Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia sejak awal Maret 2020 memaksa sebagian besar masyarakat untuk membatasi aktivitasnya di luar rumah.
Tujuannya agar penyebaran dan penularan virus ini dapat dicegah. Namun hal itu berimbas kepada berbagai sektor, terutama ekonomi.
Bukan hanya dalam skala makro tetapi juga sektor mikro termasuk para pedagang kecil dan pelaku UMKM merasakan besarnya dampak dari pandemi Covid-19
Berdasarkan hasil survei rata-rata di Kelurahan Tanjung Uban Utara, Bintan, UMKM mengalami penurunan omzet harian akibat dari wabah ini.
Hal ini tentunya menjadi pukulan keras bagi para pelaku UMKM. Karena di saat krisis, mereka mengalami pengurangan pemasukan yang signifikan.
Tim pengabdian Universitas Riau melakukan inovasikan digital marketing kepada UMKM di Tanjung Uban, Bintan. Foto: Istimewa untuk batampos.co.id
Sedangkan mereka harus terus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.
Karena itulah tim pengabdian UNRI mengambil langkah agar para UMKM tetap bertahan ditengah pandemi, agar tidak terus mengalami keterpurukan dalam sektor ekonomi.
Tim pengabdian UNRI menginovasikan Digital marketing untuk para pelaku UMKM. Strategi ini diterapkan dengan pemasaran yang dilakukan secara digital khususnya sosial media.
Dengan strategi ini, pemasaran yang dijangkau akan lebih luas daripada sebelumnya.
Informasi tentang produk akan sampai kepada konsumen tanpa harus konsumen tersebut datang ke warung UMKM tersebut.
Tim pengabdian UNRI telah menginovasikan pemasaran ini ke salah satu UMKM kuliner otak-otak di kelurahan Tanjung Uban Utara.
Selama masa pemasaran digital yang dilakukan oleh tim KKN UNRI dan UMKM tersebut, dalam 4 hari omset pemasukan hampir mencapai Rp 3 juta.
Hal ini tentunya merupakan peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan sebelumnya dan ini bisa menjadi cara agar UMKM lain dapat bertahan selama masa pandemi.
batampos.co.id – Kecamatan Batam Kota yang sebelumnnya sempat turun status menjadi zona oranye penyebaran Covid-19, kini kembali menjadi zona merah.
Dilansir dari website lawancoro.batam.go.id, hal itu dikarenakan jumlah pasien Covid-19 yang masih dalam perawatan di Kecamatan Batam Kota mencapai 24 orang.
Tidak hanya Kecamatan Batam Kota, Kecamatan Sekupang yang awalnya zona kuning kini naik status menjadi zona oranye disebabkan jumlah pasien di daerah tersebut bertambah.
Peta sebaran Covid-19 di Kota Batam hingga Minggu (16/8/2020)
Hingga Minggu (16/8/2020), jumlah pasien Covid-19 di kecamatan tersebut sebanyak 11 orang.
Beberapa kecamatan lainnya di Kota Batam saat ini juga masih berstatus zona kuning, di antaranya:
1. Bengkong
2. Lubuk Baja
3. Nongsa
4. Sei Beduk
5. Sagulung
6. Batu Aji
7. Batu Ampar.
Sementara tiga kecamatan yang berstatus hijau adalah:
batampos.co.id – Hingga Minggu (16/8/2020), jumlah pasein Covid-19 di Kota Batam yang sedang menjalani perawatan sebanyak 66 orang.
Dilansir dari website lawancorona.batam.go.id, pasien-pasien tersebut menjalani di 10 rumah sakit rujukan Covid-19.
Rumah sakit yang paling banyak melakukan perawatan adalah RSKI Galang. Jumlahnya 38 orang.
Daftar 10 rumah sakit yang melakukan perawatan terhadap pasien Covid-19 di Kota Batam.
