Kamis, 2 April 2026
Beranda blog Halaman 9802

Kemenag Akan Gandeng Ormas Jalankan Program Dai Bersertifikat

0

batampos.co.id – Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar program Dai dan Penceramah Bersertifikat. Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan pihaknya bertindak sebagai fasilitator dalam program tersebut.

“Kementerian Agama bertindak sebagai fasilator dan pendampingan program dengan memberikan dukungan anggaran stimulan, tenaga dan instrumen lain yang dapat mendorong lahirnya partisipasi masyarakat,” terang dia dalam keterangan tertulis, Rabu (9/9).

Karena itu, dalam pelaksanaannya, Kemenag akan menjalin sinergi dengan majelis dan ormas keagamaan. Mulai dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) hingga Muhammadiyah.

“Dalam pelaksanaan program tersebut Kemenag bekerja sama dengan majelis dan ormas keagamaan, seperti MUI, PGI, KWI, PHDI, Walubi/Permabudhi, Matakin, NU, Muhammadiyah dan ormas keagamaan lainnya,” sambungnya.

Dia mengimbau agar masyarakat menyikapi rencana program ini dengan jernih dan obyektif, tidak didasarkan pada sikap curiga dan syak wasangka. Menurutnya, hal itu dapat menimbulkan salah paham yang berujung pada polemik yang tidak produktif.

Program dai dan penceramah bersertifikat, kata Wamenag, adalah program biasa yang sudah sering dilakukan oleh ormas-ormas Islam atau lembaga keagamaan lainnya. Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas dai dan penceramah agama agar memiliki bekal dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya.

“Seorang dai dan penceramah agama, misalnya perlu dibekali ilmu psikologi massa, public speaking, methode ceramah sesuai dengan perkembangan zaman dan juga pemahaman islam wasathiyah atau moderasi beragama serta pemahaman wawasan kebangsaan,” tuturnya.

Zainut pun mengapresiasi ormas atau kelompok masyarakat yang sudah melaksanakan program tersebut. Ke depan, pihaknya ingin ada sinergi progam ormas-ormas agama dengan Kemenag agar lebih maksimal pelaksanaannya.

“Program dai dan penceramah bersertifikat sifatnya voluntary atau suka rela bukan menjadi sebuah keharusan, sehingga tidak ada alasan akan menjadi ancaman bagi dai dan penceramah agama yang tidak mengikutinya, karena tidak ada sanksi apa pun yang akan diberikan kepadanya,” tutupnya.(jpg)

1,6 Juta Rekening Dihapus dari Daftar Penerima Subsidi Upah

0

batampos.co.id – BPJamsostek terus melakukan validasi data calon penerima bantuan subsidi upah (BSU). Dari 14,5 juta data yang sudah masuk hingga Selasa (8/9) pagi, ada 1,6 juta nomor rekening (norek) yang bakal dihapus dari daftar penerima.

Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Utama (Dirut) BPJamsostek Agus Susanto dalam temu media secara virtual, Selasa (8/9). Agus menjabarkan, seluruh data yang masuk telah melalui proses validasi berlapis. Pertama, dari 14,5 juta norek, dilakukan validasi secara otomatis oleh sistem dengan pihak perbankan. Sudah 14,3 juta yang divalidasi, sisanya masih berproses.

”Ada 19 ribu yang tidak valid. Kita kembalikan ke pemberi kerja untuk dikoreksi,” ujarnya.

Dari 14,3 juta tersebut, kemudian divalidasi kembali dengan kriteria penerima BSU yang ada di Permenaker 14/2020. Seperti, merupakan WNI, terdaftar peserta BPJamsostek aktif, kepesertaan sampai 30 Juni 2020, upah terakhir dibawa Rp 5 juta, dan memiliki rekening bank aktif.

Melalui proses ini, tersaring 12,5 juta data yang valid dan 1,6 juta yang tidak valid. Sayangnya, 1,6 juta tersebut tidak bisa diteruskan untuk proses koreksi atau perbaikan ke perusahaan ataupun pekerja. Artinya, mereka tidak akan menerima dana bantuan sebesar Rp 600 ribu per bulan untuk jangka waktu empat bulan tersebut. ”Karena tidak sesuai dengan permenaker,” tegasnya.

