batampos.co.id – Bursa calon Kapolri baru pengganti Jenderal Pol Idham Azis semakin memanas. Sebab, Idham akan memasuki masa pensiun kurang dari sebulan ke depan. Beberapa nama bahkan sudah berseliweran sebagai kandidat potensial merebut tahta.
Kapolri Jenderal Pol Idham Azis baru-baru ini sudah menyurati Presiden Joko Widodo untuk menunjuk penggantinya di Korps Bhayangkara. Surat dikirim mengingat masa pensiun Idham tidak lama lagi.
“Kapolri Jenderal Idham Azis telah mengajukan surat permohonan penunjukan penggantinya kepada Presiden Joko Widodo,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono saat dihubungi, Rabu (6/1).
Argo mengatakan, surat diserahkan kepada Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno. Namun, dalam surat tersebut Idham tidak merekomendasikan satu nama pun. Dia hanya menyampaikan akan memasuki masa pensiun dalam waktu dekat.
“Pak Idham tidak ngajukan nama, menyampaikan memasuki masa pensiun Februari 2021,” imbuhnya.
Diketahui, Idham Azis akan memasuki masa pensiun sebagai anggota Polri pada 1 Februari 2021. Beberapa nama santer disuarakan akan menggantikannya. Di antaranya, Kabarhakam Polri Komjen Pol Agus Andrianto, Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono, Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo, dan Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar.(jpg)
batampos.co.id – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengecek lokasi longsor yang berada di Batu Gajah, Kecamatan Belakang Padang dan meminta Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan (Disperkimtam) untuk segera melakukan langkah-langkah penanggulangan banjir di kawasan tersebut.
“Tadi sudah saya minta Kepala Disperkimtam agar segera melakukan penanggulangan,” kata Amsakar, Rabu (6/1/2021).
Kata dia, longsor di Belakang Padang memang mendesak untuk segera dilakukan penanganan.
Karena lanjutnya dilihat dari luasannya mencapai 300 meter persegi dengan ketinggian di atas tiga meter.
Ia menjelaskan, untuk anggarannya bisa menggunakan dana belanja tidak terduga sekitar Rp 23 miliar.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengecek lokasi longsor yang berada di Batu Gajah, Kecamatan Belakang Padang. Foto: Pemko Batam untuk batampos.co.id
Hanya saja pihaknya masih mencari formula aturan yang tepat bagaimana anggaran tersebut bisa digunakan untuk penanggulangan bencana.
“Tapi yang jelas ini sudah menjadi prioritas, kalau tidak bisa menggunakan anggaran belanja tidak terduga alternatifnya menunggu APBD Perubahan,” katanya.
Sementara waktu untuk pencegahan, ia meminta Camat dan Lurah untuk melakukan penanaman pohon di sekitar lokasi. Dengan begitu diharapkan bisa mencegah terjadinya longsor kembali.
Camat Belakang Padang, Yudi Admajianto, mengatakan, longsor terjadi tepatnya di wilayah Batu Gajah, Belakang Padang. Akibat derasnya air hujan selama dua hari berturut-turut.
“Jadi tanah yang dibukit ini longsor, bahkan kemarin sempat menutup akses jalan di Batu Gajah ini,” kata Yudi.
Saat ini menurut dia sudah dilakukan pembahasan bersama dinas terkait guna penanggulangan tanah longsor tersebut.
Sebab memang perlu segera penanganan agar ke depan longsor tidak terjadi kembali.(jpg)
batampos.co.id – Jumlah pasangan yang menikah mengalami penurunan hingga 20 persen. Hal ini tidak terlepas dari pandemi Covid-19 yang menyerang sejak Maret 2020 lalu.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam, Zulkarnain Umar, mengatakan setiap tahun, jumlah pasangan yang menikah berkisar delapan ribu.
Namun, karena pandemi tersebut, banyak pasangan yang memilih menunda pernikahan mereka sehingga angka pernikahan di tahun lalu menurun sebanyak 20 persen.