Berikut daftar rumah sakit yang melakukan perawatan pasien Covid-19 di Kota Batam:
1. RSBP Batam 10 pasien.
2. RS Elisabeth Batam Kota 4 orang
3. RS Elisabeth Lubuk Baja 1 orang
4. RS Elisabeth Sei Lekop 1 orang
5. RSUD Embung Fatimah 3 orang
6. RS Harapan Bunda 1 orang
7. RS Budi Kemuliaan 2 orang
8. RS Bhayangkara 1 orang
9. RS Awal Bros 5 orang
10. RSKI Galang 38 orang.(*/esa)
batampos.co.id – Sebanyak 17 pasein Covid-19 di Kota Batam dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang ke rumahnya pada Minggu (16/8/2020).
Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi, melalui pernyataan tertulisnya, menjelaskan, perkembangan kasus Covidd-19 di Kota Batam menuju trend positif seiring bertambahnya pasien terkonfirmasi positif sembuh.
“Berdasarkan catatan penanganan perawatan dan hasil laboratorium swab yang disampaikan oleh Laboratorium
BTKLPP Batam tersebut, maka oleh Tim Medis yang menanganinya dinyatakan sembuh dari Covid-19 dan diperbolehkan pulang dari rumah sakit,” katanya.
Jumlah pasein Covid-19 di Kota Batam hingga Minggu (16/8/2020).
Saat ini lanjutnya, kondisi ke 17 pasien tersebut semua dalam keadaan sehat dan stabil.
Serta dalam persiapan untuk kembali ketempat tinggalnya
guna melaksanakankarantina mandiri dirumahnya selama 14 hari.
Dengan adanya penambahan tersebut, saat ini jumlah pasien Covid-19 yang dinyatakan sembuh sebanyak 311 orang.(*/esa)
Fahril terlihat sibuk menekan tombol huruf dan angka di telepon genggam pintar miliknya. Tidak hanya fokus ke arah layar ponselnya, sesekali dirinya melihat ke arah kartu yang didominasi warna putih berlist hijau di atasnya. Dalam hitungan menit dirinya langsung tersenyum karena permintaannya telah diterima.
Messa Haris – Batam
Menjadi salah satu peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) merupakan hal wajib bagi dara yang memiliki nama lengkap Fahril Layly Chusnaini tersebut.
Selain bisa menjamin pelayanan kesehatan terhadap dirinya, dengan menjadi peserta JKN-KIS dapat membuat kedua orang tuanya lebih tenang. Pasalnya, kini ia tidak lagi tinggal satu atap dengan kedua orang tuanya.
“Saya tadi sedang menganti lokasi fasilitas kesehatan (Faskes) dari Lamongan ke Batam,” ujarnya, Senin (17/8/2020).
Di Kabupaten Lamongan lanjutnya, ia dan keluarganya mendapatkan pelayanan kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Brondong.
Namun setelah menyelesaikan pendidikan SMA-nya, ia memilih untuk menimba ilmu di Kota Batam pada 2017 lalu.
Dara berusia 21 tahun tersebut mengatakan, awalnya masih dapat menggunakan kartu JKN-KIS miliknya di FKTP di Kota Batam meski dirinya belum melakukan perubahan data peserta JKN-KIS.
Tetapi setelah tiga kali penggunaan, dirinya diminta untuk segera memindahkan FKTP di Kota Batam.
Mengetahui hal tersebut, dirinya lantas mengunduh aplikasi Mobile JKN. Aplikasi tersebut kata dia, sangat membantu dirinya untuk memindahkan layanan kesehatan dari Kabupaten Lamongan ke Kota Batam.
Dengan aplikasi tersebut, Fahril, mengaku tidak harus repot-repot mendatangi kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Batam. Cukup melalui aplikasi Mobile JKN permintaannya sudah diterima.
“Saya tadi cek-cek di internet dan caranya mudah banget cuma download aplikasi Mobile JKN terus log in dengan nomor peserta. Setelah itu tinggal pilih ubah data peserta,” jelasnya.
