkiri, saat proses penyidikan, Majda tidak didampingi oleh tim penasihat hukum. Faktor bahasa saat proses penyidikan pun menjadi kendala proses penanganan perkara. Dia mengakui, kliennya itu tidak bisa berbicara atau memahami bahasa Indonesia.

“Jadi seperti eksepsi kita itu ya, nanti kita buktikan, dia (JPU) bisa buktikan enggak (dakwaan). Karena klien saya ini tidak menandatangani BAP mulai dari awal sampai akhir,” ujar Syamsuddin menyesalkan.

Syamsuddin menyebut, tidak adanya saksi mata pada saat kejadian bisa melemahkan dakwaan jaksa. Terlebih kesimpulan tuduhan penganiayaan hingga menyebabkan meninggal dunia, hanya dari hasil otopsi rumah sakit.

“Itu kan (anaknya) jatuh di dalam WC, takdir. Ini karena dianalogikan oleh penyidik, ibunya yang melakukan seolah-olah ibunya yang melakukan. Karena dia hanya dua orang disitu,” beber Syamsuddin.

“Kalau peristiwa seperti itu tidak ada yang melihat, pasti kan yang dituduh ibunya,” sambungnya.

Menurut Syamsuddin, seharusnya ahli dalam hal ini dokter spesialis tidak boleh menerka-nerka penyebab kematian anak dari kliennya itu. Dia menegaskan, seorang ahli tidak bisa bicara kemungkinan atas nama hukum.

“Dokter ahli mengatakan bahwa lebam itu akibat gini, akibat gini kan harus jelas. Ini kan dokter ahli, bukan meraba-raba, bukan kemungkinan, kemungkinan bukan ahli. Jadi kita jangan menzalimi orang, karena itu kalau yang begitu (meninggal dunia) kan takdir,” tegas Syamsuddin.

Berdasarkan keterangan Majda, sambung Syamsuddin, anak kliennya itu tidak memiliki rekam medis penyakit. Dia tak memungkiri, anak kandung Majda meninggal dunia akibat jatuh dan terbentur lantai kamar mandi.

“Tidak ada (penyakit), artinya licin dia jatuh saja, dia jatuh terbentur kepalanya di lantai agak keras itu, makanya pendarahan itu sampai ke paru-paru, hasil otopsi kan mayat itu diantar ke Cipto (RS Cipto Mangung Kusumo) untuk di otopsi, wajar kalau lebam itu (pendarahan) menjalar,” ungkap Syamsuddin.

Selain itu, H, suami Majda yang merupakan Ayah kandung korban pun tidak mempermasalahkannya. Karena meninggal dunia merupakan takdir Tuhan.

“Setelah kejadian, beliau langsung telepon suaminya. Suaminya tidak mempermasalahkan,” klaim Syamsuddin.

Karena itu, Syamsuddin meyakini kliennya itu tidak mengakibatkan menganiaya anaknya hingga berujung kematian. Terlebih hingga kini, Majda masih mengalami trauma dari kepergian anaknya itu.

“Tidak mungkin seorang ibu menyiksa anaknya, dia sampai sekarang juga masih trauma dengan anaknya, yasinan terus dia di tahanan sana. Dia juga rindu sama anaknya. Makanya di prolog itu kami buat, sekejam harimau dia sayang anaknya itu, digigit pakai gigi, itu harimau, apalagi seorang manusia yang punya akhlak, yang punya akal,” cetus Syamsuddin.

Oleh karena itu, Syamsuddin mengharapkan proses hukum terhadap kliennya berjalan objektif. Dia meminta JPU untuk mengungkap motif di dalam persidangan. “Kita lihat saja, tanggung jawab sendiri,” ucap Syamsuddin menandaskan.(jpg)

Bawa Surat Bebas Covid-19, Ditemukan 1.214 Orang Positif

0

batampos.co.id – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan ada sebanyak 1.214 orang masuk ke Indonesia positif tertular virus Korona.

“Jadi sejak tanggal 28 Desember 2020 tercatat sudah 1.214 orang positif Covid-19 baik WNI yang jumlahnya 1.092 mapun WNA 122 orang,” ujar Dono dalam jumpa pers secara virtual di Jakarta, Sabtu (20/2).

Doni mengatakan, padahal para WNI dan WNA yang tertular Covid-19 masuk ke Indonesia tersebut sudah membawa surat keterangan bebas virus Korona. Namun kenyataannya pada saat di tes ulang mereka terkonfirmasi positif Covid-19.

“Padahal semua ini membawa surat keterangan bebas Covid-19,” katanya.

Doni mengatakan, setidaknya ada 10 negara dengan hasil positif terbanyak adalah Arab Saudi. Sehingga hal ini menjadi perhatian bagi pemerintah untuk lebih mewaspadai WNA yang masuk ke Indonesia.

“Ada 10 negara dengan kasus positif terbanyak mulai dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Malaysia, Turki, Qatar, Singapura, Jepang, Korea, Hongkong, Taiwan,” ungkapnya.

Doni berujar belum diketahui di mana para WNA tersebut tertular Covid-19. Sehingga hal ini yang sedang dicari tahu oleh Satgas Penanganan Covid-19 bersama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mencari tahu.

“Pertanyaanya apakah mereka terpapar tapi belum terinfeksi, atau terpapar selama penerbangan,” tuturnya.

Berikut ini adalah 10 negara tersebut yang diketahui WNA dan WNI positif Covid-19. Arab Saudi (345 WNI), Uni Emirat Arab (9 WNA dan 245 WNI), Turki (3 WNA dan 102 WNI), Malaysia (6 WNA dan 73 WNI), Qatar (12 WNA dan 57 WNI), Singapura (4 WNA dan 43 WNI), Jepang (12 WNA dan 32 WNI), Korea Selatan (10 WNA dan 19 WNI), dan Hong Kong (3 WNA dan 25 WNI) serta Taiwan (3 WNA dan 22 WNI).(jpg)

Segini Pengeluaran Orang Indonesia Saat Liburan ke Luar Negeri Sebelum Pandemi

0

batampos.co.id – Pemerintah mendorong masyarakat Indonesia untuk berwisata di negeri sendiri. Mendorong wisatawan domestik saat ini menjadi strategi baru bisnis pariwisata di masa pandemi Covid-19.

Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Odo Manuhutu mengungkapkan, pengeluaran wisatawan domestik yang digunakan untuk berlibur cukup besar.

Bahkan total alokasi pengeluaran masyarakat Indonesia untuk liburan ke luar negeri dapat mencapai mencapai USD 10 miliar dalam setahun.

“Kita melihat bahwa di domestik banyak wisatawan yang keluar negeri. Nilainya sampai USD 10 miliar,” ujarnya secara virtual, Jumat (19/2).

Terkait itu, pemerintah ingin pengeluaran sebesar itu dapat dibelanjakan untuk mengunjungi obyek wisata di tanah air. “Nah ini mau dikembangkan bagaimana agar itu yang dikeluarkan ke luar negeri, uangnya bisa didorong ke dalam negeri di domestik,” ucapnya.

Odo mengatakan, saat ini pemerintah sedang membuat kampanye Bangga Berwisata di Indonesia. Hal tersebut dilakukan untuk mendorong orang Indonesia di destinasi lokal.

“Bersama Kemenparekraf dan kementerian terkait kami buat kampanye Bangga Berwisata di Indonesia. Hal ini dilakukan untuk dorong demand produk wisata dalam negeri,” pungkasnya.(jpg)