Dia mernci, dari 1,6 juta data tidak valid tersebut sekitar 62 persen memiliki upah diatas Rp 5 juta. Padahal, ketentuan upah penerima BSU dibawah Rp 5 juta. Kemudian, ada pula yang kepesertaannya baru didaftarkan. Sekitar 38 persen.

Terkait penyetoran data di luar kriteria ini, Agus menduga, sebagian perusahaan sengaja mengirim semua nama karyawannya karena sulit memilah mana karyawan yang didaftarkan sebelum Juni dan setelahnya. ”Sehingga dikirim semuanya gelondongan gitu. Dan ini terfilter melalui sistem kita,” paparnya.

Agus melanjutkan, untuk 12,5 juta data yang valid kemudian menjalani proses validasi kembali untuk ketunggalan nomor rekening. Tahap ini memastikan rekening tersebut hanya satu peserta dan nama pemilik sama dengan nama di kepesertaan BPJamsostek. Terdata, 11, 7 juta valid dan 790 ribu yang dikembalikan ke perusahaan untuk diperbaiki.

”11,7 juta ini yang siap ditransfer dananya,” paparnya. Dari angka ini, sudah diserahkan sekitar 5,5 juta norek ke Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) untuk penyaluran batch pertama dan kedua.

”Dan hari ini (kemarin, red) kembali kita serahkan untuk gelombang ketiga sebanyak 3,5 juta. Total norek yang kita serahkan 9 juta untuk diproses transfer,” sambung Agus.

Diakuinya, penyerahan data ini memang sengaja dilakukan secara bertahap karena prinsip kehati-hatian. Selain itu, pengawasan terhadap penyaluran dapat dilaksanakan lebih maksimal.

Dalam kesempatan itu, Agus turut menyinggung soal sms blast yang telah dilakukan oleh pihaknya. Pengiriman pesan singkat ini, kata dia, merupakan notifikasi BSU untuk pekerja yang berhak menerima banntuan. Namun, pekerja sudah tidak aktif saat ini karena kepesertaannya dinonaktifkan.

”Tapi per 30 Juni masih tercapture oleh kami. Sehingga masih berhak menerima,” jelasnya. Nah, bagi para penerima sms tersebut, Agus menghimbau agar pekerja mau membuka link unik yang dikirimkan. Kemudian, melakukan konfirmasi data. ”Tinggal masukkan key-nya berupa NIK,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengungkapkan, bahwa nantinya sebelum dicairkan, data batch ketiga ini bakal dicek ulang terlebih dahulu oleh pihaknya. Setelahnya, baru diserahkan ke KPPN untuk kemudian dana diserahkan ke bank himbara.

”Mekanisme penyaluran masih sama seperti batch sebelumnya. Ini demi kehati-hatian dan yang jadi concern semua pihak, tepat sasaran,” ungkapnya.

Mengenai penyaluran batch sebelumnya, Ida mengatakan, bahwa saat ini sedang berproses. Untuk batch pertama, sudah mencapai angka 92 persen. Sementara, batch kedua 46,2 persen.(jpg)

Mulai 14 September Jakarta Kembali PSBB Total

0

batampos.co.id – Angka penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 meningkat drastis di Ibu Kota Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun akhirnya membuat kebijakan tegas, menarik Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi menjadi pembatasan secara total. Kebijakan PSBB total ini mulai berlaku dari Senin (14/9).

“Situasi wabah di Jakarta ada dalam kondisi darurat. Maka dengan kedaruratan ini tidak banyak pilihan bagi Jakarta kecuali menarik rem darurat sesegera mungkin,” kata Anies Baswedan di Balai Kota Jakarta, Rabu (9/9).

Dengan menarik rem darurat tersebut, maka mulai Senin (14/9) seluruh kegiatan perkantoran, sekolah, ibadah, dan lain-lain akan kembali dilakukan dari rumah. Tempat hiburan ditutup lagi. Rumah makan tidak melayani makan di tempat. Transportasi umum pun kembali dibatasi jam operasional serta kapasitasnya.

Lebih jauh Anies mengatakan, keputusan itu tak lepas dari kondisi Covid-19 di Jakarta yang masih terus meninggi. Sampai dengan Rabu (9/9), kasus konfirmasi positif di Jakarta berjumlah 49.837. Dengan rata-rata penambahan setiap hari sekitar seribu kasus dalam 2 pekan terakhir.