Setelah itu lanjutnya akan ada pop up untuk memilih provinsi, kabupaten dan lokasi FKTP yang dituju. Kemudian memasukkan kode verifikasi yang dikirimkan melalui email atau nomor telepon.
“Aplikasi ini (Mobile JKN.red) sangat membantu, terlebih saat ini masih dalam situasi pandemi Covid-19,” tuturnya.
Pegawai BPJS Kesehatan Cabang Kota Batam saat melayani masyarakat yang ingin menjadi peserta JKN-KIS. Pelayanan di kantor BPJS Kesehatan Kota Batam menerapkan protokol kesehatan dengan menyediakan hand sanitizer dan pembatas berupa mika. Foto: Messa Haris/batampso.co.id
Mahasiswa Politeknik Negeri Batam itu mengatakan, tidak hanya dapat memindahkan faskes, diaplikasi Mobile JKN terdapat beragam informasi yang diperolehnya.
Mulai dari riwayat pelayanan, pengaduan, informasi pembayaran iuran, konsultasi dokter, ketersediaan tempat tidur di rumah sakit, konsultasi dokter, bahkan ada layanan skrining mandiri Covid-19.
“Ternyata banyak fitur-fitur yang bisa dimanfaatkan dengan aplikasi ini (Mobile JKN,red) dan saya benar-benar terbantu. Tak perlu ngantre lagi, cukup pencet-pencet handphone saja sudah bisa dapat pelayanan,” tuturnya.
Ia menjelaskan, saat ini dirinya sudah terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dengan FKTP di Klinik Biocare Batu Aji.
Hal yang sama juga dirasakan oleh Aora Costarica. Dengan mengunduh aplikasi Mobile JKN, dirinya dapat mengetahui riwayat penyakit yang dideritanya. Bahkan dirinya juga dapat membaca artikel seputar BPJS Kesehatan.
“Ini sudah kedua kalinya saya mendownload Mobile JKN. Kemarin pernah saya hapus karena memori full. Aplikasi ini (Mobile JKN,red) benar-benar membantu bahkan di tengah pandemi ini ada fitur baru mengenai skrining mandiri Covid-19 di aplikasi ini,” jelasnya.
Dengan Mobile JKN lanjutnya, ia juga dapat berkonsultasi dengan dokter secara online.
Memudahkan Peserta Mendapatkan Pelayanan
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Batam, Dody Pamungkas, menjelaskan, aplikasi Mobile JKN diciptakan untuk memudahkan peserta JKN-KIS untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Terutama saat pandemi Covid-19, sehingga tidak mengharuskan peserta untuk datang ke kantor BPJS Kesehatan.
Bahkan lanjutnya, masyarakat juga dapat mendaftarkan diri sebagai peserta JKN-KIS melalui aplikasi Mobile JKN.
“Ditengah pandemi Covid-19 kita masih terus melakukan pelayanan kepada masyarakat dengan menerapakn protokol kesehatan ketat,” tuturnya.
Seperti mewajibkan masyarakat untuk menggunakan masker saat datang ke kantor BPJS Kesehatan.
Melakukan pengecekan suhu tubuh sebelum masuk ke dalam ruang tunggu pelayanan serta diminta untuk menggunakan hand sanitizer yang telah disediakan.
Fahril Layly Chusnaini memperlihatkan kartu JKN-KIS miliknya. Fahril merupakan salah satu peserta JKN-KIS yang memanfaatkan Mobile JKN untuk mengubah fasilitas pelayanan kesehatan dirinya dari Kabupaten Lamongan ke Kota Batam. Foto: Messa Haris/batampos.co.id
Tidak hanya itu pihaknya juga memberikan tanda silang besar di masing-masing kursi. Sebagai tanda untuk menjaga jarak.
Bahkan saat berada di konter pelayanan, antara petugas dan peserta JKN-KIS dibatasi dengan menggunakan kaca. Dengan begitu dapat meminimalisir penularan virus Covid-19.
