Senin, 11 Mei 2026
Beranda blog Halaman 9660

Pemko dan BP Batam Lakukan Ini Usai Dana APBN dan APBD Turun

0

batampso.co.id – Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengungkapkan sejumlah rencana yang akan diluncurkan setelah dana Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) turun, Februari nanti.

Di antaranya, pembenahan program fisik dan penyiapan komoditas bahan pangan berupa lahan pertanian.

”(Program fisik) salah satunya, Simpang Basecamp akan diperbaki. Akhir Maret, dikerjakan setelah lelang detail enggineering design (DED)dan lelang fisik,” katanya,
Sabtu (23/1) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Selain itu, Pemko Batam juga akan meluncurkan dana Percepatan Infrastruktur Kelurahan (PIK).

Ilustrasi

Dana tersebut berjumlah Rp 1,7 miliar per kelurahan. Ia juga mengungkapkan, rencana Pemko Batam yang akan menggunakan pulau-pulau di sekitar Batam, sebagai pulau penghasil sayuran.

”Batam ini bukan penghasil. Makanya kami diundang membahas itu dengan Kementerian ATR (Agraria dan Tata Ruang). Jadi, saya masukkan tata ruang pertanian. Bukan di Batam, tapi di pulau-pulau. Mana tahu ada yang minat untuk berkebun atau jadi petani,” ungkapnya.

Rudi yakin, jika rencana ini ber hasil, maka cuaca buruk tidak akan menjadi hambatan la gi dalam distribusi sayur-sayuran.

Program yang Digesa Pemerintah Daerah usai Dana APBN dan APBD Turun. Selama ini, karena iklim buruk terutama di akhir tahun, sering menghambat dis tribusi sayur-sayuran.

Ujung-ujungnya, harga sayuran menjadi sangat mahal, karen a langka.

”Agar inflasi yang biasanya terlampau mengkhawatirkan, bisa segera teratasi,” paparnya.(jpg)

Target Retribusi Sampah di Batam Naik Jadi Rp 40 Miliar

0

batampos.co.id – Pemko Batam menargetkan pendapatan asli daerah yang bersumber dari retribusi pelayanan persampahan dan kebersihan 2021, naik sebesar Rp 8 miliar dari target sebelumnya yang sebesar Rp 32 miliar.

”Naiknya cukup signifikan, tahun 2021 ini ditargetkan sebesar Rp 40 miliar,” ujar Kepala Bidang Persampahan, Dinas Lingkungan Hidup Batam, Faisal Novrieco, seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Menurut Faisal, naiknya target retribusi pelayanan persampahan dan kebersihan ini tak lepas dari capaian target tahun lalu.

Dimana, pada 2020, DLH menargetkan sebesar Rp 32 miliar dengan realisasi 106,09 persen atau terealisasi sebesar Rp 34 miliar.

Ilustrasi. Pemko Batam menargetkan pendapatan asli daerah yang bersumber dari retribusi pelayanan persampahan dan kebersihan 2021 naik menjadi Rp 40 miliar dari Rp 32 miliar pada tahun 2020 lalu. Foto; Dalil Harahap/Batam Pos

”Ini alasan kita menaikkan target. Diharapkan, capaian positif tahun-tahun lalu juga tercapai di tahun 2021 ini,” harapnya.

Naiknya target retribusi sampah juga dibarengi dengan peningkatan pelayanan sampah.

Ke depan, pihaknya akan terus menekan keluhan dan meningkatkan pengangkutan sampah di sumber.

Guna meningkatkan pendapatan, pihaknya saat ini menambah petugas retribusi sebanyak 20 orang.

Bahkan, pihaknya saat ini mendapatkan bantuan 11 unit armada pengangkut sampah, dari hibah dana pariwisata.

Armada ini rencananya akan ditempatkan dan beroperasi untuk persoalan sampah di tempat-tenpat wisata.

Ia menyebutkan, bantuan berupa empat unit dump truck, lima pikap, satu unit becak motor, dan satu unit ekskavator.

Bantuan ini akan menambah jumlah angkutan atau armada yang sudah ada saat ini.