”Kalau dilihat laporan teman-teman dari KUA se-Kota Batam, memang masa pandemi menjadi puncak penurunan pasangan yang menikah,” ujar Zulkarnain, Rabu (6/1/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.
Ilustrasi. Buku Nikah. Foto: JawaPos.
Penurunan drastis terjadi periode Maret hingga Juni lalu. Saat pemberlakuan new normal atau era adaptasi kehidupan baru (AKB), serta adanya kelonggaran yang dilakukan, pengajuan pernikahan sempat kembali ramai.
Meskipun, tidak sebanyak tahun sebelumnya. Zulkarnain menambahkan, selama masa pandemi, pernikahan memang harus memperhatikan protokol kesehatan.
”Kebiasaan masyarakat kita itu untuk menikah cari tanggal
dan bulan baik, biasanya yang selaras atau tanggal cantik.
Misalnya, 2 Februari 2021 ini. Kemungkinan banyak pasangan yang akan menaikan di tanggal tersebut,” sebutnya.
Sebelum masa pandemi Covid-19, kata dia, jumlah pasangan yang menikah mencapai 7.000 hingga 8.000. Di wilayah penduduk yang lebih padat, biasanya juga paling banyak mencatatkan pernikahan warga mereka.
”Seperti Kecamatan Batam Kota, Sekupang, Sagulung, Batu Aji. Tergantung kepadatan penduduknya juga,” tutupnya.(jpg)
batampos.co.id – Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Muhamad Rudi, mengatakan, saat rapat di Komisi III perihal peralihan konsesi air dari PT ATB ke PT Moya, dirinya sudah mengingatkan kepada PT Moya untuk mengelola air dengan baik.
Sehingga, tidak meresahkan masyarakat.
”Karena, air ini dilindungi undang-undang, dan air ini juga menjadi hajat hidup orang banyak,” katanya seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.
Ia berharap, PT Moya untuk lebih profesional. Sebab, kata Rudi, PT Moya membuat resume bahwa mereka akan lebih baik dalam pengelolaan air dari ATB.
Kantor Pusat SPAM Batam yang berada di Batam Centre. Foto: Dhiyanto/batmapos.co.id
”Kalau kenyataan seperti ini, kita jadi tanda tanya besar terhadap kinerja PT Moya, khususnya mengenai air. Saat ini tagihan air melonjak, dampaknya dirasakan oleh masyarakat Batam. Ini yang tidak saya inginkan,” tegasnya.
Untuk itu, ia meminta Kepala BP Batam dan Deputi yang membidangi air di BP Batam serta PT Moya, untuk menghitung kembali tagihan air masyarakat.
”Jika kita lihat, ini menyeluruh, bukan satu tempat saja yang tagihannya membengkak,” katanya.
Untuk itu, politikus dari Partai Gerindra itu kembali menegaskan, Kepala BP Batam dan Deputi yang membidangi air untuk mengecek langsung dimana kesalahannya dan segera memperbaiki sistemnya agar tidak tejadi hal serupa di kemudian hari.
Untuk masyarakat yang tagihan airnya membengkak, Rudi menyarankan agar ditunda pembayarannya terlebih dahulu.
Sampai adanya penghitungan ulang yang dilakukan oleh PT Moya.
Sementara yang sudah bayar, Rudi meminta uang pembayaran itu dikembalikan jika terjadi kesalahan penghitungan.(jpg)
batampos.co.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, kesediaan dirinya untuk menjadi orang yang pertama kali disuntik vaksin Covid-19, pada Rabu 13 Januari 2021. Presiden Jokowi pun mengungkap alasan dirinya bersedia menjadi penerima vaksin pertama di Tanah Air.
“Nanti yang pertama kali disuntik saya. Saya ingin menunjukkan bahwa vaksinnya aman karena sudah melalui uji klinis. Tidak hanya sekali-dua kali, sudah diuji,” ujar Jokowi saat pemberian bantuan modal kerja di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (6/1).
Presiden Jokowi
Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menambahkan, saat ini proses vaksinasi tinggal menunggu emergency use authorization (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Diharapkan izin ini bisa segera dikeluarkan oleh BPOM.