Ada Fitur Program Relaksasi Tunggakan
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Batam, Dody Pamungkas, melanjutkan, saat ini Mobile JKN memiliki fitur baru yaitu program relaksasi tunggakan.
Fitur tersebut kata dia, dapat dimanfaatkan para peserta JKN-KIS mandiri yang telah lama tidak melakukan pembayaran iuran.
“Program ini memberikan keringanan pembayaran tunggakan bagi peserta PBPU dan PPU BU yang memiliki tunggakan lebih dari 6 bulan tunggakan iuran dengan sisa tunggakan yang wajib dilunasi paling lambat Desember 2021,” jelasnya.
Kata dia, program relaksasi tunggakan tersebut diatur dalam Perpres Nomor 64 Tahun 2020. Ia mengatakan relaksasi tunggak tersebut termaktub di pada pasal 42 ayat 3a dan 3b.
Pada pasal 3a lanjutnya dituliskan untuk tahun 2020, pemberhentian sementara penjaminan peserta sebagaimana dimaksud pada ayat (3) berakhir dan status kepesertaan aktif kembali, apabila peserta telah membayar Iuran bulan tertunggak paling banyak untuk waktu 6 bulan.
Kemudian membayar iuran pada bulan saat peserta ingin mengakhiri pemberhentian sementara jaminan dan dengan sisa iuran bulan yang masih tertunggak setelah pembayaran tunggakan iuran, masih menjadi kewajiban peserta.
Kemudian di ayat 3b dituliskan untuk mempertahankan status kepesertaan aktif, peserta wajib melunasi sisa iuran bulan yang masih tertunggak sebagaimana dimaksud pada ayat 3a seluruhnya paling lambat pada tahun 2021.
“Program yang memberikan keringanan pembayaran tunggakan bagi peserta PBPU dan PPU BU yang memiliki tunggakan lebih dari 6 bulan dengan sisa tunggakan yang wajib dilunasi paling lambat Desember 2021,” jelasnya.
Saat ini lanjutnya peserta JKN-KIS di Kota Batam 1.009.693 atau 90,75 persen dari jumlah penduduk.
“Kini semuanya ada dalam genggaman. Masyarakat yang ingin menjadi peserta JKN-KIS ataupun ingin mendapatkan pelayanan lainnya dapat dilakukan di Mobile JKN,” tutupnya.(***)
batampos.co.id – Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menyebut tahun lalu atau sebelum pandemi Covid-19 melanda Indonesia, setiap bulan Agustus di tengah masyarakat terjadi kesemarakan. Di berbagai jalan, gang, dan setiap rumah dipasang bendera merah putih.
Hampir semua warga dari berbagai kalangan, saling bergotong royong mempersiapkan diri mengadakan berbagai lomba dan karnaval yang meriah. “Semua dilakukan sebagai wujud syukur atas kemerdekaan Indonesia yang diproklamasikan pada 17 Agustus 1945,” ujar politikus PKB yang akrab disapa Gus Jazil itu di Jakarta, (16/8).
Pada Agustus 2020, pandemi Covid-19 masih mengungkung beberapa wilayah dan kota di Indonesia. Sehingga kemeriahan yang ada setiap bulan Agustus bisa saja tidak terjadi di wilayah dan daerah yang masih masuk zona merah.
“Meski demikian jangan sampai semangat kemerdekaan kita berkurang sedikitpun. Kita harus tetap semangat dalam kondisi apapun,” tambahnya.
Jazilul juga menggambarkan bagaimana dulu para pahlawan berkorban dalam suasana yang juga membahayakan diri dan keluarganya namun mereka tetap bersemangat dan berjuang untuk kemerdekaan Indonesia.
Karena dalam Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia ini, kata Jazilul, sebenarnya ada tiga tantangan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia. Ketiga tantangan itu adalah, pertama, darurat kesehatan. Dalam masa pandemi semua tidak tahu kapan wabah ini berakhir. “Saat ini dunia menunggu vaksin,” ungkapnya.
