batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam memetakan sejumlah titik rawan banjir di Batam. Lintasan Jalan Gajah Mada di depan pintu masuk Southlink, Tiban, menjadi salah satu prioritas perbaikan untuk tahun ini.
”Ada beberapa arahan dari pimpinan untuk mengendalikan banjir. Pertama, kami akan kendalikan banjir di Southlink dan sekaligus meningkatkan jalannya biar tidak macet lagi,” kata Kasubdit Jalan
dan Jembatan BP Batam, Boy Zasmita, Senin (4/1/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.
Menurut Boy, drainase akan diperbaiki, sementara jalan akan diturunkan elevasi serta ditambah satu lajur lagi.
”Anggaran Rp 31 miliar untuk perbaikan di depan Southlink,” ungkapnya.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi (pakai payung) saat meninjau ruas jalan Yos Sudarso yang tergenang banjir. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id
Sedangkan titik rawan banjir lainnya yang sudah dipetakan yakni di Jalan Hang Kesturi, Kabil.
”Di sana akan dilakukan secara bertahap, sekalian peningkatan jalan juga,” tuturnya.
Selanjutnya, yakni di Simpang Kabil dekat Kepri Mall.
”Kecepatan air yang sangat besar tidak bisa diimbangi kemampuan pintu airnya. Ditambah lagi, banyak tumpukan sampah yang menghambat,” tuturnya.
Dua pintu air baru akan berlokasi di sisi kanan dan sisi kiri pintu air yang lama.
Lalu, di Simpang Jam. Boy mengatakan, BP Batam akan memasang box culvert besar untuk mencegah banjir di sana.
”Untuk longsor gorong-gorong di seberang Gogo Bengkong, kami akan cek dulu, apakah ada penanganan atau menyatu dengan peningkatan Jalan Batuampar,” ujarnya.(jpg)
batampos.co.id – Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menggelar rapat koordinasi (rakor) penanganan banjir di Kota Batam bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Batam, Badan Pengusahaan (BP) Batam, serta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera dari Kementerian PUPR di Kantor Wali Kota Batam, Senin (4/1/2021).
Untuk solusi banjir jangka pendek, petugas sudah diterjunkan untuk membersihkan drainase dari sampah dan pendangkalan.
Alat berat juga sudah dikerahkan untuk menormalisasi aliran air. Sedangkan untuk solusi jangka panjang, akan dilakukan peningkatan kualitas drainase seperti pelebaran.
Nantinya, jika ada persoalan terkait lahan di sekitar drainase, hal itu akan segera dieksekusi BP Batam.
”Kalau ada bangunan di atas drainase, semua didata dan dilihat PL (Penetapan Lokasi) nya. Saya minta tarik semua, biar lahan itu langsung di PL-kan atas nama pemerintah. Agar pelaksanaan di lapangan tidak terkendala,” kata Rudi, Senin (4/1/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.
Seperti diketahui, hujan dengan intensitas tinggi yang turun selama dua hari di awal tahun, ditambah cuaca buruk dan gelombang tinggi, menyebabkan berbagai bencana di wilayah ini.
Mulai dari banjir di jalan protokol dan permukiman warga, tanah longsor, hingga rumah warga yang rusak dihantam ombak dan juga diterjang kapal tongkang akibat kuatnya arus gelombang.
Selanjutnya, sambung Rudi, penanganan sampah di aliran air, bangunan pelintas, hingga penutupan saluran air karena adanya bangunan yang didirikan warga di atas drainase sehingga menyulitkan aliran air.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi (pakai payung) saat meninjau ruas jalan Yos Sudarso yang tergenang banjir. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id
”Saya minta Direktur Lahan untuk turun dan mengecek PL bangunan di sekitar drainase. Jika memang milik pemerintah, maka saya minta diserahkan, agar segera ditindaklanjuti oleh Pemko Batam untuk mengatasi persoalan ini,” instruksi Rudi.
Rapat yang berlangsung selama lima jam ini juga mendengarkan pen jelasan dari Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Batam terkait titik-titik banjir, penyebab, hingga penanganan ke depannya.