”Kita harapkan dengan tambahan ini, semakin meningkatkan pelayanan kita pada masyarakat, sehingga ke depan pelayanan semakin bagus, masyarakat puas dan akan berdampak pada kepatuhan terhadap pembayaran retribusi sampah,” ungkapnya.(jpg)

Kasus Positif Covid-19 Diprediksi Bisa Tembus 1 Juta Hari Ini

0

batampos.co.id – Empat bulan setelah menembus seribu kasus pada 27 Maret 2020, terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia menyentuh angka 100 ribu pada 27 Juli. Enam bulan berselang, persebaran virus SARS-CoV-2 itu di ambang menembus angka psikologis baru: satu juta kasus!.

Pada Minggu (24/1) kasus positif Covid-19 di Indonesia tercatat 989.262. Menilik pertambahan dalam sepekan terakhir selalu di atas 10 ribu kasus per hari, total satu juta kasus itu diprediksi terjadi hari ini, Senin (25/1).

Tren perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia menunjukkan perkembangan yang kurang menggembirakan. Tingkat kesembuhan pernah mencapai 84 persen pada akhir November 2020. Kemudian berangsur-angsur turun hingga drop ke angka 80,7 persen kemarin. Sementara itu, angka kasus aktif terus menanjak hingga kemarin mencapai 16,4 persen.

Angka kasus aktif itu semakin mendesak tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy ratio (BOR). Data Satgas Penanganan Covid-19 per 21 Januari 2021, tujuh provinsi berada pada posisi kritis dengan tingkat BOR di atas 70 persen. Yakni, DKI Jakarta, DI Jogjakarta, Jawa Barat, Banten, Sulawesi Tengah, Jawa Timur, dan Kalimantan Timur.

Kecepatan peningkatan kasus aktif dan positif itu terjadi pada transisi tahun 2020 ke 2021. Dalam penjelasannya, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, tingkat kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan terus menurun menjelang libur Natal dan tahun baru (Nataru).

Pemerintah telah melakukan pengetatan dengan istilah baru, yakni pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mulai 11 Januari lalu. PPKM diklaim berhasil meningkatkan kepatuhan masyarakat. Tren rata-rata kepatuhan protokol pada minggu ketiga Januari cenderung meningkat jika dibandingkan dengan dua minggu sebelumnya.

Dalam hal memakai masker, tren kepatuhan meningkat 12,19 persen, dari 50,27 menjadi 62,46 persen. Dalam menjaga jarak, kepatuhan naik 17,11 persen, dari 35,98 menjadi 53,09 persen. ”Tapi, kenaikan rata-rata ini belum bisa menyerupai tingginya kepatuhan di awal upaya monitoring pada September dan Oktober 2020,” kata Wiku.

Pemerintah kemudian memutuskan untuk memperpanjang PPKM hingga 8 Februari. Kemarin Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) tentang perpanjangan PPKM terbit. Inmendagri Nomor 2 Tahun 2021 merevisi Inmendagri Nomor 1 Tahun 2021.

Dalam inmendagri baru, tidak banyak perubahan signifikan. Dari sisi sebaran wilayah, misalnya, PPKM hanya diberlakukan untuk Pulau Jawa dan Bali.

Dirjen Administrasi Wilayah Kemendagri Safrizal Z.A. mengatakan, Pulau Jawa dan Bali masih menjadi fokus karena tingkat persebaran yang tinggi. Namun, untuk detail kabupaten mana saja yang dipilih, pusat menyerahkan kepada provinsi. Daerah boleh menambah. ’’Silakan ditetapkan gubernur berdasar statistik,’’ ujarnya kepada Jawa Pos kemarin (24/1).

Dalam instruksinya, penetapan daerah harus tetap mengacu pada sejumlah indikator utama. Yakni, tingkat kematian dan kasus aktif di atas rata-rata nasional, kesembuhan di bawah rata-rata nasional, serta tingkat keterisian tempat tidur untuk ICU dan ruang isolasi di atas 70 persen.

Namun, dalam inmendagri terbaru, ada satu poin penekanan terkait efektivitas pelaksanaan PPKM di daerah. Dalam poin ketujuh, pemda wajib melaporkan hasil monitoring pelaksanaan PPKM secara mingguan kepada menteri dalam negeri dan Satgas Penanganan Covid-19 Nasional.

Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19 Sony Harry B. Harmadi menyatakan, masyarakat sudah cukup teredukasi dan mengetahui risiko serta bahaya penularan Covid-19. Namun, kelelahan akibat pandemi atau pandemic fatigue mengakibatkan penurunan kualitas kepatuhan terhadap protokol kesehatan.

Sony mengatakan, pemerintah mengubah mindset penanganan pandemi sejak transisi dari Gugus Tugas ke Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 pada akhir Juli 2020. Pada medio akhir 2020 sosialisasi perubahan perilaku sangat gencar dilakukan satgas. Hasilnya adalah tingkat kepatuhan yang tinggi. Namun, karena ada faktor pandemic fatigue, masyarakat mulai kendur.

”Apalagi, pada November ada kasus kerumunan. Itu berdampak besar. Kemudian ada juga libur panjang yang terus-terusan,” terangnya.

Pandemic fatigue pernah terjadi dalam masa pandemi flu Spanyol pada Agustus 1918. ”Kelelahan ini berbahaya karena memicu second wave dan meningkatkan angka kematian.”

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng Mohammad Faqih menegaskan, pemerintah harus lebih menguatkan penanganan di hulu dan hilir. Hilir yang dimaksud meliputi tracing, testing, dan treatment. Untuk hulu, Daeng menyebut dua hal yang harus diperhatikan tahun ini, yakni protokol kesehatan (prokes) dan vaksinasi.

Mengenai prokes, Daeng mengkritisi implementasi prokes yang meliputi memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun serta air mengalir (3M) yang kurang maksimal. Bahkan, di sejumlah daerah 3M tidak dijalankan dengan baik. ”Tidak kelihatan impact-nya dalam upaya menurunkan angka kejadian. Bahkan, sekarang angka kejadian terus naik,” ungkapnya.

Daeng menyarankan agar pemerintah menambah sejumlah poin dalam prokes, yaitu memodifikasi genetik atau kondisi konstitusi tubuh. ”Bahasa gampangnya daya tahan tubuh,” katanya. Lalu memodifikasi lingkungan. ”Ini perlu didorong masuk program nasional. Jadi bukan hanya 3M,” imbuh dia.

Mengenai vaksinasi, Daeng mengkritisi soal data. Dia mengaku banyak mendapat keluhan dari tenaga kesehatan (nakes) dan dokter-dokter di daerah. Mereka ingin cepat mendaftar vaksinasi, tapi terkendala di pendaftaran yang tersentral. Dia menyarankan ada konsolidasi data antara pusat dan daerah. Data memang harus terpusat. Tapi, dalam rangka upload data, penentuan target sasaran yang jadi prioritas hingga penentuan waktu vaksinasi bisa didesentralisasikan kepada pemda.

Sementara itu, setelah vaksinasi pertama pada 13 Januari lalu, kini akan dilakukan vaksinasi untuk nakes dengan target 1,48 juta orang. Mereka yang berhak menerima vaksin akan dikirimi SMS, lalu melakukan registrasi. ”Saat ini sudah 174 ribu (nakes) yang datang dan mendapat vaksin 146 ribu (nakes),” kata Jubir Kemenkes untuk Vaksinasi Covid-19 Siti Nadia Tarmizi kemarin.

Data tersebut sesuai dengan yang dilaporkan kepada Kemenkes hingga kemarin pukul 13.24. Pemerintah menargetkan vaksinasi itu diberikan kepada 181,5 juta orang. Jumlah tersebut, menurut Nadia, sudah mengeluarkan kelompok berisiko seperti memiliki penyakit komorbid.

Meski sudah mengeluarkan mereka yang berisiko sebagai target vaksinasi, masih ada yang tidak bisa atau ditunda vaksinasinya. Mereka adalah orang yang tak lolos asesmen. Apakah itu akan memengaruhi target untuk memperoleh herd immunity? Nadia menjelaskan bahwa pemerintah sudah mengantisipasi. ”Jumlah sasaran bisa bertambah,” ucapnya.