“Tapi ini kita masih nunggu hasil pengujian, nanti akan keluar izin darurat penggunaan dari BPOM dan kita harapkan minggu ini atau minggu depan keluar,” katanya.
Pria asal Surakarta itu menambahkan setelah dirinya yang disuntik vaksin Covid-19 ini, maka selanjutnya vaksin akan diberikan kepada petugas medis. Setelah itu, selanjutnya masyarakat Indonesia yang disuntik vaksin.
“Setelah itu, sehari mungkin atau dua hari setelah itu, langsung saya yang disuntik yang pertama vaksinnya. Kemudian dokter dan perawat, kemudian seluruh masyarakat,” ungkapnya.
Jokowi mengharapkan setelah 182 juta masyarakat disutik vaksin, maka diharapkan Indonesia bisa kembali normal. “Saya harapkan, setelah divaksinasi ini, keadaan mulai kembali normal kalau sudah 70 persen penduduk Indonesia disuntik vaksin,” ungkapnya.
Sebelumnya, Juru Bicara vaksin Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmidzi mengatakan, pemberian vaksin Covid-19 diperkirakan berlangsung selama 15 bulan. Proses vaksinasi terbagi dalam dua periode.
Periode pertama akan berlangsung Januari hingga April 2021. Pada periode ini prioritas penerima vaksin korona adalah 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta petugas publik yang ada di 34 provinsi. Adapun periode kedua berlangsung selama 11 bulan yaitu April 2021 hingga Maret 2022. Penerima vaksin adalah masyarakat yang belum divaksin pada periode pertama.(jpg)
batampos.co.id – Ombudsman Kepri menaruh perhatian terhadap permasalahan yang dialami warga Batam terkait membengkaknya tagihan air dari PT Moya Indonesia.
Kepala Ombudsman Kepri, Lagat Siadari, mengimbau warga yang mengalami pembengkakan tagihan air, agar menunda pembayaran.
”Jika ragu, jangan bayar. Lebih baik komplain dulu ke Moya selaku operator Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Batam. Karena bukan hari ini saja, bulan lalu juga terjadi,” katanya, Rabu (6/1/2021) seperti yang diberitakan Harian Batam Pos.
Sebelumnya, ia sudah meminta kepada Badan Pengusahaan (BP) Batam selaku penanggung jawab SPAM Batam, untuk membuat kanal pengaduan.
”Kami sampaikan agar segera buat kanal pengaduan. Dan segera direspons. Tapi untuk masalah yang ini, jangan bayar dulu. Nanti jika sudah terbayar, susah nanti mau pengembaliannya,” paparnya.
Dalam waktu dekat, Ombudsman Kepri sudah menjadwalkanuntuk memanggil BP Batam dan Moya untuk mendengarkan paparannya.
Kepala Ombudsman Kepri, Lagat Siadari. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id
”Apakah tagihanbengkak ini terjadi karena human error atau ada indikasi kesengajaan. Makanya kami berikan kesempatan, dan juga ke depannya agar jangan terulang lagi,” ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah warga kaget serta kesal mengetahui tagihan air bersih untuk pembayaran di bulan Januari, membengkak.
Bahkan, ada yang tagihannya naik berkali-kali lipat dibanding tagihan bulan-bulan sebelumnya.
Salah satunya dialami Muhamzani, warga Tiban, Sekupang, yang terkejut saat melihat tagihan air terakhirnya.
”Sebelumnya, cuma bayar Rp 35 ribu sampai Rp 40 ribu saja.
Masak sekarang sampai Rp 1,2 juta lebih,” keluhnya, Selasa (5/1/2021).
Menurut Izan, sapaan akrabnya, pemakain air di rumahnya sangat hemat, serta tidak ada kebocoran sama sekali.
”Pemakaian air itu untuk mandi sama cuci piring saja. Kalau baju di-laundry. Masak tagihannya bisa semahal itu,” tuturnya.