Untuk menangani persoalan banjir ini, baik BP dan Pemko Batam harus kompak, sebab masalah ini tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri, dan harus melibatkan kedua belah pihak termasuk juga masyarakat.
”Dalam rapat ini kami bahas satu per satu titik-titik banjir pada tanggal 31 (Desember 2020), 1 (januari 2021), tanggal 2 dan 3 kemarin. Titik yang kita temui banyak sekali. Kita bahas bagaimana menyelesaikan ini dalam waktu singkat, diharapkan dua atau tiga hari ini sudah ada solusi yang bisa kami lakukan sebagai langkah antisipasi,” kata Rudi.
Berdasarkan pemaparan dalam rapat tersebut, beberapa drainase hanya memiliki lebar 2 meter.
Hal ini tidak optimal untuk menampung debit air seperti beberapa hari lalu.
”Saya minta cek. Kalau memang bisa dibuka atau langsung dilebarkan, maka harus secepatnya kita lebarkan lagi,” ujarnya.
Selain itu, beberapa waktu lalu di Jalan Sudirman atau di depan
Kantor Wilayah Pajak Provinsi Kepri, juga terendam banjir lantaran drainasenya hanya berukuran 1×2 meter.
Rudi meminta drainase itu dibuka mencapai lebar 7 meter dan tinggi mencapai 3 meter.
”Pertumbuhan penduduk dan pembangunan juga berpengaruh terhadap tata laksana pembangunan drainase ini. Batam sangat laju perkembangannya. Maka aliran air juga harus menyesuaikan, sehingga bisa bertahan 5 sampai 10 tahun ke depan,” bebernya.
Selain itu, di wilayah Simpang Kabil atau Kepri Mall, juga akan dibuka jalurnya, baik di samping kiri dan kanan agar aliran air bisa lancar.
Rudi juga meminta Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin, untuk menggunakan dana darurat mencapai Rp 23 miliar untuk mengatasi persoalan ini.
”Tapi harus koordinasikan dulu ke BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan) agar nantinya tak ada masalah. Kriteria darurat ini apa saja. Harus kita cantumkan,” ucapnya.
Dana ini akan digunakan untuk keperluan yang prioritas. Seperti, pembangunan batu miring yang mencapai 5 hingga 20 meter sebagai antisipasi tanah longsor.
Rudi menambahkan, beberapa drainase yang ada sebenarnya sudah cukup untuk menampung debit air. Namun, drainase tersebut banyak dipenuhi dengan sampah.
”Ditambah lagi, air yang turun tak seperti tahun sebelumnya. Dua
hari hujan turun dengan lebat. Lihat saja dam itu, sudah melebihi airnya karena hujan selama dua hari,” tutup Rudi.
Tak hanya penanganan banjir, Pemko Batam juga telah membentuk tim monitoring untuk turun ke lapangan dan mendata titik-titik yang berpotensi terjadi musibah alam seperti tanah longsor dan banjir.
Tim yang terdiri dari lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta camat di masing-masing kecamatan itu, langsung bergerak untuk menangani korban bencana akibat cuaca ekstrem yang melanda di awal tahun tersebut.
”Jadi mereka langsung berjalan. Karena kejadian sudah terjadi, yang perlu dilakukan adalah langkah pemulihan korban banjir dan tanah longsor,” kata Rudi.
Pendataan titik-titik bencana, kerusakan, dan jumlah korban, sudah dilakukan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos-PM).
Bantuan juga sudah langsung disalurkan bagi korban bencana alam ini.
Beberapa pihak seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) atau Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia, juga ikut memberikan bantuan kepada warga yang jadi korban.
”Alhamdulillah, kepedulian banyak pihak akan membantu percepatan pemulihan. Untuk rumah rusak dan lainnya, sedang dihitung Dinsos,” tutupnya.(jpg)
batampos.co.id – Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Provinsi Kepri menyalurkan bantuan berupa sembako, makanan, pakaian, dan masker kepada warga korban gelombang pasang di Kelurahan Batu Merah, Batu Ampar, Senin (4/1/2021).