Nadia mencontohkan, pada awalnya nakes yang mendapatkan vaksin hanya 1,3 juta. Tapi kini ditambah menjadi 1,48 juta. Vaksinasi itu menjadi jalan untuk mengendalikan pandemi.(jpg)

Pam Swakarsa Akan Dihidupkan Lagi, Ini Penjelasan Kompolnas

0

batampos.co.id – Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indarti mengharapkan, publik untuk tidak salah menafsirkan rencana Kapolri terpilih, Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo yang ingin menghidupkan kembali Pengamanan Swakarsa (Pam Swakarsa). Dia menegaskan, Pam Swakarsa yang ingin dihidupkan Listyo Sigit sama sekali tidak ada kaitannya dengan Pam Swakarsa era 1998 yang dibentuk untuk membendung aksi demonstrasi mahasiswa.

“Untuk Pam Swakarsa, mohon jangan disalahtafsirkan dengan Pam Swakarsa tahun 1998. Beda sama sekali dan tidak ada kaitannya,” kata Poengky dikonfirmasi, Minggu (24/1).

Poengky menjelaskan, Pam Swakarsa yang dipaparkan Listyo dalam paparan fit and proper test di DPR pada Rabu (20/1) merujuk pada pengamanan swakarsa seperti tercantum dalam Pasal 3 UU Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Menurut Poengky, pengaturan mengenai pengamanan swakarsa merupakan kewenangan Kapolri. Sejumlah aturan mengenai Pam Swakarsa, sambung Poengky, diantaranya Peraturan Kapolri nomor 23 tahun 2007 tentang Siskamling dan Peraturan Kapolri nomor 24 tentang Sistem Manajemen Pengamanan, aturan ini disatukan menjadi Peraturan Polisi nomor 4 tahun 2020 tentang Pengamanan Swakarsa.

“Jadi praktiknya seperti satpam, security atau siskamling,” beber Poengky.

Kendati demikian, Poengky menegaskan proses rekrutmen maupun anggaran Pam Swakarsa bukan kewenangan Polri. Dia memandang, Polri hanya berwenang mengkoordinasikan, membina dan mengawasi Pam Swakarsa.

“Polri hanya bertugas untuk koordinasi, pembinaan dan pengawasan,” tandas Poengky.

Sebelumnya, calon Kepala Polri Listyo Sigit berencana menghidupkan kembali Pam Swakarsa. Hal ini disampaikan Listyo dalam uji kelayakan dan kepatutan di DPR RI, Rabu, (20/1). Dalam uji itu, Sigit menjelaskan Pam Swakarsa akan diintegrasikan dengan perkembangan teknologi informasi dan fasilitas-fasilitas yang ada di Polri.

“Tentunya ke depan Pam swakarsa harus lebih diperan aktifkan dalam mewujudkan Harkamtibmas,” pungkas Sigit.(jpg)

Batam Penyumbang Inflasi

0

batampos.co.id – Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kepri, Musni Hardi, mengungkapkan kontribusi Batam, terhadap pertumbuhan inflasi Kepri sangat besar. Sumbangsihnya mencapai 80 persen.

”Inflasi di 2020 masih rendah. Desember 2020, inflasi Batam sebesar 1,12 persen dan paling tinggi 1,25 persen. Masih jauh di bawah target nasional. Untuk saat ini, pandemi menurunkan daya beli,” ungkap Musni di Pasar TPID II Tanjungriau, Sabtu (23/1/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Tahun lalu, rata-rata inflasi Kepri sebesar 1,18 persen, dan Batam menyumbang 80 persen.

Tingkat inflasi ini dinilai aman, karena jauh dari target aman nasional di angka 3 plus 1 persen.

”Sebabnya, karena sudah mulai ada pelonggaran aktivitas. Apalagi, dengan adanya vaksin, dan protokol kesehatan yang baik, bisa ikut menjaga tingkat inflasi agar tetap stabil,” jelasnya.

Ilustrasi. Seorang warga tengah memilih cabai di pasar Botania 2,beberapa waktu lalu. Bank Indonesia mengungkapkan kontribusi Batam, terhadap pertumbuhan inflasi Kepri sangat besar. Sumbangsihnya mencapai 80 persen. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Untuk saat ini, Musni meminta agar pemerintah melihat segala potensi yang bisa saja terjadi, sebab dari pengaruh iklim.