Kedua, masalah perekonomian. Kata Gus Jazil, pemerintah sudah mengeluarkan kebijakan-kebijakan untuk menangani masalah itu. Kemudian, ketiga, persoalan yang tidak boleh dilupakan adalah dunia pendidikan.
“Saya menyebut pemerintah kurang peduli dalam masalah pendidikan dibanding dengan masalah kesehatan dan ekonomi,” ujarnya.
Dalam masa pandemi diakui siswa sekolah menempuh Pembelajaran Jarak Jauh, PJJ. Namun seberapa efektif cara itu. Dirinya mengandaikan Indonesia bisa pulih dan tumbuh perekonomiannya namun bagaimana bila ekonomi membaik namun generasi yang ada tidak mendapat pendidikan yang memadai.
“Kita ingin menjadi bangsa yang kuat ekonomi, otak cerdas, dan berbadan sehat,” tegasnya.
Jazilul mengakui, ketiga hal tersebut dialami oleh banyak negara dan mereka sekarang sedang mencari metoda khusus untuk menangani. Dalam bidang kesehatan dan perekonomian pemerintah sudah jelas kebijakannya namun dalam dunia pendidikan, belum melihat secara nyata.
“Semua diserahkan hanya pda PJJ. Sedangkan PJJ yang ada dikatakan hanya diikuti 30 persen dari 86 juta peserta dididk. Artinya, Indonesia darurat pendidikan,” sebutnya.
Selama satu semester sudah tidak ada pendidikan. Hal yang demikian menurutnya perlu diambil sikap, tindakan, dan kebijakan. Karena, semuanya tidak tahu kapan pandemi berakhir. “Kalau selama satu tahun dunia pendidikan tutup dalam arti tidak ada kebijakan baru, tidak ada metode baru, tentu akan ada masalah buat anak didik kita ke depan,” ujarnya.
Karena itu, Jazilul berharap pemerintah bisa diharapkan melakukan langkah-langkah penting dalam dunia pendidikan. Termasuk perlu ada kurikulum baru masa pandemi ini.
“Saya mengingatkan kepada pemetintah jangan abai kepada sektor pendidikan. Sebab, tidak sedikit juga guru yang belum akrab dengan gadget dan murid yang memiliki gadget,” ungkapnya.(jpg)
batampos.co.id – Pada Minggu (16/8/2020), jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam bertambah enam orang.
Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Muhammad Rudi, melalui pernyataan tertulisnya menyatakan, data tersebut merupakan hasil pemeriksaan swab oleh Tim analis BTKLPP Batam berdasarkan hasil temuan kasus baru dan hasil tracing di Kota Batam.
“Terkonfirmasi positif Covid-19 pada kasus ini 6 orang warga Kota Batam.Terdiri dari 3 orang laki-laki dan 3 orang perempuan,” ujarnya.
Berikut ini riwayat perjalanan penyakit dari pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang baru:
Sehubungan contact erat dengan terkonfirmasi positif di tempat tugasnya maka kepada yang bersangkutan pada 12 Agustus 2020 dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan/PCR yang hasilnya diterima dan diketahui terkonfirmasi positif.
Saat ini yang bersangkutan telah ditempatkan pada ruang perawatan isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 RSBP Batam dan sejauh ini kondisinya dalam keadaan stabil.
2. IIS
Perempuan (25), Anggota POLRI, beralamat dikawasan perumahan Wahana Mas, Batu Besar, Nongsa Kota Batam.
IIS datang ke RS Bhayangkara Batam pada 12 Agustus 2020 untuk melakukan pemeriksaan swab/PCR secara mandiri yang hasilnya diterima dan diketahui terkonfirmasi positif.
Saat ini yang bersangkutan telah ditempatkan pada ruang perawatan isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 RSKI Covid-19 Galang dan sejauh ini kondisinya dalam keadaan stabil.