Sebelumnya, Corporate Comunication Manager Moya Indonesia, Astriena Veracia mengatakan, bagi pelanggan yang mengalami pembengkakan tagihan air, dipersilahkan datang ke KPP terdekat.
”Sampaikan nomor pelanggannya berapa, biar kami cek,” kata Vera.
Ia mengatakan, tagihan tinggi bukan disebabkan oleh kesalahan sistem, melainkan berasal dari tiga faktor utama.
”Ada pemakaian air yang memang meningkat, pembacaan bulan-bulan sebelumnya yang terlalu rendah mencatat atau salah baca dan terakhir ada kebocoran,” ungkapnya.
”Jika ada keluhan, bisa telepon 150155 atau datang KPP terdekat. Sampaikan keluhan dengan disertai nomor pelanggan, nama dan telepon. Nanti kami jelaskan,” ucapnya.(jpg)
batampos.co.id – Kasus aktif Covid-19 di Indonesia mencapai 14 persen. Akibatnya jumlah keterisian tempat tidur ICU rumah sakit membludak hingga 70 persen. Alhasil pemerintah membatasi kegiatan lewat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan penularan Covid-19 di seluruh provinsi di Pulau Jawa dan Provinsi Bali. Berlaku 11 Januari sampai 25 Januari 2021.
Keputusan tersebut sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam Rangka Percepatan Penanganan Covid-19. Menanggapi hal itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan usai liburan panjang rata-rata kasus aktif naik 30-40 persen. Kondisi ini akan memberikan tekanan ke RS dan para tenaga kesehatan.
“Apalagi pada kenyataannya event sebelum liburan RS kita sudah sangat penuh,” katanya dalam konferensi pers, Rabu (6/1).
Menteri Kesehatan Budi Gunadi. (jpg)
Dia menjelaskan para nakes juga sudah cukup lama dan cukup letih menangani pandemi Covid-19. Sudah lebih dari 500 nakes wafat.
“Saya minta tolong, tolong kita bantu mereka, kita lindungi mereka, kita jaga mereka dengan mengurangi mobilitas dalam 2 minggu mulai 11 Januari,” jelasnya.
“Ini untuk menjaga melindungi mengawal rekan-rekan nakes kita. Sudah cukup 500 yang wafat, jangan lebih banyak lagi,” lanjutnya.
Dia mengingatkan semua orang untuk patuh protokol kesehatan. Dan juga membatasi kegiatan di luar rumah.
“Toong bantu mereka (nakes), kurangi mobilitas sejak tanggal 11 selama 2 minggu dan jangan lupa memakai masker. Itu adalah hal yang sangat penting selain mencuci tangan dan menjaga jarak,” tegasnya.
Terpisah, Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan perkembangan kasus positif Covid-19 mingguan memperlihatkan kembali kenaikan kasus. Dan kenaikannya minggu ini sebesar 7,3 persen dibanding minggu sebelumnya.
“Jika dilihat dari tren perkembangannya, ICU dan isolasi makin meningkat dan mengkhawatirkan,” kata Prof Wiku dalam konferensi pers virtual, Selasa (5/1).
Di beberapa daerah, keterisian ICU dan Isolasi rumah sakit di daerah melebih 70 persen. Atau tersisa 30 persen saja. Yaitu di sejumlah provinsi seperti DKI Jakarta, Banten, Jogjakarta, Jawa Barat, Sulawesi Barat, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, dan Sulawesi Tengah.
“Hal ini jadi alarm bagi kita bahwa kita sedang dalam keadaan darurat yang ditandai dengan ketersediaan tempat tidur yang semakin menipis,” tegas Prof Wiku.
“Perlu dipahami bahwa masih tersisanya seidikt tempat tidur belum tentu bisa digunakan karena terbatasnya tenaga kesehatan,” jelasnya.(jpg)
batampos.co.id – Pada awal 2020 lalu, Anda mungkin telah menyusun resolusi keuangan yang ambisius. Namun, pandemi Covid-19 memaksa semua orang, termasuk Anda, mengubah rencana yang telah dibuat.