Menurut Musni, gelombang laut yang tinggi pada periode musim angin utara yang sedang berlangsung saat ini, juga jadi faktor pemicu kenaikan harga bahan pokok, karena terhambatnya distribusi.

Ia menjelaskan, peningkatan harga cabai merah disebabkan penurunan pasokan, seiring dengan berakhirnya musim panen di sentra produksi.

Sedangkan peningkatan harga bawang merah, terjadi sejalan dengan masih terbatasnya pasokan di tengah musim tanam yang masih berlangsung, serta tingginya curah hujan yang mengganggu sentra produksi atau daerah penghasil di luar wilayah Batam.

“Guna menja ga kelancaran pasokan dan ketersediaan barang, TPID (Tim Pengendali Inflasi Dae rah ) akan menjalin kerja sama an tardaerah dalam rangka pengendalian inflasi,” imbuhnya.(jpg)

GeNose Mulai Digunakan 5 Februari untuk Deteksi Covid-19

0

batampos.co.id – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi merespons permintaan Menko Investasi dan Kemaritiman Luhut B Panjaitan agar memanfaatkan pendeteksi Covid-19 GeNose. Budi mengatakan, penggunaan alat deteksi Covid-19 karya anak bangsa GeNose akan mulai diterapkan pada moda transportasi bus secara acak (random) mulai 5 Februari 2021.

Menurutnya, alat pendeteksi Covid-19 yang diinisiasi oleh tim peneliti dari UGM ini sudah mendapatkan persetujuan edar dari Kemenkes dan Satgas Penanganan Covid-19. Sehingga, pada moda kereta api akan diterapkan secara wajib (mandatory) pada tanggal 5 Februari 2021.

“Sedangkan angkutan bus tidak wajib, tapi akan dilakukan pengecekan secara random menggunakan GeNose mulai 5 ferbuari 2021, yang akan dimulai dari Pulau Jawa terlebih dahulu,” ujarnya dalam keterangannya, Senin (25/1).

Budi Karya sudah meminta Dirjen Perhubungan Darat untuk berkoordinasi dengan para Kadishub di seluruh Indonesia, jika nanti saatnya dilakukan pengecekan secara acak (random) dan seseorang dinyatakan positif maka yang bersangkutan tidak dibolehkan untuk berangkat.

Menhub mengimbau kepada masyarakat yang akan bepergian menggunakan transportasi bus agar tidak memaksakan diri untuk berangkat jika merasa tidak enak badan atau sakit, karena di terminal-terminal bus dilakukan pengecekan secara acak.

“Keinginan dari Bapak Presiden yaitu untuk memastikan konektivitas itu tetap berjalan, tetapi protokol kesehatan juga dijalankan secara baik. Kita ingin semua masyarakat tertib dan membantu pemerintah untuk menjaga protokol kesehatan dengan baik,” jelasnya.

Lebih lanjut Menhub mengungkapkan alasan mengapa moda transportasi kereta api dan bus menjadi yang pertama untuk diterapkan pengecekan Covid-19 menggunakan GeNose, karena harga tiket pada rute tertentu lebih murah daripada pengecekan tes Covid-19 melalui Rapid Antigen atau PCR Test.

“Karena kereta api ada jarak-jarak tertentu, katakan Jakarta-Bandung 100 ribu, kalau mesti antigen 100 ribu lagi itu kan mahal, apalagi tarif bus yang lebih murah lagi, ada yang cuma 40-50 ribu. Tapi dengan GeNose ini harganya hanya 20 ribu (sekali cek). Apalagi kalau nanti dengan skala besar bisa lebih murah menjadi 15 ribu, jadi lebih terjangkau. Kami sudah pesan 200 unit untuk 44 titik stasiun di seluruh jawa dan sumatera,” tuturnya.

Sementara itu Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi mengatakan bahwa Terminal pertama yang akan menggunakan GeNose adalah Terminal Pulo Gebang.