Ketua DPD ASITA Kepri, Andika Lim, mengatakan, bantuan berasal dari pengurus, anggota DPD ASITA Kepri, mitra, dan warga Singapura.
“Hari ini kami menyalurkan batuan kepada korban gelombang pasang, sepuluh pengurus DPD ASITA Kepri yang turun menyalurkan bantuan,” ujarnya.
Andika menyebutkan bantuan tersebut terdiri dari air galon besar sebanyak 50 galon, air galon kecil 10 galon, beras 365 kilogram, minyak 5 dus, indomie 69 dus, pakaian 2 dus dan diapers 240 pcs.
ASITA Provinsi Kepri menyalurkan bantuan berupa sembako, makanan, pakaian, dan masker kepada warga korban gelombang pasang di Kelurahan Batu Merah, Batu Ampar, Senin (4/1/2021). Foto: Pemko Batam untuk batampso.co.id
Kemudian telur 10 papan, sarden 83 kaleng, biskuit 10 bungkus, masker medis 10 kotak/500 pcs, masker kain 50 oce, gula 10 kilogram, sembako 3 kotak, dan uang Rp 500 ribu.
Ia menyampaikan kegiatan berbagi ini dalam rangka menyambut Hari Jadi ASITA Ke-50 tahun.
“Kegiatan ini adalah salah satu kegiatan DPD ASITA Kepri dalam menyambut HUT ASITA yang ke- 50 dengan tema “DPD ASITA Kepri Peduli,” jelasnya.
Ia berharap bantuan yang disalurkan dapat bermanfaat bagi warga yang terkena musibah.
“Ini hanya sedikit saja berupa sembako dan lain-lain yang dapat kami berikan, muda-mudahan bisa meringankan sedikit beban yang diderita oleh warga yang menjadi korban karena ombak, air pasang serta angin kencang kami berharap warga yang menjadi korban tetap tabah dan semangat,” pintanya.
Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, menyampaikan terima kasih kepada DPD ASITA Kepri dan asosiasi pariwisata yang menyalurkan bantuan kepada warga korban banjir dan gelombang pasang.
“Terima kasih kepada asosiasi pariwisata di Kota Batam, ada PHRI, ASITA yang turut membantu warga korban banjir dan gelombang pasang,” katanya.
Menurut Ardi kegiatan tersebut merupakan dukungan yang positif dari asosiasi pariwisata kepada pemerintah yakni membantu masyarakat yang membutuhkan.
“Bantuan yang diberikan sangat bermanfaat bagi warga yang tertimpa musibah,” ucapnya.(*/esa)
batampos.co.id – Pemko Batam telah selesai melakukan pendataan terkait titik banjir yang ada di kota industri tersebut.
Hasilnya ada 53 titik banjir. Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, saat rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) Batam digelar di Aula Hang Nadim Kantor Wali Kota Batam, Senin (4/1/2020).
“Intinya semua sepakat perlu langkah bersama untuk menangani hal ini. Bahasa saya, gayung bersambut, yang kami (Pemko Batam) sampaikan, didukung sepenuhnya oleh rekan-rekan Forkompinda,” ujarnya.
Kata dia, dalam pertemuan tersebut juga dihadiri pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan camat se-Kota Batam.
Wali Kota Batam, Muhammad Rudi (pakai payung) saat meninjau ruas jalan Yos SUdarso yang tergenang banjir. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id
“Sekitar 52 titik yang akan jadi fokus penanganan se-Batam. Memang diperlukan langkah bersama sehingga jadwal penanganan atas titik yang sudah kami susun ini dapat ditangani secara kolektif dengan Forkompinda dan masyarakat,” katanya.
Dalam rapat juga sudah disepakati perihal kesiapan personil TNI- Polri untuk membantu mengatasi masalah banjir di Kota Batam. Selanjutnya, Pemko Batam akan berkomunikasi dengan Direktorat Pengamanan (Ditpam) Badan Pengusahaan (BP) Batam.
“Perihal properti, ada yang menyiapkan kapal karet untuk evakuasi jika diperlukan dan yang punya tenda juga siap,” katanya.