3. RSGH
Laki-laki (31), Karyawan Swasta, beralamat di kawasan Rusun BP Batam, Kabil, Nongsa.
RSGH merupakan rujukan dari RS St. Elisabeth Lubuk Baja sehubungan dengan demam, batuk dan mual yang disertai sesak nafas dengan diagnosis “Suspek Covid-19”.
Jumlah pasien Covid-19 di Kota Batam hingga Minggu (16/8/2020).
Setibanya di RSUD Embung Fatimah pada 12 Agustus 2020 sebelum dilakukan perawatan di ruang isolasi Tun Sundari maka
dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diterima dan diketahui pada hari ini terkonfirmasi positif.
Saat ini yang bersangkutan masih dalam penanganan perawatan di ruang isolasi Tun Sundari pada RSUD Embung Fatimah dan sejauh ini kondisinya dalam keadaan stabil.
4. L
Perempuan (64), Ibu Rumah Tangga, beralamat dikawasan perumahan Taman Raya Tahap 3, Belian, Batam Kota.
L merupakan pasien rujukan dari RS Keluarga Husada Batam sehubungan dengan demam, dan sesak nafas yang disertai comorbid (HHD, DM & Hipertensi) dengan penegakan diagnosis
“Pneumonia +probable Covid-19+HHD+DMType II+Dislipidemia”.
Setibanya di RSBP Batam pada 13 Agustus 2020 sebelum dilakukan perawatan di ruang isolasi rumah sakit ini maka
dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diterima dan diketahui terkonfirmasi positif.
Saat ini yang bersangkutan masih dalam penanganan perawatan di ruang isolasi pada rumah sakit ini dan sejauh ini kondisinya dalam keadaan relatif stabil.
5. DE
Perempuan (42), Ibu Rumah Tangga, beralamat di kawasan perumahan Taman Raya Tahap 3, Belian, Batam Kota.
DE datang ke RS St. Elisabeth Batam Kota dengan keluhan demam, batuk kering dan anyang-anyangan disertai muntah setiap makan sejak sebelas hari yang lalu.
Perlu diketahui yang bersangkutan pada 6 Agustus 2020 baru tiba dari Kota Palembang dan sebelumnya telah dilakukan RDT dengan hasil “Non Reaktif”.
Sesuai dengan keluhannya tersebut dilakukan pemeriksaan secara intensif dan diperoleh kesimpulan dengan penegakkan diagnosa “Pneumonia ringan+Suspek Covid-19” dan harus menjalani rawat inap di ruang isolasi.
Sehubungan ruang isolasi rumah sakit ini penuh yang bersangkutan di rujuk ke RSBP Batam dan sebelum dievakuasi ke rumah sakit rujukan maka pada 13 Agustus 2020 tersebut dilakukan pemeriksaan swab tenggorokan yang hasilnya diterima dan diketahui terkonfirmasi positif.
Saat ini yang bersangkutan masih dalam penanganan perawatan di ruang isolasi pada rumah sakit rujukan Covid-19 BP Batam ini dan sejauh ini kondisinya dalam keadaan relatif stabil.
6. IM,AM
Laki-laki (49), Swasta, beralamat di kawasan perumahan Pondok Mc Dermott, Tiban Indah, Sekupang.
Yang bersangkutan datang ke Klinik Medilab Batam pada 15 Agustus 2020 untuk melakukan pemeriksaan swab/PCR secara mandiri yang hasilnya diterima dan diketahui terkonfirmasi positif.
Saat ini yang bersangkutan dalam proses evakuasi untuk ditempatkan pada ruang perawatan isolasi di rumah sakit rujukan Covid-19 RSKI Covid-19 Galang dan sejauh ini kondisinya
dalam keadaan stabil.(*/esa)
batampos.co.id – Ribuan pendaki dari berbagai daerah memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Proklamasi Kemerdekaan RI dengan mengibarkan bendera merah putih di kawasan Puncak Gunung Lawu pada 17 Agustus. Ribuan pendaki tersebut mulai berdatangan sejak Sabtu (15/8).