“Merujuk SE Satgas Penanganan Covid-19, kita masih sepakat untuk masyarakat yang berpergian dengan bus itu sifatnya hanya random sampling. Untuk di Jakarta yang pertama kali dilaksanakan adalah di terminal Pulogebang, dan secara bertahap kita sudah pesan 100 alat GeNose yang akan segera kita distribusikan ke daerah-daerah,” pungkasnya.(jpg)

DPRD Batam: Tak Ada Anggaran Pembangunan Pasar Induk Jodoh Dari APBD

0

batampos.co.id – Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Batam, Utusan Sarumaha, menyebutkan, tidak ada anggaran pembangunan pasar induk di APBD Kota Batam tahun 2021.

Pasalnya, anggaran pembangunan pasar itu berasal dari Kementerian Perdagangan (Kemendag).

”Pasar itu anggarannya dari pusat melalui APBN, cuma diserahkan ke daerah untuk pelaksanaannya,” ujarnya seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Menurutnya, Kemendag sudah menyetujui anggaran sebesar Rp 200 miliar. Dalam Detail Engineering Design (DED) yang telah disusun, pasar induk nantinya menjadi pasar modern dengan fasilitas lengkap sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI).

Pasar Induk, Jodoh. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

”Coba saja langsung ke Disperindag,” katanya.

Seperti diketahui, pembangunan Pasar Induk Jodoh memang tertunda sejak beberapa tahun terakhir.

Padahal, keberadaan Pasar Induk Jodoh dinilai sangat penting untuk menjaga kestabilan harga pangan di Kota Batam.

Perannya sangat penting karena dapat mengontrol harga komoditas pangan utama yang harganya kerap melonjak.

Pasar ini nanti juga akan mengakomodir para pedagang yang kini tersebar di sekitar kawasan itu.

Kepala Disperindag Batam, Gustian Riau, mengatakan, setelah pasar tersebut dibangun kembali, para pedagang yang semula sudah didata, akan kembali berjualan di pasar ini.

Tidak hanya pedagang pasar induk, pasar ini akan diisi eks Pedagang Kaki Lima (PK5) dari Jodoh Boulevard hingga sekitar Pasar Tos 3000.

”Kami data, semuanya ada 1.808 pedagang. Kalau nama sejak awal ada, pasti akan masuk, di luar yang kami data tidak ada penambahan,” terangnya lagi.(jpg)

Maret, Pasar Induk Jodoh Dibongkar

0

batampos.co.id – Kondisi Pasar Induk Jodoh Batam pasca ditertibkan Tim Terpadu beberapa waktu lalu, kian memprihatinkan.

Meski sudah dipagar, ternyata masih banyak yang mendiami bangunan kosong tersebut.

Rencana revitalisasi Pasar Induk Jodoh tahun 2019 lalu batal karena belum adanya anggaran dari pemerintah pusat.

Dimana, anggaran yang dibutuhkan untuk revitalisasi pasar induk itu lebih dari Rp 260 miliar.

Padahal, keberadaan pasar ini dinilai sangat penting karena dapat mengendalikan harga kebutuhan bahan pokok di bawah supervisi pemerintah daerah.

Kepala Disperindag Kota Batam, Gustian Riau, mengaku, revitalisasi Pasar Induk Jodoh sudah direncanakan jauh-jauh hari.

Pasar Induk Jodoh. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Namun, pelaksanaannya tertunda karena adanya wabah covid-19.

”Revitalisasi jadi, karena memang sudah direncanakan, bahkan untuk pembangunan, anggaran sudah diajukan ke pemerintah pusat,” kata Gustian, Minggu (24/1/2020) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.

Saat ini, pihaknya akan melakukan lelang untuk pembongkaran bangunan pasar Induk tersebut.

Rencananya, lelang akan dilakukan pertengahan Februari mendatang.

”Ini sedang persiapan lelang, mudah-mudahan akhir Februari lelang untuk pembongkaran pasar itu sudah selesai.” jelasnya.

Jika pemenang lelang sudah didapat, tidak menutup kemungkinan awal Maret pembongkaran akan dilakukan. Seluruh bangunan yang ada di lokasi, akan diratakan.