Tim lanjutnya akan langsung beraktivitas pada pekan ini. Namun terkait kapan turun ke titik-titik banjir terlebih dahulu akan dilaporkan kepada Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.
“Teknisnya sedang disusun. Mungkin bisa saja, tim akan dibagi empat hingga lima kelompok atau bisa saja 10 tim sekaligus sehingga sekali turun 10 titik,” ujarnya.(*/esa)
batampos.co.id – Sebanyak 97 persen pekerja Indonesia bekerja di sektor UMKM. Selama pandemi, sektor ini ikut terdampak cukup luas. Akibatnya pengurangan tenaga kerja tidak dapat dihindarkan.
Indonesia berusaha bangkit pada 2021 melalui program pemulihan ekonomi nasional (PEN). Upaya itu sangat diharapkan pelaku UMKM. Mereka berharap mendapat kemudahan dan stimulus dalam berusaha.
Menurut praktisi hukum dan dosen Universitas Al Azhar Indonesia Sadino, menyelamatkan para tenaga kerja yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat covid-19 dan para angkatan kerja baru, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perlu melibatkan para pengusaha untuk bisa menyediakan banyak lapangan kerja.
Pelaku usaha bisa menyediakan lapangan kerja jika mereka mendapat kemudahan dalam berbisnis dan berinvestasi. Kini pemerintah sudah menjanjikan kemudahan investasi itu dengan jaminan UU nomor 11/2020 tentang Cipta Kerja.
“Tujuan utama dari dibentuknya UU Cipta Kerja untuk menarik investasi dan menciptakan lapangan kerja seluas luasnya bagi tenaga kerja di Indonesia. Jangan sampai aturan yang ada malah mempersulit para pencari dan pemberi kerja baik di pusat maupun daerah,” kata Sadino di Jakarta, Senin (4/1).
Sadino menyebut, UU Cipta Kerja mengatur banyak kemudahan dalam berinvestasi. Mulai dari penyederhanaan, sinkronisasi, dan pemangkasan regulasi. Upaya itu untuk pelaku usaha agar dapat menyerap tenaga kerja seluas-luasnya.
Lebih penting lagi, tetap memperhatikan keseimbangan dan kemajuan antar daerah dalam kesatuan ekonomi nasional. Apalagi semangat dari UU Cipta Kerja untuk menjamin setiap warga negara memperoleh pekerjaan, mendapat imbalan, dan perlakuan yang adil-layak dalam hubungan kerja. “Titik penting dari UU Cipta Kerja dalam pemulihan perekonomian yakni pengembangan UMKM dan koperasi,” sebutnya.
Dia meyakini dengan mendorong pertumbuhan dan perkembangan UMKM, akan dapat memberikan kontribusi penciptaan lapangan kerja baru bagi masyarakat luas. Apalagi UMKM merupakan penyedia lapangan kerja terbesar bagi masyarakat Indonesia. Lebih dari 97 persen pekerja di Indonesia bekerja di sektor UMKM.(jpg)
batampos.co.id – Selama libur Natal dan Tahun Baru setiap orang bisa kelebihan mengonsumsi kalori dalam sehari. Dari mulai pesta makan malam, hingga makan di restoran. Betapa terkejutnya ketika mengecek timbangan berat badan tiba-tiba melonjak pasca liburan.
Dalam penelitian di Amerika, Calorie Control Council menyebutkan setiap orang bisa mengonsumsi kalori mencapai 4.500 kkal sehari selama liburan. Artinya melebihi batas 2.000 kkal per hari secara normal.
Dilansir dari Science Times, Selasa (5/1) berikut beberapa tips untuk menurunkan berat badan usai liburan dengan aman.
1. Minum air
Cukup minum air putih bermanfaat karena membantu perut terasa kenyang. Para ahli menyarankan bahwa minum air sebelum duduk untuk makan atau bahkan saat makan akan menambah volume sehingga membuat orang tersebut merasa kenyang.