Selain jumlah kasus positif yang terus melonjak, pertimbangan PSBB kembali diketatkan yakni karena angka kematian dalam dua pekan terakhir juga ikut meningkat. Selain itu, ketersediaan ruang ICU untuk pasien Covid-19 juga terus menipis.

“Hasil rapat disimpulkan bahwa kita akan menarik rem darurat artinya kita terpaksa terapkan PSBB pada masa awal pandemi dulu, bukan lagi PSBB transisi, tapi PSBB sebagaimana masa awal dulu,” jelas Anies.

Mantan Mendikbud itu mengatakan, kebijakan tersebut diambil guna menyelamatkan warga ibu kota dari bahaya Covid-19. “Ini soal menyelamatkan Jakarta. Apabila dibiarkan, rumah sakit tidak bisa menampung, efeknya kematian akan tinggi,” tegasnya.

Selanjutnya implikasi dari penetapan PSBB, yakni tempat ibadah yang boleh dibuka hanya di level kampung atau kompleks perumahan. Rumah itu hanya boleh digunakan oleh warga setempat. “Khusus tempat ibadah di zona merah atau wilayah dengan kasus tinggi tidak diperbolehkan buka,” imbuh Anies.

Saat ini ambang batas kapasitas rumah sakit untuk ruang isolasi dan ICU sudah melampaui angka batas aman dan diperkirakan akan mencapai kapasitas maksimal pada 17 September 2020. Setelah itu fasilitas kesehatan DKI Jakarta akan kolaps.

Selama enam bulan terakhir kasus Covid-19 di Jakarta didominasi 50 persen kasus OTG dan 35 persen adalah kasus gejala ringan-sedang.(jpg)

Bocah Empat Tahun Jadi Korban Asusila, Kejadiannya di Batu Aji

0

batampos.co.id – Kasus asusila kepada anak di bawah umur kembali terjadi di Batu Aji, Kota Batam.

Korban kali ini adalah bocah perempuan berusia empat tahun. Pelaku adalah Ls,26, seorang pemuda yang tak lain adalah tetangga korban.

Dialnsir dari Harian Batam Pos, aksi pencabulan ini terjadi pada akhir Agustus lalu. Kala itu, pelaku membujuk korban agar mau ikut ke rumah pelaku saat ibu korban sedang keluar rumah.

Suasana rumah pelaku yang sepi memuluskan aksi bejad tersebut. Korban dicabuli di dalam rumah pelaku.

Usai kejadian, korban yang masih polos menceritakan apa yang dialaminya kepada sang ibu. Keluarga korban pun naik pitam.

Ls langsung dilaporkan ke Mapolsek Batu Aji untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu.

Kini, Ls sudah ditahan dan masih menjalani proses penyelidikan
di Mapolsek Batu Aji.

Kanit Reskrim Polsek Batu Aji, Iptu Theo, membenarkan kejadian itu. Pelaku juga telah diamankan sembari polisi mengungkap kasus tersebut.

”Pelaku ini tetangga korban. Sekarang lagi diproses,” ujar Theo.(jpg)

Didiagnosa Covid-19, Penyanyi Senior Yopie Latul Meninggal Dunia

0

batampos.co.id – Yopie Latul, peyanyi senior yang dikenal publik luas lewat lagu Poco-poco meninggal dunia pada hari Rabu (9/9) sekitar pukul 15.32 WIB. Yopie menhembuskan napas terakhir setelah sempat mendapat perawatan intensif di sebuah rumah sakit di bilangan Cibinong.

Kabar meninggalnya Yopie Latul dibenarkan sahabatnya, Andre Hehanusa. “Iya, benar. Meninggalnya cepat sekali. Masuk rumah sakit tiga hari lalu,” kata Andre Hehanusa saat dikonfirmasi Rabu (9/9).

Meninggalnya penyanyi senior Yopie Latul ramai di media sosial. Sejumlah artis turut mengucapkan bela sungkawa atas wafatnya lelaki berusia 65 tahun tersebut. Di antaranya adalah Ruth Sahanaya, Arie Kriting, Rian D’Masiv, dan yang lainnya.

Yopie Latul meninggal setelah sembelumnya sempat didiagnosa menderita Covid-19 namun tidak memiliki gejala alias OTG. Selain virus korona, pelantun Poco-poco itu rupanya juga memiliki riwayat penyakit lain sebagai penyerta, yaitu penyakit pada bagian paru.