Berkaca dari pengalaman tersebut, Head of Investment Specialist PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) Freddy Tedja memberikan tips dalam me-review kondisi finansial atau mengevaluasi kekayaan rumah tangga, serta menyusun ulang strategi investasi yang lebih cocok untuk dilaksanakan pada 2021.
Ilustrasi
1. Melihat arus kas
Pada 2020, pandemi datang begitu mendadak dan memberi dampak yang bermacam-macam – baik sosial dan finansial – bagi setiap orang. Namun, satu hal yang sama yang menyatukan kita adalah kita baru pertama kali mengalaminya. Belajar untuk bersama-sama menghadapinya.
Belajar dari pengalaman 2020, Anda harus sangat memperhatikan arus kas dan pos-pos pengeluaran. Apa yang berubah, mana yang meningkat, mana yang bisa dihemat. Selama 2020, anggaran transportasi boleh jadi menurun drastis. Demikian juga anggaran gaya hidup, seperti berlibur, bersantai di kafe, maupun membeli tas dan sepatu bermerek.
Namun di sisi lain, ada peningkatan signifikan pada anggaran rumah tangga (listrik dan internet), juga anggaran kesehatan (pembelian vitamin, masker, hand sanitizer). Perubahan pola ini membuat arus kas Anda sepanjang 2020 menjadi jauh berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Dan, Anda harus sigap berakrobat melakukan penyesuaian yang perlu.
Jika Anda masih bingung mengidentifikasi pendapatan dan pengeluaran, pandemi ini menyadarkan kita semua untuk segera mulai memperhatikan arus kas, yang merupakan fondasi dari perencanaan keuangan.
2. Perhatikan faktor eksternal dan internal
Ada dua faktor yang bisa mempengaruhi tercapainya resolusi keuangan seseorang, yaitu faktor internal dan eksternal. Pandemi merupakan faktor eksternal, sementara resolusi keuangan yang memenuhi kaidah STR (Spesifik, Terukur, Realistis) adalah faktor internal yang sepenuhnya ada dalam kendali Anda.
Jika hingga saat ini Anda masih menerima gaji secara penuh dan tepat waktu, maka seharusnya ini tidak menjadi penghalang. Namun, seringnya kegagalan pencapaian resolusi keuangan adalah karena ketidakdisiplinan atau rendahnya komitmen untuk mencapai resolusi tersebut.
Memasuki pada 2021 pandemi masih menjadi faktor eksternal yang tidak dapat dipastikan kondisinya, setidaknya Anda harus lebih disiplin dalam faktor internal resolusi keuangan yang dapat Anda kendalikan sendiri.
3. Fokus menambah dana darurat
Dengan asumsi faktor eksternal yaitu pandemi belum menunjukkan tanda-tanda akan segera usai, ada hal spesifik yang perlu dipastikan pada tahun ini, yaitu kecukupan dana darurat. Selalu sisihkan sebagian dari pendapatan Anda untuk mengisi pos dana darurat lebih besar dari biasanya. Dalam kondisi seperti saat ini, idealnya Anda menyiapkan 6-12 kali dari pengeluaran bulanan.
Tentu saja Anda berharap dana darurat ini tidak akan pernah sampai perlu digunakan. Dan apakah artinya akumulasi dana darurat akan sia-sia? Tidak, setelah periode ketidakpastian ini selesai, kelebihan dana darurat dapat dialihkan ke pos investasi.
4. Pilih instrumen investasi yang tepat
Ada beragam instrumen investasi yang bisa dipilih untuk menempatkan dana Anda pada tahun ini. Reksa dana pasar uang masih menjadi pilihan yang baik karena sifatnya yang likuid, memiliki tingkat risiko yang rendah, dan potensi imbal hasil yang menarik. Untuk diversifikasi, reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana saham dapat Anda lirik tahun ini.
Secara umum, tren penurunan suku bunga akan meningkatkan appetite bagi investor untuk mencari yield lebih. Oleh karena itu, appetite terhadap reksa dana, khususnya reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana saham dapat meningkat kedepannya. Apalagi tren suku bunga rendah diperkirakan masih akan tetap bertahan dalam kondisi ekonomi saat ini.