2. Target Turunkan 10 Persen Berat Badan
Dalam menurunkan berat badan, tidak disarankan untuk menurunkan semua berat badan yang tidak diinginkan sekaligus. Para ahli menyarankan bahwa orang-orang harus mulai fokus pertama pada 10 persen. Selain itu, kehilangan 10 persen pertama dari tujuan penurunan berat badan menghasilkan peningkatan kesehatan terbesar karena lemak perut bisa hilang. Lemak perut dianggap sebagai lemak paling berbahaya di tubuh.
3. Kurangi Konsumsi Makanan Manis
Konsumsi gula dapat membuat ketagihan dan dapat menyebabkan siklus mengidam. Selama tahun baru, insulin bisa melonjak dari makanan tinggi gula. Insulin berfungsi untuk menjaga gula darah tetap rendah. Akan lebih baik untuk berhenti makan makanan manis setelah liburan setidaknya selama 4 hingga 10 hari untuk mengurangi keinginan makanan manis. Gantilah dengan buah dan sayuran.
4. Makan Lebih Banyak Protein
Menurut penelitian, makan lebih banyak protein akan memperpanjang rasa kenyang karena lebih sulit dicerna yang menyebabkan lebih sedikit lonjakan insulin. Penelitian yang dilakukan di banyak negara Eropa menemukan bahwa mereka yang makan sarapan atau makan siang berprotein tinggi bisa mengurangi lapar. Selain itu, protein membutuhkan lebih banyak kalori untuk dicerna. Utamakan protein rendah lemak seperti ayam, salmon, yogurt Yunani, atau dada ayam yang diiris tipis.
5. Hindari Makan Berlebihan
Melatih diri sendiri untuk fokus pada takaran makan yang pas akan membantu berat badan tetap stabil. (jpg)
batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam telah merampungkan pembangunan Taxiway dan Apron 04 di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Nongsa.
Fasilitas tersebut dibangun untuk mendukung Bandara Internasional Hang Nadim sebagai Hub Logistik di Indonesia bagian barat.
Pembangunan yang berkolaborasi dengan perusahaan BUMN jasa konstruksi, PT Nindya Karya, serta jasa konsultan teknik dan manajemen, PT Yodya Karya ini, menghabiskan waktu lebih kurang 5 bulan lamanya.
“Untuk jangka waktu pelaksanaan pembangunannya sekitar 158 hari kalender atau 5 bulan,” ujar Kepala Pusat Perencanaan Program Strategis BP Batam, Fesly Abadi Paranoan, saat ditemui di lokasi pembangunan pada acara Pemeriksaan Adminstrasi dan Serah Terima Pertama Pekerjaan 100%/Provisional Hand Over (PHO), Rabu (30/12/2020) lalu.
Badan Pengusahaan (BP) Batam telah merampungkan pembangunan Taxiway dan Apron 04 di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Nongsa. Foto: BP Batam untuk batampos.co.id
Fesly, menjelaskan, proyek tersebut memiliki nilai kontrak Rp166.529.321.385,73 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2020.
Selain membangun Taxiway dan Apron 04, BP Batam juga membangun drainase, jalan akses, elektrikal, rerumputan, dan pagar di sekeliling lokasi.
“Proses lelangnya sendiri sudah dilakukan sejak Bulan Juli 2020. Apron ini memang kami bangun sebagai fasilitas untuk mendukung kegiatan kargo bagi armada udara logistik di Bandara Hang Nadim dan bisa menampung lima pesawat kargo tipe Boeing 777,” tutur Fesly.
Adapun luas lahan awal, dikatakan Fesly, yakni 150 x 500 meter. Namun, mengalami perubahan setelah adanya hasil asistensi bersama Dinas Pekerjaan Umum dan diperlebar menjadi 168 x 500 meter, guna mengakomodir pergerakan pesawat.
Serah terima pertama pekerjaan 100%/PHO atas Kontraktor Pelaksana PT Nindya Karya dan PT Yodya Karya selaku Penyedia Jasa Konsultasi Supervisi kepada BP Batam pada Rabu (30/12/2020) lalu. Foto: BP Batam untuk batampso.co.id
Project Manager PT Nindya Karya, Adrihadi, mengatakan, meski terkendala cuaca, pihaknya telah berkomitmen untuk merampungkan pekerjaan ini dengan baik dan maksimal.