“Sakit paru katanya,” kata Andre Hehanusa melalui aplikasi pesan singkat seperti dilansir Jawapos.com, Rabu (9/9).

Mengenai penyakit Covid-19 yang diderita Yopie Latul, Carllo Latul – anak Yopie- mewakili keluarga sebelumnya sudah membenarkannya. Dia menyebut Covid-19 yang diderita Yopie tanpa gejala.

“Saya Carllo (Rio) Latul atas nama keluarga mau memberitahu bahwa benar Ayah kami, Yopie Latul dinyatakan positif Corona,” katanya melalui sebuah unggahan di Instagram.

Carllo Latul menyebut, keluarga sudah melakukan tes swab begitu mengetahui Yopie Latul menderita penyakit Covid-19. Dia bersyukur sekali karena keluarga yang tinggal satu rumah dengan Yopie dinyatakan negatif semua.

Pemakaman Yopie Latul kabarnya akan digelar hari ini mengingat pasien Covid-19 memang harus disegerakan pemakamannya. Pemakaman akan dilangsungkan di TPU Pondok Ranggon dengan menerapkan protokol kesehatan.(jpg)

Puskesmas Tanjung Buntung Tutup

0

batampos.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam kembali menutup pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas). Kali ini dilakukan di Tanjung Buntung, Kecamatan Bengkong.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi, mengatakan, penutupan akan dilakukan selama beberapa hari.

Ia menjelaskan, penutupan puskesmas tersebut karena adanya kasus positif yang terjadi di layanan kesehatan tersebut.

”Jadi kita tutup dulu sementara waktu ini. Karena sudah ada beberapa petugas yang kena (terkonifrmasi positif Covid-19,red) di sana,” kata Didi, Rabu (9/9/2020).

Penutupan Puskesmas Tanjung Buntung dilakukan mulai Rabu (9/9/2020) hingga Minggu (13/9/2020) mendatang.

Untuk sementara, pelayanan akan dialihkan ke Puskesmas
Sei Panas.

”Jadi masyarakat yang biasa berobat ke sana, silahkan mendatangi Puskesmas Sei Panas agar bisa mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Untuk langkah pencegahan, Puskesmas akan disterilisasi
guna mencegah penyebaran virus di area pelayanan kesehatan.(*/jpg)

Industri MRO di Kawasan Ekonomi Khusus Batam

0
Infografis aliibenk/batampos.co.id

Industri MRO di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, terus berkembang. Terlebih setelah pemerintah pusat menetapkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) MRO Batam Aero Tecnic (BAT) yang berada di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

Costumer Relation Manager BAT Lion Air Group, Suci Perwira Negara, mengatakan, saat ini MRO BAT sudah memasuki fase ketiga.

“Kita sedang membangun satu hanggar lagi yang bisa merawat 6 pesawat sekaligus dan akan dilanjtukan ke fase 4,5 dan 6,” jelasnya.

Jika semua fasilitas MRO sudah terbangun, MRO BAT dapat melakukan perawatan, perbaikan dan perawatan besar sampai dengan 50 hingga 56 pesawat sekaligus.

Pada 2030 ditargetkan seluruh pembangunan di atas lahan 30-33 hektar di area Bandara Internasional Hang Nadim bisa diselesaikan.(esa/adv)

bright PLN Batam Jamin Jaringan Transmisi SUTT Aman Radiasi

0

batampos.co.id – bright PLN Batam menjamin jaringan transmisi SUTT 150 KV Batu Besar–Nongsa Batam tidak berdampak radiasi kepada masyarakat sekitar.

Corporate Secretary bright PLN Batam, Kishartanto Purnomo Putro, menjelaskan, jarak bangunan transmisi 150 KV dengan pemukiman warga dalam ambang batas aman.

Pria yang akrab disapa Tanto ini menjelaskan, pembangunan serupa sudah dilakukan bright PLN Batam di Jalan Brigjen Katamso, wilayah Tanjung Uncang.

Dapat dilihat sepanjang jalan tersebut terbentang jaringan SUTT 150 KV dan sama sekali tidak mengganggu aktivitas warga dan kesehatan masyarakat.