Petugas Perhutani KPH Lawu dan Sekitarnya (Lawu Ds) Paijo seperti dilansir dari Antara mengatakan, para pendaki terpantau mulai berdatangan sejak Jumat (14/8). Hingga Sabtu (15/8) siang, terdata sudah ada 1.100 pendaki dari berbagai daerah yang ingin merayakan peringatan HUT RI ke-75 di Puncak Lawu.
Menurut dia, sudah menjadi agenda tahunan Gunung Lawu banyak didatangi pendaki saat momentum agustusan. Mereka biasanya yang dari jauh datang tiga hingga dua hari sebelum malam agustusan. Setelah itu, para pendaki mendirikan tenda di sekitaran Pos Cemoro Sewu untuk mempersiapkan fisik dan bekal mendaki di malam sebelum 17 Agustus.
Meski saat ini sedang pandemi Covid-19, kondisi tersebut tidak menyurutkan niat para pendaki untuk memperingati HUT Kemerdekaan RI di puncak Lawu.
”Kami tetap mengimbau para pendaki untuk mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, petugas juga meminta pendaki memiliki persiapan yang matang saat mendaki Gungung Lawu. Selain protokol kesehatan, juga dilarang memakai celana berbahan jeans saat mendaki,” kata Paijo yang bertugas di pintu masuk pendakian Gunung Lawu Pos Cemoro Sewu, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Minggu (16/8).
Salah satu pendaki asal Surabaya, Ridwan mengatakan, bersama teman-teman sengaja mendaki Gunung Lawu untuk mengibarkan bendera merah putih di puncak Lawu saat HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus. Hal itu sudah sering dilakukan.
”Tujuan mendaki adalah untuk mengibarkan bendera merah putih di puncak Lawu bertepatan dengan peringatan HUT Kemerdekaan RI, 17 Agustus. Rombongan kami berangkat dari Cemoro Sewu malam ini (16/8). Butuh sekitar enam jam untuk sampai puncak Lawu dari pos pendakian Cemoro Sewu,” kata Ridwan.
Dia berharap pendakiannya berjalan lancar. Selain momentum agustusan, cuaca yang cukup cerah juga menjadi penyebab para pendaki menikmati libur akhir pekan panjang di gunung yang memiliki ketinggian 3.265 meter dari permukaan laut tersebut.(jpg)
batampos.co.id – Bank Indonesia (BI) dijadwalkan mengeluarkan uang khusus seri peringatan HUT ke-75 Republik Indonesia di Jakarta, pada hari ini, Senin (17/8). Berdasarkan undangan yang disebar kepada media di Jakarta, Minggu (16/8, peluncuran uang khusus itu dapat disaksikan secara virtual melalui kanal YouTube BI mulai pukul 11.15 WIB.
Gubernur BI Perry Warjiyo rencananya meresmikan peluncuran uang seri baru tersebut. Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati juga akan memberikan sambutan dalam peluncuran uang khusus itu.
Dalam peluncuran nanti, juga akan ada penyerahan simbolis uang khusus seri peringatan kemerdekaan 75 tahun kepada keluarga Proklamator secara virtual. Departemen Pengelolaan Uang BI menjelaskan uang Rupiah khusus adalah uang yang dikeluarkan secara khusus oleh BI dalam rangka memperingati peristiwa atau tujuan tertentu.
Dikutip dari Antara, uang khusus ini memiliki nilai nominal berbeda dari nilai jualnya. Uang Rupiah khusus terdiri dari koin dan atau kertas yang tidak dipotong sehingga menyerupai satu lembaran besar yang terdiri dari beberapa lembar uang (uang bersambung).