“Risiko bekerja di akhir tahun pasti akan terkendala cuaca ekstrem. Tapi, selain itu tidak ada halangan yang berarti,” ujar Adrihadi.
Adrihadi, mengatakan, selepas masa pelaksanaan pekerjaan, PT Nindya Karya masih akan melakukan pemeliharaan dengan jangka waktu 180 hari kalender atau 6 bulan lamanya.
Rangkaian pekerjaan pembangunan Taxiway dan Apron 04 Bandar Udara Hang Nadim Batam ini ditutup dengan serah terima pertama pekerjaan 100%/PHO atas Kontraktor Pelaksana PT Nindya Karya dan PT Yodya Karya selaku Penyedia Jasa Konsultasi Supervisi kepada BP Batam pada Rabu (30/12/2020) lalu.
Turut hadir dalam serah terima itu Direktur Infrastruktur Kawasan BP Batam, Imam Bachroni, perwakilan Satuan Pemeriksa Internal BP Batam, perwakilan Biro Hukum BP Batam, Manajer Operasional Bandara Hang Nadim dan jajaran, Kepala Sub Direktorat Pembangunan Kepelabuhanan Dan Bandara, Boy Zasmita, Tim Pendamping Ahli Kontrak LKPP, Tim Pendukung PPK 5127, jajaran PT Yodya Karya dan jajaran PT Nindya Karya.(*)
batampos.co.id – Beberapa hal dapat membantu mengurangi bengkak atau lingkaran hitam seperti krim dan kompres air dingin. Tetapi tidak semua orang berhasil. Dalam laman Makeup, dokter kulit bersertifikat dr. Joshua Zeichner mengatakan jenis kantung mata ini dikenal sebagai retensi cairan.
Dengan kata lain, cairan yang menumpuk di sekitar mata dapat dipicu oleh berbagai faktor.
Penyebab paling umum adalah kurang tidur atau terlalu banyak stres. Untungnya, kantung mata dapat diperbaiki sehingga Anda dapat terlihat berwajah segar.
Dilansir dari Times Now News, Senin (4/1/2021), ada beberapa kiat untuk mengatasi masalah lingkaran hitam pada mata. Cukup dengan make-up atau dengan cara alami.
1. Krim mata
Salah satu cara umum untuk menyembunyikan bengkak di bawah mata adalah dengan mengoleskan krim mata. Namun, bukan yang memiliki zat kimia tetapi yang jauh lebih bernutrisi dan memiliki bahan seperti niacinamide, ekstrak akar manis. Sehingga membantu mengurangi produksi melanin pada kulit. Krim mata dapat membantu mengurangi tampilan sembab karena melembabkan kulit di sekitar mata.
2. Terapkan korektor warna
Saat merias wajah, meskipun memiliki warna alas bedak yang tepat, Anda mungkin tidak dapat memperbaiki mata yang gelap karena warna rona kulit menjadi berbeda. Untuk ini, Anda memerlukan korektor warna, sebaiknya gunakan warna oranye agar terlihat merata. Jika Anda seseorang yang memiliki warna kulit lebih cerah, maka pilihlah warna agak kuning. Oleskan alas bedak di atas korektor warna di bawah mata.
Ilustrasi. Cairan yang menumpuk di sekitar mata dapat dipicu oleh berbagai faktor. Penyebab paling umum adalah kurang tidur atau terlalu banyak stres. (Hindustan Times)
3. Highlighter
Selalu lakukan riasan mata setelah mengoleskan krim mata. Lalu tutupi dengan highlighter atau color corrector. Setelah ini, bisa menonjolkan dan mencerahkannya dengan menggunakan eyeliner putih atau nude pada garis air. Ini akan menyamarkannya dan membuatnya tampak lebih besar. Setelah itu, bisa mengaplikasikan eyeliner hitam untuk mempercantik tampilan.