“Tidak ada dampak radiasi yang ditimbulkan dari transmisi SUTT 150 KV seperti yang dicemaskan warga,” ujar Tanto.

Kontruksi tower steel pole yaitu tiang transmisi yang terbuat dari baja berbentuk bulat.

Ilustrasi. Foto: PLN Batam untuk batampos.co.id

Sementara itu jarak lokasi tower terdekat dengan rumah warga sekitar 6 meter dari batas area perumahan. Sedangkan ambang batas aman vertikal tower adalah 5 meter.

Dijelaskan Tanto lagi, jarak bebas aman itu sudah sesuai dengan SNI 04-6918-2002 dan Permen ESDM 18/2015 tentang ruang bebas dan jarak minimum SUTT, SUTET, dan arus searah untuk jaringan penyaluran listrik.

“bright PLN Batam melakukan pembanguanan Jaringan Transmisi SUTT Batu Besar Nongsa sudah sesuai dengan izin pembangunan yang berlaku,” jelasnya.

Sementara itu, Executive Vice President of Health Safety and Environment bright PLN Batam, Arief Kuncoro ,memberikan pernyataan terkait radiasi.

“Adalah hal yang keliru jika ada kekhawatiran warga akan bahaya radiasi akibat adanya tiang dan kabel SUTT tersebut. Karena SUTT memiliki bahaya radiasi yang paling kecil dibandingkan sinar matahari. Bahkan jika dibandingkan dengan radiasi hanphone pun, SUTT masih kecil”, jelas Arief

Lebih jauh Arief menjelaskan bahwa dalam teori, terpadat dua jenis radiasi, yakni ionazing dan non-ionazing.

Ionazing adalah radiasi yang dapat merubah sel pada tubuh manusia. Radiasi ini merupakan radiasi yang berbahaya seperti contohnya, alat rontgen rumah sakit, radio terapi dan sinar matahari,” ujarnya.

“Jenis ini tidak berbahaya bagi manusia. Salah satu contoh radiasi jenis ini adalah radiasi handphone, TV, radio dan monitor. SUTT juga termasuk kategori ini”, tambahnya lagi.

Berdasarkan aturan pemerintah, batas maksimal yang boleh dijangkau dibawah kabel SUTT adalah sejauh enam meter.

Jika hal ini sudah dipenuhi oleh bright PLN Batam, maka masyarakat tidak perlu khawatir akan dampak radiasi yang ditimbulkan oleh SUTT.

“Berbeda dengan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET), SUTT itu jauh lebih rendah. Masyarakat tidak perlu khawatir akan pembangunan SUTT, karena dampak radiasinya sangat kecil. Tidak berpengaruh terhadap sel tubuh manusia, bahkan terhadap hewan dan tumbuhan sekalipun” tutupnya.(*)

47 Bidang Aset Pemko Disertifikasi

0

batampos.co.id – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Batam akan menyertifikasi 47 aset milik Pemko Batam, tahun ini. Termasuk, Kantor Wali Kota dan Gedung DPRD Kota Batam.

Kepala BPN Batam, Memby Untung Pratama, mengatakan, proses sertifikasi aset ini sudah berjalan sejak Agustus lalu.

Dari 47 aset yang akan disertifikasi, 38 di antaranya sudah selesai dilakukan pengukuran dan penelitian tanah oleh Tim
Kantor Pertanahan didampingi oleh Dinas Pertanahan Kota
Batam.

”Rencana awal ada 122 aset, namun tahap awal ini 47 aset dulu. Pembiayaaan dari APBD Kota Batam,” kata dia, Rabu (9/9/2020) seperti yang dilansir dari Harian Batam Pos.

Ia menyebutkan, ada dua tim yang diturunkan dalam mempercepat proses pengukuran ke lapangan. Sertifikasi aset
ini akan mendukung Batam menuju Peta Kota Lengkap.

Ia mengatakan, untuk Kota Batam, hampir semua sudah dipetakan. Dari data yang ada, saat ini kurang dari 10 persen
bidang tanah yang ada di Kota Batam yang belum memiliki sertifikat.

”Kami targetnya akhir September selesai. Dan tahun ini 47 aset tersebut sudah memiliki legalistas dari BPN,” imbuhnya.