Uang Rupiah khusus merupakan alat pembayaran yang sah, namun biasanya tidak digunakan sebagai alat tukar. Uang ini juga merupakan sarana perkembangan numismatika (koleksi uang di Indonesia).
Setiap edisi yang dikeluarkan dengan kemasan yang menarik dan unik sehingga sering dijadikan sebagai cindera mata. BI beberapa kali mengeluarkan uang edisi khusus, di antaranya 25 tahun Kemerdekaan RI, perjuangan angkatan 45, 50 tahun Kemerdekaan RI, Hari Anak, cagar alam, hingga 100 tahun pemimpin Indonesia.(antara)
batampos.co.id – Rektor Universitas Airlangga Surabaya Mohammad Nasih mengatakan, tiga kombinasi obat penawar Covid-19 hanya tinggal menunggu izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk diproduksi secara masal.
”Dari lima kombinasi obat penawar Covid-19, hanya tiga yang disarankan karena mempunyai potensi penyembuhan terbesar,” ujar Nasih seperti dilansir dari Antara di Surabaya, Minggu (16/8).
Nasih mengatakan, meskipun temuan obat penawar Covid-19 tersebut adalah obat kombinasi, BPOM tetap menganggap obat yang dihasilkan Unair digolongkan obat baru. Untuk itu, pihaknya masih menunggu pembahasan dengan BPOM.
”Tentu BIN (Badan Intelijen Negara) dan Kasad (Kepala Staf TNI Angkatan Darat) yang akan mempresentasikan ke BPOM untuk memperlancar proses terbitnya izin produksi dan edar,” ucap Nasih.
Baca juga : Unair Segera Serahkan Hasil Uji Klinis Kombinasi Obat Penawar Covid-19
Rencananya, kata dia, pada Rabu (19/8) ada pertemuan dengan BPOM untuk menjelaskan berbagai isu secara gamblang dan detail. Dalam pertemuan dengan BPOM, pihaknya juga akan mendiskusikan teknis yang berkaitan bahan-bahan obat dengan pihak Kimia Farma dan Lembaga Biologi Angkatan Darat yang akan memproduksi obat penawar tersebut.
”Untuk mempersiapkan lebih teknis agar obar bisa segera diproduksi bila izin edar segera terbit. Kami masih menunggu panggilan dari BPOM,” kata Nasih.
Kendati demikian, lanjut dia, Unair telah meminta perubahan dan perbaikan ke BPOM sepanjang memenuhi persyaratan. ”Yang terpenting, untuk di Bandung BPOM sudah melakukan inspeksi, Dari inspeksi ini, temuan-temuannya sudah kami tindak lanjuti. Tidak ada pertemuan merger. Jadi, ditindaklanjuti langsung,” tutur Nasih.
Nasih menyatakan, tingkat efektivitas kombinasi obat penawar Covid-19 temuan peneliti Unair mencapai lebih dari 98 persen. Dari hasil uji klinis terhadap tiga obat tersebut, setelah dikombinasikan daya penyembuhannya meningkat dengan sangat tajam dan baik.
”Untuk kombinasi tertentu sampai 98 persen efektivitasnya. Yang paling rendah di angka 92 persen. Efektivitas ini berdasar dari sampel yang diambil secara acak,” terag Nasih.
Sebelumnya, Unair telah melakukan evaluasi pada lebih dari 1.100 sampel dari berbagi multicenter, yakni Rumah Sakit TNI, Rumah Sakit Universitas Airlangga, Rumah Sakit TNI-Polri, dan Rumah Sakit Lamongan. Dari hasil itu yang memenuhi syarat inklusifivitas dan lainnya lebih dari 750 sampel.
”Ketika persiapan yang lain kami diajak menangani di sana, tetapi kami sekaligus melakukan uji klinis di sini. Meskipun di luar rencana. Ketiga kombinasi obat penawar Covid-19 mempunyai dosis yang lebih rendah dibanding apabila obat diberikan secara tunggal,” tutur Nasih.(^/antara)