4. Kantong teh
Kafein mengandung antioksidan kuat dan membantu meningkatkan aliran darah ke kulit Anda. Kafein juga merupakan pelindung terhadap sinar UV dan juga membantu memperlambat proses penuaan. Kantong teh hijau disebut-sebut memiliki efek anti-inflamasi pada kantung mata. Anda bisa meletakkan kantong teh hijau di lemari es dan mengoleskannya pada mata di pagi hari untuk mengurangi mata bengkak.
5. Kompres Air Dingin
Jika menginginkan cara alami menghilangkan bengkak pada mata, Anda bisa menyembunyikannya dengan kompres air dingin. Cara ini bisa Anda lakukan dengan menggunakan berbagai bahan seperti mentimun dingin, es batu, lidah buaya beku dan lainnya. Anda bisa memotong potongan timun dan memasukkannya ke dalam lemari es dan meletakkannya di kelopak mata sebentar.(jpg)
batampos.co.id – Sejumlah wilayah Kelurahan Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, kembali terendam banjir akibat hujan deras, sejak pagi pada Senin (4/01/2021).
Lurah Tarempa, Syamsir, mengatakan wilayah yang terendam banjir berada di Jalan Patimura, Raden Saleh, Imam Bonjol, Kampung Baru dan Jalan Merdeka.
Lurah Tarempa, Syamsir, saat melihat kondisi air Sungai Sugi, di Kelurahan Tarempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, Senin (4/01/2021). (Foto untuk batampos.co.id)
Kata dia, bencana banjir yang melanda sebagian wilayah Kelurahan Tarempa itu berasal dari luapan Sungai Sugi ketika hujan deras. Tinggi air mencapai setengah meter.
“Saat ini kondisi air sudah mulai surut sekira pukul 13.00 siang tadi, warga mulai membersihkan rumahnya dari genangan air, diharapkan warga tetap waspada,” ucapnya.
Sementara itu, Plt Kepala BPBD Kabupaten Kepulauan Anambas, Yohan Bahtera Adam, mengatakan jumlah rumah terdampak banjir sekitar kurang lebih 130 KK.
“Kalau estimasi dari pihak kelurahan, sekitar 100 – 130 KK yang terdampak. Tapi ini masih estimasi awal saja, karena kami juga masih menunggu data fix yang didata melalui masing-masing RT,” jelasnya kepada batampos.co.id.
Sementara itu, TRC Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas (BPBD) memberikan peringatan dini kepada masyarakat agar tetap waspada dengan cuaca intensitas hujan ringan hingga lebat. (fai)
batampos.co.id – Dalam sehari bertambah 6.753 kasus baru Covid-19. Total sudah 772.103 orang terinfeksi Covid-19. Jumlah kasus harian terdeteksi dari jumlah tes sebanyak 45.868 spesimen.
Sedikitnya ada 30.671 orang dites Covid-19. Sedangkan angka positivity rate yakni jumlah hasil kasus positif dibagi dengan jumlah testing atau spesimen, hasilnya mencapai 15,4 persen. Artinya, rata-rata 1 dari 6 orang terinfeksi Covid-19.
Sebaran kasus positif Covid-19 di 5 provinsi dengan kasus tertinggi yaitu DKI Jakarta 1.832 kasus. Lalu disusul Jawa Barat 1.079 kasus, Jawa Tengah 1.037 kasus, Jawa Timur 709 kasus, dan Sulawesi Selatan 510 kasus.
Sementara itu, angka kematian bertambah 177 jiwa sehari. Paling banyak angka kematian harian terjadi di provinsi Jawa Timur sebanyak 56 jiwa. Sudah 22.911 jiwa meninggal dunia akibat Covid-19.
Sedangkan, pasien sembuh dalam sehari bertambah 7.166 orang. Paling banyak pasien sembuh terdapat di DKI Jakarta sebanyak 2.507 orang. Sudah 639.103 orang sembuh dari Covid-19.
Sudah 510 kabupaten kota terdampak Covid-19. Ada 5 provinsi di bawah 10 kasus harian. Dan hanya 1 provinsi yang mencatat nol kasus harian.(jpg)