”Itu bangunan akan dibongkar semua, jadi pembangunan dimulai dari awal,” ujar Gustian.

Disinggung terkait masih adanya pihak yang menggunakan bangunan pasar tersebut, ditegaskan Gustian, pihaknya tak akan memberi dispensasi lagi.

Sebab, beberapa waktu lalu sudah ditertibkan dan dipagar.

”Tak dispensasi lagi, sebab bangunan itu sudah dipagar. Akan langsung dibongkar nantinya,” tegas Gustian.(jpg)

Lapor! Jalan Simpang Cikitsu Rusak Parah

0

batampos.co.id – Kondisi beberapa ruas jalan yang rusak dan berlubang, kian banyak ditemui di Kota Batam. Selain mengganggu pengendara, kerusakan jalan itu juga sangat membahayakan. Seperti, kerusakan di Jalan H Saleh, persis di depan Kompleks Ruko cikitsu dan Ruko BSI, Batam Kota.

Banyak terdapat lubang yang cukup dalam dan membahayakan pengendara. Sementara arus lalu lintas melalui jalan tersebut relatif ramai.

”Dulu lubangnya masih kecil, sekarang sudah mulai besar dan banyak,” kata Romi, warga sekitar, Minggu (24/1).

Menurut dia, kondisi jalan diperparah setiap hujan turun. Jalan tersebut kerap tergenang air dan menyulitkan pengendara yang melintas. ”Kalau hujan pasti banjir terus. Makanya jalannya semakin parah.”

Tak hanya rusak dan selalu tergenang banjir, situasi jalan juga sering macet. Apalagi, saat pagi dan sore hari. ”Jalan sudah sempit, banyak juga pedagang berjualan di sana,” terang Romi.

Selain di Simpang cikitsu, kerusakan jalan yang cukup parah juga terlihat di Jalan Laksamana Bintan, Seipanas. Lubang yang awalnya kecil, kini kian melebar. (*/jpg)

Ditanggung Perusahaan, Menko PMK Dukung Vaksinasi Mandiri Covid-19

0

batampos.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka opsi vaksinasi Covid-19 mandiri. Opsi tersebut muncul atas usulan para pengusaha di Tanah Air. Dengan mekanisme itu, biaya vaksinasi akan ditanggung oleh perusahaan.

Pemerintah tentunya menyambut baik hal ini, lantaran dinilai dapat mempercepat penanganan pandemi Covid-19. Pemerintah pun akan menyiapkan regulasi tentang vaksinasi mandiri Covid-19 itu.

Ariel Noah usai mengikuti vaksinasi Covid-19. (Humas Pemkot Bandung/Antara)

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa wacana vaksinasi Covid-19 mandiri sangat memungkinkan untuk dilakukan.

’’Artinya bisa saja setelah vaksin tenaga kesehatan dan tenaga pelayan publik selesai maka dalam waktu itu mungkin vaksin mandiri sangat dimungkinkan,’’ ungkap Muhadjir.

Muhadjir menjelaskan vaksinasi mandiri yang di maksud adalah vaksinasi yang dilakukan perusahaan atau korporasi kepada karyawannya dan vaksinasi secara indivdual. Khususnya untuk korporasi, kata Muhadjir, paling penting dan utama untuk segera dilakukan agar memulihkan perputaran roda ekonomi.

’’Ini sangat penting terutama untuk korporasi agar segera bergerak berproduksi. Sehingga keamanan dari produk produksi karena karyawannya sudah divaksin, keluarganya sudah divaksin, itu akan lebih nyaman tentram lebih merasa tenang dalam berproduksi roda ekonomi bisa secepatnya ikut berputar,’’ terangnya.

Apabila vaksinasi mandiri tersebut dapat dilakukan, maka menurut Muhadjir, target percepatan vaksinasi di Indonesia yang dicanangkan Presiden yakni 1 juta orang per hari bisa terealisasi.

’’Karena itu kalau nanti pihak swasta itu dilibatkan baik korporasi maupun mungkin RS swasta yang kredibel bisa memberikan penawaran jasa individual saya kira itu akan lebih bagus memepercepat,’’ imbuhnya. (*/jpg)