Kondisi pasar terburuk memang diproyeksikan telah terjadi pada 2020 kemarin, dan kondisi tahun 2021 diperkirakan setidaknya akan lebih baik. Namun ingat, bukan berarti pandemi sudah usai.
Anda tetap harus melakukan evaluasi atas portofolio Anda menjadi tiga bulan sekali dalam kondisi seperti ini. Akan sangat ideal untuk mengubah strategi keuangan Anda jika ada penyimpangan. Namun tetap, disiplin dan komitmen harus selalu dipertahankan.(jpg)
batampos.co.id – Sejumlah zodiak akan mendapatkan lompatan yang baik di awal tahun ini, terinspirasi untuk membuat rencana konkret, bisa menyelesaikan masalah keamanan finansial dan karir.
Maka gunakan semangat ini sebagai kekuatan. Ini adalah waktu yang ideal untuk memulai jalan yang baru.
Jika Anda salah satu zodiak ini, maka dijamin akan bahagia serta diberikan rezeki sepanjang bulan ini seperti dilansir dari Bustle, Rabu (6/1).
Ilustrasi. JawaPos.com
Virgo
Energi bulan ini mendorong semangat pada Virgo untuk tetap aktif. Sehingga Virgo tetap pada prinsip semangatnya menjadi pekerja keras. Virgo akan merasa bahagia bulan ini karena mengalami kehidupan romansa yang indah.
Sagitarius
Bulan ini akan terasa manis bagi Sagitarius. Sagitarius akan menerima rezeki melimpah dari sektor keuangan dan pekerjaan. Maka bulan ini waktu yang menguntungkan untuk berinvestasi.
Pisces
Pisces memulai 2021 dengan lompatan tinggi. Bulan baru ini akan menawarkan banyak permulaan baru di tengah lingkungan, sosial, dan juga jarinhan. Temukan cara baru untuk terhubung dengan rekan kerja atau mulai membina koneksi baru.(jpg)
batampos.co.id – Indonesia kembali memecahkan rekor Covid-19 pada Rabu (6/1) dengan menambah kasus baru sebanyak 8.854 kasus baru. Kini total kasus sudah mencapai 788.402 orang.
Jumlah rekor ini tentunya akan menambah beban keterisian tempat tidur di Rumah Sakit. Data Satgas Covid-19 menyebutkan ruang ICU sudah penuh hingga 70 persen, sedangkan tenaga kesehatan makin menipis.
Angka kasus harian ini memecahkan rekor tertinggi sejak Covid-19 masuk ke Indonesia pada Maret 2020. Sebelumnya Indonesia pernah memecahkan rekor kasus sebanyak 8.369 kasus positif pada 3 Desember 2020. Saat itu total terkonfirmasi masi 557.877 orang.
Jumlah itu terdeteksi dari jumlah tes sehari sebanyak 67.908 spesimen. Masih ada 70.029 orang berstatus suspek.
Sebaran kasus positif harian terbanyak terjadi di DKI Jakarta 2.402 kasus. Jawa Barat 1.470 kasus. Jawa Tengah 1.023 kasus. Jawa Timur 845 kasus. Sulawesi Selatan 463 kasus.
Angka positivity rate mencapai 15,4 persen. Total orang yang dites sehari sebanyak 44.734 orang. Sementara, angka kematian bertambah 187 jiwa. Paling banyak kasus kematian terjadi di Jawa Timur sebanyak 54 jiwa. Kini total sudah 23.296 jiwa meninggal dunia akibat Covid-19.
Pasien sembuh bertambah 6.767 orang. Paling banyak pasien sembuh terdapat di Jawa Barat sebanyak 1.363 orang. Kini sudah 652.513 orang sembuh dari Covid-19.
Sudah 510 kabupaten kota terdampak Covid-19. Ada 2 provinsi di bawah 10 kasus harian. Dan hanya 1 provinsi dengan nol kasus harian.(jpg)