Kantor Wali Kota Batam. Foto: Cecep Mulyana/Batam Pos

Beberapa aset Pemko Batam yang akan diberikan sertifikat di antaranya:

  1. Area perkantoran
  2. Sekolah
  3. Puskesmas Pembantu
  4. Kantor Camat
  5. Rumah Dinas
  6. Rumah Susun
  7. Sarana Olahraga
  8. Tempat penampungan ternak
  9. Rumah potong hewan
  10. Kantor Lurah, dan beberapa gedung lainnya.

Sebelumnya, sebanyak 21 bidang tanah aset pemerintah yang sudah disertifikasi yaitu:

  1. Tanah RS Embung Fatimah
  2. Mako Brimob Polda Kepri di Tembesi
  3. Tanah aset Polresta Barelang
  4. Tanah Kodim dan TNI AD
  5. Tanah aset Kantor Pajak Batam
  6. Masjid Agung Batam Center

Sertifikat aset jalan dan bangunan atas nama BP Batam.

”Kalau yang ini dibiayai dari APBN,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan, penerbitan sertifikat tanah ini bisa berjalan lancar karena dukungan BP Batam dan Pemerintah Kota Batam.

Ia berharap, ke depan semua bidang tanah bisa mendapatkan legalitas dan tercatat.

”Kalau semua data sudah ada, akan sangat berpengaruh terhadap pembangunan di Kota Batam. Masyarakat juga memiliki bukti atas tanah yang mereka tinggali,” terang Lulusan Univeristas Jember ini.

Kepala Seksi Pengadaan Tanah BPN Batam, Faradilla, menambahkan saat ini masih menunggu tambahan dokumen aset dan penunjukan batas dari Pemko Batam.

Menurutnya, jumlah aset yang akan disertifikasi masih akan terus bertambah.

”Kalau sesuai surat yang masuk, jumlahnya baru 122 bidang tanah. Namun kemarin ada informasi akan ada penambahan, kalau tidak salah sampai 200 bidang tanah,” ungkapnya.(jpg)

Penerimaan Negara Rendah, Menkeu Akan Ubah Kebijakaan DAU

0

batampos.co.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyampaikan bahwa penerimaan negara saat ini sedang rendah akibat dampak Covid-19 yang mengikis perekonomian nasional. Karenanya, Kemenkeu akan mengubah kebijakan terkait dana alokasi umum (DAU) yang ditransfer ke daerah.

“Bapak dan Ibu sekalian tahu bahwa penerimaan pajak kita turun sangat tajam,” kata Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam rapat kerja dengan Komite IV DPD RI, Rabu (9/9).

Sri Mulyani menjelaskan, penerimaan pajak merosot lantaran kemampuan masyarakat dan dunia usaha mengalami penurunan dalam hal membayar pajak. Bahkan, ada yang tidak dapar membayar pajak sama sekali karena mereka kehilangan pekerjaan atau usahanya tutup.

“Komite IV mohon dipahami bahwa APBN kita mengalami shock yang cukup berat dari sisi penerimaan negara,” imbuhnya.

Dengan demikian, kata Sri Mulyani, DAU yang selama ini bersifat pasti akan dibuat lebih fleksibel. Meskipun demikian, dirinya mengaku hal itu pasti akan mendapat pertentangan dari pemerintah daerah maupun DPD.

Ia meminta pengertian karena ruang APBN juga dipengaruhi oleh penerimaan yang saat ini mengalami penurunan luar biasa. Sehingga, pihaknya akan melakukan penyempurnaan formula terhadap DAU tersebut.

“Evaluasi bobot dari alokasi dasar, variabel kebutuhan, variabel kapasitas fiskal daerah, dan kita memperbaiki pengukuran indeks ketimpangan antar wilayah. Kita akan menggunakan Theil Indeks,” jelasnya.

Ia menambahkan, penyempurnaan formula DAU juga dilakukan dalam rangka memperbaiki ketimpangan antar daerah yang saat ini masih terjadi. Sebab ada daerah yang memiliki kapasitas fiskal yang besar dan adapula yang tidak.

“Ini adalah tantangan yang paling besar dan kita akan terus menggunakan instrumen transfer ini di dalam rangka untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik di daerah agar tidak terjadi perbedaan yang mencolok antara daerah-daerah yang memiliki kapasitas fiskal besar dengan mereka yang kurang,” tutupnya.(jpg)